HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian
5.1.1 Gambaran Umum Kelurahan Anggrung
5.1.2.1 Penjelasan tentang variabel-variabel penelitian
Penjelasan tentang variabel-variabel penelitian nilai tanah dikelurahan Anggrung adalah:
a. Nilai tanah (Y)
Berikut ini merupakan deskripsi variabel terikat dari penelitian ini, yaitu variabel nilai tanah per meter persegi di sekitar Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan (Tabel 5.1).
Tabel 5.1
Deskripsi Variabel Nilai Tanah dari Tahun 2011-2014 (Y)
Deskripsi Tahun Jumlah
Sampel Total Nilai Tanah (Rp.) Rata-Rata Nilai Tanah (Rp.) Peningkatan Rata-Rata Nilai Tanah (Rp.) Persentase (%) Peningkatan Nilai Tanah Nilai Tanah di kelurahan Anggrung 2010 57 36.076.250.000,- 632.916.667,- - - 2011 57 43.232.050.000,- 758.457.017,5,- 125.540.350,9,- 16,6 2012 57 53.437.500.000,- 937.500.000,- 179.042.982,5,- 19,1 2013 57 82.775.500.000,- 1.452.201.754,4,- 514.701.754,4,- 35,4 2014 57 95.866.000.000,- 1.954.140.350,9,- 501.938.596,5,- 25,7
Sumber : Data Olahan Penelitian (2015)
42 Berdasarkan Tabel 5.1 diketahui bahwa total nilai tanah pada tahun 2010
adalah sebesar Rp. 36.076.250.000,- dengan rata-rata nilai tanah sebesar Rp. 632.916.667,-, total nilai tanah pada tahun 2011 adalah sebesar Rp. 43.232.050.000,- dengan rata-rata nilai tanah sebesar Rp. 758.457.017,54,
total nilai tanah pada tahun 2012 adalah sebesar Rp. 53.437.500.000,- dengan rata-rata nilai tanah sebesar Rp. 937.500.000,-, total nilai tanah pada tahun 2013
adalah sebesar Rp. 82.775.500.000,- dengan rata-rata nilai tanah sebesar Rp. 1.452.201.754,4,-, dan total nilai tanah pada tahun 2014 adalah sebesar
Rp. 111.386.000.000,- dengan rata-rata nilai tanah sebesar Rp. 1.954.140.350,9,-. Peningkatan rata-rata nilai tanah yang paling tinggi adalah terjadi pada tahun 2012-2013, yaitu sebesar Rp. 514.701.754,4,- dan peningkatan rata-rata nilai tanah terkecil terjadi pada tahun 2010-2011, yaitu sebesar Rp. 125.540.350,9,-
Grafik peningkatan rata-rata nilai tanah dari tahun 2010-2014 dapat dilihat pada Gambar 5.1.
Rp. 1.954.140.350,9,- Rp. 1.452.201.754,4,-
Gambar 5.1
Rata-Rata Nilai Tanah dari Tahun 2011-2014 Sumber Penelitian : Data Olahan Penelitian (2015)
43 Rata-rata peningkatan nilai bidang tanah per tahun (2010-2014) diperoleh dari hasil pembagian antara total rata-rata peningkatan nilai tanah dibagi jumlah tahun. Adapun hasil daripada rata-rata peningkatan nilai tanah pertahunnya adalah Rp. 330.305.921,-/bidang tanah (Rp. 1.321223.684,21,-/bidang tanah : 4 ). Adapun persentase rata-rata nilai tanah di Kelurahan Anggrung adalah sebesar 25%.
b. Nilai Tanah di kelurahan Anggrugn tahun 2010 (X1) dan 2011 (X1-i Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2010 (X
)
1) yatu nilai tanah di kelurahan Anggrung sebelum pengesahan Perda RTRW kota Medan No. 13
tahun 2011 dan nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2011 (X1-i) yaitu nilai tanah di kelurahan Anggrung setelah pengesahan Perda RTRW kota Medan No. 13 tahun 2011. Rata-rata nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2010 (X1) adalah Rp. 632.916.667,- dan standard deviation adalah sebesar 495.609.322,6.
Rata-rata nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2011 (X1-i) adalah Rp. 758.457.017,5,- dan standard deviation adalah sebesar 692.776.202,6.
Maksimal nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2010 (X1 Rp. 758.457.017,54,-
) adalah sebesar Rp. 2.100.000.000 dan minimal sebesar Rp. 168.000.000. Maksimal nilai tanah di
Rp. 937.500.000,- Rp. 632.916.667,-
kelurahan Anggrung tahun 2011 (X1-i
Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2010 (X
) adalah sebesar Rp. 3.000.000.000 dan minimal sebesar Rp. 193.200.000. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.2.
1) dan 2011 (X1-i) pada
sampel penelitian ini dibagi ke dalam 5 kelompok dengan interval Rp. 566.400.000,-. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.2.
44
Tabel 5.2
Deskripsi Variabel Nilai Tanah Sebelum
Pengesahan Perda RTRW Kota Medan No. 13 Tahun 2011 (X1) dan Setelah Pengesahan Perda RTRW Kota Medan No. 13 Tahun 2011 (X1-i
Sumber : Data Olahan Penelitian (2015)
)
No Variabel Bebas Jumlah
Sampel Standard Deviation Rata-rata nilai tanah Maksimal (Rp.) Minimal (Rp.) 1 Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2010 (X1 57 ) 495.609.332,6 688.315.789,47 2.100.000.000 168.000.000 2 Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2011 (X1-i 57 ) 692.776.202,6 758.457.017,5 3.000.000.000 193.200.000 38 41 1 6 1
Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2010 Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2011
0 9
12
3 3
Gambar 5.2
Pengelompokan Nilai Tanah
di Kelurahan Anggrung tahun 2010 (X1) dan 2011 (X1-i
Sumber Penelitian : Data Olahan Penelitian (2015)
)
Gambar 5.2 menunjukkan bahwa kelompok nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2010 dengan interval Rp. 168.000.000 - Rp. 734.400.000 sebagai kelompok sampel terbesar dimana jumlah sampel sebesar 41 bidang tanah dan kelompok dengan jumlah sampel terkecil berada pada interval nilai tanah sebesar
45 Rp. 2.433.700.000 - Rp. 3.000.000.000 dimana tidak terdapat sampel pada interval tersebut. Sementara itu, nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2011 dengan interval Rp. 168.000.000 - Rp. 734.400.000 sebagai kelompok sampel terbesar dimana jumlah sampel sebesar 38 bidang tanah dan kelompok dengan jumlah sampel terkecil berada pada interval nilai tanah sebesar Rp. 1.300.900.000 - Rp. 1.867.200.000
c. Nilai Tanah di Kelurahan Anggrung Tahun 2012 (X
dimana jumlah sampelnya sebesar 1 bidang tanah.
2) dan 2013 (X2-i
Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2012 (X
)
2), yaitu sebelum pembangunan mall Hermes Palace dan nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2013 (X2-i), yaitu setelah pembangunan mall Hermes Palace. Rata-rata nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2012 (X2) adalah Rp. 937.500.000 dan
standard deviation adalah sebesar 917.820.908,1. Rata-rata nilai tanah di
kelurahan Anggrung tahun 2013 (X2-i) adalah Rp. 1.452.201.754,4 dan standard
deviation adalah sebesar 1.553.340.535,8. Maksimal nilai tanah di kelurahan
Anggrung tahun 2012 (X2) adalah sebesar Rp. 4.200.000.000 dan minimal sebesar Rp. 210.000.000. Sementara itu, maksimal rata nilai tanah di kelurahan Anggrung
tahun Tahun 2013 (X2-i) adalah sebesar Rp. 7.200.000.000 dan minimal sebesar Rp. 252.000.000. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.3.
Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2012 (X2) dan 2013 (X2-i) pada
sampel penelitian ini dibagi ke dalam 5 kelompok dengan interval Rp. 1.398.000.000,-. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.3 yang
menggambarkan kondisi nilai tanah di Kelurahan Anggrung tahun 2012 dan 2013.
46
Tabel 5.3
Deskripsi Variabel Nilai Tanah Sebelum Pembangunan Mall Hermes Palace (X2) dan Setelah Pembangunan Mall Hermes Palace (X2-i
Sumber : Data Olahan Penelitian (2015)
)
No Variabel Bebas Jumlah
Sampel Standard Deviation Rata-rata nilai tanah Maksimal (Rp.) Minimal (Rp.) 1 Nilai tanah di kelurahan Anggrung Tahun 2012 (X2 57 ) 917.820.908,1 932.061.403,5 4.200.000.000 210.000.000 2 Nilai tanah di kelurahan Anggrung Tahun 2013 (X2-i 57 ) 1.553.340.535,8 1.452.201.754,4 7.200.000.000 252.000.000 42 50 0 5 0
Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2013 Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2012
0 2
10
3 2
Gambar 5.3
Pengelompokan Nilai Tanah
di Kelurahan Anggrung Tahun 2012 (X2) dan 2013 (X2-i Sumber Penelitian : Data Olahan Penelitian (2015)
)
Gambar 5.3 menunjukkan bahwa kelompok nilai tanah di kelurahan Anggrung Tahun 2012 (X2) dengan interval Rp. 210.000.000 - Rp. 1.608.000.000 sebagai kelompok sampel terbesar dimana jumlah sampel sebesar 50 bidang tanah
47 dan kelompok dengan jumlah sampel terkecil berada pada interval nilai tanah
sebesar Rp. 4.405.000.000 - Rp. 5.802.000.000 dan Rp. 5.803.000.000 - Rp. 7.200.000.000dimana tidak terdapat sampel pada interval tersebut. Sementara
itu, nilai tanah di kelurahan Anggrung Tahun 2013 (X2-i) dengan interval Rp. 210.000.000 - Rp. 1.608.000.000 sebagai kelompok sampel terbesar dimana jumlah sampel sebesar 43 bidang tanah dan kelompok dengan jumlah sampel
terkecil berada pada interval nilai tanah sebesar Rp. 3.007.000.000 - Rp. 4.404.000.000
d. Nilai Tanah di Kelurahan Anggrung Tahun 2013 (X
dimana tidak terdapat sampel pada interval nilai tanah tersebut.
3) dan 2014 (X3-i
Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2013 (X
)
3), yaitu nilai tanah di kelurahan Anggrung sebelum perpindahan bandara Tahun 2013 dan Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2013 (X3-i), yaitu nilai tanah di kelurahan Anggrung setelah perpindahan bandara Tahun 2014. Rata-rata nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2013 (X3) adalah Rp. 1.452.201.754,4 dan standard deviation adalah sebesar 1.553.340.535,81. Rata-rata nilai tanah di kelurahan Anggrung Tahun 2014 (X3-i) adalah Rp. 1.681.859.649,1 dan standard deviation adalah
sebesar 1.866.523.355,15. Maksimal nilai tanah di kelurahan Anggrung Tahun 2013 (X3) adalah sebesar Rp. 7.200.000.000 dan minimal sebesar Rp. 252.000.000. Maksimal nilai tanah di kelurahan Anggrung Tahun 2014 (X3-i) adalah sebesar Rp. 8.400.000.000 dan minimal sebesar Rp. 294.000.000. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.4.
48
Tabel 5.4
Deskripsi Variabel Nilai Tanah Sebelum Perpindahan Bandara Tahun 2013 (X3) dan Setelah Perpindahan Bandara Tahun 2014 (X3-i
Sumber : Data Olahan Penelitian (2015)
)
Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2013 (X3) dan 2014 (X3-i) pada
sampel penelitian ini dibagi ke dalam 5 kelompok dengan interval Rp. 1.629.600.000,-. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.4 yang
menggambarkan kondisi nilai tanah di Kelurahan Anggrung sebelum dan sesudah perpindahan bandara ke Kuala Namu, kabupaten Deli Serdang.
No Variabel Bebas Jumlah
Sampel Standard Deviation Rata-rata nilai tanah Maksimal (Rp.) Minimal (Rp.) 1 Nilai tanah di kelurahan Anggrung Tahun 2013(X3 57 ) 1.553.340.535,8 1.452.201.754,4 7.200.000.000 252.000.000 2 Nilai tanah di kelurahan Anggrung Tahun 2014 (X3-i 57 ) 2.203.959.326 1.954.140.351 10.200.000.000 336.000.000 3 50 43 8 3
Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2014 Nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2013
Gambar 5.4 Pengelompokan Nilai Tanah Di Kelurahan Anggrung tahun 2013 (X3) dan 2014 (X3-i
Sumber Penelitian : Data Olahan Penelitian (2015) )
Gambar 5.4 menunjukkan bahwa kelompok nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2013 (X3) dengan interval Rp. 252.000.000 - Rp. 2.241.600.000 sebagai
49 kelompok sampel terbesar dimana jumlah sampel sebesar 50 bidang tanah dan kelompok dengan jumlah sampel terkecil berada pada interval nilai tanah sebesar Rp. 8.210.500.000 - Rp. 10.200.000.000 dimana tidak terdapat sampel pada interval tersebut. Sementara itu, nilai tanah di kelurahan Anggrung tahun 2014 (X3-i) dengan interval Rp. 252.000.000 - Rp. 2.241.600.000 sebagai kelompok sampel terbesar dimana jumlah sampel sebesar 43 bidang tanah dan kelompok
dengan jumlah sampel terkecil berada pada interval nilai tanah sebesar Rp. 4.231.300.000 - Rp. 6.220.800.000