• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjelasan Responden Variabel Pengawasan Kerja (X 2 )

Dalam dokumen DARMILISANI /IM (Halaman 136-143)

Tata Letak Fasilitas Produksi

4.1.3.2. Penjelasan Responden Variabel Pengawasan Kerja (X 2 )

Variabel pengawasan kerja (X2) diukur berdasarkan persepsi karyawan terhadap penetapan standar kerja, pengukuran hasil kerja dan tindakan koreksi/perbaikan. Variabel pengawasan kerja diukur dengan menggunakan sembilan indicator. Jawaban responden dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut :

Tabel 4.4

Hasil Jawaban Responden atas Variabel Pengawasan Kerja (X2) N karyawan atas instruksi yang diberikan pimpinan sangat tepat dalam menyelesaikan masalah

Skor Penilaian Karyawan terhadap Pengawasan Kerja 3.84 Baik Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data diolah).

Skor Interval Mean : Nilai 1,00 – 1,80 adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai 1,81 – 2,60 adalah Tidak Setuju, Nilai 2,61 – 3,40 adalah Netral, Nilai 3,41 – 4,20 adalah Setuju, Nilai 4,21 – 5,00 adalah Sangat Setuju.

Tabel 4.4 memberikan informasi bahwa secara umum persepsi karyawan terhadap tingkat pengawasan kerja yang dilakukan oleh Mawar Bakery sudah tepat dengan skor rata-rata 3,84. Pada masing-masing indikator yang diajukan tidak ada yang secara umum menentang dari pernyataan yang diajukan. Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan Mawar Bakery menilai pengawasan kerja yang dilakukan tidak memberatkan karyawan, melainkan mengarahkan karyawan bekerja dengan benar yang mendorong produktivitas mereka secara umum.

Jawaban responden atas pengetahuan standar kerja yang harus dicapai menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 4,00). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery telah mengetahui standar kerja yang diterapkan perusahaan, sehingga membantu karyawan untuk mencapai standar kerja yang baik. Secara lebih rinci, sebanyak 68% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 18% diantaranya menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Sebanyak 10% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut.

Namun, ada 4% karyawan yang menyatakan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti masih ada beberapa karyawan yang belum mengetahui standar kerja yang harus dicapai. Standar kerja ini merupakan panduan karyawan selama bekerja secara umum.

Jawaban responden atas pengetahuan kebijakan perusahaan yang harus dipatuhi menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 4,22). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery telah mengetahui kebijakan perusahaan yang ditetapkan, kebijakan tersebut wajib dipatuhi oleh tiap karyawan. Secara lebih rinci, sebanyak

62% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 30%

diantaranya menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan.

Sebanyak 8% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut. Tidak ada responden yang menolak pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti kebijakan perusahaan yang diterapkan pada Mawar Bakery sudah sesuai dengan kebutuhan karyawan. Kebijakan perusahaan tersebut berupa peraturan-peraturan yang berlaku pada Mawar Bakery. Tinggi rendahnya pemahaman karyawan mengenai peraturan tersebut mempengaruhi produktivitas karyawan dalam bekerja.

Jawaban responden atas kesesuaian standar operasional yang ditetapkan perusahaan dengan kebutuhan dalam bekerja menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,86). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery menilai standar operasional yang ditetapkan perusahaan sudah baik sehingga karyawan merasa sesuai dengan kebutuhan mereka dalam bekerja. Secara lebih rinci, sebanyak 53%

dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, hanya 20% dari karyawan menyatakan sangat setuju. Terlebih 21% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut. Ada 5% dari karyawan yang menyatakan tidak setuju dan 1%

menyatakan sangat tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti standar operasional yang ditetapkan perusahaan masih ada yang tidak sesuai dengan kebutuhan karyawan. Standar operasional tersebut berupa SOP karyawan produksi dalam bekerja yaitu dari proses pengangkatan bahan baku, penimbangan bahan, pengadonan produk, pencetakkan, pemanggangan hingga pengemasan produk jadi. Adanya ketidaksesuaian tersebut terjadi pada Mawar Pinang Baris yaitu perbandingan jumlah karyawan, jumlah produk dengan jumlah mesin dan

peralatan yang tersedia kurang memadai, sehingga mereka harus bergantian penggunaan mesin/peralatan tersebut. Hal tersebut yang terkadang karyawan produksi mengabaikan SOP yang ada.

Jawaban responden pada produk yang sudah dihasilkan diperiksa oleh pimpinan dengan sangat teliti menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,63). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery menilai bahwa pimpinan (kepala produksi) sudah teliti dalam memeriksa produk yang dihasilkan dari karyawan produksi. Secara lebih rinci, sebanyak 73% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, ada 2% diantaranya menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Sebanyak 11% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut. Namun, ada 14% karyawan yang menyatakan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti bahwa penilaian karyawan mengenai hasil produk yang diperiksa oleh Kepala produksi masih ada yang belum sesuai. Disebabkan karena pemeriksaan yang dilakukan hanya secara fisik dari produknya saja, tanpa memeriksa cita rasa dari produk tersebut.

Terutama yang terjadi pada Mawar Pinang Baris dan Mawar Setia Budi dengan jumlah produk dan karyawan yang cukup banyak dibanding Mawar Gatot Subroto. Sehingga Kepala/wakil produksi dalam memeriksa produk dilakukan secara keseluruhan adonan.

Jawaban responden atas Kepala produksi selalu mengawasi tingkat kepatuhan karyawan atas instruksi yang diberikan menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,57).

Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery menilai

instruksi yang diberikan Kepala produksi cukup baik sehingga karyawan selalu mematuhi perintah atasan. Secara lebih rinci, sebanyak 70% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, hanya 3% dari karyawan menyatakan sangat setuju. Sebanyak 11% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut. Ada 13% dari karyawan yang menyatakan tidak setuju dan 3%

menyatakan sangat tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti instruksi yang diberikan oleh Kepala produksi ada sebagian kecil karyawan yang tidak mematuhi. Diantara Mawar Pinang Baris, Setia Budi dan Gatot Subroto tingkat ketidakpatuhan tertinggi terjadi di Mawar Pinang Baris dan Mawar Setia Budi. Hal tersebut dapat ditunjukkan pada Tabel 1.3 data pelanggaran karyawan produksi Mawar Bakery.

Jawaban responden atas Kepala produksi selalu mengawasi tingkat pemahaman karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,63). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery menilai pengawasan yang diberikan Kepala produksi belum terlaksana dengan baik.

Karyawan masih belum memahami apa saja yang menjadi tanggungjawab mereka dalam menyelesaikan pekerjaan. Secara lebih rinci, sebanyak 48% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 15% diantaranya menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Sebanyak 22%

menyatakan netral dengan pernyataan tersebut. Namun, ada 15% karyawan yang menyatakan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti bahwa penilaian karyawan mengenai pengawasan Kepala produksi masih ada yang belum sesuai, sehingga tingkat pemahaman karyawan dalam menyelesaikan

pekerjaan masih kurang. Dapat dibuktikan ketika karyawan yang sedang tidak hadir kerja misal karena cuti, sakit atau ijin produk yang biasa mereka buat dialihkan ke rekan kerja lainnya, karena karyawan tersebut tidak biasa membuat produk seperti biasanya hasil produksinya menjadi kurang maksimal.

Jawaban responden apabila terjadi kesalahan solusi yang diberikan pimpinan sangat tepat dalam menyelesaikan masalah tersebut menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,95). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery menilai solusi yang diberikan pimpinan sudah tepat sehingga karyawan yang melakukan kesalahan merasa keadilan pada dirinya. Secara lebih rinci, sebanyak 52% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 23%

diantaranya menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan.

Sebanyak 12% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut. ada 13% karyawan yang menyatakan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti bahwa penilaian karyawan mengenai solusi yang diberikan Kepala produksi terhadap masalah-masalah yang terjadi sudah tepat dengan tingkat kesalahan karyawan.

Jawaban responden atas teguran yang diberikan pimpinan sangat tepat terhadap penyimpangan yang dilakukan karyawan, sehingga karyawan tidak melakukan penyimpangan kembali menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,84). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery menilai teguran yang diberikan pimpinan sudah tepat, sehingga berpeluang kecil pada karyawan untuk melakukan penyimpangan kembali. Secara lebih rinci, sebanyak 47% dari

karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, ada 24% dari karyawan menyatakan sangat setuju. Sebanyak 20% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut. Ada 7% dari karyawan yang menyatakan tidak setuju dan 2%

menyatakan sangat tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti teguran yang diberikan Kepala produksi kepada karyawan yang melakukan penyimpangan sudah dijalankan dengan tepat, sehingga karyawan tidak melakukan penyimpangan kembali.

Jawaban responden atas sanksi yang diberikan pimpinan sangat sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan karyawan menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,93).

Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery menilai sanksi yang diberikan pimpinan baik sesuai dengan tingkat kesalahan karyawan. Secara lebih rinci, sebanyak 58% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 20% diantaranya menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Sebanyak 17% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut.

Namun, ada 5% karyawan yang menyatakan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti sanksi yang diberikan Kepala produksi kepada karyawan sesuai dengan tingkat kesalahan. Pada Mawar Bakery sanksi berupa lisan dan tertulis, biasanya sanksi yang berupa lisan masih kategori kesalahan ringan sedangkan sanksi tertulis berupa Surat Peringatan yang diberikan kepada karyawan yang melakukan tindakan undisipliner yang diberikan berdasarkan bobot kesalahan karyawan.

Pengawasan kerja secara umum dinilai dengan baik oleh karyawan produksi Mawar Bakery. Meskipun demikian, informasi sebelumnya

mengindikasikan ada indikator pengawasan kerja yang perlu diperhatikan kembali agar pengawasan kerja yang ada lebih baik sesuai dengan kebutuhan karyawan.

Ringkasan dari skor rata-rata pada setiap indikator dirangkum dalam Gambar 4.5.

3.57

Gambar 4.5 Rata-Rata Indikator Variabel Pengawasan Kerja

Gambar 4.5 memberikan informasi bahwa meskipun pada masing-masing indikator sudah dinilai dengan baik oleh karyawan yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata di atas 3,40, masih terdapat ruang untuk meningkatkan pengawasan kerja karyawan. Indikasi tertinggi diberikan oleh indikator seputar standar kerja yang jelas diberikan kepada karyawan. Indikasi terendah dinilai karyawan adalah masalah pengawasan Kepala produksi yang belum maksimal dirasakan oleh karyawan.

4.1.3.3. Penjelasan Responden Variabel Motivasi (Z)

Variabel motivasi (Z) diukur berdasarkan penilaian karyawan terhadap faktor pendorong yang berasal dari dalam diri karyawan (intrinsik) ataupun faktor pendorong yang berasal dari luar (ekstrinsik) . Variabel motivasi diukur dengan menggunakan sepuluh indicator. Jawaban responden dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut :

Dalam dokumen DARMILISANI /IM (Halaman 136-143)