BAB II LANDASAN TEORI
2.1.1 Kurikulum 2013
2.1.1.6 Penilaian Otentik
Penilaian otentik memiliki hubungan yang erat dengan pembelajaran yang mengacu kurikulum SD 2013. Menurut pusat kurikulum SD 2013 (dalam Majid, 2014: 236) penilian otentik merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang proses hasil belajar peserta didik dengan menggunakan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti otentik dan konsisten. Menurut Callison (dalam Nurgiyantoro, 2011: 29) mengatakan bahwa penilaian
otentik merupakan penilaian proses yang di dalamnya terdapat berbagai kinerja yang menunjukkan cara peserta didik belajar, pencapaian hasil, motivasi, dan sikap yang terkait dengan aktivitas pembelajaran. Menurut johnson tahun 2009 (dalam Majid, 2014: 236) penilaian otentik memberikan kesempatan luas kepada peserta didik untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari dan dikuasai selama mengikuti pembelajaran. Pendapat lainya berasal dari John Mueller tahun 2006 (dalam Majid, 2014: 238) penilaian otentik merupakan suatu bentuk penilaian dengan cara peserta didik diminta untuk menampilkan tugas pada situasi yang sesungguhnya yang mendemonstrasikan penerapan keterampilan dan pengetahuan yang bermakna.
Dari beberapa pengertian tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa penilaian otentik merupakan cara mengukur peserta didik tidak hanya dilihat dari pengetahuannya saja tetapi dari segi keterampilan dan sikap selama mengikuti proses pembelajaran. Penilaian melibatkan bukti-bukti nyata atau fakta yang ada di lapangan.
Disebut penilaian otentik karena menilai berdasarkan bukti atau fakta yang ada di lapangan. Rubrik penilaian dapat dibuat oleh guru kelas, tim guru, atau bisa juga guru dengan peserta didik . jadi peserta didik tahu keterampilan apa saja yang akan dinilai dan akan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Peserta didik diminta untuk melakukan refleksi dan evaluasi tentang kegiatan yang dilakukan selama di sekolah supaya dapat
meningkatkan pemahaman yang lebih tentang tujuan pembelajaran dan mendorong peserta didik agar dapat belajar lebih baik lagi.
Penilaian otentik terdiri dari beberapa teknik penilaian diantaranya adalah :
1. Pengukuran langsung peserta didik seperti kesuksesan ditempat kerja
2. Penilaian tugas-tugas
3. Analisis proses untuk memperoleh respon peserta didik atas dimensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
Jenis-jenis penilaian otentik
Untuk dapat melaksanakan penilaian otentik guru harus memahami secara jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Ada berbagai macam bentuk penilaian otentik yang dapat digunakan oleh guru, seperti : proyek, penilaian kinerja, portofolio, jurnal, penilaian tertulis, dan observasi
1. Proyek
Penilaian proyek berupa tugas yang dikerjakan secara berkelompok. Dengan memberikan tugas secara berkelompok dapat meningkatkan partisipasi peserta didik dan mendapat kesempatan untuk mengeksplorasikan sikap, keterampilan dan pengetahuannya. Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, dan produk dari proyek yang dikerjakan oleh peserta
didik. Penilaian proyek dapat berupa ceklis, skala penilaian atau dengan menggunakan narasi.
2. Penilaian Kinerja
Guru menilai berdasarkan pada partisipasi peserta didik saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus seperti :
pertama, langkah-langkah kinerja harus dilakukan peserta didik
untuk menunjukan kinerja yang nyata. Kedua, penilaian berdasarkan ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja. Ketiga, kemampuan peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas. Keempat, fokus utama kinerja yang akan dinilai. Kelima, mengamati urutan keterampilan dan kemampuan dari peserta didik.
3. Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian tugas-tugas siswa dalam periode waktu tertentu. Tugas-tugas dalam penilaian portofolio biasanya berupa pemecahan masalah, berpikir, pemahaman, menulis, komunikasi, dan pandangan siswa terhadap dirinya sendiri sebagai pelajar. Penilaian portofolio berfokuskan pada kumpulan hasil karya peserta didik baik secara individu ataupun kelompok dalam suatu periode pembelajaran tertentu.
4. Jurnal
Jurnal adalah catatan-catatan yang dibuat oleh peserta didik yang berisi tentang hal-hal yang dipelajari selama proses pembelajaran. Jurnal bisa digunakan untuk merangkup topik-topik yang dipelajari, perasaan yang dialami peserta didik saat mengikuti pelajaran, dan kesulitan-kesulitan yang dialami 5. Penilaian Tertulis
Tes tertulis terdiri dari dua jenis yaitu memilih jawaban dan mensuplai jawaban. Tes memilih jawaban seperti: pilihan ganda, pilihan benar salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab akibat. Mensluplai jawaban terdiri dari isian, jawaban singkat atau pendek, dan uraian.
Terdapat 3 hal yang harus diperhatikan oleh guru dalam penilaian otentik (Kunandar, 2013: 14), seperti : (1) dalam melakukan penilaian otentik guru sebaiknya menggunakan penilaian yang bervariasi dan disesuaikan dengan tuntutan yang ada dalam kurikulum, (2) guru perlu menilai aspek-aspek belajar secara komprehensif yang meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. (3) guru perlu menilai kondisi awal peserta didik dan hasil pencapaian kompetensi baik dari segi sikap, pengetahuan, maupun keterampilan yang ditampilkan peserta didik. Berdasarkan teori diatas peneliti membuat instrumen penilaian dari KI 1, KI 2 , KI 3 hingga KI 4. Berikut akan dijelaskan cara mengukur KI 1, KI 2, KI 3 dan KI 4.
1. Dalam KI 1 aspek yang dinilai mencakup ranah spiritual. Sikap spiritual dinilai dari rasa syukur peserta didik dengan Tuhan lewat doa dan relkeksi. Teknik penilaian yang digunakan untuk menilai sikap spiritual anak adalah dengan cara observasi. Observasi dilakukan berdasarkan rubrik penilaian yang telah dibuat sebelumnya. Misalnya melakuakan observasi saat berdoa bersama.
2. Dalam KI 2 aspek yang dinilai mencakup ranah sikap sosial. Sikap sosial dinilai dari hubungan peserta didik dengan sesama dan lingkungan di sekitar. Teknik penilaian yang digunakan untuk menilai sikap sosial anak adalah dengan cara observasi. Observasi dilakukan berdasarkan rubrik penilaian yang telah dibuat sebelumnya.
3. Penilaian dalam KI 3 adalah cara mengukur kemampuan peserta didik dari segi pengetahuan. Untuk menilai pengetahuan peserta didik menggunakan tes. Tes terdiri dari tes tertulis dan lisan. Dalam tes tertulis peserta didik diberi soal latihan dan diminta untuk mengerjakan sementara dalam tes lisan guru bertanya langsung dengan peserta didik kemudian siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru.
4. Dalam KI 4 aspek yang dinilai merupakan ranah keterampilan. Dalam ranah keterampilan ini peserta didik dinilai melalui kinerja/ performance dan produk. Dalam kinerja/ performance peserta didik diminta untuk melakukan tugas misalnya
memainkan alat musik, membaca teks, bermain peran dsb. Sementara dalam penilaian berupa produk peserta didik dinilai dari kemampuan dalam membuat produk, misalnya membuat layang-layang, membuat seni kolase dll. Untuk menilai KI 4 guru menggunakan rubrik penilaian yang berisi berisi kriteria-kriteria yang akan dinilai dari segi keterampilan.