• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

4.1 Struktur komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR

4.1.1 Sinopsis

Komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya erik YR adalah sebuah komik anak. Tokoh yang terdapat dalam komik ini adalah Cemut, Iblis Cebol yang menjelma menjadi Malaikat Kribo, dan Tukang Penjual ikan.

Kisah ini diawali dengan kebingungan Cemut dalam mencari letak Surga. Cemut mengira bahwa dirinya tersesat di lautan padang pasir. Disaat Cemut kesal dan membuang peta petunjuk Surga, justru ia menemukan tiang kayu petunjuk ja-lan menuju Surga dan Neraka. Cemut bingnung akan memilih Surga atau Neraka. Ketika Cemut hendak memilih jalan menuju Surga, Ia bertemu dengan Malaikat Kribo yang sambil membawa sebuah peti berisi 5 roti, 2 ikan, dan cek 1 Milyar. Malaikat Kribo mengatakan bahwa pilihan Surga atau Neraka ditentukan dari ban-yaknya jumlah roti yang melambangkan kebaikan dan ikan yang melambangkan kejahatan. Melihat jumlah ikan yang lebih banyak, Cemut langsung gembira dan tidak sabar untuk segera memasuki surga. Lalu bagaimana dengan cek 1 Milyar?

Alangkah kagetnya Cemut ketika mengetahui bahwa ternyata uang 1 Milyar tersebut adalah hasil dari penjualan ikan yang dilakukan Malaikat Kribo kepada Tukang Penjual Ikan. Hal ini dilakukan karena jumlah ikan yang dikum-pulkan Cemut sangat banyak. Bahkan ada yang telah membusuk. Berarti, mau ti-dak mau, Cemut harus tinggal di Neraka. Disaat inilah Cemut sangat menyesali segala perbuatan jahat yang telah Ia lakukan.

Malaikat Kribo lalu membawa Cemut terbang untuk menuju ke Neraka. Tiba-tiba Cemut pun tersadar. Ia percaya bahwa Tuhan Yesus datang membawa jalan kebenaran dan hidup. Cemut pun berhasil membuka kedok Malikat Kribo yang ternyata adalah malaikat gadungan. Ia sebenarnya adalah Iblis Cebol yang datang untuk menyesatkan manusia. Cemut pun bertarung melawan Iblis Cebol dan kekuatan Cemut iman akan Tuhan Yesus akhirnya mampu mengalahkan Ibol. Cemut pun tidak sabar untuk membuka pintu Surga. Ketika ia hendak menekan bel pintu Surga, Cemut terbangun dari tidurnya dan tersadar bahwa ternyata se-mua itu hanya mimpi. Dari mimpi itu, Cemut akhirnya bertaubat dan berjanji bah-wa Ia tidak akan mengulangi segala kesalahan yang telah Ia lakukan. Iman dan keyakinan Cemut akan Tuhan Yesus semakin kuat.

4.1.2 Tokoh

Berdasarkan landasan teori yang ada, peneliti menemukan dua jenis tokoh dalam Komik “ Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya erik YR yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama dalam komik ini adalah Cemut, sedangkan tokoh bawahannya adalah Malaikat Kribo, Iblis Cebol, Tukang Ikan, dan Tuhan Yesus.

Peneliti menganalisis tokoh-tokoh yang ada dalam Komik “ Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR dengan tujuan untuk menguraikan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita tersebut.

4.1.2.1 Tokoh Utama: Cemut Boyaxhiu

Cemut dalam komik “Cemut, 5 Roti dan 1 Ikan” adalah tokoh utama karena memegang peran sentral dalam komik ini. Cemut menjadi pusat kisahan dalam jalannya cerita. Selain itu frekuensi Cemut yang cukup banyak. Intesitas keterlibatan Cemut dalam membangun cerita juga cukup tinggi. Cemut digam-barkan sebagai seorang laki-laki. Hal ini dilukiskan dalam gambar berikut.

(1)

Cemut juga digambarkan sebagai anak yang nakal, bahkan terlalu nakal untuk anak seusianya. Hal ini terlihat pada kutipan dan gambar berikut.

(2) Dia sombong dan suka bohong (percakapan cemut “aku anak yang saleh..!), tidak patuh pada orang tua (percakapan orang tua cemut “Cemut...jangan main terus...ayo belajar...!), (percakapan cemut “ engga mau”), suka mabuk, merokok, berjudi, mencuri, hobby menonton film porno, mencontek, berkelahi, jahil, merusak kelestarian alam, melanggar lalu lintas, berkata kotor, dan lain-lain.

Cemut digambarkan sebagai anak yang sedang mencari jati diri. Ia dalam kebim-bangan mencari tujuan hidup. Hal ini dibuktikan melalui gambar berikut.

Cemut juga digambarkan sebagai anak yang menyesali segala perbuatan dosa yang telah dia lakukan. Hal ini dilukiskan dalam kutipan dan gambar berikut.

(3) Cemut : Kini cemut sadar bahwa ia adalah seorang yang penuh dosa... bahkan ...untuk melihat sorga pun ia tidak layak..! Dan Cemut pun menangis. Siksa api neraka...telah menunggunya...

Cemut digambarkan sebagai anak yang cerdas meskipun suasana hatinya sedang dalam keadaan pasrah. Hal ini dilukiskan dalam kutipan berikut.

(4) Cemut : Eh...tapi! Em malaikat...aku pengen pipis. Malaikat : Apa...?

Cemut : Pengen pipis...Udah kebelet nih...!Ehm... Malaikat : Apa lagi...!

Cemut : Matanya ditutup dong...kan malu...

Malaikat : Huh...! Cepet ya...Aku masih banyak urusan nih...! (malaikat menutup matanya)

Cemut : He..he..he..iya...bentar...(cemut mengambil batu kemudian memukul kepala malaikat dengan menggunakan batu).

Cemut juga digambarkan sebagai anak yang imannya kuat. Hal ini dilukiskan da-lam kutipan berikut.

Cemut : Memang dulu aku orang yang berdosa, dosa yang besar... membelengguku... Aku tidak mungkin sampai ke Surga... Ada ju-rang pemisah yang sangat dalam... Segala amal dan kebaikanku tidak dapat menolong untuk mencapai surga... Surga hanyalah im-pian... Tinggal menunggu datangnya kematian. Hingga saat itu... Ia datang... Namanya Yesus, ia memelukku, hapus air mataku, mem-beriku kelegaan

Yesus : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”

Narator : Cemut ingat kasihNya, kebaikanNya, anugerahNya slamatkanku...Sebab Kasihnya setinggi langit... Kasih setia Allah kepada kita... Besar kasih Allah kepada kita...

Tuhan Yesus rela mati untuk tebus dosaku, oleh darahNya belenggu dosa dihancurkan... Sehingga aku beroleh keselamatan.

Cemut juga digambarkan sebagai seseorang yang berani melawan kejahatan. Ia berdoa kepada Tuhan agar diberi kekuatan melawan Ibol. Hal ini dibuktikan mela-lui kutipan berikut.

(6) Cemut : Tuhan Yesus tolong cemut...

“Ambilah perlengkapan senjata Allah,supaya kamu dapat men-gadakan perlawanan, berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebe-naran.

Cemut : Ha..le..lu..ya...

“Berbajuzirahkan keadilan” “Pergunakanlah perisai iman, dan pedang Roh yaitu Firman Allah.

Kesimpulan dari tokoh Cemut adalah tokoh yang berkembang. Awalnya dari Cemut yang nakal dengan berbagai perbuatan jahatnya, menjadi Cemut yang berani kejahatan, cerdas, dan memiliki iman yang kuat.

4.1.2.2 Tokoh Bawahan:

1. Malaikat Kribo/Ibol (Iblis Cebol)

Dalam komik ini muncul tokoh bawahan yaitu Malaikat Kribo. Hal ini di-buktikan dengan kutipan dan gambar berikut.

(1) Malaikat Kribo : Ehm..aku adalah malaikat yang mencatat kebaikan dan kejahatanmu selama di dunia. Apabila kamu berbuat jahat maka 1 ikan akan

dimasukkan dalam peti itu...Tapi apabila kamu berbuat baik 1 roti akan dimasukkan dalam peti itu. Apabila jumlah roti lebih banyak daripada ikan..kamu masuk Surga dan sebaiknya apabila roti lebih sedikit daripada ikan..artinya kamu masuk Neraka...!

Malaikat Kribo sebenarnya adalah jelmaan dari Iblis Cebol, seorang Iblis jahat yang ingin menyesatkan jalan Cemut agar masuk Neraka. Hal ini dibuktikan de-ngan kutipan dan gambar berikut.

(2) Malaikat Kribo : Apa-apaan kamu

Cemut : Wig dan aksesoris palsu. Benar dugaanku Malaikat Kribo : Ups..

Cemut : Siapa kamu sebenarnya..!

Malaikat Kribo :He..he..mau tahu..! Namaku Ibol. Si Iblis Cebol. Hebat..!Bagaimana kamu bisa membuka kedokku...padahal sudah banyak orang ku sesatkan...!

Malikat Kribo yang telah berubah menjadi Iblis Cebol digambarkan berniat ingin membunuh Cemut. Hal ini tampak pada kutipan dan gambar berikut.

(3) Iblis Cebol : Tapi..kau tetap harus mati ditanganku..!! Rasakan ini...! Mampus Kau..

2. Penjual Ikan

Dalam komik ini, terdabat juga tokoh bawahan yaitu penjual ikan. Hal ini akan dibuktikan melalui kutipan dan gambar berikut.

Malaikat Kribo : Hey...

Bapak tukang ikan...

Mau bei ikan saya gak pak... Satu ekor... seribu rupiah Penjual Ikan` : Ah... mahal amat...!

Penjual Ikan : Saya berani borong semuanya... Tapi seekornya seratus rupiah... Malaikat Kribo : Emm... ya baiklah..

3. Tuhan Yesus

Dalam komik ini terdapat juga Tuhan Yesus sebagai tokoh bawa-han. Tuhan Yesus adalah Tokoh bawahan yang samar dan dihadirkan untuk melengkapi perubahan karakter Cemut. Hal ini akan dibuktikan melalui gambar berikut.

4.1.3 Alur

Berdasarkan landasan teori yang ada, peneliti akan menganalisis alur-alur yang digunakan dalam Komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR.

a. Penyituasian

Komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR diwali dengan pen-yituasian yang menggambarkan pencarian jalan hidup yaitu surga. Hal ini di-lukiskan dalam dan kutipan berikut.

Cemut : Lama aku berjalan... tapi juga belum kutemui..Dimana ya... enggak ada...Mestinya aku sudah sampai... petanya bohong nih...

b. Pemunculan Konflik

Konflik mulai muncul ketika Cemut mendapatkan sebuah papan pe-tunjuk arah. Namun dalam papan petunjuk arah tersebut terdapat dua petunjuk arah yang berlawanan, yaitu surga dan neraka. Dalam situasi ini Cemut bimbang akan memilih surga atau neraka. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan dan gambar berikut.

Cemut : Ada dua pilihan… pilih yang mana…Bingung… Gambar:

Akhirnya Cemut memutuskan memilih Surga. Hal ini dapat dibuktikan me-lalui kutipan dan gambar berikut.

Cemut : Ya jelas Surga dong…! Asik..! Gambar:

c. Peningkatan Konflik

Peningkatan konflik terjadi ketika Cemut berjalan menuju Surga, namun ditengah jalan tiba-tiba muncul Malaikat yang bernama Malaikat Kribo yang sebetulnya Iblis

yang menyamar. Malaikat gadungan tersebut membawakan sebuah peti yang berisi 5 Roti, 2 Ikan dan cek 1 milyar. Roti berarti kebaikan dan ikan berarti kejahatan. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan dan gambar.

Malaikat Kribo : Sabar.. Jangan terburu-buru… Cemut : Malaikat Kribo..

Malaikat Kribo : Surga atau Neraka… ditentukan dari apa yang ada di peti ini… Ehm… Ternyata kamu mengumpulkan 5 Roti, 2 Ikan dan cek 1 Milyar.

Cemut : Maksudnya apa…

Malaikat Kribo : Aku adalah Malaikat yang memcatat kebaikan dan kejahatanmu selama di dunia.Apabila kamu berbuat jahat, maka 1 ikan akan dimasukkan dalam peti itu…Tapi apabila kamu berbuat baik, 1 Roti akan dimasukkan dalam peti itu…

Gambar:

Konflik semakin berkembang ketika cek 1 Milyar tadi ternyata hasil pen-jualan ikan yang merupakan lambang dosa yang dimiliki Cemut. Hal ini ber-arti jumlah nominal

antara roti (lambang kebaikan) jauh lebih sedikit daripada jumlah ikan (lambang dari dosa). Hal ini terlihat dari kutipan berikut.

Malaikat Kribo : Cek itu…

Cemut : Cek ini emangnya kenapa?

Malaikat Kribo : Ehm…Panjang ceritanya. Sebenarnya ikan yang kamu kumpulkan tidak hanya dua…Tapi banyak… buanyaak sekali karena setiap hari terus bertambah seperti kata pe-patah… Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit…

Cemut : Ikan… ikan…

Malaikat Kribo : Seorang penjual ikan lewat…Hey… bapak tukang ikan… Mau beli ikan saya gak pak…Satu ekor seribu rupiah..

Tukang Ikan : Saya berani borong semuanya, tapi seekornya seratus ru-piah… Malaikat Kribo : Em… ya baiklah..Jadi harga semuanya satu milyar…

Tukang Ikan : Aduh saya lagi engga bawa uang cash nih…Pake cek aja ya... Gambar:

Konflik semakin menegang ketika Cemut Berhasi membuka kedok Mala-ikat Kribo yang sebenarnya adalah Ibol yaitu Iblis Cebol. Hal ini dapat dibuk-tikan melalui kutipan dan gambar berikut.

Malaikat Kribo : Apa-apan kamu…

Cemut : Wig dan aksesoris palsu.. Benar dugaanku… Malaikat Kribo : Ups…

Cemut : Siapa kamu sebenarnya…!

Malaikat Kribo : he-he… mau tau…!Namaku Ibol si Iblis Cebol Gambar:

d. Klimaks

Komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR mencapai klimaksnya dengan terjadinya pertarungan antara Cemut dan Ibol atau Iblis Cebol. Hal ini dibuktikan melalui kutipan dan gambar berikut.

Malaikat Kribo : Tapi kau harus tetap mati di tanganku..! Rasakan ini…!

Mampus kau…

Cemut : Tuhan Yesua Tolong Cemut… HA..LE..LU..YA…

e. Penyelesaian

Penyelesain dalam komik ini diakhiri dengan kemenangan Cemut yang bertarung melawan Iblis Cebol (Ibol). Cemut terbangun dari tidurnya dan ter-sadar bahwa ternyata hanya mimpi, kemudian ia berdoa. Hal ini dapat dibuk-tikan melalui kutipan dan gambar berikut.

Cemut: Yah… Cuma mimpi… engga jadi ketemu Tuhan Yesus.. Gambar:

4.1.4 Latar

Berdasarkan teori McCloud via Nurgiyantoro, peneliti menganalisis latar menggunakan teori peralihan gambar dari adegan ke adegan.Peneliti menemukan tiga latar yang digunakan dalam komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR yaitu latar tempat, latar waktu dan latar sosial.

1. Latar Tempat

Latar tempat yang terdapat dalam komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR ini adalah padang gurun yang gersang dan kamar tidur. Hal ini akan dibuktikan melalui gambar.

a. Padang Gurun b. Kamar Tidur

2. Latar Waktu

Komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR memiliki dua latar wak-tu yaitu pada siang hari dan pagi hari. Latar waktu akan dibuktikan melalui gambar berikut.

a. Siang Hari b. Pagi Hari

3. Latar Sosial

Latar sosial yang terdapat dalam komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR ini adalah kehidupan yang identik dengan dunia anak-anak yaitu bermain dan berpetualang. Cemut tergolong dari keluarga yang cukup mampu, terbukti ketika mengguanakan tas beserta perlengkapan bertua-lang yang cukup lengkap, selain itu Cemut memiliki beraneka macam per-mainan seperti mobil-mobilan, boneka, bola. Latar sosial komik ini juga melalui pemahaman akan iman kristiani, yang berangkat dari ajaran-ajaran Tuhan Yesus. Latar sosial Cemut akan lebih jelas jika dilihat dari gambar berikut.

4.1.5 Tema

Berdasarkan teori yang dikemukakan Shipley via Nurgiyantoro maka tema yang terdapat dalam komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR ini adalah tema divine, yaitu tema yang menonjolkan hubungan antara manusia dengan sang pencipta yaitu iman

dan keyakinan Cemut akan Tuhan Yesus ternyata mampu mengalahkan perbuatan-perbuatan Roh jahat. Hubungan ini akan dibuktikan melalui gambar berikut.

4.1.6 Moral

Komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” karya Erik YR memiliki pesan moral yang mendalam, yaitu pesan religiusitas yang menitikberatkan pada keimanan ter-hadap Tuhan Yesus. Selain itu pesan moral yang tekandung adalah tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana bersikap di dunia ini jika ingin masuk sur-ga. Pesan moral tersebut dibuktikan dalam gambar berikut.

4.2 Hubungan antar unsur

1. Tokoh, tema, dan moral

Tokoh berperan menyampaikan tema dalam cerita fiksi melalui aksi-aksi yang dilakukan peristiwa serta aksi tokoh lain yang ditimpakan kepa-danya. Dalam sebuah tema cerita terdapat nilai-nilai moral tertentu. Dalam komik “Cemut, 5 Roti

dan 2 ikan” , tokoh Cemut sebagai tokoh utama merupakan sosok yang nakal, namun akhirnya bertobat dan kembali ke ja-lanNya. Ia berani melawan kejahatan sebab Tuhan Yesus selalu menyer-tainya dengan kasih karuniaNya. Moral disampaikan oleh tokoh Cemut melalui kejadian-kejadian yang dialami tokoh Cemut, yaitu moral tentang iman terhadap Tuhan Yesus dan perbuatan baik. Hubungan antara tokoh, tema, dan moral akan dibuktikan dalam kutipan dan gambar berikut.

Cemut: Namanya Yesus, Ia memelukku, hapus air mataku, memberiku kelegaan.

Yesus: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup..

Tidak ada seorangpun yang datang kepada bapa, kalau tidak melalui Aku.

Cemut: Ingat kasihNya... ingat kebikanNya... dan anugerahNya... Slamatkanku...

Sebab kasihNya setinggi langit...kasih setia Allah pada kita... Besar kasih Allah pada kita...

2. Alur . tokoh, dan latar

Dalam komik ini, tokoh menjadi fokus pengembangan alur. Alur diperkuat dengan adanya latar. Komik ini diperkuat dengan adanya latar tempat, latar waktu dan latar sosial. Tokoh Cemut sebagai tokoh utama mengalami kejadian-kejadian yang dikembangkan oleh alur. Cemut ter-golong orang yang berkecukupan. Cerita berawal ketika Cemut melakukan perjalanan mencari surga, ia berjalan di padang pasir yang panas dan tandus, setelah letih dan putus asa ia menemukan papan petunjuk arah namun ada dua papan petunjuk arah, kemudian ia bertemu Malaikat Kribo yang sebetulnya adalah Iblis Cebol yang sedang menyamar, kemudian ia bertarung melawan Iblis Cebol dan akhirnya menang. Hubungan antara alur dengan tokoh akan dibuktikan melalui gambar berikut.

BAB V

IMPLEMENTASI STRUKTUR KOMIK “ CEMUT, 5 ROTI DAN 2 IKAN” DALAM SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SASTRA DI SD

Struktur komik “ Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” harus dapat diterapkan dalam pembelajaran sastra di SD. Untuk menerapkan struktur dalam pembelajaran sastra diperlukan seperangkat rencana pembelajaran. Seperangkat rencana tersebut dise-but silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran.

5.1 Silabus

Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar, ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompe-tensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar (Muslich, 2007: 23). Si-labus disusun berdasarkan Isi, yang didalamnya berisikan identitas Mata Pela-jaran, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, Materi Pokok/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar. Materi struktur komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” ini disusun dengan memper-hatikan prinsip-prinsip sesuai prinsip-prinsip silabus yang terdapat dalam Kuri-kulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

5.1.1 Prinsip-prinsip Silabus

Stuktur komik “ Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” memperhatikan prinsip-prinsip silabus agar dalam penerapannya dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Prinsip-prinsip

silabus adalah pedoman yang digunakan oleh guru dalam menyu-sun silabus. Prinsip-prinsip tersebut meliputi keilmiahan silabus, kerelevanan sila-bus, sistematis, konsisten, memadai, actual dan kontekstual, fleksibel, dan menye-luruh. Berikut akan dibahas satu persatu penggunaan prinsp-prinsip silabus ter-sebut dalam mengimplementasikan struktur komik “ Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” dalam silabus pembelajaran sastra di SD.

1. Keilmiahan Silabus

Silabus yang dibuat dan diterapkan dalam pembelajaran sastra harus ilmiah. Ilmiah maksudnya materi yang terdapat dalam silabus dapat dipertanggungjawabkan sesuai kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), membaca cerita anak merupakan salah satu materi yang terdapat dalam mata pelajaran Bahasa Indonesiadi SD. Ada berbagai cerita anak yang berupa sastra dan nonsastra. Dalam silabus ini, materi yang dipilih peneliti adalah cerita anak yang berupa sastra anak yaitu komik yang berjudul “ Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan”. Materi yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan materi ilmiah. Silabus yang dibuat peneliti merupakan silabus yang ilmiah karena berisi materi pembelajaran yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

2. Relevan

Silabus yang disusun harus memperhatikan rambu-rambu kere-levanan materi. Rambu-rambu kerelevanan materi ini adalah cakupan, ke-dalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik..

Membaca cerita anak merupakan materi mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V semester II. Jadi silabus ini digunakan untuk kelas V semester II.

Silabus struktur komik “ Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” juga mem-perhatikan rambu-rambu materi pembelajaran. Materi Komik “ Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” ini memiliki aspek kebahasaan yang mudah dipahami oleh siswa kelas V semester II, karena menggunakaan bahasa sehari-hari. Gambar-gambar dalam komik ini dapat membantu siswa dalam melakukan penelusuran terhadap tokoh, alur, tema maupun amanat yang terdapat dalam komik. Dengan materi komik, anak dikenalkan pada dunia sastra.

3. Sistematis

Materi yang disampaikan dalam silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. Maksudnya silabus yang dibuat menggunakan langkah-langkah pembelajaran. Langkah-langkah pembela-jaran disusun agar dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Langkah-langkah pembelajaran disusun tidak lain agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Implementasi struktur komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan” dalam silabus pembelajaran sastra juga memerlukan langkah-langkah pembela-jaran. Materi yang disampaikan dalam silabus ini adalah menyimpulkan isi cerita anak dalam beberapa kalimat. Peneliti menggunakan teks sastra yang berupa komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan”. Dalam menyimpulkan isi komik, siswa perlu memahami siapa tokohnya, bagaimana alurnya, dima-na tempat kejadiannya, serta amanat yang terdapat dalam

komik “Cemut, 5 Roti dan 2 Ikan”. Kemampuan berbahasa yang dapat ditingkatkan adalah, membaca yaitu dengan membaca teks sastra, menulis yaitu dengan mem-buat ringkasan cerita, berbicara yaitu dengan mengungkapkan hasil ring-kasan didepan kelas, dan menyimak yaitu dengan mendengarkan hasil ringkasan temannya.

4. Konsisten

Silabus yang disusun memperhatikan konsistensi antara kompe-tensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan system penilaian. Kompetensi dasar adalah target kemampuan yang harus dicapai dalam suatu pembelajaran. Indikator adalah upaya yang dilakukan untuk mencapai kompetensi dasar. Materi pembelajaran adalah bahan yang akan dibahas untuk mencapai kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran adalah pengalaman-pengalaman belajar yang dilakukan siswa dalam suatu pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar. Sumber belajar adalah alat-alat yang digunakan untuk melakukan aktivitas pembelajaran guna tercapainya kompetensi dasar. Sistem penilaian adalah alat pengukur tingkat ketercapian pembelajaran. Komponen indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan

Dokumen terkait