• Tidak ada hasil yang ditemukan

khuru>j fi sabi>lillah

H. Metode Penelitian

3. Pengumpulan Data

pesantren Al-Fatah serta turut langsung menyertai dakwah Jamaah Tabli>gh di Nguntoronadi-Magetan.

3. Pengumpulan Data

Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil dokumentasi, observasi partisipan, dan wawancara mendalam.

a. Dokumentasi

Metode dokumentasi dilakukan dengan cara menganalisa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian, semisalkan buku, tesis, disertasi, maupun artikel jurnal nasional dan internasional atau artikel-artikel terkait dalam

website

serta pengajian-pengajian yang dilakukan oleh para tokoh Jamaah Tabli>ghTemboro di

youtobe.com.

Peneliti telah menganalisa buku-buku yang terkait dengan penelitian ini, khususnya buku-buku rujukan dan pegangan Jamaah Tabli>gh, misalkan kitab

Fad}a>il al-A'ma>l

,

Muntakhab Ah}a>di>th

,

H}aya>t

al-S}ah}a>bah

, dan lain sebagainya.

Selain dokumen-dokumen tertulis, peneliti juga menganalisa beberapa

bayan

tokoh Jamaan Tabli>gh khususnya kiai Pesantren Al-Fatah yang berkaitan dengan Jamaah Tabli>gh.Dokumentasi dalam penelitian ini juga meliputi foto-foto kegiatan JamaahTabli>ghbaik yang diperoleh oleh peneliti sendiri maupun mendapatkan foto tersebut dari ustadz M. Ichsan.

b. Observasi Partisipan

Dalam pendekatan ini yang terpenting adalah peneliti dapat mengamati secara langsung fenomena gerakan dakwah Jamaah Tabli>gh di Temboro. Terdapat beberapa kegiatan yang peneliti lakukan berkaitan observasi partisipasi aktif, yaitu;

Pertama

, kegiatan

khuru>j fi> sabi>lilla>h

. Kegiatan ini senantiasa didoktrinkan oleh tokoh-tokoh Jamaah Tabli>gh, terutama oleh para kiai Al-Fatah kepada para santrinya, kepada masyarakat, dan umumnya kepada para

tabli>ghi>

.Oleh karena itu peneliti mencoba mengikuti kegiatan

khuru>j

selama tiga hari selama tiga hari di desa Nguntoronadi, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan.

Dalam kegiatan

khuruj

ini peneliti mengamati secara langsung aktifitas dakwah dan amalan keagamaan Jamaah Tabli>gh di masjid/

musholla

maupun di masyarakat. Seperti

ta'li>m

, dakwah, ibadah, dan pelayanan. Selama kegiatan tersebut peneliti juga melakukan wawancara dengan para

tabli>ghi>

tentang ideologi Jamaah Tabli>gh yang diikutinya dan motivasi mereka turut dalam kegiatan dakwah.

Kedua

, kegiatan observasi kegiatan ijtimak.78Kegiatan ini dipusatkan di masjid Trankil sebagai markas Jamaah Tabli>gh. dalam kegiatan ini peneliti mengikuti pengajian (bayan) yang sampaikan oleh kiai Al-Fatah kepada ratusan jamaah yang terdiri dari para santri, masyarakat Temboro dan sekitarnya, hingga jamaah yang hadir dari luar daerah dan dari luar negeri yang sedang atau mengikuti program kegiatan

khuruj

.Dalam ijtimak para kiai memberikan bayan pentingnya merawat dan meningkatkan iman dan amal saleh dan mendorong para jamaah untuk turut serta dalam usaha dakwah dan Tabli>gh. Diakhir bayan para kiai meminta para jamaah supaya ambil bagian dalam dakwah dengan cara

khuru>j

ke daerah-daerah bahkan sampai ke negeri jauh, misalnya ke Malaysia,

78

Observasi aktif dalam kegiatan ijtimakJamaahTabli>gh di masjid Trankil pada tanggal 29 Desember 2017dan 05 Februari 2018, jam 18.00 – 21.30 WIB.

Singapura, Brunai Darussalam, Thailand, Jepang, Filipina, India, Pakistan, Bangladesh dan lain sebagainya.

Para kiai selalu mendorong kepada para jamaah untuk belajar dakwah ke India, Pakistan, dan Bangladesh (IPB). Negara-negara tersebut merupakan tonggak lahir dan berkembangnya Jamaah Tabli>gh yang telah mengalami kesuksesan dalam dakwah dan

tabli>gh

.

Ketiga

observasi kegiatan ibadah di masjid-masjid Temboro. Dalam hal ini peneliti mengamati rutinitas kegiatan ibadah masyarakat Temboro. sepulang dari dakwah mereka mengamalkan amalan

maqo>mi>

, amalan ini biasa juga disebut dengan amalan masjid. Suatu kegiatan untuk terus menghidupkan ghirah dakwah di kampung.

Amalan

Maqami

ini meliputi kegiatan ibadah dan zikir,

ta’li>m

(pengajaran kitab-kitab pokok ajaran Jamaah Tabli>gh), dakwah ke masyarakat sekitar masjid untuk diajak ke masjid, dan pelayanan kepada masyarakat (

khidmah

).

c. Wawancara Mendalam

Peneliti telah melakukan wawancara mendalam kepada beberapa kiai, ulama, ustadz, serta masyarakat Temboro mengenai sejarah Temboro serta masuknya gerakan dakwah Jamaah Tabli>gh di Temboro kemudian pengembangan ideologi serta ajaran Jamaah Tabli>ghdalam proses pembentukan prilaku religius masyarakat Temboro.

Penentuan sumber data (subyek penelitian) secara

purposive,

yaitu dipilih dengan pertimbangan tertentu,79misalnya karena pengetahuan atau pengalamannya mengenai sejarah Temboro dan gerakan dakwah Jamaah Tabli>gh,

79Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&B, cet. Ke-14 (Bandung: Alfabeta, 2012), 30.

yaitu: K.H. Abas, K.H Utsman, K.H. Abdullah Fatah, K.H. Noor Thohir, K.H. Masyur, Ustadz M. Ichsan, Ustadz Taufiq, dan lain sebagainya.

Peneliti juga melakukan wawancara dengan beberapa

tabli>ghi>

yang sedang mengikuti program khuruj di markas masjid Trankil serta masjid-masjid yang ada di Temboro. Dari wawancara ini peneliti memperoleh penjelasan tentang perkembangan ideologi dan ajaran Jamaah Tabli>gh serta perubahan prilaku para jamaah setelah mengikuti kegiatan

khuru>j

.

Peneliti juga melakukan wawancara dengan

tabli>ghi>

Ponorogo untuk mencari informasi perbedaan tradisi Jamaah Tabli>gh yang berkembang di Temboro dan gerakan Jamaah Tabli>gh yang berkembang (berpusat) di masjid-masjid.

Seluruh aktifitas wawancara di atas dilakukan secara bebas dan mengalir apaadanya supaya terjadi suasana yang terbuka dan dialogis. Bentuk wawancara seperti ini dilakukan melihat ketersediaan waktu yang dimiliki dari pihak yang diwawancarai. Dengan kata lain, pihak yang diwawancarai bisa mengalokasikan waktunya secara khusus guna memberikan informasi yang memadai.

d. Metode Validitas Data

Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa cara untuk melakukan uji validitas data. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode validitas internal berupa trianggulasi. Menurut Sugiyono, trianggulasi merupakan alat cek data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dengan demikian, trianggulasi dibagi menjadi tiga, yaitu sumber, teknik, dan waktu.80

80Ibid, 372.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode trianggulasi teknik dan sumber. Trianggulasi tekni dapat dilakukan dengan cara mengkroscek antara data hasil wawancara dengan observasi atau dokumentasi. Contohnya pada halaman 167-168, dan 214, peneliti menggunakan sumber dokumentasi penelitian Mundzier Suparta kemudian dikroscek dengan wawancara Kiai Utsman dan M.Ichsan pada tanggal 1 dan 21 Januari 2018.