Produksi Konsentrat Tembaga (MT)
3. Pengumpulan dan Pemanfaatan Big Data
Salah satu keberhasilan institusi baik swasta maupun pemerintah dalam melaksanakan Transformasi Digital adalah bagaimana kemampuan suatu institusi dalam mengumpulkan Big Data dan sekaligus bisa menganalisa dan memanfaatkannya. Era masa depan adalah era dimana pengumpulan dan analisa Big Data akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan baik di level pemerintah maupun di swasta.
54
BAB III Posisi Perusahaan Saat Ini
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2020 - 2024 Gambar 3.10 Pemanfaatan Big Data
3.1.6 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional IV Tahun 2020-2024
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 merupakan tahapan penting dalam pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, dimana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (upper-middle income country/MIC) yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, layanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik.
Sumber Data: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Pemerintah 2020 - 2024 Gambar 3.11 Empat Pilar RPJMN IV Tahun 2020 - 2024
Sesuai dengan Tema dan Agenda Pembangunan RPJMN IV Tahun 2020 – 2024 untuk Terwujudnya Indonesia Maju dan berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan
55
BAB III Posisi Perusahaan Saat Ini
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2020 - 2024
Gotong Royong terdapat 7 (tujuh) Agenda Pembangunan RPJMN IV tahun 2020 – 2024, yaitu:
1. Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas
Peningkatan inovasi dan kualitas Investasi merupakan modal utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan dan mensejahterakan secara adil dan merata, melalui:
a. Pengelolaan sumber daya ekonomi yang mencakup pemenuhan pangan dan pertanian serta pengelolaan kemaritiman, kelautan dan perikanan, sumber daya air, sumber daya energi, serta kehutanan; dan
b. Akselerasi peningkatan nilai tambah agrofishery industry, kemaritiman, energi, industri, pariwisata, serta ekonomi kreatif dan digital.
2. Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan
Pengembangan wilayah ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemenuhan pelayanan dasar dengan memperhatikan harmonisasi antara rencana pembangunan dengan pemanfaatan ruang.
3. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing
Manusia merupakan modal utama pembangunan nasional untuk menuju pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM yaitu sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif, terampil.
4. Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan
Manusia merupakan modal utama pembangunan nasional untuk menuju pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM yaitu sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter.
5. Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi &
Pelayanan Dasar
6. Perkuatan infrastruktur ditujukan untuk mendukung aktivitas perekonomian serta mendorong pemerataan pembangunan nasional. Pemerintah Indonesia akan memastikan pembangunan infrastruktur akan didasarkan pada kebutuhan dan keunggulan wilayah.
7. Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim
Pembangunan nasional perlu memperhatikan daya dukung sumber daya alam dan daya tampung lingkungan hidup, kerentanan bencana, dan perubahan iklim.
Pembangunan lingkungan hidup, serta peningkatan ketahanan bencana dan perubahan iklim akan diarahkan melalui kebijakan:
56
BAB III Posisi Perusahaan Saat Ini
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2020 - 2024 a. Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup;
b. Peningkatan Ketahanan Bencana dan Iklim; serta c. Pembangunan Rendah Karbon.
8. Memperkuat Stabilitas Polkumhankam dan Transformasi Pelayanan Publik
Negara wajib terus hadir dalam melindungi segenap bangsa, memberikan rasa aman serta pelayanan publik yang berkualitas pada seluruh warga negara dan menegakkan kedaulatan negara.
3.1.7 Tantangan Perekonomian Tahun 2020-2024 1. Ketidakpastian Global
Risiko ketidakpastian masih akan mewarnai perkembangan perekonomian dunia.
Pertumbuhan ekonomi dan perdagangan dunia diperkirakan akan cenderung stagnan dengan tren melambat, masing-masing diproyeksikan sebesar 3,6 dan 3,8 persen per tahun, sepanjang 2020-2024. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang cenderung stagnan dalam empat tahun terakhir pada kisaran 5,0 persen, dipengaruhi oleh tingkat produktivitas yang rendah seiring tidak berjalannya transformasi struktural. Selain itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kendala mengikat bagi pertumbuhan ekonomi jangka menengah-panjang untuk bersaing di era digital dan beralih ke manufaktur berteknologi tinggi.
Gambar 3.12 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Persen YoY)
2. Defisit Transaksi Berjalan yang Meningkat
Hal ini dipengaruhi oleh tidak berkembangnya industry pengolahan yang berdampak pada kinerja perdagangan internasional Indonesia, dimana sampai saat ini ekspor Indonesia masih didominasi oleh ekspor komoditas
3. Revolusi Industri 4.0 dan Ekonomi Digital
Revolusi Industri 4.0 memberikan tantangan dan peluang bagi perkembangan perekonomian ke depan. Di satu sisi, digitalisasi, otomatisasi, dan penggunaan kecerdasan buatan dalam aktivitas ekonomi akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam produksi modern, serta memberikan kemudahan dan kenyamanan
57
BAB III Posisi Perusahaan Saat Ini
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2020 - 2024
bagi konsumen. Teknologi digital juga membantu proses pembangunan di berbagai bidang di antaranya pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh (distance learning), pemerintahan melalui e-government, inklusi keuangan melalui financial technology (fin-tech), dan pengembangan UMKM seiring berkembangnya e-commerce.
Gambar 3.13 Revolusi Industri 4.0 dan Ekonomi Digital
3.1.8 Tata Kelola
Dari aspek tata kelola pemerintahan yang baik diharapkan menuju pada Pemerintahan yang dinamis (Dynamic Government), yaitu suatu tata kelola pemerintahan yang responsif atas aspirasi masyarakat, perubahan lingkungan strategis pembangunan yang cepat tanggap dan mampu mengelola perubahan. Selain itu struktur kelembagaan yang lincah (agile), yang mampu mengindentifikasi masalah dan/atau peluang, dan langsung mengantisipasi secara cepat dan berkesinambungan, sejalan dengan pembangunan dan mampu merespon isu sesuai dengan arah kebijakan strategis pembangunan. Dari sisi sumber daya manusia (SDM), perlu membangun SDM aparatur pembelajar, dengan menanamkan konsep pola pikir yang mampu berfikir strategis, terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pelaku pembangunan serta masyarakat, dengan berdasarkan sistem merit dan talent management. Dari sisi pelayanan publik, diharapkan akan terbangun pelayanan publik berkualitas, akuntabel, dan responsif yang dapat memberikan perubahan sosial. Hal ini ditandai dengan terpenuhinya standar pelayanan, terbangunnya portal layanan terpadu baik secara elektronik maupun non elektronik, kanal pengaduan layanan yang efektif dan perbaikan layanan berkala bersama stakeholder (masyarakat dan pelaku usaha).
Untuk itu tata kelola pemerintahan sangat memerlukan prasyarat telah terbangunnya proses bisnis yang efektif, terbuka untuk berkolaborasi antar Pemerintah maupun dengan non Pemerintah. Tata kelola juga akan terus diperbaiki dan di evaluasi secara berkala didukung dengan teknologi informasi dan komunikasi yang optimal. Selain terkoneksinya antar Lembaga di tingkat pusat, keterhubungan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah menjadi penting, karena pelaksanaan dari proses bisnis pada tingkat teknis akan membawa dampak positif baik langsung maupun secara tidak langsung pada pelaksanaan program pembangunan dan penyelenggaraan pelayanan publik.
58
BAB III Posisi Perusahaan Saat Ini
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2020 - 2024 3.1.9 Identifikasi Faktor Eksternal
Berikut di bawah ini resume identifikasi faktor eksternal PT PPI (Persero) berdasarkan peluang dan ancaman adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2 Resume Identifikasi Faktor Eksternal PT PPI (Persero)
PELUANG ANCAMAN
1. Sektor pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran memiliki ukuran pasar (market size) yang besar dibanding sektor lainnya.
2. Perkembangan infrastruktur nasional dan konektivitas perdagangan global dan domestik memberikan kemudahan pengiriman barang baik melalui transportasi udara, darat, dan laut.
3. Memiliki peluang melalui cluster pangan dimana posisi PT PPI sebagai trader dan distributor dari seluruh produk yang dimiliki oleh BUMN Produsen yang tergabung didalamnya
4. Pertumbuhan pangsa pasar dalam negeri untuk bahan pokok dan konsumsi akan meningkat seiring pertumbuhan middle class income, pertumbuhan penduduk, dan peningkatan industri pariwisata setiap tahunnya.
5. Kualitas lingkungan hidup yang meningkat memberikan dampak terhadap produsen dan masyarakat untuk peduli lingkungan.
6. Terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik mampu
mendukung kemudahan
berkolaborasi dengan Instansi maupun swasta baik domestik maupun internasional.
1. Entry barrier yang rendah untuk bisnis perdagangan menciptakan persaingan yang semakin kompetitif.
2. Regulasi pemerintah untuk produk komoditi strategis dapat mempengaruhi tata niaga perdagangan dan proyeksi pendapatan perusahaan.
3. Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang tidak stabil terhadap Dolar Amerika memiliki risiko yang tinggi terhadap perdagangan impor dan ekspor (hedging).
4. Dampak dari ekonomi global seperti perang dagang antara Amerika dan Tiongkok mengakibatkan potensi masuknya produk-produk buatan Tiongkok ke dalam negeri secara masif.
5. Kehadiran model bisnis perdagangan online (e-Commerce) dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli produk dan menjadi saluran penjualan untuk perusahaan perdagangan.
6. Perubahan perilaku konsumsi masyarakat dan alur distribusi produk akibat dari dampak Covid 19.
59
BAB III Posisi Perusahaan Saat Ini
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2020 - 2024
PELUANG ANCAMAN
7. Transformasi digital mendukung perusahaan dalam efektifitas kegiatan operasional, pengambilan keputusan strategis dan memperkuat GCG.
3.2 ANALISA INTERNAL 3.2.1 Sustainability
Berikut di bawah ini gambaran kinerja keuangan PT PPI (Persero) tahun 2015 – 2019:
Grafik 3.12 Kinerja Keuangan PT PPI (Persero) Tahun 2015 - 2019
Dari grafik di atas dapat dijelaskan bahwa kinerja keuangan PT PPI (Persero) tahun 2015 – 2019 :
1. Pendapatan usaha sepanjang tahun 2015 hingga 2019 mengalami fluktuatif oleh beberapa faktor diantaranya realisasi penjualan produk gula kristal putih dan daging yang terkendala akibat pasokan produk gula kristal putih dan daging;
2. EBITDA tahun 2015 hingga 2019 mengalami fluktuatif yang diakibatkan fluktuasi pendapatan usaha di setiap tahunnya;
3. PT PPI (Persero) melakukan pembayaran kewajiban hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang terutama RDI dan eks-BPPN sehingga nilai hutang di tahun 2019 sebesar Rp 1.066 Milyar dari Rp 1.409 Milyar di tahun 2015;
4. Fluktuasi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan Perusahaan menyebabkan penurunan posisi kas operasional dari Rp 274 Milyar di tahun 2015 menjadi Rp 101 Milyar di tahun 2019.
60
BAB III Posisi Perusahaan Saat Ini
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2020 - 2024 3.2.2 Sistem Pendukung
1. Aset
Berikut di bawah ini merupakan gambaran utilisasi aset PT PPI (Persero) tahun 2019 – 2020 :
Gambar 3.14 Utilisasi Aset PT PPI (Persero) Tahun 2019 – 2020
Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa salah satu kekuatan dan aspek strategis yang dimiliki oleh PT PPI (Persero) adalah kepemilikan aset tetap, dimana aset tetap tersebut dapat dimanfaatkan oleh Perusahaan untuk tujuan sebagai berikut:
a. Optimalisasi aset melalui persewaan dan kerjasama pihak ketiga untuk mendukung kinerja keuangan Perusahaan;
b. Dukungan fasilitas Pendanaan, khususnya dari Perbankan sebagai alternative pemenuhan collateral;
c. Utilisasi aset untuk mendukung bisnis Perusahaan (sarana pergudangan) Namun pemanfaatan aset tetap PT PPI (Persero) belum dapat sepenuhnya terealisasi, yang disebabkan belum seluruh asset tetapnya berada pada kondisi clean and clear, untuk itu PT PPI (Persero) terus berupaya melakukan penyelesaian pengurusan asset dimaksud agar dapat memberikan manfaat besar bagi Perusahaan.
Berikut terlampir Proyeksi dalam rangka untuk penyelesaian Aset PT PPI (Persero) yang akan dilakukan untuk 5 tahun kedepan.
Tabel 3.3 Proyeksi Penyelesaian Aset PT PPI (Persero)
Proyeksi 5 Tahun 2020-2024 2020 2021 2022 2023 2024 Keterangan
Perpanjangan Sertifikat 23 15 5 12 2 Clean, Clear
Pembaharuan 26 26 26 27 27 Clean, Tidak Clear
SKPT 40 41 47 41 41 Tidak Clean, Tidak Clear
Pengosongan dan Pembebasan 7 3 68 3 3 Tidak Clean, Tidak Clear
Keterangan : Clean = Aset Dikuasai PT PPI (Persero) Clear = Sertifikat Hidup
61
BAB III Posisi Perusahaan Saat Ini
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2020 - 2024
Berdasarkan proyeksi dalam 5 tahun ke depan, pada tahun 2020 ada sebanyak 141 aset yang sudah dalam kategori “Clean & Clear”, 170 aset dalam kategori “Belum Clear”, 214 aset dalam kategori “Belum Clean dan Belum Clear” dengan target pada tahun 2024 ada sebanyak 301 aset yang sudah dalam kategori “Clean &
Clear”, 26 aset dalam kategori “Belum Clear” dan 198 aset dalam kategori “Belum Clean dan Belum Clear”.