• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. PELAKSANAAN KEGIATAN

4.2.1. Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan

4.2.1.2. Peningkatan Peranserta Masyarakat Dalam Pengelolaan

1. Pengembangan Jejaring Pengelola Sampah Mandiri

Pengembangan Jejaring Pengelola Sampah Mandiri dilaksanakan dengan cara mempertemukan forum/kelompok peduli lingkungan/ pengelola sampah mandiri yang ada di Provinsi DIY. Pada Tahun 2011 pelaksanaan dilaksanakan sebanyak5 (lima) kali yang terdiri dari :

(1) Workshop Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) “Merti Boemi Lestari” Tanggal 9 Februari 2011, bertempat di Ruang Kalpataru (lantai III) BLH Provinsi DIY. Peserta 30 orang terdiri dari kelompok/organisasi pengelola sampah mandiri di Provinsi DIY. Workshop mengambil tema “Peran Pemerintah dalam Pengembangan JPSM”.

Materi :

 Kebijakan Pemerintah Provinsi DIY dalam Pengelolaan Sampah, Oleh : Dra. Harnowati - BLH Prov. DIY.

 Kebijakan pemerintah kota dalam pengelolaan sampah. Oleh : Ir. Budi Raharjo – BLH Kota Yogyakarta

 Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis masyarakat. Oleh : Susanto - BLH Kabupaten Bantul

 Implementasi UU 18 tahun 2008. Oleh : Ir. Kuncara HP, MMA

(2) Tanggal 9 Maret 2011, bertempat di Ruang Adipura Lantai III BLH Provinsi DIY. Peserta 30 orang dari kelompok/organisasi pengelola sampah mandiri di Provinsi DIY. Workshop mengambil tema “Pemberdayaan Kelompok Masyarakat dalam Pengembangan JPSM”.

Materi :

 Kebijakan Pemerintah Provinsi DIY dalam Pengelolaan Sampah, Oleh : Ir. Kuncara HP, MMA - BLH Prov. DIY.

 Pengelolaan Sampah Berbasis masyarakat, Oleh : Cahyo Widayat, SH, M.Si -BLH Prov. DIY.

 Kerajinan dari Sampah Anorganik, menunjang perekonomian keluarga. Oleh : Iswanto, S.Pd, M.Si – Poltekkes Depkes DIY

 “ AMOR “ JPSM Kabupaten Bantul Oleh : R. Junaidi

(3) Tanggal 12 April 2011, bertempat di Ruang Adipura Lantai III BLH Provinsi DIY. Peserta 30 orang dari kelompok/organisasi pengelola sampah mandiri di Provinsi DIY. Workshop mengambil tema “Revitalisasi Kelembagaan dan Rencana Aksi JPSM ‘Merti Boemi Lestari”.

Materi :

 Kebijakan Pemerintah Provinsi DIY dalam Pengelolaan Sampah, Oleh : Ir. Kuncara HP, MMA - BLH Prov. DIY.

 Penguatan kelembagaan JPSM Merti Boemi lestari Oleh : Cahyo Widayat, SH, M.Si- BLH Prov. DIY.

 Masa depan JPSM Merti Boemi Lestari Oleh : Iswanto, S.Pd, M.Si – Poltekkes Depkes DIY

 Pengelola sampah dengan pendekatan Ekonomi Oleh : R. Junaidi

(4) Tanggal 25 Juli 2011, bertempat di Ruang Adipura Lantai III BLH Provinsi DIY. Peserta 30 orang dari kelompok/organisasi pengelola sampah mandiri di Provinsi DIY. Workshop mengambil tema “Masa Depan JPSM”.

Materi :

 Kebijakan Pemerintah Provinsi DIY dalam Pengelolaan Sampah, Oleh : dr. Andung Prihasi Santosa, M.Kes - BLH Prov. DIY.

 Kondisi kini dan nantiTPA Piyungan Oleh : Ir. Kuncara HP, MMA- BLH Prov. DIY.

 Kerajinan dari Sampah Anorganik, ditinjau dari kualitas produk. Oleh : Dra. Kiptiyah

 Implementasi UU 18 tahun 2008. Oleh : Cahyo Widayat, SH, M.Si

(5) Tanggal 29 September 2011, bertempat di Balai Desa Potorono, Bantul. Peserta 30 orang dari kelompok/organisasi pengelola sampah mandiri di Provinsi DIY. Workshop mengambil tema “Bank Sampah”.

Materi :

 Kebijakan Pemerintah Provinsi DIY dalam Pengelolaan Sampah, Oleh : dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes - BLH Prov. DIY.

 Pengelolaan Sampah Dengan Sistem Bank Sampah,Oleh : Bambang Suwerda, S.ST, M.Si – Poltekkes Depkes DIY

 Pemasaran Hasil Olahan Limbah.Oleh : Iswanto, S.Pd, M.Si – Poltekkes Depkes DIY

 Penguatan kelembagaan kelompok pengelola sampah Oleh : Cahyo Widayat, SH, M.Si

2. Penyusunan Buku Profil Jejaring Pengelola Sampah Mandiri

Buku yang dicetak berjudul ”Profil Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri di DIY” sejumlah 500 eksemplar.

Sesuai SPK NO : 027/7509, Tanggal 23 November 2011 Nama

perusahaaan : CV. Parramatta Niti Raharja

Alamat :

Jenis pekerjaan : Belanja Cetak Profil Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (500 Eksemplar)

Nilai Pekerjaan : Rp.

17.000.000,-(Tujuh belas juta rupiah) 3. Pengadaan Peralatan Pengelolaan Sampah Mandiri

Sesuai SPK NO : 027/2300, Tanggal 6 April 2011 Nama

perusahaaan : PB. Wahyu Murni

Alamat :

Jenis pekerjaan : Pengadaan peralatan Pengelolaan Sampah Mandiri (200 Unit Komposter)

Nilai Pekerjaan : Rp.

68.000.000,-(Enam puluh delapan juta rupiah) Spesifikasi : - Volume : 160 liter.

- Hasil jadi kompos padat.

- Bahan : Gentong plastik Vol 160 liter, pipa pralon, T ¾, Sock ¾.

- Kelengkapan : Aktivator padat, sekop kecil, stiler organik, angsang, alas angsang kardus / jerami, cerobong udara, bumbu pengomposan, petunjuk penggunaan.

4. TOT Pengelola Sampah Mandiri

Tujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam pengelolaan sampah mandiri, mempercepat pengembangan pengelola sampah secara mandiri.

Peserta pelatihan sebanyak 30 orang, dari Kabupaten dan Kota se Provinsi DIY.

Pelaksanaan TOT di Badan Lingkungan Hidup Provinsi DIY (Lantai III) tanggal 24 Juni 2011 dilanjutkan dengan orientasi kerja di Kota Surabaya pada tanggal 27 dan 28 Juni 2011. Materi :

 Kebijakan Pemerintah Provinsi DIY dalam Pengelolaan Sampah, Oleh : Ir. Kuncara HP, MMA - BLH Prov. DIY.

 Pengelolaan sampah mandiri Oleh : Iswanto, S.Pd, M.Si – Poltekkes Depkes DIY

 Pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas Di kota surabaya. Oleh :Fauzan – DKP Kota Surabaya

5. Monitoring dan pendampingan kelompok Pengelola Sampah Mandiri. Pelaksanaan kegiatan :

NO Tanggal Lokasi

1 6April 2011 Dusun Sribitan, Kasihan, Bantul

2 8 April 2011 Dusun Trimulyo I, Kepek, Gunungkidul 3 11 April 2011 Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul 4 13 April 2011 Dusun Madusari, Kepek, Gunungkidul 5 15 April 2011 Dusun Sabrang, Bambanglipuro, Bantul 6 19 April 2011 Gerbosari, Jetis, Samigaluh, Kulon Progo

7 20 April 2011 Panjatan I, Panjatan, Kulon Progo 8 21 April 2011 Perum Sembada Asri, Mlati, Sleman 9 25 April 2011 Perum Jombor Baru, Mlati, Sleman 10 26 April 2011 Dusun Ngijo, Srimulyo, Piyungan, Bantul Peserta sejumlah 30 orang / lokasi.

Materi :

a. UU Nomor 18 tahun 2008, tentang Persampahan. b. Penggunaan peralatan Komposter.

Nara Sumber : BLH Prov. DIY dan Praktisi. B. Hasil dan Kesimpulan

1. Pengembangan Jejaring Pengelola Sampah Mandiri dengan 5 (lima) workshop:

a. Workshop Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) “Merti Boemi Lestari” dengan tema “Peran Pemerintah dalam Pengembangan JPSM”.

Hasil Workshop:

1) Pemerintah perlu membuat regulasi yang pro dengan pengelolaan sampah. Misal : bila dalam suatu wilayah tidak ada pemilahan sampah, maka dinas terkait tidak mau mengambil sampah di wilayah tersebut. Sebaliknya bila ada pemilahan dan pengolahan sampah, perlu diberikan reward dalam bentuk-bentuk yang dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.

2) Perlu dibuat blog atau website JPSM tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat Provinsi untuk memudahkan komunikasi antar anggota, memudahkan anggota dalam pemasaran produk dan info-info lain yang terkait dengan pengelolaan sampah.

b. Workshop tanggal 9 Maret 2011, mengambil tema “Pemberdayaan Kelompok Masyarakat dalam Pengembangan JPSM”.

Hasil workshop:

1) Ada wacana untuk pengembangan usaha di bidang pengelolaan sampah ”uwuh muter”. Prinsip kerja : ada armada yang dapat ditelpon/dipesan untuk datang untuk mencacah sampah dan atau membeli sampah. Kemudian selanjutnya ”uwuh muter” mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik didaur ulang atau dijual lagi ke pengepul. 2) Sampah di TPA Wukirsari (Gunungkidul) dapat laku terjual. Untuk daerah

lain yang mempunyai sampah organik yang menumpuk dapat menghubungi Ibu Eri Darmayanti, sampah organik akan dihargai dan siap diangkut dengan truk pengangkut.

c. Workshop mengambil tema “Revitalisasi Kelembagaan dan Rencana Aksi JPSM ‘Merti Boemi Lestari”.

1) Perlu koordinasi JPSM dengan pemda setempat, misal diadakan audiensi kepada Bupati/walikota/DPRD, agar kinerja JPSM semakin baik karena semakin banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak.

2) Perlu ada kegiatan semacam roadshow JPSM “Merti Boemi Lestari” ke kecamatan-kecamatan di wilayah DIY. Agar informasi tentang pengelolaan sampah dapat lebih cepat tersampaikan ke masyarakat. d. Workshop mengambil tema “Masa Depan JPSM”

Hasil Workshop:

1) JPSM Merti Boemi Lestari perlu membuat Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Serta mereview kembali visi dan misi yang ada.

2) Perlu adanya penyegaran atau pergantian pengurus JPSM Merti Boemi Lestari mengingat masa kerja pengurus lama yang telah 3 tahun.

e. Workshop mengambil tema “Bank Sampah”. Hasil Workshop:

1) Bentuk Bank sampah seperti yang ada di Dusun Badegan adalah salah satu model Bank sampah. Bentuk pengelolaan sampah tidak harus melalui Bank sampah, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Misal dalam bentuk koperasi, arisan sampah, sodaqoh sampah, dll.

2) Perlu inovasi dalam membuat model/ bentuk kerajinan daur ulang sampah organik yang dihasilkan, jangan hanya meniru produk yang ada. Lebih baik lagi bila produk yang dihasilkan mempunyai ciri khas, beda dengan produk sejenis yang ada di daerah lain.

3) Konsep dasar dalam Bank Sampah adalah melakukan 5M, yaitu : a) Mengurangi sampah

b) Memilah sampah c) Memanfaatkan sampah d) Mendaur ulang sampah e) Menabung sampah

2. Penyusunan Buku Profil Jejaring Pengelola Sampah Mandiri 3. Pengadaan Peralatan Pengelolaan Sampah Mandiri

4. TOT Pengelola Sampah Mandiri

5. Monitoring dan pendampingan kelompok Pengelola Sampah Mandiri Kesimpulan:

Sosialisasi UU Nomor 18 tahun 2008 ke masyarakat sangat diperlukan, bagi masyarakat yang telah melakukan pengelolaan sampah perlu di perhatikan dan didampingi, agar bila ada kesulitan atau persoalan cepat dapat ditangani/ ditanggapi oleh pemerintah.

4.2.1.3. Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kawasan Sungai

Dokumen terkait