• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. PELAKSANAAN KEGIATAN

4.2.2. Subbidang Pengembangan Laboratorium Lingkungan

4.2.2.1. Peningkatan Kapasitas Laboratorium Pengujian Kualitas Lingkungan A. Pelaksanaan Kegiatan

1. Forum Komunikasi Laboratorium Lingkungan Hari / tanggal : Kamis / 17 Februari 2011 Tempat : BLH Provinsi DIY

Jumlah peserta : 25 orang

Unsur peserta : Laboratorium Penguji, Laboratorium Terakreditasi dan Laboratorium Lingkungan di Provinsi DIY, baik institusi milik pemerintah, perguruan tinggi negeri dan swasta.

Materi dan Narasumber yaitu :

a. Metode Uji Parameter Air dan Air Limbah sesuai Standar Termutakhir dan masih Berlaku, dari Asdep Standarisasi dan Teknologi Kementerian Lingkungan Hidup; b. Prosedur Pengelolaan Limbah Laboratorium di BBTKL-PPM Yogyakarta, dari

BBTKL-PPM Yogyakarta 2. Pembinaan Laboratorium Penguji

Pelaksanaan : Bulan April – Mei 2011

Bekerjasama : Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKL-PPM) Yogyakarta

Sasaran :

a. Laboratorium Lingkungan FTSP UII; b. Laboratorium Terpadu UII;

c. Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kalijaga; d. Laboratorium Hidrologi Fakultas Geografi UGM;

e. Laboratorium Pengelolaan Limbah UPN Veteran Yogyakarta; f. BPIPBPJK.

3. Bimbingan Teknis Jaminan Mutu Pengujian Pelaksanaan : 9 – 11 Februari 2011

Peserta : 20 personil, dari laboratorium penguji institusi pemerintah,

perguruan tinggi negeri dan swasta, yang berada di wilayah Provinsi DIY

Materi :

a. Review ISO/IEC 17025, dari BLH Provinsi DIY

b. Jaminan Mutu dan Pengendalian Mutu Pengujian untuk Analisis Blanko, Analisis Duplo dan Spike Matrik, dari BBTKL-PPM Yogyakarta

c. Uji Banding antar Laboratorium Penguji atau Uji Profisiensi, dari BBTKL-PPM Yogyakarta

d. Jaminan Mutu pada Pengambilan Sampel Uji Air Sungai, dari BBTKL-PPM Yogyakarta

4. Asistensi Dokumen Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Sesuai ISO/IEC 17025 Pelaksanaan : Bulan Maret 2011

Peserta : laboratorium Institusi Lingkungan Hidup yang berada di Kabupaten/Kota se Provinsi DIY

Tujuan/Lokasi : BLH/KLH/Kapedal Kabupaten / Kota se Provinsi DIY Materi :

a. Paparan Profil singkat Laboratorium Pengujian di Institusi Lingkungan Hidup oleh masing- masing Badan/KLH/Kapedal Kabupaten atau Kota se Provinsi DIY. b. Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (ISO/IEC 17025 : 2008) tentang

Persyaratan Umum Kompentensi Laboratorium Penguji dan Laboratorium Kalibrasi, dari PTAPB-BATAN Yogyakarta.

c. Pengertian ISO 17025, dari BLH Provinsi DIY.

d. Persyaratan Regristrasi Laboratorium Lingkungan, dari BLH Provinsi DIY. 5. Bimbingan Teknis Pengambilan Sampel Air Limbah

Pelaksanaan : 9 s/d 10 Maret 2011

Peserta : 20 orang yaitu kegiatan usaha (perusahaan, hotel) dan kegiatan pelayanan kesehatan (rumah sakit)

Bekerjasama : Balai Laboratorium Kesehatan (BLK), Dinas Kesehatan Provinsi DIY Materi :

a. Karakteristik Jenis Air limbah, dari BLH Provinsi DIY;

b. Standart Operasional Prosedur Sampling Air limbah, dari BLK;

c. Praktek Pengambilan Sampel Uji lapangan untuk air limbah untuk Parameter Kimia, Mikrobiologi dan pengukuran parameter lapangan di Kegiatan Pelayanan kesehatan, jasa Pariwisata dan Kegiatan Industri, dari BLK;

d. Evaluasi Pengambilan Sampel Air limbah. 6. Workshop Panduan Menuju Laboratorium Lingkungan

Pelaksanaan : 11 Juli 2011

Peserta : 15 orang terdiri dari laboratorium lingkungan, laboratorium terakreditasi dan laboratorium penguji, milik pemerintah maupun Perguruan Tinggi, yang berada di Provinsi DIY

Materi :

a. Draf Panduan Menuju Laboratorium Lingkungan, dari BLH Provinsi DIY.

b. Jaminan Mutu dan Pengendalian Mutu Hasil Pengujian, PTAPB-BATAN Yogyakarta.

B. Hasil dan Kesimpulan:

1. Forum Komunikasi Laboratorium Lingkungan Kesimpulan :

a. Melalui JASA BALAB DIY, perlu diselenggarakan kegiatan antara lain :

 diklat/bimbingan teknis mengenai pengelolaan laboratorium, yaitu pengujian parameter uji BOD sesuai SNI termutakhir, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Laboratorium (termasuk MSDS), pengelolaan limbah laboratorium dan bimbingan teknis udara emisi dan ambient;

 uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium penguji.

b. Usulan anggota JASA BALAB DIY kepada Kementerian Lingkungan Hidup yaitu perlu perumusan kebijakan dari KLH mengenai pengolahan limbah B3 dan adanya peraturan perundangan yang membedakan antara pengolahan limbah B3 untuk kegiatan usaha, laboratorium dan rumah tangga

2. Pembinaan Laboratorium Penguji Kesimpulan :

a) Laboratorium penguji binaan BLH Provinsi DIY pada tahun 2011, yang menjadi target sasaran untuk diarahkan menuju Laboratorium Terakreditasi adalah Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kalijaga dan laboratorium Pengelolaan Limbah UPN Veteran Yogyakarta;

b) Laboratorium terakreditasi binaan BLH Provinsi DIY pada tahun 2011, yang menjadi target sasaran untuk diarahkan menuju Laboratorium Lingkungan adalah Laboratorium Lingkungan FTSP UII, Laboratorium Terpadu UII, Laboratorium Hidrologi Fakultas Geografi UGM dan BPIPBPJK;

c) Laboratorium yang telah terakreditasi, segera mengajukan registrasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperoleh predikat sebagai Laboratorium Lingkungan, karena telah memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 06 Tahun 2009 tentang Laboratorium Lingkungan;

d) Usulan tahun 2012 adalah menyelenggarakan bimbingan teknis penyusunan Dokumen Sistem Manajemen Mutu Laboratorium sesuai ISO/IEC 17025 termutakhir, melaksanakan audit internal.

3. Bimbingan Teknis Jaminan Mutu Pengujian Kesimpulan:

Peserta secara teknis dapat memahami, mempraktekkan dan menerapkan jaminan mutu dan pengendalian mutu mulai dari pengambilan contoh uji, pengujian sampai perhitungan hasil pengujian, serta mengetahui kendala yang sering dialami dalam proses tersebut untuk parameter uji klorida dan mangan;

4. Asistensi Dokumen Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Sesuai ISO/ IEC 17025 Kesimpulan :

a) Kegiatan Asistensi Dokumen Sistem Manajemen Mutu Laboratorium sesuai ISO/IEC 17025, selain memberikan arahan, bimbingan mengenai penyusunan dokumen, juga memberikan arahan secara langsung berkaitan dengan cara pengelolaan laboratorium secara baik (Good laboratory Practice);

b) Agar lebih optimal dalam mengoperasionalkan laboratorium, maka masing-nasimg laboratorium kabupaten/kota, telah membentuk tim pelaksana yang ditugasi untuk melakukan pengelolaan laboratorium baik manajemen maupun

teknisnya, dikuatkan dengan surat keputusan dari masing-masing Kepala BLH/KLH/Kapedal Kabupaten/Kota se Provinsi DIY;

5. Bimbingan Teknis Pengambilan Sampel Air Limbah Kesimpulan:

dengan perencanaan pengambilan sampel yang baik dan benar, akan diperoleh sampel uji yang representatif dan dapat menghindari kerusakan sampel yang diakibatkan oleh kontaminasi, degradasi, maupun deteriorasi sampai sampel tersebut dianalisis di laboratorium.

6. Workshop Panduan Menuju Laboratorium Lingkungan Kesimpulan:

a) Acuan panduan tersebut adalah Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 06 Tahun 2009 tentang Laboratorium Lingkungan dan ISO/IEC 17025 edisi termutakhir tentang persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan laboratorium Kalibrasi;

b) Harapan BLH Provinsi DIY dengan disusunnya panduan tersebut adalah untuk mendorong laboratorium penguji dan atau laboratorium terakreditasi menjadi laboratorium lingkungan dengan ruang lingkup pengujian parameter kualitas lingkungan

4.2.2.2. Pengembangan Sarana Dan Prasarana Laboratorium BLH A. Pelaksanaan Kegiatan

1. Pengadaan Peralatan Spektrofotometer UV-Vis dan Peralatan Pendukung Pelaksanaan : pihak ketiga (60 (enam puluh) hari kalender)

Sistem : lelang umum

2. Perawatan dan Kalibrasi Peralatan Pengujian Kualitas Udara dan Air Pelaksanaan : pihak ketiga (30 hari kalender)

Sistem : penunjukan langsung 3. Pengadaan Peralatan Pengujian Kualitas Air

Pelaksanaan : pihak ketiga (30 hari kalender) Sistem : penunjukan langsung

4. Pengujian Sampel Uji Air

Pelaksanaan bekerjasama dengan Balai Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DIY untuk melakukan praktek pengambilan sampel uji air sungai dan uji perameter lapangan pH, Suhu, TDS, DHL serta pembuatan larutan standart dan pengujian parameter DO, COD.

B. Kesimpulan :

 Personil Laboratorium BLH Provinsi DIY dapat melakukan praktek pengambilan sampel uji kualitas air sungai dan uji perameter lapangaan pH, Suhu, TDS, DHL dengan mengunakn peralatan pH meter, DO meter, Turbidity meter serta dapat melakukan pembuatan larutan standart dan melakukan pengujian parameter DO, COD dan BOD sesuai acuan;

 Rencana tahun 2012 menambah tenaga outsourcing sebagai analis laboratorium dan meningkatkan kompetensi personil laboratorium, dengan mengikuti pelatihan/madang/diklat ke laboratorium terakreditasi.

4.2.2.3 Penyusunan Pedoman Pengelolaan Laboratorium di Lingkungan Pendidikan A. Pelaksanaan Kegiatan

1. Pembinaan Pengelolaan Laboratorium di SMA

Pelaksanaan : Bulan April sampai dengan Juni tahun 2011,

Tujuan/Lokasi : Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulon Progo

Sasaran : SMA Negeri X Yogyakarta,Kota Yogyakarta SMAN 2 Bantul, Kabupaten Bantul

SMAN 2 Playen, Kabupaten Gunungkidul MAN III Yogyakarta, Kabupaten Sleman SMAN I Lendah, Kabupaten Kulon Progo 2. Seleksi Pedoman Pengelolaan Laboratorium SMA

Pelaksanaan : Bulan Mei sampai dengan Juni tahun 2011

Tujuan/Lokasi : Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulon Progo

Sasaran : SMAN 7 Yogyakarta,Kota Yogyakarta SMAN I Kasihan, Kabupaten Bantul

SMAN I Rongkop, Kabupaten Gunungkidul SMA Kolese De Britto, Kabupaten Sleman SMAN I Wates, Kabupaten Kulon Progo

3. Workshop Hasil Evaluasi Seleksi Pengelolaan Laboratorium di SMA Pelaksanaan : 22 Juni 2011

Tempat : Hotel Abadi, Jl. Pasar Kembang No.49 Yogyakarta Materi dan Narasumber:

 Pengelolaan Bahan Kimia di Laboratorium Kimia SMA sesuai Pedoman, oleh PSLH-UGM Yogyakarta;

 Pengelolaan Limbah Laboratorium Kimia SMA, oleh BBTKL-PPM Yogyakarta;

 Pengelolaan Laboratorium Kimia SMA sesuai Pedoman Pengelolaan Laboratorium di SMA oleh BLH Provinsi DIY.

B. Hasil dan Kesimpulan:

1. Pembinaan Pengelolaan Laboratorium di SMA Kesimpulan :

 Pembinaan pengelolaan laboratorium dilakukan sesuai Pedoman Pengelolaan Laboratorium, sehingga sekolah yang menjadi sasaran pembinaan dapat mengetahui kendala maupun hal-hal yang perlu dilengkapi dan diperhatikan dalam pengelolaan laboratarium.

 Masih banyak laboratorium yang belum maksimal dalam mengelola laboratorium SMA terutama untuk pengelolaan limbah laboratorium dan peralatan Kesehatan dan keselamatan kerjanya.

2. Seleksi Pedoman Pengelolaan Laboratorium SMA Kesimpulan :

Dari hasil seleksi pengelolaan laboratorium SMA, diperoleh urutan

kategori dalam pengelolaan laboratorium SMA Kabupaten/Kota se Provinsi DIY : Urutan Kategori I : SMAN I Wates, Kabupaten Kulon Progo

Urutan Kategori II : SMAN 7 Yogyakarta,Kota Yogyakarta Urutan Kategori III : SMA Kolese De Britto, Kabupaten Sleman Urutan Kategori IV : SMAN I Wates, Kabupaten Kulon Progo Urutan Kategori V : SMAN I Rongkop, Kabupaten Gunungkidul 3. Workshop Hasil Evaluasi Seleksi Pengelolaan Laboratorium di SMA

Kesimpulan :

Sebagian besar Laboratorium Kimia SMA belum melakukan pengelolaan bahan kimia dan pengolahan limbah laboratorium sesuai acuan yang berlaku.

4.3. Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan

Dokumen terkait