• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyisipan Unsur-unsur yang Berwujud Frasa

BAB IV ANALISIS CAMPUR KODE DALAM SINETRON GANTENG-

4.1 Bentuk-bentuk Campur Kode

4.1.2 Penyisipan Unsur-unsur yang Berwujud Frasa

Frasa merupakan satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa

maksudnya penyisipan unsur frasa yang disisipkan ke dalam kalimat inti. Frasa dapat digolongkan menjadi empat yaitu frasa nominal, frasa verbal, frasa adjektival, frasa adverbial dan frasa preposisi.

A. Frasa nomina

Frasa nomina adalah frase yang memiliki distribusi yang sama dengan nomina (Ramlan, 1995:158). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan unsur berwujud frasa nomina.

1) “Ya ampun, udah twenty years ago kita together.” (episode 63)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan adanya penyisipan frasa twenty years ago. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „dua puluh tahun lalu‟ dalam bahasa Indonesia.

2) “Dok, dok, begimane keadaan my husband?.” (episode 64)

Dalam data tersebut terdapat penyisipan unsur berwujud frasa nomina. Frasa my husband berasal dari bahasa Inggris. Frasa tersebut memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu „suami saya‟.

3) “Iya, emang angin malam itu kagak baik nanti you bisa enter wind. You know? Ngerti kagak enter wind, masuk angin. Jangan sering-sering ye kena angin malam ye.” (episode 67)

Dalam data 3 di atas dapat dilihat pembentukan campur kode dengan adanya penyisipan frasa enter wind. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „masuk angin‟ dalam bahasa Indonesia.

4) “Aduh, misi lagi excuse me-excuse me miss teacher, mr. teacher ni adenye Cuma beginian ni orange juice.” (episode 72)

Pada data 4 tersebut terdapat penyisipan frasa miss teacher, frasa mr. teacher dan orange juice. Ketiga frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang masing- masing memiliki arti „nona/ibu guru‟, „bapak guru‟ dan „jus jeruk‟ dalam bahasa Indonesia.

5) “Ini masalahnye emergency room. Aduh kok emergency room sih. Maksud- nyevery-very emergency. Darurat cepetan. Lu come here ye.” (episode 67) Pada data 5 tersebut terdapat penyisipan frasa emergency room dan frasa very-very emergency. Kedua frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang masing-masing memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu „ruang darurat‟ dan „sangat-sangat darurat‟.

6) “You punya very-very big secret, kan?.” (episode 69)

Pada data 6 tersebut terdapat penyisipan unsur frasa yang berasal dari bahasa Inggris yaitu frasa very-very big secret. Frasa tersebut memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu „rahasia yang sangat besar‟.

7) “Hah! Astafirullahalhadzim, lu lagian ngapain sih you mau bikin Mamski heart attack ape?.” (episode 69)

Pada data 7 di atas terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa yang berasal dari bahasa Inggris yaitu penyisipan kata heart attack. Kata tersebut memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu „serangan jantung‟. 8) “Eh, dulu-dulu wait-wait perasaan tadi lu kan izin ame Mamski mau ganti

Pada tabel 8 tersebut terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa change clothes. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „ganti pakaian‟ dalam bahasa Indonesia.

9) “You tuh kebiasaan banget ye. Bad hobied banget. Setiap Mamski belum talking-talking lu udah main gone aje. Belum kelar ngomong-nye.” (episode 70)

Dalam data 9 tersebut terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa nomina yaitu penyisipan frasa bad hobied. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „hobi buruk‟ dalam bahasa Indonesia.

10) “Udah sekarang you rest aje. Nanti lo drop lagi badannye, ye. Tante jagain lu. Take care lu.” (episode 70)

Dalam data 10 di atas dapat dilihat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa yang berasal dari bahasa Inggris yaitu penyisipan kata you rest dan take care. Kedua frasa tersebut memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yang masing-masing menjadi „kamu istirahat‟dan „hati-hati‟.

11) “Aduh Galang itu tu bener-bener good boy ya Tobi, ye.” (episode 74)

Dalam data 11 tersebut terdapat pembentukan campur kode dengan adanya penyisipan frasa good boy. Frasa tersebut memiliki arti „anak laki-laki yang baik‟ dalam bahasa Indonesia.

B. Frasa verba

Frasa verba adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata verba (Ramlan, 1995:168). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan frasa verba dari data dialog sinetron Ganteng-ganteng Serigala.

1) “Heh.. he.. Galang come here lu tu, lu tu ye.” (episode 64)

Pada data 1 di atas terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan adanya penyisipan frasa come here. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „datang ke sini atau kemari‟ dalam bahasa Indonesia.

2) “Wait here sama Galang. Tanski mau ngurus itu tu administrasi dulu bakal Omski, ye.” (episode 65)

Pada data 2 di atas dapat dilihat pembentukan campur kode dengan adanya penyisipan frasa wait here. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „tunggu di sini‟ dalam bahasa Indonesia.

3) “Lang, kenape sih Mamski mau ngomong nih ame die. Kenape sih kalau ngomong matenye melotot-melotot gitu? Itu tu eyes-nya mau go outbegitu.” (episode 69)

Pada data 3 tersebut terdapat pembentukan penyisipan kata dengan adanya penyisipan frasa go out. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „pergi keluar‟ dalam bahasa Indonesia.

4) “Lang, lo ngomong kenape sembarangan banget sih, Lang. Papski lo cuma lagi sleeping beauty, Lang. Cuma sleeping ha.. eh Cuma sleeping handsome maksud Mamski.” (episode 69)

Pada data 4 tersebut terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan nomina yaitu penyisipan frasa sleeping beauty dan sleeping handsome. Kedua frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang masing-masing berarti „tidur cantik‟ dan „tidur ganteng‟ dalam bahasa Indonesia.

5) “Biasanya kan di keadaan scary-scary gini kita main itung-itungan tuh one, two, three. Tapi, berhubung Papski lagi bobo manis. Mamski aja ye yang langsung run away.” (episode 68)

Dalam data 5 di atas dapat dilihat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa run away. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „berlari jauh atau pergi‟ dalam bahasa Indonesia.

6) “Nayla, wake up ye sayang ye. Nayla bentar lagi waktunye kita makan. Nayla kudu sadar. Kudu wake up. Kudu makan yang banyak biar Nayla cepat sehat cepat healthy lagi.” (episode 70)

Dalam data 6 tersebut dapat dilihat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa yang berasal dari bahasa Inggris yaitu penyisipan frasa wake up. Kata tersebut memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu „bangun‟.

7) “Ya ampun udah eleven o‟clock. Udah malem, Galang masih belum go home sih. Lang lu kemane sih?.” (episode 74)

Pada data 7 tersebut dapat dilihat penyisipan frasa yang berasal dari bahasa Inggris yaitu penyisipan frasa go home. Kata tersebut memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu „pergi ke rumah atau pulang‟. Selain itu, ada penyisipan frasa lu kemane yang berasal dari bahasa Betawi yang berarti „kamu kemana‟ dalam bahasa Indonesia.

8) “Galang, ih.. mau kemane sih tu anak? Where he go, sih? Belum juga come inside udah main go-goaje.” (episode 74)

Pada data 8 tersebut terdapat penyisipan frasa come inside. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „masuk ke dalam‟ dalam bahasa Indonesia.

C. Frasa adjektiva

Frase adjektiva adalah frase yang memiliki distribusi yang sama dengan kata adjektiva (Ramlan, 1995:176). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan unsur berwujud frasa adjektiva dari data sinetron Ganteng-ganteng Serigala.

1) “Ini serius you know. Very-very important.” (episode 64)

Pada data 1 di atas dapat dilihat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa yang berasal dari bahasa Inggris yaitu penyisipan frasa very-very important. Kata tersebut memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu „sangat- sangat cantik‟.

2) “Lang, Lang ini ada yang aneh ini very-very weird, you know. Ini bener-bener aneh bangetLang.” (episode 67)

Dalam data 2 tersebut dapat dilihat pembentukan campur kode yang ditandai dengan adanya penyisipan frasa yang berasal dari bahasa Inggris yaitu penyisipan kata very-very weird. Kata tersebut memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu „sangat-sangat aneh‟.

3) “Lang? Lu bengong aje bukannya ikut bahagia very-very happy.” (episode 72)

Dalam data 3 di atas terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa very-very happy yang berasal dari bahasa Inggris. Frasa tersebut memiliki arti „sangat-sangat bahagia‟ dalam bahasa Indonesia.

4) “Aduh kenape ye udara tuh very-very hotbanget di homeini?.” (episode 80) Pada data 4 di atas dapat dilihat pembentukan campur kode yang ditandai dengan adanya penyisipan frasa very-very hot yang berasal dari bahasa Inggris. Frasa tersebut memiliki arti „sangat-sangat panas‟ dalam bahasa Indonesia.

D. Frasa adverbia

Frasa adverbia atau keterangan adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan (Ramlan, 1995:177). Berikut ini bentuk campur kode dengan penyisipan unsur frasa adverbia berdasarkan data dialog sinetron Ganteng-ganteng Serigala.

1) “Du..du..du.du..duh.. Mamski so proud tumbenan banget nih miss-miss Mamski. Biasanya juga miss-nya ama joran.” (episode 63)

Pada data 1 di atas dapat dilihat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa yang berasal dari bahasa Inggris yaitu penyisipan kata so proud. Kata tersebut memiliki padanan dalam bahasa Indonesia yaitu „sangat bangga‟. 2) “Mau ngapain you come here? Kagak liat apa Nayla lagi sleeping beuty.

Don’t disturb. Kagakboleh diganggu.” (episode 69)

Dalam data 2 di atas terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa don‟t disturb yang berasal dari bahasa Inggris. Frasa tersebut memiliki arti „jangan diganggu‟ dalam bahasa Indonesia.

3) “Ya udah, bentar bener ye. A few minute aje. Kasih waktu kagak boleh lama- lama. Don’t be long.” (episode 69)

Pada data 3 tersebut terdapat pembentukan campur kode yang ditandai dengan adanya penyisipan frasa don‟t be long. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „jangan lama‟ dalam bahasa Indonesia.

4) “You ngomong nape sih? Ini feeling-nya so not good banget nih.” (episode 74)

Pada data 4 tersebut terdapat pembentukan campur kode dengan penyisipan frasa so not good. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „sangat tidak baik‟ dalam bahasa Indonesia.

E. Frasa preposisi

Frasa preposisi merupakan frasa yang terbentuk karena preposisi berada di depan nomina, adjektiva, atau adverbia (Hasan alwi, 2003:288). Berikut benuk campur kode dengan penyisipan frasa preposisi dari data dialog sinetron Ganteng- ganteng Serigala.

1) “Ya udah, nanti badan kamu drop lagi. Kita balik in your room, ya.” (episode 70)

Pada data di atas dapat dilihat pembentukan campur kode dengan adanya penyisipan frasa in your room. Frasa tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti „di ruanganmu‟ dalam bahasa Indonesia.

Dokumen terkait