BAB III PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
3.1 Penyajian Data
3.1.2 Penyajian dan Pembahasan Data Hasil
3.1 Penyajian Data
3.1.1 Teknik Penyajian Data
Penelitian ini dilakukan di dua kota yakni Surabaya dan Malang pada tanggal 30 November 2016 dan 5 Desember 2016. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, subjek penelitian merupakan dua orang yang memiliki kriteria seperti yang dibahas dalam bab 2 penelitian ini. Peneliti melakukan penggalian informasi mengenai identitas dan jati diri mereka. Selain itu peneliti juga mencari tahu mengenai komunikasi interpersonal kedua informan dengan keluarganya. Selanjutnya, dengan keduanya, peneliti melakukan interview mendalam (depth interview). Subjek yang sudah memenuhi kualifikasi dipastikan bisa menggambarkan kondisi diri mereka sesuai persoalan yang sedang diteliti. Kemudian dari hasil wawancara tersebut diperoleh data yang akan ditulis secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Sehingga diperoleh gambaran dan jawaban dari setiap pokok permasalahan.
3.1.2 Penyajian dan Pembahasan Data Hasil Wawancara
Informan 1
1. Siapakah nama lengkap anda ?
Andrew Sam
2. Nama panggilan ?
3. Nama yang cocok menurut anda ?
Aku gak punya nama panggilan khusus seperti transgender-transgender lain yang lebih suka ganti nama mereka, biarpun aku transgender, aku tetep pakai nama asliku Andrew Tapi aku lebih suka dipanggil And. Karena kedengaran seperti nama perempuan. Pada dasarnya aku adalah orang yang simple, apa adanya, dan gak belibet. . (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Dari jawaban Andrew, dapat dikatakan bahwa Andrew adalah orang yang sederhana dan tidak mau melebih-lebihkan sesuatu yang dimilikinya. Andrew merasa nyaman dengan nama sesungguhnya
4. Berapa bersaudara kah anda?
Aku dua bersaudara, aku anak kedua. Aku bersyukur orangtuaku hanya punya dua anak. Karena dengan menjadi anak terakhir aku merasa sangat suka disayang oleh semua orang. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Dari jawaban yang dijabarkan oleh Andrew pada pertanyaan ini menunjukkan bahwa Andrew sebetulnya memiliki jiwa yang lembut karena merasa selalu ingin dikasihi. Posisinya sebagai anak terakhir dan tidak memiliki adik adalah suatu posisi yang menguntungkannya mendapatkan berlebih kasih sayang dari orang tuanya sebagai anak terakhir.
Kakakku perempuan, dia juga transgender lho, cuma kalau aku Male to Female. Kalau dia kebalikannya, dia Female to male. Jadi kayaknya jiwa kami tertukar. Entah dulu bagaimana.. tapi menurutku aku dan kakakku
itu saling melengkapi. Dia orangnya pelindung banget. Aku merasa nyaman kalau jalan kemanapun dengan dia. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Secara tersirat dari jawaban ini sebetulnya Andrew sudah menunjukkan bahwa kakak perempuannya melengkapi dirinya yang sebetulnya butuh banyak asupan kasih sayang seperti yang sudah dijelaskan di jawaban sebelumnya. Sang kakak yang menurut Andrew memiliki jiwa laki-laki, secara tidak langsung memberikan suatu perlindungan yang seharusnya diberikan seorang saudara laki-laki kepada saudara perempuannya, dalam hal ini seharusnya Andrew memberikan perhatian dan perlindungannya kepada kakaknya yang perempuan. Namun nyatanya justru hal kebalikannya yang terjadi, Andrew mendapatkan perlindungan dan rasa aman dari kakak perempuannya.
5. Apakah orangtua masih hidup (keduanya) ?
Yang masih hidup tinggal mamiku, papiku baru aja meninggal. Padahal aku baru aja bisa dekat dengan papi. Sejak duduk di bangku SMP aku gak akur dengan papi. Papiku berubah jadi orang yang kasar saat aku mulai masuk SMP. Ya mungkin itu karena dia stress usahanya bangkrut ya.. karena ditipu sama saudaranya sendiri. Makanya aku sedih banget pas papi meninggal. Kenapa beliau dipanggil Tuhan waktu kami mulai akur lagi dan masalah usahanya sudah mulai tertata lagi. Tapi aku bersyukur masih bisa merawat papi saat sakit sebelum meninggal. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Dari jawaban ini diketahui bahwa sebetulnya hubungan Andrew dengan orang tua laki-lakinya sering mengalami ketidakakuran. Andrew mengalami penyesalan mendalam karena tidak melakukan perbaikan hubungan dengan papanya lebih cepat sebelum akhirnya papanya meninggal dunia.
Sayang banget kenapa ga dari kemarin-kemarin aku perbaikin hubunganku dengan papa. Sumpah sekarang rasanya nyesel buanget waktu papa uda ga ada kayak sekarang ini. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Penyesalan Andrew ternyata tidak sepenuhnya membuatnya merasa bersalah, karena Andrew sempat merawat papanya saat sakit. Andrew sempat bersyukur dengan kesempatan yang diberikan padanya untuk bisa merawat papanya.
6. Saat ini tinggal dimana, apakah masih dengan orangtua atau tinggal
sendiri?
Aku sekarang tinggal dengan mamiku aja. Lulus SMA aku sempat merantau ke Jakarta dan Bali. Sudah 2 tahun ini aku balik tinggal sama ortu lagi. Ya cuma selama 4 tahun itu hubunganku mulai akur dengan papaku. Terasa begitu sebentar. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Andrew bisa dikategorikan sebagai pemuda mandiri karena pada usianya yang masih muda ia berani merantau ke kota-kota besar. Keberanian Andrew untuk merantau di usia lulus SMA sesungguhnya tidak serta merta timbul. Namun ada beberapa faktor yang mendukungnya.
Aku semenjak masuk SMA sebenernya udah cita-cita pengen merantau kalau udah lulus. Aku nggak betah dengan kondisi papaku yang berubah jadi kasar sejak SMP. Suka uring-uringan. Lebih baik aku hidup sendiri. Selain itu juga aku merasakan aku ingin meluapkan jiwa kewanitaanku yang lama aku tahan waktu itu. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Andrew bisa dikatakan sebagai orang yang berkomitmen dengan menjalankan cita-citanya yang ia benar-benar inginkan. Dari pernyataan yang ia jabarkan, terlihat sekali kalau sesungguhnya ia adalah pribadi yang berpendirian teguh, karena keberanian memutuskan hidup mandiri setelah SMA adalah hal yang jarang dimiliki oleh budaya orang Indonesia.
7. Apakah orangtua tau keadaan anda ? Kalo tidak tau, bagaimana
anda menyembunyikan keadaan anda? Dan siapa saja yang tau?
Kalau kondisi aku sebenarnya mereka belum tau. Maksudnya mereka belum tau kalau aku ini transgender. Karena kan secara fisik aku tetap kelihatan cowok, cuma, dalam jiwa, aku itu perempuan. Kalau dalam keluarga yang tau ya kakak kandungku. Selain itu temen-temen juga ada yang tau. Tapi nggak semua. Aku ga pernah berusaha menyembunyikan identitasku. Aku melakukan apa yang mau aku lakukan dan nggak pengen aku lakuin. Aku sejujurnya ngga terlalu suka mikirin orang akan berpikir apa. Biar mereka tau-tau sendiri lah tentang kondisiku.. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Andrew termasuk pada pribadi yang tidak terlalu suka mengumbar identitasnya dengan memilih bersikap apa adanya. Jika disimpulkan,
Andrew termasuk pribadi yang cuek dengan pemikiran orang-orang sekitarnya terhadapnya. Hal ini ditunjukkan dengan kalimatnya yang mengatakan bahwa dia tidak ambil pusing dengan pemikiran orang-orang terhadap dirinya.
8. Bagaimana kah posisi anda di dalam keluarga ?dominan kah?
Minoritas kah?
Sebenernya aku ini terbiasa ngambil keputusan sendiri. Karena mungkin ya uda terbiasa mandiri sejak lulus SMA ya.. tapi kalau di dalam keluarga, aku paling ga berani dang a tega kalau maksain kehendakku. Gimanapun masih ada papa mamiku. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Pengalaman Andrew yang berjuang hidup sendiri di Jakarta dan Bali setelah lulus SMA tidak menjadikannya bersikap arogan dengan memaksakan kehendaknya jika berada dalam keluarga. Situasi ini disebut Andrew karena ia masih memiliki rasa hormatnya kepada orangtuanya.
…..gimanapun masih ada papa mamiku. Mereka yang melahirkan dan merawat aku. Gimana aku bisa berani dengan apa yang mereka putuskan untuk keluarga. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Kalimat yang dilontarkan Andrew ini menandakan ketegasan tentang posisinya sebagai anak yang masih menghormati aturan dalam keluarga mengenai orangtua adalah pengambil keputusan paling penting.
9. Siapakah pengambil keputusan dan kebijakan paling tegas di
keluarga anda ?
Pengambil keputusan sudah pasti papa. Papaku orangnya otoriter dan keras kepala. Di rumah gak ada yang berani sama papa. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Jawaban ini sebagai penegasan prinsipnya untuk menghormati orangtuanya dengan menyetujui setiap keputusan yang diambil oleh orangtuanya, terutama papanya.
10. Apa yang melatarbelakangi keputusan anda untuk menunjukkan
‘jatidiri’ anda? (maksudnya yang mendasari diri anda untuk menjadi
trasgender). Adakah suatu kejadian yang membuat anda menjadi
transgender di masa lampau?
Begini mas, ini yang banyak disalah mengerti oleh masyarakat awam. Menjadi transgender bukanlah sebuah keputusan pribadi. Transgender itu sama halnya seperti manusia pada umumnya. Kamu apa pernah memilih untuk dilahirkan sebagai laki-laki seperti sekarang ini? Saya juga demikian, saya gak pernah memilih dilahirkan dengan jenis kelamin secara fisik, tapi di dalam batin saya, saya merasa saya ini perempuan. Jadi kalau ditanya kapan dan kenapa saya menjadi transgender, ya saya tidak bisa jawab. Mungkin sudah takdir saya, dilahirkan seperti ini, dan itu saya rasakan sejak kecil. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Andrew berpandangan bahwa kaum transgender yang ia pilih menjadi jalan hidupnya bukanlah keinginannya. Ia memang ditakdirkan
untuk menjadi transgender. Pandangan negatif orang-orang mengenai keadaan banci yang kerap dikaitkan dengan kegiatan melacurkan diri ternyata mengganggu pikiran Andrew selama ini. Jawaban awal yang menyebut bahwa banyak masyarakat awam yang salah mengerti membuktikan bahwa sesungguhnya Andrew ingin merubah mindset orang-orang yang berpandangan negatif kepada dirinya yang notabene adalah seorang transgender.
11. Bagaimana reaksi keluarga dan lingkungan anda mengenai
keputusan anda untuk menjadi transgender?
Kalau keluarga jelas tidak bisa terima kalau mereka tau, orang tua mana yang mau anaknya seperti ini, yang menurut mereka dan orang lain adalah hal yang gak normal, dan dianggap penyimpangan seksual bahkan gangguan jiwa. Karena itu aku pernah merantau ke Jakarta dan Bali. Juga tinggal di Singapura. Dengan ngerantau, aku bisa lebih bebas mengekspresikan jiwa perempuanku. Karena aku rasa di sana lingkungannya lebih mendukung dan nerima keadaanku, jadi aku lebih bebas untuk mengekspresikan diriku yang sebenernya. Aku bahkan pernah pacaran dengan pria yang usianya sudah cukup jauh lebih tua, kami sempat punya rencana untuk nikah, dia sudah ngidupin aku, aku juga sempat kuliah di Singapura, tinggal sama dia. Tapi sayangnya dia meninggal sebelum kami meninggal. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Dari pernyataan di atas Andrew menjelaskan bahwa kondisinya yang menjadi transgender berhasil ia sembunyikan. Seperti yang telah
disebutkan sebelumnya, Andrew tidak memberitahukan kondisinya kepada anggota keluarga. Ia tetap berpenampilan seperti laki-laki. Namun jiwanya saja yang menonjolkan sisi perempuan.
Keadaan Andrew yang sempat melalui masa pacaran dengan sesame transgender menegaskan bahwa Andrew tidak main-main dengan kondisinya yang memutuskan untuk membebaskan keinginannya menjadi perempuan.
12. Lebih banyak penolakan atau penerimaan yang anda dapatkan
mengenai kondisi anda?
Ya kalau di Indonesia pastinya lebih banyak penolakan, karena saya dan teman-teman yang seperti saya dianggap tidak normal. Tapi kalau bule saya rasa mereka lebih menghargai dalam pergaulan. Saya sih cuek aja gimana orang ga mau nerima saya. Yang penting keberadaan saya ga mengganggu mereka aja… dan saya juga males cari rebut.. slow aja menjalani semuanya. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Andrew jelas mengalami situasi yang sulit dengan banyaknya penolakan orang Indonesia kepada kaum transgender. Situasi semacam ini jelas mudah diatasi oleh seorang Andrew yang notabene memilih cuek dengan penolakan orang-orang di sekitarnya.
13. Bagaimana anda membawa diri terhadap orang yang menerima dan
menolak keadaan anda ?
Kalau yang menerima ya pastinya saya merasa lebih nyaman. Tapi kalau yang menolak memang sering kesel juga, karena mereka seakan-akan
Tuhan yang seenaknya nge-judge kita. Tapi aku sendiri sih lebih cuek aja, maklum karena mereka gak tau, trus dah nasibnya kita sebagai minoritas. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Andrew menunjukkan sikap pasrah mengenai kondisi kaum transgender yang kurang menerima penerimaan di kalangan orang-orang Indonesia. Ini ia tunjukkan dengan kalimat Tapi aku sendiri sih lebih cuek aja, maklum
karena mereka gak tau, trus dah nasibnya kita sebagai minoritas.
Pasrah yang dilakukan seorang Andrew diimbangi dengan sikap cueknya yang kerap ia lontarkan di sesi interview ini. Ini merupakan salah satu kunci mengapa Andrew bisa bertahan menjadi kaum transgender yang minoritas di Indonesia.
14. Konflik macam apa yang kerap anda alami berkaitan dengan
keadaan anda ? Biasanya sih kalau konflik dari aku sendiri, pas aku
naksir cowok trus cowoknya itu normal, kan gak mungkin aku bisa pacaran sama dia. Selain itu, biasanya ada konflik dengan orang-orang yang tau aku transgender, mereka anggap semua transgender itu seks oriented, dan money oriented. Biar banci gini saya banci Normal. Maksudnya saya banci tapi perasaan saya normal kayak perempuan pada umumnya, ngerasain jatuh cinta, pacaran juga dengan 1 orang, bukan banci yang jadi-jadian untuk jadi perek jual diri. Kan sama aja dengan perempuan pada umumnya, ada perempuan yang baik-baik, ada juga yang jadi perek, transgender juga gitu. Aku juga punya kerjaan, dan banyak juga transgender selain aku yang mereka sukses. tapi yaudah lah..
aku ga ambil pusing. Ntr malah mumet semua urusan. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Konflik yang dialami Andrew sebetulnya merupakan konflik yang terjadi pada kaum transgender pada umumnya, Terutama untuk transgender pria. Perlakuan tidak adil dan semena-mena dari sesama pria tentu pernah mereka terima.
Namun dari jawaban yang dijabarkan Andrew, ia termasuk pribadi yang kerap melupakan suatu masalah. Sederhananya ia tak ingin berlama-lama terlibat konflik.
15. Bagaimana anda mengatasi konflik anda? (apakah anda tipikal yang
moody, gampang memaafkan dan melupakan, atau tipikal yang kerap
menyimpang mangkel? Jika anda tipikal yang lainnya, tolong
jelaskan)
Saya orangnya mudah memaafkan, kalau orang itu baik sama saya, ya saya akan baik juga, bahkan teman saya sampai bilang aku gampang banget maafin orang, pantesan sering dimanfaatkan. aku juga ga mau lama-lama nyimpen dendam. Bikin jerawatan.. hehehehe..gak ding.. aku ga suka aja lama-lama pelihara penyakit hati.. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Andrew termasuk pada tipikal orang yang gampang memaafkan dan melupakan. Selain dengan kata-kata yang ia jelaskan, sebetulnya ia menunjukkannya dengan sikapnya yang seakan tak jera meski didera berbagai konflik.
16. Adakah kejadian yang sangat membekas di ingatan anda berkaitan
dengan kondisi anda ?
yang paling membekas, dengan kondisi saya saat ini sih, pas saya pacaran dengan seorang laki-laki, dia artis yang lumayan terkenal sih, dan kakakku yang buci itu pacarnya juga artis, sekarang malah mantan pacar kakak saya, dengan mantan pacar saya mereka nikah, itu kejadian lucu sih. Tapi kalau kejadian menyakitkan pas saya masih SMP dan dibuli temen-temen cowok karena gaya saya yang banci, bahkan saya sempat berkelahi dengan mereka. (Interview : Surabaya, 30 November 2016. 22.30-23.30 WIB)
Jatuh cinta dan Bullying adalah dua pengalaman yang membekas di benak Andrew. Jatuh cinta yang dialami Andrew merupakan kejadian baik yang bisa membuatnya tetap bahagia. Ini terlihat dari jawabannya yang menyebut bahwa kejadian naksir seorang laki-laki adalah sebuah kejadian lucu yang tidak bisa ia lupakan. Sementara bullying adalah kenangan buruk yang menimpa Andrew hingga ia tidak bisa melupakannya. Bullying dimanapun dilakukan dipastikan tidak dapat dilupakan oleh siapapun yang mengalaminya, tidak terkecuali kaum transgender. Jadi hal ini dikatakan lumrah jika seorang Andrew pun tidak dapat melupakan kejadian buruk tersebut.
Informan 2
1. Siapakah nama lengkap anda ?
2. Nama panggilan ? 3. Maria
4. Nama yang cocok menurut anda ?
Joe. Itu pendekan dari Ijo. Yang artinya warna hijau. Saya memang suka dengan warna hijau. Dari kecil saya suka warna hijau. Kawan-kawan saya sematkan nama itu ke saya.
(Interview : Malang, 5 Desember 2016. 19.00-20.30 WIB)
Maria merupakan transgender yang memutuskan untuk menggali sisi laki-laki dalam hidupnya. Perjalanannya dimulai sejak SMP saat menemukan bahwa dia adalah laki-laki yang terjebak dalam tubuh perempuan.
5. Berapa bersaudara kah anda?
Anak pertama dari 4 bersaudara. Adik-adikku 1 perempuan dan 2 laki-laki. Mereka semua normal. Hanya aku yang transgender. (Interview : Malang, 5 Desember 2016. 19.00-20.30 WIB)
Maria adalah anak pertama yang punya kewajiban untuk memberikan contoh kepada adik-adiknya.
6. Apakah orangtua masih hidup (keduanya) ?
Keduanya masih hidup. Masih setengah tua ya. Kira-kira umur 50an. (Interview : Malang, 5 Desember 2016. 19.00-20.30 WIB)
7. Saat ini tinggal dimana, apakah masih dengan orangtua atau tinggal
sendiri?
Saya sekarang kost. Karena saya kerja. Sesekali memang pulang ke rumah orangtua. Saya putuskan kost setelah mendapat pekerjaan dan lulus
kuliah. Biar mandiri dan jadi contoh adik-adik saya. Saya kost juga nggak jauh-jauh dari kota Malang. Soalnya udah nyamanan disini. Temen juga banyak yang disini. (Interview : Malang, 5 Desember 2016. 19.00-20.30 WIB)
Keputusan Maria untuk keluar dari rumah adalah keputusan lazim untuk wanita dewasa seusianya, yakni 31 tahun. Namun hal ini sebetulnya tak lazim dilakukan di lingkungannya. Wanita yang belum menikah tidak diperkenankan untuk tinggal sendiri dan jauh dari orangtua. Keputusannya keluar rumah sebenarnya merupakan penegasan dari diri Maria yang sebetulnya bisa sangat mandiri dan bertanggung jawab dengan seluruh hal dalam hidupnya.
8. Apakah orangtua tau keadaan anda ?Kalo tidak tau, bagaimana anda
menyembunyikan keadaan anda? Dan siapa saja yang tau?
Mereka tau. Tapi ya hanya sebatas tau kalau saya tomboy. Tapi lebih dari itu mereka nggak paham kalau saya transgender. Seenggaknya gitu aja udah cukup sih.. bakalan panjang urusannya kalau mereka tau saya transgender. More than tomboy…..
Ga usah disembunyikan. Tapi kalau lagi ada orangtua berusaha bersikap sebaiknya. Biar nggak mengecewakan. Temen-temenku pada tau semuanya. (Interview : Malang, 5 Desember 2016. 19.00-20.30 WIB)
Keputusan Maria untuk tidak memberitahukan keadaan sesungguhnya kepada orangtuanya adalah karena ia tak ingin mengecewakan orangtuanya.
Pola pikir semacam ini lumrah dimiliki laki-laki yang memang biasanya jadi anak pertama. Bertanggung jawab. Mengayomi. Dan menghormati orangtuanya.
9. Bagaimana kah posisi anda di dalam keluarga ?dominan kah?
Minoritas kah?
Just so so ya. Saya lebih tepatnya middle man. Penengah dari ortu dan adik-adik. Tapi saya leader buat adik-adik saya. (Interview : Malang, 5 Desember 2016. 19.00-20.30 WIB)
Laki-laki dewasa umumnya kerap memposisikan dirinya untuk menjadi panutan dan pemecah solusi. Maria dinilai bisa membawa diri untuk memenuhi kriteria tersebut. Menjadi leader untuk yang lebih kecil darinya. Tapi juga sebagai middle man dan pemecah masalah untuk keluarganya.
10. Siapakah pengambil keputusan dan kebijakan paling tegas di
keluarga anda ?
Mamaku. Apa yang dikatakan mamaku pasti papaku banyak setujunya. Mama itu suka sama aku karena aku dinilai bisa tanggung jawab. Tapi aku punya batasan sendiri untuk tidak membagi hal-hal yang Mama ngga boleh tau dan akhirnya mengecewakan beliau. (Interview : Malang, 5 Desember 2016. 19.00-20.30 WIB)
Jika dilihat dari jawaban ini, orangtua wanita Maria punya kuasa paling menentukan di keluarganya. Maka Maria punya prioritas sendiri untuk tidak mengecewakan orang yang telah melahirkannya ini. Kepercayaan ibunda Maria yang diberikan pada Maria adalah landasan
utama Maria tidak bisa berterus terang padanya. Ini kerap dimiliki laki-laki yang memang banyak menyimpan misteri dan rahasia untuk dirinya sendiri.
11. Apa yang melatarbelakangi keputusan anda untuk menunjukkan
‘jatidiri’ anda? (maksudnya yang mendasari diri anda untuk menjadi
trasgender). Adakah suatu kejadian yang membuat anda menjadi
transgender di masa lampau?
Ngga ada kejadian khusus. Dari kecil saya dilatih untuk jadi tangguh, keras, memimpin dan penuh tuntutan untuk jadi yang terbaik. Itu didikan papa saya. Entah mengapa saya jadi suka tantangan sejak kecil. Ini analisis saya sendiri ya.. dari banyaknya tantangan itu akhirnya saya suka mencoba hal-hal baru. Nekat dan berani. Itu sih kata kawan-kawan saya. Saya ingat kata-kata pertama temen saya yang komentari kelakuan saya, ‘kamu itu cewe tapi kelakuan kayak cowo’. Hehehhe… katanya sih.. katanya.. dulu papa saya mengharap anak laki yang jadi anak pertamanya. Lha yang keluar kok malah cewe. Gitu kali ya.. wkwkwkwk.. (Interview : Malang, 5 Desember 2016. 19.00-20.30 WIB)
Penegasan jiwa laki-laki Maria dibentuk oleh lingkungannya yang kerap mendukungnya menjalani aksi-aksi nekat yang tak lazim untuk anak wanita seusianya, orangtua Maria ternyata juga memberikan pola pengajaran dan pendidikan seperti anak laki-laki. Lingkungan semacam ini sebetulnya secara alami membentuk kepribadian laki-laki yang memang diakui Maria sudah melekat pada dirinya dari awal.
12. Bagaimana reaksi keluarga dan lingkungan anda mengenai
keputusan anda untuk menjadi transgender?
Mereka kan nggak tau kalau aku sebetul-betulnya tomboy. Wkwkwk. Kalau tau ya mampus deh gue… dicoret dari KK. (Interview : Malang, 5