Berdasarkan data yang ditemukan, peneliti menyarankan beberapa hal terkait peran ganda yang dialami oleh perempuan sebagai ibu rumah tangga dan dukun urut (pijat), diantaranya yaitu
a. Pemerintah: perlu adanya kebijakan-kebijakan yang dapat membantu masyarakat, khususnya perempuan rumah tangga dalam meningkatkan skill dan kemampuan guna diperoleh kualitas hidup dan meningkatkan perekonomian keluarga dengan adanya sosialisasi di tiap daerah-daerah, khususnya daerah yang jauh dari ibukota.
b. Keluarga: perlu adanya kesadaran bahwa pekerjaan rumah tidak hanya dilakukan oleh perempuan rumah tangga (ibu/istri) melainkan juga tanggung jawab semua anggota keluarga, dan perlu adanya kontribusi langsung dalam mengerjakan pekerjaan rumah (domestik) guna meringankan dan membantu perempuan rumah tangga (ibu/istri) agar berkurangnya dampak yang ditimbulkan akibat menjalani peran ganda atau beban kerja ganda.
85
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Haryanto, Sindung. Spektrum Teori Sosial: Dari Klasik Hingga Post Modern.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
Jones, Pip. dkk., Buku Pengantar Teori-teori Sosial, Terj. dari Introducing Social Theory, Second Edition oleh Achmad Fedyani Saifuddin, Jakarta:
Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016.
Pedoman Penulisan Skripsi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta: FITK, 2019.
Ritzer, George & Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern Edisi Ke-6, Terj.
dari Modern Sociological Theory 6th Edition oleh Alimandan, Jakarta:
Kencana, 2010.
Samsu, Metode Penelitian (Teori Dan Aplikasi Penelitian Kualitatif, Mixed Methods Serta Research & Development), Jambi: Pusat Studi Agama Dan Kemasyarakatan, 2017.
Siyoto, Sandu. Dasar Metodologi Penelitian, Yogyakarta : Literasi Media Publishing, 2015.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung:Alfabeta, 2016.
Usman, Husaini dan Purnomo Setiadhy Akbar. Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: Bumi Aksara, 2017.
Yusuf, A. Muri Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, Dan Penelitian Gabungan, Jakarta: Kencana, 2014.
Skripsi
Fadlianti, Nurul. “Peran perempuan buruh tani merica dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Desa Wawondula Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur”, Skripsi pada Universitas Negeri Makassar, Makassar:
2019, tidak dipublikasi.
Farlina, Liza. “Dukun Pengobatan di Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi”, Skripsi pada program Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta: 2005, tidak dipublikasi.
Miranti, Vivi. “Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Pedagang Kue Tradisional Di Pasar Doping Kelurahan Doping Kecamatan Penrang Kabupaten Wajo”, Skripsi Pada Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar: 2019, Tidak Dipublikasi.
Puspitasari, Eka. “Peran Ganda Perempuan Pada Ibu Bekerja Di Desa Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta”, Skripsi Pada Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta: 2016, tidak dipublikasi.
Ridwan. Mas Muhammad. “Peran Ganda perempuan Dalam Keluarga Sebagai Buruh Pabrik Dan Ibu Rumah Tangga Di Desa Berbek Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo”, Skripsi pada sekolah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya: 2012, tidak dipublikasi.
Sari, Desi Kurnia. “Pemahaman Masyarakat Muslim Tentang Perdukunan Di Kampung I Desa Tembung”, Skripsi pada program Sarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan: 2018, tidak dipublikasi.
Setiawan, Bayu Aji. “Persepsi Masyarakat Pada Pengobatan Non Medis Di Desa Pang Kemiri Tulangan Kabupaten Sidoarjo”, Skripsi pada program sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Surabaya, 2021, tidak dipublikasi.
Jurnal
Ahdiah, Indah. Peran-Peran Perempuan Dalam Masyarakat, Jurnal Academica Fisip Untad, 05, 2013.
Christoper, Rio dkk., Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pekerja wanita sebagai Ibu rumah tangga, Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15, 2017.
Hakim, Lukman. Et al, Faktor Fosial Budaya dan Orientasi Masyarakat Dalam Berobat, Jurnal Universitas Jember, 2013.
Ilyas, Arwani. Paradigma Masyarakat Tentang Dukun (Melacak Peran dan Posisi Dalam Struktur Sosial Politik dan Ekonomi Masyarakat), Jurnal Kontemplasi, 6, 2017.
Manalu, Afriyame. dkk., Faktor-faktor yang mempengaruhi wanita bekerja sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) di PT. Inti Indosawit Subur Muara Bulian Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari, Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis, 17, 2014.
Maswita, Wanita Bekerja dan Mengatur Keperluan Keluarga, Jurnal Keguruan, 5, 2017.
Matsani, dkk. Pengaruh Pijat Urut Tradisional Indonesia (Relaksasi), dan Peregangan (Stretching) Terhadap Nyeri Punggung Bawah (LBP) yang Disebabkan Spasme Otot, Jurnal DhammavicayaI, 5, 2021.
Ramadani, Ninin. Implikasi Peran Ganda Perempuan Dalam Kehidupan Keluarga Dan Lingkungan Masyarakat, jurnal Sosietas, 6, 2016
Rambitan, Monica. Peran Ganda Wanita Karir di Kelurahan Wengkol Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa, Jurnal Holistik, 2014.
Sabariman, Hoiril. Perempuan Pekerja (Status Dan Peran Pekerja Perempuan Penjaga Warung Makan Kurnia), Jurnal Analisa Sosiologi, 8, 2019.Samsidar, Peran Ganda Wanita dalam Rumah Tangga, Jurnal An Nisa’, 12, 2019.
Sari,Eka Novita. dkk., Persepsi Kesetaraan Gender Dan Motivasi Bekerja Dalam Peningkatan Pendapatan Keluarga (Studi Kasus Pasar Tradisional Besuki Situbondo), Jurnal Universitas Muhammadiyah Jember, 2019. Siswati, Endah. Berhenti Bekerja Demi Keluarga (Dilema Perempuan Karir Dalam Perspektif Feminisme), Jurnal Translitera, 9, 2020.
Suharnanik, Peran Ganda (Bekerja Sekaligus Ibu Rumah Tangga) Perempuan Muslimah Dalam Perspektif Struktural Fungsional, Jurnal Al-Hikmah, 17, 2019.
Supartiningsih, Peran Ganda Perempuan Sebuah analisis Kritis, jurnal Filsafat, 2003.
Turama, Akhmad Rizqi. Formulasi Teori Fungsionalisme Struktural Talcottt Parsons, Eufoni, 2, 2020.
Website
Aisha, Agnesia. “Dr. Zaidul Akbar Jelaskan Manfaat bagi yang Menyukai Urut dan Pijat”, 2021, https://portaljember.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr- 162787105/dr-zaidul-akbar-jelaskan-manfaat-bagi-yang-menyukai-urut-dan-pijat, 8 januari 2022.
Anonim, “Pijat Bayi di Tukan Urut, Boleh Engga Sih?”, 2019, https://kumparan.com/kumparanmom/pijat-bayi-di-tukang-urut-boleh-enggak-sih-1qr2eBbP63w/full, 7 Januari 2022.
Fauziyyah, Atikah Nur Azzah. “Mengembalikan Makna Kata “Perempuan””, 2019, https://amanat.id/mengembalikan-makna-kata-perempuan/, 7 Januari 2022.
Kamus Besar Bahasa lndonesia (Online),
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/perempuan, Diakses pada 31 Desember 2021
Muhammad Fahmi Garna, “Perancangan Media Melalui Buku Informasi Manfaat
Pijat Tradisional Untuk Kesehatan”, 2016,
https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/706/jbptunikompp-gdl-muhammadfa-35272-10-unikom_m-i.pdf, 8 Januari 2022..
Parhani, Siti. “Antara Wanita dan Perempuan, Apa Bedanya?”, 2021, https://magdalene.co/story/antara-wanita-dan-perempuan-apa-bedanya, 7 Januari 2022.
Septiani, Wahyu. “Kata Mana yang Sebaiknya Digunakan: Wanita atau Perempuan?”, 2021, https://www.dewimagazine.com/news-art/kata-mana-yang-sebaiknya-digunakan-wanita-atau-perempuan, 7 Januari 2022.
Sodikin, “Meski Beda Penampilan, Dukun Hitam Dan Dukun Putih Ternyata..”, 2020, https://www.islampos.com/meski-beda-penampilan-dukun-hitam-dan-dukun-putih-ternyata-206865/, 8 Januari 2020.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Lembar Uji Referensi
LEMBAR UJI REFERENSI
Lampiran 2. Transkip Wawancara
TRANSKIP WAWANCARA :
A. Perempuan yang bekerja sebagai Dukun Urut (pijat) sekaligus sebagai Ibu Rumah Tangga
Nama : Ibu Suhaenah (Enah)
Umur : 54 Tahun
Pendidikan : SMP
Tempat dan waktu wawancara : Kp. Nagrog, 19 November 2021 Pukul 13:50 WIB
No. Pertanyaan Jawaban
1 Berapa banyak anggota keluarga anda?
Ada 5 orang, saya suami dan 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki 2 Apa pekerjaan suami anda? Buruh serabutan
3 Apa saja kegiatan sehari-hari anda?
Kegiatan saya kalau pagi mengurus rumah, seperti memasak, mencuci dan mengurus keperluan keluarga dan mengurut,
sedangkan untuk mengurut sendiri
dikerjakan setelah pekerjaan rumah selesai
4
Dari siapa anda belajar dan apa saja yang anda pelajari untuk menjadi seorang dukun urut (pijat)?
Dari orangtua saya
Hal yang saya pelajari untuk menjadi seorang tukang urut yakni seperti
meluruskan niat, menjalankan puasa senin kamis dan mengikuti sunah-sunah Nabi, itu saja, yang terpenting semua yang saya pelajari untuk memperoleh ridho Allah
6
Apa saja alat-alat yang dibutuhkan untuk
mendukung pekerjaan anda sebagai dukun urut (pijat)?
Kasur untuk mengurut, minyak urut, handbody dan uang koin (untuk mengerok/mengerik)
7 Berapa kali dalam sehari
anda menerima pasien? Kadang 3, kadang 5, tidak menentu
8
Selain mengurut, apa saja hal yang dapat anda lakukan atau kerjakan sebagai seorang dukun urut (pijat)?
Saya biasanya diminta tolong untuk memandikan bayi jika ada ibu hamil yang baru melahirkan, terkadang
Tidak menentu, kadang besar kadang kecil, namanya juga seikhlasnya orang. Pasien ngasih tidak menentu, sesuai dengan kebutuhan mereka, keadaan ekonomi mereka, kadang besar kadang kecil.
10
Saya sendiri memutuskan untuk menjadi tukang urut karena untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, kebutuhan hidup, dan biaya seolah anak. Saya dibidang yang lain tidak bisa, dibidang usaha saya sudah bangkurt, nah kebetulan orangtua saya tukang urut, jadi saya nurunin jadi tukang urut, dan kebutuhan saya terpenuhi jadi tukang urut
11
Siapa yang mengurus rumah ketika anda bekerja sebagai dukun urut (pijat)?
Saya dan anak perempuan saya.
12
Bagaimana anda mengatur waktu anda dalam
melaksakan peran sebagai
Saya bangun pagi-pagi, kemudian ngasih sarapan ke suami dan anak-anak, kemudian jika ada yang ngurut saya seling dengan
dukun urut (pijat) dan sebagai seorang ibu rumah tangga?
ngurut, terus saya selingi lagi dengan beres-beres rumah. Jadi, fleksibel lah, sesuai dengan keadaan dan keperluan kita. Kadang jika tamu datang pagi, setelah selesai saya lanjutkan dengan memasak dan
membereskan rumah. Itu aja, jadi yang penting saya bisa membagi waktu sih antara ngurut dan ngurus rumah
Saya sendiri merasa sangat berubah, dari segi ekonomi sendiri kebutuhan keluarga dapat terpenuhi, anak anak bisa sekolah dan apapun yang mereka inginkan dapat saya penuhi, dan saya juga jadi mudah dikenal oleh orang dan dipercaya untuk ngurut, dipanggil kesana kesini untuk mengurut, dan banyak lagi ketika ada pasien yang ke rumah dan saya lagi ngurut diluar, terus kadang-kadang ketika pekerjaan di rumah kaya memasak dan sebagainnya belum selesai, ada yang ngurut ada yang nungguin, dan terkadang suka dipanggil untuk memandikan bayi yang tempatnya cukup jauh, itu saja kendalanya
Dampaknya banyak, seperti fisik saya melemah, tenaga yang berkurang setelah mengurut, sulit konsentrasi, terus sedikit ada kenadala aja ketika menyesuaikan antara mengurus rumah dan mengurut, terlebih
rumah tangga? karena sayasemakin tua jadi lebih ke fisik ajasih. Tapi karena mengurut juga
perekonomian keluarga saya terbantu, saya bisa menyekolahkan anak hingga kuliah
Nama : Ibu Hj. Uum S (Ibu Eti)
Umur : 68 Tahun
Pendidikan : SD
Tempat dan waktu wawancara : Kp. Nagrog, 20 November 2021 Pukul 12:47 WIB
No. Pertanyaan Jawaban
1 Berapa banyak anggota
keluarga anda? Ada 3 orang, 2 laki-laki dan 1 perempuan 2 Apa pekerjaan suami anda? Suami saya sudah meninggal
3 Apa saja kegiatan sehari-hari anda?
Mengepel, meyuci, pokoknya pekerjaan ibu rumah tangga dan ngurut. Terkadang saya juga ikut pengajian rutin tiap semninggu 3 kali dan tentu aja ngurut
4
Sejak kapan anda menjalani profesi sebagai dukun urut (pijat)?
Saya sudah menjadi seorang dukun urut (pijat) sejak 1992
5
Dari siapa anda belajar dan apa saja yang anda pelajari untuk menjadi seorang dukun urut (pijat)?
Saya belajar dari orang luar (asing) dan orangtua saya,
Saya mempelajari tentang obat-obatan tradisional (dari dedaunan dan
sebagainnya) , akupuntur, dan puasa sunnah (senin-kamis)
6 Apa saja alat-alat yang
dibutuhkan untuk mendukung
Saya biasanya hanya memakai minyak (bisa minyak urut, minyak sayur ataupun
pekerjaan anda sebagai dukun urut (pijat)?
minyak yang dibawa oleh pasien) dan terkadang kain, itu saja
7 Berapa kali dalam sehari anda menerima pasien?
Biasanya 3 sampai 4 orang, paling sedikit 3 orang dan paling banyak 7orang dalam sehari
8
Selain mengurut, apa saja hal yang dapat anda lakukan atau kerjakan sebagai seorang dukun urut (pijat)?
Biasanya selain ngurut pasien sering konsultasi terkait keluhan ataupun penyakit yang dialami, seperti bertanya tentang sakit perut obatnya apa, untuk tidak bisa buang air kecilobatnya apa, ya misalnya seperti daun alpuket, daun kumis kucing, lengkuas merah dan sebagainnya digodok (direbus kemudian diambil
airnya), jadi lebih ke dedauan (ramuan dari daun)
Karena bisa sambil mengurus keluarga dan karena saya mempunyai keahlian
(kemampuan) untuk menjadi seorang dukun urut (pijat) yang saya pelajari dari orang asing (luar), jadi saya ikuti
11
Siapa yang mengurus rumah ketika anda bekerja sebagai dukun urut (pijat)?
Saya sendiri, terkadang dibantu oleh keluarga ketika mereka sedang luang aja
12
Bagaimana anda mengatur waktu anda dalam
melaksakan peran sebagai
Biasanya setelah sholat subuh saya langsung masak sambil mencuci, kemudian jika ada orang ngurut, saya
dukun urut (pijat) dan sebagai seorang ibu rumah tangga?
suruh tunggu sebentar, setelah selesai ngurut biasnaya saya lanjutkan lagi mengerjakan pekerjaan rumah yang lain, begitu seterusnya
Perubahannya paling penghasilan saya jadi bertambah
Menurut saya tidak ada, paling saya sulit mengatur waktu makan saja, jadinya sakit maag aja
Saya rasa penghasilan saya jadi lebih bertambah, sebulan saya bisa mendapat 2 juta lebih, saya juga lebih dikenal di lingkungan sekitar
Nama : Ibu Eneng
Umur : 59 Tahun
Pendidikan : SD
Tempat dan waktu wawancara : Kp. Nagrog, 21 November 2021 Pukul 15:20 WIB
No. Pertanyaan Jawaban
1 Berapa banyak anggota keluarga anda?
Ada 6 orang, saya dan suami, lalu 4 orang anak perempuan
2 Apa pekerjaan suami anda? Tidak bekerja (serabutan)
3 Apa saja kegiatan sehari-hari anda?
Kegiatan saya mengurus rumah, mencuci menyapu, mengepel, memasak, menjaga warung, dan sebagainnya serta ngurut
4
Sejak kapan anda menjalani profesi sebagai dukun urut (pijat)?
Sejak anak terakhir saya masih kecil, mungkin sekitar tahun 1999an
5
Dari siapa anda belajar dan apa saja yang anda pelajari untuk menjadi seorang dukun urut (pijat)?
Saya belajar sendiri, dan dibantu sedikit dengan orangtua saya
Waktu itu saya menjalani puasa saja, seperti puasa sunnah, puasa mutih dan belajar bagaimana teknik dan cara mengurut yang benar, itu saja
6
Apa saja alat-alat yang
dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan anda sebagai dukun urut (pijat)?
Kasur untuk mengurut, kain sebagai tutupan jika ada perempuan yang
mengurut seluruh badan, minyak (minyak kelapa, minyak urut ataupun minyak bayi), uang koin untuk kerokan/kerikan, dan bawang untuk mengerik/mengerok bayi, karena kulit bayi sensitive jadi tidak bisa pakai koin
7 Berapa kali dalam sehari anda menerima pasien?
Tergantung, paling sedikit 10 orang, paling banyak 25-30 orang perhari, kebanyakan bayi
8
Selain mengurut, apa saja hal yang dapat anda lakukan atau kerjakan sebagai seorang dukun urut (pijat)?
Biasanya selain ngurut, pasien minta di kerik/kerok, dimandikan bayinya untuk ibu hamil yang masih takut, membuat popol (semacam ramuan yang dibuat dari dedauanan yang dicampur dengan bahan lain) dan sebagainnya
9 tiap pasien, ada yang 25 ribu, 30 ribu, 50 ribu, bahkan 100 ribu. Untuk beberapa pasien, bahkan ada yang saya gratiskan karena merasa kasihan saya dulu kerja, kemudian bangkrut dan kena tipu orang, jadi saya memutuskan untuk membantu suami saya mencari nafkah, jadi saya mulai belajar menjadi seorang dukun urut (pijat)
11
Siapa yang mengurus rumah ketika anda bekerja sebagai dukun urut (pijat)?
Saya sendiri, terkadang dibantu sama anak, tapi mereka tidak terlalu banyak membantu
12
Bagaimana anda mengatur waktu anda dalam
melaksakan peran sebagai dukun urut (pijat) dan sebagai seorang ibu rumah tangga?
Setelah sholat subuh biasanya saya langsung memegang pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu, memasak dan sebagainnya sampe agak siangan,
kemudian jika ada pasien datang, saya tunda dulu pekerjaan rumah saya dan saya pegang (urut) pasien dahulu, kemudian pekerjaan rumah dilanjut lagi jika tidak ada lagi pasien yang datang. Seperti itu terus.
Saya kira banyak, seperti perekonomian saya bertambah, saya bisa membangun rumah, saya bisa menyekolahkan anak saya sampai kuliah, dan saya banyak dipanggil oleh orang untuk ngurut mereka.
14 Apa hambatan yang anda Kadang jika saya sedang pegang pekerjaan
alami ketika anda menjalani peran sebagai seorang dukun urut (pijat) dan sebagai seorang ibu rumah tangga?
rumah, tiba-tiba pasien datang untuk ngurut, jadi pekerjaan rumah terpaksa saya tunda dulu. Saya juga tidak sempat
makan/sarapan jika pasien datang terlalu pagi, jadi saya baru bisa makan siang atau sore setelah pasien pulang. Dan yang terakhir paling menyesuaikan waktu ibadah sholat, terkadang ada pasien yang kekeuh minta diurut saat itu juga, padahal saya belum sholat, jadi terpaksa saya tunda sholat sampai akhir waktu. bertambah, saya mudah dipercaya dan dikenal orang untuk ngurut, saya juga bisa menyekolahkan anak saya. Tapi, saya juga terkadang merasa letih/lelah, saya merasa banyak pikiran saja, dan gampang terkena penyakit, terutama maag karena telat makan, sulit mengatur waktu untuk sholat jika ada banyak pasien.
Nama : Ibu Adah
Umur : 51 Tahun
Pendidikan : SMA/SLTA
Tempat dan waktu wawancara : Kp. Nagrog, 20 November 2021 Pukul 14:42 WIB
No. Pertanyaan Jawaban
1 Berapa banyak anggota keluarga anda?
Ada 5, saya dan suami serta 2 anak laki-laki dan 1 orang perempuan
2 Apa pekerjaan suami anda? Tukang urut juga
3 Apa saja kegiatan sehari-hari anda?
Biasanya saya menyiapkan sarapan untuk suami dan anak saya, kemudian mencuci, mengepel, membersihkan
rumput/halaman, menggosok, pokoknya mengurus rumah dan keluarga, dan mengurut.
Dari siapa anda belajar dan apa saja yang anda pelajari untuk menjadi seorang dukun urut (pijat)?
Dari ibu saya dan suami saya, saya mempelajari bagaimana cara mengurut dan doa apa saja yang biasanya dibacakan (seperti al-fatihah dan surat-surat pendek lainnya), saya juga puasa senin kamis, itu saja
Kasur, kain sebagai tatakan, Minyak (minyak kelapa, minyak urut, dan sebagainnya), dan uang koin (untuk mengerok/mengerik)
7 Berapa kali dalam sehari anda menerima pasien?
Kadang 2 orang, kadang 3 orang, paling banyak 5
8
Selain mengurut, apa saja hal yang dapat anda lakukan atau kerjakan sebagai seorang dukun urut (pijat)?
Paling pasien perempuan biasanya minta di lulur, ada juga yang minta
dikerok/dikerik
Biasanya 50 ribu, 70 ribu, atau 100 ribu
10
Di samping saya punya ilmu atau keahlian yang diturunkan dari orangtua, juga untuk memenuhi prekonomian/kebutuhan keluarga, jadi saya memutuskan untuk menjadi seorang dukun urut (pijat). Suami saya pun juga begitu, untuk menambah pendapatan. Dan karena ketika menjadi seorang dukun urut (pijat) saya juga bisa sambil mengurus keluarga, ngurus semua sambil ngurut
11
Siapa yang mengurus rumah ketika anda bekerja sebagai dukun urut (pijat)?
Saya sendiri, anak saya hanya bantu-bantu saja
12
Bagaimana anda mengatur waktu anda dalam
melaksakan peran sebagai dukun urut (pijat) dan sebagai seorang ibu rumah tangga?
Biasanya jika belum ada pasien, saya mengurus pekerjaan rumah terlebih dahulu, lalu jika ada pasien maka pekerjaan rumahnya saya tingga.
Kemudian setelah saya selesai
mengurut,saya lanjutkan lagi memegang pekerjaan rumah. Jadi sebisa saya mengatur waktunya saja dan saya jadi lebih dikenal orang
14
Apa hambatan yang anda alami ketika anda menjalani peran sebagai seorang dukun urut (pijat) dan sebagai
Hambatannya seperti saya jadi lebih mudah lelah, mudah ngantuk, capek, pokoknya seperti itu
seorang ibu rumah tangga?
Dampak baiknya sih saya bisa memenuhi keinginan anak-anak saya, sekedar untuk jajan dan keperluan lainnya
Untuk dampak buruknya sendiri, badan saya jadi mudah lelah/capek.
B. Anggota Keluarga (suami/anak) Perempuan yang bekerja sebagai Dukun Urut (pijat) sekaligus sebagai Ibu Rumah Tangga
Nama : Mela Wahuni (anak ibu Enah)
Umur : 24 tahun
Pendidikan : S1 (Sedang berkuliah)
Tempat dan waktu wawancara : Kp. Nagrog, 19 November 2021 Pukul 15:56 WIB
No. Pertanyaan Jawaban
1 Apa pekerjaan anda? Saya seorang mahasiswa 2 Apa saja kegiatan
sehari-hari anda?
Kegiatan saya paling menghandle pekerjaan rumah dan kuliah keluarga sih ya, karena beliau yang mencari nafkah di keluarga ini 4 Siapa saja yang bekerja di
keluarga anda? Hanya ibu saya saja
5
Apa yang anda lakukan ketika perempuan (istri/ibu) yang ada dalam keluarga ini bekerja?
Yang saya lakukan biasanya mengurus rumah dan mengerjakan pekerjaan saya sebagai mahasiswa
6
Sebenarnya karena faktor ekonomi yah, jadi saya mau tidak meu menyetujui, karena dari nenek sayapun ada ketutrunannya. Jadi setuju saja sih.
7
Siapa yang mengurus rumah ketika perempuan (istri/ibu) yang ada dalam keluarga ini bekerja?
Saya sendiri, namun terkadang ibu saya juga memegang pekerjaan rumah
8
Jadi perubahan yang dialamiinya terbantu dari segi ekonomi, kalau dari ekonomi sendiri lebih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, kalau yang lainnya ibu saya jadi lebih dikenal sama yang lain ya
9
Saya sebagai anak merasakan karena peran ibu saya sendiri ada 2 selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai seorang pencari nafkah, jadi yang saya rasakan emosional kurang stabil
Dampaknya sih bagi psikologis saya ya, karena saya pribadi kurang mendapatkan kasih sayang karena ibu saya sibuk
bekerja, jadinya saya menjadi pribadi yang sedikit emosional. Dampak lainnya ya ekonomi keluarga saya sangat terbantu dan terpenuhi, juga keluarga kami jadi
gampang dikenal di sekitar 11 Apakah perempuan
(istri/ibu) yang ada dalam
Sebenarnya sih, terkadang karena pekerjaannya suka ada yang lupa
keluarga ini) sering
mengerjakan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Terlebih jika saya tidak dapat mengerjakan pekerjaan tersebut,
sebenarnya tidak masalah, ibu mempunyai banyak peran, menjadi ibu juga dan bekerja juga. Karena tidak ada batasan untuk itu, karena perempuan juga bisa bekerja juga dan menjadi ibu juga.
Hebatnya perempuan disitu sih
Nama : Selorini (anak ibu Eti)
Umur : 43 Tahun
Pendidikan : Sarjana (S1)
Tempat dan waktu wawancara : Kp. Nagrog, 25 November 2021 Pukul 20:05 WIB
No. Pertanyaan Jawaban
1 Apa pekerjaan anda? Karyawan swasta
2 Apa saja kegiatan sehari-hari anda?
2 Apa saja kegiatan sehari-hari anda?