BAB 3. USULAN PROGRAM PENGEMBANGAN
3.2. Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris dan Teknologi Informasi
Latar Belakang
Hasil Laporan Evaluasi Diri menunjukkan bahwa kemampuan Bahasa Inggris masih rendah (85,96% nilai TOEFL < 450) sehingga daya saing pada lapangan kerja juga rendah. Pekerjaan yang relevan dengan bidang ilmu yang ditekuni rendah (40%), sedangkan yang tidak relevan sebanyak 60%. Gaji pertama yang diterima rendah (Rp 781.896,-). Penyebab terjadinya permasalahan ini adalah rendahnya kompetisi alumni pada pasar kerja dan lemahnya jiwa kewirausahaan. Lemahnya bahasa Inggris mahasiswa disebabkan kurangnya aplikasi dalam PBM, oleh karena itu diperlukan kuliah dengan pengantar bahasa Inggris. Kegiatan yang bermanfaat untuk menanggulangi, yaitu dengan pelatihan Bahasa Inggris untuk dosen, pengantar kuliah dengan Bahasa Inggris pada beberapa mata kuliah serta penggunaan Teknologi Informasi oleh mahasiswa.
Rasional
Untuk meningkatkan jumlah alumni yang dapat bekerja sesuai dengan bidang yang ditekuni dan dapat bersaing, serta menerima gaji pertama tinggi, maka mahasiswa harus dibekali ketrampilan komunikasi Bahasa Inggris dan Teknologi Informasi yang mutakhir.
Tujuan
Adanya peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan penguasaan Teknologi Informasi akan meningkatkan daya kompetisi alumni di pasar kerja dan memperoleh relevansi pekerjaan.
Mekanisme dan Rancangan
Kegiatan peningkatan kualitas lulusan dicapai dengan cara : 1). Pelatihan Bahasa Inggris untuk dosen.
2). Pengantar kuliah dalam Bahasa Inggris untuk beberapa mata kuliah. 3). Penggunaan Teknologi Informasi oleh mahasiswa.
Sumberdaya yang dibutuhkan
Sub-aktivitas Jenis Sumberdaya
Dibutuhkan Estimasi Biaya &Sumber Pendanaan (Ribuan RP) Komponen Pembiayaan PHK Lainny a a. Pelatihan Bahasa Inggris untuk dosen Dosen, Lembaga Kursus Bahasa Inggris. Pengembangan staf Koleksi Perpustakaan b. Pengantar kuliah dengan bahasa Inggris Dosen, referensi, SAP, Lap-top / komputer dll. Koleksi perpustakaan Pengembangan Program c. Penggunaan TI oleh
mahasiswa Dosen, mahasiswa,ruang & perlengkapan multi media, dll
Peralatan
Rencana Aktifitas 3 tahun
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 11-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 11-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 11-12 a. Pelatihan Bahasa Inggris untuk dosen b. Pengantar kuliah dengan bahasa Inggris c. Penggunaan TI oleh mahasiswa Indikator Keberhasilan
Indikator Keberhasilan Awal Tengah Akhir
Gaji pertama lulusan (Rp/bulan) 781.896 950.000 1.250.000
Relevansi pekerjaan lulusan (%) 40 50 60
Masa tunggu pekerjaan (bulan) 23,76 18 15
Rata-rata lama skripsi (bulan) 10,8 9 8
Indeks Prestasi Kumulatif lulusan 3,04 3,10 3,15 Jumlah MK dengan pengantar Bahasa Inggris 1 3 6
Jumlah software yang diajarkan 2 3 4
Jumlah mata kuliah dengan program e-learning 0 2 4
Keberlanjutan
Kegiatan peningkatan kompetensi lulusan ini akan tetap berlangsung setelah program hibah berakhir, sehingga tetap dihasilkan lulusan yang berkualitas. Fasilitas TI dan kemampuan Bahasa Inggris dosen dapat berlanjut meskipun program sudah berakhir, dengan pendanaan dari anggaran universitas.
Penanggungjawab Aktivitas Ir. Rahayu Relawati, M.M.
C. PROGRAMPENINGKATAN SUASANA AKADEMIK (ACADEMIC ATMOSPHERE) 3.3. Peningkatan Karsa Mahasiswa Melalui Teknologi Pembelajaran (A.1)
Latar Belakang
Hasil Evaluasi Diri menunjukkan bahwa budaya baca mahasiswa rendah yang rendah berdampak pada kurang efektifnya PBM. Idealnya PBM di Perguruan Tinggi didukung dengan kemandirian mahasiswa menambah materi pendukung kuliah dengan porsi yang sama sehingga materi yang dikuasai kira-kira dua kali lipat dari materi yang diberikan dosen. Rendahnya budaya baca mahasiswa juga berdampak pada rendahnya daya analisis dan kreativitas mahasiswa yang pada akhirnya mengakibatkan lamanya masa studi (4,68th). Permasalahan lainnya adalah kuantitas interaksi dosen mahasiswa yang masih rendah, terbatas pada tatap muka di kelas. Intensitas penugasan oleh dosen yang rendah dan minimnya feed back berdampak pada rendahnya kontrol terhadap efektivitas PBM.
Permasalahan pokok di atas harus diselesaikan dengan peningkatan karsa (need achievement) mahasiswa yang didukung dengan peningkatan teknologi pembelajaran. Caranya adalah melalui penugasan penelusuran pustaka, terutama jurnal yang dapat ditelusuri dari internet. Penugasan oleh dosen sekaligus dapat meningkatkan budaya baca mahasiswa dan interaksi dosen dengan mahasiswa. Peningkatan teknologi pembelajaran dilakukan dengan penerapan
e-learning dengan peralatan multimedia.
Rasional
Penugasan penelusuran pustaka berbasis e-learning akan meningkatkan budaya baca dan karsa mahasiswa yang pada akhirnya akan mempersingkat masa studi. Teknologi pembelajaran berbasis multimedia memudahkan mahasiswa dalam berlatih e-learning.
Tujuan
Kegiatan bertujuan meningkatkan budaya baca mahasiswa sekaligus meningkatkan interaksi dosen mahasiswa sehingga PBM lebih efektif, sehingga terjadi peningkatan karsa (need achievement) mahasiswa yang akan mempersingkat masa studi mereka.
Mekanisme dan Rancangan
Kegiatan ini dilakukan dengan cara :
1). Penugasan penelusuran pustaka (text book dan jurnal cetakan melalui internet). 2). Peningkatan teknologi pembelajaran berbasis multimedia dan e-learning.
Sumberdaya yang dibutuhkan
Sub-aktivitas Jenis Sumberdaya
Dibutuhkan Estimasi Biaya &Sumber Pendanaan (Ribuan RP) Komponen Pembiayaan PHK Lainny a a. Penugasan penelusuran pustaka
Dosen & mahasiswa, komputer berinternet, perpustakaan, laptop,LCD dll. Peralatan Koleksi Perpustakaan b. Peningkatan teknologi pembelajaran berbasis multimedia
Dosen & mahasiswa, komputer berinternet, perpustakaan, laptop,LCD dll. Peralatan Koleksi Perpustakaan Total
Jadual Pelaksanaan (belum) Rencana
Aktifitas 3 tahun
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
1-2 3-4 5-6 7-8 9-1011-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-1011-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-1011-12 Sub-aktivitas a Sub-aktivitas b Indikator Keberhasilan
Lama masa studi lulusan (tahun) 4,68 4,60 4,50
Jumlah software yang dikuasai 2 4 6
Jumlah software analisis yang dikuasai 1 2 3
Jumlah mahasiswa dengan nilai skripsi A (%) 30,3 35,0 45,0 Publikasi tingkat nasional /jurnal terakreditasi
(publikasi/dosen/tahun) 0,2 0,5 1,0
Jumlah penelitian hibah DIKTI (penelitian/dosen/tahun) 0,1 0,2 0,25
Keberlanjutan
Setelah program berakhir, kegiatan penelusuran pustaka melalui e-learning
diharapkan terus berjalan karena dukungan teknologi pembelajaran. Mahasiswa sudah terbiasa budaya baca yang akan diamati dan diteruskan oleh adik-adik kelas mereka. Penanggungjawab Aktivitas
Ir. Dyah Erni Widyastuti, MM
b. Meningkatkan Etos Belajar Mahasiswa Melalui Training Motivasi dan Kepribadian
Latar Belakang
Rendahnya budaya baca mahasiswa juga disebabkan oleh etos belajar mereka yang masih rendah.Untuk menumbuhkan motivasi belajar dan budaya baca maka perlu diberikan training motivasi dan kepribadian. Training motivasi membantu mahasiswa menumbuhkan motivasi dirinya untuk mempersiapkan masa depan yang makin kompetitif. Bekal kepribadian melatih mahasiswa untuk memiliki rasa percaya diri, sikap mandiri dan kepemimpinan yang baik.
Rasional
Training motivasi dan kepribadian akan meningkatkan etos belajar mahasiswa yang mendukung peningkatkan karsa mereka.
Tujuan
Tujuan kegiatan ini diharapkan meningkatkan etos belajar mahasiswa, menumbuhkan kepribadian yang mandiri, percaya diri dan sikap kepemimpinan.
Mekanisme dan Rancangan
Kegiatan peningkatan etos belajar mahasiswa ini dilakukan dengan cara: Training motivasi dan kepribadian untuk mahasiswa.
Sumberdaya yang dibutuhkan
Sub-aktivitas Jenis Sumberdaya
Dibutuhkan Estimasi Biaya &Sumber Pendanaan (Ribuan RP) Komponen Pembiayaan PHK Lainnya a. Training motivasi
dan kepribadian Institusi penyelenggaratraining, mahasiswa, ruang kelas.
Jadual Pelaksanaan Rencana Aktifitas 3
tahun
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
1-2 3-4 5-6 7-8 9-10
11-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 11-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 11-12 Sub-aktivitas a.
Indikator Keberhasilan
Indikator Kinerja Awal Tengah Akhir
Rata-rata skor motivasi belajar 33,5 40 50
Rata-rata masa studi lulusan (tahun) 4,68 4,60 4,50
Keberlanjutan
Setelah selesainya program ini keberlanjutan masih dapat dijaga dengan etos belajar yang sudah membudaya di kalangan mahasiswa. Ikut sertanya dosen pada training kepribadian dapat meneruskan pengetahuannya pada mahasiswa setelah program selesai.
Penanggungjawab Aktivitas Ir. Gumoyo Mumpuniningsih, MP
D. PROGRAM PENINGKATAN MANAJEMEN DAN ORGANISASI INTERNAL (INTERNAL
MANAGEMENTAND ORGANIZATION)
a. Mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Proses Belajar Mengajar (I.1)
Latar Belakang
Hasil evaluasi diri menunjukkan bahwa kondisi akademik Jurusan Agribisnis saat ini masih kurang kondusif, dimana jumlah mahasiswa yang mengundurkan diri sebanyak 19,55 %, sedikitnya diktat kuliah, lama waktu studi (4,68 th), lamanya masa penyusunan skripsi (1,58 smt), ada 10,9% mata kuliah yang mempunyai % ketidaklulusan (nilai D,E) cukup tinggi (≥25%). Walaupun kehadiran dosen di perkuliahan sudah relatif baik (74,92 %) kelemahan-kelemahan di atas disebabkan belum adanya sistem penjaminan mutu proses belajar mengajar selain monitoring kehadiran dosen di perkuliahan. Guna meningkatkan kondisi akademik yang lebih kondusif perlu mengembangkan sistem manajemen penjaminan mutu proses belajar mengajar.
Rasional
Proses belajar mengajar yang baik tidak hanya diukur dari kuantitas pertemuan dosen dan mahasiswa saja tetapi juga harus diukur dari kualitas prosesnya, seperti tingkat kesesuaian dengan kurikulum atau silabusnya, tingkat penguasaan materi oleh mahasiswa, jumlah diktat/buku teks/petunjuk praktikum yang tersedia, dan tingkat kepuasaan mahasiswa terhadap proses belajar mengajar.
Mengembangkan panduan sistem penjaminan mutu proses belajar mengajar (PM-PBM) sebagai panduan jurusan untuk mengimplementasikan, memonitor dan mengevaluasi efektivitas proses belajar mengajar, serta meningkatkan kondisi akademik yang kondusif.
Mekanisme dan Rancangan
Kegiatan yang dilakukan pada pengembangan sistem PM-PBM adalah : 1). Pengembangan sistem PM-PBM, yaitu dengan tahapan :
a). Peningkatan keahlian staf dosen dalam PM-PBM melalui pelatihan/pemagangan di LP3 IPB
b). Penyusunan pedoman standar penjaminan mutu pembelajaran oleh staf dosen yang mengikuti pelatihan
c). Sosialisasi sistem penjaminan mutu kepada civitas akademika Jurusan Agribisnis d). Penyempurnaan pedoman standar penjaminan mutu oleh tim kerja dengan melibatkan
anggota Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) universitas.
2). Sosialisasi sistem PM-PBM kepada civitas akademika dan stakeholder melalui lokakarya. 3). Implementasi pedoman standar PM-PBM kepada internal civitas akademik jurusan, serta
melakukan monitoring dan evaluasi secara periodik.
Sumberdaya yang dibutuhkan
Sub-aktivitas Jenis Sumberdaya
Dibutuhkan Estimasi Biaya &Sumber Pendanaan (Ribuan RP) Komponen Pembiayaan PHK Lainny a I.1.1. Pengembangan sistem PM-PBM Pengiriman peserta pelatihan Kemampuan tim Notebook Referensi
15.000 2.000 Pengemb. StafPengemb. Program Peralatan Koleksi Perpustakaan Manajemen Proyek I.1..2. Sosialisasi sistem PM-PBM melalui lokakarya (Th. II) Pemateri, peserta,
materi, panitia Tahunke-2 Pengemb. Program
I.1..3. Implementasi pedoman standar PM-PBM (Th. II) SAP, komputer Instruktur, dosen Pedoman PM-PBM, Referen Tahun ke-2,3 Total 35.800 5.500 Jadual Pelaksanaan Rencana Aktifitas 3 tahun
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
1-2 3-4 5-6 7-8 9-1011-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-1011-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-1011-12 Sub-aktivitas I.1.1
Sub-aktivitas I.1.2 Sub-aktivitas I.1.3
Indikator Keberhasilan
Indikator Kinerja Awal Tengah Akhir
Rata-rata lama masa studi lulusan (tahun) 4,68 4,65 4,60 Mahasiswa DO/mengundurkan diri (%) 19,55 17,00 10,00 Rata-rata masa penyusunan skripsi/TA (semester) 1,58 1,4 1,2
Tingkat kehadiran dosen (%) 74,92 80 85
Pemberian feed back tugas kepada mahasiswa (%) 25 35 50 Tingkat kepuasan layanan akademik (%) 64.64 70 75
Keberlanjutan
Pedoman proses PM-PBM yang telah tersusun akan menjamin efektifnya proses belajar mengajar di masa mendatang. Pendanaan untuk kegiatan penyempurnaan sistem PMP-BM yang telah tersusun dapat berasal dari anggaran rutin jurusan yang berasal dari universitas. Penanggungjawab Aktivitas
Ir. Istis Baroh, M.P.
b. Penyempurnaan Desain Sistem Organisasi
Latar Belakang
Hasil evaluasi diri menunjukkan bahwa tingkat prosentase DO (mengundurkan diri) cukup tinggi (19,55%), tetapi penyebabnya belum diketahui. Hal ini dapat terjadi karena kurang
tertibnya dokumentasi / pendataan aktivitas mahasiswa, juga efektivitas dan efisiensi manajemen organisasi belum maksimal. Kekurang tertiban dokumentasi / pendataan aktivitas mahasiswa menyebabkan sulitnya manajemen dalam menentukan langkah-langkah konkrit, selain kesalahan kebijakan yang diambil karena akurasi data yang rendah.
Rasional
Sistim administrasi yang teratur dapat dilaksanakan apabila ada pembagian kerja yang jelas diantara pengelola program studi. Keteraturan tersebut akan menghasilkan dokumentasi yang lengkap sehingga memudahkan layanan terutama pada mahasiswa. Keteraturan kerja dapat meningkatkan kenyamanan bekerja dan mengoptimalkan kinerja.
Tujuan
Dengan kegiatan ini diharapkan: 1). Job deskripsi
2). Lengkapnya dokumentasi 3). Layanan yang baik
Mekanisme dan Rancangan
Kegiatan dilakukan dengan cara :
2). Implementasi sistem, monitoring dan evaluasi secara periodik
Sumberdaya yang dibutuhkan
Sub-aktivitas Jenis Sumberdaya
Dibutuhkan Estimasi Biaya &Sumber Pendanaan (Ribuan RP) Komponen Pembiayaan PHK Lainnya a. Perbaikan mekanisme kerja antar pengelola b. Penyempurnaan deskripsi kerja Kuisener, Komputer,Dosen wali, mahasiswa 11.500 9.500 1.000 4.000 Pengembangan Program Peralatan Manajemen Proyek a. Implementasi Sistem , evaluator Th ke
2,3 PengembanganProgram
Total 21.000 5.000
Jadual Pelaksanaan Rencana Aktifitas
3 tahun
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
1-2 3-4 5-6 7-8 9-1011-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-1011-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-1011-12 a. Perbaikan mekanisme kerja antar pengelola b. Penyempurnaan deskripsi kerja a. Implementasi Indikator Keberhasilan
Indikator Kinerja Awal Tengah Akhir
Tingkat DO mahasiswa (%) 19,55 15,00 10,00
Tingkat kepuasan layanan administrasi (%) 49 59,00 69,00 Tingkat kepuasan layanan akademik (%) 63 70,00 75,00 Tingkat kepuasan layanan bimbingan TA (%) 50,50 60,00 70,00 Tingkat kepuasan layanan Laboratorium (%) 45 50,00 70,00
Keberlanjutan
Dengan tersedianya data base aktivitas mahasiswa, dan sistem preventif penurunan tingkat DO sebagai panduan, maka implementasi, monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara kontinu dari waktu ke waktu. Pendanaan untuk evaluasi kegiatan ini dapat berasal dari anggaran rutin jurusan yang berasal dari universitas.
Penanggungjawab Aktivitas Ir. Istis Baroh, MP
E. PROGRAMPENINGKATAN KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY) Meningkatkan Daya Tarik Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (S.1)
LATAR BELAKANG
Eksistensi Jurusan Sosek FP berdasarkan data jumlah calon mahasiswa baru selama 5 tahun terakhir cenderung menurun. Akar permasalahan dari menurunnya jumlah peminat calon mahasiswa baru tersebut adalah kurang dikenalnya jurusan sosek di luar jawa timur. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data asal mahasiswa Jurusan Sosek didominasi oleh mahasiswa yang berasal dari daerah Jawa Timur sebagaimana tabel 14 yaitu sebaran mahasiswa yang berasal dari Jawa Timur sebesar 80,57%; 3,75% dari Jawa Tengah; 2, 65 dari Jawa Barat; 2, 21% dari Kalimantan Timur; 1,76% dari DKI Jakarta; 1,54% dari NTB dan sisanya tersebar selain daerah tersebut. RASIONAL
Untuk meningkatkan daya tarik jurusan sosek agar diminati calon mahasiswa baru dengan menunjukkan eksistensi (potensi dan keunggulan jurusan sosek). Alternatif solusinya adalah dengan menyebarkan informasi tentang jurusan ke masyarakat, kerjasama dengan sekolah potensial dan mengoptimalkan peran alumni.
TUJUAN
Menyebarkan informasi jurusan Sosek kepada masyarakat umum dan khususnya calon mahasiswa baru dan memperkenalkan potensi jurusan kepada user.
MEKANISMEDAN RANCANGAN
Kegiatan yang dilakukan pada peningkatan daya tarik jurusan sosek adalah dengan cara: 1. PROMOSI JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIANKELUAR JAWA TIMUR.
2. Kerjasama dengan SMU yang potensial memberikan kontribusi calon mahasiswa.
Sumberdaya yang dibutuhkan
Sub-aktivitas Jenis Sumberdaya
Dibutuhkan Estimasi Biaya &Sumber Pendanaan (Ribuan RP) Komponen Pembiayaan PHK Lainnya a. Promosi Jurusan
sosek keluar Jatim Data asal mhs, materipromosi, SMU, TV, koran, orang tua
15.000 1.000 Pengembangan program Peralatan
b. Kerjasama dengan SMU yang potensial memberikan kontribusi calon mahasiswa
Data asal SMU mhs, perangko, guru dan siswa SMU/SMK, tempat, panitia, materi pelatihan 15.000 15.000 2.000 Pengembanganprogram Peralatan Total 45.000 3.000 Jadual Pelaksanaan Rencana Aktifitas 3 tahun
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 11-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 11-12 1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 11-12 a. Promosi Jurusan
keluar Jawa Timur
b. Kerjasama dengan
Indikator Keberhasilan
Indikator Kinerja Awal Tengah Akhir
Jumlah mahasiswa mendaftar 22 30 40
Jumlah sekolah yang dikunjungi 10 20 25
Jumlah mahasiswa asal jawa timur (%) 80,57 77 74 Jumlah mahasiswa asal luar jawa Timur (%) 19,43 23 26 Keberlanjutan
Kegiatan peningkatan daya tarik Jurusan sosek akan berlangsung tetap rutin setiap semester atau setiap tahun setelah program hibah berakhir sehingga tetap diperoleh input yang berkualitas. Pendanaan kegiatan ini berasal dari anggaran rutin PMB universitas.
Penanggung jawab Rahmad Pulung Sudibyo, SP, MP. G. PROGRAM PENINGKATAN EFISIENSI (EFFICIENCY)
a. Percepatan Masa Studi Mahasiswa melalui Peningkatan Mutu Pengajaran dan Penelitian
Latar Belakang
Hasil Laporan Evaluasi Diri (Sub Bab 2.3.1.2) menunjukkan bahwa masa studi mahasiswa lama (4,68 tahun). Kondisi ini antara lain disebabkan oleh tingginya pengulangan beberapa matakuliah (29,67%) dan rendahnya feed back dosen dalam pengajaran. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri pada mahasiswa. Untuk mengatasinya diperlukan peningkatan mutu pengajaran di kelas.
Lamanya masa studi juga disebabkan oleh lamanya waktu penyelesaian penelitian skripsi (1,58 semester). Keadaan ini dipicu oleh lemahnya kemampuan mahasiswa dalam analisis data dan menulis ilmiah, adanya kendala biaya pada sebagian mahasiswa serta lemahnya sistem administrasi penelitian. Lemahnya kemampuan analisis data ini dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa yang mengupahkan analisis data pada orang lain. Rendahnya pelayanan laboratorium seperti terbatasnya software program analisis, terbatasnya jumlah dan kualifikasi instruktur dan laboran. Padahal, sistem administrasi laboratorium sebagai pendukung penelitian tentu mempengaruhi waktu penyelesaian penelitian skripsi.
Oleh karena itu penyelenggara pendidikan tinggi selayaknya selalu memperhatikan ketersediaan peralatan dan pelayanan laboratorium. guna kemudahan pelaksanaan penelitian mahasiswa maupun dosen. Dengan tersedianya peralatan yang dibutuhkan, adanya arahan instruktur dan laboran yang berkualitas akan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan analisis data di laboratorium yang pada akhirnya dapat mempercepat masa studi mereka.
Upaya mempercepat penelitian mahasiswa juga dapat dilakukan dengan melakukan kolaborasi penelitian antara dosen dengan mahasiswa dan sistem administrasi penelitian. Hal ini dapat membantu mahasiswa dalam pendanaan penelitian dan sekaligus pembimbingan penelitian sampai di lapang. Upaya ini diharapkan mempercepat masa penelitian dan masa studi mahasiswa.
Kegiatan peningkatan mutu pengajaran dipilih karena metode pengajaran yang tepat dan visualisasi bahan ajar dengan multimedia akan dapat meningkatkan daya tangkap terhadap materi perkuliahan sehingga diharapkan menurunkan jumlah pengulangan mata kuliah. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium untuk penelitian dan kolaborasi penelitian dipilih karena arahan instruktur dan laboran yang handal yang dilengkapi dengan peralaan laboratorium yang memadai, kolaborasi penelitian dosen dengan mahasiswa serta sistem administrasi penelitian akan dapat mempercepat masa studi mahasiswa. Tanpa kegiatan ini persoalan mahasiswa yang kurang percaya diri, pengulangan mata kuliah yang cukup tinggi dan masa studi yang cukup lama dirasa tidak dapat terpecahkan. Melalui ketersediaan metode pengajaran yang tepat, ketersediaan peralatan dan semaraknya kegiatan laboratorium, arahan dosen dalam penelitian kolaborasi serta sistem administrasi penelitian diharapkan dapat menciptakan suasana akademik yang lebih kondusif yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pendidikan tinggi.
Tujuan
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pengajaran dan penelitian yang mendukung proses belajar mengajar dan layanan lain secara lebih efektif dan efisien. 1). Meningkatkan kemampuan dosen dalam manajemen PBM, menyusun bahan ajar berbasis
multimedia, alat peraga serta menyusun buku ajar
2). Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
3). Meningkatkan efektifitas labolatorium.
4). Mempercepat waktu penelitian mahasiswa untuk segera menyelesaikan tugas akhir.
Mekanisme dan Rancangan
Mekanisme dan rancangan kegiatan ini terbagi dalam tiga sub aktivitas sebagai berikut : 1). Peningkatan Mutu Pengajaran
a). Meningkatkan kemampuan dosen dalam manajemen proses belajar mengajar yang meliputi aspek: perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi PBM.
b). Meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun bahan ajar berbasis multimedia, alat peraga serta menyusun buku ajar.
c). Pemenuhan peralatan multi media: LCD, laptop, kamera digital, Software. 2). Meningkatkan Efektivitas Laboratorium
a). Penyempurnaan buku praktikum dan alat peraga praktikum
b). Pemenuhan beberapa peralatan laboratorium termasuk software program analisis. c). Pelatihan kemampuan analisis data bagi instruktur dan laboran.
d). Pelatihan analisis data bagi mahasiswa menjelang penelitian. 3) Kolaborasi Penelitian Dosen dan Mahasiswa
a). Penelitian payung oleh dosen yang melibatkan mahasiswa.
b). Pembimbingan penelitian di kampus dan di lapang saat pengambilan data.
Sumberdaya yang dibutuhkan
Sub-aktivitas Jenis Sumberdaya Dibutuhkan Estimasi Biaya & Sumber Pendanaan (Ribuan RP) Komponen Pembiayaan PHK Lainnya a.Peningkatan Mutu
Pengajaran : Penguatan PBM Peningkatan
pengajaran berbasis multimedia
Dosen, Instruktur, materi pelatihan, Laptop, LCD, Literatur, software, dll. 28.000 2.000 PeralatanKoleksi Perpustakaan Tenaga Ahli Hibah Pengajaran b. Peningkatan kemampuan instruktur/dosen dan laboran : Mengikuti Pelatihan Analisis data
Instruktur / dosen, laboran, laboratorium dan peralatan,
intansi terkait / penyelenggara pelatihan, LCD, software pelatihan,dll. 65.000 3.000 Pengembangan Staf c. Meningkatkan efektivitas kegiatan di laboratorium: Pelatihan analisis data Merevisi petunjuk praktikum
Dosen / instruktur, laboran, mahasiswa, software analisis, referensi laboratorium dan
peralatannya,, materi praktikum dll. 18.000 2.000 Tenaga Ahli Koleksi Perpustakaan Pengembangan Staf d. Kolaborasi penelitian: Penelitian payung Pembimbingan penelitian di
kampus dan lapang
Dosen, Subjek penelitian, referensi,
ATK, alat dokumentasi
Sarana transportasi dan akomodasi 90.000 0 Hibah penelitian Total 201.000 7.000 Jadual Pelaksanaan Rencana Aktifitas 3 tahun
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
1-2 3-4 5-6 7-89-10 11-12 1-2 3-4 5-6 7-89-10 11-12 1-2 3-4 5-6 7-89-10 11-12 Peningkatan Mutu Pengajaran Peningkatan kemampuan instruktur dan laboran Meningkatkan efektivitas kegiatan di laboratorium Kolaborasi penelitian Indikator Keberhasilan
Indikator Kinerja Awal Tengah Akhir
Rata-rata lama studi lulusan (tahun) 4,75 4,60 4,50 Jumlah mahasiswa mengulang matakuliah
Indeks Prestasi Kumulatif lulusan 3,04 3,10 3,15 Rata-rata penyelesaian skripsi (semester) 1,58 1,4 1,2 Jumlah mahasiswa ikut penelitian kolaborasi 0 5 10
Keberlanjutan
Setelah program ini berakhir, kegiatan dapat dilakukan secara mandiri atau kerja sama dengan instansi yang berkompeten dengan dana universitas. Dosen, instruktur dan laboran yang telah terlatih mentransfer ilmu dan kemampuannya kepada dosen lain dan mahasiswa.
Penanggungjawab Aktivitas Ir. Bambang Yudi A., MM