BAB V : ANALISIS DATA
A. Peran Cabang Muhammadiyah Tulung dalam
Masyarakat
Cabang Muhammadiyah Tulung Klaten memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pendidikan masyarakat Tulung. Peran tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh masing-masing Majelis dan Lembaga yang telah dibentuk PCM Tulung. Pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan berdirinya Cabang Muhammadiyah Tulung sebagaimana yang telah dikutip pada Bab IV halaman 24, yaitu mengajak masyarakat di Kecamatan Tulung untuk menjalankan ajaran agama Islam sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Sunnah pada umumnya serta tersebarnya risalah Rasulullah di kalangan masyarakat yang punya kecenderungan masih berada dalam lingkaran TBC. Hal ini sesuai dengan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah sebagaimana yang
34
telah dikutip pada Bab II halaman 8, yakni menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, dengan misi dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar di tengah-tengah masyarakat luas.
Kegiatan pendidikan yang diselenggarakan Cabang Muhammadiyah Tulung disesuaikan dengan syari’at Islam. Para pengurus Cabang Muhammadiyah Tulung berusaha tetap istiqamah dan produktif dalam berkiprah di Muhammadiyah agar terus berkembang untuk mewujudkan tujuan didirikannya Muhammadiyah.
Adapun kegiatan pendidikan yang diselenggarakan Cabang Muhammadiyah Tulung dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu kegiatan pendidikan formal, nonformal, dan informal.
1. Kegiatan Pendidikan Formal
Sebagaimana yang telah dipaparkan pada Bab IV halaman 25, Cabang Muhammadiyah Tulung telah menyelenggarakan bentuk pendidikan formal berupa MIM sebanyak tujuh sekolah yang tersebar di Kecamatan Tulung serta merintis berdirinya SMP Program Khusus. Pelaksanaan pendidikan formal tersebut di bawah bimbingan dari Majelis Dikdasmen Kecamatan Tulung. Meskipun ada perbedaan yang mencolok antara jumlah siswa dari MIM Wunut yang hanya 20 siswa dengan MIM yang lainnya, namun MIM tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sementara itu Majelis Dikdasmen berusaha mengoptimalkan peran dan fungsi lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat dakwah. Hal ini
dilakukan dengan memberikan masukan kepada Kepala Madrasah untuk menyampaikan ajaran agama Islam yang sesuai dengan syari’at Islam.
Penyelenggaraan pendidikan formal di atas bertujuan untuk mendidik murid sekolah menjadi manusia yang bertaqwa dan berilmu pengetahuan yang berorientasi ke masa depan dan bertanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat, ummat, dan bangsa, supaya dapat menghadapi persaingan global yang semakin kompleks. Hal ini juga sejalan dengan tujuan pendidikan formal yang telah dikutip pada Bab II halaman 15, yaitu untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan akademis yang memungkinkan untuk menjadi seorang ahli dan professional di bidangnya.
2. Kegiatan Pendidikan Nonformal
Kegiatan pendidikan nonformal yang diselenggarakan oleh PCM Tulung dilaksananakan di bawah tanggung jawab Majelis dan Lembaga yang telah dibentuk. Kegiatan pendidikan ini berupa pengajian-pengajian serta keterampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Adapun kegiatan yang diselenggarakan sebagaimana yang telah dipaparkan pada Bab IV halaman 26-30, yaitu Majelis Tarjih dan Tajdid mengadakan Pengajian Tarjih setiap hari Jum’at pukul 13.00-16.00, dilaksanakan di Ranting-Ranting secara bergantian, dengan mengkaji kitab Bulughul Maram, dan pada tahun 2012 merintis pendirian perpustakaan Muhammadiyah yang bertempat di Sekretariat I PCM Tulung. Sementara kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh yaitu (1)
36
Kuliah Ahad Pagi yang dilaksanakan di Balai Islamic Centre AHABA Tulung pukul 06.00-06.30, mengkaji tafsir al-Qur’an oleh ustadz Jayadi, kemudian dilanjutkan materi pengajian lain sampai pukul 07.30 dengan penceramah yang berganti-ganti setiap minggunya, (2) Tafsir al-Qur’an oleh ustadz H. Fachruddien, LC. dan kajian kitab Riyadhus Shalihin oleh ustadz H. Naskhan Fahrurozi yang dilaksanakan secara bergantian setiap hari Rabu. Kegiatan ini dimulai pukul 16.00-17.30 bertempat di Balai Islamic Centre AHABA Tulung, (3) pada bulan suci Ramadhan diadakan Silaturrahim Ramadhan ke masjid-masjid di wilayah kecamatan Tulung, dan (4) setiap hari Rabu dan Jum’at diadakan kegiatan Pengajian Amaliyah Ramadhan, bertempat di Balai AHABA dimulai pukul 16.00-18.00 dengan materi Kajian Bulughul Maram, Riyadhus Shalihin, Tafsir al-Qur’an, dan Tanya jawab masalah agama. Sedangkan kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah yaitu (1) menyelenggarakan manasik haji di Balai Islamic Centre AHABA, dalam kegiatan manasik disampaikan materi manasik umrah dan haji yang berpedoman pada tuntunan Rasulullah, dan (2) menyelenggarakan simulasi perjalanan haji. Untuk Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup, kegiatan yang diselenggarakan yaitu (1) mengadakan sosialisasi dan pelatihan teknik pertanian modern, pengelolaan tanaman dengan sistem organik, serta beternak yang menguntungkan dengan cara ransum pakan difermentasi, dan (2) Pendistribusian bibit tanaman untuk
menunjang pelestarian lingkungan hidup dan meningkatkan pendapatan berupa bibit nangka.
Berbagai kegiatan yang telah dipaparkan di atas sejalan dengan teori yang telah dikutip pada Bab II halaman 16, bahwa pendidikan nonformal diselenggarakan di luar sistem persekolahan yang diperuntukkan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan. Jenis pendidikan ini membekali keterampilan praktis sehingga peserta didik dapat hidup mandiri, terampil dalam bidang tertentu.
3. Kegiatan Pendidikan Informal
Penyelenggaraan pendidikan informal yang dilakukan PCM Tulung dikoordinasi oleh Majelis Tabligh sebagaimana yang telah dipaparkan pada Bab IV halaman 27, yakni dengan menyelenggarakan pengajian Keluarga Kamis yang dilaksanakan dua minggu sekali dimulai pukul 16.00-17.30. Pengajian ini mengkaji kitab Tanya Jawab Agama Islam yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid dengan penceramah ustadz Naskhan Fahrurozi yang bertempat di Balai Islamic Centre AHABA Tulung. Kegiatan ini bertujuan untuk membina keluarga sakinah yang sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Jama’ah yang mengikuti pengajian ini diharapkan dapat membimbing keluarganya, terutama anak-anaknya dalam memberikan teladan serta menanamkan nilai-nilai agama supaya dapat berperilaku sesuai dengan syari’at Islam. Pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan teori pendidikan informal yang telah dikutip pada Bab II halaman 16, yaitu jenis pendidikan yang
38
dilakukan oleh orang tua untuk mendidik anak-anak agar mereka menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab di masyarakat.