• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENILAIAN INDIVIDU BANGUNAN NON STANDAR 2021

Dalam dokumen 2021 Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Halaman 34-44)

Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan diatas antara lain :

PENILAIAN INDIVIDU BANGUNAN NON STANDAR 2021

No. Objek Pajak

Informasi Awal SPPT Informasi Akhir SPPT Setelah Penilaian

Alamat OP NOP Nama WP LT LB NJOP (T) NJOP (B) Ketetapan

2018 Awal LT LB NJOP (T) NJOP (B) Ketetapan 2018 Awal 1 Hotel Agria Jl. Raya Tajur 612 32.71.030.013.001.0108.0 Tonya Irawan Ilot 767 284 4.605.000 1.200.000 7.645.670 1.035 3.457 4.605.000 4.825.000 53.490.500

32.71.030.013.001.0107.0 198 50 4.605.000 1.200.000 1.382.685

32.71.030.013.001.0110.0 60 50 4.605.000 968.000 343.375

32.71.030.013.001.0425.0 201 4.605.000 1.313.408

Jumlah 10.685.138

2 Hotel Savero Jl. Raya Pajajaran

No. 38 32.71.050.001.011.0056.0 MGS. H. Idrus Ali 1.138 247 13.125.000 1.516.000 38.151.755 1.138 6.016 13.125.000 4.200.000 100.383.625 3 SPBU SHELL Jl. Pajajaran 32.71.010.002.013.0027.0 H. Sipahutar, SH 1.926 414 13.125.000 3.100.000 66.280.375 1.926 414 13.125.000 4.200.000 67.418.875 4 Bangunan Gudang Jl. Johar Ujung 32.71.060.011.007.0031.0 PT. Subur Jaya Gemilang 555 - 537.000 - 266.338 10.814 4.906 2.013.000 3.100.000 92.317.955

32.71.060.011.007.0070.0 4.044 - 537.000 - 3.733.712

32.71.060.011.007.0071.0 1.000 - 537.000 - 636.000

32.71.060.011.007.0072.0 5.215 - 537.000 - 4.843.820

32.71.060.011.009.0213.0 428 - 537.000 - 152.872

32.71.060.011.009.0214.0 307 - 537.000 - 95.518

Jumlah 9.728.260

5 Rumah Sakit Jl. Raya Pajajaran

No. 80 32.71.050.003.009.0068.0 Perhimpunan PMI/ RS. PMI 21.050 7.393 13.125.000 823.000 622.641.723 21.050 6.618 13.125.000 4.200.000 760.067.125

Jumlah 747.487.251 1.073.678.080

Kegiatan Penilaian Individu bagi objek pajak khusus non standar ini menambah potensi pajak daerah sebesar Rp. 326.190.829,- (Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Seratus Sembilan Puluh Ribu Delapan Ratus Dua Puluh Sembilan Rupiah).

Dari anggaran Sub Kegiatan Penilaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp. 170.000.000,- realisasi sampai dengan bulan Desember 2021 sebesar Rp. 166.453.000,- (97,91%), sisa anggaran dari kegiatan ini sebesar Rp. 3.547.000,- (2,09%).

6) Penetapan Wajib Pajak Daerah

No. Uraian Target Realisasi % Kinerja

1 Tercetaknya Buku DHKP PBB 320 Buku 320 Buku 100%

2 Terlaksananya Cetak Massal PBB 262.000

Lembar 266.980

Lembar 101,90%

Maksud dari kegiatan ini adalah memastikan kebenaran penghitungan ketetapan pajak daerah.

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan tertib administrasi pelaporan pajak daerah sesuai dengan Peraturan Walikota Nomor 20 Tahun 2020 tentang Penetapan Pembayaran Pajak Terutang Untuk Pajak Restoran, Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Dan Pajak Parkir Sebagai Dampak Status Kejadian Luar Biasa Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kota Bogor.

Melalui Kegiatan ini dilaksanakan juga kegiatan-kegiatan :

a. Penetapan Pajak Reklame yang dilaksanakan pada januari sampai dengan desember 2021 antara lain :

1) SKPD Reklame yang sudah ditetapkan : 4.012 Dokumen

b. Penetapan Pajak Air Tanah yang dilaksanakan pada Januari sampai dengan Desember 2021 antara lain :

1) SKPD Air Tanah yang sudah ditetapkan : 1.237 Dokumen

c. Penetapan PBB-P2 Cetak Massal, PBB-P2 Daftar Baru dan Penerbitan Kembali yang dilaksanakan pada Januari sampai dengan Desember 2021 antara lain :

1) PBB-P2 Ketetapan Cetak Massal : 262.928 SPPT 2) Penetapan PBB NOP Baru dan Penerbitan Kembali : 482 Dokumen

3) Mencetak DHKP PBB-P2 : 68 Dokumen

Dari anggaran Sub Kegiatan Penetapan Wajib Pajak Daerah sebesar Rp. 84.760.000,- realisasi sampai dengan bulan Desember 2021 sebesar Rp. 84.148.000,- (99,28%), sisa anggaran dari kegiatan ini sebesar Rp. 612.000,- (0,72%).

7) Penelitian dan Verifikasi Data Pelaporan Pajak Daerah

No. Uraian Target Realisasi % Kinerja

1 Terlaksananya Monitoring, Profilling dan maintenance

Alat Fiskal Elektronik 1 Paket 1 Paket 100%

2 Terlaksananya Penetapan Pajak Air Tanah 213

Ketetapan 1.237

Ketetapan 580,75%

3 Terlaksananya Penetapan Pajak Reklame 4.945

Ketetapan 4.012

Ketetapan 81,13%

4 Terlaksananya Validasi BPHTB 6.000 Berkas 6.346 Berkas 105,77%

5 Terlaksananya Verifikasi dan Penghitungan Pajak Hiburan

6 Terlaksananya Verifikasi dan Penghitungan Pajak

Hotel 248 Wajib

Pajak 460 Wajib

Pajak 185,48%

7 Terlaksananya Verifikasi dan Penghitungan Pajak

Parkir 566 Wajib

Pajak 1.495 Wajib

Pajak 264,13%

8 Terlaksananya Verifikasi dan Penghitungan Pajak

Penerangan Jalan 1 Wajib Pajak 1 Wajib Pajak 100%

9 Terlaksananya Verifikasi dan Penghitungan Pajak

Restoran 1.269 Wajib

Pajak 2.611 Wajib

Pajak 205,75%

10 Terpenuhinya Data Kuota Alat Fiskal Elektronik 544 Buah 734 Buah 134,93%

Maksud dari kegiatan ini adalah memastikan kesesuaian SPTPD dan SSPD yang dibayarkan dan memverifikasi kewajaran pelaporan pajak daerah.

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan tertib administrasi pelaporan pajak daerah.

Melalui Kegiatan ini dilaksanakan juga kegiatan-kegiatan :

a. Verifikasi Pajak Daerah Lainnya (Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, Parkir, PPJ) yang dilaksanakan pada januari sampai dengan desember 2021 terhadap pelaporan omset wajib pajak antara lain :

1) Pajak Restoran : 9.104 Dokumen

b. Monitoring Alat Perekam Data Secara Elektronik yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2021 antara lain :

1) Alat Perekam Data Secara Elektronik yang sudah termonitoring dan terprofiling sebanyak 146 Device;

2) Maintenance Alat Perekam Data Secara Elektronik sebanyak 64 Device.

c. Penelitian BPHTB yang dilaksanakan pada januari sampai dengan desember 2021 terhadap berkas validasi BPHTB antara lain :

3) BPHTB yang sudah diaproval : 5.031 Dokumen 4) BPHTB yang diklarifikasi wajib pajak : 964 Dokumen 5) BPHTB terdapat kurang bayar : 19 Dokumen 6) STPD denda pelaporan bulanan PPAT : 90 STPD 7) STPD denda PPAT 7.5 juta : 1 STPD 8) STPD sanksi administrasi BPHTB : 3 STPD

9) SKPDLB BPHTB : 2 SKPD

Adanya pandemi covid 19 sangat mempengaruhi keadaan ekonomi di seluruh negeri termasuk di Indonesia. Kota Bogor sendiri merasakan dampak dari pendemi tersebut dikarenakan adanya kebijakan pembatasan kegiatan di masyarakat, diantaranya pembatasan jam operasioanal Restoran, Mall, Hotel dan Hiburan yang berpengaruh juga pada Pendapatan Pajak.

Penyebab terjadinya penurunan realisasi kinerja antara lain adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sebelumnya mengunakan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Permasalahan yang dihadapi antara lain :

1. Adanya pembatasan jam operasional Restoran, Hotel dan Mall akibat pandemi yang berdampak pada penurunan pendapatan pajak;

2. Server Alat Perekam Data Secara Elektronik rusak;

3. Kerusakan pada beberapa device Alat Perekam Data Secara Elektronik;

4. Device Alat Perekam Data Secara Elektronik kadang dalam kondisi mati di wajib pajak;

5. WP tutup permanen;

6. Wajib Pajak banyak yang melakukan perubahan pada sistem cash registernya yang berakibat pada berubahnya layout struk tanda bukti penjualan;

7. Kurangnya SDM Verifikator BPHTB;

8. Pembatasan jam operasional untuk Hotel, Hiburan, Restoran dan Mall sehingga berpengaruh pada perpanjangan Izin Penyelenggaraan Reklame;

9. Pembuatan Sistem Informasi Bank Data Harga Pasar Tanah dan Bangunan;

10. Sering terlambatnya pengesahan NPA dari dinas ESDM provinsi jawa barat;

11. Mesin Printronik untuk Cetak Massal PBB-P2 terkadang rusak.

Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini antara lain : 1. Dihapuskannya denda keterlambatan pembayaran pajak.

2. Relaksasi pajak berupa penghapusan denda pajak dan pemberian diskon pajak akan dilanjutkan pada tahun 2022.

3. Perbaikan server Alat Perekam Data Secara Elektronik, Install ulang server Alat Perekam Data Secara Elektronik, Backup server Alat Perekam Data Secara Elektronik;

4. Melakukan maintenance hardware maupun software device baru Alat Perekam Data Secara Elektronik;

5. Melakukan pengecekan lapangan ke Wajib Pajak;

6. Melakukan Profiling ulang.

7. Koordinasi dengan DPMPTSP Kota Bogor dan melakukan rekonsiliasi IPR dengan SKPD Reklame setiap bulan.

8. Koordinasi ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor dan Dinas ESDM provinsi Jawa Barat.

9. Melakukan maintenance mesin Printronix.

Dari anggaran Sub Kegiatan Penelitian dan Verifikasi Data Pelaporan Pajak Daerah sebesar Rp. 344.950.000,- realisasi sampai dengan bulan Desember 2021 sebesar Rp. 235.263.611,- (68,20%), sisa anggaran dari kegiatan ini sebesar Rp. 109.686.389,- (31,80%).

8) Penagihan Pajak Daerah

No. Uraian Target Realisasi % Kinerja

1 Diterimanya SPPT PBBP2 oleh Wajib Pajak 175.000 Lembar

175.000 Lembar

100%

2 Operasi Gabungan Pemasangan Plang Pengawasan

PBB P2 4 Kali - 0%

3 Operasi Gabungan Pemasangan Stiker Pengawasan

Pajak Daerah 4 Kali 1 Kali 25%

4 Operasi Gabungan Penertiban Reklame Permanen 24 Kali 12 Kali 50%

5 Terlaksananya Koordinasi Bantuan Hukum dengan

Kejaksaan bagi wajib pajak yang tidak patuh 4 Kali 5 Kali 125%

6 Terlaksananya Layanan Mobil Keliling Pajak Daerah 8 Bulan 10 Bulan 125%

7 Terlaksananya Penagihan Piutang Pajak Daerah 12 Bulan 12 Bulan 100%

8 Terlaksananya Penertiban Reklame Non Permanen 144 Kali 144 Kali 100%

Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kota Bogor dalam melakukan penindakan terhadap pelanggar penyelenggaraan reklame dengan berpedoman pada Peraturan Walikota Bogor Nomor 93 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame, dimana didalam kegiatan ini dilakukan upaya-upaya penindakan yang dilaksanakan baik berupa teguran lisan, tertulis, penutupan sampai dengan tindakan pembongkaran.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan reklame di Kota Bogor, serta mengamankan PAD khususnya dari pajak reklame. Para Wajib Pajak diharapkan disiplin dan patuh terhadap ketentuan penyelenggaraan reklame di Kota Bogor dan khususnya dalam kewajiban perpajakan di Kota Bogor.

Pada tahun 2021 telah dilaksanakan penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) kepada wajib pajak secara tepat dan cepat. Penyebaran SPPT secara elektronik merupakan salah satu upaya perbaikan kinerja penyebaran SPPT PBB P2, diharapkan dengan peningkatan jumlah E-SPPT maka lebih memudahkan wajib pajak dalam menerima SPPT PBB P2.

Melalui Kegiatan ini telah dilaksanakan Pemilahan, Penyerahan dan Penyampaian SPPT PBB P2 di Kota Bogor sebanyak 175.000 lembar (100%) di 68 Kelurahan serta monitoring penyampaian SPPT PBB P2.

Tujuannya agar Wajib Pajak secara langsung dapat mengetahui jumlah yang harus dibayar dan Wajib Pajak dapat segera membayar PBB P2 sebelum jatuh tempo.

Selain itu telah dilaksanakan juga Penertiban pajak terhadap 6 jenis pajak antara lain Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Parkir, Pajak Hiburan, Pajak Air Tanah dan Pajak Reklame, Operasi Gabungan Pemasangan Stiker Pengawasan Pajak Daerah, Operasi Gabungan Penertiban Reklame Permanen dengan menertibkan sebanyak 42 buah reklame, Koordinasi Bantuan Hukum dengan Kejaksaan bagi wajib pajak yang tidak patuh, Layanan Mobil Keliling Pajak Daerah, Penagihan Piutang Pajak Daerah dan Penertiban Reklame Non Permanen sebanyak 144 kali (100%) dengan menertibkan sebanyak 5.516 lembar spanduk.

Capaian kinerja pada tahun anggaran 2021 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini disebabkan adanya pandemic Covid 19 yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan penindakan pajak daerah, karena kegiatan penindakan pajak daerah melibatkan interaksi secara langsung dengan pihak lain (wajib pajak).

Terdapat penurunan jumlah operasi reklame non permanen dan operasi gabungan penertiban reklame permanen dikarenakan adanya pengurangan jadwal kegiatan, menyesuaikan dengan kebijakan daerah untuk mengurangi aktifitas di luar dan aktifitas yang memungkinkan terjadinya kerumunan.

Permasalahan yang dihadapi antara lain : a. Objek dan Subjek Pajak tidak jelas;

b. Objek Pajak masih bermasalah;

c. SPPT Double;

d. Penyelenggaraan reklame yang tidak sesuai dengan ketentuan seperti tidak berijin, tidak membayar pajak, melakukan pemasangan reklame tidak pada tempat yang semestinya yang dapat membahayakan orang lain dan tidak sesuai estetika (menyalahi K3);

e. Wajib pajak tidak melakukan pembayaran pajak dan melakukan pemasangan tanpa ijin yang dilakukan pada hari libur kerja;

f. Adanya pembatasan sosial yang berdampak pada pengurangan jadwal kegiatan.

Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain :

a. Koordinasi dengan aparat Kelurahan setempat;

b. Laporan penyampaian SPPT PBB P2 harus dengan menggunakan aplikasi penyampaian struk agar dapat dimonitor progress setiap harinya;

c. Menyampaikan laporan SPPT PBB P2 tidak disampaikan kepada wajib pajak karena masih bermasalah kepada bidang terkait agar dapat ditindaklanjuti;

d. Melakukan tindakan penertiban reklame yang meliputi penutupan dan pembongkaran terhadap reklame yang melanggar ketentuan;

e. Melakukan kegiatan lembur penertiban reklame setiap hari libur kerja;

f. Melakukan peneguran terhadap wajib pajak yang tidak melaksanakan kewajiban dan menghimbau agar segera melaksanakan kewajibannya baik mengurus perijinan ataupun membayar pajak, dengan menutup sementara reklame tersebut.

g. Kegiatan penertiban reklame lebih difokuskan ke reklame non permanen dengan lebih memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan yang lebih ketat dan penertiban di malam hari juga menjadi salah satu upaya agar tetap menjalankan kegiatan dan menghindari kerumunan.

Dari anggaran Sub Kegiatan Penagihan Pajak Daerah sebesar Rp. 794.750.000,- realisasi sampai dengan bulan Desember 2021 sebesar

Rp. 788.017.200,- (99,15%), sisa anggaran dari kegiatan ini sebesar Rp. 6.732.800,- (0,85%).

9) Pengendalian, Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah

No. Uraian Target Realisasi % Kinerja

1 Kajian Pemetaan Wajib Pajak Berdasarkan Resiko Ketidakpatuhan

1 Kajian 1 Kajian 100%

2 Pemeriksaan Pajak Daerah 105 Wajib

Pajak

106 Wajib Pajak

100,95%

Sistem pemungutan pajak terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Pajak dibayar sendiri oleh Wajib Pajak dan Pajak yang ditetapkan oleh Pemerintah. Untuk pajak yang dibayar sendiri, Wajib Pajak memiliki kewajiban menghitung, membayar dan melaporkan sendiri pajak yang menjadi kewajibannya.

Konsekuensi dari sistem ini adalah kemungkinan pelaporan dan pembayaran pajak yang tidak benar, baik akibat dari salah hitung atau unsur ketidakpatuhan dari Wajib Pajak. Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor memiliki kewajiban untuk mengawasi kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan berupa pelaporan dan pembayaran pajak. Pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dilaksanakan dalam kegiatan pengendalian, pemeriksaan dan pengawasan kepada wajib pajak hotel, restoran, hiburan, parkir dan BPHTB.

Pelaksanaan kegiatan Pengawasan dan Pemeriksaan Pajak Daerah meliputi :

a. Klarifikasi kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan;

b. Pemeriksaan kepada Wajib Pajak yang tutup dan dihapus Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) nya;

c. Pemeriksaan kepada wajib pajak untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan sesuai dengan Peraturan Walikota Bogor Nomor 22 Tahun 2012 tentang Pemeriksaan Pajak Daerah;

d. Pemeriksaan kepada wajib pajak yang mengajukan restitusi kompensasi.

Hasil Kegiatan Pengawasan dan Pemeriksaan Pajak Daerah tahun 2021 adalah sebagai berikut :

a. Klarifikasi kepada 39 Wajib Pajak Restoran, dengan pengakuan kurang bayar Rp. 1.388.931.965;

b. Pemeriksaan kepada 2 Wajib Pajak Restoran dengan jumlah Surat

Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB) sebesar Rp. 420.905.388,-;

c. Pemeriksaan kepada 56 wajib pajak BPHTB dengan jumlah SKPDKB sebesar Rp. 71.687.737,-;

d. Pemeriksaan kepada 99 wajib pajak untuk penghapusan NPWPD yaitu kepada :

1) Wajib pajak restoran yang dihapuskan sebanyak 78 WP;

2) Wajib pajak parkir yang dihapuskan sebanyak 16 WP;

3) Wajib pajak hiburan yang dihapuskan sebanyak 5 WP.

e. Pemeriksaan dalam Rangka Tujuan Lain yaitu pengajuan restitusi dan kompensasi kepada 8 Wajib Pajak BPHTB, 1 Wajib Pajak Reklame dan 3 Wajib Pajak PBB.

Pelaksanaan Pengawasan dan Pemeriksaan Pajak pada tahun 2021 tetap mengalami kendala karena adanya kejadian luar biasa Corona Virus Disease 2019 (Covid19) yang menyebabkan adanya hambatan dalam melakukan klarifikasi kepatuhan pembayaran dan pelaporan pajak daerah.

Upaya yang telah dilakukan untuk mencapai target pengawasan pajak daerah adalah :

a. Mengikutsertakan jajaran Subbid Pengendalian, Pemeriksaan dan Pengawasan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan pemeriksaan pajak sebagai salah satu syarat pemeriksaan pajak;

b. Memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mengumpulkan data atau informasi tentang wajib pajak;

c. Menyusun prioritas wajib pajak yang akan diperiksa;

d. Bersama dengan sub bidang penyuluhan dan keberatan memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada Wajib Pajak.

Adanya Perjanjian Kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dan Pemerintah Kota Bogor Nomor Kep-71/PJ.08/2020, Nomor Kep-42/PK-4/2020 dan No. 119/Perj.42.Bapenda/2020 tentang Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah di Kota Bogor dimana ruang lingkup perjanjian adalah :

a. Pelaksanaan pertukaran data perpajakan;

b. Pelaksanaan pengawasan wajib pajak bersama;

c. Koordinasi dalam penyusunan regulasi pajak daerah;

d. Dukungan kapasitas dalam kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan dalam rangka pembinaan administrasi perpajakan daerah serta sosialisasi perpajakan secara terpadu.

Hal ini diharapkan akan membantu permasalahan yang dihadapi yaitu : a. Kecilnya rasio jumlah pemeriksa pajak dibandingkan dengan wajib pajak;

b. Masih kurangnya kompetensi pemeriksa pajak;

c. Tidak adanya fungsional pemeriksa pajak;

d. Tidak ada pemeriksa yang memiliki kemampuan untuk audit system informasi;

e. Terbatasnya anggaran untuk pemeriksaan;

f. Banyaknya wajib pajak yang tidak memiliki pencatatan dan pembukuan.

Dari anggaran Sub Kegiatan Pengendalian, Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah sebesar Rp. 106.145.000,- realisasi sampai dengan bulan Desember 2021 sebesar Rp. 104.480.400,- (98,43%), sisa anggaran dari kegiatan ini sebesar Rp. 1.664.600,- (1,57%).

BAB IV P E N U T U P

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) adalah media pertanggungjawaban yang berisi informasi mengenai kinerja Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor dan bermanfaat untuk : (1) Mendorong Instansi Pemerintah untuk menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan secara baik dan benar (Good Governance) yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebiajakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat; (2) Menjalin Instansi Pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efesien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungan; (3) Menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja; serta (4) Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah.

Dari hasil analisis kinerja diperoleh capaian akhir kinerja pencapaian sasaran Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor tahun 2021, sebagai berikut :

Misi Kedua :

1. Sasaran Strategis Meningkatnya Kepuasan Wajib Pajak Dalam Pelayanan Pajak Daerah, indikator kinerja sasarannya menunjukan capaian x> 85% (baik);

2. Sasaran Strategis Meningkatnya Kualitas Pelayanan Pajak Daerah kepada wajib pajak melalui pengelolaan pelayanan publik berbasis teknologi (smart City), indikator kinerja sasarannya menunjukan capaian x> 85% (baik).

Misi Ketiga :

1. Sasaran Strategis Meningkatnya Penerimaan Pendapatan Asli Daerah, indikator kinerja sasarannya menunjukan capaian x> 85% (baik).

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap kegiatan tahun 2021, Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor secara umum telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja, dengan hasil capaian akhir kegiatan “Baik” dengan tingkat capaian rata-rata sebesar 110,46%.

Dalam dokumen 2021 Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Halaman 34-44)

Dokumen terkait