• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Produksi, Produktivitas dan

IV. KINERJA DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

4.1. Capaian Kinerja Fisik Direktorat Jenderal

4.1.1. Capaian Kinerja Direktur Jenderal Perkebunan

4.2.1.1. Peningkatan Produksi, Produktivitas dan

Realisasi serapan untuk kegiatan Peningkatan Produksi dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar berdasarkan SAU-

Kementerian Keuangan sebesar Rp 688.585.785.033,-

(94,26%) dari pagu yang ada. Tidak tercapainya target serapan anggaran tersebut terutama dikarenakan adanya optimalisasi anggaran dari pengadaan dan tender serta penghematan. Selain itu, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten belum sepenuhnya memenuhi kewajiban menyiapkan sertifikat kebun petani, khususnya Gernas kakao serta kurangnya dukungan pendanaan dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.

Output kegiatan penting untuk Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar pada tahun 2012 meliputi:

1) Perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman kopi. Terdapat tiga jenis kopi yang dikembangkan meliputi (1). kopi robusta yang dilaksanakan di 19 kabupaten 8 provinsi yaitu Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung, Jabar, Jateng, DIY, dan NTB (2). kopi arabika yang dilaksanakan di 12 kabupaten 5 provinsi yaitu Aceh, Jambi, Bali, NTB dan Papua dan (3). kopi spesialti yang dilaksanakan di 18 kabupaten 8 provinsi yaitu Aceh, Sumut, Lampung, Jatim, Bali, NTT dan Sulsel. Capaian

Direktorat Jenderal Perkebunan

L a p o r a n K i n e r j a T a h u n 2012 67

serapan keuangan untuk output kegiatan tersebut sebesar Rp 129.031.242.828,- (88,80%).

2) Rehabilitasi dan intensifikasi tanaman teh yang dilaksanakan di 6 kabupaten 1 provinsi yaitu Jawa Barat. Realisasi anggaran sebesar Rp 6.425.516.500,- (99,89%) .

3) Perluasan, peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi

tanaman kakao termasuk Gernas kakao yang

dilaksanakan di 124 kabupaten 14 provinsi di Indonesia yaitu Sulteng, Sultra, Sulbar, Sulsel, NTT, Papua, Kalbar, Kaltim, Gorontalo, Bali, Sulut, Maluku, Papua

Barat dan Malut. Realisasi anggaran Rp

295.778.483.165,- (94,91%). Disamping Gernas

kakao, juga terdapat perluasan kakao non Gernas di 35 kabupaten 14 provinsi yaitu Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Lampung, NTT, NTB, Jatim, Jabar, Jateng, DIY, Gorontalo, Pabar dan Papua dengan realisasi

keuangan Rp33.936.625.500,- (99,56%).

4) Perluasan, rehabilitasi dan intensifikasi tanaman lada yang dilaksanakan di 5 kabupaten 2 provinsi yaitu Lampung dan Kep. Bangka Belitung. Anggaran yang terserap sebesar Rp 7.993961.000,- (99,89%).

5) Peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi tanaman cengkeh yang dilaksanakan di 21 kabupaten 13 provinsi

Direktorat Jenderal Perkebunan

L a p o r a n K i n e r j a T a h u n 2012 68

yaitu Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Serapan anggaran sebesar Rp 5.744.170.500,- (99,05%).

Rincian capaian serapan keuangan output kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar seperti pada Tabel 14.

Tabel 14. Rincian Serapan Anggaran Output Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar tahun 2012

No Program Anggaran (Rp000)

Output/ Fisik

Pagu Realisasi % %

Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar

730.486.368 688.585.785 94,26 97,66

1 PengembanganTanaman Kopi 145.302.109 129.031.243 88,80 97,97

2 Pengembangan tanaman teh 6.432.500 6.425.516 99,89 94,06

3 PengembanganTanaman Kakao (non

Gernas) 34.085.570 33.936.625 99,56 90,46

4 PengembanganTanaman Lada 8.002.375 7.993.961 99,89 95,79

5 PengembanganTanaman Cengkeh 5.799.375 5.744.170 99,05 95,82

6

Pemberdayaan dan Penguatan Kelembagaan Tanaman Rempah dan Penyegar

2.781.658 2.702.329 97,15 100,00

7 Pengawalan, pendampingan, sinkronisasi,

koordinasi, monev, keuangan, dll 47.600 47.344 99,46 100,00

8 Penanaman tanaman rempah penyegar

lainnya) 6.728.950 6.726.355 99,96 94,44

9 Layanan perkantoran Pusat (Dirat TRP) 972.200 903.644 92,95 100,00

10 Kebijakan, norma, standar, , pedoman,

Direktorat Jenderal Perkebunan L a p o r a n K i n e r j a T a h u n 2012 69 No Program Anggaran (Rp000) Output/ Fisik Pagu Realisasi % % keuangan, dll (Dirat RTP)

11 Pembangunan kebun sumber bahan

tanaman rempah dan penyegar 1.330.385 1.093.117 82,17 92,31

12

Pemurnian, penilaian dan penetapan sumber benih tanaman rempah dan penyegar

31.520 46.600 147,84 100,00

13

Dukungan kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar

8.314.290 7.651.583 92,03 100,00

15 Gernas kakao . 311.647.749 295.778.483 94,91 96,90

16 Dukungan kegiatan Gernas kakao . 188.738.725 180.975.352 95,89 100,00

4.2.1.2. Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim

Realisasi serapan untuk kegiatan Peningkatan Produksi dan

Mutu Tanaman Semusim sebesar Rp 225.585.427.901,-

(97,20%) dari target. Tidak tercapainya target serapan anggaran tersebut terutama disebabkan oleh masih mengalami sedikit kesulitan dalam penyediaan benih kultur jaringan dan kurang tersedianya areal untuk perluasan tebu dari Kemenhut

.

Beberapa kegiatan masih menunggu musim hujan.

Output kegiatan penting untuk Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim pada tahun 2012 meliputi:

Direktorat Jenderal Perkebunan

L a p o r a n K i n e r j a T a h u n 2012 70

1) Pengembangan tanaman tebu termasuk perluasan tebu

rakyat, bongkar ratoon/rawat ratoon yang

dilaksanakan di 45 kabupaten 11 provinsi yaitu Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, Aceh, Sumut, Sumsel, Lampung, Sulsel, Gorontalo dan Papua. Realisasi anggaran sebesar Rp 191.094.670.108,- (96,17%). 2) Penanaman tanaman kapas yang dilaksanakan di 29

kabupaten 7 provinsi yaitu Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Anggaran

yang terserap sebesar Rp 18.567.024.733,-

(100,00%).

3) Penanaman tanaman nilam yang dilaksanakan di 16 kabupaten 11 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Bali, Sultra dan Gorontalo. Anggaran yang terserap sebesar Rp3.386.391.700,- (97,16%).

Rincian capaian serapan keuangan untuk output kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim disajikan pada Tabel 15.

Direktorat Jenderal Perkebunan

L a p o r a n K i n e r j a T a h u n 2012 71

Tabel 15. Rincian Realisasi Serapan Anggaran Output Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim tahun 2012

No Program Anggaran (Rp000)

Output/ Fisik

Pagu Realisasi % %

Peningkatan Produksi,

Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim

232.075.353 225.585.428 97,20 98,84

1 Pengembangan Tanaman Tebu 196.651.048 191.094.670 97,17 96,17 2 Penanaman Tanaman Kapas 18.667.180 18.567.025 99,46 100,00

3 Penanaman Tanaman Nilam 3.485.555 3.386.392 97,16 100,00

4 Pemberdayaan Pekebun Tanaman

Semusim 40.700 28.225 69,35 100,00

5 Penanaman tanaman semusim

lainnya 372.250 189.695 50,96 50,00

6 integrasi Tanaman Semusim -

Ternak 1.317.700 1.195.875 90,75 85,71

7 Peningkatan kegiatan perlombaan

& penghargaan perkebunan dll 40.000 40.000 100,001 100,00 8 Layanan Perkantoran Pusat 1.126.050 1.101.033 97,78 100,00 9 Kebijakan, norma, standar, pedoman,

perencanaan, monitoring, evaluasi, keuangan, dll

4.625.650 4.504.064 97,37 100,00

10 Pemurnian, penilaian dan

penetapan sumber benih 32.125 32.125 100,00 100,00

11 Dukungan kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman semusim

Direktorat Jenderal Perkebunan

L a p o r a n K i n e r j a T a h u n 2012 72

4.2.1.3. Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan

Realisasi serapan untuk kegiatan Peningkatan Produksi dan

Mutu Tanaman Tahunan adalah sebesar

Rp 213.698.420.418,- (96,36%) dari pagu yang tersedia. Tidak tercapainya target serapan anggaran tersebut terutama disebabkan oleh terbatasnya sumber benih yang legal dan bermutu, sehingga petani sulit mendapatkan benih bermutu. Sertifikasi lahan petani belum ada, tidak dibangunnya kebun induk sebagai sumber bahan untuk benih sebar/siap tanam. Persyaratan bank dan syarat-syarat sebagai avalis yang menyulitkan perusahaan mitra dalam pelaksanaan Program Revitalisasi.

Output kegiatan penting untuk Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan pada tahun 2012 meliputi:

1) Peremajaan dan perluasan tanaman karet rakyat yang dilaksanakan di 64 kabupaten 17 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Papua. Realisasi anggaran sebesar Rp 83.828.921.990,- (97,82%).

Direktorat Jenderal Perkebunan

L a p o r a n K i n e r j a T a h u n 2012 73

2) Peremajaan tanaman kelapa dilaksanakan di 49

kabupaten 21 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Malut, Papuadan Papua Barat. Serapan anggaran sebesar Rp 45.008.015.300,- (98,89%).

3) Peremajaan dan perluasan tanaman kelapa sawit

dilaksanakan di 7 kabupaten 7 provinsi yaitu Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu dan Kalbar. Anggaran yang terserap sebesar Rp 368.723.765.250,- (98,24%).

4) Rehabilitasi, peremajaan dan perluasan tanaman

jambu mete dilaksanakan di 21 kabupaten 11 provinsi yaitu DIY, Jatim, Bali, NTB, NTT, Sulsel, Sultra dan

Malut. Anggaran yang terserap sebesar Rp

10.285.126.700,- (98,87%).

5) Penanaman Jarak Pagar untuk pengutuhan Desa

Mandiri Energi dilaksanakan di 4 kabupaten 4 provinsi yaitu Kepri, Jatim, NTB dan NTT. Realisasi serapan anggaran sebesar Rp 737.505.000,-(99,11%).

Direktorat Jenderal Perkebunan

L a p o r a n K i n e r j a T a h u n 2012 74

6) Pengembangan tanaman kemiri sunan/minyak

dilaksanakan di 7 kabupaten 1 provinsi yaitu Jawa

Barat. Realisasi serapan anggaran sebesar

Rp168.392.000,-(97,88%).

Rincian capaian serapan keuangan untuk kegiatan Utama Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan seperti pada Tabel 16.

Tabel 16. Rincian Realisasi Serapan Anggaran Output Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan Tahun 2012

No Program Anggaran (Rp 000) Output/ Fisik

%

Pagu Realisasi %

Peningkatan Produksi, Produktivitas

dan Mutu Tanaman Tahunan 221.770.415 213.698.420 96,36 97,53 1 Pengembangan tanaman karet rakyat 82.690.006 82.178.527 99,38 95,17 2 Pengembangan tanaman karet di

daerah perbatasan, wilayah pasca konflik, tertinggal dan bencana alam

3.003.000 1.650.395 54,96 92,27

3 Pengembangan Tanaman Kelapa 45.514.602 45.008.015 98,89 99,20 4 Pengembangan Tanaman Kelapa

Sawit 39.419.140 38.723.765 98,24 97,24

5 Pengembangan tanaman jambu mete 10.402.369 10.285.127 98,87 100,00 6 Pengembangan tanaman jarak pagar 744.150 737.505 99,11 100,00

7 Pengembangan kemiri sunan 172.040 168.392 97,88 100,00

8 Pemberdayaan dan penguatan

kelembagaan tanaman tahunan 6.620.103 6.351.572 95,94 100,00 9 Revitalisasi perkebunan (kelapa

sawit, karet) 11.553.003 8.891.992 76,97 100,00

Direktorat Jenderal Perkebunan

L a p o r a n K i n e r j a T a h u n 2012 75

No Program Anggaran (Rp 000) Output/ Fisik

%

Pagu Realisasi %

berbasis tanaman tahunan

11 Layanan perkantoran pusat 901.850 850.288 94,28 100,00

12 Kebijakan, norma, standar, , pedoman, perencanaan, monitoring, evaluasi, keuangan, dll

2.880.720 2.797.050 97,10 100,00

13 Pembangunan kebun sumber bahan

tanaman tahunan 2.554.530 2.375.626 93,00 98,67

14 Dukungan kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan

13.920.202 12.472.757 89,60 100,00

Dokumen terkait