RANCANGAN PENELITIAN 4.1. Jenis Penelitian
4.5 Pengumpulan Data
Menurut Syamsir (2012) menyatakan pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Adapun teknik yang digunakan untuk pengumpulkan data sebagai berikut :
53 1. Pengamatan Langsung (Observation) bertujuan untuk mendapatkan informasi dengan peninjauan langsung di lapangan. Jenis observasi yang akan dipilih peneliti adalah observasi partisipatoris (participatory-observation), melalui pendekatan partisipatoris dimana peneliti secara langsung berperan sebagai participant-obeserver yang datang langsung ke organisasi yang menjadi objek
penelitian dan menjadi bagian dari tim kerja pada organisasi tersebut menurut Spradley,J (Sinulingga, 2013). Sambil melakukan pekerjaan rutin yang menjadi
bagian tugas di Kantor Pos Medan, peneliti melakukan pengamatan langsung dan mencatat data / informasi yang dibutuhkan misalnya tentang perilaku, interaksi sosial di lingkungan kerja serta keadaan faktor fisik seperti bangunan, peralatan kerja, fasilitas keselamatan kerja dan sebagainya.
2. Daftar pertanyaan (Questioner), teknik pengumpulan data dengan cara memberikan daftar pertanyaan kepada karyawan/ti dalam format tertulis yang dilengkapi dengan kolom dimana responden akan menuliskan jawaban atas pertanyaan. Kuesioner disusun menurut model skala Likert, yang dirumuskan dalam bentuk kontinum dengan 5 (lima) kategori yakni Sangat Setuju (SS) dengan Skor 5, Setuju (S) dengan skor 4, Kurang Setuju (KR) dengan skor 3, Tidak Setuju (TS) dengan skor 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) dengan skor 1.
Pertanyaan yang digunakan bersifat kualitatif dan untuk keperluan analisis data yang dikumpulkan diubah menjadi data kuantitatif.
3. Studi dokumentasi, melalui pengumpulan data serta informasi dari PT Pos Indonesia (Persero) berupa dokumen internal maupun dokumen-dokumen terdahulu yang berkaitan dengan penelit
4.5.1 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu :
1. Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari daftar pertanyaan (Kuesioner) yang diberikan kepada responden.
2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh langsung dari studi dokumentasi antara lain dari buku-buku, majalah, jurnal, laporan penelitian, dokumen internal yang terkait dari penelitan ini.
4. Mempertahankan dan menjaga stabilitas kerja
Skala Likert
Lingkungan kerja
1. Kondisi fisik / ruangan kerja, 2. Fasilitas dan alat bantu kerja
3. Hubungan dengan sesama rekan kerja 4. Hubungan dengan atasan.
Skala Likert
Motivasi Kerja
1. Keinginan bekerjasama untuk mencapai tujuan
2. Kesetiaan pada pimpinan
3. Disiplin kerja yang tinggi dan baik 4. Mampu menghadapi kesulitan 5. Mempunyai inisiatif
6. Kebutuhan akan penghargaan 7. Kepatuhan pada peraturan
Skala Likert
Kinerja Pegawai
1. Kualitas dan kuantitas pekerjaan, 2. Cara melaksanakan pekerjaan,
3. Kesanggupan menyelesaikan tugas yang dibebankan.
4. Waktu yang digunakan.
Skala Likert
55 4.6 Analisa Data dan Pengujian Hipotesis
Adapun teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas dan pengujian hipotesis dengan analisa regresi linear berganda dan analisa regresi linear sederhana.
4.4.1. Uji Validitas
Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah/valid atau tidaknya suatu kuesioner (Sunyoto ,2011). Suatu alat ukur yang memiliki validitas tinggi akan mempunyai varian kesalahan yang kecil sehingga data yang terkumpul merupakan data yang dapat dipercaya. Analisis validitas yang digunakan adalah Uji Korelasi Pearson Product Moment yang diolah menggunakan SPSS versi 20.0. dengan formula sebagai berikut:
rxy =
n
xn 2
(
xy -x(2
)
.nx)
.(
y2 y)(
y2)
Keterangan,
rxy = koefisien korelasi antar x dan y
x = variabel bebas y = variabel terikat
n = jumlah / responden
Validitas suatu butir pertanyaan diukur dengan cara menghitung angka koefisien korelasi antara skor butir dengan skor totalnya. Pertanyaan dalam kuesioner dikatakan
valid jika nilai signifikasi korelasi 95% atau a = 0.05. Dengan demikian, pertanyaan dalam kuesioner tersebut dapat digunakan dalam penelitian (Santoso, 2002).
4.4.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas yang dimaksud pada suatu penelitian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Suatu alat ukur dikatakan reliabel jika kita selalu mendapatkan hasil yang tetap sama dari gejala pengukuran yang tidak berubah yang dilakukan pada waktu yang berbeda-beda (Juanda, 2009).
Untuk mengukur reliabilitas dari suatu analisis dapat digunakan koefisien alpha Cronbach (α) yang didasarkan pada rata-rata korelasi butir data instrumen pengukuran, Menurut Juanda (2009) besarnya tingkat reliabilitas yang di ukur akan berbeda untuk jumlah butir instrumen yang berbeda, semakin banyak jumlah butir instrumen yang diuji semakin tinggi reliabilitasnya, sebaliknya semakin sedikit butir instrument yang diukur maka semakin rendah pula tingkat reliabilitasnya.
Untuk mengetahui reliabilitas masing-masing variabel yaitu budaya organisasi(X1) lingkungan kerja (X2) motivasi kerja (X3) dan kinerja pegawai (Y) digunakan alpha Cronbach minimal 0,5 (Supranto dan Nandan, 2012) karena butir instrumen yang digunakan dalam penelitian ini kurang dari 20 butir tiap variabel.
Uji realibilitas menggunakan Uji alph Cronbach dengan rumus sebagai berikut :
57 Keterangan :
= Koefisien realibilitas Alpha Cronbach k = Banyaknya butir tes yang diuji
= Varian berlahan ; j = 1,2, … k
= Varian skor tes
Tingkat reliabilitas dapat dimaknai :
Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna
Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi
Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat
Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah
Sekaran (2006) menyatakan, jika angka koefisien >= 0.60 maka kelompok item – item pertanyaan dapat dianggap reliabel, penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS 20.0.
3.6.4 Uji Asumsi Klasik
Suatu model regresi dikatakan linier harus melalui uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, dan uji linearitas (Ghozali, 2007). Berikut ini akan dilakukan uji asumsi klasik terhadap model regresi sebagai berikut:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil (Ghozali, 2007).
Menurut Ghozali,(2007) untuk mendeteksi uji normalitas dapat dilakukan melalui Analisa grafik. Analisa grafik ini dapat digunakan untuk menentukan normalitas dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal.
b. Uji Linearitas
Uji linearitas digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak. Untuk menentukan apakah fungsi persamaan regresi yang digunakan berbentuk liner, maka dapat dilihat dari P-P Plot. Apabila titik-titik terdistribusi mengikuti garis linear, maka model regresi dapat dinyatakan linier.
4.7 Analisis Data
Analisis data yang digunakan meliputi Analisis Regresi Berganda, analisis secara serentak (Uji F) dan analisis secara parsial (Uji t) dengan bantuan software SPSS v20
4.7.1 Analisa Regresi Linear Berganda
Uji regresi linear berganda adalah suatu teknik statistik yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat (Kuncoro, 2006).
Dalam pengujian hipotesis penelitian, digunakan uji regresi linear berganda. Adapun tujuan menggunakan analisa regresi berganda dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel bebas budaya organisasi, lingkungan kerja dan motivasi kerja secara simultan (bersama-sama) terhadap kinerja Karyawan/ti PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Medan. Dengan demikian, dapat dikemukakan persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 +e
59 Dimana,
Y =Kinerja Pegawai a = Konstanta
b1,b2,b3 = Koefisien regresi X1 = Budaya Organisasi X2 = Lingkungan kerja X3 = Motivasi kerja e = error
Analisis determinasi (R2)
Analisis determinasi dalam regresi linier berganda menurut Priyatno (2008) digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen. Rumus keofisien determinasi sebagai berikut :
4.7.2 Pengujian Hipotesis dengan Uji Secara Serentak (Uji F)
Uji F dilakukan untuk mengetahui hubungan secara serentak. Uji F menggunakan taraf signifikan 0,05 (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan 95% (df2) n-k-1, dimana n = jumlah sampel dan k = jumlah variabel independen (Priyatno, 2008). Persamaan umum dari Uji F adalah sebagai berikut :
Untuk menetukan hipotesis alternatif (H0) diterima atau ditolak, maka digunakan asumsi sebagai berikut:
1. Jika nilai signifikan hasil uji regresi linear berganda lebih kecil dari 0,05, maka variabel bebas yaitu budaya organisasi, lingkungan kerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Medan.
2. Jika nilai signifikan hasil uji regresi linear berganda lebih besar dari 0,05, maka variabel bebas yaitu budaya organisasi, lingkungan kerja dan motivasi kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Karyawan/ti PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Medan.
3. Pengambilan keputusan :
Jika F hitung < F tabel maka H0 diterima H1 ditolak Jika F hitung > F tabel maka H0 ditolak H1 diterima
4.7.3 Pengujian Hipotesis dengan Uji Parsial (Uji t)
Untuk mengetahui variabel independen mana yang paling signifikan hubungannya dengan variabel dependen, perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan uji t. Yaitu untuk menguji variabel independen secara individual, dapat dirumuskan sebagai berikut:
61 b
hit
S
t b
Di mana: b = Kemiringan garis regresi
Sb = Kesalahan standar atas koefisien regresi
2
2
x
nxSb Syx
Di mana: Syx= Kesalahan standar estimasi
Atau pada output SPSS uji parsial dengan t-test dapat dilihat pada tabel coefficients. Yaitu jika p-value (pada kolom sig.) pada masing-masing variabel
independen lebih kecil dari level of significant yang ditentukan, atau t hitung lebih besar dari t tabel, berarti masing-masing variabel independen secara sendiri-sendiri berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Pengambilan keputusan :
Jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima Jika t hitung < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak
BAB V
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN