C. Gerakan yang Terus Menerus dan Tantangannya
1. Pola Keberlangsungan Dakwah di Lingkungan Temboro dan Tantangannya Tantangannya
C. Gerakan yang Terus Menerus dan Tantangannya
1. Pola Keberlangsungan Dakwah di Lingkungan Temboro dan Tantangannya
Semenjak dakwah menjadi motto pesantren Al-Fatah secara otomatis telah membawa dampak terhadap bentuk interaksi warga pesantren Al-Fatah terhadap masyarakat.425 Biasanya pesantren didatangi untuk diambil ilmunya namun sejak saat itu sudah berubah, dari pihak warga pesantrenlah yang keluar (
khuru>j
) dakwah mendatangi masyarakat.Seperti pengakuan Dul Saiin, bahwa ketika itu semenjak dakwah menjadi bagian program pesantren maka hampir setiap sore para santri senior dijadwal bergantian berkeliling mendatangi warga. Mereka bersilaturrahim, mengajak warga ke masjid, dan mengajar sebagian mereka yang belum bisa membaca al-Qur'an juga mendorong mereka untuk ikut melakukan amal agama seperti yang dilakukan oleh para santri.426
Ajakan secara langsung kepada masyarakat untuk turut serta meluangkan waktu berdakwah tidak dilakukan oleh para santri dan warga Al-Fatah saja, melain Kiai Mahmud secara langsung juga ikut aktif dalam mendorong masyarakat untuk mengambil bagian melakukan dakwah ini. Tidak hanya kepada warga masyarakat umum melainkan juga kepada tokoh-tokohnya. Misalkan ajakannya kepada Kiai Asyikin, Temboro.427
425Dan ini juga berdampak pada pergaulan pesantren Al-Fatah dengan pesantren-pesantren NU lainnya. Walaupun misalkan amaliah-amaliah dan ritual-ritual pesantren serta masyarakat Temboro tidak ubahnya seperti yang ada di kultural NU pada umumnya, tetapi karena secara motto sudah berubah maka pesantren-pesantren tersebut seperti menjaga jarak dengan pesantren Al-Fatah, Temboro. Kemudian tidak seperti pesantren lainnya yang berafiliasi kepada NU, pesantren Al-Fatah berafiliasi kepada Jamaah Tabligh yang pusatnya di Nidzomuddin, India.K.H Mansur, wawancara, Magetan 1 Januari 2018. Lihat juga Munir, Pluralisme Madzhab, 157.
426
Dul Saiin, wawancara, Simo-Kendal. 21 April 20
427
Secara singkat dapat dikatakan bahwa semenjak kahadiran Jamaah Tabli>gh dan ajaran atau amalannya diadopsi oleh pesantren Al-Fatah, Temboro bentuk interaksi pesantren Al-Fatah terhadap warga Temboro lebih aktif, tidak lagi menunggu tetapi mendatangi, tiap bulan pihak pesantren secara khusus mengundang masyarakat untuk duduk dan makan bersama, dan setiap ramadhan pihak Al-Fatah juga memberikan bingkisan kurang lebih seribu bingkisan kepada warga Temboro.428
Dengan pola hubungan "kekeluargaan" yang demikian maka masyarakat merasa senantiasa diperhatikan sehingga masyarakat secara moral terbawa untuk ikut bertanggung jawab menjaga dan memelihara keberlangsungan aktifitas dakwah dan pesantren sekaligus menjaga perilaku mereka sehari-hari sebagai cerminan dari bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai pesantren yang positif.
Dengan terbentuknya proses tersebut maka semakin memudahkan Al-Fatah menanamkan ajaran Jamaah Tabli>gh sehinggabertambah banyak dari warga Temboro yang bersedia ikut serta dalam dakwah Jamaah Tabli>gh. Dari warga yang hanya berdiam diri di rumah menunggu didatangi oleh santri maupun rombongan dakwah kepada mereka, sejak itu mulai ada perubahan, warga Temboro menjadi warga yang aktif mengambil bagian dari amal agama ini, yaitu dengan turut ikut berdakwah
khuru>j
.Sebagaimana wasiat pendiri Jamaah Tabli>gh, Maulana Ilyas, bahwa diantara sumber fitnah dan kebodohan adalah karena berpangku tangan dan
428
diamnya orang-orang muslim di rumah-rumah mereka.429 Orang Islam tidak bisa berdiam diri dengan hanya menghabiskan banyak waktunya di rumah, menurut Maulana Ilyas tindakan serta gerakan merupakan bagian tetap dan saripati kehidupan bagi kaum muslimin.430
Oleh karena itu menjadi seorang muslim berarti harus menjadi aktif dan sikap aktif ini yang paling utama adalah berjuang demi agama. Ternyata inilah motivasi pada jaman ketika awal-awal Islam muncul, dilanjutkan kemudian oleh kalangan
salaf al-s}a>lih}
, agama menjadi segala-galanya dalam setiap tindakan mereka. Searah dengan itu dalam tinjauan gerakan sosial salah satu aspek dari aksi utama orientasi nilai adalah motivasi agama,bahwa gerakan keagamaan akan muncul ketika agama menjadi kepentingan utama dan segala-galanya, namun sebaliknya ketika kepentingan politik mendominasi, partai politik yang akan naik ke permukaan.431Pentingnya gerakan dakwah sebagai motivasi menghidupkan keimanan dan amal agama masyarakatmelihatdari rutinitas kerja sehari-hari maupun aktifitas lainnya yang monoton yang sudah menjadi bagian rotasi waktu manusia, oleh karena itu model dakwah
khuru>j
Jamaah Tabli>gh dapat memberikan pengalaman berbeda guna kembali menguatkan iman dan amal saleh.Lingkungan yang monoton sangat berpengaruh terhadap suasana kejiwaan seseorang yang berdampak pula terhadap kualitas keimanan dan agamanya.
429 Al-Nadwi>, Al-Da>'iyah al-Kabi>r, 59.
430
An Nadwi, Sejarah Maulana Muhammad Ilyas, 181.
Gairah keagamaan tidak akan diperoleh apabila seseorang masih terjerat dan terpenjara oleh suasana yang itu-itu saja dalam lingkungannya.432
Pada sisi yang lain seorang muslim juga berkewajiban mewarnai lingkungannya dengan nilai-nilai keimanan. Sebab jika ia tidak dapat memberikan warna positif terhadap lingkungannya maka lingkungan itu akan diwarnai oleh orang lain atau bahkan ia sendiri akan diwarnai oleh lingkungannya.433 Oleh karena itu, seorang muslim dituntut untuk senantiasa bergerak, menjadi pelaku, bertindak sebagai pemain dan bukan sebagai penonton yang hanya bisa menggerutu dengan keadaan sambil hanya berpangku tangan. Dan dengan dakwah inilah yang dapat memberikan warna terhadap lingkungan itu.
Oleh karena itu seyogyanya gerak dakwah ini tetap diusahakan terus menerus tanpa henti. Meluangkan waktu berdakwah dengan sepenuh hati. Mendorong orang-orang untuk melakukan hal yang sama. Dan apabila hal ini tidak dilakukan maka kerapuhan iman akan menggerogoti setiap hati kaum muslimin hingga akhirnya mereka akan masuk perangkap dan menjadi mangsa dari niat-niat yang durjana.434
Di Temboro, seperti sudah disinggung sebelumnya, gerakan dakwah ini awal mula setelah kedatangan Jamaah Tabli>gh ke pesantren Al-Fatah, dilakukan oleh para santri kemudian oleh orang-orang kampung sendiri. Seperti pesan dan wasiat dakwah Maulana Ilyas agar dakwah ini terus menerus (
Continuity
432
Al-Nadwi>, Al-Da>'iyah al-Kabi>r, 84-85.
433
'Isa>m bin 'Abd al-Muh}sin al-H{ami>da>n, 'Abd al-Rah}ma>n bin 'Abd al-Jabba>r Hu>sa>wi>, Ma'a>lim al-Shakhsiyyah al-Ma'a>s}irah al-Jawa>nib al-Akhla>qiyyah wa al-Sulu>kiyyah, (Makkah: Maktabah al-'Abi>ka>n, 2009), 109. Dan kaitannya bagaimana seorang muslim dalam bersikap dan berperilaku di lingkungan masyarakatnya dapat dilihat dalam 'Ali al-Qa>d}i>, Al-H{urriyah wa Tanwi>r wa al-Tura>th Mafa>hi>m Isla>miyyah, (Mesir: Da>r Kutub al-Mis}riyyah, t.t.), 6.
434