• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Definisi dan Operasional Antar Variabel

1. Pengungkapan CSR (X 1 )

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa

organisasi, khususnya perusahaan (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Pengungkapan sosial perusahaan merupakan suatu cara bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan kepada para stakeholder bahwa perusahaan memberikan perhatian pada pengaruh sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh perusahaan.

Variabel ini dapat diukur dengan melihat banyaknya item pengungkapan sosial yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaan. Jika perusahaan menyajikan pengungkapan sosial diberi skor satu (1), namun jika tidak menyajikan maka diberi skor nol (0).

Indeks = 𝑛

π‘˜

π‘₯ 100%

Keterangan:

n: Jumlah item pengungkapan yang dipenuhi k: Jumlah semua item yang mungkin dipenuhi

67

2. Return on Equity (ROE) (X2)

Return on Equity adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan. Rasio ini juga dipengaruhi oleh besar kecilnya hutang perusahaan. Apabila proporsi hutang makin besar maka rasio ini juga akan semakin besar.

Rasio ini mengukur besarnya tingkat pengembalian modal dari perusahaan. Rasio ini dihitung dengan rumus membagi laba bersih dengan modal pemegang saham. Secara matematis ROE dapat dirumuskan sebagai berikut:

3. Retun on Asset (ROA) (X3)

Return on asset (ROA) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan tingkat aset yang tertentu (Hanafi, et al., 2005). ROA dapat dijadikan indikator earning power perusahaan yang mencerminkan kinerja manajeman dalam menggunakan seluruh asset yang dimiliki. Tinggi rendahnya Return On Asset (ROA) tergantung pada pengelolaan asset perusahaan oleh manajemen yang

ROE = πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž π‘†π‘’π‘‘π‘’π‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜ π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘ 

68 menggambarkan efisiensi dari operasional perusahaan. Semakin tinggi Return On Asset (ROA) semakin efisien operasional perusahaan.

ROA yang rendah mengindikasikan pendapatan perusahaan yang rendah terhadap sejumlah asset yang dimilikinya dapat disebabkan oleh banyaknya asset perusahaan yang menganggur, investasi dalam persediaan yang terlalu banyak, kelebihan uang kertas, aktiva tetap beroperasi dibawah normal dan lain-lain.

ROA merupakan rasio antara laba bersih sesudah pajak atau Net Income After Tax (NIAT) terhadap total asset. Semakin besar ROA menunjukkan kinerja perusahaan semakin baik, karena return semakin besar. Secara matematis ROA dapat dirumuskan sebagai berikut:

4. SizePerusahaan (X4)

Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, jumlah modal dan jumlah tenaga. Ukuran ideal skala perusahaan merupakan kemampuan fungsi perusahaan, fungsi adaptasi, fungsi sentralisasi, fungsi jenis usaha, dimana bobot ukuran masing-masing perusahaan hanya dapat diukur oleh perusahaan tersebut (Sasongko, 2010). Ukuran suatu perusahaan dapat mempengaruhi luas pengungkapan informasi dalam laporan keuangan

ROA = 𝑁𝐼𝐴𝑇 π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑

69 mereka. Secara umum perusahaan besar akan mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan kecil.

SIZE = Ln (Total Assets)

5. Abnormal return (Y)

Menurut Hartono (2009) dalam Kastutisari dan Dewi (2014) abnormal return merupakan salah satu indikator yang dipakai untuk melihat keadaan pasar yang sedang terjadi. Informasi dapat dikatakan memiliki nilai bagi investor apabila informasi tersebut memeberikan reaksi untuk melakukan transaksi di pasar modal. Menurut Hartono (2009) dalam Anugrawati dan Wahidahwati (2015) abnormal return adalah selisih antara realized return dan expected return.

Abnormal return akan positif jika return yang didapatkan lebih besar dari retrun yang diharapkan atau return yang dihitung. Sedangkan abnormal return akan negatif jika return yang didapat lebih kecil dari return yang diharapkan atau return yang dihitung. Rumus untuk menghitung abnormal return:

70

Tabel 3.1

Pengukuran Operasional Variabel Penelitian

Variabel Indikator

Skala Pengukuran

Pengungkapan CSR (X1)

Banyaknya item pengungkapan sosial yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaan. Jika perusahaan menyajikan pengungkapan sosial diberi skor satu (1), namun jika tidak menyajikan maka diberi skor nol (0).

Indeks = 𝑛 π‘˜x 100% Rasio ROE (X2) πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž π‘†π‘’π‘‘π‘’π‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜ π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  Rasio ROA (X3) 𝑁𝐼𝐴𝑇 π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑 Rasio Size Perusahaan (X4)

Ln (Total asset perusahaan) Rasio

Abnormal Return (Y)

ARi,t = Ri,t – E (Ri,t) Rasio

71

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari annual report perusahaan pertambangan dan pertanian yang listing di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia pada alamat website

www.idx.co.id.

Penggunaan perusahaan pertambagan dan pertanian ini dikarenakan perusahaan kategori tersebut merupakan perusahaan ekstraktif (perusahaan yang kegiatannya mengambil hasil alam secara langsung) dan perusahaan agraria (perusahaan yang mengolah alam atau lahan) sehingga kemungkinan untuk menimbulkan kerusakan keseimbangan ekosistem menjadi lebih besar. Dalam penelitian ini digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel. Penelitian secara purposive sampling mengindikasikan bahwa sampel yang digunakan dalam penelitian merupakan representasi dari populasi yang ada serta sesuai dengan tujuan dari penelitian. Pengelolaan data pada penelitian ini menggunakan fasilitas elektronik dengan menggunakan SPSS Versi 22 untuk memudahkan pengolahan data sehingga dapat menjelaskan variabel yang diteliti. Berikut Tabel 4.1 menyajikan perolehan

72 sampel berdasarkan kriteria yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Tabel 4.1

Rincian Perolehan Sampel Penelitian

Kriteria Jumlah

Perusahaan pertambangan dan pertanian yang terdaftar di BEI tahun 2011-2015

64

Perusahaan pertambangan dan pertanian yang tidak menyajikan laporan keuangan dengan mata uang rupiah

(30)

Perusahaan pertambangan dan pertanian yang tidak mengungkapkan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam laporan tahunan (annual report) selama periode 2011-2015 secara berturut-turut

(8)

Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria 26

Total sampel penelitian selama 5 periode 130

Sumber: Data sekunder yang diolah

Berdasarkan tabel di atas maka dapat dilihat bahwa sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 130 perusahaan. Sampel tersebut dipilih karena telah memenuhi kriteria yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan analisis penelitian. Namun, karena terdapat 12 data yang outlier maka sampel penelitian ini berjumlah 118. Daftar nama perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini yang dijelaskan dalam tabel 4.2 dengan nama perusahaan sebagai berikut:

73

Tabel 4.2

Sampel Data Penelitian

PERUSAHAAN PERTAMBANGAN PERUSAHAAN PERTANIAN

NO KODE PERUSAHAAN NO KODE PERUSAHAAN

1 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk 13 AALI Astra Agro Lestari Tbk

2 ATPK Bara Jaya Internasional Tbk 14 BISI BISI International Tbk 3 CITA Cita Mineral Investindo Tbk 15 BTEK Bumi Teknokultura

Unggul Tbk

4 CKRA Cakra Mineral Investindo Tbk 16 BWPT Eagle High Plantations Tbk

5 CTTH Citatah Tbk 17 CPRO Central Proteina Prima Tbk

6 DKFT Central Omega Resources Tbk 18 GZCO Gozco Plantations Tbk

7 ELSA Elnusa Tbk 19 IIKP Inti Agri Resources

Tbk

8 MITI Mitra Investindo Tbk 20 JAWA Jaya Agra Wattie Tbk 9 PTBA Tambang Batubara Bukti

Asam (Persero) Tbk 21 LSIP

PP London Sumatra Indonesia Tbk

10 RUIS Radiant Utama Interinsco Tbk 22 SGRO Sampoerna Agro Tbk 11 SMMT Golden Eagle Energy Tbk 23 SIMP Salim Ivomas Pratama

Tbk 12 TINS Timah (Persero) Tbk 24 SMAR Smart Tbk

25 TBLA Tunas Baru Lampung Tbk

26 UNSP Bakrie Sumatera Plantations Tbk

74

B. Hasil Uji Instrumen Penelitian 1. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan metode di mana semua data yang berhubungan dengan penelitian dikumpulkan dan dikelompokkan untuk kemudian dianalisis dan diinterprestasikan secara objektif dengan membandingkan nilai minimum, nilai maksimum dan rata-rata dari sampel.

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengungkapan CSR, ROE, ROA dan size perusahaan sebagai variabel independen. Berikut Tabel 4.3 merupakan analisis deskriptif untuk variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 4.3 Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation CSR 118 0,011 0,681 0,08643 0,116531 ROE 118 -3,979 0,916 -0,01540 0,562811 ROA 118 -0,721 0,268 0,02974 0,121884 SIZE 118 22,901 31,087 28,74748 1,631873 AR 118 -0,857 0,637 -0,13823 0,287470 Valid N (listwise) 118

75 a. Variabel Independen

(1) Pengungkapan CSR

Hasil uji statistik pada tabel 4.3 menunjukan bahwa variabel Pengungkapan CSR (CSR) dengan jumlah sampel (N) 118 memiliki nilai minimum sebesar 0,011 yang diperoleh dari tahun 2011 PT. Bara Jaya Internasional Tbk, PT Golden Eagle Energy Tbk dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. Pada tahun 2012 PT Cakra Mineral Tbk. Pada tahun 2014 PT Cita Mineral Investindo Tbk. Lalu, pada tahun 2015 PT Cita Mineral Investindo Tbk dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk. Sedangkan nilai maksimum 0,681 yang diperoleh dari PT Timah (Persero) Tbk pada tahun 2013. Nilai rata-rata (mean) pengungkapan CSR sebesar 0,08643 dan standar deviasi sebesar 0,116531.

Dokumen terkait