• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENS ? L dan PEN

Dalam dokumen K U E S I O N E R (Halaman 49-53)

Pensil adalah alat tulis yang kita kenal selain bolpen dan pena. Alat tulis yang satu ini mulai dikenal sejak ditemukannya batu grafit di tambang Cumberland, Inggris, pada abad XVI.

Pada pertengahan abad XVI, Konrad von Gesner seorang Swis-Jerman, menggunakan grafit yang dibalut kayu untuk menggambar. Sayangnya, grafit itu gampang sekali patah. Setelah dua abad kemudian, 1795, seorang Perancis yang bernama Nicholas Jaques Conte mencampurkan grafit dengan tanah liat. Benda ini kemudian dipres seperti lidi dan dibakar. Hasilnya, ia selipkan ke tabung kayu. Mengagumkan! Itulah pensil yang kita kenal sekarang. Kini, pensil tidak hanya hitam tetapi juga berwarna-warni.

?????????????????

Kira-kira12 ribu tahu yang lalu, nenek moyang sudah mulai dengan kegiatan tulis-menulis. Mereka menulis di dinding-dinding gua tempat tinggalnya. Bentuk tulisan mereka tentu belum berupa huruf, melainkan hanya simbol-simbol seperti matahari, bintang, orang, atau hewan. Alat tulisnya pun masih sangat sederhana, yaitu berupa batu runcing yang dicoretkan ke dinding .

Ketika sudah mengenal peralatan, ada yang membuat tulisan di batu dengan palu dan pahat. Lalu, ketika bangsa Mesir kuno sudah mengenal kertas papirus, mereka menggunakan alang-alang berbatang kecil tetapi kokoh sebagai alat tulis. Ujung tangkainya dibuat lancip, lalu saat akan menulis, ujung yang lancip tersebut dicelupkan ke tinta jelaga atau arang. Ada juga yang memasukkan “tinta “ cair tersebut ke dalam batang alang-alang. Sementara itu, di Cina orang menulis menggunakan kuas yang terbuat dari bulu unta.

L at i h an 4 0

Tul is pukul ber apa Anda mul ai membaca. Pu k u l : ... l e b i h ... me n i t ... d e t i k

Kira-kira abad V-XV, saat mutu kertas makin baik, alat tulis yang baik makin dirasakan perlu. Orang Eropa menulis dengan bulu angsa atau bulu ayam kalkun, bahkan bulu gagak. Saat akan menulis, mereka mencelupkan ujung bulu yang dilancipkan tersebut ke dalam tinta. Ternyata menulis dengan bulu lebih praktis daripada menulis dengan alang-alang.

Pada abad XVIII, manusia merasa menulis dengan bulu angsa tidak praktis lagi. Apalagi jika tulisannya panjang. Mereka harus berkali-kali meruncingkan bulu-bulu tersebut. Akhirnya, mereka terpikir menciptakan mata pena yang terbuat dari tanduk binatang atau tempurung kura-kura. Tak lama setelah itu, diciptakan mata pena yang terbuat dari logam. Menjelang abad XIX, seorang Amerika, Lewis Watermann menciptakan pena yang matanya terbuat dari logam yang licin sehinggaa tidak menggores kertas saat dituliskan.Pena ini pun memiliki kantung tinta sehingga penggunanya tidak perlu setiap kali mencelupkan matanya ke dalam tinta. Pena ini mendapat tanggapan positif dan banyak diproduksi.

Selanjutnya, alat tulis dirancang bertinta kental dan lengket yang dimasukkan ke dalam tabung. Di ujung tabung itu diberi logam baja kecil yang diletakkan di ujung lubang. Bola ini berputar saat dituliskan dan tintanya mengalir dari tabung. Inilah bolpen yang kita kenal sekarang.

(disadur dari Asal-Usul: Seri Bacaan Anak. 2002. Jakarta: PT Intisari Mediatama)

Ca t a t w a k t u An d a sel esa i memba ca . Pu k u l ... l ebih ... men it ... d et ik To t a l = ... d e t i k 1 160 150 11 170 141 21 180 133 2 161 149 12 171 140 22 181 133 3 162 148 13 172 140 23 182 132 4 163 147 14 173 139 24 183 131 5 164 146 15 174 138 25 184 130 6 165 145 16 175 137 26 185 130 7 166 145 17 176 136 27 186 129 8 167 144 18 177 136 28 187 128 9 168 143 19 178 135 29 188 128 10 169 142 20 179 134 30 189 127 No LM KC No LM KC No LM KC

Be r i t a n d a ce n t a n g ? sesuai dengan total waktu yang Anda gunakan untuk membaca, l al u per hat ikan kecepat an membaca Anda.

SENARAI

br owsing per agut an; t eknik membaca cepat dengan melihat bacaan sekilas

f iksasi pemusat an per hat ian; t eknik melompat dar i sat u t it ik j angkauan mat a, ber hent i, lalu melompat ke t it ik j angkauan ber ikut nya

membaca cepat ket er ampilan membaca yang diat uir secar a sist emat is, cepat , dan t epat per sepsi pr oses menget ahui sesuat u melalui panca inder a

r egr esi melihat kembali kebacaan sebelumnya

scanni ng pemindaian; t eknik membaca cepat unt uk menemukan det ail bacaan dengan cepat

ski mmi ng pelayapan; t eknik membaca cepat unt uk menget ahui isi pokok bacaan dengan cepat

Rumus kecepat an membaca = j umlah kat a yang dibaca x 60 = j umlah kpm (kat a per menit ) j umlah det ik unt uik membaca

Cobalah Anda buat bagan sejarah penemuan pen! Catatlah isi pokok bacaannya.

?

mudah

patah

Grafit

dibalut

kayu

?

Abad ke-...

di ...

oleh ...

kebangsaan ...

?

Grafit + tanah liat

dipres

dibakar

diselipkan ke tabung kayu

?

??

?

Latihan 41

: Me n ca t a t Isi Po k o k Ba ca a n

Lengkapi bagan sejarah penemuan pensil berikut ini.

Tahun ...

oleh ...

KERTAS

Sebelumnya, nenek moyang menulis di atas batu. Baru setelah itu bangsa Mesir memanfaat papirus yang banyak tumbuh di sepanjang Sungai Nil sebagai dasar tulisan. Sayangnya, lembaran tipis ini cepat kuning dan rapuh sehingga gampang robek.

Menjelang abad II SM, orang Persia merasa kebutuhan alat tulis makin besar. Mereka pun berpikir untuk memanfaatkan lembaran kulit binatang seperti kambing dan domba, atau sapi sebagai “kertasnya”. Ternyata, alat tulis ini lebih baik daripada papirus karena lebih kuat dan bisa ditulis di kedua sisi. Sayangnya, lembaran kulit ini sangat mahal. Jadi, hanya orang kaya saja yang mampu membelinya.

Pada tahun 105 di Cina, Ts’ai Lun membuat kertas dari kulit kayu murbei. Bagian dalam kulit ini direndam di air lalu dipukul-pukul hingga seratnya lepas. Bersama dengan kulit, direndam juga rami, kain bekas, dan jala ikan. Setelah menjadi bubur, bahan ini dipres hingga tipis dan dijemur. Jadilah kertas yang mutunya tidak sebagus sekarang

Pada tahun 751, ketika pasukan Arab menyerbu Sarmankand, mereka menawan sejumlah penduduk. Salah seorang di antaranya adalah orang Cina yang ahli membuat kertas. Selama dalam tahanan, ia dipaksa untuk mengajarkan cara pembuatan kertas. Karena tidak cukup memiliki kayu murbei dipakailah linen dan rami. Ternyata, terciptalah kertas yang bermutu baik. Kertas ini kemudian dijual hingga ke Eropa dan sangat disukai orang karena harganya murah.

Pada pertengahan abad XII, setelah mengenal kertas dari orang Arab, bangsa Eropa membangun pabrik kertas pertama di Spanyol. Kerats ini kemudian mereka jual ke seluruh Eropa. Dari waktu ke waktu, kebutuhan kertas meningkat. Apalagi, setelah ditemukan mesin cetak pada abad XV. Pabrik kertas pun mulai bermunculan di beberapa tempat.

Kertas yang kita kenal sekarang umumnya berasal dari pohon pinus yang kemudian dibuat pulp. Mutu kertasnya pun lebih baik, licin, dan tidak belepotan bila ditulisi dengan bolpen. Pembuatan kertas dari pulp ini baru dikenal pada abad XIX. Ketika itu sebuah surat kabar di AS yang mulai menggunakannya.

(disadur dari Asal-Usul: Seri Bacaan Anak. 2002. Jakarta: PT Intisari Mediatama)

Tul is pukul ber apa Anda mul ai membaca. Pu k u l : ... l e b i h ... me n i t ... d e t i k L at i h an 4 2 10 15 20 25 30 5

Ca t a t w a k t u An d a sel esa i memba ca . Pu k u l ... l ebih ... men it ... d et ik To t a l = ... d e t i k

Dalam dokumen K U E S I O N E R (Halaman 49-53)

Dokumen terkait