BAB 3. METODE PENELITIAN
3.4. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan yang beragam (eclectical approach) yaitu menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hal ini memungkinkan dilakukan karena action research merupakan penelitian yang unik dan kompleks sehingga dapat menggunakan tools yang beragam dalam proses pengumpulan data (Webb, 1989). Kompleksitas penelitian action research ini juga terlihat dari beragamnya pengumpulan data pada setiap tahap action research. Selanjutnya akan diuraikan tentang alat dan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini.
3.4.1. Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 instrumen yaitu (1) panduan wawancara, (2) panduan focus group discussion, (3) lembar observasi partisipan, (4) kuisioner kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan, (5) kusioner kepuasan kerja perawat. Pengembangan alat pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan sendiri oleh peneliti dengan terlebih dahulu melakukan studi literatur. Instrumen yang telah disusun kemudian dilakukan uji validitas dan instrument akan dinyatakan valid apabila Content Validity Index berada diatas > 0.78 (Polit & Beck, 2008). Selanjutnya akan dijelaskan tentang alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini.
(1) Panduan wawancara
Panduan wawancara terdiri dari 7 pertanyaan terbuka tentang persepsi partisipan terhadap ronde klinis keperawatan. Pertanyaan dalam panduan wawancara ditujukan untuk menggali informasi terkait pemahaman partisipan tentang ronde klinis keperawatan, manfaat ronde klinis keperawatan, hambatan yang dijumpai dalam pelaksanaan ronde klinis keperawatan, hal yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dan harapan partisipan terhadap pelaksaan ronde klinis keperawatan di ruang rawat inap.
Instrumen panduan wawancara telah diuji validitasnya oleh 3 orang expert
dalam manajemen keperawatan (lihat lampiran 4). Uji validitas memperoleh hasil bahwa 2 dari 3 expert menyatakan pertanyaan nomor 6 (pertanyaan tentang hal yang dilakukan untuk mengatasi hambatan) tidak relevan dengan penelitian sehingga item tersebut dihapus. Nilai Content Validity Index (CVI) adalah 0,95. hasil ini menunjukkan bahwa instrumen sudah valid
(2) Panduan Focus Group Discussion (FGD)
Panduan Focus Group Discussion (FGD) terdiri dari 6 pertanyaan terbuka tentang evaluasi pelaksanaan ronde klinis keperawatan di ruangan. Pertanyaan ditujukan untuk menggali informasi tentang persepsi perawat terhadap ronde klinis keperawatan setelah dilakukan aplikasi di ruang rawat inap. Pertanyaan juga ditujukan untuk menggali informasi tentang faktor pendukung dan penghambat serta manfaat yang dirasakan partisipan dalam mengaplikasikan ronde klinis keperawatan.
Instrumen Panduan Focus Group Discussion (FGD) telah diuji validitas oleh 3 orang expert dalam manajemen keperawatan (lihat lampiran 4). Uji validitas memperoleh hasil bahwa ketiga expert menyatakan seluruh pertanyaan sudah relevan dan Content Validity Index adalah 1,00. Hasil ini menunjukkan bahwa instrumen sudah valid.
(3) Lembar Observasi
Lembar observasi terdiri dari 31 pernyataan terkait kegiatan yang harus dilakukan oleh perawat saat pelaksanaan ronde klinis keperawatan. Pernyataan 1 sampai 4 tentang kegiatan persiapan ronde klinis keperawatan, pernyataan 5 sampai 7 tentang kegiatan sebelum memasuki ruangan pasien, pernyataan 8 sampai 28 tentang kegiatan saat melakukan ronde klinis keperawatan dan 29 sampai 31 tentang kegiatan saat mengakhiri ronde klinis keperawatan. Skor 1 diberikan kegiatan dalam pernyataan dilakukan dan skor 0 apabila kegiatan dalam pernyataan tidak dilakukan
Uji validitas instrumen panduan Focus Group Discussion (FGD) telah dilakukan oleh 3 orang expert dalam manajemen keperawatan (lihat lampiran 4). Uji validitas ini memperoleh hasil bahwa pernyataan 4, 5, dan 8 perlu dirubah
kalimatnya. Nilai Content Validity Index adalah 0.93, sehingga diambil
(4) Kuisioner Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Keperawatan
Kuisioner Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Keperawatan dikembangkan berdasarkan Watson’s Theory of Transpersonal Caring terdiri dari 21 item yang menggambarkan sikap dan perilaku caring perawat yang sesuai dengan carative factor yang ke 4, 8 dan 9.
Uji validitas instrumen Kuisioner Kepuasan Perawat Terhadap Pelayanan Keperawatan telah dilakukan oleh 3 orang expert dalam manajemen keperawatan (lihat lampiran 4). Uji validitas memperoleh hasil bahwa pernyataan 4, 8, 10 dan 16 perlu dirubah kalimatnya. Nilai Content Validity Index adalah 0.90, sehingga diambil kesimpulan bahwa instrument ini sudah valid.
(5) KuisionerKepuasan Kerja Perawat
Kuisioner Kepuasan Kerja Perawat terdiri dari 10 pernyataan tentang kepuasan perawat terhadap pekerjaannya. Pernyataan terdiri dari kepuasan kerja perawat pernyataan tentang hubungan perawat dengan pasien (pernyataan nomor 1 sampai 4) dan pernyataan tentang kepuasan partisipan terhadap pekerjaannya sebagai perawat (pernyataan nomor 5 sampai 10).
Uji validitas terhadap instrumen Kuisioner Kepuasan Kerja Perawat telah dilakukan oleh 3 orang expert dalam manajemen keperawatan (lihat lampiran 4). Uji validitas memperoleh hasil bahwa pernyataan 3 dan 5 perlu dirubah kalimatnya. Perhitungan Content Validity Index adalah 0.86, sehingga diambil kesimpulan bahwa instrument ini sudah valid.
3.4.2. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara mendalam (in-depth interview), Focus Group Discussion (FGD), Observasi Partisipan dan Self Report.
(1) WawancaraMendalam
Wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh data persepsi partisipan tentang ronde klinis keperawatan. Wawancara dilakukan dengan berdasarkan panduan wawancara yang telah disusun dan partisipan diberi kesempatan untuk memilih pertanyaan yang akan dijawab terlebih dahulu. Peneliti mengembangkan pertanyaan dengan teknik probing (Kemmis & McTaggart, 1988). Teknik probing dilakukan peneliti dengan memberikan pertanyaan lanjutan berdasarkan pertanyaan utama yang terdapat dalam panduan wawancara.
Wawancara dilakukan 1 kali pada tahap reconnaissance terhadap kepala ruangan dan 5 orang perawat pelaksana di ruang VIP Khusus. Wawancara dilakukan sejak tanggal 22 sampai 26 April 2013 bertempat di ruangan perawat dengan durasi 20 menit per partisipan. Wawancara direkam dengan menggunakan alat bantu berupa voice recorder.
(2) Focus Group Discussion (FGD)
FGD pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi partisipan setelah aplikasi ronde klinis keperawatan. Peneliti berperan sebagai moderator yang memberi arahan terhadap diskusi dengan memberikan pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.
FGD dilakukan 1 kali pada tahap reflecting dengan durasi 60 menit. FGD dilakukan pada tanggal 13 Juni 2013 mulai pukul 14.00 – 15.00 WIB di ruangan Bidang Keperawatan RSUD Kota Padangsidimpuan. FGD ini dihadiri oleh 8 orang terdiri Kepala Bidang Keperawatan, Kasie I Keperawatan, Kepala Ruang Rawat Inap VIP Khusus dan wakilnya serta 4 orang Penanggung Jawab Shift.
(3) Observasi
Observasi pada penelitian ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan ronde klinis keperawatan diruang rawat inap. Observasi ini merupakan observasi partisipan dimana peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data (Spadley, 1980). Observasi dilaksanakan 2 kali yaitu 1 kali pada tahap reconnaissance dan 1 kali pada tahap
observing. Observasi dilaksanakan selama 10 menit pada setiap partisipan.
Observasi pada tahap reconnaissance dilaksanakan sejak tanggal 26 hingga 28 April 2013 terhadap 18 orang perawat pelaksana di ruang VIP Khusus. Tujuan dari pelaksanaan observasi pada tahap ini adalah untuk menilai pelaksanaan ronde klinis keperawatan yang berjalan selama ini.
Observasi pada tahap observing dilaksanakan sejak 21 Mei hingga 23 Mei 2013 terhadap 18 orang perawat pelaksana di ruang VIP Khusus. Tujuan dari observasi pada tahap ini adalah untuk mengevaluasi aplikasi ronde klinis keperawatan di ruang rawat inap VIP Khusus RSUD Kota Padangsidimpuan.
(4) Self Report
Teknik Self report dilakukan dengan cara meminta partisipan mengisi kuisioner kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dan kuisioner kepuasan kerja perawat. Penyebaran kuisioner dilakukan 2 kali. Pertama pada tahap reconnaissance yaitutanggal 22 hingga 26 Mei 2013. Penyebaran kusioner yang kedua pada dilakukan pada tahap reflecting yaitu pada tanggal 28 Mei hingga 3 Juni 2013.
Kuisioner kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan disebarkan kepada 30 orang pasien yang dirawat inap di ruang VIP Khusus. Sedangkan kuisioner kepuasan kerja perawat disebarkan kepada 19 orang perawat di ruang rawat inap VIP Khusus RSUD Kota Padangsidimpuan.