• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Mutu Organisasi Kemahasiswaan

3.1. Peningkatan Mutu Pembinaan Kemahasiswaan

3.1.5. Peningkatan Mutu Organisasi Kemahasiswaan

Menggunakan payung kelembagaan perguruan tinggi organisasi kemahasiswaan yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk mahasiswa dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan penalaran, minat, kegemaran dan mendukung kesejahteraan mahasiswa. Sesuai maksud dan lingkup kegiatannya, satuan organisasi mahasiswa dapat berlingkup perguruan tinggi dalam bentuk KM-UB, EM-UB, DPM dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) sedangkan lingkup fakultas dalam bentuk Eksekutif Mahasiswa dan himpunan mahasiswa dalam disiplin ilmu untuk fakultas dengan program studi tunggal atau dalam bentuk himpunan mahasiswa disiplin ilmu pada tingkat jurusan (HMP/HMJ) dan lembaga otonom fakultas.

Tujuan dari peningkatan mutu organisasi kemahasiswaan adalah mengembangkan organisasi kemahasiswaan di lingkungan perguruan tinggi yang mendukung penyelenggaraan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler untuk menunjang proses pembelajaran serta proses pengembangan kemampuan penalaran, minat, kegemaran dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

3.2. Peningkatan Mutu Pengembangan Kemahasiswaan

3.2.1. Upaya Peningkatan Penalaran Mahasiswa Bidang Pengembangan Kemahasiswaan:

a. Penalaran Keilmuan dan Keprofesian b. Minat Dan Kegemaran

c. Kesejahteraan d. Kemasyarakatan e. Organisasi

Program Pembinaan Mahasiswa

3.2.1.1. Sosialisasi dan Implementasi Program

Pembentukan kelompok kerja (Pokja) tiap bidang pengembangan kemahasiswaan untuk menunjang mutu pembinaan mahasiswa, menjadi langkah terobosan untuk sosialisasi dan implementasi program. Selain pembentukan Pokja, juga lokakarya dan kegiatan lain untuk mahasiswa baru dan mahasiswa lama, rutin setiap tahun untuk sosialisasi dan implementasi kegiatan kemahasiswaan. Lokakarya per bidang di Universitas Brawijaya setiap tahun menghadirkan pemateri profesional dari dan pemateri dari universitas dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.Semua kegiatan di atas bertujuan memberikan pemahaman mutu pembinaan pada mahasiswa.

Sosialisasi dan implementasi per bidang pembinaan mahasiswa dengan kegiatan lokakarya diefektifkan dengan mengatur jenis materi, jumlah dan kualitas peserta serta pemateri. Contoh: setiap satu kegiatan penulisan ilmiah yang dilombakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dengan satu

BAB-III: Program Pengembangan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya

24

kegiatan lokakarya di universitas untuk sosialisasi dan implementasi. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yang dilombakan secara nasional oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, di lokakaryakan oleh bidang kemahasiswaan Universitas Brawijaya setiap terpisah dengan jadwal sebelum pelaksanaan lomba nasional di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Jadwal sosialisasi dan implementasi kegiatan penalaran nasional sudah masuk dalam kalender akademik Universitas Brawijaya.

3.2.1.2. Penyempurnaan Standar Mutu Pembinaan Mahasiswa

Berbagai aspek standar mutu pembinaan mahasiswa antara lain kuantitas dan kualitas kegiatan pembinaan di fakultas setiap tahun berdasarkan kalender pendidikan Universitas Brawijaya, ditata dan dikembangkan guna penyempurnaan berbagai kegiatan penalaran mahasiswa. Kelompok Kerja per bidang tingkat fakultas dikembangkan juga di di tingkat jurusan dan program studi. Dosen pembimbing per kelompok kerja ditetapkan berdasarkan standar antara lain mencakup kewajiban dan hak dosen pembimbing. Pemberian insentif bagi dosen pembimbing pada Pokja diupayakan meningkat sejalan dengan tugas pembimbing.

3.2.1.3. Pengembangan Kompetensi Dosen Pembimbing

Pelatihan pembimbingan per bidang pengembangan kemahasiswaan bagi para dosen pembimbing di kampus atau di luar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, agenda peningkatan mutu pembimbingan berdasarkan standar kualifikasi dosen pembimbing nasional oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dosen pembimbing kemahasiswaan di Universitas Brawijaya mengikuti program pelatihan pembimbingan yang setiap tahun diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Jumlah peserta pelatihan setiap tahun ditingkatkan, dan kegiatan yang sama diselenggarakan oleh fakultas dengan pemateri adalah dosen yang pernah mengikuti pelatihan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Bidang kemahasiswaan fakultas bertanggungjawab pada Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dan Lembaga Pengkajian Pendidikan dan Pengajaran (LP3) Universitas Brawijaya, mengembangkan profesi dosen sebagai pembimbing per bidang pengembangan mahasiswa melalui pendidikan dan pelatihan.

3.2.1.4. Monitoring, Evaluasi dan Penjaminan Mutu Kegiatan Secara Terprogram

Kegiatan utama untuk monitoring antara lain lomba per bidang secara terprogram di fakultas. Contoh: lomba karya tulis mahasiswa baru setelah satu tahun menjadi mahasiswa di fakultas, memilih satu sampai tiga kelompok pemenang untuk setiap bidang yang selanjutnya pemenang mewakili fakultas pada lomba yang sama di tingkat universitas. Kegiatan utama penjaminan mutu penalaran antara lain pelatihan intensif bagi para pemenang lomba penulisan ilmiah oleh para dosen dalam kelompok kerja yang dibentuk oleh Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan. Pelatihan intensif diikuti oleh pemenang pertama dan kedua untuk setiap bidang lomba karya tulis mahasiswa di Universitas Brawijaya, dipersiapkan untuk mengikuti lomba yang sama di tingkat regional. Pelatihan intensif akan diulang bagi para pemenang lomba di tingkat regional, untuk dipersiapkan pada lomba yang sama tingkat nasional di acara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Survei benchmarking mutu pembinaan mahasiswa terhadap standar internasional, oleh mahasiswa antara lain IAAS dan AIESEC Universitas

BAB-III: Program Pengembangan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya

25

Brawijaya melalui kegiatan pertukaran mahasiswa antar negara antara lain di Asia, Afrika, Amerika dan Eropa. Hasil survei oleh para mahasiswa dilengkapi oleh hasil evaluasi diri mahasiswa Universitas Brawijaya menjadi bahan diskusi para birokrat di bidang kemahasiswaan untuk menetapkan standar mutu penalaran yang dibukukan menjadi panduan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK Maba) dan panduan lain untuk kegiatan sejenis bagi mahasiswa lama.

Kegiatan monitoring sosialisasi dan pengembangan per bidang mahasiswa, di universitas, monitoring evaluasi dan penjaminan mutu per bidang mahasiswa adalah beragam bentuk, waktu, dan intensitas kegiatan untuk setiap tahun.

3.2.1.5. Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah Mahasiswa

Prestasi per bidang pengembangan kemahasiswaan dimuat dalam Majalah yang terbit secara periodik di universitas adalah efektif sebagai upaya meningkatkan minat mahasiswa dalam semua kegiatan kemahasiswaan.

3.2.1.6. Penataan Regulasi di Bidang Kegiatan Mahasiswa

Pengembangan dan penyempurnaan peraturan-peraturan, kebijakan, pedoman, standar, termasuk aturan pelaksanaan teknis di tiap bidang oleh Rektor menjadi kegiatan perbaikan regulasi untuk meningkatkan kegiatan mahasiswa.Berdasarkan regulasi, Rektor dengan menerbitkan Surat Keputusan. Pemberian beasiswa untuk bebas Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), atau uang tabungan bagi para mahasiswa yang berprestasi dalam tiap bidang, ditingkatkan baik jumlah mahasiswa penerima maupun nonimal uang bantuan melalui regulasi Rektor. Bantuan pembimbingan oleh tenaga ahli di luar Universitas Brawijaya, fasilitas transportasi, dan akomodasi untuk mendukung kegiatan mahasiswa diatur oleh regulasi Rektor dalam menunjang mutu kegiatan mahasiswa.

3.2.1.7. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Penambahan Sarana Prasarana

Pengembangan dan perbaikan teknologi informasi dengan adanya UPPTI, penambahan sarana prasarana internet, penambahan buku dan jurnal termasuk yang on line di perpustakaan Universitas Brawijaya; mendukung kegiatan mahasiswa di UB.Peningkatan ketrampilan mahasiswa dalam mengakses teknologi dan sarana tersebut ditingkatkan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi para mahasiswa.

3.2.2. Upaya Peningkatan Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa

Pembinaan dan Pelayanan kesejahteraan mahasiswa, merupakan salah satu tugas dari penyelenggaraan perguruan tinggi, sebagaimana diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010. Tujuan pelayanan kesejahteraan mahasiswa adalah membantu memenuhi kebutuhan mahasiswa, baik yang bersifat materiil maupun moril, dengan tujuan dapat menunjang proses pengembangan diri dan kelancaran studi mahasiswa sebagai insan akademik.

3.2.2.1. Beasiswa

Di Universitas Brawijaya terdapat beberapa sumber dana beasiswa dan tunjangan yang dapat membantu mahasiswa yang mempunyai kendala kekurangan biaya. Beasiswa yang ada di Universitas Brawijaya terdiri dari

BAB-III: Program Pengembangan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya

26

beasiswa yang bersifat rutin (sumber dana dari APBN dan PNBP) dan yang bersifat hibah.

Macam-macam beasiswa dan ikatan dinas yang tersedia sebagai berikut : Tabel 3.1. Jenis dan sumber dana beasiswa yang tersedia

No Sumber dana Jenis

12 YAYASAN PELAYANAN KASIH 13 YAYASAN MARGA JAYA SEJAHTERA 14 BNC - BRI

2 PERTAMINA FOUNDATION 3 BCA FINANCE

4 TNI 5 ETOS 6 MARUBENI

7 UNITED TRACTORS

8 PT. PAMA PERSADA NUSANTARA 9 DJARUM

Ketentuan umum untuk mendapat beasiswa adalah berdasarkan atas prestasi dan diutamakan kepada mahasiswa yang berstatus sangat memerlukan biaya untuk melanjutkan pendidikan.

3.2.2.2. Dana Kesejahteraan Sosial Mahasiswa (DKSM)

Setiap mahasiswa baru Universitas Brawijaya wajib menjadi peserta Program Dana Kesejahteraan Sosial Mahasiswa yang berlaku untuk satu tahun dimulai pada bulan September tahun berjalan sampai dengan Agustus tahun berikutnya.Tujuan Program DKSM adalah memberikan bantuan kepada mahasiswa berupa santunan apabila mahasiswa baru mengalami kecelakaan sehingga harus mengeluarkan biaya untuk perawatan/ pengobatan dokter dan rumah sakit atau apabila mahasiswa meninggal dunia baik karena kecelakaan maupun karena sakit.

3.2.2.3 Bimbingan Konseling

BAB-III: Program Pengembangan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya

27

Bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan secara sistematis dan intensif kepada mahasiswa dalam rangka pengembangan pribadi, studi dan karier yang dilakukan oleh konselor atau petugas bimbingan. Kegiatan ini bertujuan membantu mahasiswa dalam mewujudkan potensi diri secara optimal, baik untuk kepentingan pengembangan diri maupun tuntutan lingkungan secara konstruktif, mampu memecahkan persoalan yang dihadapi secara realistis, dan mengambil keputusan secara rasional. Agar dapat melaksanakan keputusan secara konkret dan bertanggungjawab, maka mahasiswa perlu merumuskan rencana akademik, karier dan rencana hidup lainnya yang mendukung perannya sebagai orang dewasa.

Bimbingan dan konseling secara umum berfungsi:

a. Pencegahan, yaitu membantu mahasiswa untuk menghindari kemungkinan terjadinya masalah;

b. Perbaikan, yaitu membantu mahasiswa memperbaiki kondisi yang kurang memadai;

c. Penyaluran, yaitu membantu mahasiswa menyalurkan kegiatan pada lingkungan yang kondusif;

d. Pengembangan, yaitu membantu mahasiswa untuk mengembangkan diri secara maksimal;

e. Penyesuaian, yaitu membantu mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

3.2.2.4 Pelayanan Kesehatan (Poliklinik)

Poliklinik mempunyai tugas sebagai lembaga yang bertanggungjawab atas usaha-usaha memelihara, membina, dan mengembangkan derajat kesehatan bagi keluarga besar Universitas Brawijaya khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Adapun fungsi poliklinik meliputi:

a. Melakukan usaha promotif dan edukatif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya warga Universitas Brawijaya.

b. Melakukan usaha preventif terhadap timbulnya penyakit, baik secara individu maupun secara massal

c. Memberikan pelayanan dan pengobatan terhadap penyakit tingkat pertama dan melakukan rujukan untuk perawatan pada tingkat selanjutnya.

3.2.2.5 Peningkatan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Mahaesa

Sesuai dengan arah kebijaksanaan Pola Pengembangan Kemahasiswaan, peningkatan ketaqwaan pada Tuhan Yang Mahaesa merupakan Prioritas yang harus dikembangkan. Pengembangan kegiatan yang bersifat kerohanian dilakukan melalui wadah yang berupa unit aktivitas kerohanian yaitu:

a. Unit Aktivitas Kerohanian Islam b. Unit Aktivitas Kerohanian Kristen c. Unit Aktivitas Kerohanian Katholik d. Unit Aktivitas Kerohanian Hindu Dharma e. Unit Aktivitas Kerohanian Buddhis

Kegiatan keagamaan dilakukan dalam rangka peringatan hari-hari besar agama maupun upacara-upacara keagamaan dalam bentuk diskusi, seminar keagamaan dan penghayatan rasa keagamaan melalui festival peringatan hari-hari besar agama lainnya. Kegiatan-kegiatan rutin yang dilaksanakan antara lain :

BAB-III: Program Pengembangan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya

28

a. Festival seni-budaya b. Seminar Keagamaan

c. Pertemuan Ilmiah cendekiawan muslim d. Peringatan Hari Besar Keagamaan e. Pondok Ramadhan

f. Retreat dan kebaktian rohani g. Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) h. Mentoring

3.2.2.6 Pelayanan Sarana dan Prasarana Kegiatan Mahasiswa

Dalam rangka menunjang kegiatan pembinaan mahasiswa maka sarana dan prasarana yang ada, baik ditingkat fakultas maupun Universitas disediakan secara bertahap.Pada saat ini sarana dan prasarana yang ada diusahakan semaksimal mungkin untuk dapat menampung semua kegiatan mahasiswa, sehingga perlu pengaturan dalam penggunaannya sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah direncanakan.

Adapun sarana fisik penunjang kegiatan pelayanan kemahasiswaan yang dimiliki Universitas Brawijaya di kelompokkan berdasarkan:

a. Sarana Keagamaan:

 Masjid Raden Patah (MRP)

 Masjid Fatahillah

 Mushola di fakultas-fakultas b. Sarana Umum:

 Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (Student Center)

 Gedung Graha Brawijaya

 Gedung Widyaloka

 Gedung Kuliah Bersama

 Gedung Perpustakaan

 Ruang Kuliah dan Diskusi

 Gedung Alumni

 Gedung Asrama Mahasiswa Griya Brawijaya

 Gedung Rusunawa

 Gedung Sekretariat Organisasi Kemahasiswaan

 Gazebo

 Lapangan Bulu Tangkis

 GOR Pertamina UB d. Sarana Kesenian:

 Alat-alat Kesenian e. BANK dan KOPERAS:

 Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

 Kantor Cabang Bank BNI

 Kantor Cabang Bank BTN

 Kantor Cabang Bank BRI

BAB-III: Program Pengembangan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya

29

 Kantor Cabang Bank Jatim

 Kantor Cabang Bank Mandiri

 Kantor Cabang Bank BCA

 Kantor Pos dan Giro

BAB-IV: Kegiatan Pengembangan Kemahasiswaan

30

BAB-IV

KEGIATAN PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN

4.1. Kalender Kemahasiswaan Universitas Brawijaya Tahun 2012/2013

No KEGIATAN RENCANA

PELAKSANAAN

1 MTQ Mahasiswa Tk. Nasional ke XII Juli – Agt. 2012

2 Gelar Prestasi Maba (Open House UKM) Agustus 2012

3 Lomba Program Kreativitas Mahasiswa - (PKM-Maba)

a. Pengumpulan karya tulis ke Rektorat Januari 2013

b. Pelaksanaan Lomba Februari 2013

4 Program Kreativitas Mahasiswa - Gagasan Tertulis (PKM-GT)

a. Pengumpulan karya tulis ke Rektorat Pebruari 2013

b. Pengiriman ke DP2M Dikti Maret 2013

c. Pengumuman Lolos PIMNAS Juni 2013

d. Presentasi PIMNAS Juli 2013

5 Program Kreativitas Mahasiswa – Artikel Ilmiah (PKM-AI)

a. Pengumpulan karya tulis ke Rektorat Pebruari 2013

b. Pengiriman ke DP2M Dikti Maret 2013

c. Pengumuman Penghargaan Juni 2013

6 Program Kreativitas Mahasiswa – Bid. Penelitian, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat ,Teknologi dan Karsa Cipta :

a. Pengumpulan karya tulis ke Rektorat September 2012

b. Pengiriman ke DP2M Dikti Oktober 2012

c. Pengumuman Didanai Dikti Januari 2013

d. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Mei 2013

e. Pengumuman Lolos PIMNAS Juni 2013

f. Presentasi PIMNAS Juli 2013

7 Diklat Kepemimpinan Berwawasan Kebangsaan Oktober 2012

8 Diklat Kewirausahaan Nopember 2012

9 Pemilwa Raya (Pemilu Mahasiswa) Desember 2012

10 Pekan Seni Mahasiswa Nasional ( PEKSIMINAS) XI :

a. Pekan Seni Mahasiswa Regional (PEKSIMINAL) Mei 2012 b. Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) Juli 2012 11 Kontes Robot Cerdas Indonesia, Kontes Robot Seni Indonesia dan

Kontes Robot Indonesia (KRCI, KRSI dan KRI):

a. Usulan Proposal ke Dikti Desember 2012

b. Pelaksanaan KRCI, KRSI dan KRI Regional Mei 2013 c. Pelaksanaan KRCI, KRSI dan KRI Nasional Juni 2013

12 Program Mahasiswa Wirausaha ( PMW )

1. Pengajuan proposal Pebruari 2013

2. Pelatihan Bisnis Plan Juni 2013

3. Magang Juni 2013

4. Start Up Bisnis Juni 2013

13 Debat Bahasa Inggris :

a. Tingkat Lokal UB April 2013

BAB-IV: Kegiatan Pengembangan Kemahasiswaan

31

No KEGIATAN RENCANA

PELAKSANAAN

b. Tingkat Wilayah Mei 2013

c. Tingkat Nasional Juli 2013

14 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi :

a. Tingkat Universitas April 2013

b. Tingkat Nasional Juli 2013

15 Olympiade Matematika & Ilmu Peng.Alam ( On-MIPA ) :

a. Tingkat Lokal UB Maret 2013

b. Tingkat Wilayah IV Jatim April 2013

c. Tingkat Nasional Juni 2013

16 Pekan Olahraga Mahasiswa :

a. Pekan Olahraga Mahasiswa Lokal UB Pebruari 2013 b. Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah ( POMDA ) Mei 2013 c. Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional ( POMNAS ) Juli 2013

17 Olimpiade Sains Nasional ( OSN ) :

a. Tingkat Lokal UB Oktober 2012

b. Seleksi tingkat Regional Nopember 2012

c. Seleksi tingkat Nasional Desember 2012

18 Kontes Jembatan Indonesia dan Kontes Bangunan Bertingkat ( KJI, dan KGB ) :

a. Usulan Proposal ke Dikti Maret 2013

b. Pengumuman lolos Nasional Mei 2013

c. Pelaksanaan Kontes Nasional Juni 2013

19 Kontes Muatan Roket Indonesia ( Komurindo ) :

a. Usulan Proposal ke Dikti Januari 2013

b. Tingkat Regional Mei 2013

c. Tingkat Nasional Juni 2013

20 Pagelaran Mahasiswa bidang TIK ( GemasTIK ) :

a. Usulan Proposal ke Dikti Februari 2013

b. Pengumuman lolos Nasional April 2013

c. Pelaksanaan Kontes Nasional Mei 2013

Direktori Pejabat

32

BAB-V

PROFIL LEMBAGA MAHASISWA

5.1 Lembaga Kedaulatan Mahasiswa Universitas Brawijaya (LKM-UB)

LKM-UB merupakan sebuah wadah mahasiswa untuk mengimplementasikan peran mahasiswa dan memberikan sumbangsih dalam turut memajukan bangsa dan negara Indonesia. Lembaga ini didirikan tanggal 27 September 1998 dan merupakan hasil mengintegrasikan dirinya dengan seluruh gerakan perubahan yang memperjuangkan kebenaran dengan secara konsisten pada nilai-nilai religius, kedaulatan, intelektualitas dan demokrasi. Lembaga ini terdiri dari: (a) lembaga-lembaga di tingkat Universitas: Kongres Mahasiswa Universitas Brawijaya (KM-UB), Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Brawijaya (DPM-UB), Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM-UB), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Dewan Pers Kampus (DPK); (b) lembaga di tingkat Fakultas: Musyawarah Umum Mahasiswa Fakultas (MUMF), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F), Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPM F), Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program (HMJ/HMP), dan Lembaga Otonomi Fakultas (LOF).

5.1.1 Lembaga-lembaga Tingkat Universitas

Anggota KM-UB terdiri dari DPM UB (13 orang), perwakilan Fakultas (tiap fakultas 1 0rang), perwakilan UKM (3 orang), dan perwakilan DPK (1 orang).KM-UB memegang amanah kedaulatan untuk merumuskan haluan-haluan paramadigmatis (Garis-garis Besar Haluan Kerja, GBHK), sedangkan sebagai DPM merupakan legislatif yang mempunyai fungsi kontrol terhadap GBHK LKM-UB. Sementara EM-UB sebagai lembaga tinggi yang dipimpin oleh seorang Presiden mempunyai kewajiban untuk melaksanakan ketetapan KM UB serta mewakili mahasiswa Universitas Brawijaya dalam berbagai aktivitas mahasiswa, baik yang sifatnya internal maupun eksternal. Presiden EM UB dang anggota DPM UB dipilih melalui Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) yang diadakan tiap tahun dan dalam melaksanakan tugasnya Presiden dibantu Menteri dan mempunyai tata hubungan koordinatif dengan UKM.

UKM merupakan lembaga yang berperan sebagai unit pelaksana kegiatan ekstrakurikuler di tingkat Universitas. Unit aktivitas ini terbagi dalam lima karakter kerja, meliputi:

a. Minat Penalaran: FORMASI, FORDI MAPELAR, UAPKM, IAAS, R-KIM, AIESEC

b. Minat Olah Raga: Bola Basket, Bola Voli, Tenis lapangan, Bulutangkis, Sepakbola, Tae Kwon Do, Tapak Suci, Inkai, Perisai Diri, Merpati Putih, Setia Hati Teratai, Persatuan Kempo Indonesia, Tenis Meja, Baseball c. Minat Kesenian: Paduan Suara Mahasiswa (PSM), Teater KUTUB,

UNITANTRI, Home Band, Marching Band

d. Minat Khusus: Menwa, Pramuka, KSR, IMPALA, TEGASZ.

e. Minat Kesejahteraan Mahasiswa: UAKI, UAKK, UAKKat, UNIKAHIDHA, Budhis

f. Minat Kewirausahaan : MW

Direktori Pejabat

33

DAFTAR LEMBAGA UNIVERSITAS DAN UNIT AKTIVITAS DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN 2012

No. Lembaga / Unitas Keterangan

A Lembaga Kemahasiswaan : 1 Eksekutif Mahasiswa Universitas 2 Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas 3 Konggres Mahasiswa Universitas

B Unit Aktivitas :

1

Sepak Bola Olahraga Permainan

2 Tenes Lapangan

3 Bulu Tangkis

4 Bola Basket

5 Tenis Meja

6 Bola Voli

7 Catur

8 Bridge

9 BSC ( Menembak )

10 Renang

11

Baseball

12

Tapak Suci Olahraga Bela Diri

13 Merpati Putih

14 Tae Kwon Do

15 Inkai

16 Perisai Diri

17 Setia Hati Teratai

18 Perkemi Do Jo

19

Paduan Suara Kesenian

20 Tari dan Karawitan

21 Band

22 Teater

23 Marching Band

24

Resimen Mahasiswa ( Menwa ) Minat dan Bakat Umum

25 Korps Suka Rela

26 Impala

27 Pramuka

28 Napza

29

Penerbitan Kampus Penalaran

30 Formasi

31 Fordi Mapelar

32 IAAS

33 R-KIM(Riset & Karya Ilmiah)

34

UAK Kerohanian Islam Keagamaan

35 UAK Katolik

36 UAK Kristen

37 UAK Hindhu

38 UAK Budha

39

MW (Mahasiswa Wirausaha) Kewirausahaan

Direktori Pejabat

34 5.1.2 Lembaga-lembaga Tingkat Fakultas

MUMF merupakan forum tertinggi di tingkat Fakultas yang memiliki kewenangan untuk membuat GBH mahasiswa Fakultas.Forum ini juga berkewajiban untuk membentuk badan tingkat Fakultas sesuai dengan kebutuhan masing-masing fakultas. Lembaga BEMF berkewajiban untuk melaksanakan hasil MUMF yang dalam melaksanakan kegiatan internalnya memiliki hak otonomi, sedangkan kegiatan eksternal yang membawa nama Universitas harus berkoordinasi dengan EM-UB. Lembaga BEMF dipimpin oleh seorang Ketua Umum hasil Pemilwa tingkat fakultas.

HMJ/HMP merupakan lembaga eksekutif tingkat jurusan atau program.Lembaga ini memiliki jalur koordinasi dengan BEMF.Sedangkan tanggungjawab kegiatan HMJ/HMP dilakukan kepada pimpinan Fakultas. LOF sebagai unit pelaksana teknis tingkat fakultas yang memiliki hubungan koordinatif dengan BEMF

5.1.3 Struktur Organisasi Lembaga Kemahasiswaan Universitas Brawijaya

Lembaga-lembaga di tingkat Universitas:

Kongres Mahasiswa Universitas Brawijaya (KM-UB), Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Brawijaya (DPM-UB), Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM-(DPM-UB), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Dewan Pers Kampus (DPK);

Lembaga di tingkat Fakultas:

Musyawarah Umum Mahasiswa Fakultas (MUMF), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F), Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPM F), Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program (HMJ/HMP), dan Lembaga Otonomi Fakultas (LOF).

KM UB

EM UB

DPM UB DPK

MUMF

BEMF

DPMF KM UB

HMJ / HMPP

UNITAS

Keterangan :

1. : Hubungan instruktif/ derektif 2. : Hubungan Konsultatif / koordinatif

Direktori Pejabat

35

BAB-VI

TATA KRAMA KEHIDUPAN KAMPUS SEBAGAI MASYARAKAT ILMIAH

6.1 Pancasila Sebagai Sumber Nilai

Sejatinya setiap individu setiap masyarakat bangsa mengembangkan dan memiliki cara pandang atas segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup dan lingkungan kehidupannya. Cara pandang tentang kehidupan ini terbentuk secara natural seiring dengan proses-proses sosial yang dialaminya. Cara pandang ini dapat bersumber dan berlandaskan pada adat istiadat, norma-norma ataupun agama. Cara pandang ini pada gilirannya akan menjadi kerangka pikir, kerangka acuan dan landasan nilai-nilai individu dan masyarakat bangsa yang bersangkutan dalam memahami, merespon atau mensikapi segala sesuatu yang dihadapinya. Cara pandang inilah yang disebut sebagai pandangan hidup atau worldview.

Founding fathers bangsa Indonesia, dengan kearifan dan kebeningan mata hatinya telah menggali dan memformulasikan pandangan hidup bangsa Indonesia Pancasila dan mematrikannya sebagai landasan dan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara dalam pembukaan UUD 1945. Sebagai formulasi sekaligus kristalisasi nilai-nilai pandangan hidup bangsa Indonesia, ideologi Pancasila telah menempatkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki jati diri yang khas yang membedakan dari bangsa-bangsa lain di dunia. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, asas kerokhanian Negara, telah menempatkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berpandangan hidup theisme-religius, bangsa yang pola pikir, sikap hidup dan perilakunya berlandaskan pada nilai-nilai Ketuhanan, nilai-nilai yang bersumberkan pada kebenaran wahyu Tuhan.

Oleh karena itu, tidak ada tempat bagi pandangan hidup yang sekuleristik apalagi materialistic-atheistik. Seluruh produk hukum yang menjadi tata aturan hidup berbangsa dan bernegara dan seluruh produk kebijakan yang menjadi landasan berbagai program kegiatan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, harus selaras dengan nilai-nilai Ketuhanan. Dengan demikian, Pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai pandangan hidup bangsa adalah sumber nilai yang melandasi seluruh aspek kehidupan bangsa. Sebagai sumber nilai, maka setiap upaya membangun etika maupun tata karma kehidupan harus bersumber dan merujuk pada nilai-nilai dasar Pancasila

6.2 Pola Pikir Masyarakat Ilmiah

Masyarakat Ilmiah adalah merupakan kategori masyarakat yang warganya memiliki sifat-sifat ingin mengetahui segala fenomena yang ada, dengan melakukan kegiatan pengkajian secara ilmiah, agar diperoleh kebenaran yang teruji sesuai dengan metode ilmu pengetahuan. Karena itu, masyarakat ilmiah mempunyai sistematika/kerangka berpikir yang sistematik berdasarkan data dan fakta, dan kemampuan untuk menganalisanya, sehingga didapatkan suatu kebenaran yang teruji.

Dengan demikian, masyarakat ilmiah adalah masyarakat yang pola pikir, sikap hidup dan perilakunya didasarkan pada nilai-nilai ilmiah.

Berbeda dengan masyarakat ilmiah pada umumnya, masyarakat ilmiah

Berbeda dengan masyarakat ilmiah pada umumnya, masyarakat ilmiah

Dokumen terkait