Motivasi Kerja
4.1.3.4. Penjelasan Responden Variabel Produktivitas Kerja (Y)
Variabel produktivitas karyawan (Y) dalam penelitian diukur berdasarkan dua aspek utama, yaitu efektivitas kerja dan efisiensi kerja. Secara menyeluruh, variabel produktivitas kerja karyawan diukur dengan menggunakan delapan indikator yang menjelaskan masing-masing dimensi pengukurannya. Jawaban responden dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut :
Tabel 4.6
Hasil Jawaban Responden atas Variabel Produktivitas Kerja (Y) N
Skor Penilaian Karyawan terhadap Produktivitas Kerja 3.94 Baik Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data diolah).
Skor Interval Mean : Nilai 1,00 – 1,80 adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai 1,81 – 2,60 adalah Tidak Setuju, Nilai 2,61 – 3,40 adalah Netral, Nilai 3,41 – 4,20 adalah Setuju, Nilai 4,21 – 5,00 adalah Sangat Setuju.
Tabel 4.6 secara keseluruhan menyimpulkan bahwa saat ini karyawan produksi Mawar Bakery menilai bahwa produktivias kerja karyawan sudah terkategori baik dengan rata-rata 3,94. Secara umum, faktor produktivitas dari segi efektifitas dan efisiensi sudah dipersepsikan dengan baik oleh karyawan.
Tinggi rendahnya produktivitas kerja karyawan sangat menentukan keberhasilan perusahaan.
Jawaban responden atas kemampuan karyawan disesuaikan dengan keahlian menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,99). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery menilai kemampuan dalam membuat produk Mawar sudah disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki karyawan, sehingga hasil produk dapat diselesaikan dengan tepat. Secara lebih rinci, sebanyak 64% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 19% dari karyawan menyatakan sangat setuju. Ada 14% menyatakan netral dan 3% karyawan menyatakan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti masih ada karyawan yang merasa dalam bekerja kemampuan mereka tidak disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki yaitu keahlian dalam membuat produk yang sesuai.
Jawaban responden pada pencapaian produksi yang dihasilkan sangat sesuai dengan target produksi yang direncanakan menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata-rata-rata = 3,80). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery mampu mencapai target produksi sesuai dengan yang direncanakan perusahaan. Secara lebih rinci, sebanyak 40% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 21% diantaranya menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Namun, ada 37% menyatakan netral dan 2% dari karyawan yang menyatakan tidak setuju atas pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti masih ada karyawan yang belum tercapai hasil produksi dengan target yang sudah ditetapkan perusahaan.
Jawaban responden pada mutu produk yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 4,14). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery mampu menghasilkan produk sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan, sehingga produk yang dihasilkan memiliki mutu yang baik, selain itu kualitas dan cita rasa produk benar-benar sesuai. Secara lebih rinci, sebanyak 61% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 27% dari karyawan menyatakan sangat setuju. Sebanyak 11% menyatakan netral dan hanya 1% dari karyawan yang menyatakan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti hanya sebagian kecil dari karyawan menghasilkan produk Mawar tidak sesuai standar yang ditetapkan. Penetapan standar pada produk Mawar mengacu pada mutu dan cita rasa produk tersebut.
Jawaban responden proses produksi karyawan terampil menggunakan alat-alat produksi yang dibutuhkan menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 4,06). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery sudah terampil dalam menggunakan alat-alat dalam proses kegiatan produksi, sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan efektif. Secara lebih rinci, sebanyak 62% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 22%
diantaranya menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Hanya 11% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut. Tidak ada responden yang menolak pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti seluruh karyawan Mawar Bakery telah memahami cara penggunaan peralatan yang digunakan pada proses
produksi. Peralatan tersebut berupa mixer, oven dan peralatan pendukung kegitan produksi lainnya.
Jawaban responden pada karyawan produksi benar-benar mampu dalam menyelesaikan produksi dengan cepat menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 4,16). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan telah mampu menyelesaikan produk Mawar dengan cepat, dalam arti mampu yaitu karyawan dalam menyelesaikan produksi selain cepat hasil produk yang dihasilkan tampilan menarik dan cita rasa yang sesuai, sehingga produk tersebut dapat segera dijual. Secara lebih rinci, sebanyak 60% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, terlebih 29%
diantaranya menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Ada 10% menyatakan netral dan ada 1% karyawan yang menyatakan sangat tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti penilaian karyawan mengenai cepat atau tidaknya dalam menyelesaikan produksi tergantung dari jenis produk tersebut. Tidak semua produk dapat diselesaikan dengan cepat, selain itu mesin dan peralatan produksi yang ada harus digunakan secara bergantian dengan rekan kerjanya.
Jawaban responden pada pembuatan produk sangat sesuai dengan jam kerja yang diberikan perusahaan menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 4,14). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery menilai jam kerja yang ditetapkan perusahaan sudah sesuai dengan proses pembuatan produk Mawar. Secara lebih rinci, sebanyak 66% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, ada 25% dari karyawan menyatakan sangat setuju.
hanya 7% menyatakan netral dengan pernyataan tersebut. Ada 2% dari karyawan yang menyatakan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti penilaian karyawan mengenai jam kerja sudah sesuai dengan jumlah produk yang harus diselesaikan.
Jawaban responden pada proses produksi karyawan sangat mampu menggunakan bahan baku secara hemat menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,48). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi Mawar Bakery telah mampu menggunakan bahan baku secara efisien. Secara lebih rinci, sebanyak 49% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, ada 10% menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Terlebih 29% menyatakan netral dan 3% karyawan yang menyatakan tidak setuju dan 9% menyatakan sangat tidak setuju dari pernyataan yang diajukan. Hal ini berarti karyawan telah mampu menggunakan bahan baku secara hemat untuk pembuatan produknya. Walau ada sebagian kecil dari karyawan yang belum mampu untuk melakukan penghematan, mereka adalah karyawan yang belum memahami pentingnya penghematan bahan dalam menentukan tunjangan komisi mereka. Karyawan yang mampu menggunakan bahan baku secara hemat karena mereka memahami semakin boros dalam penggunaan bahan-bahan produksi maka secara otomatis tunjangan komisi yang diperoleh tiap bulan.
Jawaban responden pada jumlah produk yang cacat semakin berkurang karena adanya pemahaman karyawan tentang standar operasional dalam bekerja menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan setuju dengan pernyataan yang diberikan (rata-rata = 3,72). Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan produksi
Mawar Bakery telah memahami standar operasional dalam bekerja, sehingga gagal produk dapat diminimalisirkan. Secara lebih rinci, sebanyak 38% dari karyawan sependapat dengan pernyataan yang diberikan, ada 18% menyatakan sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Terlebih 42% menyatakan netral, dan 2% karyawan yang menyatakan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan.
Hal ini berarti bahwa pemahaman karyawan mengenai standar operasional sudah baik, walau ada sebagian kecil karyawan yang belum memahami standar operasional memberikan kontribusi yang positif dalam kegiatan proses produksi.