• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untuk mendukung Sasaran Strategis ini pada tahun 2021 dialokasikan anggaran melalui Program sebagai berikut :

Dalam dokumen 2021 Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Halaman 22-27)

1. Program Pengelolaan Pendapatan Daerah

No Program Indikator kinerja 2020 2021 Capaian Akhir

Renstra

Target Realisasi % Target Realisasi %

2 Pengelolaan Pendapatan Daerah

Nilai Pajak Daerah 440.000.000.000 509.042.507.564 115,69 565.600.000.000 624.784.886.145 110,46 100%

Nilai Pendapatan Asli

Daerah (PAD) 741.531.123.201 872.500.288.427 117,66 914.550.650.320 1.075.240.926.213 117,57 100%

Nilai IKM 93,25 93,75 92,18 98,33 100%

Jumlah Anggaran Program Tahun 2021 Rp. 865.560.670 Jumlah Realisasi Anggaran Program Tahun 2021 Rp. 819.942.140 Prosentase Anggaran Program Tahun 2021 94,73%

Program Pengelolaan Pendapatan Daerah didukung oleh kegiatan sebagai berikut : 1. Kegiatan Pengelolaan Pendapatan Daerah, dengan Sub Kegiatan :

2) Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Pajak Daerah

No. Uraian Target Realisasi % Kinerja

1 Terlaksananya Pemeliharaan dan Pengembangan Aplikasi E-Retribusi

1 Aplikasi 1 Aplikasi 100%

2 Terlaksananya Pemeliharaan dan Pengembangan Aplikasi E-SPPT

1 Aplikasi 1 Aplikasi 100%

3 Terlaksananya Pemeliharaan dan Pengembangan

Aplikasi SIMBPHTB 1 Aplikasi 1 Aplikasi 100%

4 Terlaksananya Pemeliharaan dan Pengembangan

Aplikasi SISMIOP 1 Aplikasi 1 Aplikasi 100%

5 Terlaksananya Pemeliharaan dan Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah Lainnya

1 Aplikasi 1 Aplikasi 100%

6 Terlaksananya Pemeliharaan dan Pengembangan

Website 1 Aplikasi 1 Aplikasi 100%

7 Terlaksananya Pemeliharaan Jaringan dan Perimeter 1 Paket

Pekerjaan 1 Paket

Pekerjaan 100%

8 Terlaksananya Pemeliharaan Printer, High Speed

Printer dan Plotter 1 Paket

Pekerjaan 1 Paket

Pekerjaan 100%

9 Terlaksananya Pemeliharaan Server, Komputer, Leptop, Mesin Antrian, Mesin Absensi, Mini PC, Mesin Anjungan, UPS

1 Paket

Pekerjaan 1 Paket

Pekerjaan 100%

10 Terlaksananya Sewa Collocation 1 Paket 1 Paket 100%

11 Terlaksananya SMS Gateway 1 Paket 1 Paket 100%

12 Terlaksananya WA Blast 1 Paket 1 Paket 100%

Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan pengembangan, pembuatan atau pemeliharaan aplikasi/system informasi yang digunakan dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pengelolaan Pajak Daerah Kota Bogor. Melalui kegiatan ini system dikembangkan dan/atau dipelihara sehingga dapat mendukung semua proses bisnis pengelolaan pajak daerah yang dilaksanakan, dan aplikasi yang digunakan dalam konteks pelaksanaan aktivitas perkantoran seperti Website dikembangkan dan/atau dipelihara. Melalui kegiatan ini juga dilaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana system informasi yang digunakan dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pengelolaan Pajak Daerah Kota Bogor

Tujuan dari kegiatan ini adalah terpenuhinya semua kebutuhan organisasi Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor sehingga Pengelolaan Pajak Daerah Kota Bogor dapat terlaksana dengan optimal.

Dari anggaran Sub Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Pajak Daerah sebesar Rp. 865.560.670,- realisasi keuangan sampai Desember 2021 sebesar Rp. 819.942.140,- (94,73%), sisa anggaran yang tidak terserap sebesar Rp. 45.618.530-, (5,27%).

No Sasaran Strategis Indikator kinerja 2020 2021 Capaian Akhir

Renstra

Target Realisasi % Target Realisasi %

3 Tercapainya Pendapatan

Pajak Daerah Penerimaan Pendapatan

Pajak Daerah 440.000.000.000 509.042.507.564 115,69 565.600.000.000 624.784.886.145 110,46 110,46%

No Program Indikator kinerja 2020 2021 Capaian Akhir

Renstra

Target Realisasi % Target Realisasi %

2 Pengelolaan Pendapatan

Daerah Nilai Pajak Daerah 440.000.000.000 509.042.507.564 115,69 565.600.000.000 624.784.886.145 110,46 100%

Nilai Pendapatan Asli

Daerah (PAD) 741.531.123.201 872.500.288.427 117,66 914.550.650.320 1.075.240.926.213 117,57 100%

Nilai IKM 93,25 93,75 92,18 98,33 100%

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meliputi Penerimaan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah. Dari target Pendapatan Asli Daerah tahun 2021 sebesar Rp. 914.550.650.320,- realisasi sampai dengan Desember 2021 sebesar Rp. 1.083.597.832.664,- (118,48%), mengalami peningkatan sebesar 0,82% apabila dibandingan dengan tahun 2020 sebesar Rp. 872.500.288.427,- (117,66%) dari target sebesar Rp. 741.531.123.201,-, dengan perincian :

No. Uraian PAD 2020 2021

Target Realisasi % Target Realisasi %

1 Pajak Daerah 440.000.000.000 509.039.468.746 115,69 565.600.000.000 624.784.886.145 110,46 2 Retribusi Daerah 36.691.027.400 35.010.375.259 95,42 31.609.433.495 36.032.370.539 113,99 3 Hasil Pengelolaan Kekayaan

Daerah Yang Dipisahkan 33.520.905.570 31.927.293.792 95,25 32.420.552.150 32.420.552.150 100,00 4 Lain-lain Pendapatan Asli

Daerah 231.319.190.231 296.523.150.630 128,19 284.920.664.675 382.002.477.379 134,07 Jumlah PAD 741.531.123.201 872.500.288.427 117,66 914.550.650.320 1.075.240.926.213 117,57

Adapun Penerimaan Pajak Daerah meliputi 9 jenis Pajak Daerah antara lain Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Dengan masuknya covid19 di Indonesia pada bulan Maret 2020 menyebabkan perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan yang negative.

Sehingga dilakukan penyesuaian terhadap belanja dan pendapatan sejak tahun 2020 sampai dengan saat ini. Dari sisi pendapatan Pajak Daerah, penyesuaian target sepanjang 2021 dilakukan sebanyak 3 kali. Target awal pajak pada APBD 2021 sesuai RPJMD yaitu sebesar Rp. 565.600.000.000,-. Pada bulan Januari, dilakukan evaluasi dan penyesuaian target PAD termasuk pajak, target pajak ditetapkan sebesar Rp. 651.069.000.000,-. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang memprioritaskan kesehatan dan menerapkan PPKM sepanjang 2021, maka melalui APBD Perubahan ditetapkan target pajak menjadi Rp. 565.600.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 624.784.886.145,- (110,46%), mengalami penurunan sebesar 5,23% dari capaian Pajak Daerah tahun 2020 dengan realisasi Pajak

Daerah sebesar Rp. 509.039.468.746,- (115,69%) dari target sebesar Rp. 440.000.000.000,-, dengan rincian :

NO URAIAN PAJAK DAERAH

2020 2021

Target Realisasi % Target Realisasi %

1 Pajak Hotel 34.472.853.430 49.653.637.165 144,04 49.064.200.000 67.208.667.628 136,98 2 Pajak Restoran 86.473.539.846 97.248.318.272 112,46 98.686.000.000 112.302.634.290 113,80 3 Pajak Hiburan 9.733.566.436 10.956.304.897 112,56 20.455.000.000 6.149.839.042 30,07 4 Pajak Reklame 6.349.066.936 8.859.838.240 139,55 10.200.000.000 10.540.761.568 103,34 5 Pajak Penerangan

Jalan 50.625.398.111 51.337.188.280 101,41 50.600.000.000 51.888.888.619 102,55 6 Pajak Parkir 6.763.728.589 7.595.718.579 112,30 6.294.800.000 6.965.415.765 110,65 7 Pajak Air Tanah 2.334.406.464 3.001.590.202 128,58 3.600.000.000 3.763.452.784 104,54 8 PBB P2 117.158.653.003 125.549.058.024 107,16 145.800.000.000 159.245.586.510 109,22 9 BPHTB 126.088.787.185 154.837.815.087 122,80 180.900.000.000 206.719.639.939 114,27 Jumlah Pajak Daerah 440.000.000.000 509.039.468.746 115,69 565.600.000.000 624.784.886.145 110,46

Keberhasilan pencapaian target Pajak Daerah ini, karena dalam penyusunan target perubahan dilakukan analisa yang realistis terhadap pertumbuhan perekonomian dengan memperhatikan kemampuan sektor usaha dalam mengatasi resesi dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung sektor usaha.

Dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, pencapaian pajak mengalami penurunan sebesar 5,23%. Hal ini disebabkan masih diterapkannya kebijakan Pemerintah terkait pembatasan operasional Wajib Pajak akibat pandemic Covid19.

Dalam rangka pencapaian kinerja, dilakukan analisa atau penyesuaian target sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Kemudian ditetapkan program dan kegiatan yang mendukung usaha perekonomian khususnya usaha yang menjadi objek pajak daerah, seperti mengizinkan tempat usaha untuk buka dengan catatan menerapkan protocol kesehatan yang ketat, meningkatkan pengawasan pelaporan dan pembayaran pajak, memberikan stimulus perpajakan melalui pemberian discount 5%, 10% dan 15% serta pembebasan sanksi administrasi.

Mengingat pandemic covid19 belum berakhir bahkan muncul varian baru Omicron, tahun 2022 langkah awal yang akan dilakukan adalah menetapkan target yang realistis sesuai dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan pemerintah pusat yang telah menyediakan vaksin covid19 diharapkan dapat mengurangi kasus-kasus yang terjadi di Indonesia sehingga perekonomian khususnya di Kota Bogor dapat berjalan dan tumbuh kembali dengan significant. Berbagai alternative kebijakan atau program akan diterapkan dengan melihat perkembangan sepanjang tahun 2022.

Untuk mendukung Sasaran Strategis ini pada tahun 2021 dialokasikan anggaran melalui Program sebagai berikut :

No Program Indikator kinerja 2020 2021 Capaian Akhir

Renstra

Target Realisasi % Target Realisasi %

2 Pengelolaan Pendapatan

Daerah Nilai Pajak Daerah 440.000.000.000 509.042.507.564 115,69 565.600.000.000 624.784.886.145 110,46 100%

Nilai Pendapatan Asli

Daerah (PAD) 741.531.123.201 872.500.288.427 117,66 914.550.650.320 1.079.144.812.954 118,00 100%

Nilai IKM 93,25 93,75 92,18 98,33 98,33%

Jumlah Anggaran Program Tahun 2021 Rp. 2.766.225.000 Jumlah Realisasi Anggaran Program Tahun 2021 Rp. 2.594.214.811 Prosentase Anggaran Program Tahun 2021 93,78%

Program Pengelolaan Pendapatan Daerah didukung oleh kegiatan sebagai berikut : 1. Kegiatan Pengelolaan Pendapatan Daerah, dengan Sub Kegiatan :

1) Analisa dan Pengembangan Pajak Daerah, serta Penyusunan Kebijakan Pajak Daerah

No. Uraian Target Realisasi % Kinerja

1 Terlaksananya Kajian PAD dengan judul kajian

“Kajian Analisis Pendapatan Pajak Daerah’. 1 Kali 1 Kali 100%

2 Terlaksananya Kajian Produk Hukum Pajak Daerah dengan judul kajian “Kajian tentang Review Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah mengenai Pemungutan Pajak Daerah Kota Bogor.

1 Kali 1 Kali 100%

3 Terlaksananya Rakor PAD 2 Kali 2 Kali 100%

4 Terlaksananya Rapat Koordinasi dengan PPAT dan

BPN 1 Kali 1 Kali 100%

Selain itu telah dilaksanakan juga perekapan, penelitian dan saran untuk penerbitan STPD denda kepada PPAT yang tidak melaksanakan kewajiban membuat laporan pembuatan akta setiap bulan.

Dari anggaran Sub Kegiatan Analisa dan Pengembangan Pajak Daerah, serta Penyusunan Kebijakan Pajak Daerah sebesar Rp. 155.100.000,- realisasi sampai dengan bulan Desember 2021 sebesar Rp. 131.780.000,- (84,96%), sisa anggaran dari kegiatan ini sebesar Rp. 23.320.000,- (15,04%).

2) Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah

No. Uraian Target Realisasi % Kinerja

1 Himbauan Melalui Brosur 10.500

Lembar

10.500 Lembar

100%

2 Himbauan melalui X Banner 240 Buah 240 Buah 100%

3 Himbauan tentang PBB P2 melalui Spanduk 960 Meter 960 Meter 100%

4 Pekan Panutan Pembayaran PBB-P2 2 Hari - 0%

5 Penyelenggaraan Gebyar Pajak Daerah 50 WP - 0%

6 Sosialisasi langsung kepada Wajib Pajak 10 Kali 10 Kali 100%

7 Sosialisasi melalui Goes to Campus 2 Kali - 100%

8 Sosialisasi melalui Goes to School 3 Kali - 100%

9 Sosialisasi melalui Leaflet 5.000 Lembar 5.000 Lembar 100%

10 Sosialisasi Pengelolaan Pajak melalui Media Cetak Lokal

43 Kali 39 Kali 90,70%

11 Sosialisasi Pengelolaan Pajak melalui Media Online

Lokal 30 Kali 48 Kali 160%

Beberapa kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan tahun ini diantaranya Pekan Panutan dan Gebyar Pajak karena adanya kebijakan pembatasan sosial larangan mengundang kerumunan masyarakat yang akan menyebabkan cluster baru penyebaran covid-19, sosialisasi melalui goes to school dan goes to campus karena tidak adanya pembelajaran tatap muka baik disekolah maupun di kampus.

Untuk tahun 2022 kegiatan Pekan Panutan akan dilaksanakan melalui edaran Sekreatris Daerah Kota Bogor untuk menghimbau ASN dilingkungan Kota Bogor agar melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo, Kegiatan Gebyar Pajak dilaksanakan melalui zoom meeting dan sosialisasi melalui Goes To School dan Goes To Campus menunggu kebijakan dari Kementerian Pendidikan.

Permasalahan yang dihadapi :

1. Sisa anggaran Sosialisasi Pengelolaan Pajak melalui Media Cetak Lokal karena tidak terakomodir di pergeseran anggaran sehingga tidak bisa diserap pada bulan berikutnya maka informasi kepada masyarakat tidak dapat tersampaikan mealui media cetak

Dalam dokumen 2021 Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Halaman 22-27)

Dokumen terkait