• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyakit

Dalam dokumen Buku dan Materi Budidaya Ikan sidat (Halaman 55-60)

Penyakit ini menyerang benih dan sidat konsumsi. Gejalanya adalah tubuh yang terserang tampak berwarna putih, seperti ditumbuhi benah-benang halus. Jika serangannya ganas, bagian itu tampak seperti ditempeli kapas. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Saprolegnia, bentuk seperti benang berwarna putih, kadang agak kecoklatan. Luka akibat gigitan dari sidat lain atau benturan dan suhu air yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyakit kapas. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menebar benih yang ukurannya seragam agar tidak terjadi kanibalisme. Bisa juga dengan mengurangi padat penebaran dan menaikkan suhu di tempat itu.

2. Jangkar

Penyakit jangkar biasa menyerang elver. Gejalanya adalah tubuh elver terlihat ada benda seperti jarum. Bila dicabut, tubuh elver akan berdarah dan terlihat sebuah jangkar. Penyebabnya adalah parasit Lernea sp, hewan sejenis udang-udangan tingkat rendah. Pengendalian dapat dilakukan dengan penggunaan air bersih.

49 3. Fin-rot

Biasa disebut juga “sindrom fin-rot”. Penyakit ini bisa menyerang benih dan sidat konsumsi. Gejalanya adalah bagian tubuh yang terserang (ekor, sirip, dan kulit) berwarna putih, dimulai dari ekor. Bila serangannya parah, bisa menjalar ke tubuh/otot ikan. Penyakit ini disebabkan oleh faktor-faktor stress seperti adanya parasit, kualitas air jelek (cek amonia, nitrit), terlalu padat, dan luka yang kemudian melemahkan sistem imunnya. Bisa kemudian diikuti berkembangnya jamur. Ikan tidak bisa berenang dengan baik, susah makan, dan dapat menyebabkan kematian. Pengobatannya, pertama dengan obat anti parasit; bila tidak sembuh, maka obati fin-rot-nya. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri anaerobic ini dapat diobati dengan larutan garam. Bila fin-rot sudah dibarengi dengan jamur, maka perlu diobati dengah sistim dipping (perendaman) dengan obat anti parasit dan jamur (pengobatan dilakukan beberapa kali dalam seminggu).

4. Perut kembung (Dropsy)

Umumnya menyerang sidat dewasa, kadang menyerang benih. Gejalanya adalah perutnya yang kembung, meata menjadi lebih besar, gerakan tidak seimbang- kadang terapung sebelah, nafsu makan menurun, dan respon terhadap suatu rangsangan menurun. Penyakit ini disebabkan karena pemberian pakan yang tidak teratur dan/ kurang nutrisi, serangan patogen (parasit, virus, dan bakteri), dan juga bisa karena adanya kekurang normalan pada organ dalam.

Pengendalian: Umumnya cukup sulit, dengan demikian harus segera dikenali tanda- tanda adanya serangan ini. Tahap awal adalah sidat yang terserang harus dipisahkan dan dipuasakan terlebih dahulu, kemudian ditreatment dengan antibiotik. Pemberian pakan kemudian adalah dengan pakan yang berkualitas dan teratur. Bila ada tumor, bisa dilaukan pembedahan. Bila pengobatan dengan antibiotik baik cara eksternal maupun oral tidak berhasil, maka perlu injeksi (oleh orang profesional, untuk ikan jumlah dan ukuran terbatas).

5. Penyakit mata putih

Gejalanya mata sidat berubah menjadi putih; bila sudah parah, matanya bengkak, ke luar dan sidat bisa buta. Setelah buta, sidat tidak dapat melihat makanan (tidak makan), kondisinya akan menurun, kemudian mati. Penyebabnya belum diketahui, namun diperkirakan karena kualitas aire yang buruk, dan sejenis bakteri. Pencegahan dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap baik, kualitas air baik dan pergantian air cukup. Bisa dicoba penyembuhannya dengan larutan garam (1

50

sendok makan dalam 1 galon air). Bisa juga dengan larutan daun sirih dengan cara pewrendaman.

6. Penyakit bercak merah.

Gejalanya adalah adanya gejala pendarahan atau luka pada bagian kulit dan tubuh lainnya. Bila parah, luka itu akan menjadi borok yang berwarna merah. Gejala lainnya yaitu busung; bila dibelah, tampak pendarahan pada hati, ginjal, dan limpa. Penyebabnya adalah bakteri Aeromonas hydrophylla dan Pseudomonas fluorescens. Ikan sidat yang terserang direndam dalam larutan PK 10-20 mg/l selama 12-24 jam, dalam larutan Nitrofaran 5-10 mg/l selama 12-24 jam, dalam larutan Oxytetracyclin 10 mg/l selama 24 jam, atau Imequil 5 mg/l. Selain itu, bisa juga disuntik dengan Teramysin 0,05 ml/100 g ikan atau Kanamycin 20-40 mg/kg ikan. Pengobatan lain melalui pakan yang dicampur dengan Oxtetracyclin dosis 50 g/kg pakan. Ikan yang sudah sembuh masih harus dipisahkan dan dipelihara dulu selama 2 minggu. Gambar 24 adalah beberapa penyakit.

Kapas Jangkar Ekor putih

Perut kembung Mata putih Bercak merah

Gambar 24. Berbagai macam penyakit yang biasa menyerang.

5.2.7 Tindakan pencegahan terhadap timbulnya penyakit.

Beberapa hal yang perlu dilakukan agar penyakit tidak berkembang antara lain adalah sebagai berikut:

a) Menerapkan biosekuriti, baik di pintu-pintu masuk maupun dalam proses budidaya ;

b) Memastikan bahwa air pasok bebas dari organisme penyakit, termasuk yang dibawa oleh carriers (binatang lain baik ikan dll.);

51

d) Menjaga lingkungan budidaya agar selalu dalam keadaan prima dan menangani limbah budidaya demikian rupa hingga tidak mencemari lingungan sekitarnya;

e) Mengadministrasikan/mendokumentasikan proses produksi dan treatmen- treatmen yang dilakukan.

Dalam pengelolaan kesehatan, pada dasarnya penggunaan bahan-bahan kimia dan obat-obatan untuk tindakan pencegahan penyakit ditekan seminimal mungkin. Jenis-jenis bahan kimia yang dilarang tidak digunakan. Air buang bekas pengobatan atau tindakan desinfeksi dll harus ditangani agar supaya tidak mencemari lingkungan termasuk masuknya ke dalam tanah. Adapun bahan kimia dan obat-obatan yang direkomendasikan atau bisa ndipergunakan antara lain adalah oksitetrasiklin, furazolidon, tetrasiklin, formalin dan kaporit.

Latihan

1. Apa yang dimaksud dengan biosekuriti? Dan apa saja contoh fasilitas untuk itu? 2. Apa yang dimaksud dengan syndrome “Fin Rot”?

3. Apa saja komponen pemicu timbulnya penyakit dalam budidaya?

4. Pengamatan secara visual sehari-hari sangat penting dilakukan guna pencegahan berkembangnya penyakit. Di antara cakupan yang harus dipantau adalah keadaan media pemeliharaan. Mencakup apa sajakah pengamatan pada media pemeliharaan tersebut?

5. Pemeriksaan gejala klinis juga sangat penting artinya dalam mengantisipasi penyakit pada biota budidaya. Sebutkan meliputi apa saja pemeriksaan tersebut?

Rangkuman

1. Biosekuriti adalah suatu sistem yang meliputi sarana dan prosedur yang harus dipatuhi, sebagai tindakan pencegahan (preventif) terhadap adanya serangan penyakit pada biota budidaya.

2. Sidat yang terkena infeksi fin rot akan kehilangan nafsu makan dan gerakan berenangnya mulai tidak teratur yang akhirnya ia akan muncul dan berenang di permukaan air. Sidat yang terserang secara eksternal akan mengalami pendarahan yang selanjutnya menjadi borok (haemorrhage) pada sirip perut dan ekor serta bagian anus. Secara internal usus dan lambung mengalami hyperemia yang akhirnya terkikis. Hati sidat yang terserang penyakit ini menjadi tidak berfungsi. Pada serangan lebih lanjut rahang bawah akan mengalami luka dan borok. Infeksi sekunder dapat terjadi jika sidat terserang oleh cotton cap.

52

3. Tindakan diagnosa level 1 erupakan kegiatran yang sangat strategis karena dengan diketahuinya gejala serangan secara dini maka memungkinkan dilakukan pencegahan yang lebih efektif dan efisien.

4. Pemahaman tentang komponen pemicu penyakit sangat penting artinya, agar pemantauan dilakukan secara cermat dan benar. Terabaikannya salah satu komponen pemicu penyakit akan dapat berakibat fatal.

5. Beberapa penyakit yang pernah teridentifikasi antara lain adalah penyakit kapas, jangkar, fin-rot, dropsy, mata putih, bercak merah. Sangat penting dilakukan adalah tindakan pencegahan, yaitu dengan melaksanakan butir-butir yang ditentukan dalam biosekurit, pengamatan dini, serta tindakan lebih awal.

Evaluasi

1. Apa saja faktor yang mendukung untuk timbulnya penyakit pada ikan?

2. Apa yang kita harus lakukan agar serangan penyakit ditekan semaksimal mungkin?

3. Apa saja yang yang termasuk dalam teknik pemeriksaan ikan budidaya secara visual yang harus dipahami?

4. Sebutkan apa saja gejala klinis yang umumnya harus kita identifikasi untuk mengetahui apakah ada gejala serangan.

5. Sebutkan salah satu jenis penyakit yang Saudara ketahui dan bagamiana pencegahan dan penanggulangannya.

53

DAFTAR PUSTAKA

Sasongko, A., Joko Purwanto, Siti Mu’minah, Usni Arie. 2007. SIDAT. Panduan Agribisnis, Penangkapan, Pendederan, dan Pembesaran. Boyd, C.E. 1982. WATER QUALITY MANAGEMENT FOR POND CULTURE.

Elsevier Scientific Publishing Company. Amsterdam – Oxford - NY. 318 hal.

Wheaton, F.W. 1977. AQUACULTURAL ENGINEERING. A Wiley and Interscience Publications, John Wiley & Sons. NY – Chichester Brisbane – Toronto. 108 hal.

Haeru, Tb. R. 2007. HAMA DAN PENYAKIT IKAN; Pengenalan Penyakit Infeksi dan Non Infeksi, Teknik Pengambilan Sample, Teknik Pencegahan dan Pengobatan. Modul Pelatihan Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan, Kegiatan Pendampingan pad Kelompok Pembudidaya Tangerang. Jakarta 2007.

www.freshmarine.com. 18/11/2011. Treating Fish wiith Swollen Abdomen.

www.allfishingbuy.com. 18/11/2011. American Eel Fish Identification, Habitats, Characteristics, Fishing Methods.

www.informedfarmers.com. 18/11/2011. Aquaculture Production Survey Eel Culture. INFORMED FARMERS. Quality Informatiuon for Busy Farmers.

[email protected]. 19/11/2011. Aplication of Biosecurity in Aquaculture Production System. The Ocean Institute. Hawaii.

www.wikipedia.com. Whitty, J. 2011. The Great Eel Question.

EspaňolFranҫais. 19/11/2911. Cultured Aquatic Species Information

Programme. FAO Fiheries and Aquaculture.

Pondoc General. 20/11/2011. FIN ROT. How to Recognize, Treat and Prevent in Your Koi or Goldfish Pond.

Dalam dokumen Buku dan Materi Budidaya Ikan sidat (Halaman 55-60)

Dokumen terkait