BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1.1 Kurikulum 2013
2.1.1.5 Penilaian Otentik
Penilaian merupakan proses pemberian nilai berdasarkan hasil pengukuran dengan kualitas nilai tertentu (Akbar, 2013: 88). Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa (Kurinasih, 2014: 47). Kemendikbud dalam (Fadlillah, 2014: 202) penilaian adalah proses mengumpulkan informasi atau bukti melalui pengukuran, menafsirkan, mendeskripsikan, dan menginterprestasi bukti-bukti hasil pengukuran.
Dari uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa penilaian adalah sebuah proses mengumpulan dan pengolahan data atau informasi untuk mengukur hasil atau kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Penilaian otentik adalah penilaian yang melibatkan siswa dalam tugas otentik yang bermanfaat, penting dan bermakna (Husamah, 2013: 126). Stiggins dan Mueller (dalam Burhan, 2011: 23), penilaian otentik merupakan penilaian kinerja (performansi) yang meminta pembelajaran untuk mendemostrasikan keterampilan dan kompetensi tertentu yang merupakan penerapan pengetahuan yang dikuasainya. Penilaian otentik
adalah penilaian yang dilakukan secara komperhensif untuk menilai mulai dari masukan, proses, dan keluaran pembelajaran yang meliputi 3 ranah aspek yaitu ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Kurinasih, 2014: 48). Penilaian otentik adalah suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik, Pusat Kurikulum dalam (Majid, 2014: 236).
Dari uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan secara kompherensif untuk mengukur atau menilai kegiatan yang dilakukan oleh siswa mulai dari masukan, proses, dan keluaran mengenai aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam pembelajaran.
Tujuan Penilaian Otentik adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dan kompetensi dalam berbagai konteks yang menggambarkan situasi di dunia nyata dimana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. Menekankan pada pengukuran kinerja, melakukan sesuatu, menuntun mendemostrasikan pengetahuan, keterampilan, strategi dengan mengkreasikan jawaban atau produk, dan melengkapi penilaian tradisional yang berbentuk objektif. Penilaian otentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata yaitu cara siswa mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang otentik (Husamah, 2014: 127). Penilaian otentik mengacu pada
ketercapaian standar nasional yang memuat tiga kompetensi utama, yaitu kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, dan materi pokok. Penilaian yang dilakukan memberi cakupan terhadap aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik) secara seimbang. Menurut Hibbart dalam (Husamah, 2014: 126) macam-macam penilaian otentik adalah : (1) penilaian kinerja, (2) observasi dan pertanyaan, (3) presentasi dan diskusi, (4) proyek dan investigasi, (5) portofolio dan jurnal.
Macam-macam penilaian otentik tersebut dapat diuraikan teknik penilaiannya menurut tiga ranah aspek pada KI 1, KI 2, KI 3, KI 4 yaitu : 1. Penilaian KI 1 Spiritual dan KI 2 Sosial (Sikap/Afektif)
Penilaian ini mengembangkan hubungan antara Tuhan dan sesama manusia yaitu sikap spiritual dan sosial. Penilaian sikap tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Observasi adalah teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indra, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi atau pengamatan yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Hasil pengamatan dijadikan umpan balik siswa di sekolah.
b. Penilaian diri adalah teknik penilaian dengan cara meminta siswa untuk mengemukakan kekurangan dan kelebihan diri dalam pencapaian kompetensi. Teknik ini memberikan dampak positif
terhadap perkembangan kepribadian. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri yang terdiri dari pernyataan dan alternatif jawaban (ya/tidak).
c. Penilaian antar teman atau siswa adalah teknik penilaian dengan cara meminta siswa untuk saling menilai terkait dengan sikap dan perilaku keseharian siswa dalam pencapaian kompetensi. Bentuk instrumen penilaian berupa lembar penilaian antar siswa dan sama dengan lembar penilaian diri.
d. Jurnal adalah catatan guru di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan siswa yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Bentuk instrumen penilaian ini sama dengan lembar penilaian observasi.
2. Penilaian KI 3 Pengetahuan (Kognitif)
Penilaian ini berhubungan dengan kompetensi pengetahuan atau kognitif. Penilaian pengetahuan atau kognitif tersebut dapat berupa: a. Tes tulis adalah tes yang berisikan soal dan jawaban dapat berupa
soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
b. Tes lisan adalah tes yang dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dari guru kepada siswa secara lisan (pengucapan) dan siswa menjawab secara lisan (pengucapan) pula.
Untuk jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat maupun paragraf yang diucapkan dan instrumen berupa daftar pertanyaan.
c. Penugasan adalah teknik penilaian yang dilakukan oleh guru dengan memberikan pekerjaan rumah dan proyek baik yang dapat dikerjakan secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.
3. Penilaian KI 4 Keterampilan (Psikomotorik)
Penilaian ini berhubungan dengan kompetensi keterampilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Penilaian kompetensi keterampilan tersebut melalui :
a. Penilaian Kinerja adalah penilaian yang menuntut siswa untuk melakukan tugas pada situasi sesungguhnya, mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian yang dilengkapi dengan rubrik.
b. Penilaian Produk adalah teknik penilaian yang dilakukan untuk menilai kemampuan praktik langsung siswa dalam membuat produk tertentu. Penilaian pengembangan produk meliputi tiga tahap : (1) tahap persiapan yang menilai kemampuan siswa dan merencanakan, menggali dan mengembangkan gagasan dan mendesain produk, (2) tahap pembuatan menilai kemampuan siswa dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik yang
tepat, (3) tahap akhir yaitu penilaian produk yang dihasilkan siswa sesuai dengan kriteria yang dihasilkan.
c. Penilaian Proyek adalah penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Penilaian ini dilakukan terhadap tugas yang berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, dan penyajian data. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan, dan kemampuan menginformasikan siswa pada mata pelajaran tertentu secara jelas (Fadlillah, 2014: 219).
d. Penilaian Portofolio adalah penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan siswa dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh siswa. Penilaian ini dilakukan dengan cara menilai seluruh karya siswa dalam bidang tertentu untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas dalam kurun waktu tertentu.
Dari pemaparan diatas, peneliti menyimpulkan bahwa proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan penilaian otentik yang kegiatan pembelajarannya dinilai setiap aspek yang dikembangkan yaitu K1 Spiritual (hubungan dengan Tuhan), KI 2 Sosial (Hubungan dengan sesama manusia), KI 3 Pengetahuan (Kognitif), dan KI 4 Keterampilan
(Psikomotorik). Pada setiap aspek disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran dan rubrik penilaiannya.