• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjernihan air

Dalam dokumen Kotak Katalog dalam terbitan (KDT) (Halaman 160-166)

BAB 3 KIMIA KOLOID

H. Berbagai Macam Koloid

I. Penggunaan Koloid dan Koloid dalam Kehidupan

1. Penjernihan air

Pengolahan air bersih didasarkan pada sifat-sifat koloid, yaitu koagulasi dan adsorpsi. Bahan-bahan yang digunakan untuk pengolahan air adalah tawas (alumunium sulfat), pasir, klorin atau kaporit, kapur tohor, dan karbon aktif. Tawas berguna untuk menggumpalkan lumpur koloidal sehingga lebih mudah disaring. Apabila tingkat kekeruhan air terlalu tinggi maka digunakan karbon aktif. Pasir berfungsi sebagai penyaring. Klorin atau kaporit berfungsi sebagai pembasmi hama, sedangkan kapur tohor berguna untuk menaikkan pH, yaitu untuk menetralkan keasaman yang terjadi karena penggunaan tawas.

Air dimasukkan ke dalam bejana dan ditambahkan tawas, serta kaporit. Fungsi tawas adalah untuk menggumpalkan dan mengendapkan partikel koloid, sedangkan kaporit adalah untuk membunuh bakteri yang terdapat dalam air tersebut. Pada penjernihan air digunakan aluminium sulfat untuk mengkoagulasi zat pengotor dalam air.

146 Gambar 3.50. Penjernihan air

➢ Pengendap Cotrell dapat digunakan untuk mengurangi polusi udara di pabrik. Alat ini dapat digunakan untuk mengendapkan partikel koloid yang terdapat dalam gas yang akan keluar dari cerobong asap.

➢ Prinsip seperti pada 3.8.2. digunakan untuk mengecat mobil. Tetes cat dalam penyemprotan berupa aerosol yang mempunyai muatan. Jika badan mobil diberi muatan yang berlawanan, maka semua bagian mobil yang diinginkan dapat dicat dengan hasil yang baik.

➢ Prinsip dialisis digunakan untuk membantu pasien gagal ginjal. Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan zat yang tidak berguna yang dihasilkan tubuh yang terdapat dalam darah.

147

➢ Pada proses pencelupan tekstil digunakan zat koloid untuk mempermudah

pemberian warna.

➢ Pembentukan delta di muara sungai.

➢ Cat emulsi dan emulsi fotografi.

➢ Sabun sebagai zat pengemulsi untuk menghilangkan zat pengotor yang tidak bercampur dengan air.

➢ Dalam industri makanan atau minuman seperti susu, makanan bayi, jus buah- buahan dan lain-lain.

➢ Dalam industri kosmetik, sebagian besar produk yang dihasilkan dan proses pengolahannya memanfaatkan sistem koloid seperti body lotion dan hand cream.

➢ Aluminium klorida adalah suatu bahan untuk deodorant. Fungsinya adalah mengkoagulasi protein dalam keringat sehingga menghalangi kerja kelenjar keringat. Hal ini akan mencegah “bau badan” karena penguraian protein pada kulit oleh bakteri.

➢ Demikian juga dalam industri farmasi, obat-obatan dalam bentuk sirup dan obat-

obatan dalam kapsul.

Evaluasi Belajar Soal Pilihan Ganda

1. Pembuatan koloid dengan cara kondensasi adalah ... (A) Hidrolisis dan peptisasi.

(B) Reaksi redoks dan peptisasi. (C) Hidrolisis dan busur Bredig. (D) Hidrolisis dan reaksi redoks. (E) Peptisasi dan busur Bredig.

2. Yang tidak tergolong sistem koloid adalah ... (A) Mutiara.

(B) Agar-agar. (C) Air soda. (D) Air sabun.

3. Diantara larutan-larutan berikut ini, yang paling efektif untuk menggumpalkan koloid As2S3 yang bermuatan negatif adalah larutan ...

(A) Natrium fosfat. (B) Kalium klorida.

148 (C) Magnesium sulfat.

(D) Kalsium nitrit. (E) Aluminium klorida.

4. Kelompok zat-zat berikut, yang tergolong sol liofil adalah ... (F) Agar-agar, kanji, sabun.

(G) Agar-agar, kanji, belerang. (H) Sabun, belerang, agar-agar. (I) Susu, sabun, belerang. (J) Susu, agar-agar, belerang.

5. Contoh aplikasi sifat koloid pada pencucian darah penderita gagal ginjal adalah ... (A) Elektroforesis.

(B) Efek Tyndall. (C) Koagulasi. (D) Dialisis.

(E) Koloid pelindung.

6. Pernyataan manakah yang salah ...

(A) Larutan FeCl3 jenuh dalam air panas dapat membentuk sol.

(B) Emulsi air-benzena tidak stabil.

(C) Sol Fe(OH)3 dan sol As2S3 mengkoagulasikan jika dicampurkan.

(D) Larutan kalsium assetat encer jika dicampurkan dengan C2H5OH 95% dapat

membentuk gel.

(E) Adsorpsi pada koloid disebabkan karena luas permukaan yang besar. 7. Susu adalah emulsi O/W, dan ini dapat dibuktikan dengan ...

(A) Minyak larut dalam susu.

(B) Zat pewarna minyak membuat medium susu berwarna. (C) Air larut dalam susu.

(D) Efek Tyndall.

(E) Asam yang menyebabkan susu berkoagulasi. 8. Salah satu prosedur di bawah ini tidak benar

(A) Sistem koloid dapat diperoleh melalui cara dispersi. (B) Sistem koloid dapat diperoleh melalui cara kondensasi. (C) Sistem koloid dapat diperoleh melalui proses peptisasi. (D) Sistem koloid dapat diperoleh melalui proses koagulasi. (E) Sistem koloid dapat diperoleh melalui proses inversi.

149 9. Istilah manakah yang tidak ada hubungannya dengan sistem koloid ...

(A) Koagulasi. (B) Dialisis. (C) Dekantasi. (D) Elektroforesis. (E) Peptisasi.

10. Pernyataan manakah yang benar ...

(A) Emulsi sistem W/O dapat distabilkan dengan sabun alkali tanah. (B) Emulsi sistem W/O dapat menghantarkan listrik.

(C) Emulsi sistem W/O dapat bercampur dengan setetes air. (D) Zat pengemulsi pada umumnya merupakan koloid liofob.

(E) Larutan garam dapur, sabun dan minyak kelapa dapat membentuk emulsi. 11. Susu merupakan ...

(A) Emulsi dari yang terdispersi dalam lemak. (B) Emulsi dari kasein (protein) dalam air. (C) Emulsi dari kasein dalam lemak. (D) Emulsi dari lemak dalam air.

(E) Emulsi yang tidak stabil karena mengandung kasein.

12. Suatu emulsi bertipe O/W jika dicampur dengan zat warna merah yang larut dalam air akan kelihatan ...

(A) Tetes-tetes jernih dalam cairan merah. (B) Tetes-tetes merah dalam cairan jernih. (C) Tetes-tetes jernih dalam larutan jernih. (D) Tetes-tetes merah dalam larutan merah. (E) Tidak kelihatan apa-apa.

13. Suatu sol perak klorida dapat dibuat dengan penambahan air murni pada endapan perak klorida. Cara pembentukan sol ini disebut ...

(A) Kondensasi. (B) Koagulasi. (C) Infersi. (D) Peptisasi. (E) Emulsifikasi.

14. Zat manakah yang dapat membantu pembentukan emulsi jenis W/O ... (A) Natrium klorida.

150 (B) Kalsium asetat.

(C) Kalium oleat. (D) Natrium palmitat. (E) Magnesium stearat.

15. Sistem koloid manakah yang paling stabil ... (A) Sol perak dalam air.

(B) Larutan karet dalam benzena. (C) Sol belerang dalam air. (D) Asap.

(E) Susu.

Soal Essay

1. Jelaskan pembuatan koloid, berdasarkan: a) Cara Fisika

b) Cara Kimia

2. Jelaskan pembuatan koloid dengan cara hidrolisis pada proses yang menyangkut pemisahan HCl dan Fe(OH)3!

3. Jelaskan dengan singkat perbedaan antara membran semipermeabel dengan kertas saring biasa?

4. Jelaskan dengan singkat perbedaan antara koloid Fe(OH)3 dan Fe(OH)3 hasil

pengendapan dari suatu persamaan reaksi !

5. Jelaskan proses penjernihan air pada penggunaan koloid dalam kehidupan sehari- hari!

6. Jelaskan dengan singkat bahwa gel gelatin dapat dibuat dengan cara mencampurkan gelatin dengan air panas!

7. Jelaskan dengan singkat prinsip pembuatan jelly dari buah-buahan! 8. Bagaimana caranya membuat koloid (a) NiS, (b) AgCl, (c) perak?

9. Apa yang dimaksud dengan koagulasi? Jelaskan dengan singkat bagaimana koagulasi dapat terjadi!

151

Dalam dokumen Kotak Katalog dalam terbitan (KDT) (Halaman 160-166)