A. Deskripsi Data
2. Peran ganda yang dijalani oleh perempuan sebagai ibu rumah tangga
Adapun terkait kegiatan atau aktivitas yang dilakukan perempuan dalam menjalani perannya sehari-hari sebagai dukun urut (pijat) sekaligus sebagai ibu rumah tangga, maka ditemukan beberapa data atau temuan diantaranya yaitu : a) perempuan sebagai ibu rumah tangga, yang bekerja dan bertanggung jawab untuk memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan menyiapkan keperluan anak dan suami, b) perempuan sebagai dukun urut (pijat), yang bekerja dan bertanggung jawab untuk mengurut pasien/tamu, selain itu juga dapat mengerok, memandikan bayi, dan membuat ramuan (popol/sapih dan resep tradisional). 18
Gambar 4.2 hasil penelitian terkait peran ganda (kegiatan) yang dijalani oleh perempuan sebagai sebagai ibu rumah tangga dan dukun urut
(pijat)
18 Hasil Observasi dan Wawancara yang dilakukan pada 19 November 2021 – 24 Desember 2021 di Kampung Nagrog
a. Aktivitas (peran ganda) yang dilakukan pekerja perempuan sebagai ibu rumah tangga
Aktivitas yang dilakukan perempuan sebagai ibu rumah tangga adalah aktivitas/kegiatan harian yang harus dilakukan sebagai seorang ibu rumah tangga. Aktivitas ini beraneka ragam, diantaranya yaitu seperti mencuci baju, memasak, membersihkan rumah maupun menyiapkan keperluan suami dan anak. Bagi seorang ibu rumah tangga yang bekerja, pekerjaan ini biasa dilakukan sebelum menjalankan pekerjaannya ataupun setelah pulang kerja. Dan berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada pekerja perempuan yang berprofesi sebagai dukun urut (pijat) ini, dapat diketahui bahwa terdapat perempuan yang melaksanakan pekerjaan rumah tangganya dengan dibantu oleh suami ataupun anaknya, namun ada juga perempuan yang mengatur seluruh pekerjaan rumah tangganya seorang diri tanpa adanya bantuan dari suami ataupun anaknya sehingga perempuan tersebut mengalami beban berja berkali-kali lipat, yakni bekerja sebagai seorang ibu rumah tangga serta bekerja sebagai seorang dukun urut (pijat).19
Gambar 4.3 foto ketika ibu Suhaenah sedang menyapu lantai
19 Hasil Wawancara yang dilakukan pada 19 November 2021 – 28 November 2021 di Kampung Nagrog
Seperti yang disampaikan oleh ibu Suhaenah (54) bahwa aktivitas/kegiatan yang dilakukan sebagai seorang ibu rumah tangga yakni memberikan sarapan untuk suami dan anak, kemudian melanjutkan pekerjaan rumah yang belum dikerjakan setelah pasien/tamu pulang.
Seperti yang diungkapkan kepada peneliti sebagai berikut:
“Saya bangun pagi-pagi, kemudian ngasih sarapan ke suami dan anak-anak, kemudian jika ada yang ngurut saya seling dengan ngurut, terus saya selingi lagi dengan beres-beres rumah.”20
Gambar 4.4 foto ketika Ibu Eti sedang menjemur pakaian
Hal tersebut juga dikemukakan oleh Ibu Eti (68) bahwa aktivitas atau kegiatan yang dilakukan sebagai seorang ibu rumah tangga yakni bangun pagi, kemudian masak dan mencuci, kemudian melanjutkan pekerjaan rumah kembali setelah pasien/tamu selesai diurut. Seperti yang diungkapkan kepada peneliti sebagai berikut:
“Biasanya setelah sholat subuh saya langsung masak sambil mencuci, kemudian jika ada orang ngurut, saya suruh tunggu
20 Wawancara dengan Ibu Suhaenah pada tanggal 19 November 2021 di Kampung Nagrog
sebentar, setelah selesai ngurut biasanya saya lanjutkan lagi mengerjakan pekerjaan rumah yang lain, begitu seterusnya.”21
Gambar 4.5 foto ketika Ibu Eneng sedang memasak di dapur
Hal serupa juga dikemukakan oleh Ibu Eneng (59) yang mengatakan bahwa setelah menjalankan ibadah sholat subuh, ia mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu dan memasak.
Kemudian pekerjaan rumah tangga lainnya dilakukan setelah tidak ada lagi pasien/tamu yang datang untuk mengurut. Seperti yang diungkapkan kepada peneliti sebagai berikut:
“Setelah sholat subuh biasanya saya langsung memegang pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu, memasak dan sebagainnya sampe agak siangan, kemudian jika ada pasien datang, saya tunda dulu pekerjaan rumah saya dan saya pegang (urut) pasien dahulu, kemudian pekerjaan rumah dilanjut lagi jika tidak ada lagi pasien yang datang. Seperti itu terus.”22
21 Wawancara dengan Ibu Eti pada tanggal 20 November 2021 di Kampung Nagrog
22 Wawancara dengan Ibu Eneng pada tanggal 21 November 2021 di Kampung Nagrog
Gambar 4.6 foto ketika ibu Adah sedang mengepel lantai
Begitu juga yang dipaparkan oleh ibu Adah (51) bahwa pekerjaan rumah dikerjakan terlebih dahulu sebelum pasien/tamu datang dan dilanjutkan kembali setelah selesai mengurut. Seperti yang diungkapkan kepada peneliti sebagai berikut:
“Biasanya jika belum ada pasien, saya mengurus pekerjaan rumah terlebih dahulu, lalu jika ada pasien maka pekerjaan rumahnya saya tinggal. Kemudian setelah saya selesai mengurut, saya lanjutkan lagi memegang pekerjaan rumah. Jadi sebisa saya mengatur waktunya saja.”23
Pernyataan di atas dibenarkan oleh anggota keluarga pekerja perempuan, salah satunya adalah bapak Supriyanto (52) sebagai suami dari ibu Adah (51), yang mengatakan bahwa perempuan (istrinya) tetap menjalankan pekerjaan/tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga, yang mana semua pekerjaan rumah tangga termasuk juga mengurus anak-anak, semua tetap diurus dan dikerjakan oleh perempuan (istrinya).24 Pernyataan tersebut juga didukung oleh Adzi (25) sebagai pasien/tamu ibu Adah yang datang untuk memakai jasa dukun urut(pijat) ini, yang mengatakan bahwa ketika diurut ia mendapat kendala atau hambatan yakni terkadang ia harus menunggu dukun urut tersebut selesai mengerjakan pekerjaan rumah.25
Saat melakukan observasi pada bulan November 2021, peneliti juga melihat dan mengamati secara langsung bahwa perempuan yang
23 Wawancara dengan Ibu Adah pada tanggal 20 November 2021 di Kampung Nagrog
24 Wawancara dengan Bapak Supriyanto pada tanggal 19 November 2021 di Kampung Nagrog
menjalankan peran ganda sebagai seorang ibu rumah tangga yang juga bekerja sebagai dukun urut(pijat) ini, mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah, termasuk diantaranya mengepel, mencuci, memasak, membersihkan rumah, dan sebagainya. Meskipun beberapa pekerjaan atau kegiatan juga dibantu oleh anak mereka, namun pekerja perempuan ini tetap menjalankan perannya sebagai seorang ibu rumah tangga dengan tetap mengerjakan berbagai aktivitas/kegiatan rumah tangga.26
b. Aktivitas (peran ganda) yang dilakukan pekerja perempuan sebagai dukun urut (pijat)
Berdasarkan data yang ditemukan, perempuan yang menjalankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan sebagai dukun urut (pijat) ini menjalankan aktivitas atau kegiatan sebagai dukun urut (pijat) yang mencakup diantaranya mengurut, mengerok, memandikan bayi serta membuat ramuan (popol/sapih dan resep obat tradisional). Dimana dapat dikatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan perempuan dukun urut (pijat) ini bukan hanya sekedar ‘mengurut’, tetapi juga terdapat aktivitas lain yang juga tidak jauh berbeda.
Gambar 4.7 foto ketika ibu Suhaenah sedang memijat kaki pasien yang keseleo
25 Wawancara dengan Bapak Adzi pada tanggal 20 November 2021 di Kampung Nagrog
26 Hasil Observasi yang dilakukan pada bulan November 2021 di Kampung Nagrog
Seperti yang diungkapkan oleh ibu Suhaenah (54) bahwa selain mengurut, hal lain yang diinginkan dan diminta pasien/tamu adalah memandikan bayi, mengerok/mengerik, dan lain-lain. Yang mana kegiatan ini bisa dilakukan dirumah perempuan dukun urut (pijat) ataupun rumah pasien/tamu tersebut. Seperti yang diungkapkan kepada peneliti sebagai berikut:
“Saya biasanya diminta tolong untuk memandikan bayi jika ada ibu hamil yang baru melahirkan, terkadang mengerok./mengerik, dan lain-lain.”27
Gambar 4.8 foto ketika Ibu Eti sedang mengurut dan mengerik pasien anak-anak
Ibu Eti (68) mengungkapkan bahwa selain mengurut, pasien/tamu biasanya konsultasi atau bertanya terkait resep obat tradisional terkait penyakit yang sedang dialaminya, diantaranya resep sakit perut ataupun resep susah Buang Air Kecil (Bak). Dimana, resep yang diberikan ini berasal dari dedauan yang ada di alam, seperti daun kumis kucing, daun alpukat, lengkuas, dan lain sebaginya. Seperti yang diungkapkan kepada peneliti sebagai berikut:
“Biasanya selain ngurut pasien sering konsultasi terkait keluhan ataupun penyakit yang dialami, seperti bertanya tentang sakit perut obatnya apa, untuk tidak bisa buang air kecil obatnya apa, ya misalnya seperti daun alpuket, daun kumis kucing, lengkuas
27 Wawancara dengan Ibu Suhaenah pada tanggal 19 November 2021 di Kampung Nagrog
merah dan sebagainnya digodok (direbus kemudian diambil airnya), jadi lebih ke dedauan (ramuan dari daun).”28
Gambar 4.9 foto ketika Ibu Eneng sedang mengurut balita (pasiennya)
Ibu Eneng (59) memaparkan bahwa selain diurut, hal lain yang diinginkan atau diminta pasien/tamu biasanya meminta dikerok/kerik, memandikan bayi yang baru lahir, ataupun membuat popol (semacam ramuan yang dibuat dari dedaunan yang dicampur dengan bahan lain).
Seperti yang diungkapkan kepada peneliti sebagai berikut:
“Biasanya selain ngurut, pasien minta di kerik/kerok, dimandikan bayinya untuk ibu hamil yang masih takut, membuat popol (semacam ramuan yang dibuat dari dedaunan yang dicampur dengan bahan lain) dan sebagainya.”29
28 Wawancara dengan Ibu Eti pada tanggal 20 November 2021 di Kampung Nagrog
29 Wawancara dengan Ibu Eneng pada tanggal 21 November 2021 di Kampung Nagrog
Gambar 4.10 foto ketika ibu Adah sedang memijat kaki pasiennya
Ibu Adah (51) memaparkan bahwa selain diurut, hal lain yang diminta atau diinginkan pasien/tamu diantaranya yaitu lulur ataupun kerok/ketik. Seperti yang diungkapkan kepada peneliti sebagai berikut:
“Paling pasien perempuan biasanya minta di lulur, ada juga yang minta dikerok/dikerik.”30
Pemaparan di atas juga didukung oleh pernyataan dari pasien/tamu yang memakai jasa dari perempuan yang menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai dukun urut (pijat) ini, diantaranya yaitu Dewi (33), yang merupakan pasien ibu Suhaenah. Ia memaparkan bahwa selain diurut, ia biasanya minta dilulur ataupun dikerok/kerik ketika masuk angin.31 Begitu juga Neneng (40), yang merupakan pasien Ibu Eti. Ia memaparkan bahwa selain diurut, hal lain yang diminta atau diinginkan untuk dilakukan dukun (urut) adalah meminta untuk dibuatkan air godokan (air rebusan dari dedaunan obat).32 Salma (31), selaku pasien Ibu Eneng. Ia juga memaparkan bahwa selain diurut, hal lain yang diminta atau diajukan kepada dukun urut (pijat)
30 Wawancara dengan Ibu Adah pada tanggal 20 November 2021 di Kampung Nagrog
31 Wawancara dengan Ibu Dewi pada tanggal 26 November 2021 di Kampung Nagrog
32 Wawancara dengan Ibu Neneng pada tanggal 20 November 2021 di Kampung Nagrog
adalah meminta untuk dibuatkan popol (semacam obat tradisional yang berasal dari deaduan yang ditumbuk halus) serta dikerok/kerik.33
Berdasarkan observasi pada bulan November 2020, peneliti melihat dan mengamati secara langsung bahwa pasien/tamu dari perempuan yang juga berprofesi sebagai dukun urut (pijat) ini juga dapat melakukan hal lain selain mengurut, yakni diantaranya membuat sapih dan popol (semacam obat tradisional yang berasal dari dedaunan yang ditumbuk halus). Dimana sapih ini merupakan dedaunan yang digunakan untuk menghentikan bayi minum asi ibunya, popol ini diberikan dan ditempelkan pada tempat dimana bayi biasanya minum asi. Hal ini dilakukan agar bayi berhenti minum asi dan beralih ke susu formula.. sedangkan popol ini ada 2 macam, ada popol untuk bayi dan popol untuk luka. Popol untuk bayi sendiri diberikan jika bayi mengalami panas/demam, sedangkan popol untuk luka ditujukan untuk luka luar/luka dalam cukup mengganggu (terasa panas/terbakar).34
3. Dampak peran ganda pada perempuan sebagai ibu rumah tangga dan