• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Penyajian dan analisis data

5 Penyaluran Dana Infak/Sedekah via UPZ 0%

5.1 Penyaluran Dana Infak/Sedekah via UPZ 0.0%

6 Penyaluran Dana CSR 0%

6.1 Bidang Ekonomi (Banyuwangi Makmur) 0.0%

6.2 Bidang Pendidikan (Banyuwangi Cerdas) 0.0%

6.3 Bidang Kesehatan (Banyuwangi Sehat) 0.0%

6.4 Bidang Kemanusiaan (Banyuwangi Peduli) 0.0%

6.5 Bidang Dkwah-Advokasi (Banyuwangi Taqwa) 0.0%

7 Penyaluran DSKL 0%

7.1 Bidang Ekonomi (Banyuwangi Makmur) 0.0%

7.2 Bidang Pendidikan (Banyuwangi Cerdas) 0.0%

7.3 Bidang Kesehatan (Banyuwangi Sehat) 0.0%

7.4 Bidang Kemanusiaan (Banyuwangi Peduli) 0.0%

7.5 Bidang Dakwah-Advokasi (Banyuwangi Taqwa) 0.0%

8 Penyaluran DSKL via UPZ 0%

8.1 Penyaluran DSKL via UPZ 0.0%

TAHUN 2021

No. Jenis Dana %

1 Zakat 72.4%

1.1  Zakat Mal-Perorangan 8.1%

1.2  Zakat Mal-Badan 34.4%

1.3  Zakat Mal-Perorangan via UPZ 29.9%

1.4  Zakat Fitrah 0.0%

1.5  Zakat Fitrah via UPZ 0.0%

2 Infak/Sedekah 27.6%

2.1  Infak/Sedekah tidak terikat 3.2%

2.2  Infak/Sedekah terikat 0.0%

2.3  Infak/Sedekah via UPZ 24.4%

3 Corporate Social Responsibility 0.0%

3.1  Corporate Social Responsibility 0.0%

4 Dana Sosial Keagamaan Lainnya 0.0%

4.1  Dana Sosial Keagamaan Lainnya 0.0%

4.2  Dana Sosial Keagamaan Lainnya via UPZ 0.0%

5 Dana Hibah 0.0%

5.1  Hibah Penyaluran 0.0%

5.2  Hibah (Infak) Operasional Non-APBN/D 0.0%

TOTAL 100%

PENYALURAN BERDASARKAN ASNAF TAHUN 2021

No. Jenis Dana %

1 Penyaluran Dana Zakat 100.0%

1.1  Penyaluran Dana Zakat untuk Fakir 33.6%

1.2  Penyaluran Dana Zakat untuk Miskin 33.8%

1.3  Penyaluran Dana Zakat untuk Amil 8.5%

1.4  Penyaluran Dana Zakat untuk Muallaf 0.4%

1.5  Penyaluran Dana Zakat untuk Riqab 0.0%

1.6  Penyaluran Dana Zakat untuk Gharimin 6.5%

1.7  Penyaluran Dana Zakat untuk Fi Sabilillah 16.8%

1.8  Penyaluran Dana Zakat untuk Ibnu Sabil 0.4%

2 Penyaluran Dana Zakat via UPZ 100.0%

2.1  Penyaluran Dana Zakat UPZ 0.0%

2.2  Penyaluran Dana Zakat UPZ (Dana Amil) 100.0%

3 Penyaluran Dana Infak/Sedekah 100.0%

3.1  Penyaluran Dana Infak/Sedekah 92.7%

3.2  Penyaluran Dana Infak/Sedekah untuk Amil 7.3%

4 Penyaluran Dana Infak/Sedekah Terikat 0.0%

4.1  Penyaluran Dana Infak/Sedekah Terikat 0.0%

4.2  Penyaluran Dana Infak/Sedekah Terikat untuk Amil

0.0%

5 Penyaluran Dana Infak/Sedekah Terikat via UPZ 100.0%

5.1  Penyaluran Dana Infak/Sedekah Terikat via UPZ

0.0%

5.2  Penyaluran Dana Infak/Sedekah Terikat via UPZ untuk Amil

100.0%

6 Penyaluran Dana CSR 0.0%

6.1  Penyaluran Dana CSR 0.0%

6.2  Penyaluran Dana CSR untuk Amil 0.0%

7 Penyaluran DSKL 0.0%

7.1  Penyaluran DSKL 0.0%

7.2  Penggunaan DSKL untuk Amil 0.0%

8 Penyaluran DSKL via UPZ 0.0%

8.1  Penyaluran DSKL via UPZ 0.0%

8.2  Penyaluran DSKL via UPZ untuk Amil 0.0%

PENYALURAN BERDASARKAN PROGRAM TAHUN 2021

No. Jenis Dana dan Program %

1 Penyaluran Dana Zakat 100%

1.1 Bidang Ekonomi (Banyuwangi Makmur) 11.8%

1.2 Bidang Pendidikan (Banyuwangi Cerdas) 5.1%

1.3 Bidang Kesehatan (Banyuwangi Sehat) 13.6%

1.4 Bidang Kemanusiaan (Banyuwangi Peduli) 51.2%

1.5 Bidang Dakwah-Advokasi (Banyuwangi Taqwa) 18.3%

2 Penyaluran Dana Zakat via UPZ 0%

2.1 Penyaluran Dana Zakat via UPZ 0.0%

3 Penyaluran Dana Infak/Sedekah 100%

3.1 Bidang Ekonomi (Banyuwangi Makmur) 13.0%

3.2 Bidang Pendidikan (Banyuwangi Cerdas) 43.5%

3.3 Bidang Kesehatan (Banyuwangi Sehat) 0.0%

3.4 Bidang Kemanusiaan (Banyuwangi Peduli) 43.5%

3.5 Bidang Dakwah-Advokasi (Banyuwangi Taqwa) 0.0%

4 Penyaluran Dana Infak/Sedekah Terikat 0%

4.1 Bidang Ekonomi (Banyuwangi Makmur) 0.0%

4.2 Bidang Pendidikan (Banyuwangi Cerdas) 0.0%

4.3 Bidang Kesehatan (Banyuwangi Sehat) 0.0%

4.4 Bidang Kemanusiaan (Banyuwangi Peduli) 0.0%

4.5 Bidang Dakwah-Advokasi (Banyuwangi Taqwa) 0.0%

5 Penyaluran Dana Infak/Sedekah via UPZ 0%

5.1 Penyaluran Dana Infak/Sedekah via UPZ 0.0%

6 Penyaluran Dana CSR 0%

6.1 Bidang Ekonomi (Banyuwangi Makmur) 0.0%

6.2 Bidang Pendidikan (Banyuwangi Cerdas) 0.0%

6.3 Bidang Kesehatan (Banyuwangi Sehat) 0.0%

6.4 Bidang Kemanusiaan (Banyuwangi Peduli) 0.0%

6.5 Bidang Dakwah-Advokasi (Banyuwangi Taqwa) 0.0%

7 Penyaluran DSKL 0%

7.1 Bidang Ekonomi (Banyuwangi Makmur) 0.0%

7.2 Bidang Pendidikan (Banyuwangi Cerdas) 0.0%

7.3 Bidang Kesehatan (Banyuwangi Sehat) 0.0%

7.4 Bidang Kemanusiaan (Banyuwangi Peduli) 0.0%

7.5 Bidang Dakwah-Advokasi (Banyuwangi Taqwa) 0.0%

8 Penyaluran DSKL via UPZ 0%

8.1 Penyaluran DSKL via UPZ 0.0%

Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Banyuwangi harus menerapkan konsep pengelolaan yang terkandung di dalamnya agar program kerja dapat dilaksanakan secara efektif. Jika tidak, pengelolaan dan penyaluran dana ZIS tidak akan berfungsi dengan baik dan tidak masuk akal. Dalam UU Zakat No. 23 Tahun 2011 Pengelolaan zakat mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, dan koordinasi pengumpulan, distribusi, dan pemanfaatan zakat. Filosofi manajemen terorganisir dengan baik di sekitar mekanisme manajemen dan fungsinya.

Melalui fungsi manajemen seperti perencanaan (planning) dan pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating) dan pengawasan (Controlling), maka perlu didukung unsur untuk dapat melakukan manajemen yaitu: man, money, material, machine, methods, dan market.

Berikut implementasi yang dilakukan oleh BAZNAS Banyuwangi melalui konsep pengelolaan:

a. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah upaya lembaga untuk merencanakan kegiatannya selama masa jabatannya. Ini dirancang untuk memeriksa tingkat kinerja dan kemajuan tindakan yang diambil.

Langkah awal yang dilakukan dalam mengelola penyaluran dana ZIS di BAZNAS Kabupaten Banyuwangi adalah menyusun rencana seperti mengidentifikasi dan menyusun RKAT (Rencana Kerja Anggaran Tahunan) dari program kerja yang ada sesuai dengan peraturan Badan Amil Zakat Nasional No. 04 Tahun 2014.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bapak H. Herman Suyitno, S.Ag., M.Pd.I.selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Banyuwangi menyampaikan bahwa:

“manajemen pendistribusian memerlukan perencanaan dahulu dalam menentukan rancangan kegiatan selama satu tahun, jeng.

Dan juga kita punya program yang disusun setiap tahunnya yang dinamakan RKAT (Rencana Kerja Anggaran Tahunan). Yang didalamnya itu menyusun 5 program yang sudah disusun dan disahkan yaitu program Banyuwangi Makmur, Banyuwangi Cerdas, Banyuwangi Peduli, Banyuwangi Taqwa dan Banyuwangi Sehat. Untuk menyusun program tersebut terlibat komisioner BAZNAS Banyuwangi beserta wakil ketua, kurang lebih gitu jeng”.84

Hal senada dikatakan Bapak M. Samsul Rizal, S.Kom.I selaku Staf Pengumpulan 1 BAZNAS Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa:

“kalau berbicara tentang langkah awal sebelum dilakukan pendistribusian jeng, itu memang membahas tentang RKAT terlebih dahulu. Apa sih yang dibahas di dalam RKAT itu? Yang pastinya pertama menyusun 5 program kerja yang disepakati bersama yaitu Banyuwangi Makmur, Banyuwangi Peduli, Banyuwangi Cerdas, Banyuwangi Taqwa dan Banyuwangi Sehat. Selain itu juga ada penggolongan penerima manfaat dari program tersebut, gitu jeng”.85

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hal pertama yang perlu dilakukan BAZNAS Banyuwangi adalah merencanakan, menyusun program kerja tahunan. Rencana ini disebut Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) dan dijadikan acuan dalam pengelolaan dana Zakat, Infaq dan Shadak selama masa kerja. Lima program kerja telah disusun dan disepakati: Banyuwangi Makmur, Banyuwangi

84H. Herman Suyitno, wawancara, Banyuwangi, 10 Oktober 2022.

85M.Samsul Rizal, wawancara, Banyuwangi, 05 Juni 2022.

Peduli, Banyuwangi Cerdas, Banyuwangi Taqwa dan Banyuwangi Sehat.

Untuk memperkuat penjelasan di atas, Bapak Anton Nisban Pebryanto, M.H selaku Staf Perencanaan Keuangan dan Pelaporan di BAZNAS Banyuwangi menyampaikan bahwa:

“merencanakan pasti dengan RKAT, namun realisasinya menyesuaikan kebutuhan mustahik sambil lalu mengejar target yang telah di rencanakan. Lalu selain merencanakan RKAT, merencanakan apa lagi pak?. RKAT itu berisi semua perencanaan selama setahun, baik target pengumpulan maupun target distribusi”.86

Pendapat informan di atas ditegaskan oleh Ibu Santi Dewi, S.M selaku Staf Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Banyuwangi yang mengatakan:

“gini ya dek, dalam menyusun program kerja yang ada di BAZNAS itu harus ada yang merumuskannya yaitu pimpinan BAZNAS yang dibantu oleh wakil ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan. Setelah RKAT itu disusun dan disepakati bersama baru nanti di kirim ke BAZNAS Provinsi dan Pusat untuk diperiksa apakah benar-benar sudah bisa dikatakan lolos, apabila sudah lolos RKAT itu bisa dijadikan pedoman untuk setiap tahunnya, selebihnya gitu dek”.87

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan dana ZIS diawali dengan penyusunan RKAT (Rencana Kerja Anggaran Tahunan), yang meliputi penyusunan program kerja.

Di sinilah persiapan dipelopori oleh Ketua BAZNAS Banyuwangi dan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan dan Pelaporan Keuangan.

86Anton Nisban Pebriyanto, wawancara, Banyuwangi, 23 Agustus 2022.

87Santi Dewi, wawancara, Banyuwangi, 11 Juni 2022.

Sehingga tidak terjadi kerancuan dalam pendistribusiannya. Dan RKAT ini menjadi pedoman bagi BAZNAS Banyuwangi untuk mengelola dana Zakat, Infaq dan Shadaqoh dalam satu periode kerja.

BAZNAS Banyuwangi memiliki berbagai program unggulan yang disebut “Pemberdayaan Pengelolaan Zakat Melalui Program Distribusi” yaitu Banyuwangi Makmur, Banyuwangi Peduli, Banyuwangi Pintar, Banyuwangi Taqwa dan Banyuwangi Sehat.

Tabel 4.5

Kutipan Rencana Kerja Anggaran Tahunan BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Tahun 2020

RKAT

No. Program Sub Program PMB Jumlah Rupiah 1.

Banyuwangi Makmur

Bantuan Modal Usaha

Mikro 500 300.000.000

2. Bantuan

Alat Kerja 67 75.000.000

JUMLAH 567 375.000.000

3.

Banyuwangi Cerdas

Beasiswa SD 325 65.000.000

4. Beasiswa SLTP 55 30.000.000

5. Beasiswa SLTA 50 50.000.000

6. Beasiswa PT 30 225.000.000

7. Beasiswa Santri

Tahfidz 11 55.000.000

JUMLAH 471 425.000.000

8.

Banyuwangi Peduli

Sembako Dhuafa 200 75.000.000

9. Santunan Tunai

Ramadhan 550 250.000.000

10. Rantang Dhuafa 2.667 800.000.000

11. Bantuan Dhuafa 300 75.000.000

12. Bedah Rumah Dhuafa 66 594.000.000

13. Muallaf 20 20.000.000

14. Gharim 40 100.000.000

15. Anak Yatim 1.000 175.000.000

16. Ibnu Sabil 5 9.000.000

JUMLAH 4.848 2.098.000.000

17.

Banyuwangi Taqwa

Sarana Masjid/

Mushola 10 50.000.000

18. Fi Sabilillah 44 175.000.000

JUMLAH 54 225.000.000 19.

Banyuwangi Sehat

Khitan Massal Dhuafa 67 40.000.000

20. Bantuan Operasional

Pengobatan 138 279.000.000

JUMLAH 205 319.000.000

TOTAL DISTRIBUSI 6.144 3.442.000.000

21. Infaq Terikat Santunan Rutin Provinsi 2020 22. Hak Amil Baznas dan UPZ

(Sumber: Data diolah)

Tabel 4.6

Kutipan Rencana Kerja Anggaran Tahunan di BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Tahun 2021

RKAT

No. Program Sub Program PMB Jumlah Rupiah

1. Banyuwangi

Makmur

Bantuan Modal

Usaha Mikro 500 500.000.000

2. Bantuan

Alat Kerja 150 300.000.000

JUMLAH 650 800.000.000

3.

Banyuwangi Cerdas

Beasiswa SD 325 65.000.000

4. Beasiswa SLTP 100 50.000.000

5. Beasiswa SLTA 100 100.000.000

6. Beasiswa PT 100 750.000.000

7. Beasiswa Santri

Tahfidz 50 250.000.000

JUMLAH 675 1.215.000.000

8.

Banyuwangi Peduli

Sembako Dhuafa 200 100.000.000

9. Santunan Tunai

Ramadhan 550 275.000.000

10. Rantang Dhuafa 4.176 1.252.800.000

11. Bedah Rumah

Dhuafa 100 1.000.000.000

12. Muallaf 20 20.000.000

13. Gharim 600 300.000.000

14. Anak Yatim 1.000 200.000.000

15. Ibnu Sabil 100 20.000.000

JUMLAH 6.746 3.167.800.000 16.

Banyuwangi Taqwa Sarana Masjid/

Mushola 20 100.000.000

17. Fi Sabilillah 375 675.000.000

JUMLAH 395 775.000.000 19.

Banyuwangi Sehat

Khitan Massal

Dhuafa 100 75.000.000

20.

Bantuan Operasional Pengobatan

200 500.000.000

JUMLAH 300 575.000.000

TOTAL DISTRIBUSI 8.766 6.532.800.000

21. Infaq Terikat Santunan Rutin Provinsi (Sumber: Data diolah)

Program kerja BAZNAS Kabupaten Banyuwangi terkait dengan salah satu misinya yaitu “mengelola, menggunakan dan mendistribusikan ZIS secara tepat dan efektif untuk mengurangi kemiskinan bagi masyarakat miskin” dalam rangka meningkatkan zakat, infaq dan sedekah bagi masyarakat dan pemerataan distribusi dana ZIS yang bekerjasama dengan TKPK (Kelompok Pengarah Penanggulangan Kemiskinan) dalam rangka penanggulangan kemiskinan.

Selain itu, pengelolaan dana zakat, infaq dan sedekah dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Dan ketentuan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Pengelolaan zakat berdasarkan syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, keterpaduan dan akuntabilitas.

b. Pengorganisasian (Organizing)

Setelah proses perencanaan selesai, langkah selanjutnya adalah pengorganisasian. Fungsi organisasi adalah proses menggambarkan strategi yang dikembangkan selama fase perencanaan menjadi struktur

organisasi yang kuat, relevan, dan sesuai.88 Oleh karena itu, fungsi pengorganisasian harus dilaksanakan sesuai dengan rencana.

Hal ini disampaikan oleh Bapak H. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI.Ketua BAZNAS Banyuwangi mengemukakan bahwa:

“struktur organisasi di BAZNAS Banyuwangi itu berjumlah sepuluh orang, Jeng. Yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, Wakil Ketua IV Bidang Administrasi SDM dan Umum (merangkap wakil ketua I Bidang Pengumpulan), Sekretaris, Staf Pengumpulan 1 dan 2, Staf Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, Staf Pendistribusian dan Pendayagunaan, dan Staf Umum”.89

Hal ini yang disampaikan juga oleh Bapak Anton Nisban Pebriyanto, M.H sebagai Staf Keuangan BAZNAS Banyuwangi menyampaikan bahwa:

“struktur organisasi di BAZNAS Banyuwangi ini cukup baik, Jeng. Karena setiap pengurus mempunyai bagian yang sudah terstruktur dengan baik dan melaksanakan tugasnya secara professional dan bertanggung jawab. Meskipun ya jeng, kurangnya sumber daya manusia yang menjadikan terkadang kegiatan pendistribusian kurang maksimal”.90

Organisasi cenderung melakukan sesuatu dan melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh individu. Struktur organisasi dapat diartikan secara luas sebagai ciri khas suatu organisasi yang dapat digunakan untuk mengontrol atau membedakan bagian-bagiannya.

Struktur organisasi ini secara jelas menggambarkan kedudukan, tugas, tanggung jawab, otoritas dan akuntabilitas setiap anggota.

88Mutmainna, “Manajemen Pendistribusian Zakat Pada Badan Amil Zakat Nasional di Kabupaten Enrekang”, (Skripsi: Universitas Muhammadiyah Makassar, 2019).

89 H. Lukman Hakim, wawancara, Banyuwangi, 17 Oktober 2022.

90Anton Nisban Pebriyanto, wawancara, Banyuwangi, 04 Juni 2022.

Struktur organisasi BAZNAS Banyuwangi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas zakat. Dengan pembagian kerja ini, menjadi jelas bahwa setiap pengurus BAZNAS Banyuwangi memiliki wilayah yang terstruktur dengan baik. Ini menghindari duplikasi upaya dan memungkinkan setiap karyawan untuk melakukan secara profesional, bahkan jika mereka kurang optimal dan inferior. BAZNAS Banyuwangi memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan belum dapat mengelola program zakat secara maksimal.

Dana ZIS akan disalurkan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dana zakat harus disalurkan pada 8 Asnaf sesuai dengan surat At-Taubah ayat 103, sedangkan dana infak dan sedekah dapat disalurkan ke lembaga, mushola atau program yang tidak terkait dengan 8 Asnaf.

Hal ini senada dengan penjelasan yang diberikan oleh informan Bapak M. Samsul Rizal, S.Kom.I selaku Staf Pengumpulan 1 BAZNAS Kabupaten Banyuwangi:

“ZIS itu kan dana Zakat, Infaq dan Sedekah. Jadi kalau dana zakat itu sendiri ya jeng, sedangkan dana infaq dan sedekah itu disendirikan juga dipilah. Artinya gini dana zakat itu ya harus disalurkan kepada 8 asnaf tersebut, kalau dana infaq, sedekah itu bisa kita salurkan ke lembaga, atau kita salurkan ke mushola, atau kita salurkan dengan program-program yang tidak mengikat kepada 8 asnaf tersebut”.91

Hal serupa juga disampaikan oleh Bapak Anton Nisban Pebriyanto, MH selaku Staf Keuangan BAZNAS Banyuwangi mengemukakan bahwa:

91M.Samsul Rizal, wawancara, Banyuwangi, 05 Juni 2022.

“untuk kriteria calon mustahiknya itu harus layak secara syar’i, artinya orang tersebut memang secara ekonomi itu kurang mampu dan tidak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, yang pastinya beragama Islam, usianya yang produktif, terkecuali untuk program Banyuwangi Makmur orang tersebut mempunyai modal tenaga/pikiran yang masih produktif, dan lain sebagainya”.92

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dikatakan bahwa penyebaran dana ZIS di BAZNAS Kabupaten Banyuwangi sudah sesuai dengan surat At-Taubah ayat 103 yang menyatakan bahwa zakat harus dikeluarkan dengan 8 Asnaf. Kelompok ini memandu BAZNAS Banyuwangi dalam mengalirkan dana ZIS. Oleh karena itu, peran UPZ sangat penting dalam mendukung BAZNAS dalam menyebarkan dana ZIS yang tepat sasaran.

Penyaluran dana ZIS selalu terarah dan tidak berasal dari delapan Asnaf yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Namun, BAZNAS mengutamakan fakir miskin dan tidak mengecualikan kelompok lain.

c. Penggerakan (Actuating)

Penggerakan (actuating), yaitu proses yang diikuti oleh manajer untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang tepat telah diambil dan dipelihara untuk mencapai tujuan. Meskipun BAZNAS Banyuwangi telah menjalankan fungsi inisiasi secara efektif dan efisien, namun proses penggalangan dana ZIS oleh petugas penghimpun yang didukung oleh mobilisasi anggota untuk ikut serta dalam penghimpunan dana zakat dari Muzakki berlangsung melalui

92Anton Nisban Pebriyanto, wawancara, Banyuwangi, 24 Agustus 2022.

penerimaan dana zakat dari Muzakki, yaitu pembayaran zakat dari pelayanan yang diberikan BAZNAS Banyuwangi.

Hal ini disampaikan oleh Bapak M.Samsul Rizal, S.Kom.I selaku Staf Pengumpulan 1 BAZNAS Kabupaten Banyuwangi:

“untuk menghimpun dana ZIS itu ya jeng, bisa dilakukan dengan donatur bisa datang langsung ke kantor, kalaupun tidak bisa datang kami jemput. Di baznas itu ada namanya layanan muzakki/jemput zakat, dari situ donatur bisa menunaikaVn zakat dengan mudah. Lalu, ada juga bisa transfer lewat rekening BAZNAS yang ada di brosur, kurang lebih seperti itu jeng”93

Hal ini disampaikan juga oleh Bapak Anton Nisban Pebriyanto, M.H selaku Staf Keuangan BAZNAS Banyuwangi:

“BAZNAS Banyuwangi itu punya dua metode penghimpunan dana zis yang sampai saat ini diterapkan yaitu penghimpunan secara langsung dan tidak langsung. Kalau secara langsung itu seperti muzakki datang langsung ke kantor baznas untuk menyalurkan dana zakat, infaq maupun shadaqah. Sedangkan kalau secara tidak langsung itu jika ada donatur yang tidak bisa datang langsung ke kantor, kami pihak baznas akan menggunakan layanan muzakki/jemput zakat ke lokasi donatur ataupun dengan transfer melaui rekening yang sudah disediakan.

Lalu dengan membagikan buletin dan brosur-brosur ke lembaga maupun instansi. Dengan ini akan mempermudah donatur menyalurkan dana zis nya melalui BAZNAS Banyuwangi”.94

Untuk memperkuat penjelasan di atas yang disampaikan oleh BapakH. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI.Ketua BAZNAS Banyuwangi mengemukakan bahwa:

“gini jeng, baznas banyuwangi ini dalam menghimpun dana zis menggunakan metode. Metode penghimpunan zis ada dua yaitu ada yang secara langsung dan secara tidak langsung. Kalau secara langsung bisa langsung datang ke kantor baznas banyuwangi, kalau tidak secara langsung itu bisa transfer

93M. Samsul Rizal, wawancara, Banyuwangi, 03 Juni 2022.

94Anton Nisban Pebriyanto, wawancara, Banyuwangi, 03 Juni 2022.

melalui rekening bank yang sudah disediakan ataupun bisa layanan jemput zakat”.95

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh informan di atas, dapat dikatakan bahwa BAZNAS Banyuwangi menggunakan metode ini untuk mengumpulkan dana zakat, infaq dan shadak. This suatu metode penyampaian dana ZIS yang artinya suatu cara untuk menyampaikan dana zakat dari muzakka kepada mustahiq melalui suatu lembaga yang menyelenggarakan zakat. Ada dua metode untuk mendistribusikan dana ZIS langsung dan tidak langsung.

Berikut ini adalah metode penggalangan dana ZIS dalam bentuk pamflet dan outdoor:

Gambar 4.2

Gambar 4.3

Berikut Sumber ZIS BAZNAS Kabupaten Banyuwangi : - SKPD/Lembaga/Instansi - Laskar ZIS

- Individu - UPZ

- Sekolah

95 H. Lukman Hakim, wawancara, Banyuwangi, 17 Oktober 2022.

Selain itu, penyebaran dana ZIS yang relevan berdasarkan prinsip amanah, manfaat, adil dan merata. Proses penyaluran dana ZIS di BAZNAS Kabupaten Banyuwangi adalah sebagai berikut:

i. Jangka pendek adalah kegiatan distribusi yang dilakukan sebulan sekali. Misalnya program Banyuwangi Makmur, Banyuwangi Pintar dan sebagainya.

ii. Jangka panjang adalah kegiatan distribusi yang diadakan setiap tahun, misalnya pada bulan Ramadhan (sembako fakir miskin, santunan tunai Ramadhan, rantang fakir miskin, dan lain-lain).

d. Pengawasan (Controlling)

Fungsi terakhir dari manajemen adalah pengawasan, yang berarti suatu proses dimana semua kegiatan yang direncanakan sejak awal dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan risiko yang ditimbulkan, yang juga dapat disebut evaluasi.

Evaluasi dalam pengelolaan zakat sangat penting karena dirancang untuk mengukur kembali tujuan yang telah direncanakan pada awal tercapai.

Hal ini disampaikan oleh Bapak M. Samsul Rizal, S.Kom.I selaku Staf Pengumpulan 1 BAZNAS Kabupaten Banyuwangi:

“kalau evaluasi itu pasti ada, jeng. Apalagi evaluasi setelah kita (pihak BAZNAS) melakukan pendistribusian kepada mustahik yaitu dengan dilakukannya rapat internal setiap 1 minggu sekali antara pimpinan BAZNAS dengan staf yang ikut dalam kegiatan tersebut. Dengan tujuan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam proses pendistribusian tersebut tepat pada sasaran yang ditargetkan kedepannya. Dan juga kita itu sebenarnya memberikan bantuan bukan hanya sekedar

memberikan setelah itu selesai, tidak, terkecuali untuk bantuan sistem tunai atau uang. Tetapi kalau untuk bantuan yang bersifat produktif harus kita evaluasi apakah ada perkembangannya setelah itu atau tidak. Dan juga supaya kita tahu bantuan yang diberikan itu bisa meningkatkan taraf hidupnya atau tidak”.96

Untuk memperkuat penjelasan di atas yang disampaikan oleh Bapak H. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI. Ketua BAZNAS Banyuwangi mengemukakan bahwa:

“kita melakukan evaluasi pada 5 program tersebut akan tetapi evaluasi disetiap program berbeda-beda. Untuk program yang bersifat konsumtif tidak dievaluasi akan tetapi kita harus tau orang-orang yang menerimanya karena kan anggaran cukup besar, jeng. Untuk program yang bersifat produktif harus dievaluasi karena kita perlu mengetahui perkembangannya setelah mendapatkan bantuan tersebut seperti bantuan modal usaha mikro dan alat kerja, apakah sedikit demi sedikit bisa meningkatkan taraf hidup mereka. Dan untuk melakukan evaluasi ini diperlukan pihak-pihak, Jeng”.97

Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Santi Dewi, S.M selaku staf pendistribusian di BAZNAS Kabupaten Banyuwangi:

“gini dek, kalau untuk bantuan yang bersifat produktif seperti yang ada di program banyuwangi makmur (bantuan alat kerja, bantuan modal usaha mikro) itu tetap harus kita melakukan pengawasan karena biar kita tahu perkembangannya seperti apa dan harapannya nanti bisa merubah status dari mustahik menjadi muzakki. Dan untuk yang ada di program banyuwangi cerdas seperti beasiswa dilakukan monitoring ke sekolah dan ke anaknya secara langsung, seperti itu dek”.98

Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat diperoleh bahwa organisasi memerlukan pemantauan dan evaluasi dalam pelaksanaan program kerja untuk mengetahui apakah program berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan atau tidak.

96M.Samsul Rizal, wawancara, Banyuwangi, 05 Juni 2022.

97H. Lukman Hakim, wawancara, Banyuwangi, 17 Oktober 2022.

98Santi Dewi, wawancara, Banyuwangi, 03 Juni 2022.

BAZNAS Banyuwangi mengapresiasi program kerjanya.

Evaluasi dilakukan setelah pendampingan kepada mustahik, karena bukan sekadar pendampingan, namun terpenting bagaimana pendampingan dapat berdampak positif dan dapat mengubah status mustaqi menjadi muzakki selain bantuan moneter. Dan yang produktif tetap perlu dilakukan karena takut disalahgunakan. Pengurus BAZNAS dan UPZ juga harus berpartisipasi dalam pemantauan dan evaluasi.

Hal ini disampaikan pula oleh Bapak Anton Nisban Pebriyanto, M.H selaku Staf Keuangan BAZNAS Banyuwangi:

“untuk melakukan pengawasan dan evaluasi yang pastinya itu harus melibatkan pengurus BAZNAS serta UPZ Kecamatan.

Keduanya itu harus menjalin hubungan kerjasama agar bantuan yang diberikan itu tidak sia-sia dan bermanfaat. Sebenarnya tidak hanya melibatkan keduanya itu saja, ada juga namanya satuan audit internal, audit internal itu kita kan secara undang-undang wajib audit keuangan secara syar’i intinya mengevaluasi sistem keuangan yang ada di baznas pemasukan dan pengeluarannya, kemudian koordinasinya tidak perlu melalui yang lain, akan tetapi langsung dikoordinasi oleh ketua BAZNAS dan Waka III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan ”.99

Selain itu, audit internal, audit atas sistem keuangan yang dikeluarkan dan keluarkan atau uang dan uang keluar, kemudian kita diperiksa oleh akuntan publik yang memeriksa semua program dan kegiatan Baznas, terutama dalam hal pelaporan. atau kontes keuangan.

Dalam merencanakan strategi dan menganalisis suatu masalah, kita seringkali melihat beberapa faktor yang hadir di sekitar masalah tersebut lalu memetakannya satu per satu. Penggunaan metode

99Anton Nisban Pebriyanto, wawancara, Banyuwangi, 03 Juni 2022.

perencanaan strategi maupun penyelesaian masalah yang tepat akan mempermudah kita dalam menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi Salah satu cara terbaik yang dapat kita gunakan adalah memanfaatkan metode yang disediakan melalui rangkaian tahap dalam analisa SWOT. Adapun analisis untuk mengetahui dana ZIS di BAZNAS Banyuwangi lebih optimal dan efisien, maka menggunakan analisis SWOT.

1). Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan singkatan dari Strenght (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang) dan Threath (Ancaman). Berikut adalah analisis SWOT di BAZNAS Banyuwangi :

a) Strenght (Kekuatan)

Strenght (Kekuatan) adalah faktor yang menjadi keunggulan atau dominan yang ada dalam suatu lembaga atau perusahaan. Jadi, keunggulan yang dimiliki BAZNAS Banyuwangi dalam hal pendistribusian adalah

(1) Mempunyai sumber pendanaan ZIS dari SKPD/Lembaga/Badan, perorangan, sekolah, laskar ZIS dan UPZ.

(2) Memiliki lima program yaitu Banyuwangi Makmur, Banyuwangi Peduli, Banyuwangi Cerdas, Banyuwangi Taqwa dan Banyuwangi Sehat.