BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis
batas-batas wilayah sebagai berikut : Sebelah Utara Stadion Magenda Bondowoso, Sebelah Selatan Pesantren Pelajar Islam Nurul Burhan, Sebelah Barat Rumah Warga Badean, Sebelah Timur Jalan Khairil Anwar 4. Data Jumlah Siswa MAN Bondowoso
Tabel 4.2 Data Jumlah Siswa
NO TAHUN
PELAJARAN KELAS X KELAS XI KELAS XII
JUML AH
1 2014 433 340 294 1067
2 2015 450 433 340 1223
3 2016 480 450 433 1363
4 2017 500 480 450 1430
5 2018 500 500 480 1480
5. Data Jumlah Guru dan Pegawai MAN Bondowoso Tabel 4.3
Data Jumlah Guru dan Pegawai
NO STATUS JENIS KELAMIN
JUMLAH
LK PR
1 Guru PNS Kemenag 17 21 38
2 Guru DPK Diknas 2 - 2
3 Guru Honorer 11 5 16
4 PNS Kemenag 2 2 4
5 Pegawai Honorer 13 1 14
JUMLAH 45 29 74
Maka pada penyajian data dan analisis data akan dipaparkan secara runtuk dan terperinci tentang obyek yang diteliti.
1. Perencanaan Hubungan Masyarakat Dalam Membangun Citra Madrasah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso Tahun Pelajaran 2017/2018
Perencanaan adalah penafsiran kemungkinan yang akan terjadi pada pelaksanaan sebuah kegiatan. Dalam proses perencanaan, Kegiatan perencanaan dilakukan dengan; 1) analisis kebutuhan, 2) penentuan tujuan 3) perancangan atau penyusunan rencana program.
Hal pertama yang dilakukan dalam proses perencanaan dengan melakukan analisis kebutuhan humas. Hal ini sesuai dengan wawancara bapak Ibrahim selaku kepala Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso:
“Untuk analisis kebutuhan dan perumusan program kegiatan harus di dasarkan RKT (Rencana Kerja Tahunan), karena semua kebutuhan dan kegiatan membutuhkan biaya. Hal ini dilakukan di awal tahun sudah dirapatkan oleh kepala sekolah, komite dan petugas yang lain untuk membahas hal itu. Dalam hal ini waka-waka diberi kesempatan untuk mengusulkan alokasi biaya untuk kegiatan selama satu tahun. Misalnya kehumasan dalam setahun ini butuh dana berapa? Dengan harapan dana yang sudah tercantumkan agar cukup. Dengan aturan sebelum mengajukan harus ada proposal pengajuan.49
Dari hasil wawancara tersebut semakin mempertegas bahwa perencanaan humas dalam membangun citra madrasah yaitu meliputi analisa kebutuhan, penentuan tujuan utama, dan perancangan atau menyusun program kerja, berikut paparan data mengenai perencanaan humas tersebut.
49 Bapak Ibrahim, Wawancara, Bondowoso, 27 Maret 2018
Hal pertama yang dilakukan dalam proses perencanaan adalah dengan melakukan Analisa Kebutuhan humas Menurut Bapak Ibrahim menjelaskan sebagai berikut:
“ Dalam Analisa kebutuhan Semua perencanaan baik itu humas, kurikulum, kesiswaan dan sarana itu kita merencanakan di awal tahun baik itu awal tahun anggaran atau awal tahun pelajaran, karena memang yang terkait dengan pembiayan itu kita membuat perencanaan di awal tahun anggaran yaitu pada bulan januari startnya dan awal tahun ajaran baru yaitu dibulan juli. Jadi di awal tahun itu kita adakan raker oleh semua stakeholder dan waka-waka yang ada dimadrasah ini. Tetapi sebelumnya semua elemen yang ada, misalnya bagian kehumasan disilahkan memberikan usul apa yang akan dilakukan oleh kehumasan kedepan untuk kemajuan Madrasah kepada kepala sekolah ketika nanti proses perancangan RKT hal itu akan jadi bahan pembahasan yang akan dikaji dan kemungkinan akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Madrasah.50 Hal ini juga senada dengan pernyataan Bapak Ruslani selaku Waka Humas MAN Bondowoso pada saat wawancara menyatakan sebagai berikut:
“ Gini ya mbk sebelum kita menyusun suatu program ya, kita menganalisa dulu kebutuhan-kebutuhan atau langkah-langkah apa saja yang dibutuhkan nantinya dan itu kaitannya bukan hanya secara kehumasan saja karna nantik antara waka, baik itu di kurikulum, kesiswaan maupun sarana ataupun dihumas sendiri itu nantinya saling berkaitan. Jadi ada hal-hal yang nantik sifatnya saling mendukung, tidak bisa nantik hanya humas sendiri kalau masalah menganalisa kebutuhan, baik itu analisa kebutuhan untuk dana atau menganalisa kegiatan yang akan dilaksanakan. Jadi analisa kebutuhan humas dilakukan melalui raker diawal tahun yang dilakukan bersama kepala madrasah dan waka-waka yang ada di madrasah ini yang nantinya akan tertuang dalam RKT dan secara umum juga tertuang dalam RKM, yang membedakan disini kalau RKT setahun sekali sedangkan RKM empat tahun sekali.
Dan analisa kebutuhan yang sudah tertuang tersebut disesuaikan dengan DIPA kan sumber anggaran disini ada dua DIPA dan Komite. DIPA itu jatah Negara yang di alokasikan oleh Negara
50 H. Ibrahim, wawancara, Bondowoso, 27 Maret 2018
kepada sebuah lembaga yang nantik lembaga dengan jatah yang ada itu akan dibagi sesuai dengan kebutuhannya.51
Dalam proses perencanaan hal kedua perlu juga di lakukan adanya penetapan tujuan agar suatau tujuan bisa terarah dengan benar. Menurut Bapak Ibrahim menjelaskan sebagai berikut:
“ Setiap kegiatan pasti mempunya tujuan dan pastinya sudah inklud itu di di dalamnya sudah pasti, begitupun dengan humas, humas memiliki banyak kegiatan dan tentunya memiliki arah tujuan. dan sebenarnya penentuan tujuan humas itu ya mbk sudah terintegrasikan atau sudah masuk dalam penyusunan rencana program, jadi pada waktu penyusunan program itu sekalian menentukan penetapan tujuan soalnya kan penyusunan program itu tidak akan bisa berjalan tanpa adanya tujuan dan penetapan tujuan dalam perencanaan humas di sisni dilakukan dalam satu musyawarah antara waka-waka yang dipimpin oleh saya sendiri.52 Hal tersebut juga diperkuat oleh penjelasan Kepala Waka Humas MAN Bondowoso, Bapak Ruslani:
“Setiap kegiatan tanpa adanya suatu penentuan tujuan tidak akan bisa berjalan, begitupun dalam kegiatan humas dimadrasah ini, dalam praktiknya penetapan tujuannya langsung di spesifikasikan dengan penyusunan suatu program, kan dalam proses perencanaan humas itu juga membahas tentang penyusunan atau perancangan program, nah berarti tujuannya langsung disatukan dalam penyusunan program kerja tersebut. Misalnya program rencana rutin seperti program S3Q yang bertujuan agar tetap menjalin hubungan yang harmonis antara guru, karyawan dan siswa didalam madrasah.53
Disamping analisis kebutuhan dan penetapan tujuan diperencanaan juga akan dibahas perencangan atau penyusunan program kerja. Dalam perencangan atau penyusunan program kerja di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso terbagi menjadi dua program rutin dan insidentil, perencangan
51 Bapak Ruslani, Wawancara, Bondowoso, 27 Maret 2018
52 Ibrahim, Wawancara, Bondowoso, 27 Maret 2018
53 Ruslani, Wawancara, Bondowoso, 27 Maret 2018
atau penyusunan program kerjanya dilakukan bersama kepala sekolah dengan waka- waka yang ada dan dengan melalui beberapa prosedur.
Sesuai dengan hasil wawancara dengan kepala sekolah Bapak Ibrahim:
“Untuk perancangan tau penyusunan program kerja humas disini tetap mbk mulai dari analisis kebutuhan sampai perancangan program kita melakukannya dengan rapat yang diikuti oleh waka-waka atasa pimpinan saya mbk , Jadi begini ya memang kita sudah punya program kegiatan yang akan kita lakukan pada tahun anggaran atau tahun ajaran. Kegiatan-kegiatan itu sebenernya bukan kopi paste tapi memang sudah mengacu pada kegiatan- kegiatan kemarin jadi kita bisa mengevaluasi kegiatan yang kemaren mana yang kira-kira kegiatan kemaren yang masih bisa dilaksanakan pada program tahun berikutnya. Dan mungkin ada penambahan dan juga mungkin ada pengurangan tetapi yang sifatnya tetap dan rutin itu sudah ada, yang sifatnya isidental mungkin itu yang dikurangi atau mungkin kita melihat kebutuhan tahun ini kira-kira apa yang perlu dimasukkan dalam program kerja itu.54
Selain itu Bapak Ruslani juga menjelaskan mengenai perancangan atau penyusunan program humas, berikut penjelasannya:
“Perancangan atau penyusunan program kerja humas biasanya ada rutin dan ada yang insidental begitu juga penyusunan program kerja humas dimadrasah ini. Dan dalam penyusunanya masih tetap dalam raker yang di lakukan bersama waka-waka dan kepala madrasah, jadi begini setelah kita selesai RKT (Rencana Kerja Tahunan) langkah berikutnya di evaluasi mana yang perlu di tambah dan mana yang perlu di kurangi, biasanya yang perlu dikurangi itu jarang biasanya paling banyak itu menambahkan atau paling tidak sesuai dengan tahun sebelumnya karna sudah jadi kegiatan rutin.55
Hasil wawancara tersebut dikuatkan dengan hasil observasi tentang perencanaan humas dalam membangun citra madrasah di MAN Bondowoso melalui analisa kebutuhan yang terintegrasi atau secara umum
54 Ibrahim, Wawancara, Bondowoso , 27 Maret 2018
55 Ruslani, Wawancara, Bondowoso, 27 Maret 2018
tertuang dalam RKT (Rencana kerja Tahunan). Dari hasil studi observasi tersebut diidentifikasi bahwa setiap Tahunnya Madrasah selalu mengidentifikasi (analisa) menetapkan target-target operasi humas yang nantinya akan menjadi tolak ukur atau segenap hasil yang diperoleh, memperhitungkan jumlah jam kerja dan berbagai biaya yang dibutuhkan, memilih prioritas-prioritas yang paling penting guna menentukan: jumlah program dan waktu yang diperlukan guna melaksanakan segenap program humas yang telah diprioritaskan tersebut, kesiapan atau kelayakan pelaksanaan berbagai upaya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan jumlah dan kualitas, seperti: personel yang ada, daya dukung dari berbagai peralatan fisik serta anggaran dana yang tersedia.56
Berdasarkan paparan data fokus satu yaitu, perencanaan humas dalam membangun citra madrasah di MAN Bondowoso tahun pembelajaran 2017/2018. Maka temuan penelitian pada fokus ini dapat di formulasikan sebagai berikut;
Proses perencanaan yang pertama yaitu analisa kebutuhan.
Analisa kebutuhan secara umum tertuang dalam RKT (Rencana kerja Tahunan) atas dasar analisa Kepala Humas selaku Stakholder bidang Humas bersama waka-waka lainnya dalam raker yang dilakukan di awal tahun dalam bentuk musyawaroh. Adapun analisa kebutuhan humas meliputi menetapkan target-target operasi humas yang nantinya akan menjadi tolak ukur atau segenap hasil yang diperoleh, memperhitungkan jumlah jam kerja dan berbagai biaya yang dibutuhkan, memilih prioritas-prioritas yang paling penting guna menentukan: jumlah program dan waktu yang diperlukan guna melaksanakan segenap program humas yang telah diprioritaskan tersebut, kesiapan atau kelayakan pelaksanaan berbagai upaya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan jumlah dan kualitas, seperti: personel yang ada, daya
56 Observasi, Rapat Perencanaan humas dalam Analisa Kebutuhan, 28 Maret 2018.
dukung dari berbagai peralatan fisik serta anggaran dana yang tersedia.
Prosedur yang kedua yang dilakukan di perencaan humas adalah penentuan tujuan. Penetapan tujuan dalam perencanaan humas di MAN Bondowoso dalam praktiknya sudah terintegrasi atau sudah menjadi satu dalam penyusunan program kerja dan itu dilakukan dalam satu musyawarah antara waka-waka yang ada dipimpin oleh kepala madrasah.
Prosedur yang terakhir yang dilakukan di perencanaan humas adalah perancangan atau penyusunan program kerja.
Perancangan atau penyusunan program kerja humas tersusun melalui rencana program kerja rutin dan rencana program insidental. Dalam penyusunan program kerja humas yang sangat berperan aktif adalah para Waka-Waka, program kegiatan itu sudah mengacu pada kegiatan kegiatan kemarin jadi bisa mengevaluasi kegiatan yang kemaren mana yang kira-kira kegiatan kemaren yang masih bisa dilaksanakan mana yang perlu di tambah dan mana yang perlu di kurangi pada program tahun berikutnya.
2. Pelaksanaan Hubungan Masyarakat Dalam Membangun Citra Madrasah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso Tahun Pelajaran 2017/2018
Setelah perencanaan tersusun dalam rencana kerja madrasah, maka madrasah dapat melaksanakan kegaiatan humas berdasarkan apa yang telah disusun dalam perencanaan.
Dalam pelaksanaan manajemen humas juga perlu adanya strategi yang akan dilakukan untuk suksesnya pelaksaan humas. Dalam hal tersebut Bapak Ruslani selaku waka humas MAN Bondowoso, mengungkapkan bahwa;
“ Dalam pelaksanaan humas untuk membagun citra strategi humas sendiri disini ya mbk, namanya juga humas itu sebagai penyampai atau menjadi corong madrasah ke masyarakat jadi disini yang perlu kita perhatikan bagaimana menjaga mitralitas sebagai humas dan berperan aktif karena nantik akan bersentuhan dengan semua elemen-elemen yang ada dimadrasah. Dan mengenai strategi dalam pelaksanaan humas untuk membangun citra madrasah ini tentunya
dengan berbagai cara yang dilakukan pertama menjaga hubungan antar siswa putra dan putri yang mengadopsi kultur yang ada di pesantren area putra dan area putri dibedakan adanya Singgel Sex Area kedua selalau membina hubungan yang harmonis internal madrasah seperi membudayakan S3Q (salam, shalat, silaturrahim dan membaca Al-Qur’an) yang menjadi kegiatan rutin madrasah, ketiga menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat dengan mengadakan even-even ketika peringatan hari-hari besar islam yaitu seperti Pawai muharram, pawai rhamadan, PKLA yang secara langsung memberikan informasi kepada masyarakat.
Keempat menjalin kerjasama dan hubungan yang harmonis anatara instansi-instansi luar yang sama-sama saling menguntungkan seperti PKLK dan PKLT. Yang kelima Ketersediaan media informasi dan publikasi seperti pembuatan profil, penerbitan majalah, membuat website, Operasional layanan SMS Center, Pembuatan Mading siswa, dan Layanan Informasi penilaian Online cara yang kelima ini merupakan cara penyebaran informasi yang dikomunikasikan ke masyarakat, wali murid dan murid secara tidak langsung dan ini bertujuan untuk mendapatkan respon positif.57
Selain itu Bapak Ibrahim Kepala Madrasah mengungkapkan bahwa:
“Humas merupakan salah satu dari perangat madrasah ini, yang mana humas ini merupakan penghubung dari madrasah ke masyarakat juga humas meneriman apa yang ingin di sampaikan kepada madrasah dari masyarakat. Dan Alhamduillah ini berjalan cukup baik dimadrasah ini bentuk kehumasan ini karna memang kita sudah menjalin hubungan dengan masyarakat sudah cukup lama yang artinya hubungan masyarakat secara langsung menyentuh dengan adanya PKLA, PKLK, bahkan di tambah dengan PKLT ketiga kegiatan ini di lakukan dengan setahun sekali, dengan adanya tiga kegiatan ini berarti kita membuka dengan sangat, membuka komunikasi langsung antara masyarakat dengan madrasah ini sehingga madrasah mengetahui apa yang di inginkan masyarakat dan masyarakat mengetahui apa yang ada di madrasah ini dan respon mereka dengan salah satunya ketiga kegiatan itu sangat baik. Dan samapai saat ini Alhamdulillah kehumasan yang ada di madrasah ini cukup aktif karena memeng kegiatannya menjadi kegiatan rutin dan pasti. Jadi strategi disini mendekati langsung kepada masyarakat. Dan memberikan penjelasan bahwa MAN seperti ini biar masyarakat tau dan masyarakat bisa
57 Ruslani, Wawancara, Bondowoso, 09 Mei 2018
merasakan keuntungan ketika kita langsung terjun begitupun kita dapat keuntungan jadi disni seperti simbiosis mutualisme. 58
Selain itu Bapak Hambali juga menjelaskan terkait pelaksanaan humas dalam membangun citra, berikut penjelasannya :
“Dalam Pelaksannan humas dimadrasah ini bisa dikatakan baik karena kehumasan yang ada di madrasah ini selalu aktif dalam melaksanakan semua kegiatan humas, pelaksanaan humas dalam membangun citra disni melaksanakan suatau kegiatan yang sudah ada, kegiatan-kegiatan itu sangat banyak sekali mbk, entah itu kegiatan internal ataupun eksternal. Mengenai strategi yang dilakukan humas dimadrasah ini yaitu membangun hubungan baik dengan pihak luar seperti adanya program PKLA (praktek kerja lapangan ke agamaan), PKLT (praktek kerja lapangan tahfid) dan PKLT (praktek kerja lapangan kompiuter) yang mana dalam kegiatan ini sudah secara langsung menjalani suatau hubungan dengan masyarakat untuk mengenalkan, bekerjasama dengan masyarakat. Kemudain cara yang lain yaitu membuat media informasi yang merupakan cara penyebaran informasi yang dikomunikasikan ke masyarakat, wali murid dan murid secara tidak langsung dan ini bertujuan untuk mendapatkan respon positif seperti contohnya website madrasah dan hal ini biasanya kehumasana humas menginformasikan atau mendokumentasikan langsung semua kegiatan yang disebutkan tadi entah itu diwibsite kita atau di FB humas MAN ini karena kehumusan disni juga mempunya FB untuk segala informasi yang berkaitan pelaksanaan humasnya. 59
Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan Ibu Najmil yang merupakan salah satu guru sekaligus Pembina OSIS putri MAN Bondowoso, menyatakan sebagai berikut:
“Tugas pokok humas kan sebagai penyambung, sebagai pemberi atau sebagai fasilitator hubungan internal dan eksternal, kalau internal contohnya hal-hal yang berkaitan dengan kerja para waka-waka berhubungan dengan guru, berhubungan murid, berhubungan dengan unsur pimpinan itu juga humas sudah ada di dalamnya, kemudian secara eksternal yang berkaitan dengan masyarakat, instansi-instansi luar, yang mana tentunya kitakan mempunyai visi
58 Ibrahin, Wawancara, Bondowoso , 09 Mei 2018
59 Hambali, Wawancara, Bondowoso, 15 Mei 2018
misi untuk menjadi media kepada masyarakat, menjadi corong kepada masyarakat menjadi jendela kepada masyarakt tentang gambaran MAN Bondowoso itu seperi apa, maka kemudian kita mempunyai beberapa agenda-agenda internal dan eksternal untuk menyampaikan citra madrasah ini, kalau untuk internal biasa kita sudah dari bahasa pendahulu kita yang biasa kita kenal dengan istilah S3Q mulai dari salam, sapa, kemudian qur’an, kemudian ada IDB mulai dari infaq, disiplin, bersih, selain itu ada itu di internal kita, dan agenda eksternal seperti paguyuban guru agama, manasik haji, rihlah, safari rhomadhan, safari muharram ini yang berkenaan dengan siswa tetapi ini juga termasuk kegiatan yang berhubungan dengan masyarakt, kemudian ada PKLK (praktek kerja lapangan kompiuter) yang bekerja sama dengan instansi-instansi pemerintah perkantoran istilahnya itu magang selama setengah bulan dan apabila salah satu dari murid cocok dengan perkantoran itu bisa jadi anak itu diminta untuk tetap disana dan bekerja disana, kemudian PKLT (praktek kerja tahfid) ke kelembaga-lembaga pendidikan tahfidz dan ini merupakan program baru tahun ini, kemudian ada PKLA (praktek kerja lapangan keagamaan) itu kita laksanakan setiap bulan maulid itu menggerakkan seluruh kelas bekerjasama dengan masyarakat dengan tempat yang berbeda yang dikomandani langsung oleh wali kelas. Itu bentuk-bentuk dari pada kegiatan secara umum yang dilakukan oleh humas dimadrasah ini yang kaitannya dengan membangu citra lembaga madrasah tadi.
Dan selain itu banyak lagi ya mbk Alhamdulillah mbk dalam pelaksanaan humas disini bisa dikatak cukup baik karena kehumasan di MAN ini berperan sangat aktif sekali60
Hal ini diperkuat dengan pernyataan Yuli Antika, siswi kelas 2 sekaligus ketua Osis putri di MAN Bondowoso, berikut pernyataannya:
“Menurut saya citra positif madrasah ini yang bisa kita sebarkan ke luar itu dari siswanya dulu pertama dari siswa itu kita kan sudah membedakan Singgel Sex Area, yang mana Singgel Sex Area merupakan citra madrasah tersendiri, menurut saya citra itu sama halnya dengan ke unikan yang ada di madrasah ini, kan banyak ya kak MAN dimana mana itu kan anatara putra dan putri gabung tapi beda disini antara putra dan putri semua di pisahkan nah Singgel Sex Area inilah yang bisa disebut citra dari madrasah di sini. Trus pelaksanaan humas dalam membangun citra madrasah disini pastinya ada kegiatan internal dan eksternal kak, salah satunya ni ya kak S3Q nah kegiatan bisa dibilang kegiatan internal kak karna yang melaksanakannya siswa, guru, karyawan dan kepala
60 Najmil, Wawancara, Bondowoso, 15 Mei 2018
madrasah juga bisa dikatakan menjaga tetap hubungan yang harmonis anatara guru, siswa, karyawan juga kepala madrasah, kalu eksternal ya kak banyak disini kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat dan kerjasama dengan pemerintah contohnya dah kak PKLA itu.61
Hal ini senada dengan pernyataan Arifin selaku siswa kelas 2 sekaligus ketua Osis putra di MAN Bondowoso, menyatakan sebagai berikut :
“Pelaksanaan humas disini bisa dikatankan cukup baik mbk karena juga waka kehumusan terkadang bekerjasama dengan OSIS dalam kegiatan humas itu sendiri entah itu kegiatan luar atau dalam mbk.
Dan banyak sekali cara humas dalam melaksanakan kegiatan humas seperti yang saya tau selain humas itu melakasanakan kegiatan humas disini juga sangat aktif memberikan informasi yang bisa dikatakn secara tidak langsung, contohnya ya mbk kemaren setelah acara pawai rhamadan ternyata kita mendapatkan juara satu nah humas disni menginformasikan juga lewat media sosmed seperti di FB, terus juga mbk humas disni menerima keritik atau saran dari luar bisa dari web yang dibuat madrasah ini. Terus juga humas disini berperan aktif dalam bekerjasama dengan rekan pembuatan majalah karena di dalam isi majalah bisa saja juga menginformasikan kegiatan humas itu sendiri mbk.62
Bahkan salah satu wali murid ibu Rosyid menuturkan pendapatnya:
“Saya sangat bersyukur sekali dek anak saya bisa sekolah disini, karena semua warga sekolahnya ramah dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah diluar sana yang mayoritas negeri. Dan juga alasan saya menyekolahkan disni karena keunikannya yang dimiliki dengan MAN yang lain sangat berbeda seperti dilihat dari gedungnya aja ya dek itu dibedakan adanya putra dan putri dan jarang yang ada di Madrasah Aliyah Negeri yang seperti itu, tertarik hal ini membuat saya juga ingin mengajak saudara-saudara saya yang mempunyai anak untuk disekolahkan disini. Juga kalau kegiatannya banyak sekali dan itu dibedakan jadi tidak gedung saja yang dibedakan contonya yang saya tau seperti pawai remadhan kemaren, putra dan putri ketika melaksanakan pawai mereka putra dan putri dibedakan barisannya soalnya saya liat dek kemaren.63
61 Yuli Antika, Wawancara, Bondowoso, 25 April 2018
62 Moh. Arifin, Wawancara, Bondowoso, 15 Mei 2018
63 Ibu Rosyid, Wawancara, Bondowoso, 22 Mei 2018
Nampaknya penuturan dari ibu Rosyid sangat senang sekali telah menyekolahkan anaknya di MAN Bondowoso bahkan dia ingin mengajak orang lain juga untuk menyekolahkan anaknya di MAN tersebut.
Pernyataan Hanafi selaku anggota Pemda Bondowoso sekaligus ketua, menyatakan sebagai berikut
“ Alhamdulillah mbk pemda disini sudah cukup lama bekerja sama dengan MAN Bondowoso karena kebanyakan kegiatan disana secara langsung terjun kemasyarakat Bondowoso. Sehingga kami tertarik untuk bekerjasama bahkan ada salah satu program yang kami ambil seperti Pawai Rhamadhan itu pencetus pertama MAN Bondowoso kemudian kami ambil dan dibentuk untuk menjadi program tahunan pemda Bondowoso disni, tidak hanya bekerjasama bahkan kami sudah menjalin hubungan komunikasi baik dan hubungan harmonis dengan MAN bondowoso dan juga salah satu waka humas Ust Ruslani sangat aktif sekali mbk. Ada juga PKLK yang mana dari beberapa siswa yang ahli dalam komputer itu magang di Pemda terkadang ada yang cocok dengan kami maka kami ambil untuk bekerja di pemda ini. jadi dalam kerjasama ini kami saling menguntungkan satu sama lain.64
Dari wawancara diatas juga diperkuat dengan observasi yang peneliti lakukan yaitu di MAN Bondowoso bahwa berupaya menjaga hubungan antar siswa putra dan siswa putri. Mengadopsi kultur yang ada di pesantren area putra dan area putri dibedakan. Bahkan seluruh kegiatan keorganisasian, layanan, dan kegiatan ekstra antara siswa putra dan siswa putri serta sarana prasarana sudah berbeda. Hal ini bertujuan untuk menjaga pergaulan antara siswa putra dan siswa putri, kemudia Kegiatan salam dan bersalaman yang dilakukan sebelum jam masuk, para guru telah berjejer baik di gerbang putra maupun di gerbang putri untuk menyambut
64 Hanafi, Wawancara, Bondowoso, 22 Mei 2018