• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyediaan sarana dan prasarana pertanian (bantuan benih,

Dalam dokumen Surat Izin Penelitian (Halaman 101-112)

4.4 Pelaksanaa Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai (UPSUS PAJALE)

4.4.6 Penyediaan sarana dan prasarana pertanian (bantuan benih,

84 kegiatan GPPTT dapat dikategorikan pelaksanaan program berjalan baik.

4.4.6 Penyediaan sarana dan prasarana pertanian (bantuan

85 Hal yang sama dikatakan juga oleh bapak Bahri, Ketua Kelompok tani Tipu Minasa, Kecamatan Pitu Riawa sebagai berikut:

“Bantuan yang paling sering kami dapatkan berupa benih dan pupuk lengkap, untuk bantuan berupa mesin belum pernah kami dapat ”. (wawancara, 22 Desember 2017).

Hal senada diungkapkan juga oleh bapak Abd. Hakim Ketua Kelompok tani Subur Harapan II, Kecamatan Pitu Riawa sebagai berikut ;

“Kalau bantuan terkait pertanian sekarang paling sering kami dapat itu pupuk dan benih yang di subsidi pemerintah.Kalau terkait upsus pada tahun 2015 sudah dua kali terima bantuan, yang pertama itu Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dan optimalisasi lahan”. (wawancara, 22 Desember 2017).

Dari beberapa kutipan wawancara di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa pernyataan pegawai bagian tanaman pangan dengan beberapa ketua kelompok tani di Kecamatan Pitu Riawa, senada mengatakan salah satu kegiatan Upsus yang paling banyak dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh penerima program dalam hal ini petani yang terkoordinir dalam kelompok tani yakniPenyediaan sarana dan prasarana pertanian (benih, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian) dan direalisasikan dengan baik.

Untuk menguatkan hasil wawancara, berikut ini rekapan data alokasi penyaluran benih bersubsidi kecamatan Pitu Riawa, dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap sebagai berikut:

86 Tabel 20.

Rencana dan Realisasi Penyaluran Benih Bersubsidi Kecamatan Pitu RiawaTahun 2016

NO JENIS BENIH

RENCANA REALISASI

VOLUME (kg)

LUAS AREAL

(ha)

VOLUME (kg)

LUAS AREAL (ha) 1 Benih Inbrida 58,750 2,350 32,545 1,301.80 2 Benih hibrida 30,000 2,000 30,000 2,000 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap, 2017

Berdasarkan tabel di atas data rencana dan realisasi penyaluran benih bersubsidi Kecamatan Pitu Riawa tahun 2016, jenis Benih Inbrida rencana volume 58,750 kg untuk luas areal 2,350 ha, realisasinya volume 32,545 kg untuk luas areal1,301,80ha sehingga dapat disimpulkan bahwa dari target yang direncanakan dengan realisasi tercapai lebih dari 50 %. Sedangkan untuk jenis Benih hibrida rencana volume 30,000kg untuk luas areal 2,000 ha, realisasinya volume 30,000 kg untuk luas areal 2,000 ha sehingga dapat disimpulkan bahwa dari target yang direncanakan dengan realisasi tercapai 100 % atau memenuhi target.

Untuk menguatkan hasil wawancara di atas, berikut ini rekapan data alokasi pupuk bersubsidi sektor tanaman pangan kecamatan Pitu Riawa dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap sebagai berikut :

87 Tabel 21.

Data Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Tanaman PanganKecamatan Pitu Riawa

NO

Jenis kebutuhan

pupuk

Jumlah Aokasi Kebutuhan Pupuk (ton) 2014 2015 2016 2017 1. UREA 2.150,00 2.454,00 2.304,00 3.270,00

2. SP-36 311,00 402,00 352,00 496,00

3. ZA 383,00 379,00 404,00 412,00

4. NPK 848,00 812,00 812,00 1.347,00

5. ORGANIK 214,00 184,00 184,00 184,00

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap, 2017 Berdasarkan tabel di atas data alokasi pupuk bersubsidi sektor tanaman pangan, Kecamatan Pitu Riawa, Jenis kebutuhan pupuk dari tahun 2014-2017 yang paling banyak adalah pupuk Urea, di susul oleh pupuk NPK, ZA, SP-36 dan Organik.

Program Upsus Pajale salah satu kegiatannya penyediaan sarana dan prasarana pertanian berupa alat dan mesin pertanian di Kecamatan Pitu Riawa.Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Syarifudin PPK Pitu Riawa , sebagai berikut:

“Untuk yang mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian pada tahun 2015 dari program Upsus Pajale, di Kecamatan Pitu Riawa ada tiga kelompok tani yang mendapatkan bantuan pompa air, dua kelompok tani yang mendapatkan bantuan alat rice dan lima kelompok tani yang mendapatkan bantuan traktor roda dua.”(wawancara, 8 Desember 2017)

Hal senada diungkapkan juga oleh bapak Hasan Ketua Kelompok tani Takdir 3, Kecamatan Pitu Riawa sebagai berikut:

88

“Untuk kelompok tani takdir 3 bertempat di Desa Ajubisue mendapat bantuan pompa air, memang kami membutuhkan pompa air tersebut, dengan adanya pompa air tersebut kami sangat terbantu untuk mengairi sawah. Selain itu kami juga mendapat bantuan traktor roda dua dari pemerintah pusat.

Traktor itu dimanfaatkan oleh semua anggota kelompok kami, dengan cara bergantian. Semua bantuan yang diberikan pada kelompok kami tujuannya untuk meningkatkan hasil panen dan semoga dari tahun ke tahun terjadi peningkatan ”. (wawancara, 22 Desember 2017).

Hal yang sama dikatakan juga oleh Ketua Kelompok tani Mapatua, Kecamatan Pitu Riawa sebagai berikut:

“Bantuan yang paling sering kami dapatkan berupa benih, pupuk lengkap dan mesin rice. Semua anggota kelompok tani merasakan manfaat dari bantuan ini”.(wawancara, 22 Desember 2017).

Namun tidak semua informan yang merasakan bantuan alsintan, berikut ini hasil wawancara dengan ketua kelompok tani Masagenae 3 yang belum pernah mendapatkan bantuan alsintan.

“Untuk bantuan alsintan belum pernah kami dapat.Pernah ada tawaran dari daerah mengenai bantuan mesin tanam, namun teman-teman dari kelompok tani kami sendiri merasa itu kurang kami butuhkan dalam kondisi sekarang.Di tahun 2016 kemarin sempat kami memasukkan proposal terkait mesin bor air, karena sebenarnya ketersediaan air yang sangat kami butuhkan, tetapi sampai sekarang tidak ada realisasi”.

(wawancara,22 Desember 2017)

Penyaluran bantuan alsintan sangat dibutuhkan oleh petani, namun tidak semua mendapatkannya, karena ada prosedur yang harus di penuhi, seperti memasukkan proposal dan akan dipertimbangkan oleh Dinas pertanian dan Perkebunan.

89 Untuk lebih jelasnya terkait penyaluran bantuan alat dan mesin, berikut ini rekapan data alokasi alat mesin pertanian (alsintan)Kecamatan Pitu Riawa, tahun 2015 dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap sebagai berikut :

Tabel 22.

Data alokasi alat mesin pertanian (alsintan)Kecamatan Pitu Riawa, tahun 2015 dan 2016

No

Jenis Alsint an

Kelompok Tani Penerima

Jumlh

(unit) Tahun Nama

kelompok Nama ketua Desa/ kel

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Pompa air

Takdir III Nasri Ajubissue 1 2015

Mattiro deceng Syamsuddin L Lasiwala 1 2015

Siporennu Lapetahu Otting 1 2015

Wiring Langi Syafruddin Lancirang 1 2016 2. Rice Mattiro deceng II Farman Lasiwala 1 2015

Mappatuo Rahman Bulucenrana 1 2015

3. Traktor roda 2

Buah padi Mangka Dongi 1 2015

Sibalireso II Abd.Rauf S.Pd Anabannae 1 2015 Sipatuo deceng H. Zainuddin Ajubissue 1 2015

Takdir III Nasri Ajubissue 1 2015

Mattiro deceng II Farman Lasiwala 1 2015

Ponranga I Surianto Anabannae 1 2016

Hibur Ihsan Ajubissue 1 2016

Mattarima Agusnan S.mango 1 2016

Massappa II Bengngang Otting 1 2016

Lamanyameng II Latantu Otting 1 2016

Mallilu Sipakainge III Latipu Otting 1 2016

Masaganae Muh. Yusuf Lancirang 1 2016

Mappabeengnga I Haruna Lancirang 1 2016

Massumpuloloe Andi Fahruddin Bulucenrana 1 2016 Mattiro Walie Pallalu Bulucenrana 1 2016 Simaturue I Amiruddin Bulucenrana 1 2016 Samaio Abd. Wahab Bulucenrana 1 2016

90

No

Jenis Alsint an

Kelompok Tani Penerima

Jumlh

(unit) Tahun Nama

kelompok Nama ketua Desa/ kel

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Mattumamaceng Abd. Aziz Bulucenrana 1 2016

Wasunge Lamidi Anabannae 1 2016

Mattirobulu Darwin Betao 1 2016

Mattiro Walie Jumain Betao 1 2016

Sinar Lamerrang Pakkanda Betao Riase 1 2016 Mattirodeceng III Baharuddin Lasiwala 1 2016 Mattirodeceng II Farman Lasiwala 1 2016 Mattirodeceng Samasuddin lasonga Lasiwala 1 2016 4. Transp

alanter

Lapakki II Muh. Yusuf D Bulucenrana 1 2016 Mekar II M. Syarif K S. Mango 1 2016

Total 33

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap, 2017 Berdasarkan tabel di atas alokasi alat mesin pertanian (alsintan), di Kecamatan Pitu Riawa, kelompok tani di Kecamatan Pitu riawa yang mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian pada tahun 2015, tiga kelompok tani yang mendapatkan bantuan pompa air yaitu kelompok tani Takdir III, Mattiro deceng dan Siporennu. Dua kelompok tani yang mendapatkan bantuan alat rice yaitu kelompok tani Mattiro deceng II dan Mappatuodan. Serta lima kelompok tani yang mendapatkan bantuan traktor roda dua yaitu kelompok tani yaitu kelompok tani Buah padi, Sibalireso II, Sipatuo deceng, Takdir III dan Mattiro deceng II.Pada tahun 2016, satu kelompok tani yang mendapatkan bantuan pompa air yaitu kelompok tani Wiringlangi.Dua puluh kelompok tani yang mendapatkan bantuan traktor roda

91 dua.Serta dua kelompok tani yang Transpalanter yaitu kelompok tani Lapakki II dan Mekar II.

Sama halnya dengan kelompok tani yang ada di kecamatan Pitu Riawa, Kelompok tani di Kecamatan Pitu Riase yang menjadi informan pada penelitian ini yakni ketua Kelompok tani Rijang Panua I dan II, Rijang Laleng, Salo Bulo II, dan Padaidi II, mengatakan selama ini bantuan dari pemerintah yang sering kami dapatkan biasa berupa benih dan pupuk yang di subsidi.

Hal tersebut didukung oleh data alokasi benih bersubsidi di Kecamatan Pitu Riase, untuk lebih jelasnya pada tabel berikut:

Tabel 23.

Rencana dan Realisasi Penyaluran Benih Bersubsidi Kecamatan Pitu Riase Tahun 2015

NO JENIS BENIH

RENCANA REALISASI

VOLUME (kg)

LUAS AREAL

(ha)

VOLUME (kg)

LUAS AREAL

(ha) 1 Benih inbrida 37,500 1,500 22,798 911.92 2 Benih hibrida 15,000 1,000 15,000 1,000 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap, 2017

Berdasarkan tabel di atas data rencana dan realisasi penyaluran benih bersubsidi Kecamatan Pitu Riasetahun 2015, jenis Benih Inbrida rencana volume 37,500 kg untuk luas areal 1,500 ha, realisasinya volume 22,798 kg untuk luas areal911.92 ha sehingga dapat disimpulkan bahwa dari target yang direncanakan dengan

92 realisasi tercapai di atas 50 %. Sedangkan untuk jenis Benih hibrida rencana volume 15,000kg untuk luas areal 1,000 ha, realisasinya volume 15,000 kg untuk luas areal 1,000 ha sehingga dapat disimpulkan bahwa dari target yang direncanakan dengan realisasi tercapai 100 % atau memenuhi target.

Untuk rekapan data alokasi pupuk bersubsidi sektor tanaman pangan kecamatan Pitu Riase dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap sebagai berikut :

Tabel24.

Data Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Tanaman PanganKecamatan Pitu Riase

No

Jenis kebutuhan

pupuk

Alokasi Kebutuhan Pupuk (ton)

2014 2015 2016 2017

1. Urea 765,00 688,00 338,00 1.400,00

2. SP-36 180,00 350,00 350,00 344,00

3. ZA 135,00 133,00 153,00 398,00

4. NPK 673,00 255,00 255,00 541,00

5. ORGANIK 166,00 96,00 96,00 132,00

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap, 2017 Berdasarkan tabel di atas Data alokasi pupuk bersubsidi sektor tanaman pangan, Kecamatan Pitu Riase.Jenis kebutuhan pupuk dari tahun 2014-2017 yang paling banyak adalah pupuk Urea, di susul oleh pupuk NPK, ZA, SP-36 dan Organik.

93 Sedangkan untuk Program Upsus Pajale, dengan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana pertanian berupa alat dan mesin pertanian di Kecamatan Pitu Riase.Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Musyakkir selaku PPK kecamatan Pitu Riase, sebagai berikut :

“Untuk yang mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian pada tahun 2015 dari program Upsus Pajale, di Kecamatan Pitu Riase ada 1 kelompok tani yang mendapatkan bantuan pompa air, dan 3 kelompok tani yang mendapatkan bantuan Transplanter MXXI” (wawancara, 8 Desember 2017)

Hal senada diungkapkan juga oleh bapak Tania Ketua Kelompok tani Padaidi II, Kecamatan Pitu Riase sebagai berikut ;

“Untuk kelompok tani kami mendapat bantuan pompa air, memang kami membutuhkan pompa air tersebut sehingga kami sangat berterima kasih”.(wawancara, 11 Desember 2017).

Hal yang sama dikatakan juga oleh bapak Lasada T Ketua Kelompok tani Harapanku I, Kecamatran Pitu Riase sebagai berikut:

“tiga kelompok tani dari Kecamatan Pitu Riase mendapatkan bantuan transplanter, termasuk kelompok tani harapanku.

petani yang tergabung dalam kelompok kami menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya”. (wawancara, 11 Desember 2017).

Untuk lebih jelasnya terkait penyaluran bantuan alat dan mesin, berikut ini rekapan data alokasi alat mesin pertanian (alsintan)Kecamatan Pitu Riase, tahun 2015 dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap sebagai berikut :

94 Tabel 25.

Data alokasi alat mesin pertanian (alsintan)Kecamatan Pitu Riase, tahun 2015 dan 2016

No Jenis alsintan

Kelompok tani penerima Jumlh

(unit) Tahun Nama kelompok Nama ketua Desa/ kel

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Pompa air

Padaidi II Talia Compong 1 2015

Tuju Wali-wali II Sudirman Batu 1 2016 Rijang Panua I Palewangi Bila Riase 1 2016 2. Transpla

nter MXXI

Harapanku I Lasada.T Batu 1 2016

Sipakainge Paduppai Batu 1 2015

Mamminasae II Jalang.P Tana toro 1 2015 3. Traktor

roda 2

Kaboasa II Muh. Nasir P. Botto 1 2016 Kaboasa III Jamaluddin Botto 1 2016

Padaidi I Hambalad Compong 1 2016

Tuju Wali-wali II Lamassa Batu 1 2016

Harapanku I Lasada Batu 1 2016

Tuju Wali-wali III Sudirman Batu 1 2016

Tunas Muda Wala I Kasman Batu 1 2016

Tunas Muda Wala II Herman Batu 1 2016

Sipatokkong Simula Leppangen 1 2016

Lagading II Baso Singke Lagading 1 2016

Total 16

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sidrap, 2017 Berdasarkan tabel di atas alokasi alat mesin pertanian (alsintan), Kecamatan Pitu Riase, kelompok tani yang mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian pada tahun 2015 antara lain satu kelompok tani yang mendapatkan bantuan pompa air yaitu kelompok tani Padaidi II. Dua kelompok tani yang mendapatkan bantuanTransplanter MXXI yaitu Sipakainge dan Mamminasae II.Pada tahun 2016 antara lain dua kelompok tani yang mendapatkan bantuan pompa air yaitu kelompok tani Tuju Wali-wali II dan Rijang panua I, satu kelompok tani yang mendapatkan bantuanTransplanter MXXI

95 yaitu Harapanku I, sepuluh kelompok tani yang mendapat traktor roda 2 yaitu Kaboasa II, Kaboasa III, Padaidi II, Harapanku I, Tuju Wali-wali II, Tuju Wali-wali III, Tunas Muda Wala I, Tunas Muda Wala II, Sipatokkong, Lagading II.

Dapat disimpulkan berdasarkan hasil penelitian disinkronkan dengan kebijakan pelaksanaan program upsus pajale untuk kegiatanPenyediaan sarana dan prasarana pertanian (benih, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian) telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis pelaksanaan berdasarkanpedoman upsus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Dapat dikategorikan berjalan baik.

Dalam dokumen Surat Izin Penelitian (Halaman 101-112)

Dokumen terkait