• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN MATERIAL DAN PERALATAN KONSTRUKSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAJIAN KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN MATERIAL DAN PERALATAN KONSTRUKSI"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

KAJIAN KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN MATERIAL

DAN PERALATAN KONSTRUKSI

RINGKASAN EKSEKUTIF

Tahun Anggaran 2011

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI

PUSAT

PEMBINAAN

SUMBER

DAYA

INVESTASI

(2)

Kata Pengantar

Sesuai Surat Perjanjian pekerjaan “Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi”, Nomor KU.02.08-Ki.1/VII/559, tanggal 18 Juli 2011, bersama ini kami sampaikan:

Laporan Akhir ini merupakan laporan kegiatan pekerjaan yang berisi tentang Pendahuluan, Pendekatan Metodologi, Konsepsi Teori, Analisis Kondisi Berlaku Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Kontruksi Nasional serta Pembahasan Hasil Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi serta Kesimpulan.

Demikian Laporan Akhir ini kami sampaikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Penanggungjawab Pelaksanaan Teknis Kegiatan serta semua pihak yang telah membantu dan bekerjasama dalam penyusunan Laporan Akhir ini.

Bandung, Desember 2011

(3)

Team Leader

Daftar Isi

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR LAMPIRAN

vi

BAB I

PENDAHULUAN

1 – 1

1.1. Latar Belakang ... 1 – 1 1.2. Maksud dan Tujuan ... 1 – 3 1.3. Sasaran Pekerjaan ... 1 – 3 1.4. Ruang Lingkup ... 1 – 3 1.5. Keluaran yang Dihasilkan ... 1 – 4 1.6. Sistematika Penulisan ... 1 – 4

BAB II

PENDEKATAN DAN METODOLOGI

2 – 1

2.1. Pendekatan yang Digunakan ... 2 – 2 2.2.1. Landasan Dasar ... 2 – 2 2.2.2. Dasar Acuan ... 2 – 3 2.2. Metodologi... 2 – 4 2.2.1. Penentuan Sasaran Output Kajian MPK ... 2 – 5 2.2.2. Penyusunan Prosedur Identifikasi Tipologi Pekerjaan Konstruksi (TPK) di Satminkal

Bina Marga (BM), Cipta Karya (CK) dan Sumber Daya Air (SDA) ... 2 – 6

2.2.3. Formulasi Sub-Model dan Model MPK Mikro, Meso dan Makro ... 2 – 16

(4)

2.2.3.2. Formulasi Sub-Model dan Model MPK Meso ... 2 – 17

2.2.3.3. Formulasi Sub-Model dan Model MPK Makro ... 2 – 18

2.2.4. Prosedur Penyetaraan Nilai Investasi dari Tahun 2005-2011 ke 2011 dan ke Daerah

Jawa Barat ... 2 – 19 2.2.5. Prosedur Penerapan Konsep Algoritma untuk Validasi dan Penentuan Pembuatan

Sub-Model dan Model Linier dan Non-Linier MPK ... 2 – 20

2.2.5.1. Prosedur Penerapan Konsep Algoritma untuk Validasi dan Penentuan

Pembuatan Sub-Model dan Model Linier dan Non-Linier Material ... 2 – 20

2.2.5.2. Prosedur Penerapan Konsep Algoritma untuk Validasi dan Penentuan

Pembuatan Sub-Model dan Model Linier dan Non-Linier Peralatan ... 2 – 21

2.2.6. Formulasi Pembuatan Sub-Model dan Model Proporsional Linier MPK ... 2 – 22

2.2.7. Simulasi dan Forecasting Sub-Model dan Model Regresi Linier dan Non-Linier MPK

serta Model Proporsional Linier ... 2 – 24 2.2.7.1. Simulasi dan Forecasting Sub-Model dan Model Hasil Algoritma Pembuatan

Sub-Model dan Model Regresi Linier dan Non-Linier MPK ... 2 – 24

2.2.7.2. Simulasi dan Forecasting Sub-Model dan Model Proporsional Linier MPK ... 2 – 24

2.2.8 Pembahasan Hasil Simulasi dan Forecasting Sub-Model dan Model Hasil Algoritma Pembuatan Sub-Model dan Model Linier dan Non-Linier MPK serta Sub-Model dan Model Proporsional Linier Terhadap Kebutuhan dan Ketersediaan

MPK 2008-2016 ... 2 – 25

BAB III

KONSEPSI TEORI

3 – 1

3.1. Industri Konstruksi dan Infrastruktur ... 3 – 1 3.2. Material Konstruksi ... 3 – 7 3.3. Peralatan Konstruksi ... 3 – 9 3.4. Penggunaan serta Pemanfaatan Material dan Peralatan Konstruksi ... 3 – 12 3.5. Pola Pendataan Kajian Material dan Peralatan Konstruksi ... 3 – 13

BAB IV

ANALISIS KONDISI BERLAKU KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN MATERIAL DAN

PERALATAN KONSTRUKSI NASIONAL

4 – 1

(5)

4.2. Kondisi Demand Supply ... 4 – 2 4.2.1. Demand Supply Aspal ... 4 – 2 4.2.2. Demand Supply Semen ... 4 – 4

4.2.3. Demand Supply AMP, Hotmix dan Aspal Cair ... 4 – 6

4.2.4. Demand Supply Besi dan Baja ... 4 – 8 4.2.5. Demand Supply Alat Berat... 4 – 11 4.3. Kebutuhan Material dan Peralatan di Kementerian Pekerjaan Umum ... 4 – 13 4.4. Hasil Pengumpulan dan pengolahan data kajian material dan peralatan konstruksi ... 4 – 14 4.4.1. Hasil Pengumpulan Data (Data Collecting)... 4 – 14 4.4.2. Hasil Pengolahan Data (Data Processing) ... 4 – 15

4.4.2.1. Hasil Penyetaraan Harga Kontrak Proyek Tipologi Konstruksi ke Tahun 2011

dan Daerah Jawa Barat ... 4 – 15 4.4.2.2. Hasil Pembuatan Sub-Model dengan Algoritma Penentuan Sub-Model2

Regresi Linier atau Non-Linier ... 4 – 15 4.4.3. Hasil Output Simulasi dan Aplikasi Berbagai Model Regresi Linier dan Non-Linier Meso

Berbasis Mikro MPK 2008-2016 ... 4 – 24 4.4.4. Model Proporsional Linier ... 4 – 26 4.4.5. Perbandingan Hasil Forecasting MPK Oleh Model Regresi Linier & Non-Linier

Terhadap Model Proporsional Linier ... 4 – 32 4.5. Updating dan Pengembngan Sistem Informasi “KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN

MATERIAL DAN PERALATAN” ... 4 – 33 4.5.1. Review Hasil Kajian dan Pembentukan Team untuk Pelatihan Penerapan dan

Pengembangan Database MPK dimasa Mendatang ... 4 – 33

4.5.2. Pengumpulan dan Pengolahan Data Sample Populasi TPK Kebutuhan ... 4 – 34

4.5.3. Penggunaan Algoritma untuk Pembuatan, Pengembangan dan Peningkatan Sub-Model dan Model Material dan Peralatan selanjutnya dalam rangka

mendukung Rencana Investasi pada Infrastruktur di Kementrian Pekerjaan Umum ... 4 – 34

4.5.4. Kerjasama Updating Database bersama Stakeholders Internal dan Eksternal di

Kementrian Pekerjaan Umum ... 4 – 34 4.5.5. Penulisan dan Penerbitan Hasil Pengembangan dan Penerapan pada Jurnal

Nasional-Internasional dan Standard Nasional Indonesia ... 4 – 36

4.5.6. Penyelenggaraan Pertemuan dan Seminar Ilmiah dengan para Stakeholders Terkait Internal dan Eksternal untuk Pembahasan Evaluasi Pengembangan dan Pemanfaatan

Database MPK ... 4 – 36 4.5.7. Ikutserta pada Pertemuan dan Seminar Ilmiah Nasional dan Internasional yang

(6)

BAB V

PEMBAHASAN HASIL KAJIAN KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN MATERIAL DAN

PERALATAN KONSTRUKSI SERTA KESIMPULANI

5 – 1

5.1. Gambaran Analisa Kebutuhan dan Ketersediaan (Demand and Supply) Material Dan Peralatan Industri Konstruksi Untuk Mendukung Investasi Pembangunan

Infrastruktur Di Kementrian Pekerjaan Umum ... 5 – 1 5.1.1. Hasil Analisa Kebutuhan Material dan Peralatan Konstruksi di Kementrian

Pekerjaan Umum ... 5 – 1 5.1.2. Hasil Analisa Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi di Kementrian

Pekerjaan Umum ... 5 – 3 5.2. Kesimpulan dan Rekomendasi Pengembangan Hasil Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan

Material dan Peralatan Konstruksi di Kementrian Pekerjaan Umum ... 5 – 5

(7)

Daftar Lampiran

Lampiran

I

Kuesioner MPK (Material dan Peralatan Konstruksi)

L.I

Lampiran

II

Data Penyetaraan IKK 2011 Jawa Barat

L.II

Lampiran

III

Model Regresi Linier Dan Non-Linier Material Dan Peralatan Konstruksi

L.III

Lampiran

IV

Model Proporsional Linier Material Dan Peralatan Konstruksi

L.IV

Lampiran

V.1 Manual Kerja Usulan Pembentukan Organisasi & Pelatihan Sistem Database

Material dan Peralatan Konstruksi

L.V.1

Lampiran

V.2 Manual Kerja Usulan Pelatihan Sistem Database Material dan Peralatan

Konstruksi Berbasis Algoritma Pembuatan Dan Validasi Model dan Sub

Model

(8)

BAB 1

Pendahuluan

Bab I, Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi, berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran pekerjaan, ruang lingkup, keluaran yang dihasilkan dan sistematika penulisan.

1.1. LATAR BELAKANG

Perkembangan bisnis konstruksi dewasa ini semakin bergairah. Pihak swasta nampaknya cukup antusias untuk membangun berbagai macam bangunan konstruksi. Namun perlu di ingat bahwa dalam membangun bangunan konstruksi tidak serta merta membangun begitu saja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah dengan melakukan analisis supply – demand sumber daya material dan peralatan konstruksi untuk mengetahui bagaimana kondisi pasar konstruksi yang ada saat ini dan kedepannya nanti. Hal tersebut perlu dilakukan agar ketika kita ingin membangun ataupun berinvestasi dalam bidang konstruksi, kita memiliki patokan pasar yang pas sehingga pembangunan maupun investasi tersebut dapat diterima dan terserap oleh pasar. Proses dalam analisis supply - demand itu sendiri terkait dengan banyak hal.

Analisis supply - demand sumber daya material dan peralatan konstruksi adalah studi yang berpusat pada supply (penawaran) dan demand (permintaan) terhadap material dan peralatan konstruksi pada saat sekarang dan kemungkinannya di masa yang akan datang pada suatu wilayah tertentu.

Analisis supply – demand sumber daya material dan peralatan konstruksi berfungsi untuk mengevaluasi jumlah permintaan dan penawaran dengan tujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan material dan peralatan konstruksi yang belum terpenuhi dan memperkirakan besaran material dan peralatan konstruksi

(9)

yang dibutuhkan. Hasil dari analisis tersebut selanjutnya akan disampaikan/ dikontribusikan kepada pemerintah, pengguna jasa, penyedia jasa, supplier material, supplier alat berat dan para pemangku kepentingan lainnya.

Dalam melakukan analisis supply – demand sumber daya material dan peralatan konstruksi, harus juga dimonitor indikator-indikator ekonomi, karena dengan begitu dapat diramalkan adanya penurunan atau peningkatan makro ekonomi yang akan terjadi. Indikator-indikator yang perlu diperhatikan, antara lain : PDB, jumlah belanja pemerintah, tingkat suku bunga, tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar mata uang, dan lain-lain. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah melihat bagaimana kondisi sosial dan kondisi politik yang terjadi. Kadang kala, isu politik juga mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri sehingga mempengaruhi supply dan demand yang ada.

Dalam era globalisasi ini, diperlukan informasi yang cepat, tepat dan akurat khususnya mengenai ketersediaan material dan peralatan konstruksi agar penyedia jasa konstruksi kita dapat bersaing dengan penyedia jasa konstruksi asing. Karenanya kemudahan dalam mengakses data dalam waktu yang cepat sangat dibutuhkan dalam bisnis jasa konstruksi.

Informasi keberadaan material dan peralatan konstruksi selama ini lebih banyak dilakukan dari mulut ke mulut, padahal ketersediaan material dan peralatan konstruksi mutlak diperlukan oleh penyedia jasa konstruksi untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya.

Dari pihak pemerintah selaku pembuat kebijakan, data mengenai material dan peralatan konstruksi sangat diperlukan, terutama untuk memberikan panduan tentang proyeksi besaran pembangunan, baik di masa kini maupun di masa yang akan datang, dan juga sebagai bahan pertimbangan untuk proses pengambilan keputusan/kebijakan. Pengembangan sistem informasi yang ada saat ini telah berjalan dengan sedemikian pesatnya. Hal ini dapat terlihat dari teknologi informasi yang cepat mengalami perubahan dan kemajuan, dimulai dari teknologi informasi yang bersifat personal telah berkembang menjadi teknologi informasi yang bersifat jaringan. Internet dan LAN sebagai salah satu bentuk perkembangan teknologi informasi telah cukup banyak membantu pekerjaan manusia dengan menggunakan teknologi jaringan.

Pemanfaatan teknologi sistem informasi ini juga telah dilaksanakan oleh berbagai organisasi baik pemerintah maupun swasta. Pemanfaatan ini dilakukan dengan menggunakan sistem informasi sebagai sarana pengumpulan data-data ke dalam wadah yang sama yang akhirnya membentuk suatu database.

(10)

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dilakukan kegiatan Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi ini adalah untuk menyusun kajian kebutuhan dan ketersediaan material dan peralatan konstruksi.

Sedangkan tujuan kegiatan Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi ini adalah Tersedianya hasil analisis supply – demand material dan peralatan konstruksi, rumusan kebijakan dan rekomendasi-rekomendasi strategi kedepannya yang diperlukan.

1.3. SASARAN PEKERJAAN

Sasaran kegiatan Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi adalah sebagai berikut :

1. Profil ketersediaan dan potensi material dan peralatan konstruksi untuk mendukung rencana investasi

infrastruktur di bidang pekerjaan umum.

2. Profil produsen material dan peralatan konstruksi di dalam negeri.

3. Profil kebutuhan material dan peralatan kosnrtruksi, berdasarkan hasil analisis rencana investasi

infrastruktur.

4. Formulasi untuk analisis kebutuhan material dan peralatan konstruksi untuk mendukung investasi

infrastruktur.

5. Rumusan keseimbangan kebutuhan dan ketersediaan material dan peralatan konstruksi untuk

mendukung investasi infrastruktur.

6. Rumusan kebijakan nasional dalam pengelolaan material dan peralatan untuk mendukung

pengembangan investasi infrastruktur di dalam negeri dan luar negeri.

7. Rekomendasi pengembangan pengelolaan sumber daya material dan peralatan konstruksi untuk

mendukung peningkatan investasi infrastruktur.

1.4. RUANG LINGKUP

Guna mencapai maksud, tujuan dan sasaran, beberapa lingkup kegiatan yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi para pemangku kepentingan baik personal maupun kelembagaan yang terkait dengan

kajian kebutuhan dan ketersediaan material dan peralatan konstruksi untuk mendukung peningkatan investasi infrastruktur;

2. Melaksanakan brainstorming, konsinyasi, seminar dan lokakarya dengan para pemangku kepentingan

untuk membahas berbagai topik terkait dalam rangka mencapai maksud, tujuan dan sasaran paket pekerjaan ini secara efisien dan efektif.

3. Profil ketersediaan dan potensi material dan peralatan konstruksi untuk mendukung rencana investasi

infrastruktur di bidang pekerjaan umum.

(11)

5. Formulasi untuk analisis kebutuhan material dan peralatan konstruksi untuk mendukung investasi infrastruktur.

6. Profil kebutuhan material dan peralatan kosnrtruksi, berdasarkan hasil analisis rencana investasi

infrastruktur.

7. Rumusan keseimbangan kebutuhan dan ketersediaan material dan peralatan konstruksi untuk

mendukung investasi infrastruktur.

8. Rumusan kebijakan nasional dalam pengelolaan material dan peralatan untuk mendukung

pengembangan investasi infrastruktur di dalam negeri dan luar negeri.

9. Rekomendasi pengembangan pengelolaan sumber daya material dan peralatan konstruksi untuk

mendukung peningkatan investasi infrastruktur.

1.5. KELUARAN YANG DIHASILKAN

Keluaran yang dihasilkan untuk kegiatan Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi adalah. Hasil analisis supply – demand material dan peralatan konstruksi, rumusan kebijakan dan rekomendasi-rekomendasi strategi kedepannya yang diperlukan.

1.6. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan laporan draft final kegiatan Kajian Kebutuhan dan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi adalah sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini berisikan latar belakang, maksud, tujuan dan sasaran, ruang lingkup, keluaran yang dihasilkan serta sistematika penulisan.

BAB 2 METODOLOGI

Bab ini memberikan gambaran mengenai pendekatan dan metodologi yang digunakan pada kegiatan ini.

BAB 3 KONSEPSI TEORI

Bab ini memberikan konsep teori mengenai material dan peralatan konstruksi. BAB 4 ANALISIS

Bab ini berisikan proses analisis, kondisi demand supply, serta updating sistem informasi BAB 5 PENUTUP

(12)

BAB 2

Metodologi

Bab 2, Metodologi, berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran pekerjaan, ruang lingkup, keluaran yang dihasilkan dan sistematika penulisan.

Untuk dapat melaksanakan suatu pekerjaan dengan hasil yang baik, maka sebelumnya perlu dibuat suatu pendekatan teknis dan metodologi pelaksanaan pekerjaan agar dapat dilaksanakan secara sistematis dan praktis, sehingga tercapai sasaran efisiensi biaya, mutu dan waktu kerja. Maksud pendekatan teknis disini diantaranya adalah membuat pendekatan rencana pelaksanaan pekerjaan, analisis kebutuhan personil dan volume man-month tenaga ahli serta analisis kebutuhan peralatan berikut fasilitas - fasilitas lainnya. Setelah rencana pelaksanaan pekerjaan ini tersusun tahap demi tahap termasuk analisis kebutuhan personil serta peralatan dihitung setepat mungkin, maka kemudian dapat disusun organisasi pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kaitan - kaitan pekerjaan dan personil yang dibutuhkan sesuai tahapan masing-masing pekerjaan.

Jenis dan lingkup konsultan dalam pekerjaan ini adalah :

1. Mengidentifikasikan jenis ketersedian material dan peralatan konstruksi yang ada secara skala nasional. 2. Melakukan kajian profil penyebaran ketersedian material dan peralatan konstruksi nasional baik tingkat

mikro, meso maupun makro dan keterkaitan dengan kondisi Indonesia.

3. Melakukan kajian kebutuhan material dan peralatan konstruksi skala nasional dan daerah untuk mendukung investasi infrastruktur

4. Melakukan kajian kebijakan nasional dalam pengelolaan material dan peralatan untuk mendukung pengembangan investasi infrastruktur di dalam negeri dan luar negeri

5. Melakukan analisis dan menyimpulkan ketersediaan material dan peralatan konstruksi dengan analisis supply-demand.

(13)

2.1.

PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN

2.1.1. Landasan Dasar

Kondisi infrastruktur yang berkualitas mempunyai pengaruh besar terhadap terciptanya kesejahteraan masyarakat. Untuk itu pembangunan infrastruktur harus mendapat prioritas penanganan oleh Pemerintah. Pemerintah telah menempatkan posisi Infrastruktur sebagai penunjang perekonomian, dengan telah ditetapkannya penyediaan infrastruktur menjadi prioritas ke enam dari Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2011 Pemerintah Indonesia dengan agenda mendorong pertumbuhan kerjasama pemerintah dan swasta dalam penyediaan infrastruktur. Untuk menutupi kebutuhan dana 5% dari GDP untuk infrastruktur yang baru bisa dipenuhi oleh anggaran Pemerintah sebesar 1% dari GDP, maka kekurangan 4 % dari GDP harus diupayakan melalui peran swasta (KPS Kerjasama Swasta dengan Pemerintah atau PPP Public Private

Partnership) dalam penyediaan infrastruktur.

Untuk mencapai kondisi infrastruktur yang sesuai dengan pencapaian skala nasional, maka faktor ketersediaan material dan peralatan konstruksi harus tersedia. Kendala yang sering terjadi dalam pelaksanaan peningkatan infrastruktur dari segi konstruksi dan jasa konsultansi adalah :

1. Lokasi ketersediaan material

2. Lokasi ketersediaan peralataan konstruksi material 3. Akses transportasi

Agar investasi (peran swasta) dalam infrastruktur dapat berjalan dengan baik, diperlukan perhitungan yang tepat terhadap nilai investasi yang diperlukan untuk membangun infrastruktur. Pada perjalanannya pembangunan infrastruktur seringkali menghadapi kendala karena sifat dari proyek infrastruktur yang diantaranya adalah:

Mengingat sifat kontrak yang biasanya dilakukan antara Pemerintah dan Swasta dalam pelaksanaan jasa konsultasi dan jasa konstruksi adalah lumpsum kontrak, untuk melakukan perhitungan harga satuan pekerjaan memerlukan justifikasi yang lebih mahal dari harga yang sewajarnya. Proses normalisasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena investasi pengembangan infrastruktur yang mendukung kegiatan konstruksi memerlukan penilaian ekonomi yang tidak sederhana. Terutama bila di daerah tersebut belum dilakukan kajian pendahuluan aspek material dan jasa konstruksi, investor cenderung untuk menanamkan modalnya di wilayah yang secara makro terbukti tinggi aspek investasinya.

Dua kajian pokok pada kegiatan ini adalah:

1. Kajian ketersediaan material dan peralatan konstruksi secara nasional 2. Kajian Supply-Demand sesuai kebutuhan rencana investasi untuk pembangunan Infrastruktur dimasa mendatang.

(14)

2.1.2. Dasar Acuan

Penyusunan kegiatan Kajian dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi harus mengacu pada peraturan perundang-undangan maupun kebijakan yang berlaku saat analisis disusun. Peraturan dan perundang-undangan maupun kebijakan mengacu pada

1. UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan

2. UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air 3. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi

4. PP No. 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi. 5. PP No.29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

6. PP No. 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi. 7. PP No. 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

8. PP No. 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. 9. PP No. 44 tahun 2009 tentang Amandemen PP No.15 tahun 2005 tentang Jalan Tol.

10. PP No. 4 tahun 2010 perubahan PP No. 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi.

11. PP No. 59 tahun 2010 perubahan PP No. 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi 12. PP No. 92 tahun 2011 perubahan kedua PP No. 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat

Jasa Konstruksi;

13. PP No. 35 tahun 2009 tentang Keikutsertaan Pemerintah dalam Pendirian Perseroan terbatas untuk Penjaminan Infrastuktur.

14. Perpres No. 67 tahun 2005 tentang Kerjasama antara Pemerintah dan Swasta (KPS) dalam Penyediaan Infrastruktur.

15. Perpres No. 9 tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan;

16. Perpres No. 13 tahun 2010 tentang Perubahan Perpres No. 67 tahun 2005;

17. Perpres No.78 tahun 2010 tentang Penjaminan Infrastruktur Dalam Proyek Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Yang Dilakukan Melalui Badan Usaha Penjaminan infrastuktur;

18. Permenko Perekonomian No: Per‐04/M.EKON/06/2006 tentang Tata Cara Evaluasi Proyek. Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur Yang Membutuhkan Dukungan Pemerintah

19. Permen Keuangan No. 38/PMK.OI/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian Risiko Atas Penyediaan Infrastruktur;

20. Permen Keuangan No. 260/PMK.011/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Infrastruktur Dalam Proyek Kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha.

Disamping itu, yang juga perlu dijadikan sebagai acuan atas dasar pendekatan dalam penyusunan kegiatan Kajian dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi adalah kebijakan ataupun arahan dan kebijakan dari pimpinan instansi terkait.

(15)

2.2.

METODOLOGI

Metode untuk melaksanakan pekerjaan ini dituangkan dalam bentuk penjelasan rinci mengenai prinsip-prinsip pemahaman teknis dan langkah-langkah dalam mencapai maksud dan tujuan termasuk tercapainya efisiensi dalam melaksanakan kegiatan Kajian dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi. Secara garis besar, bagian ini akan mencakup tiga tahapan pekerjaan yang dilaksanakan sebagai berikut:

1. Pendahuluan, dimulai dari penyusunan laporan rencana kerja sampai dengan laporan pendahuluan pekerjaan yang berisi metoda serta jadwal pelaksanaan pekerjaan diinginkan.

2. Collecting data, meliputi kajian terhadap data sekunder maupun primer diperlukan serta, konsultasi dengan para narasumber.

3. Evaluasi dan analisis data dan perumusan konsep Kajian dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi dalam bentuk Konsep Laporan Akhir dan Laporan Akhir yang didalamnya dilengkapi dengan penyusunan Rekomendasi.

Untuk lebih memperjelas tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan studi ini disajikan dalam bentuk Bagan Alir Umum, seperti terlihat pada Gambar 2.1 yang juga berisi Metodologi Kajian secara lebih rinci sepert pada Gambar 2.2 dan penjelasannya disajikan pada sub bab berikut ini.

Penunjukan Konsultan sesuai Tor Kajian Material Peralatan Konstruksi untuk Mendukung Investasi Infrastruktur

(MPKInfra)

Standards & Policy Perihal Material & Peralatan Konstruksi

Literatur Survey Material & Peralatan

Konstruksi

Kerangka Berfikir: 1.Metodologi Studi Penelitian 2.Data 3 Analisa: Mikro,Meso, & Makro 4.Kebijakan Pegembangan

MPKInfra & Pembangunan

Collect Data Mikro Workshop

Modeling Simulasi Sub-Model & Model; Makro Meso Mikro MPKInfra & Pembangunan

FGD Regional { ] Data Processing

Maksud Tujuan Sasaran: 1.Profil Supply MPK 2.Profil produsen MPK 3. Demand Analisa MPKInfra 4.Profil kebutuhan MPKInvInfra 5.Kebijakan Balancing Demand

Supply MPKInvInfra 6.Kebijakan

Nasional Bal ancing Demand Supply MPKInvInfra 7.Rekomendasi Pengelolaan

MPKInfra & Pembangunan Nasional

Kondisi Existing Demand & Supply Material & Peralatan

di Konstruksi

Proposal Kajian Material & Peralatan

Konstruksi

1.Daftar Data Sekunder Makro 2.Daftar Data Sekunder Meso: 3.Kuesioner MPKInfra Mikro

Laporan Pendahuluan

Analisa Mikro Demand Supply

MPKInfra

Collect Data Sekunder Makro & Meso

Laporan Antara I Laporan Antara II Laporan Draft Akhir Laporan Akhir Analisa Makro & Meso

Kebijakan Demand Supply MPKInfra & Pembangunan

Seminar Nasional { ]

Review Laporan Pendahuluan [070911] Review Laporan Antara I { ]

Review Laporan Antara II { ]

Review Laporan Draft Akhir { ]

(16)

Berdasar Latar Belakang, Kerangka Berfikir pada Gambar 2.1 dan Metodologi seperti pada Gambar 2.2 pelaksanaan Kajian adalah melakukan Proses2 dengan berbagai Prosedur termasuk penggunaan Algoritma2 yang diperlukan untuk menghasilkan Sasaran-sasaran Output A diinginkan.

2.2.1. Penentuan Sasaran Output Kajian MPK

Sasaran Output Kajian MPK adalaha sebagai berikut:

1. Identifikasi dan Penentuan Jenis Material dan Peralatan Konstruksi (MPK) Mayor Tipologi Pekerjaan Konstruksi (TPK) di KPU dan DPUD yang baku dan berlaku,

2. Melakukan perhitungan Kebutuhan MPK Mayor pada Tingkat TPK Mikro,

dan pada tingkat TPK Meso dan Makro per Tahun pada Satminkal KPU dan Nasional atas dasar Nilai Kontrak Proyek Pekerjaan Konstruksi sebagai berikut:

2.1 Material Mayor yaitu Aspal, Baja dan Beton dalam satuan Ton,

2.2 Peralatan Mayor yaitu Dozer, Loader, Excavator, Grader, Tower Crane, Mobile Crane, Alat Tiang Pondasi, dan Dump Truck dalam satuan Jam dan Unit,

3. Mengukur Pertumbuhan Kebutuhan MPK Mayor dalam satuan % per tahun terhadap Pasokan atau Ketersediaan MPK untuk tahun 2008-2016,

4. Rekomendasi Prosedur Pengembangan Database MPK dimasa mendatang.

.

Studi Pendahuluan

Kerangka pemikiran

-Penentuan Hasil Kajian Diinginkan

Uji coba Kajian

( Try Out ) Prosedur Kajian Populasi & Sampling

Operasionalisasi Variabel Kajian

Uji Validitas & Reliabilitas Normalitas

Sub-Pengumpulan Data

Coding , Editing & Processing Data

Pembuatan & Analisa Model Linier

Kesimpulan Analisa kondisi saat ini

Identif ikasi , Rumusan , Tujuan dan Pembatasa

Masalah Stratifikasi Sampel Tahap Perencanaan Tahap Pelaksanaan Saran Pengembangan MPK Dimasa Mendatang Model Linier*

Pembuatan & Analisa Model Non-Linier

Simulasi Forecasting & Compare Pada Kondisi MPK Berlaku

Pembuatan & Analisa Model Proporsional Sederhana Saran Pengembangan Database

MPK Dimasa Mendatang

Gambar 2.2: Metodologi Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi *Algoritma

(17)

2.2.2. Penyusunan Prosedur Identifikasi Tipologi Pekerjaan Konstruksi (TPK) di Satminkal Bina

Marga (BM), Cipta Karya (CK) dan Sumber Daya Air (SDA)

Prosedur Identifikasi Tipologi Pekerjaan Konstruksi (TPK) di Satminkal Bina Marga (BM), Cipta Karya (CK)

dan Sumber Daya Air (SDA) akan dilakukan atas dasar analisa sumber Anggaran Kementrian PU1,2, dan

DPUD yang Baku & berlaku untuk Kajian ini. Hasil evaluasi Anggaran KPU Tahun 2011 seperti pada Tabel 2.1a - 2.1c menggambarkan adanya sejumlah TPK pada Tingkat Mikro sebanyak di BM (9), CK (9) dan SDA (16)19,20,21.

Tabel 2.1a: Alokasi TPK Mikro Menjadi Kelompok Tipologi Meso Anggaran Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2011 di Direktorat Jenderal Bina Marga1

No Tipologi Pekerjaan Konstruksi Rp.Milyar % BM % Total PU Mikro Meso

1 Pembangunan Jalan Tol 1,057 5.33% 2.59% 1.0 1.1

2 Peningkatan jalan Tol Tidak ada 0% 0% 2.0 2.1

3 Pembangunan Jalan 2,335 11.78% 5.73% 3.0 1.2 4 Peningkatan Jalan 9,354 47.19% 22.97% 4.0 2.2 5 Pemeliharaan Jalan 4,888 24.66% 12.00% 5.0 2.3 6 Pembangunan Jembatan 1,157 5.83% 2.84% 6.0 3.1 7 Peningkatan Jembatan 139 0.70% 0.34% 7.0 4.1 8 Penggantian Jembatan 318 1.60% 0.78% 8.0 3.2 9 Pemeliharaan Jembatan 576 2.91% 1.41% 9.0 4.2 Total Fisik 19,823 100.00% 48.68%

Catatan: 1.Peningkatan jalan Tol tidak terdapat ada pekerjaan & data pada Tahun 2011

Sumber : Hasil Olahan Proyek Tahun 2011 Kementrian Pekerjaan Umum

Tabel 2.1b: Alokasi TPK Mikro Menjadi Kelompok Tipologi Meso Anggaran Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2011 di Direktorat Cipta Karya1

No Tipologi Pekerjaan Konstruksi % CK % Total

PU Mikro Meso 1 Pembangunan Gedung 25 0.26% 0.06% 1.0 1.1 2 Peningkatan Gedung 5 0.05% 0.01% 2.0 2.1 3 Pemeliharaan Gedung 6 0.06% 0.01% 3.0 2.2 4 Pembangunan Infrastruktur Permukiman 4,060 42.05% 9.97% 4.0 3.1

5 Pembangunan IPLT / IPAL 365 3.79% 0.90% 5.0 4.1

6 Pembangunan Persampahan/TPA 793 8.21% 1.95% 6.0 5.1 7 Pembangunan SPAM/IPA 3,778 39.13% 9.28% 7.0 6.1 8 Peningkatan Infrastruktur Permukiman 624 6.46% 1.53% 8.0 7.1 Total Fisik 9,657 100.00% 23.71% 9,657 100.00% 23.71%

(18)

Tabel 2.1c: Alokasi TPK Mikro Menjadi Kelompok Tipologi Meso Anggaran Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2011 di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air1

No Tipologi Pekerjaan Konstruksi % SDA % Total

PU

Mikro Meso

1 Pembangunan Air Baku 761 6.76% 1.87% 1.0 1.1

2 Pemeliharaan Air Baku 126 1.11% 0.31% 2.0 2.1

3 Pembangunan Bendung 154 1.38% 0.38% 3.0 1.2

4 Pemeliharaan Bendung 836 7.44% 2.05% 4.0 2.2

5 Pembangunan Cek Dam 105 0.93% 0.26% 5.0 1.3

6 Pemeliharaan Cek dam 6 0.06% 0.02% 6.0 2.3

7 Pembangunan DI 2,377 21.14% 5.84% 7.0 1.4

8 Peningkatan DI 1,486 13.22% 3.65% 8.0 2.4

9 Pemeliharaan DI 617 5.49% 1.52% 9.0 2.5

11 Pembangunan Waduk, Embung,

Situ

220 1.96% 0.54% 10.0 1.5

12 Pemeliharaan Waduk, Embung, Situ 260 2.32% 0.64% 11.0 2.6

13 Pemeliharaan Danau 39 0.35% 0.10% 12.0 3.1

14 Pemeliharaan Tambak 70 0.62% 0.17% 13.0 3.2

15 Pengd. Banjir Norml. Pemel Sungai 3,584 31.88% 8.80% 14.0 2.7

16 Pemel. Pengamanan Pantai 571 5.08% 1.40% 15.0 2.8

17 Sarana Prasarana Hidrologi 30 0.27% 0.07% 16.0 4.1

Total Fisik 11,243 100.00% 27.61%

Total Anggaran Fisik Kementrian

PU 2011 (Rp.Ribu) 40,723 100.00%

Sumber : Hasil Olahan Proyek Tahun 2011 Kementrian Pekerjaan Umum

Pengelompokan TPK yang dapat dikategorikan sejenis pada Tingkat Meso digunakan untuk penentuan alokasi suatu TPK sesuai karakteristik Kebutuhan MPK seperti dapat dilihat pada Tabel 2.4 diatas: Kelompok Tipologi Meso Sejenis. Jumlah Kelompok TPK diatas kemudian adalah:

 Kelompok TPK BM1-BM3 (Kelompok BM1, Kelompok BM2, Kelompok BM3),

 Kelompok TPK CK1-CK3 (Kelompok CK1, Kelompok CK2, Kelompok CK3 ) dan

 Kelompok TPK SDA1-SDA2 (Kelompok SDA1 Kelompok SDA2).

Pengelompokan di BM adalah:

Kelompok BM1: Pembangunan Jalan Tol 1.1 dan Jalan Non-Tol 1.2 (8 Sample);

Kelompok BM2: Peningkatan jalan Tol 2.1, (Tidak ada Sample) ,Peningkatan Jalan Non-Tol 2.2, serta Pemeliharaan dan Pelebaran Jalan adalah 2.3 (15 Sample);

Kelompok BM3: Pembangunan Jembatan 3.1 (5 Sample);

Kelompok BM4: Penggantian Jembatan , Peningkatan Jembatan (Tidak ada Sample) serta Pemeliharan Jembatan 4.2 (Tidak ada Sample).

Pengelompokan di CK adalah:

Kelompok CK1: Pembangunan Gedung dan Lanjutan 1.1, (8 Sample);

Kelompok CK2: Rehabilitasi & Peningkatan, Gedung dan Pemeliharan Gedung 7.1, (15 Sample); Kelompok CK3: Pembangunan SPAM/IPA 6.1, (15 Sample);

(19)

dengan lainnya berdiri sendiri (Tidak ada Sample) seperti Pembangunan Infrastruktur 3.1, Pengembangan PLT/IPAL 4.1, Pembangunan Persampahan/TPA 5.1, dan Peningkatan Infrastruktur Permukiman 6.1.; dan Pengelompokan di SDA adalah:

Kelompok SDA1: Pembangunan Air baku 1.2, Pembangunan Bendungan 1.2 dan Pembangunan Cek Dam 1.3, Pembangunan Daerah Irigasi (DI) 1.4 dan Pembangunan Waduk 1.5 (7 Sample) ;

Kelompok SDA2: Pemeliharaan Air baku 2.1, Pemeliharaan Bendungan 2.2, Pemeliharaan Cek Dam 2.3, Peningkatan DI 2.4, Pemeliharaan DI 2.5, Pemeliharaan Waduk dan Embung 2.6, Pengendalian Banjir, Normalisasi Pemeliharan Sungai 2.7 dan Pemeliharaan dan Pengamanan Pantai 2.8, (34 Sample); dan Lainnya yang berdiri sendiri (Tidak ada sample) termasuk Pemeliharaan Danau 3.1 dan Pemeliharan Tambak 3.2; berikut Sarana Prasarana Hidrologi 4.1 yang berdiri secara Independen.

Hasil Identifikasi Pola Distribusi serta Skala Alokasi Anggaran Fisik tahunan pada TPK di Kementrian PU (KPU) pada tahun 2011 telah digunakan untuk pembuatan Sub-Model2 dan Model2 Linier dan Non-Linier serta Model Proporsional Linier dengan Data Anggaran Proyek pada Tabel 2.2-2.7.c dibawah antara tahun

2008-20113,4.

Tabel 2.2: Anggaran Fisik Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2008-2011 (Dalam Rp.Triliun Harga Berlaku)

2008 2009 2010 2011

Rp.Triliun % Rp.Triliun % Rp.Triliun % Rp.Triliun u %

BM 18,411 53% 17,006 51% 16,652 50% 19,822 49% CK 6,526 19% 7,758 23% 7,702 23% 9,656 24% SDA 9,559 28% 8,822 26% 8,921 27% 11,243 28% TOTAL FISIK 34,497 100% 33,587 100% 33,276 100% 40,722 100%

Sumber : Hasil Olahan Laporan Kegiatan Proyek Tahun 2008-2011

Tabel 2.3: Anggaran Fisik Kementrian pekerjaan Umum Tahun 2008-2011

2008 2009 2010 2011 Harga Berlaku Rp.Ribu % Harga Berlaku Rp.Ribu % Harga Berlaku Rp.Ribu % Harga Berlaku Rp.Ribu % BM 18,411 0.53 17,006 51% 16,652 50% 19,822 49% CK 6,526 0.19 7,758 23% 7,702 23% 9,656 24% SDA 9,559 0.28 8,822 26% 8,921 27% 11,243 28% TOTAL FISIK 34,497 1.00 33,587 100% 33,276 100% 40,722 100% Sumber : Hasil Olahan Laporan Kegiatan Proyek Tahun 2008-2011

(20)

Tabel 2.4 : Anggaran Kementrian PU Tahun 2008-2011 untuk Model Alokasi Kelompok Tipologi dan Simulasi MPK

2008 2009 2010 2011

Rp. Milyar

No BINA MARGA

1 Pembangunan Jalan Raya & Jalan Tol 3,150 2,910 2,849 3,391

2 Peningkatan & Pelebaran Jalan 14,302 13,211 12,936 15,399

3 Pembangunan & Penggantian Jembatan 959 886 867 1,033

Total 18,411 17,006 16,652 19,823 CIPTA KARYA

1 Pembangunan Gedung 17 20 20 25

2 Peningkatan Rehab. & Pemagaran Gedung 429 509 506 634

3 Pembangunan Pengadaan & Pemasangan IPA dan SPAM 6,081 7,229 7,177 8,998

Total 6,526 7,759 7,703 9,656

SUMBER DAYA AIR

1 Pembangunan Bendungan CeDam Jaringan Irigasi Air Baku 3,808 3,515 3,554 4,479

2 Peningkatan Rehab. Normalisasi Jaringan Irigasi & Saluran

Sungai & Bangunan

5,752 5,308 5,367 6,764

Total 9,560 8,823 8,921 11,243

GRAND TOTAL BM CK SDA 34,497 33,587 33,276 40,723

Sumber : Hasil Olahan Laporan Kegiatan Proyek Tahun 2008-20111e, 1f

Tabel 2.5: Perkiraan Biaya Nilai MPK Data Sample Pekerjaan Satminkal BM CK SDA Kementrian PU Tahun 2005-2011

% Nilai Kontrak

Total Estimasi Komponen Biaya Pekerjaan Rp.Milyar Hasil Estimaasi Harga Rata2 Aktual Proyek

Biaya Material Mayor Database MPK Rp.Milyar =

1,898.22

84% 85%

Biaya Peralatan Mayor Database MPK Rp.Milyar =

276.78

12% 10%

Biaya Estimasi Material & Peralatan Rp.Milyar =

2,175.00

96% 95%

Total Nilai Kontrak Proyek (98 Sample) Rp.Milyar =

2,261.44

100%

(21)

Tabel 2.6: Estimasi Total Biaya MPK Pekerjaan di Satminkal BM CK SDA Dalam %

% Total Material % Total Peralatan % Total MPK

Aspal 4.42% 3.71% Baja 25.88% 21.72% Semen 69.71% 58.51% Dozer 7.58% 0.93% Loader 2.09% 0.26% Excavator 45.15% 5.53% Grader 3.79% 0.46% Compactor 0.00% 0.00% Tower Crane 0.51% 0.06% Mobil Crane 1.67% 0.20%

Alat Pond. Tiang 12.61% 1.54%

Dump truck 26.60% 3.26%

Total % 100.00% 100.00% 96.18%

Sumber: Hasil Olahan Konsultan……….1a-1e)

Tabel 2.7.a : Alokasi Pekerjaan Mikro Menjadi Kelompok Tipologi Meso Anggaran Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2011

DIREKTORAT JENDERAL BINA

MARGA1

Rp.Ribu % BM % Total PU Mikro Meso

- Pembangunan Jalan Tol 1,056,628,795 5.33% 2.59% 1.0 1.1

-Peningkatan jalan Tol Tidak ada 0% 0% 2.0 2.1

- Pembangunan Jalan 2,334,774,201 11.78% 5.73% 3.0 1.2 - Peningkatan Jalan 9,354,442,496 47.19% 22.97% 4.0 2.2 - Pemeliharaan Jalan 4,887,940,678 24.66% 12.00% 5.0 2.3 - Pembangunan Jembatan 1,156,457,384 5.83% 2.84% 6.0 3.1 - Peningkatan Jembatan 139,091,058 0.70% 0.34% 7.0 4.1 - Penggantian Jembatan 317,624,687 1.60% 0.78% 8.0 3.2 - Pemeliharaan Jembatan 575,924,206 2.91% 1.41% 9.0 4.2 Total Fisik 19,822,883,505 100.00% 48.68% 19,822,883,505 100.00% 48.68%

Catatan: 1.Peningkatan jalan Tol tidak terdapat ada pekerjaan & data pada Tahun 2011

(22)

Tabel 2.7.b : Alokasi Pekerjaan Mikro Menjadi Kelompok Tipologi Meso Anggaran Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2011

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA % CK % Total PU Mikro Meso

Pembangunan Gedung 24,792,213 0.26% 0.06% 1.0 1.1 Peningkatan Gedung 4,804,673 0.05% 0.01% 2.0 2.1 Pemeliharaan Gedung 5,801,209 0.06% 0.01% 3.0 2.2 Pembangunan Infras.Permukiman 4,060,324,003 42.05% 9.97% 4.0 3.1

Pembangunan IPLT / IPAL 365,806,974 3.79% 0.90% 5.0 4.1

Pembangunan Persampahan/TPA 792,958,136 8.21% 1.95% 6.0 5.1 Pembangunan SPAM/IPA 3,778,489,591 39.13% 9.28% 7.0 6.1 Peningkatan Infras.Permukiman 623,519,222 6.46% 1.53% 8.0 7.1 Total Fisik 9,656,496,021 100.00% 23.71% 9,656,496,021 100.00% 23.71%

Sumber: Hasil Olahan Konsultan……….1a-1e)

Tabel 2.7.c : Alokasi Pekerjaan Mikro Menjadi Kelompok Tipologi Meso Anggaran Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2011

DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR % SDA % Total PU Mikro Meso

Pembangunan Air Baku 760,544,456 6.76% 1.87% 1.0 1.1

Pemeliharaan Air Baku 125,126,711 1.11% 0.31% 2.0 2.1

Pembangunan Bendung 154,953,717 1.38% 0.38% 3.0 1.2

Pemeliharaan Bendung 836,414,663 7.44% 2.05% 4.0 2.2

Pembangunan Cek Dam 104,627,335 0.93% 0.26% 5.0 1.3

Pemeliharaan Cek dam 6,269,000 0.06% 0.02% 6.0 2.3

Pembangunan DI 2,377,004,506 21.14% 5.84% 7.0 1.4

Peningkatan DI 1,486,057,200 13.22% 3.65% 8.0 2.4

Pemeliharaan DI 617,463,619 5.49% 1.52% 9.0 2.5

Pembangunan Waduk, Embung, Situ

220,052,389 1.96% 0.54% 10.0 1.5

Pemeliharaan Waduk, Embung, Situ

260,312,798 2.32% 0.64% 11.0 2.6

Pemeliharaan Danau 38,951,140 0.35% 0.10% 12.0 3.1

Pemeliharaan Tambak 69,827,772 0.62% 0.17% 13.0 3.2

Pengd. Banjir Norml. Pemel Sungai

3,584,247,805 31.88% 8.80% 14.0 2.7

Pemel. Pengamanan Pantai 571,126,851 5.08% 1.40% 15.0 2.8

Sarana Prasarana Hidrologi 30,315,001 0.27% 0.07% 16.0 4.1

Total Fisik 11,243,294,963 100.00% 27.61%

11,243,294,963 100.00% 27.61%

Total Anggaran Fisik Kementrian PU 2011 (Rp.Ribu)

40,722,674,489 100.00%

(23)

Analisa Data Kontrak2 atau Investasi telah menggambarkan tingkat signifikansi porsi Material dan Peralatan Mayor tersebut secara rata2 adalah sebesar antara 85%-95% dari NIlai Kontrak MPK Pekerjaan Tipologi Konstruksi BM (6), CK (6) dan SDA (8) di 5 Daerah Propinsi Nasional yang ditetapkan untuk Studi ini. Analisa 98 Sample pekerjaan proyek APBN dan APBD yang dilaksanakan antara Tahun 2008-2011 untuk Material dan Peralatan dapat dilihat pada Tabel 2.2 & 2.3: Perkiraan Biaya Nilai MPK Data Sample Pekerjaan Satminkal BM CK SDA di KPU dan DPUD Tahun 2005-2011. Secara lebih rinci perhitungan tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.7: Estimasi Total Pekerjaan Satminkal BM CK SDA Dalam %, dibawah. • Hasil analisa awal pokok terhadap Content Measure telah memberi gambaran yang signifikan yaitu

bahwa komponen Biaya ketiga Material Mayor Aspal, Baja dan Semen sebesar 83.94% dari Total Biaya MPK telah diperoleh dari 98 Sample pekerjaan APBN & APBD Kementrian PU dan Dinas PU Daerah adalah:

• Aspal : 4.42% dari Total Material dan 3.71% dari Total Biaya MPK • Baja : 25%.88 dari Total Material dan 21.72% dari Total Biaya MPK • Semen: 69.71% dari Total Material dan 58.51 dari Total Biaya MPK

• Data Peralatan Utama dalam Jumlah Jam Sewa/Pekerjaan Proyek yang diperoleh dari detail analisa Peralatan seperti pada Tabel 5 dibawah adalah:

• Dozer : 7.58% dari Total Peralatan dan 0.93% dari Total MPK • Loader : 2.09% dari Total Peralatan dan 0.26% dari Total MPK • Excavator : 45.15% dari Total Peralatan dan 5.53% dari Total MPK • Grader : 3.79% dari Total Peralatan dan 0.46% dari Total MPK • Compactor : 0.00% dari Total Peralatan dan 0.00% dari Total MPK • Tower Crane : 0.51% dari Total Peralatan dan 0.06% dari Total MPK • Mobil Crane : 1.67% dari Total Peralatan dan 0.02% dari Total MPK • Alat Pond. Tiang : 12.61% dari Total Peralatan dan 1.54% dari Total MPK • Dump truck : 26.6% dari Total Peralatan dan 3.26% dari Total MPK

Data MPK diperoleh dari Kontrak2 Pelaksanaan Pekerjaan Kostruksi di 4 Daerah Studi (Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara) antara Tahun 2008-2011. Dari sekitar 120 Sample Data terdapat 98 Sample yang memenuhi Parameter & Kriteria Content utama penerimaan yaitu Range biaya MPK 85%-95% dari Total Nilai Kontrak MPK. Nilai Material dalam satuan Ton dan biaya per Kg serta Nilai Peralatan dalam satuan Jam Sewa dan biaya per jam telah dijadikan Input dasar bagi Kajian ini.

Parameter & Kriteria penerimaan Data selain Content sesuai penjelasan sebelumnya, adalah atas dasar

kebutuhan Statistik yaitu22,23,24:

a. Reliability: Alpha Cronbach > 0.6

b. Normalitas: Memenuhi standard Skewness/ Kurtosis dan Distribution Residual pada garis Diagonal

(24)

c. Korelasi: Adanya korelasi antara Variabel penentu Nilai Kontrak Rp.Milyar dan variabel2 peubah MPK termasuk bila diperlukan khususnya variable peubah Peralatan dengan Variabel Penentu Total Nilai Kontrak Alat yang merupakan penjumlahan dari biaya sewa alat suatu proyek konstruksi.

d. Jumlah sample yang diperlukan sesuai Rumus 2.8 Sd Rumus 2.8a-2.8c 25,26 dibawah yang mewakili

jumlah kasus Pekerjan Konstruksi di Daerah Studi penelitian ini yang belum dapat dipenuhi sebesar 250 yang mewakili Kasus 8 Kelompok Tipologi Pekerjaan Konstruksi atau TPK pada BM (3), CK (3) dan SDA(2) di daerah Kajian ini. Bila menggunakan parameter Large Sample Population size yaitu Min > 30 per

Kelompok Tipologi maka adalah 8x30 atau 240 Sample27,28, dimana Analisa Parametrik berlaku.

Sebaliknya bila Sample < 30 dikategorikan sebagai Small Sample yang terbatas pada Analisa Statistik

Non-Parameterik yaitu Analisa terbatas pada penggunaan Mean. Standard Deviation, Minimum and Maximum dan lainnya yang san1-2 gat sederhana bagi Pengembangan Sub-Model2 dan Model2 MPK

diperlukan Kajian ini. Pengembangan Sub-Model2 dan Model2 selanjutnya dalam Kajian MPK ini didasarkan dengan asumsi Kelompok Data Set Kelompok2 yang membentuk TPK BM 1-3, CK 1-3 dan SDA sesuai pembahasan sebelumnya adalah Larga Sample.

Tabel 2.8: Rumus untuk Perhitungan Kebutuhan Minimum Sample Populasi Tipologi dan Adj.R2

n = N/(1+N* ℮2) .……… Rumus 2.8(14,5,10) Dan

Adj.R2 = (Si – Sr)/Si ... Rumus 2.8.a8

Si = ∑ (Yi –Y )2 ... Rumus 2.8.b8

Sr = ∑ (Yi – a0 – a1 Xi)2 ... Rumus 2.8fs.c8

Dimana n = Minimum Jumlah Populasi (Sample Size) =

N = Estimasi Jumlah populasi Jenis kelompok Tipologi Pekerjaan Konstruksi di Daerah Studi pada tahun 2008=2011

℮ = Tingkat kesalahan ekstrim (Permissible Error) dalam %

Yi = Variabel Peubah MPK (Dependent Variable)

Y = Nilai rata-rata Yi

Si = Jumlah penyebaran Variable Peubah (Dependent Variable) Yi

tidak bebas MPK (Y) sebelum dilakukan regresi Sr = Jumlah kuadrat residual disekitar Garis Regresi Linier

Xi = Variable Bebas Investasi Nilai Kontrak Total Biaya Material

Biaya Peralatan dan lainnya dalam Rupiah

(25)

Tabel 2.9: Kebutuhan Jumlah Sample Populasi yang representative dalam Pembuatan Model Meso atas dasar Data Kasus Kelompok Tipologi Pekerjaan Proyek Konstruksi Mikro Tahun

2005-2011

N = Population Kasus Proyek Nasional Propinsi

Nasional Propinsi Studi1 ℮ (Error) N = 32800 N = 2600 BM 30000 1500 0.1 100 94 CK 300 200 0.1 75 67 SDA 2500 900 0.1 96 90 Total 32800 2600 271 250

Catatan : 1. Hasil Olahan konsultan menggunakan Data Laporan 1f,1g Propinsi Jawa Timur,

Kalimantan Selatan, Sumatera Utara dan Jawa Barat telah ditetapkan sebagai Daerah Propinsi

Sumber Data Studi MPK dgn Metoda4,5

1. Perolehan data secara Primer terbukti tidak dapat dilakukan sesuai rencana awal (Lihat Lampiran 1): a. Kuesioner 1: Tipologi Pekerjaan Konstruksi di KPU

b. Kuesioner 2: Kebutuhan MPK per Kontrak TPK KPU c. Kuesioner 3: Kontrak & Sumber Anggaran KPU

2. Perolehan data secara Sekunder pada akhirnya dilakukan dengan memperoleh dan menginput Data Kontrak Pekerjaan Konstruksi antara Taun 2008-2011 di Daerah dengan pola yang dapat dilihat pada Gambar 2.3 dibawah yang dijelaskan sebelumnya.

a. Data yang diperoleh dari Kontrak2 Pekerjaan Konstruksi di Input, Edit dan di Ekstraksi dengan Program yang menggunakan AHS Standard KPU seperti pada Gambar 2.3 dibawah,

b. Usulan Rencana Pola Updating Data dalam Rencana Pengembangan Database MPK secara berkelanjutan dimasa mendatang dapat dilihat pada Gambar 2.4 dibawah, dan

c. Data Input kemudian akan di Validasi seperti di jelaskan pada Proses sebelumnya dan dipersiapkan lengkap dengan Data Tahun dan Daerah Pekerjaan Konstruksi yang diperoleh untuk Analisa selanjutnya.

(26)
(27)

2.2.3. Formulasi Sub-Model dan Model MPK Mikro, Meso dan Makro 2.2.3.1 Formulasi Sub-Model dan Model MPK Mikro

Perumusan Kebutuhan jenis Material Mayor Aspal, Baja dan Semen dalam Ton secara MIKRO dengan asumsi Sub-Model adalah Linier dan atas Dasar Nilai Kontrak Pekerjaan Konstruksi di Satminkal Kementrian Pekerjaan Umum, adalah sebagai berikut:

• MIj = a0ijkl + bijkl Kijkl + εMijkl ..………. Rumus 1.1

• Dimana MIj adalah Material ke j pada tingkat Mikro dalam Ton; a0ijk sebagai Konstanta dan bijkl adalah

Koefisien Regresi dari Kontrak ke K dalam Rp.Milyar; dan εMijkl adalah Lack of Fit or Error (< 0.3) Material

dimana i = 1, 2, 3 adalah Satminkal i=1 Direktorat Jenderal Bina Marga, i=2 Cipta Karya dan i=3 Sumber Daya Air dan j = 1, 2, 3 adalah j=1 Aspal, j=2 Baja dan Semen j=3 dalam Ton; jenis Kelompok Tipologi ke k =1,2, ….8 dan sample ke l = 1,2, …98 Proyek2 BM CK SDA bersumber dari APBN dan APBD antara Tahun 2008-2011.

(28)

• Perumusan Kebutuhan jenis Peralatan dalam Jam Sewa atas dasar pengolahan dan pengerjaan jenis Material Mayor Aspal, Baja dan Semen secara MIKRO dengan asumsi Sub-Model adalah Linier dan atas Dasar Nilai Kontrak Pekerjaan Konstruksi di Satminkal Kementrian Pekerjaan Umum, adalah sebagai berikut:

• PIj = c0ijkl + dijkl Kijkl + εPijkl ………. Rumus 1.2

• Dimana PI adalah Peralatan ke j pada Tingkat Mikro dalam Jam Sewa dan c0ijkl adalah Konstanta dan dijkl

adalah Koefisien Regresi dari Kontrak ke K dalam Rp.Milyar; dan εPijkl adalah Lack of Fit or Error (< 0.3)

Peralatan dimana i = 1, 2, 3 adalah Satminkal i=1 Direktorat Jenderal Bina Marga, i=2 Cipta Karya dan i=3 Sumber Daya Air dan j = 1, 2,.. 9 adalah j=1 Dozer, j= 2 Grader, j=3 Excavator, j=4 Grader, j=5 Compactor, j=6 Tower Crane, j=7 Mobile Crane, j=8 Alat Pondasi Tiang dan j=9 Dump Truck dalam Jam Sewa; jenis Kelompok Tipologi ke k =1,2, ….8 dan sample ke l = 1,2, …98 Proyek BM CK SDA bersumber dari APBN dan APBD antara Tahun 2008-2011.

2.2.3.2 Formulasi Sub-Model dan Model MPK Meso

• Perumusan Rumus Material Mayor Aspal, Baja dan Semen secara MESO Pekerjaan Konstruksi di Satminkal Kementrian Pekerjaan Umum, adalah sebagai berikut:

• MEj = ∑i∑k∑l MIjkl …..………. Rumus 2.1

• Dimana ME adalah Material ke j pada tingkat Meso dalam Ton; dari Kontrak ke K dalam Rp.Milyar pada tingkat Mikro; dimana i = 1,2 ,3 adalah Satminkal Direktorat Jenderal Bina Marga, Cipta Karya dan Sumber Daya Air dan j = 1, 2, 3 adalah j=1 Aspal, j=2 Baja dan Semen j=3 dalam Ton dalam Ton; dimana k adalah jenis Kelompok Tipologi k =1,2, …8 dan l adalah jumlah Sample l = 1,2, ….98 Proyek BM CK SDA bersumber dari APBN dan APBD antara Tahun 2008-2011.

• Perumusan Kebutuhan jenis Peralatan dalam Jam Sewa atas dasar pengolahan dan pengerjaan jenis Material Mayor Dozer, Loader, Excavator, Grader, Compactor, Tower Crane, Mobile Crane, Alat Pondasi Tiang dan Dump Truck secara MESO Pekerjaan Konstruksi di Satminkal Kementrian Pekerjaan Umum, adalah sebagai berikut:

• PEj = ∑i∑k∑l PIijkl ….……….. Rumus 2.2

• Dimana P adalah Peralatan ke j pada tingkat Meso dalam Jam Sewa dan Kontrak ke K dalam Rp.Milyar pada tingkat Mikro; dimana i = 1, 2, 3 Satminkal Direktorat Jenderal Bina Marga, Cipta Karya dan Sumber Daya Air dan j = 1, 2, 3,.. 9 adalah j=1 Dozer, j= 2 Grader, j=3 Excavator, j=4 Grader, j=5 Compactor, j=6 Tower Crane, j=7 Mobile Crane, j=8 Alat Pondasi Tiang dan j=9 Dump Truck dalam Jam Sewa; dimana k adalah Kelompok jenis Kelompok Tipologi ke k =1,2, …. 8 dan l adalah jumlah Sample Proyek ke l = 1,2, 98 BM CK SDA bersumber dari APBN dan APBD antara Tahun 2008-2011.

(29)

2.2.3.3 Formulasi Sub-Model dan Model MPK Makro

• Perumusan Kebutuhan jenis Material Mayor Aspal, Baja dan Semen dalam Ton secara MAKRO atas dasar Nilai Kontrak Pekerjaan Konstruksi di Satminkal Kementrian Pekerjaan Umum, adalah sebagai berikut: • MAj = ∑i∑k∑l MEikl. ...Rumus 3.1

• Dimana MA adalah Total Jumlah Material pada tingkat Makro dalam Ton; dimana i = 1,2 ,3 Satminkal Direktorat Jenderal Bina Marga, Cipta Karya dan Sumber Daya Air dan j = 1, 2,.. 9 dimana i = 1,2 ,3 adalah Satminkal Direktorat Jenderal Bina Marga, Cipta Karya dan Sumber Daya Air dan j = 1, 2, 3 adalah j=1 Aspal, j=2 Baja dan Semen j=3 dalam Ton dalam Ton; dimana k adalah Kelompok jenis Kelompok Tipologi ke k =1,2, …. 8 dan l adalah jumlah Sample Proyek ke l = 1,2, 98 BM CK SDA bersumber dari APBN dan APBD antara Tahun 2008-2011.

• Perumusan Kebutuhan jenis Peralatan dalam Jam Sewa atas dasar pengolahan dan pengerjaan jenis Material Mayor Aspal, Baja dan Semen secara MAKRO Pekerjaan Konstruksi di Satminkal Kementrian Pekerjaan Umum, adalah sebagai berikut:

• PAj = ∑i∑k∑l PEikl ...………. Rumus 3.2

• PA adalah Jumlah Peralatan ke j pada tingkat Makro dalam Jam Sewa; dimana i = 1, 2, 3 Satminkal Direktorat Jenderal 1=Bina Marga, 2=Cipta Karya dan 3=Sumber Daya Air dan j = 1, 2, 3…9 adalah j=1 Dozer, j= 2 Grader, j=3 Excavator, j=4 Grader, j=5 Compactor, j=6 Tower Crane, j=7 Mobile Crane, j=8 Alat Pondasi Tiang dan j=9 Dump Truck dalam Jam Sewa dan k adalah Kelompok jenis Tipologi 1-8 sesuai penjelasan BM (1-3), CK (1-3) dan SDA (1-2) sebelumnya dan l adalah jumlah Sample k = 1,2, …98 Proyek BM CK SDA bersumber dari APBN dan APBD antara Tahun 2008-2011.

• Namun mayoritas Hasil Korelasi r > 0.7 antara Variabel2 dalam Formulasi Sub-Model2 dan Model2 sebelumnya telah memberi signal harapan untuk melanjutkan penggunaan Data (98 Sample) dalam proses berikutnya yaitu pembuatan dengan menggunakan Algoritma Validasi Penentuan Sub-Model2 dan Model2 MPK akan berbentuk Linier atau Non-Linier Meso berbasis Data Mikro atau Meso yang telah di Validasi sebelumnya tersebut. Hasil Validasi Data berikut hasil berbagai pemodelan berikut temuan kekuatan serta kelemahan Data tersedia tersebut akan sangat bermanfaat untuk perencanaan Proses peningkatan serta pengembangan Database MPK dengan perolehan Data Input yang lebih berkualitas dimasa mendatang seperti pada Gambar 2.2 Metodologi Kajian MPK sebelumnya.

(30)

2.2.4. Prosedur Penyetaraan Nilai Investasi dari Tahun 2005-2011 ke 2011 dan ke Daerah Jawa

Barat

Metodologi Untuk penyetaraan Harga dalam Studi ini adalah sebagai berikut:

Harga nilai kontrak tahun antara 2008-2011 ke Tahun 2011 akan menggunakan nilai angka Rata2 Bunga BI

Nasional untuk Penilaian melalui Metoda Apresiasi3 .Data Tahun ke-t Investasi atau harga nilai kontrak

tertentu di Apresiasi ke harga ke tahun 2011 yang dituju dalam analisa Studi ini dengan menggunakan Rumus 2.10a Penyetaraan Harga ke Tahun 2011 dibawah.

Mengingat data nilai harga kontrak adalah dari Daerah Propinsi/Kabupaten yang berbeda kondisi kebutuhan serta ketersediaan MPK maka perlu dilakukan penyetaran Harga data Kontrak tersebut ke Daerah misalnya pada Studi ini ditetapkan Propinsi Jawa Barat yang bila diperlukan pengecakan atau lainnya terhadap kondisi MPK Barang dan jasa tertentu akan dengan mudah dapat dilakukan. Penyetaraan Harga antara Daerah dengan Propinsi Jawa Barat akan dilakukan dengan menggunakan Indeks Kemahalan

Konstruksi BPS 2010 (IKK , BPS 2010)12 seperti pada Rumus 2.10.b-2.10c sesuai Tabel 2.10 dibawah.

Tabel 2.10: Rumus Penyetaraan Harga Investasi Tahun 2008-2010 Ke Tahun ke 2011 dan Daerah Jawa Barat

Ki2011 = {Kit } {(1+V)(2011-T)} ………Rumus 2.10a

KJit = Ki2011 ………Rumus 2.10b

{(IKKi/IKK Jabar)

KPTJB2011it = [{KPJTit }{(1+V)(2011-T)}] ……… Rumus 2.10c

{(IKKi/IKK Jabar)} Dimana:

KPTij2011 = Nilai Kontrak Pekerjaan Tipologi ke i di Daerah ke j pada Tahun ke 2011

KPTijt = (Nilai Kontrak Pekerjaan Tipologi ke i di Daerah j pada Tahun ke t)

KPTJB2011it =

(Nilai Kontrak Pekerjaan Tipologi ke i di Daerah j pada Tahun ke t Setara di Jawa Barat pada Tahun 2011)

IKK Jabar = Nilai Indeks Kemahalan Konstruksi di Daerah Propinsi Jawa Barat

(31)

2.2.5. Prosedur Penerapan Konsep Algoritma untuk Validasi dan Penentuan Pembuatan

Sub-Model dan Sub-Model Linier dan Non-Linier MPK

2.2.5.1. Prosedur Penerapan Konsep Algoritma untuk Validasi dan Penentuan Pembuatan

Sub-Model dan Sub-Model Linier dan Non-Linier Material

Prosedur menghasilkan Sub-Model dan Model diinginkan untuk Material adalah sesuai Gambar 2.2: Penerapan Konsep Algoritma Validasi Penentuan Pembuatan Sub-Model atau/dan Model Linier atau Non-Linier sebelumnya dan Gambar 4.5 Flowchart Algoritma Pembuatan Sub-Model & Model Material & Peralatan Konstruksi , dibawah.

Proses tersebut untuk Material akan dilakukan dalam 3 (Tiga) Iterasi dengan prosedur urutan sebagai berikut:

1. Data yang tersedia dari hasil pengumpulan 98 sample telah di Edit, diberi Code Identitas dan akan di proses secara berurutan per satu Tipologi Kelompok Data Set Sample BM (1-3), CK(1-3) serta SDA(1-2)

dari sample l = 1,2, sampai l = 98 untuk tiap Variable Peubah Material MIj dimana j = 1,2,3 adalah j=1

Aspal, j=2 Baja dan j=3 Semen dalam satuan Ton untuk di Regresi dengan asumsi Sub-Model adalah Linier terhadap Variabel Penentu Nilai Kontrak Proyek dalam satuan Rp. Milyar. Syarat yang akan perlu dipenuhi antara Variabel MPK dan Variabel Investasi secara berurutan (sequential) tersebut dalam Iterasi Pertama ini untuk Material adalah:

Sub-Model & Model Material

Data Sample TPK Kelompok BM(1-3) CK(1-3) SDA(1-2)

Material

Data Sample TPK Kelompok BM(1-3) CK(1-3) SDA(1-2) Peralatan Material Iterasi 1 Material Iterasi 2 Material Iterasi 3 Proporsional Linier

Sub-Model & Model Peralatan

Peralatan Iterasi 1

Peralatan Iterasi 2

Peralatan Iterasi 5

Proporsional Linier Peralatan Iterasi 4 Peralatan Iterasi 3

Simulasi Prediksi Perkiraan Sub-Model & Model MPK Linier & Non-Linier dgn Bantuan Model Proporsional Linier sesuai Kebutuhan

Sub-Model & Model Material &Peralatan dgn Metoda Proporsional

Linier Berhasil Berhasil Gagal Berhasil Berhasil Gagal Gagal Gagal Gagal Gagal Outlier Reject Outlier Reject Outlier Reject

Outlier Reject Outlier Reject

Outlier Reject

(32)

a. Reliability dimana Alpha Cronbach > 0.6,

b. Normalitas: Memenuhi standard Skewness/ Kurtosis dan Distribution Residual pada garis Diagonal

Regression & Normality Distribution Graph dan Distribusi,

c. Lack of Fit or Error < 0.3 dan atau Adj.R2 > 0.7, berikut bila belum dibawah Large Population Sample

Size maka perbaikan atau peningkatan nilai Adj. R2 melalui satu atau lebih Selected Sample Outlier Rejection Process dapat dilakukan.

d. Bila gagal memenuhi syarat Iterasi Pertama Pembuatan Sub-Model dan Model Material diatas akan dilanjutkan dengan melakukan Regresi Non-Linier pada Iterasi Kedua terhadap Variabel Penentu Nilai Kontrak Proyek dalam satuan Rp. Milyar, berikut bila belum dibawah Large Population Sample Size maka perbaikan atau peningkatan nilai Adj. R2 melalui satu atau lebih Selected Sample Outlier

Rejection Process dapat dilakukan.

2. Dan bila gagal memenuhi syarat Iterasi Kedua Pembuatan Sub-Model dan Model Material diatas termasuk khususnya, Proses Uji Hasil Simulasi Prediksi dan/atau Perkiraan (Simulation, Prediction and/or

Forecasting), maka akan dilakukan dengan Metoda Proporsional Linier seperti dijelaskan pada Bab. 2.2.6

dibawah

2.2.5.2. Prosedur Penerapan Konsep Algoritma untuk Validasi dan Penentuan Pembuatan

Sub-Model dan Sub-Model Linier dan Non-Linier Peralatan

Sesuai Gambar 2.2 sebelumnya dan Gambar 2.5 diatas, Penerapan Konsep Algoritma Validasi Penentuan Pembuatan Sub-Model atau/dan Model Linier atau Non-Linier Peralatan akan dilakukan dalam 5 (Lima) Iterasi dengan prosedur urutan sebagai berikut:

1. Seperti untuk Material diatas, Data Peralatan yang tersedia dari hasil pengumpulan 98 telah di Edit, diberi Code Identitas dan akan di proses per satu Tipologi Kelompok Data Set Sample BM (1-3), CK(1-3)

serta SDA(1-2) l = 1,2, sampai l = 98 untuk tiap Variable Peubah Peralatan PIj dimana j = 1,2,…9 dan j = 1,

2,.. 9 adalah j=1 Dozer, j= 2 Grader, j=3 Excavator, j=4 Grader, j=5 Compactor, j=6 Tower Crane, j=7 Mobile Crane, j=8 Alat Pondasi Tiang dan j=9 Dump Truck dalam Jam Sewa; jenis Kelompok Tipologi ke k =1,2, ….8 dan sample ke l = 1,2, …98 Proyek BM CK SDA bersumber dari APBN dan APBD antara Tahun 2008-2011 untuk di Regresi dengan asumsi Sub-Model Linier pada Iterasi Pertama terhadap Variabel Penentu Nilai Kontrak Proyek dalam satuan Rp. Milyar. Syarat yang akan perlu dipenuhi antara Variabel MPK dan Variabel Investasi secara berurutan (sequential) tersebut adalah:

a. Reliability dimana Alpha Cronbach > 0.6,

b. Normalitas: Memenuhi standard Skewness/ Kurtosis dan Distribution Residual pada garis Diagonal

Regression & Normality Distribution Graph dan Distribusi,

c. Lack of Fit or Error < 0.3 dan atau Adj.R2 > 0.7, berikut bila belum dibawah Large Population Sample

Size maka perbaikan atau peningkatan nilai Adj. R2 melalui satu atau lebih Selected Sample Outlier Rejection Process dapat dilakukan.

2. Bila gagal memenuhi syarat Iterasi Pertama Pembuatan Sub-Model dan Model Peralatan diatas akan dilakukan Regresi Non-Linier pada Iterasi Kedua terhadap Variabel Penentu Nilai Kontrak Proyek dalam satuan Rp. Milyar, berikut bila belum dibawah Large Population Sample Size maka perbaikan atau

(33)

peningkatan nilai Adj. R2 melalui satu atau lebih Selected Sample Outlier Rejection Process dapat dilakukan.

3. Bila gagal memenuhi syarat Iterasi Kedua Pembuatan Sub-Model dan Model Peralatan secara Non-Linier tersebut diatas akan dilakukan Regresi Linier pada Iterasi Ketiga ini terhadap Variabel Penentu Kontrak Total Nilai Alat Proyek dalam satuan Rp. Milyar yang merupakan Total biaya dari Alat j=1,2,…9 diatas hasil penjumlahan perkalian jumlah jam sewa tiap peralatan dikali dengan Biaya dalam Rp./Jam sewa yang berlaku pada Proyek Pekerjaan Konstruksi ke k dan sample ke l yang diteliti, , berikut bila belum dibawah Large Population Sample Size maka perbaikan atau peningkatan nilai Adj. R2 melalui satu atau lebih Selected Sample Outlier Rejection Process dapat dilakukan.

4. Bila gagal memenuhi syarat Iterasi Ketiga Pembuatan Sub-Model dan Model Peralatan secara Linier tersebut diatas akan dilakukan Regresi Non-Linier pada Iterasi Keempat ini terhadap Variabel Penentu Kontrak Total Nilai Alat Proyek dalam satuan Rp. Milyar yang merupakan Total biaya dari Alat j=1,2,…9 diatas hasil penjumlahan perkalian jumlah jam sewa tiap peralatan dikali dengan Biaya dalam Rp./Jam sewa yang berlaku pada Proyek Pekerjaan Konstruksi ke k dan sample ke l yang diteliti, , berikut bila belum dibawah Large Population Sample Size maka perbaikan atau peningkatan nilai Adj. R2 melalui satu atau lebih Selected Sample Outlier Rejection Process dapat dilakukan.

5. Bila gagal memenuhi syarat Iterasi Keempat maka Pembuatan Sub-Model dan Model Peralatan diatas termasuk khususnya, Proses Uji Hasil Simulasi Prediksi dan/atau Perkiraan (Simulation, Prediction and/or

Forecasting), maka akan dilakukan dengan Metoda Proporsional Linier seperti dijelaskan pada Bab. 2.2.6

dibawah.

2.2.6. Formulasi Pembuatan Sub-Model dan Model Proporsional Linier MPK

Pengembangan dan pembuatan Sub-Model dengan metoda Model Proporsional Linier dapat dilihat Tabel 2.11 dibawah sebagai berikut:

Tabel 2.11: Formulasi Rumus Sub-Model dan Model Proporsional Linier

MMIijkt (Ton) = Material Mayorijklt (Ton) = Fkt x Materialijklt Dalam Ton Pada Tahun

2011 IKK Jabar Sub-Model Mikro Material ……… Rumus 2.11.1

MMEijkt (Ton) = ∑ijkt MMIijkt Model Meso Material ……… Rumus 2.11.2

MMAijkt (Ton) = ∑ijkt MMEijkt Model Makro Material ……… Rumus 2.11.3

PMIijkt (Jam) = Peralatan Mayorijklt (Jam) = Fkt x Peralatanijklt Dalam Jam Sewa pada Tahun

2011 IKK Jabar Sub-Model Mikro Peralatan ……… Rumus 2.11.4

PMEijkt (Jam) = ∑ijkt PMIijkt Model Meso Peralatan ……… Rumus 2.11.5

PMAijkt (Jam) = ∑ijkt PMEijkt Model Makro Peralatan ……… Rumus 2.11.6

PMijkt (Jam) =

Peralatan Mayorijklt (Jam) = Fkt x Peralatanijklt Dalam Jam Sewa pada Tahun

2011 IKK Jabar ……… Rumus 2.11.6 AMMt = ∑i ∑j∑tMMijkt ……… Rumus 2.11.7

(34)

AMPt = (AMMt + APMt) ……… Rumus 2.11.8

Nijklt =

{Anggaran Nilai Kontrak 98 Sample 2011 IKK Jabar Material & Peralatan (MPK} ke i di Satminkal Kementrian PU ke j di aerah/Propinsi/Kabupaten/Kota ke k pada Sample ke l dan di tahun ke t} ……… Rumus 4.5

Nt = ∑i ∑j∑k∑lNijklt ……… Rumus 4.6

Fkt = Faktor Pengkali di Daerah k tahun ke t = (AMPkt/ Nkt) ……… Rumus 4.7

Dimana :

AMMt =

(Rencana Anggaran Material Mayor ke i di Satminkal Kementrian PU ke j di Daerah/Propinsi/Kabupaten/Kota ke k yang Setara dengan Daerah Tujuan

Penyetaraanyang ditetapkan seperti Jawa Barat atau lainnya sesuai Skala IKK 2010 BPS pada Tahun ke t )

APMt =

(Rencana Anggaran Peralatan Mayor ke i di Satminkal Kementrian PU ke j di Daerah/Propinsi/Kabupaten/Kota ke k yang Setara dengan Daerah Tujuan

Penyetaraanyang ditetapkan seperti Jawa Barat atau lainnya sesuai Skala IKK 2010 BPS pada Tahun ke t )

AMPijklt =

{Rencana Anggaran Material & Peralatan (MPK} ke i di Satminkal Kementrian PU ke j di Daerah/Propinsi /Kabupaten/Kota ke k yang Setara dengan Daerah Tujuan Penyetaraan yang ditetapkan seperti Jawa Barat atau lainnya sesuai Skala IKK 2010 BPS pada Tahun ke t }

Nt = Anggaran Nilai Kontrak 98 Sample 2011 IKK Jabar

i = Jenis Material atau Peralatan j = Satminkal BM=1, CK=2 dan SDA=3 k = Daerah perlakuan perhitungan MPK

l = Sample ke l pada Data IKK 2011 Jabar ( 98 Sample) t = Pada tahun ke berapa perhitungan dilakukan

Gambar

Gambar 2.1: Alur Berfikir Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi
Gambar 2.2: Metodologi Kajian Kebutuhan dan Ketersediaan Material dan Peralatan Konstruksi *Algoritma  untuk Penentuan Pembuatan Sub-Model dan Model Linier atau Non-Linier
Tabel 2.1a: Alokasi TPK Mikro Menjadi Kelompok Tipologi Meso Anggaran Kementrian Pekerjaan  Umum Tahun 2011 di Direktorat Jenderal Bina  Marga 1
Tabel 2.4 : Anggaran Kementrian PU Tahun 2008-2011 untuk Model Alokasi Kelompok Tipologi  dan  Simulasi MPK
+7

Referensi

Dokumen terkait

ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH PADA PDAM TIRTA RANGGA CABANG SUBANG UNTUK DAERAH PELAYANAN KECAMATAN SUBANG Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Hasil penelitian bahwa di Kampus Timur, Kampus Tengah dan Kampus Barat ketersediaan parkir mobil tidak dapat mencukupi kebutuhan parkir mobil untuk kondisi saat ini,sedangkan

Pada saat ini ketersediaan airtanah untuk kebutuhan air irigasi di Kecamatan Mojosari masih mengalami kekurangan sehingga perlu dilakukan perencanaan sistem pola

Berdasarkan pemahaman tersebut maka perlu adanya penelitian yang bertujuan untuk mengestimasi ketersediaan ikan dan kebutuhan bahan baku industri pengolahan ikan di

Kabupaten Karanganyar secara umum telah dapat memenuhi kebutuhan konsumsi beras pada tahun 2015, meskipun terdapat dua kecamatan yang masih mengalami defisit beras, yaitu

Dari hasil perhitungan cropwat 8.0 dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali untuk pemenuhan kebutuhan air padi ladang adalah kurang, sehingga

Estimasi kebutuhan pakan dihitung berdasarkan kebutuhan bahan kering ternak kerbau dewasa (P RAWIRODIGDO , 2009) di daerah Kabupaten Grobogan, sedangkan ketersediaan