• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIREKTORAT JENDERAL BINA

2. Pengumpulan Data Kajian

Penyedia jasa akan melakukan pengumpulan data dan informasi yang diperlukan, khususnya data sekunder. Data yang akan dipergunakan merupakan data yang valid dan dapat diandalkan (reliable). Data yang valid adalah data yang sesuai dengan tujuan studi dan pertanyaan yang ingin dijawab. Adapun data yang dapat diandalkan adalah data yang dapat mewakili kenyataan atau memberi gambaran tentang kenyataan.

Dalam kajian ini digunakan metode pengumpulan data sekunder, yaitu melalui pengumpulan

berbagai hasil kajian di daerah dan berbagai negara, misalnya kelompok negara Asia, Australia,

Amerika, Eropa, maupun Afrika. Hasil kajian diharapkan dapat diperoleh melalui penelusuran dokumen dan hasil penelitian di internet. Sumber kajian adalah lembaga-lembaga internasional, lembaga pemerintahan di masing-masing negara, maupun hasil penelitian di berbagai jurnal sebagai acuan dan pedoman dalam melaksanakan Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi.

Kelompok kajian yang akan dikumpulkan adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang, Peraturan, Peraturan Pemerintah, dan Keputusan Menteri yang terkait dengan arah Pembangunan Nasional.

2. Konsep analisis Supply-Demand di Asia, Australia, Amerika, Eropa, maupun Afrika. 3. Kriteria, Indikator, dan Metode Evaluasi.

iii. Kajian Pustaka

Studi literatur/referensi dan studi meja (desk study) adalah suatu kajian terhadap data sekunder yang didapat sebelumnya, sebagai upaya untuk mendapatkan wacana ilustrasi dan informasi tambahan dalam rangka melakukan review terhadap program kerja, jadwal pelaksanaan pekerjaan, dan metoda pelaksanaan pekerjaan yang lebih detail.

Kajian di sisi ini, walaupun masih bersifat makro, tetapi akan menjadi sangat penting untuk Konsultan diskusikan dengan Direksi Pekerjaan/ Pengguna Jasa pada tahap selanjutnya. Hasil kajian dan diskusi bersama direksi ini, akan menjadi batas koridor dalam pencapaian studi ini.

Di antara yang perlu dan telah dikaji dikaji, adalah :

1. Maksud dan tujuan, lingkup kegiatan, dan manfaat kegiatan dari studi/pekerjaan ini.

2. Konsep pengukuran Supply-Demand yang akan dilaksanakan kemudian, termasuk didalammnya sasaran objektifnya serta kendala permasalahan yang dihadapi.

3. Model sasaran investasi yang dilaksanakan dalam tahun jamak (multi-year) maupun kontrak jangka pendek di Bina Marga (Peningkatan jalan, pembangunan jalan dan pemeliharaan jalan), Cipta Karya (pengembangan air minum, limbah, drainase dan persampahan) serta Sumber Daya Air (Irigasi, air baku, bendungan, dam, sungai, rawa dan pantai).

4. Landasan yuridis dari program penggunaan dan pemanfaatan jasa konstruksi yang telah ada, dan relevansinya dengan:

a. Undang-undang Nomor : 18/1999, tentang Jasa Konstruksi, Lembaran Negara Republik Indonesia (LNRI) Tahun 1999.

b. Peraturan Pemerintah terkait Jasa Konstruksi

5. Konsep dasar tentang pengelolaan dan pendayagunaan jasa konstruksi oleh pihak atau institusi-institusi terkait atau stakeholders lain.

Kajian pustaka merupakan kerangka acuan yang disusun berdasarkan kajian berbagai aspek, baik secara teoritis maupun empiris, yang menumbuhkan gagasan dan mendasari pelaksanaan pekerjaan. Dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut dapat berasal dari temuan dan hasil penelitian terdahulu yang terkait dan mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan yang menjadi bahan kajian. Kajia pustaka dilakukan untuk mendapatkan dasar empiris yang kuat, sehingga pekerjaan ini akan leb maju dibandingkan dengan kajian-kajian terdahulu. Pada kajian pustaka akan diungkapkan kerangka acuan komprehensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan kajian ini. Uraian dalam kajian pustaka diharapkan menjadi landasan teoritis penyusunan kajian kebutuhan dan ketersediaan material dan peralatan konstruksi di Indonesia.

iv. Survey (Collecting Data)

Pada dasarnya, pekerjaan ini tidak memerlukan data primer yang akan berbicara dalam bentuk angka. Karena itu, maksud pengumpulan data primer menyusul studi literatur yang dilaksanakan sebelumnya, adalah dalam bentuk pengumpulan secara acak dan terbatas pada collecting model kontrak existing dari berbagai pihak terkait, terutama dari pihak pemilik pekerjaan/pengguna jasa konstruksi dan pihak pelaku/penyedia jasa konstruksi baik yang dimiliki pemerintah (BUMN/BUMD) maupun pihak swasta nasional/lokal serta mengetahui ketersediaan material dan alat di di Medan (sumetra Utara), Surabaya (Jawa timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Makassar (Sulawesi) dan Jakarta (Jawa Barat & DKI). Dalam melakukan pengumpulan data primer seperti ini, sekaligus akan dilakukan konsultasi dan diskusi, yang dari konsultasi dan diskusi itu diharapkan mendapat masukan baik berbentuk ketersediaan material dan peralatan konstruksi dari pengalaman-pengalaman empirik yang dilaksanakan para pelaku / penyedia jasa konstruksi. Bukan hal mustahil dari pengalaman itu, selain dijumpai berbagai

kemudahan juga dijumpai kesulitan dalam bentuk hambatan, tantangan dan peta kondisi ketersediaan material dan peralatan yang dapat mengganggu kelancaran pekerjaan kontrak. Untuk pekerjaan ini, berbagai ketersediaan data dari para pelaku/ penyedia jasa konstruksi termasuk pemanfaat jasa konstruksi di atas, sangat bermanfaat dalam menyusun Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi yang akan dikembangkan di kemudian hari.

Pada dasarnya, untuk mencapai hasil optimal pada tahap kegiatan ini, seluruh Tenaga Ahli dari Konsultan Penyedia Jasa telah dilibatkan secara langsung. Namun dalam pelaksanaanya akan ditentukan secara acak sesuai dengan event diskusi yang dilakukan.

Hal-hal yang akan dilakukan pada tahap kegiatan konsultasi dan diskusi ini, adalah sebagai berikut: 1. Melakukan inventarisasi model dan jenis kontrak jasa konstruksi yang telah ada, untuk ketersedian

material dan peralatan konstruksi yang telah dan sedang dilaksanakan.

2. Melakukan sosialisasi secara bersamaan antara pihak pemilik pekerjaan/penggunaan jasa konstruksi dengan masyarakat pelakupenyedia jasa konstruksi untuk seluruh tingkatan, dalam bentuk kegiatan seminar, atau lokakarya, atau workshop.

3. Dalam seminar, atau lokakarya, atau workshop ini, akan melibatkan keseluruhan stakeholder terkait, yang sekaligus juga secara acak akan ditentukan oleh penerima pekerjaan atas saran konsultan dijadikan narasumber.

Ada 2 (dua) data yang diperlukan yaitu: 1. Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait baik nasional maupun daerah serta supplier/vendor. Data sekunder dapat juga diperoleh memulai internet. Data sekunder yang diperlukan berupa peraturan perundang-undangan, anggaran infrastruktur selama 5 (lima) tahun di pusat, provinsi serta daerah, perekonomian nasional, industri konstruksi, hasil studi terkait, cluster value chain sektor konstruksi.

2. Data Primer

Data primer akan dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Perolehan data primer dilakukan dalam 2 (dua) tahapan, yaitu:

a. Konfirmasi jenis tipologi infrastruktur serta jenis material dan peralatan secara rinci yang tedapat di 3 (tiga) Dirjen Kementerian PU dengan kuesioner pada pakar material dan peralatan konstruksi,

b. Data Primer diperoleh dari survey wawancara di lapangan untuk mengetahui kondisi material dan peralatan konstruksi yang dikonsumsi oleh proyek-proyek sesuai tiap jenis tipologi

infrastruktur secara sampling di 3 (tiga) Dirjen Kementerian PU yang ada di minimum 5 (lima)

provinsi yang di survey. Data primer tersebut digunakan sebagai sumber primer yang sedang maupun tidak terpetakan kondisinya untuk kebutuhan konstruksi baik secara nasional

maupun daerah. Data primer tersebut mencakup juga data perihal sumber pengadaan

Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan

populasinyamelalui kuesioner untuk data primer diatas. Penelitian pada sampel ini hanya merupakan

pendekatan pada populasinya. Ini berarti selalu ada resiko kesalahan tersebut. Hal ini akan berkaitan bagaimana cara mengambil sampel atau teknik sampling yang digunakan.

Terdapat dua syarat yang harus dipenuhi dalam prosedur pengambilan sampel yaitu sampel harus representatif dan besarnya sampel harus memadai.

Suatu sampel yang baik juga harus memenuhi syarat bahwa ukuran atau besarnya memadai untuk dapat meyakinkan kesetabilan ciri-cirinya. Berapa besar sampel yang memadai bergantung kepada sifat populasi dan tujuan penelitian.

Populasi dalam kegiatan ini adalah pertumbuhan, berkelanjutan, berdaya saing, produktifitas, SDM, bahan, mesin/peralatan, metode/cara kerja, uang di perusahaan jasa konstruksi untuk mengetahui peran sektor konstruksi terhadap perekonomian jasa konstruksi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling. Langkah-langkah kerja adalah sebagai berikut :

1. Mendata target sampel yang akan diambil datanya baik itu instansi pemerintahan ataupun stakeholder terkait.

2. Menyiapkan instrumen survey yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan.

3. Melakukan survey lapangan langsung kepada instansi pemerintahan maupun stakeholder terkait dimana sebelumnya dilakukan diskusi terlebih dahulu dengan pengguna jasa.

4. Mentabulasi data yang diperoleh dari hasil survey lapangan maupun internet dan menuangkannya dalam format yang sistematika dan jelas mem ting. Materi wawancara yang akan pemerintah 5. Menyajikan hasil tabulasi dan analisis tersebut dalam presentasi yang diikuti oleh para stakeholder

yang ditentukan oleh pengguna jasa.

Beberapa metode dalam memperoleh data primer adalah dengan melakukan wawancara. Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara kepada responden. Dalam wawancara, peranan pewawancara untuk peroleh kerja sama dengan responden sangat penting. Pertanyaan yang diajukan adalah sama dengan materi kuisioner namun dalam wawancara akan dilakukan lebih mendalam. Dan pada wawancara jumlah sample responden yang akan diambil lebih sedikit dengan yang digunakan pada kuisioner, namun karena data maupun informasi yang ingin didapat lebih mendalam maka pemilihan responden harus benar-benar tepat.

Sasaran dalam melakukan sampel adalah :

1. Keberadaan bidang jasa konstruksi nasional, baik yang telah tercatat resmi maupun skala daerah; 2. Keberadaan bidang jasa konsultasi nasional;

3. Pengguna jasa konstruksi nasional;

4. Pengguna jasa konstruksi nasional swasta, baik swasta nasional maupun swasta asing;

5. Konsumen (demand) dan penyedia (supply) material dan peralatan konstruksi dari dalam maupun luar negeri.

v. Pengolahan Data

Seluruh data dan informasi yang diperoleh telah dianalisis sesuai dengan kaidah keilmuan statistika dilakukan untuk mendapatkan keakuratan data atau informasi yang telah diperoleh dan menyajikan data dengan baik. Penentuan masalah serta prioritas masalah yang akan ditangani telah ditentukan dalam tahapan diskusi internal maupun eksternal. Dalam tahapan analisis data, hasil diskusi tersebut telah menjadi acuan utama. Definisi permasalahan serta tingkat kepentingan yang telah ditangani telah menjadi Metode pengelolaan data dan informasi telah mengguntelah metode deskriptif. Selain itu, metode pengklasifikasian juga telah diguntelah untuk mendapatkan klasifikasi masalah dan kriteria. Penyusunan rangkuman menjadi dasar untuk menyusun usulan konsep dan rencana strategis.

vi. Analisis Database

Konsep dasar dari basis data (database) adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta (Content) yang

tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu

basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau

memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang

umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua

informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan

antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model

hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Secara garis besar, database yang direncanakan terdiri dari ketersediaan material dan alat di Medan, Surabaya, Banjarmasin, Makassar dan Jawa Barat.

vii. Analisis Kebutuhan Material dan Konstruksi

Kebutuhan material dan peralatan konstruksi semakin hari semakin banyak dibutuhkan. Akan tetapi tugas berat yang nyata terlihat adalah sebagian infrastruktur dan fasilitas produksi yang kondisinya menurun atau bahkan belum terpetakan sama sekali. Hal tersebut menyebabkan penyedia jasa konstruksi untuk lebih efisien lagi atau mencari sumber lain dalam mengelola kegiatan konstruksinya. Pemerintah pula memfasilitasi dengan Perda maupun peraturan lainnya untuk mendukung serta memberikan jalan keluar dari permasalahan tersebut. Akan tetapi keadaan tersebut belum tersusun

secara seutuhnya. Dalam kegiatan kajian kebutuhan dan ketersediaan material dan peralatan konstruksi ini secara sistematis telah disusun serta teranalisis perbandingan kebutuhan material dan konstruksi secara nasional sebagai bentuk kerangka acuan kebutuhan investasi secara nasional terhadap kebutuhan dan ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi sesuai Tiologi Pekerjaan Konstruksi yang berlaku dan baku di Kementrian Pekerjaan Umum dan Dinas Pekerjaan Umum antara Tahun 2005-2011 dapat terlihat pada Tabel 2.1, 2.1a – 2.1c, Tabel 2.2- 2.7.c.

viii. Analisis Ekonomi dan Pembiayaan

Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan

sempurna (Full Oligopoly)11. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar,

dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena bberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk memepengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisis yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.

Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai dari pada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut “kegagalan pasar”, yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu. Salah satu contoh hasil dari analisis ini adalah mengurangi impor dan mengembangkan usaha ekspor untuk material dan peralatan konstruksi

ix. Analisis Supply-Demand Permintaan (Demand)

Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.

Permintaan seseorang (Qd) atau suatu masyarakat kepada suatu barang ditentukan oleh faktor-faktor, diantaranya :

1. Harga barang itu sendiri (Px) 2. Harga barang lain (Py) 3. Pendapatan konsumen (Inc) 4. Cita Rasa (T)

5. Iklim (S)

6. Jumlah Penduduk (Pop)

7. Ramalan kebutuhan MPK dimasa mendatang yang akan terpasang (K) (Qd=F(Px,Py,Ine,T,S,Pop,K)

Demand material = Mijkt = f (proyek jk)t

Dimana : i = jenis material, j = jenis proyek, k = lokasi, t = waktu

Demand alat = A ijkt = f (proyek jk)t

Dimana : i = jenis alat, j = jenis proyek, k = lokasi, t = waktu Hukum Permintaan (The Law of Demand)

Pada dasarnya hukum Kebutuhan (Demand) - D, terhadap penyediaan (Supply)- S, yang dinyatakan sebagai Indeks D/S secara sederhana menggambarkan kondisi berlaku untuk material dan peralatan konstruksi secara umum untuk penetapan kebijakan yang diperlukan terhadap kondisi Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Knstruksi dimasa mendatang,

Hukum permintaan yang lebih detail pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat”.

Daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta masyarakat. Ia menggambarkan besarnya permintaan yang ada pada berbagai tingkat harga.

Sehingga setelah dialakukan analisis permintaan terhadap material dan peralatan konstruksi dapat disusun sebuah kurva permintaan. Kurva permintaan dapat didefinisikan sebagai “Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta dengan para pembeli”. Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbaik.

Pergeseran kurva permintaan akan bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan-peribahan terdapat permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.

Supply material = Mijkt

Dimana : i = jenis material, j = jenis proyek, k = lokasi, t = waktu Supply alat = A ijkt

Dimana : i = jenis alat, j = jenis proyek, k = lokasi, t = waktu

Analisis supply-demand model merupakan model keseimbangan parsial mewakili penentuan harga dan kuantitas yang baik tertentu yang baik yang diperdagangkan. Meskipun normal untuk memanggap kuantitas yang diminta dan kuantitas yang ditawarkan sebagai fungsi dari harga yang baik, representasi grafis standar, biasanya dihubungkan dengan Alfred Marshall, memiliki harga pada sumbu vertikal dan kuantitas pada sumbu horizontal, kebalikan dari standar konvensi untuk representasi fungsi matematika.

Penentu penawaran dan permintaan selain harga barang tersebut, seperti pendapat konsumen, harga input dan seterusnya, tidak secara eksplisit direpresentasikan dalam diagram penawaran-permintaan. Perubahan nilai variabel ini diwakili oleh pergeseran dalam kurva penawaran dan permintaan. Sebaliknya, respon terhadap perubahan dalam harga barang yang diwakili sebagai gerakan sepanjang kurva penawaran dan permintaan tidak berubah.

Hubungan permintaan dan penawaran dipasar dapat diestimasi secara statistik dari harga, jumlah, dan data lain dengan informasi yang memadai dalam model. Hal ini dapat dilakukan dengan metode persamaan simultan-estimasi dalam ekonometri. Metode tersebut memungkinkan penyelesaian untuk “koefisian struktural” model-relevan mitra aljabar perkiraan teori. Parameter identifikasi masalah adalah masalah yang umum di “estimasi struktural”. Biasanya, data pada variabel eksogen (yaitu, selain variabel harga dan kuantitas, yang keduanya adalah variabel endogen) yang diperlukan untuk melakukan seperti perkiraan. Sebuah alternatif untuk “estimasi struktural” berkurang estimasi bentuk, yang regresi setiap variabel endogen pada masing-masing varibel eksogen.

Gambar 2.5 Ketersediaan Pasir, Batu Kali dan Semen untuk Pembangunan Jalan

Gambar 2.6 Analisis Supply dan Demand Batu untuk Masa yang akan datang

Gap antara supply dan demand memerlukan kebijakan dan strategi tersendiri sehingga akan menghasilkan rekomendasi. 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4

Demand Batu Supply Batu

0

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6

0.7

0.8

0.9

1

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4

Pasir

Dokumen terkait