BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
2.4 Hazard Identification Assessment of Risk and Opportunities (HIARO) Hazard Identification, Assesment of Risk and Opportunities (HIARO)
2.4.3 Penilaian Peluang K3 (Assessment of Opportunities)
Tabel 2.2 merupakan Opportunities Probability (P) dan Opportunities Potential impact (I) untuk mengetahui tingkat kategori kecelakaan kerja yang terjadi.
16 Tabel 2.2 Penilaian Risiko K3 (Assessment Of OHS Risk) Probability (P)
Level Kategori Deskripsi
1 Sangat jarang / Rare Kemungkinan terjadi sangat kecil, dan tidak pernah terjadi di Industri sejenis.
2 Jarang / unlikely Kemungkinan terjadi kecil, dan pernah terjadi di Industri sejenis dalam waktu rentan 5 tahun
3 Terkadang / Occasionally
Kemungkinan terjadi terkadang, pernah terjadi di pabrik / lokasi penilaian (assessment) minimal satu kali dalam rentang waktu 5 tahun
4 Sering / likely Kemungkinan terjadi sering, pernah terjadi minimal satu kali di pabrik / lokasi penilaian (assessment) dalam rentang waktu 1 tahun
5 Sangat Sering / Always Sangat sering terjadi, kemungkinan terjadi lebih dari satu kali di pabrik / lokasi penilaian (assessment) dalam rentang waktu 1 bulan
Sumber : (Manual Guidance OHSMS Risk Management APP, 2018)
17 Tabel 2.3 Penilaian Risiko K3 (Assessment Of OHS Risk) Saverity (S)
Level Kategori Deskripsi
1 Minor
Kerugian yang ditimbulkan kurang dari US$ 500,
Luka atau sakit ringan yang memerlukan pertolongan pertama, tidak ada waktu hilang (Frist Aid)
2 Moderate
Kerugian yang ditimbulkan antara dari US$ 500- US$
10.000,
Luka atau sakit sedang yang memerlukan perlakuan / perawatan medis (Medical Aid)
3 Major
Kerugian yang ditimbulkan lebih dari US$ 10.000- US$
100.000,
Luka serius pada bagian tubuh, cacat ringan atau penyakit akibat kerja serius menyebabkan hilangnya hari kerja (Lost Time Injury)
4 Extreme
Kerugian yang ditimbulkan lebih dari US$ 10.000- US$
100.000,
Cacat permanen hingga tidak bisa bekerja kembali dana atau meninggal dunia tunggal (Single Fatality)
5 Catastrophic
Kerugian yang ditimbulkan lebih dari US$ 1.000.000
Cacat permanen hingga tidak bisa bekerja kembali dana tau meninggal dunia lebih dari satu (Multiple Fatality)
Sumber : (Manual Guidance OHSMS Risk Management APP, 2018)
18 Tabel 2.4 Penilaian Risiko K3 (Assessment Of OHS Risk)
Risk Rating
Nilai Status Risiko dan Tindak Lanjut
Extreme 15-25
Un-accepteble
1. Lakukan tindakan dan program penurunan risiko
2. Kegiatan belum boleh dimulai, apabila sudah dimulai / berjalan maka dihentikan sementara hingga dipastikan aman dan risiko telah turun minimal ke high.
3. Senior manajemen harus dilibatkan dalam penetapan apakah risiko ini bisa diterima atau implementasi control lebih lanjut menggunakan hiriarki control.
4. Control terhadap risiko dimasukan dalam list critical risk control program, dimana keterlibatan penuh manajemen dalam memastikan implementasi program ccr ini berjalan efektif 5. Program jangka panjang untuk menurunkan risiko harus
disusun dan diimplementasikan
High 8-12
Un-accepteble
1. Lakukan tindakan dan program penurunan risiko hinggan menjadi risiko yang harus dikurangi tingkat yang wajar dan serendah mungkin tanpa memerlukan investasi yang “berlebih”
2. Atau dikenal dengan istilah As Low As Reasonably Practical (ALARP)
3. Program jangka panjang untuk menurunkan risiko harus segera dilakukan sesuai hiriarki kontrol
4. Program jangka panjang untuk menurunkan risiko harus disusun dan diimplementasikan
Sumber : (Manual Guidance OHSMS Risk Management APP, 2018)
19 Tabel 2.4 Penilaian Risiko K3 (Assessment Of OHS Risk) (Lanjutan)
Risk Rating
Nilai Status Risiko dan Tindak Lanjut
Medium
4-6
Risk-ALARP
1. Lakukan tindakan dan program penurunan risiko hinggan menjadi risiko yang harus dikurangi tingkat yang wajar dan serendah mungkin tanpa memerlukan investasi yang “berlebih”
2. Atau dikenal dengan istilah As Low As Reasonably Practical (ALARP) penentuan alarp oleh tim manajemen dengan pertimbangan biaya investasi, tingkat risiko yang bisa diterima dan batasan maksimal upaya pengendalian risiko serta tingkat konsekuensi. Risiko bisa dikategorikan sebagai acceptable apabila risk ditetapkan sebagai ALARP oleh tim manajemen dengan pertimbangan yang telah disebutkan di atas.
3. Pengelolaan risiko dilakukan melalui implementasi program budaya K3 (safety culture) seperti awareness developpment, prosedur aman, JSA, behavior safety program dll.
4. Program jangka panjang untuk menurunkan risiko harus disusun dan diimplementasikan
Low
1-3
Acceptable
1. Program rutin terhadap pengelolaan risiko harus terus dilakukan melalui implementasi program budaya K3 (safety culture) seperti awareness developpment, prosedur aman, JSA, behavior safety program dll.
Sumber : (Manual Guidance OHSMS Risk Management APP, 2018)
20 Tabel 2.5.Matrix Risk Assessment
Impact
1 2 3 4 5
Probability
5 5 10 15 20 25
4 4 8 12 16 20
3 3 6 9 12 15
2 2 4 6 8 10
1 1 2 3 4 5
Sumber : (Manual Guidance OHSMS Risk Management APP, 2018) Tabel 2.6 Opportunities Probability (P)
Level Kategori Deskripsi
6 Sangat Rendah / Verry unlikely
Potensi sangat rendah untuk diimplementasikan dalam waktu yang lama (lebih dari 12 bulan), diperlukan investasi / budget tertentu dalam nominal batas wewenang dalam organisasi
Sumber : (Manual Guidance OHSMS Risk Management APP, 2018)
21 Tabel 2.6 Opportunities Probability (P) (Lanjutan)
Level Kategori Deskripsi
7 Rendah / Unlikely Potensi rendah untuk diimplementasikan dalam waktu relative lama (rentang 6-12 bulan), diperlukan investasi / budget tertentu dalam nominal batas wewenang setingkat mill head sesuai birokrasi dan batasan wewenang dalam organisasi
8 Potensi sedang / Normaly
Potensi sedang / normal untuk diimplementasikan dalam waktu tidak terlalu lama (rentang 1-3 bulan) diperlukan investasi / budget tertentu dalam nominal batas wewenang setingkat divisi / section head sesuai birokrasi dan batasan wewenang dalam organisasi
9 Potensi tinggi / likely Potensi tinggi dan mudah untuk diimplementasikan dalam waktu dekat (rentang 1-3 bulan), tanpa diperlukan investasi namun perlu dibirokrasi dalam organisasi
10 Potensi sangat tinggi / highly likely
Potensi sangat tinggi dan mudah untuk diimplementasikan dalam waktu sangat dekat (<
1 bulan), tanpa diperlukan investasi dan birokrasi dalam organisasi
Sumber : (Manual Guidance OHSMS Risk Management APP, 2018)
22 Tabel 2.7 Opportunities Potential Impact (I)
Level Kategori Deskripsi
6 Low Zero Incident
7
Moderate Zero Incident, positive response from employe / management.
8
Medium Zero Incident, positive response from employe / management and increase of productivity.
9 High Zero Incident, positive response from employe / management and increase of productivity and positive public image.
10 Significant Zero Incident, positive response from employe / management and increase of productivity and positive public image and improvement on business aspects (potential for new product development / new custumer / others positive business impact)
Sumber : (Manual Guidance OHSMS Risk Management APP, 2018)
23 Tabel 2.8 Penilaian Peluang K3 (Assesment Of Opportunities)
Opportunity Rating
Nilai Status Opportunity Priority dan Tindak Lanjut
Top Priority
80 - 100
Top Priority
1. Susun rencana implementasi dengan segera lalu bentuk tim apabila diperlukan dan lakukan proses Management of Change (MOC)
2. Eksekusi / implementasi dengan melibatkan tim yang relevan sesuai dengan proses MOC dalam target waktu implementasi maksimal 1 bulan.
3. Update dalam Objective dan Management Program (OMP) 4. Susun laporan dan komunikasi kepada pihak yang relevan.
apabila diperlukan dan lakukan proses Management of Change (MOC)
2. Eksekusi / implementasi dengan melibatkan tim yang relevan sesuai dengan proses MOC dalam target waktu implementasi maksimal 3 bulan.
3. Update dalam Objective dan Management Program (OMP) 4. Susun laporan dan komunikasi kepada pihak yang relevan.
Normal Priority
49-60
Normal Priority
1. Susun rencana implementasi dengan segera lalu bentuk tim apabila diperlukan dan lakukan proses Management of Change (MOC)
2. Eksekusi / implementasi dengan melibatkan tim yang relevan sesuai dengan proses MOC dalam target waktu implementasi maksimal 12 bulan.
3. Update dalam Objective dan Management Program (OMP) 4. Susun laporan dan komunikasi kepada pihak yang relevan