• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.6.1.1Data primer

Data primer adalah data yang didapat langsung melalui wawancara menggunakan alat ukur kuesioner atau melalui pengukuran (Sugiyono, 2008). Data primer pada penelitian ini adalah data hasil pendataan mengenai beban kerja dan stres pada petani lansia di Kelompok Tani Tembakau kepada sampel secara langsung dengan menggunakan kuesioner

4.6.1.2Data sekunder

Data sekunder merupakan data yang didapatkan secara tidak langsung dari pihak lain atau data primer yang telah diolah oleh pengumpul data dalam bentuk diagram atau tabel (Notoatmodjo, 2005). Data sekunder penelitian ini berupa data jumlah kelompok tani di Kecamatan Sukowono Kabupaten jember dan data nama anggota kelompok tani dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Tahun 2013.

4.6.2 Teknik Pengumpulan data 4.6.2.1Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan suatu pendekatan yang dilakukan pada subjek dan karakteristik subjek dalam penelitian (Nursalam, 2008). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan stres petani lansia di Kelompok Tani Tembakau dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden.

4.6.2.2Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner yang dilakukan sendiri oleh responden dengan tahap sebagai berikut :

1) Peneliti mengurus adminstrasi yang diawali dengan pengajuan surat penelitian kepada Ketua PSIK. Surat tersebut diserahkan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan politik (BAKESBANGPOL) untuk memperoleh surat rujukan ke Dinas Pertanian dan UPTD Pertanian Sumberjambe II. Surat rujukan yang diperoleh dari ke Dinas Pertanian dan UPTD Pertanian Sumberjambe II digunakan untuk memperoleh surat penelitian di Kelompok Tani Tembakau Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember.

2) Peneliti yang telah mendapatkan izin dari Dinas Pertanian dan UPTD Pertanian Sumberjambe II, kemudian berkoordinasi dengan penyuluh tani pada masing-masing Kelompok Tani Tembakau di Kecamatan Sukowono untuk mendata anggota kelompok tani yang telah berumur lebih dari 45 tahun. Peneliti dengan bantuan penyuluh tani mengunjungi rumah-rumah responden untuk mengumpulkan data.

3) Peneliti membagikan kuesioner kepada responden, tetapi sebelum penelitian dimulai, peneliti menjelaskan mengenai maksud, tujuan, manfaat dan proses pengisian kuesioner. Calon responden yang bersedia diminta untuk mengisi lembar inform consent.

4) Kuesioner diisi oleh responden yang didampingi oleh peneliti. Peneliti menjelaskan mengenai pertanyaan dalam kuesioner yang belum dipahami oleh responden. Peneliti menarik kembali lembar kuesioner yang telah diisi oleh responden dan menganalisa data yang telah terkumpul sesuai dengan jumlah yang diinginkan.

4.6.3 Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan. Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang menjadi pedoman untuk membantu responden dalam memberikan tanggapan atau respon dan disusun untuk mendapatkan data yang diinginkan oleh peneliti (Wasis, 2008). Instrumen dari variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent) ini menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang.

Tabel 4.3 Ukuran Penilaian untuk Skala Likert

Nilai Kriteria

5 Sangat tinggi/sangat setuju/sangat lengkap/selalu 4 Tinggi/setuju/lengkap/sering

3 Sedang/netral/sebagaian/kadang-kadang 2 Rendah/tidak setuju/sedikit/jarang

1 Sangat rendah/sangat tidak setuju/tidak ada/tidak pernah

Skala likert terdiri dari lima pilihan jawaban, yaitu sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (RG), setuju (S) dan sangat setuju (SS) dengan rentang skor 1-5. Skor 5 merupakan skor tertinggi untuk jawaban yang bermakna sangat positif. Skor 1 merupakan skor terendah untuk jawaban yang bermakna sangat negatif (Sugiyono, 2006).

Instrumen variabel beban kerja petani lansia (variabel bebas) menggunakan kuesioner yang disusun oleh peneliti yang berpedoman pada tinjauan pustaka dan indikator dari beban kerja petani lansia yang meliputi sikap kerja, waktu kerja dan waktu istirahat dan faktor somatis.

Tabel 4.3 Blue Print Favorable dan Unfavorable Variabel Beban Kerja Petani Lansia

Variabel Indikator Nomor Butir Pernyataan Jumlah butir Favorable Unfavorable Beban kerja petani lansia 1. Sikap kerja 3 1,2,5 4 2. waktu kerja dan istirahat 9 7,8 3 3. Faktor somatis 11 10,12,13,14 5 Total 3 9 12

Instrumen kuesioner beban kerja petani lansia mencakup tiga indikator utama, yaitu sikap kerja, waktu kerja dan waktu istirahat dan faktor somatis dengan terdiri dari 14 pernyataan. Indikator sikap kerja memiliki 4 pernyataan yang terdiri 1 pernyataan yang memiliki arah positif (favorable) dan 3 pernyataan yang memiliki arah negatif (unfavorable). Indikator waktu kerja dan isrirahat memiliki 1 pernyataan yang memiliki arah positif (favorable) dan 2 pernyataan yang terdiri 3 pernyataan yang memiliki arah negatif (unfavorable). Indikator faktor somatis memiliki 5 pernyataan yang terdiri 1 pernyataan yang memiliki arah positif (favorable) dan 4 pernyataan yang memiliki arah negatif (unfavorable).

Instrumen variabel stres petani lansia (variabel terikat) menggunakan kuesioner yang disusun oleh peneliti yang berpedoman pada tinjauan pustaka dan indikator dari stres petani lansia. Indikator dari stres petani lansia meliputi respon kognitif, respon emosi dan respon tingkah laku.

Tabel 4.4 Blue Print Favorable dan Unfavorable Variabel Stres Petani Lansia

Variabel

Indikator Nomor Butir Pernyataan Jumlah butir Favorable Unfavorable Stres petani lansia 1.respon kognitif 7,6 1,2,3,5 6 2.respon emosi 9,11 8,12 4 3.respon tingkah laku 15,17 14,16 4 Total 6 8 14

Instrumen kuesioner stres petani lansia mencakup tiga indikator utama, yaitu respon kognitif, respon emosi dan respon tingkah laku dengan terdiri dari 14 pernyataan. Indikator respon kognitif memiliki 6 pernyataan yang terdiri 2 pernyataan yang memiliki arah positif (favorable) dan 4 pernyataan yang memiliki arah negatif (unfavorable). Indikator respon emosi memiliki 4 pernyataan yang terdiri 4 pernyataan yang memiliki arah positif (favorable) dan 4 pernyataan yang memiliki arah negatif (unfavorable). Indikator respon tingkah laku memiliki 4 pernyataan yang terdiri 2 pernyataan yang memiliki arah positif (favorable) dan 2 pernyataan yang memiliki arah negatif (unfavorable).

4.6.4 Uji Validitas dan Realibilitas

Peneliti sangat perlu melakukan uji validitas dan realibilitas dengan tujuan agar alat ukur yang digunakan valid dan dapat menunjang hasil penelitian. Uji Validitas dan Realibilitas memerlukan jumlah responden minimal sebanyak 20 orang untuk mendapatkan nilai hasil pengukuran yang mendekati normal (Notoatmodjo, 2005). Uji validitas dan realibilitas instrumen ditujukan kepada petani lansia pada Kelompok Tani Tembakau Kecamatan Sumberjambe yang memiliki karakteristik yang hampir sama dengan petani lansia pada Kelompok Tani Tembakau Kecamatan Sukowono Kabupaten jember.

4.6.4.1Uji validitas

Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian. Tujuan dari uji validitas adalah untuk mengetahui ketepatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya terhadap variabel tertentu (Sugiyono, 2006).

Dalam penelitian ini akan menggunakan uji validitas dengan menggunakan person product moment (r). Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antara variabel dengan skor total variabel. Cara mengukur validitas konstruk yaitu dengan mencari korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus korelasi product moment, sebagai berikut :

Keterangan :

r : koefisien korelasi product moment X : skor tiap pertanyaan/ item

Y : skor total

N : jumlah responden

Keputusan uji validitas ditetapkan jika r hitung lebih besar r tabel , maka variabel valid dan jika r hitung < r tabel maka variabel tidak valid (Hastono 2007). Interpretasi tingkat validitas dapat ditetapkan dari koefisien kolerasi (r) dikategorikan pada kriteria sebagai berikut:

Tabel 4.4 Kriteria Validitas Instrumen

Sumber : (Arikunto, 2006).

4.6.4.2Uji reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan uji/pengukuran pada alat ukur untuk mengetahui konsistensi pada alat ukur variabel bila dilakukan pengukuran secara berulang (Sugiyono, 2006). Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan pengukuran sekali (one shot). Pengukuran ini dilakukan hanya sekali dan hasilnya akan dibandingkan dengan pertanyaan lain. Pengukuran ini dilakukan dengan beberapa pertanyaan (Siswanto.2013).

Penelitian ini menggunakan uji reliabilitas crombach alpha untuk mengetahui reliabilitas instrument. Rumus untuk menghitung koefisien reliabilitas instrument dengan menggunakan Cronbach Alpha sebagai berikut:

 

2 2 11 1 1 t b V k k r  Nilai r Interpretasi 0.81-1.00 Sangat tinggi 0.61-0.80 Tinggi 0.41-0.60 Cukup 0.21-0.40 Rendah 0.00-0.20 Sangat rendah

Keterangan :

r11 : reliabilitas instrumen

k : banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

2

b

 : jumlah varian butir/item

2

t

V : varian total

Keputusan uji reliabilitas ditentukan dari nilai koefisien reliabilitas (r11). Koefisien reliabilitas (r11) 0.6, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen reliable. Koefisien reliabilitas (r11) ≤ 0. maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tidak reliabel.

4.7 Pengolahan dan Analisa Data 4.7.1 Editing

Proses editing merupakan proses pengecekan kelengkapan jumlah kuesioner dan data yang meliputi kelengkapan identitas, lembar kuesioner dan isian kuesioner, sehingga dapat mengetahui ketidaksempurnaan dalam pengisian kuesioner (Arikunto, 2006). Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses editing, antara lain:

1) Data dapat dibaca dengan baik

2) Identitas responden terisi dengan lengkap 3) Semua pertanyaan terisi dengan lengkap

4) Terdapat ketidakserasian antara jawaban yg satu dgn yg lain (konsistensi). 5) Terdapat kesalahan lain yang akan mengganggu proses pengolahan data

4.7.2 Coding

Proses coding meupakan proses yang bertujuan untuk mengubah jawaban-jawaban responden ke dalam angka atau bilangan (Notoatmodjo, 2005). Pemberian kode dalam penelitian ini, antara lain:

1. Variabel Penelitian

a) Beban Kerja Petani Lansia 1) Beban Kerja Rendah = 1 2) Beban Kerja tinggi = 2 b) Stres Petani Lansia

1) Stres Ringan = 1 2) Stres Berat = 2 2. Karakteristik responden a) Jenis kelamin 1) Perempuan = 1 2) Laki-laki = 2 b) Agama 1) Islam =1 2) kristen =2 3) katolik =3 4) Hindu =4 5) Budha =5

4.7.3 Entry

Proses Entry merupakan proses memasukkan jawaban-jawaban dari kuesioner responden ke dalam program pengolahan data di komputer (Setiadi, 2007). Program pengolahan data yang digunakan untuk mengolah data adalah program SPSS 16.

4.7.4 Cleaning

Proses cleaning merupakan kegiatan memeriksa data yang telah dimasukan ke dalam program pengolahan data untuk mengetahui kesalahan-kesalahan dan ketidaklengkapan data (Setiadi, 2007). Data diperiksa kembali untuk mengetahui kesalahan dan data yang tidak dibutuhkan dihapus menggunakan program SPSS 16.

4.7.5 Analisis Data

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stres pada petani lansia di Kelompok Tani Tembakau Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Analisis data yang digunakan lama penelitian ini adalah analisis deskripitif dan analisis bivariat.

4.7.5.1Analisis Univariat

Analisis univariat merupakan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi tiap variabel dari hasil penelitian. Analisis ini juga berfungsi untuk mendeskripsikan karakter data hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk tabel tanpa adanya generalisasi (Notoadmodjo, 2005).

Data hasil penelitian meliputi data karakter responden dan variabel penelitian. Data karakteristik responden terdiri dari jenis kelamin, umur, agama, suku dan tingkat pendidikan. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen dan dependen. Variabel independen dari penelitian ini adalah beban kerja petani lansia. variabel independen dari penelitian ini adalah stres pada petani lansia.

Analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik umur responden, variabel beban kerja petani lansia, stres pada petani lansia menggunakan nilai kecenderungan tengah (central tendency). Analisis karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, agama, suku dan tingkat pendidikan menggunakan distribusi frekuensi. Karakteristik jenis kelamin responden dikategorikan menjadi dua kategori wanita dan laki-laki. Karakteristik agama responden dikategorikan menjadi 5 kategori yang meliputi islam, kristen, katolik, hindu dan budha. Karakteristik tingkat pendidikan responden dikategorikan menjadi 5 kategori yang meliputi tidak sekolah, SD, SMP, SMA dan PT.

Variabel dari penelitian ini terdiri dari variabel independent dan variabel dependent. Variabel independent adalah beban keja petani lansia dan variabel dependent adalah stres petani lansia. Penentuan skala ukur untuk analisis deskriptif dalam variabel beban keja petani lansia dan variabel stres petani lansia disajikan berupa nilai tendency central dalam mean dan median.

Pengkategorian variabel beban kerja dan stres petani lansia berdasarkan cut of point data dilakukan untuk mempermudah interpretasi data. Jika distribusi data normal maka cut of point menggunakan mean, tetapi jika distribusi data tidak normal maka cut of pointnya menggunakan median. Variabel beban kerja petani lansia memiliki distribusi data normal, maka dikategorikan berdasarkan nilai mean = 44.51. Data variabel beban kerja petani lansia dikategorikan berdasarkan mean untuk mempermudah interpretasi data beban kerja petani lansia. Data variabel beban kerja petani lansia dikategorikan menjadi 2 kategori, yaitu beban kerja rendah untuk responden yang memiliki skor < 44.51 dan beban kerja tinggi untuk responden yang memiliki skor ≥ 44.51.

Variabel stres petani lansia memiliki distribusi data normal, maka dikategorikan berdasarkan nilai mean = 48.12. Data variabel stres petani lansia dikategorikan berdasarkan mean untuk mempermudah interpretasi data stres petani lansia. Data variabel stres Petani Lansia dikategorikan menjadi 2 kategori, yaitu stres ringan untuk responden yang memiliki skor < 48.12 dan stres berat untuk responden yang memiliki skor ≥ 48.12.

4.7.5.2Analisis Inferensial

Teknik analisis inferensial merupakan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan rumus uji statistik yang bertujuan untuk menganalisis data dengan membuat generalisasi dari sampel bagi populasi. Analisis ini juga digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel yang saling mempengaruhi (Notoatmodjo, 2005).

Analisis inferensial pada penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keeratan dan arah hubungan antara beban kerja dengan stres pada petani lansia di Kelompok Tani Tembakau Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Jenis data pada analisis inferensial antara variabel independen dan dependen adalah numerik dan skala data masing-masing variabel adalah rasio, sehingga data hasil penelitian yang diperoleh diuji menggunakan uji statistik regresi linier sederhana. Uji regresi linier sederhana merupakan uji statistik yang bertujuan mengidentifikasi hubungan antar dua variabel yang bersifat saling berpengaruh antara variabel satu dengan yang lainnya. Uji ini juga bertujuan untuk membuat perkiraan /prediksi nilai variabel dependen melalui variabel independen (Siswanto, 2013).

Uji regresi linier sederhana mendeskripsikan hubungan antara variabel independen dengan simbol “X” dan variabel dependen dengan simbol “Y”. Hubungan variabel independen dan dependen dalam uji regresi linier sederhana ini bersifat bersifat kausal yaitu saling berpengaruh antara variabel satu dengan yang lainnya, sehingga regresi dapat digambarkan sebagai bentuk persamaan tertentu antara variabel dependen dengan simbol “Y” dengan variabel independen dengan simbol “X”. Persamaan regresi linier dapat dihasilkan melalui dua cara, yaitu dengan cara manual dan menggunakan program pengolahan data komputer SPSS 16.

Rumus persamaan regresi linier sederhana secara manual sebagai berikut:

Rumus untuk mencari nilai “a” dan “b” sebagai berikut :

Keterangan :

a : konstanta, harga Y bila X = 0 (harga konstan)

b : koefisien regresi linier sederhana , angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila (-) maka terjadi penurunan. Y : variabel dependen

X : variabel independen n : banyak sampel/data

Interpretasi dari uji regresi linier sederhana yang dihitung secara manual tergantung dari nilai “b”. Koefisien arah regresi linier sederhana (b) memiliki tanda negatif (-), maka Ho yang diajukan diterima. Koefisien arah regresi linier sederhana (b) memiliki tanda negatif (+), maka Ho yang diajukan ditolak. Persamaan regresi linier sederhana juga dapat didapatkan dengan menggunakan program pengolahan data komputer SPSS 16 dengan hipotesis sebagai berikut: Ho : Tidak ada pengaruh X terhadap Y

Ha : Ada pengaruh positif dan signifikan X terhadap Y Y = a + b (X) a = (ΣY)( (ΣX2 ) – (ΣX)( ΣXY) n ΣX2–(ΣX)2 b = n ΣXY – (ΣX) (ΣY) n ΣX–(ΣX)2

Dokumen terkait