BA VI PENUTUP
6.1 Penutup
Struktur Komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” meliputi tokoh, alur latar, tema, moral, bahasa. Tokohnya meliputi Cemut Boyaxhiu, Iblis Cebol (Ibol) yang menyamar menjadi Malaikat Kribo, Penjual Ikan, dan Tuhan Yesus. Cemut ada-lah tokoh utama. ia mempunyai sifat yang nakal namun akhirnya bertobat dan kembali ke jalanNya, cemut juga sosok yang cerdik. Iblis Cebol (Ibol) adalah tokoh bawahan. Ia adalah seorang iblis yang licik, ingin membujuk Cemut dengan segala cara, bahkan menyamar menjadi seorang malaikat yaitu Malaikat Kribo. Tokoh Cemut adalah tokoh yang baik sedangkan Iblis Cebol adalah tokoh yang jahat. Penjual ikan merupakan tokoh bawahan, ia tidak memiliki peranan yang sntral, hanya muncul ketika Malaikat kribo hendan menjual iakan dan ditukar de-ngan cek satu milyar. Tuhan Yesus juga termasuk tokoh bawahan. Ia merupakan tokoh yang hanya memiliki satu karakter yaitu kasih.
Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam Komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” dengan urutan tertentu atau alur. Berdasarkan teori alur menurut Tasrif via Nur-giyantoro (2005: 149), alur dalam komik ini terbagi menjadi lima tahap yaitu, ta-hap penyituasian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, dan penye-lesaian. Tahap penyituasian diawali dengan pencarian Cemut akan surga, cemut merasa putus asa lalu membuang peta Surga. Kerika ia membuang peta itu, ia malah menemukan papan petunjuk suga dan neraka. Permunculan konflik terjadi ketika Cemut kebingungan untuk memilih Surga atau
Neraka. Akhirnya ia me-mutuskan untuk memilih surga. Peningkatan konflik terjadi ketika muncul tokoh Iblis Cebol yang mentamar menjadi Malaikat Kribo. Malaikat gadungan tersebut membawakan sebuah peti yang berisi lima roti, dua ikan, dan cek satu milyar. Konflik makin berkembang ketika Cemut mengetahiu bahwa cek satu milyar itu ternyata perbuatan-perbuatan dosanya selama ini. Cek satu milyar itu berasal dari ikan yang sebenarnya akan dibawa Malaikat gadungan tetapi karena teramat ban-yak, ikan tersebut di jual oleh Malikan Gadungan tersebut dan ditukan dengan cek satu milyar. Akhirnya cemut dibawa oleh malaikat gadungan menuju Neraka. Na-mun Cemut ingat akan kasih Tuhan Yesus kepada Cemut, cemutpun telah ber-tobat. Konflik semakin menegang ketika Cemut berhasil membuka penyamaran Malaikat kribo, yang ternyata adalah Iblis Cebol (Ibol). Klimaks terjadi ketika Cemut bertarung melawan Iblis Cebol (Ibol) dan akhirnya Cemut menang. Penye-lesain terjadi ketika Cemut tebangun dari tidurnya, dan ternyata hanya mimpi, kemudian Cemut bersyukur dan berdoa kepada Tuhan Yesus.
Latar yang terdapat dalam Komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” ini meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat terbagi menjadi dua yaitu di gurun pasir dan tempat tidur. Latar waktunya terjadi pada siang hari dan pagi hari. Latar sosialnya adalah kehidupan tentang iman kepada Tuahan Yesus.
Tema yang terdapat dalam komik ini adalah tema divine, yaitu tema yang menonjolkan hubungan antara manusia dengan sang pencipta. Temanya adalah i-man dan keyakinan Cemut akan Tuhan Yesus ternyata mampu mengalahkan perbuatan-perbuatan Roh jahat.
Moral yang terkandung dalam komik ini adalah pesan religiusitas yang menitikberatkan pada keimanan terhadap Tuhan Yesus. Selain itu pesan moral yang tekandung adalah tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana bersikap di dunia ini jika ingin masuk surga.
Untuk mengajarkan sastra pada anak perlu dikenalkan pada sastra yang se-suai dengan pengetahuan dan tingkat kemenarikan sebuah sastra pada anak. Anak akan cenderung menyukai hal-hal yang memiliki gambar. Komik dapat dijadikan alternatif pembelajaran sastra di SD. Untuk mengajarkan Komik, diperlukan se-perangkat rencana pembelajaran yang di sebut silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Stukur komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” diimplementasikan da-lam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran karena memenuhi prisip-prin-sip silabus dan sesuai dengan langkah-langkah penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Prinsip-prinsip silabus pembelajaran meliputi Ilmiah, Relevan, Sis-tematis, Konsisten, Memadai, Aktual dan Kontekstual, Fleksibel, dan Menye-luruh. Langkah-langkah dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran meliputi memilih silabus menulis standar kompetensi dan kompetensi dasar, me-netukan indikator, menentukan alokasi waktu, merumuskan tujuan pembelajaran, menentukan materi pembelajaran, memilih metode pembelajaran, menyusun langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada setiap satuan rumusan pembelajaran, menyebutkan sumber/media belajar, menentukan teknik penilaian, bentuk, dan contoh instrumen penilaian yang akan digunakan.
Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat peniliti ditujukan untuk Sekolah Dasar kelas V semester II, karena materi menyimpulkan isi pada sebuah cerita anak dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di-tujukan untuk kelas V semester II. Silabus ini terdiri dari beberpa komponen yaitu standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pem-belajaran, indicator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Komponen ren-cana pelaksanaan pembelajaran (RPP) meliputi silabus standar kompetensi, kom-petensi dasar, indicator, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, dan peni-laian. Format silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan format silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan memiliki beberapa variasi penyusunan karena pada kurikulum ini format silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dikembangkan oleh guru masing-masing bidang studi atau sekolah. Tujuan dari variasi ini adalah mempermudah bagi guru dalam pengembangan materi dan mempermudah penggunaannya dalam pembelajaran, sehingga pembe-lajaran dapat berjalan dengan efektif.