KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
3. Peran Guru dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi
Di era digital sekarang ini, beragam macam teknologi menunjukkan kemajuan serta turut berpartisipasi apalagi menyangkut dengan sistem pendidikan dalam proses pembelajaran. Dalam suatu proses pembelajaran, guru dinobatkan sebagai pemegang amanah peran sutradara sekaligus sebagai aktornya, yang memiliki kewajiban dan tugas dengan merancang dan melaksanakan proses pembelajaran di lingkungan pendidikan.
Menurut Susanto (2016: 18) pembelajaran merupakan gabungan dari dua kegiatan belajar dan juga mengajar yang terdapat beberapa peran guru dalam melakukan proses pembelajaran. Adapun menurut Maswan dan Khoirul Muslimin (2017: 228) bahwa peran dan tugas guru pada proses kegiatan pembelajaran yakni sebagai organisasi, fasilitas, dinamis, dan evaluasi. Tugas dan peran guru secara operasional dalam kegiatan pembelajaran meliputi keseluruhan pada pengelolaan bagian-bagian pembelajaran seperti kegiatan penyusunan RPP (Rencana Proses Pembelajaran), menyampaikan materi saat PBM berlangsung, pengelolaan kelas, membimbing dan menilai siswa, sehingga kegiatan PBM dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan dapat mencapai tujuan. Paradigma lama masih menganggap guru sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pembelajaran tidak lagi berlaku saat ini, karena kemajuan teknologi seringkali mengubah paradigma belajar dan pembelajaran.
Menurut Pribadi (2017:10) mengemukakan bahwa kemajuan teknologi komunikasi yang terjadi sekarang mengubah tugas seorang guru bukan hanya sebagai pendidik tempat memperoleh ilmu semata, akan tetapi seorang guru dapat mengembangkan dan mengelola pembelajaran sehingga mengantarkan siswa mencapai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya. Secara umum, perubahan teknologi pendidikan membuat terjadinya perubahan pendidikan dan teknologi di masa yang akan datang.
4. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi a. Pengertian Media
MenurutAssociationofEducationandCommunicationTechnology (AECT) di dalam buku Zainiyati (2017:62) tentang pembatasan media sebagai bentuk dan saluran dalam menyampaikan pesan atau informasi. Sedangkan, NationalEducationAssociation (NEA) memberikan pengertian tentang semua benda yang dapat direkayasa, didengar, dilihat dan juga dibaca merupakan media.
Media pembelajaran adalah alat bantu dalam kegiatan belajar-mengajar yang didalamnya terdapat informasi dan pengetahuan sehingga dapat digunakan oleh siswa dalam belajar agar pembelajaran yang dilakukan lebih aktif dan efektif.
Menurut Arsyad (2016:10) pengertian media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam kegiatan proses belajar dan mengajar, dengan demikian timbul ransangan pada peningkatan minat belajar siswa. Sedangkan, Susanto (2016: 44) mengartikan sebagai media adalah tempat perantara atau elektromekanik antarsiswa dan materi ajar yang diantaranya radio, taperecorder, tv, camera, OHP, slideinfocus, computer/laptop berupa
elektronik. Berdasarkan pendapat para ahli yang menyatakan bahwa media sebagai penyaluran sebuah pesan dan juga sumber informasi dari berbagai pesan-pesan yang bertujuan meningaktnya kegiatan belajar mengajar agar menjadi aktif dan efektif sejalan dengan proses kegiatan pembelajaran yang berjalan seiring dengan perubahan teknologi.
b. Klasifikasi Media
Digital teknologi komunikasi yang berkembang sangat berpengaruh kesemua aspek kehidupan yang termasuk di dalam dunia pendidikan khususnya proses kegiatan pembelajaran yang sangat penting bagi proses kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar.
Gambar 2.1 Klasifikasi Media
Beberapa kelompok media yang dimanfaatkan dalam kegiatan proses belajar mengajar, antara lain:
1) Media cetak yaitu salah satu jenis media yang sudah sering dipergunakan sebagai sarana dalam proses kegiatan belajar.
2) Media grafis dan display media atau media pameran merupakan media yang dimanfaatkan sebagai sarana pengetahuan dipergunakan sebagai alat mendapatkan ilmu dan sumber informasi menarik bagi penggunanya.
3) Media audio yakni media yang digunakan untuk mendengarkan informasi dan pengetahuan lisan secara komprehensif untuk melatih kemampuan penggunanya, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
4) Gambr bergerak atau motionpictures adalah salah satu media yang dapat menayangkan gambar bergerak yang terarah tanpa adanya unsure suara.
5) Multimedia bertujuan memberikan pengalaman belajar bagi penggunanya yang merupakan produk kemajuan teknologi digital.
c. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran Bahasa Indonesia
Dalam Nurdin dan Adriantoni, (2016:120) menurut Ibrahim memberikan penjelasan tentang pentingnya media pembelajaran dikarenakan dapat memotivasi siswa dan membangkitkan rasa senang dan bahagia, sehingga timbul pembaharuan-pembaharuan yang dapat memberikan ilmu pengetahuan dalam diri siswa selama proses pembelajaran. Beberapa manfaat/fungsi Media Pembelajaran Bahasa Indonesia, antara lain:
1) Sebagai alat bantu dalam mengantarkan materi pembelajaran bahasa.
2) Memberikan stimulus dan memusatkan perhatian siswa
3) Pengendalian dalam menyampaian materi khusus yang membutuhkan pemikiran.
4) Tindakan berbagai gaya belajar siswa. Miisalnya, keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Google Meet.
Menurut Rival dan Sudjana dalam buku Nurdin dan Adriantoni (2016:121) manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, sebagai berikut:
1) Pembelajaran lebih menarik perhatian siswa yang dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2) Makna pada bahan pembelajaran akan lebih jelas sehingga lebih mudah dipahami siswa dan memungkinkan dapat menguasai sehingga tercapainya tujuan pembelajaran.
3) Metode mengajar lebih bervariasi, tidak hanya dengan pemberian komunikasi verbal melalui arahan yang monoton dari guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.
4) Siswa lebih fokus dalam melakukan kegiatan proses pembelajaran.
Sementara itu pemilihan media pembelajaran dalam kriteria khusus yang lebih dikenal dengan akronim ACTION (Akses, Cost, Teknologi, Interaktif, Organisasi, Novelt). Berikut penjabarannya, antara lain:
1) Akses merupakan tujuan untuk memberikan kemudahan dalam menggunakan media pembelajaran
2) Cost merupakan pembuatan media dan pengaplikasian media pembelajaran yang mengeluarkan tariff sebanding dengan hasil yang ingin dicapai.
3) Teknologi yakni pembuatan pengaplikasian media pembelajaran yang memuat software maupun hardware pada pembuatan tersebut.
4) Interaktif yang merupakan pembangun communication multi arah dalam proses pembelajaran baik secara mental, fisik, maupun keahliannya.
5) Organisasi merupakan pengaplikasian dalam pembuatan media pembelajaran.
6) Novelt adalah unsur pembaharuan media yang dibuat untuk diaplikasikan.
Zainiyati (2017:61) seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi seslalu ada upaya pembaharuan dalam memanfaatkan hasil teknologi.
Media memungkinka tersedia di sekolah, sehingga guru hendaknya dituntuk untuk lebih kreatif dalam penggunaan media sesuai dengan harapan pada tujuan pembelajaran, bilamana media tersebut belum tersedia.
5. Media Aplikasi Google Meet a. Pengertian Google Meet
Menurut Bambang dalam bukunya yang dikutip Faizin (2020: 112), Google Meet adalah berupa video conference yang dengan mudah dapat di install pada perangkat PC (Personal Computer) dengan webcam, Laptop dengan webcam, maupun Smartphone Android. Google Meet digunakn sebagai media penunjang kebutuhan komunikasi oleh banyak orang di mana pun dan kapan pun tanpa berkontak langsung.
Menurut Munir (2009: 72) dalam "Google Meet" tidak ada iklan sehingga hal ini sangat tepat untuk melakukan video conference, karena bandwidth yang digunakan sangat ringan, selain itu resource memori yang dijalankan di media tidak memakan terlalu banyak. Untuk mengetahui cara menggunakannya, diperlukan untuk melakukan registrasi, hanya dengan memasukan email di halaman utama pada website aplikasi tersebut (Google Meet), kemudian akan mendapatkan notifikasi dari email yang akan dilakukan untuk mengaktifasi akun, dan silakan untuk mengikuti langkah-langkahnya.
Pemanfaatan aplikasi Google Meet dapat mempermudah dan mengefisienkan waktu pertemuan, jadi bisa berkomunikasi meskipun situasinya berada jauh dari
pandangan atau sebagai WFH (Work From Home), semua pesan dan juga penjelasan mampu tersampaikan secara menyeluruh tanpa harus bertemu tatap muka. Selama internet ada, komunikasi dapat menjadi lancar, pesan dapat disampaikan dalam waktu jangka yang singkat. Dengan demikian, internet sangat memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam berkomunikasi dengan orang di sekitarnya dan juga orang-orang diberbagai belahan dunia. Proses pembelajaran tentu diperlukan akses teknologi, baik handphone, laptop/PC atau komputer, sebab teknologi pembelajaran terus berkembang dari zaman ke zaman.
Menurut Darmawan (2014: 23-24) bahwa Google Meet bisa didownload langsung melalui aplikasi playstore yang ada di handphone (smartphone).
Perangkat yang dikatakan lunak ini sangat didukung dengan jaringan 3G maupun 4G. Pemanfaatan internet juga berguna untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh. Sebab itulah keberadaanya dibantu dalam ranah pendidikan yang disahkan bulan Juli 2003, khususnya pasal 31 UU nomor 20 tahun 2003. Sehingga, dari uraian di atas WFH (Work From Home) baik untuk digunakan dengan situasi negara Indonesia sekarang, sebab wilayahnya tersebar dengan beribu-ribu pulau untuk melalukan komunikasi khususnya pada proses pembelajaran dengan penggunaan aplikasi Google Meet.
b. Kelebihan dan Kekurangan Google Meet Pada Kegiatan Pembelajaran Pembelajaran jarak jauh dilakukan sebagai WFH (Work From Home) merupakan kebutuhan pasif yang digunakan terutama dibidang pendidikan. Pada tingkat Sekolah Dasar WFH menjadi kebutuhan belajar, berbagi referensi, dan berdiskusi merupakan suatu hal yang sangat berarti untuk para pengenyam
pendidikan. Dalam WFH (Work From Home) pada proses pembelajaran dapat menggunakan aplikasi Google Meet sebagai pembelajaran tatap muka secara jarak jauh. Adapun Menurut Rusman (yang dikutip dari Faizin (2020: 34) dalam proses pembelajaran terdapat beberapa kelebihan dari penggunaan aplikasi Google Meet, sebagai berikut:
1) Suasana terasa di kelas, sebab aplikasi ini akan terlihat secara langsung (live) wajah dari guru dan teman kita yang sedang hadir di kelas atau group kelas.
2) Ketika presentasi dapat mendukung fitur presentasi, bahan materi bisa disiarkan secara langsung kepada partisipan. Dan partisipan dan pemateri bisa mencoret-coret tampilan presentasi tersebut, sehingga akan membantu dalam menjelaskan dan memahami sebuah materi.
3) Google Meet dapat menampung kapasitas ruang yang besar dalam suatu forum live video.
4) Kualitas video jernih dan suara yang lebih jelas, sehingga dapat berkomunikasi dengan baik.
5) Ketika live video pada suatu forum di dalam fitur on/off, bisa mengatur untuk menampilkan atau mematikan video dan audio. Ketika kita tidak membutuhkan wajah atau pun suara, kita dapat mematikannya. Hal tersebut tidak akan mengganggu dan dapat menjaga private dalam forum.
6) Akses gratis dengan fitur yang memadai.
Kekurangan yang terdapat pada aplikasi Google Meet, antara lain:
1) Tidak tersedia tampilannya menggunakan Bahasa Inggris jadi sedikit menyulitkan bagi pengguna yang terbiasa dengan Bahasa Indonesia.
2) Ketika melakukan pertemuan daring (online) dengan live video, secara otomatis akan mengalami pemborosan data.
3) Kualitas video bergantung pada masing-masing jaringan internet penggunanya. Jika semakin kencang, makan akan semakin bagus kualitasnya.
4) Untuk ukuran file dari aplikasi android Google Meet ini sekitar 28 MB. Hal ini bersifat relatif, karena kapasitas memory handphone setiap pengguna berbeda-beda.
5) Privasi pribadi akan diketahui oleh banyak orang dikarenakan apalbila menggunakan sebuah aplikasi maka akan dimintai data pribadi kita sehingga, hal tersebut secara otomatis akan membuka privasi kita.
Dari uraian di atas, tentu ada upaya maupun hambatan yang akan dilalui baik pendidik maupun siswa. Kegiatan belajar-mengajar dengan metode online mempertimbangkan resiko yang masih dilakukan sampai sekarang dengan kondisi yang mengharuskan berbagai kegiatan agar dilakukan dari rumah, termasuk sekolah dan bekerja dari rumah.
Keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah anak mengakui bahwa terdapat hal positif yang dapat dipetik pada pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Siswa yang telah didampingi orang tua memiliki kemampuan baru dari berbagai variasi tugas yang diberikan sekolah termasuk dengan menggunakan aplikasi Google Meet. Bukan hanya kemampuan siswa yang meningkat, orang tua yang ikut terlibat membantu mengawasi proses pembelajaran yang selama ini tidak dilakukan ketika siswa sekolah tatap muka dan pengenalan digital yang lebih
dini merupakan dampak yang orang tua rasakan. Adapun kekurangan dari tanggapan orang tua yang membawa dampak kekhawatiran justru mempengaruhi pembelajaran memperoleh pendidikan siswa jadi kurang maksimal, karena siswa melakukan proses pembelajaran yang didampingi orang tua dengan berbagai macam keluhan yang disampaikan orang tua mengarahkan anaknya, namun mengingat terhadap pada situasi sekarang lebih baik daripada akan belajar tatap muka yang masih dalam ruang lingkup bahaya Covid-19.