PENGGUNAAN APLIKASI GOOGLE MEET SEBAGAI WORK FROM HOME DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MUATAN BAHASA INDONESIA DI ERA COVID-19 KELAS V SDN 26 MANGKACA
KECAMATAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh:
ALIFA PRATIWI FAISAL NIM 105401113417
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2021
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Kantor: Jl. Sultan Alauddin No. 259, Telp. (0411)-866132. Fax. (0411)
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Alifa Pratiwi Faisal Nim : 10540 11134 17
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Strata 1 Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Judul Skripsi : Penggunaan Aplikasi Google Meet Sebagai Work From Home dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Muatan Bahasa Indonesia Di Era Covid-19 Kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah asli hasil karya sendiri, bukan hasil ciplakan atau buatan oleh orang lain.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, Agustus 2021 Yang Membuat Pernyataan,
Alifa Pratiwi Faisal NIM: 10540 11134 17
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Kantor: Jl. Sultan Alauddin No. 259, Telp. (0411)-866132. Fax. (0411)
SURAT PERJANJIAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Alifa Pratiwi Faisal Nim : 10540 11134 17
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Strata 1 Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Judul Skripsi : Penggunaan Aplikasi Google Meet Sebagai Work From Home dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Muatan Bahasa Indonesia Di Era Covid-19 Kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep
Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:
1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).
2. Dalam menyusun skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pemimpin fakultas.
3. Saya tidak akan melakukan penjiplakkan (plagiat) dalam penyusunan skripsi.
4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2, dan 3, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.
Makassar, Agustus 2021 Yang Membuat Perjanjian,
Alifa Pratiwi Faisal NIM: 10540 11134 17
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO:
“Tidak akan pernah ada langkah ribuan mil jika tidak dimulai dengan langkah pertama.” (Alifa Pratiwi Faisal)
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Mujadilah : 11)
PERSEMBAHAN:
Kuperuntukkan karya teristimewa ini kepada kedua orang tuaku, saudara juga kerabat, dan keluarga besar yang senantiasa memanjatkan doa, memberi semangat, mengarahkan, membimbing, memberikan kasih sayang dan perhatian.
Serta kepada Allah SWT yang selalu memberikan petunjuk yang tak terduga sehingga semuanya dimudahkan dan dilancarkan.
ALIFA PRATIWI FAISAL
ABSTRAK
Alifa Pratiwi Faisal, 2021. Penggunaan Aplikasi Google Meet Sebagai Work From Home dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Muatan Bahasa Indonesia Di Era Covid-19 Kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Dibimbing oleh Hj. Rosmini Madeamin, dan Andi Adam.
Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk mengetahui cara menggunakan aplikasi Google Meet sebagai Work From Home dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada muatan Bahasa Indonesia Di Era Covid-19 kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep. Subjek penelitian terdiri dari 5 siswa. Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap setiap siklusnya, yakni tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Indikator motivasi belajar pada penelitian ini berupa tercapainya kriteria taraf keaktifan siswa dan taraf keberhasilan respon siswa. Adapun pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik: observasi/pengamatan, angket/kuesioner, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dapat dilihat dengan perolehan taraf keaktifan siswa dan taraf keberhasilan respon siswa, yaitu pada siklus I taraf keaktifan siswa adalah sebesar 38% mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 74%. Begitu juga dengan respon siswa yang sebelumnya adalah sebesar 49,5%
dan mengalami peningkatan menjadi 90,5%. Sehingga, terjadi peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II dan tidak perlu dilakukan siklus III.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Google Meet sebagai Work From Home dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada muatan Bahasa Indonesia Di Era Covid-19 kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep.
Kata kunci : Google Meet, Motivasi Belajar.
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi Rabbil Alamin segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Allah yang paling agung untuk membuka jalan bagi setiap maksud dan tujuan kita, Allah yang paling suci untuk menjadi energi bagi petunjuk hidup dan kesuksesan kita. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan bimbingan dari-Nya sehingga, skripsi dengan judul “Penggunaan Aplikasi Google Meet Sebagai Work From Home dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada
Muatan Bahasa Indonesia Di Era Covid-19 Kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep” dapat diselesaikan dan berjalan dengan baik pada waktu yang telah ditentukan sesuai dengan harapan penulis sebelumnya.
Setiap orang dalam berkarya selalu mengharapkan kesempurnaan, termasuk dalam tulisan ini. Penulis menyadari keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, tetapi penulis telah mengerahkan segala daya dan upaya untuk membuat tulisan ini selesai dengan baik dan bermanfaat dalam dunia pendidikan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Motivasi dari berbagai pihak yang sangat membantu dalam perampungan tulisan ini. Segala rasa hormat, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada
kedua orang tua, Muh. Faisal Aburaera dan Andi Sarlinda Abubakar yang telah melambungkan doa, berjuang, rela berkorban tanpa pamrih dalam mengasuh, membesarkan, mendidik, dan membiayai penulis dalam proses pencarian ilmu.
Selama dalam proses penyelesaian skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, baik bantuan material maupun moral. Oleh karena itu, penulis menyampaikan penghargaan dan penghormatan serta ucapan terima kasih kepada Ibu Dr. Hj. Rosmini Madeamin, M.Pd., sebagai Pembimbing I dan Bapak Andi Adam, M.Pd., sebagai Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan serta motivasi sejak awal penyusunan proposal hingga selesainya skripsi ini. Tidak lupa juga penulis ucapkan terima kasih kepada;
Bapak Aliem Bahri S.Pd., M.Pd., ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Dr. Erwin Akib, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, serta seluruh dosen dan para staf pegawai dalam lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah membekali penulis dengan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi penulis.
Terima kasih pula yang sebesar-besarnya kepada Ibunda Nurhaedah, S.Pd kepala SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep dan beserta para staf, terutama Ibu Andi Sarlinda, S.Pd., sebagai guru pendamping penulis dan Ibu Maryam, S.Pd. sebagai wali kelas V yang telah memberikan izin dan bantuan untuk melakukan penelitian. Tak lupa penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Keluarga Besar Program Studi PGSD dan Keluarga Besar Asisten
Laboratorium IPA PGSD yang begitu banyak memberikan motivasi yang sangat berarti dan dengan sangat banyak terima kasih kepada teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Angkatan 2017 terkhusus untuk kelas D Universitas Muhammadiyah Makassar, terutama dengan Nur Ihsan S dan Mila Karmila sebagai sahabat yang tanpa henti memberikan semangat, serta teman- teman yang tidak sempat penulis sebutkan satu per satu. Terima kasih atas segala bantuan, pemberian semangat tanpa batas hingga sekarang, tiada imbalan yang dapat penulis berikan selain memohon kepada Allah SWT, semoga segala bantuan yang telah diberikan menjadi pahala di sisi-Nya.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis senantiasa mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak, selama saran dan kritikan tersebut sifatnya membangun karena penulis yakin bahwa suatu persoalan tidak akan berarti sama sekali tanpa adanya kedua perihal tersebut. Mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri pribadi penulis.
Aamiin allahumma aamiin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Makassar, Agustus 2021
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
SURAT PERJANJIAN ... v
MOTO DAN PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah……….1
B. Masalah Penelitian………...5
1. Identifikasi Masalah ... 5
2. Alternatif Pemecahan Masalah... 5
3. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian………...6
D. Manfaat Penelitian………...6
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori………...8
1. Penelitian yang Relevan………...8
2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar………...9
3. Peran Guru dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi………11
4. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi………...12
5. Media Aplikasi Google Meet………...17
6. Motivasi Belajar………...22
B. Kerangka Pikir………...25
C. Hipotesis Tindakan………..27
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian………..………..28
B. Prosedur Penelitian……….……...28
C. Instrumen Penelitian.………...32
D. Teknik Pengumpulan Data………….………...33
E. Teknik Analisis Data……….……….………...34
F. Indikator Keberhasilan...35
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 36
B. Pembahasan ... 42
BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 50
B. Saran ... 51 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP
DAFTAR TABEL
Tabel 3.2 Kriteria Taraf Keaktifan Siswa ... 34 Tabel 3.3 Kriteria Taraf Keberhasilan Respon Siswa ... 35 Tabel 4.1 Hasil Taraf Keaktifan Siswa dan Keberhasilan Respon Siswa Kelas V SDN 26 Mangkaca Setiap Siklus ... 36 Tabel 4.2 Hasil Observasi Siklus I Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada
Muatan Bahasa Indonesia Sebelum Menggunakan Aplikasi Google Meet ... 38 Tabel 4.3 Hasil Observasi Siklus II Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada
Muatan Bahasa Indonesia Setelah Menggunakan Aplikasi Google Meet ... 39 Tabel 4.4 Hasil Lembar Angket Siklus I Terhadap Motivasi Belajar Siswa
Muatan Bahasa Indonesia Sebelum Menggunakan Aplikasi Google Meet ... 40 Tabel 4.5 Hasil Lembar Angket/Kuesioner Siklus II Terhadap Motivasi Belajar
Siswa Muatan Bahasa Indonesia Setelah Menggunakan Aplikasi
Google Meet ... 41
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Klasifikasi Media ... 13 Gambar 2.2 Bagan Kerangka Pikir ... 26 Gambar 3.1 Siklus PTK Sederhana Kemmis dan Mc Taggart... 32
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada dasarmya, pendidikan adalah upaya pemberian suatu ilmu pengetahuan/wawasan, keterampilan dan keahlian terhadap seseorang guna mengembangkan bakat serta kepribadian yang ada dalam diri masing- masing.
Dengan adanya pengetahuan, seseorang termotivasi untuk mendapatkan pengembangan akan kemampuannya dalam mengahadapi kemajuan dan perkembangan IPTEK. Untuk itu, permasalahan dalam dunia pendidikan perlu perhatian khusus yang lebih optimal, sehingga masalah kuantitas, kualitas, dan relevansinya dapat teratasi.
Sesuai Bab 1 Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (Suardi, 2017:94) yaitu:
Pendidikan merupakan kemampuan seseorang dalam menciptakan situasi belajar yang menciptakan pembelajaran aktif, efektif dan menyenangkan dilandasi dengan spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan baik untuk diri pribadi, masyarakat, bangsa maupun negara.
Rimang (2015:70) mengatakan bahwa pendidikan bisa dianggap berkualitas apabila kegiatan PBM dapat berjalan dengan menantang dan juga sedemikian menarik. Dengan demikian, siswa dapat meningkatkan cara belajarnya dalam pembelajaran yang berkesinambungan. Oleh karena itu, kegiatan PBM di dunia pendidikan adalah rangkaian proses yang terencana. Dalam bidang pendidikan, perkembangan informasi dan teknologi sangat berpengaruh dan berkembang pesat yang dapat menjadikan jembatan di era globalisasi.
1
Teknologi menurut Suryana dan Rusdiana (2015:73) mengemukakan bahwa sangat berperan penting dalam kemajuan dunia pendidikan yang sudah berkembang pesat. Saat ini, pengetahuan sudah didokumentasi dan telah disimpan dalam bentuk nyata seperti pada media gadget dan lainnya yang diartikulasikan dalam bentuk bahasa formal dan mudah dipahami oleh kalangan luas.
Di masa pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi yang memberikan dampak yang lebih berpengaruh dalam berbagai bidang. Selama masa pandemi, pemerintah melakukan social distance sebagai upaya pembatasan kegiatan di luar rumah terutama di dunia pendidikan yang dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan fasilitas yang dapat mengakses internet. Pembelajaran jarak jauh merupakan sistem kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara virtual dengan menggunakan alat berbasis teknologi, seperti e-modul, video pembelajaran dan beberapa fitur yang dimuat oleh beberapa aplikasi yang digunakan di dalam gadget.
Sistem pendidikan berbasis online (daring) menjadi salah satu yang dilakukan untuk mengimplementasikan protokol pencegahan COVID-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah. WFH atau Work From Home adalah suatu pilihan yang menjadikan proses kegiatan dari rumah yang dapat mengupayakan situasi di era pandemi Covid-19 dan telah mengubah sistem kerja dengan melakukan pelayanan kepada publik melalui pengerjaan berbasis online yang dilakukan dari rumah.
Menurut Roycnhansyah (2020) dalam jurnal Ely Satiyasi Rosali (2020:
22) pada masa pandemi, perilaku masyarakat perubahan di antaranya bekerja dari rumah yang dikenal dengan istilah WFH, menggunakan fitur dunia maya, pilihan moda transportasi sampai dengan akses kontrol. Pemanfaatan teknologi sudah menjadi kebutuhan pokok terutama pada dunia pendidikan. Di mana, pendidik dan siswa harus dapat memanfaatkan fasilitas serta mengoperasikannya untuk melakukan proses pembelajaran jarak jauh, akhir-akhir ini banyaknya aplikasi untuk dipergunakan dalam pembelajaran online.
Adapun menurut Molinda (2005) yang dikutip oleh Arizona (2020: 66) bahwa pembelajaran online (daring) adalah bentuk bentuk pembelajaran jarak jauh yang diselingi dengan pemanfaatan media dan teknologi, misalnya internet.
Pembelajaran online (daring) bertujuan untuk menghubungkan siswa dengan sumber belajarnya sehingga dapat untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi atau berkolaborasi meskipun secara fisik dikatakan saling berjauhan dengan satu sama lain. Untuk itu, berfokus pada salah satu aplikasi yang dapat digunakan sebagai akses WFH dalam dunia pendidikan yakni penggunaan aplikasi Google Meet yang merupakan fitur dari Google yang bisa dimanfaatkan untuk mengakses suatu kegiatan yang dilakukan dari rumah. Dengan kata lain, penggunaan dengan memanfaatkan aplikasi Google Meet bisa menjadi alat alternatif sebagai WFH untuk proses belajar dan mengajar, memperoleh berbagai ilmu dengan belajar dari rumah terutama pada muatan Bahasa Indonesia.
Muatan Bahasa Indonesia yang terdiri dari berbagai aspek keterampilan;
keterampilan menulis, keterampilan membaca, keterampilan menyimak dan
keterampilan berbicara. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang dikhususkan kepada siswa Sekolah Dasar merupakan alat komunikasi yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam penggunaan bahasa agar dapat berfungsi dengan efektif dan efisien. Pada usia sekolah dasar, pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dijadikan kemampuan dasar dalam berbahasa untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Selain itu, juga dapat membentuk sebuah perilaku dalam berbahasa yang baik serta memberikan pemahaman dasar untuk menghargai bahasa yang digunakannya.
Pembelajaran online yang berfokus pada muatan Bahasa Indonesia, tidak sedikit peserta didik mengalami tingkat kejenuhan yang terbilang tinggi pada saat mempelajarinya, seringkali dijumpai bacaan tanpa adanya kreasi semacam umpan balik apapun yang membuat peserta didik dapat mempertahankan semangat dalam belajar. Seseorang tidak dapat meningkatkan cara belajarnya jika sering mengalami kejenuhan.
Dalam menghadapi disituasi demikian, diperlukan sebuah penggerak yang dapat dijadikan motivasi dalam meningkatkan belajarnya, sehingga mereka lebih bersemangat melakukan proses pembelajaran secara berkesinambungan dan karena alasan inilah peneliti ingin melakukan penelitian mengenai “Penggunaan Aplikasi Google Meet sebagai Work From Home dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Muatan Bahasa Indonesia Di Era Covid-19 Kelas V SDN 26 Mangkaca, Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep”.
B. Masalah Penelitian 1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, demi terwujudnya pembahasan sesuai dengan harapan, maka peneliti memaparkan identifikasi masalah sebagai berikut:
a. Pembelajaran masih berjalan monoton dan masih berpusat pada guru.
b. Siswa kurang berpartisipasi dalam kegiatan belajar-mengajar.
c. Guru belum menggunakan Google Meet dalam proses pembelajaran.
2. Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, peneliti memberikan jalan alternatif pemecahan masalah yaitu memanfaatkan aplikasi Google Meet dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah serta alternatif pemecahan masalah di atas, peneliti memaparkan permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah
“Bagaimana penggunaan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada muatan Bahasa Indonesia Di Era Covid-19 kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep?”.
C. Tujuan Penelitian
Terdapat tujuan penelitian adalah “Untuk mengetahui cara penggunaan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada muatan Bahasa Indonesia Di Era Covid-19 kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep.”
D. Manfaat Penelitiaan
Berdasarkan uraian latar belakanb masalah, rumusann masalah dan tujuaan penelitian di atas, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis dan praktis sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Lazimnya, penelitian ini digunakan sebagai bahan referensi dan sumber informasi, sehingga dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan terkhusus muatan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pemanfaatan penggunaan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) pada era pandemi Covid-19 di lingkungan sekolah dasar..
2. Manfaat Paktis
Adapun manfaat praktis dari penelitian ini, sebagai berikut:
a. Pada Siswa, untuk mengembangkan motivasi belajar menggunakan aplikasi Google Meet sebagai proses belajar dari rumah untuk memberikan sejumlah pengetahuan dan keterampilan dasar terhadap pengalaman-pengalaman di era Covid-19 dan memajukan sistem pendidikan.
b. Pada Guru, mendapatkan pengalaman dengan memanfaatkan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) dan sebagai bahan masukan dalam membimbing siswa untuk meningkatkan motivasi belajar, mengembangkan wawasan dan pengetahuan sehingga dapat menambah semangat dalam menciptakan suasana belajar sedemikian menarik.
c. Bagi Sekolah, sebagai masukan untuk memperbaiki suatu rangka situasi untuk menghadapi proses pembelajaran kepada guru, sehingga adanya kualitas pada saat proses pembelajaran khususnya belajar dari rumah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa muatan Bahasa Indonesia.
d. Bagi Peneliti, menambah wawasan yang terinci, memiliki keterampilan dan pengetahuan serta kemampuan khususnya dalam pemanfaatan penggunaan aplikasi Google Meet serta cara penerapan WFH (Work From Home) melalui proses pembelajaran dari rumah.
e. Bagi Pembaca, sebagai informasi dan referensi dalam pengembangan penelitian dan menumbuhkan budaya meneliti agar menjadikan sebuah inovasi pembelajaran.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Penelitian yang Relevan
Juniartini dan Rasna (2020) melakukan penelitian yang pertama tentang
“Pemanfaatan Aplikasi Google Meet dalam Keterampilan Menyimak dan Berbicara untuk Pembelajaran Bahasa Pada Masa Pandemi Covid-19”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa proses kegiatan pembelajaran berada di kelas atau secara tatap muka dianggap lebih optimal dan pada penyampaian materi yang diberikan oleh guru jauh lebih cepat dipahami siswa. Guru yang sebagai motor penggerak sangat berperan penting saat memanfaatkan aplikasi Google Meet sehingga siswa tidak mengalami kejenuhan pada saat menerima pelajaran. Pemanfaatan aplikasi Google Meet juga bisa menjadi tolak ukur perkembangan pendidikan antara guru dan siswa. Adapun persamaan dari judul tersebut yaitu penggunaan aplikasi Google Meet memberikan manfaat untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
Penelitian kedua, dilakukan oleh Prihastanto (2020) “Analisis Kualitas Google Meet Pada Proses Kegiatan Rapat dan Kegiatan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode WebQual 4.0”. Hasil penelitian Google Meet menunjukkan bahwa kualitas kegunaan yang paling baik yaitu website menyediakan interaksi yang jelas dan mengenai variabel WebQual 4.0, yaitu kualitas kegunaan, kualitas informasi dan kualitas interaksi pelayanan akan berpengaruh positif dan signifikan
8
terhadap kepuasan pengguna. Adapun persamaan dari judul tersebut yaitu penjelasan mengenai manfaat dari aplikasi Google Meet sendiri.
Pada penelitian ketiga yang dilakukan oleh Faridatun Nadziroh (2017)
“Analisa Efektivitas Sistem Pembelajaran Berbasis E-Learning”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-learning sangat efektif pada peningkatan kualitas belajar mengajar yang bukan hanya dilakukan pada satu waktu dan diruangan saja.
Sistem ini membutuhkan koneksi jaringan internet yang baik dan memerlukan keterampilan dalam mengoperasikannya. Beberapa E-learning yang banyak digunakan antara lain edmodo, moodle dan google classroom. Moodle memiliki fitur lebih lengkap daripada edmodo dan google classroom, hanya saja moodle memerlukan hosting di server sendiri dan administrator sebagai pemantau utama;
untuk memaksimalkan fitur-fitur terdahulu. Adapun persamaan dari judul tersebut yaitu mengenai aplikasi, meskipun tidak disebutkan aplikasi Google Meet. Namun, Google Meet ini menjadi cakupan dari satu kesatuan ruang lingkup E-Learning.
2. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
Istilah pembelajaran saling berhubungan dengan belajar dan mengajar yang terjadi secara bersama-sama. Belajar dapat dilakukan walaupun tidak ada guru atau kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lainnya. Sedangkan, mengajar merupakan kegiatan guru didalam kelas yang melaksanakan proses belajar-mengajar dan segala aktivitas mengajar dan menciptakan suasana belajar yang nyaman dengan menerapkan kurikulum yang berlaku. Sementara itu,
pelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dan pendidik agar memperoleh ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan kurikulum.
Adapun standar isi Bahasa Indonesia dalam (Susanto, 2019: 246) menurut BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), sebagai berikut:
Pembelajaran muatan Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar mengarah pada peningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi muatan Bahasa Indonesia dengan tepat dan benar, baik secara lisan maupun tertulis, serta menumbuhkan apresiasi pada semangat yang membangun terhadap hasil karya kesastraan Bahasa Indonesia.
Mulyati, dkk. (2014: 117) mengemukakan bahwa Bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai bahasa pendukung pada iptek modernisasi untuk kepentingan nasional. Setiap muatan pelajaran memerlukan Bahasa Indonesia terutama dalam pelasanaan PBM di sekolah.
Menurut Zainiyati (2017: 2) mengajar adalah proses kegiatan telah dipersiapkan, direncanakan untuk mengawasi, membimbing siswa dalam kegiatan belajar agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan, dari Sudjana (2014: 29) mengajar adalah suatu proses yang dapat mengatur, menyusun bagian dari beberapa keseluruhan dan membentuk menjadi sebuah lingkungan yang ada di sekitar siswa agar dapat membangkitkan dan memotivasi siswa melakukan proses pembelajaran.
Maswan dan Khoirul Muslimin (2017: 219) mengemukakan bahwa mengajar ialah proses pemberian dan penerimaan materi pelajaran terhadap siswa dengan cara membiasakan mereka serta diberikan arah agar memperoleh berbagai pengalaman. Dari beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa belajar-mengajar yakni sebuah cara dari proses hubungan
antara guru dan siswa yang aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Belajar berhubungan erat dengan mengajar. Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
3. Peran Guru dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi
Di era digital sekarang ini, beragam macam teknologi menunjukkan kemajuan serta turut berpartisipasi apalagi menyangkut dengan sistem pendidikan dalam proses pembelajaran. Dalam suatu proses pembelajaran, guru dinobatkan sebagai pemegang amanah peran sutradara sekaligus sebagai aktornya, yang memiliki kewajiban dan tugas dengan merancang dan melaksanakan proses pembelajaran di lingkungan pendidikan.
Menurut Susanto (2016: 18) pembelajaran merupakan gabungan dari dua kegiatan belajar dan juga mengajar yang terdapat beberapa peran guru dalam melakukan proses pembelajaran. Adapun menurut Maswan dan Khoirul Muslimin (2017: 228) bahwa peran dan tugas guru pada proses kegiatan pembelajaran yakni sebagai organisasi, fasilitas, dinamis, dan evaluasi. Tugas dan peran guru secara operasional dalam kegiatan pembelajaran meliputi keseluruhan pada pengelolaan bagian-bagian pembelajaran seperti kegiatan penyusunan RPP (Rencana Proses Pembelajaran), menyampaikan materi saat PBM berlangsung, pengelolaan kelas, membimbing dan menilai siswa, sehingga kegiatan PBM dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan dapat mencapai tujuan. Paradigma lama masih menganggap guru sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pembelajaran tidak lagi berlaku saat ini, karena kemajuan teknologi seringkali mengubah paradigma belajar dan pembelajaran.
Menurut Pribadi (2017:10) mengemukakan bahwa kemajuan teknologi komunikasi yang terjadi sekarang mengubah tugas seorang guru bukan hanya sebagai pendidik tempat memperoleh ilmu semata, akan tetapi seorang guru dapat mengembangkan dan mengelola pembelajaran sehingga mengantarkan siswa mencapai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya. Secara umum, perubahan teknologi pendidikan membuat terjadinya perubahan pendidikan dan teknologi di masa yang akan datang.
4. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi a. Pengertian Media
MenurutAssociationofEducationandCommunicationTechnology (AECT) di dalam buku Zainiyati (2017:62) tentang pembatasan media sebagai bentuk dan saluran dalam menyampaikan pesan atau informasi. Sedangkan, NationalEducationAssociation (NEA) memberikan pengertian tentang semua benda yang dapat direkayasa, didengar, dilihat dan juga dibaca merupakan media.
Media pembelajaran adalah alat bantu dalam kegiatan belajar-mengajar yang didalamnya terdapat informasi dan pengetahuan sehingga dapat digunakan oleh siswa dalam belajar agar pembelajaran yang dilakukan lebih aktif dan efektif.
Menurut Arsyad (2016:10) pengertian media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam kegiatan proses belajar dan mengajar, dengan demikian timbul ransangan pada peningkatan minat belajar siswa. Sedangkan, Susanto (2016: 44) mengartikan sebagai media adalah tempat perantara atau elektromekanik antarsiswa dan materi ajar yang diantaranya radio, taperecorder, tv, camera, OHP, slideinfocus, computer/laptop berupa
elektronik. Berdasarkan pendapat para ahli yang menyatakan bahwa media sebagai penyaluran sebuah pesan dan juga sumber informasi dari berbagai pesan- pesan yang bertujuan meningaktnya kegiatan belajar mengajar agar menjadi aktif dan efektif sejalan dengan proses kegiatan pembelajaran yang berjalan seiring dengan perubahan teknologi.
b. Klasifikasi Media
Digital teknologi komunikasi yang berkembang sangat berpengaruh kesemua aspek kehidupan yang termasuk di dalam dunia pendidikan khususnya proses kegiatan pembelajaran yang sangat penting bagi proses kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar.
Gambar 2.1 Klasifikasi Media
Beberapa kelompok media yang dimanfaatkan dalam kegiatan proses belajar mengajar, antara lain:
1) Media cetak yaitu salah satu jenis media yang sudah sering dipergunakan sebagai sarana dalam proses kegiatan belajar.
2) Media grafis dan display media atau media pameran merupakan media yang dimanfaatkan sebagai sarana pengetahuan dipergunakan sebagai alat mendapatkan ilmu dan sumber informasi menarik bagi penggunanya.
3) Media audio yakni media yang digunakan untuk mendengarkan informasi dan pengetahuan lisan secara komprehensif untuk melatih kemampuan penggunanya, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
4) Gambr bergerak atau motionpictures adalah salah satu media yang dapat menayangkan gambar bergerak yang terarah tanpa adanya unsure suara.
5) Multimedia bertujuan memberikan pengalaman belajar bagi penggunanya yang merupakan produk kemajuan teknologi digital.
c. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran Bahasa Indonesia
Dalam Nurdin dan Adriantoni, (2016:120) menurut Ibrahim memberikan penjelasan tentang pentingnya media pembelajaran dikarenakan dapat memotivasi siswa dan membangkitkan rasa senang dan bahagia, sehingga timbul pembaharuan-pembaharuan yang dapat memberikan ilmu pengetahuan dalam diri siswa selama proses pembelajaran. Beberapa manfaat/fungsi Media Pembelajaran Bahasa Indonesia, antara lain:
1) Sebagai alat bantu dalam mengantarkan materi pembelajaran bahasa.
2) Memberikan stimulus dan memusatkan perhatian siswa
3) Pengendalian dalam menyampaian materi khusus yang membutuhkan pemikiran.
4) Tindakan berbagai gaya belajar siswa. Miisalnya, keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Google Meet.
Menurut Rival dan Sudjana dalam buku Nurdin dan Adriantoni (2016:121) manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, sebagai berikut:
1) Pembelajaran lebih menarik perhatian siswa yang dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2) Makna pada bahan pembelajaran akan lebih jelas sehingga lebih mudah dipahami siswa dan memungkinkan dapat menguasai sehingga tercapainya tujuan pembelajaran.
3) Metode mengajar lebih bervariasi, tidak hanya dengan pemberian komunikasi verbal melalui arahan yang monoton dari guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.
4) Siswa lebih fokus dalam melakukan kegiatan proses pembelajaran.
Sementara itu pemilihan media pembelajaran dalam kriteria khusus yang lebih dikenal dengan akronim ACTION (Akses, Cost, Teknologi, Interaktif, Organisasi, Novelt). Berikut penjabarannya, antara lain:
1) Akses merupakan tujuan untuk memberikan kemudahan dalam menggunakan media pembelajaran
2) Cost merupakan pembuatan media dan pengaplikasian media pembelajaran yang mengeluarkan tariff sebanding dengan hasil yang ingin dicapai.
3) Teknologi yakni pembuatan pengaplikasian media pembelajaran yang memuat software maupun hardware pada pembuatan tersebut.
4) Interaktif yang merupakan pembangun communication multi arah dalam proses pembelajaran baik secara mental, fisik, maupun keahliannya.
5) Organisasi merupakan pengaplikasian dalam pembuatan media pembelajaran.
6) Novelt adalah unsur pembaharuan media yang dibuat untuk diaplikasikan.
Zainiyati (2017:61) seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi seslalu ada upaya pembaharuan dalam memanfaatkan hasil teknologi.
Media memungkinka tersedia di sekolah, sehingga guru hendaknya dituntuk untuk lebih kreatif dalam penggunaan media sesuai dengan harapan pada tujuan pembelajaran, bilamana media tersebut belum tersedia.
5. Media Aplikasi Google Meet a. Pengertian Google Meet
Menurut Bambang dalam bukunya yang dikutip Faizin (2020: 112), Google Meet adalah berupa video conference yang dengan mudah dapat di install pada perangkat PC (Personal Computer) dengan webcam, Laptop dengan webcam, maupun Smartphone Android. Google Meet digunakn sebagai media penunjang kebutuhan komunikasi oleh banyak orang di mana pun dan kapan pun tanpa berkontak langsung.
Menurut Munir (2009: 72) dalam "Google Meet" tidak ada iklan sehingga hal ini sangat tepat untuk melakukan video conference, karena bandwidth yang digunakan sangat ringan, selain itu resource memori yang dijalankan di media tidak memakan terlalu banyak. Untuk mengetahui cara menggunakannya, diperlukan untuk melakukan registrasi, hanya dengan memasukan email di halaman utama pada website aplikasi tersebut (Google Meet), kemudian akan mendapatkan notifikasi dari email yang akan dilakukan untuk mengaktifasi akun, dan silakan untuk mengikuti langkah-langkahnya.
Pemanfaatan aplikasi Google Meet dapat mempermudah dan mengefisienkan waktu pertemuan, jadi bisa berkomunikasi meskipun situasinya berada jauh dari
pandangan atau sebagai WFH (Work From Home), semua pesan dan juga penjelasan mampu tersampaikan secara menyeluruh tanpa harus bertemu tatap muka. Selama internet ada, komunikasi dapat menjadi lancar, pesan dapat disampaikan dalam waktu jangka yang singkat. Dengan demikian, internet sangat memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam berkomunikasi dengan orang di sekitarnya dan juga orang-orang diberbagai belahan dunia. Proses pembelajaran tentu diperlukan akses teknologi, baik handphone, laptop/PC atau komputer, sebab teknologi pembelajaran terus berkembang dari zaman ke zaman.
Menurut Darmawan (2014: 23-24) bahwa Google Meet bisa didownload langsung melalui aplikasi playstore yang ada di handphone (smartphone).
Perangkat yang dikatakan lunak ini sangat didukung dengan jaringan 3G maupun 4G. Pemanfaatan internet juga berguna untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh. Sebab itulah keberadaanya dibantu dalam ranah pendidikan yang disahkan bulan Juli 2003, khususnya pasal 31 UU nomor 20 tahun 2003. Sehingga, dari uraian di atas WFH (Work From Home) baik untuk digunakan dengan situasi negara Indonesia sekarang, sebab wilayahnya tersebar dengan beribu-ribu pulau untuk melalukan komunikasi khususnya pada proses pembelajaran dengan penggunaan aplikasi Google Meet.
b. Kelebihan dan Kekurangan Google Meet Pada Kegiatan Pembelajaran Pembelajaran jarak jauh dilakukan sebagai WFH (Work From Home) merupakan kebutuhan pasif yang digunakan terutama dibidang pendidikan. Pada tingkat Sekolah Dasar WFH menjadi kebutuhan belajar, berbagi referensi, dan berdiskusi merupakan suatu hal yang sangat berarti untuk para pengenyam
pendidikan. Dalam WFH (Work From Home) pada proses pembelajaran dapat menggunakan aplikasi Google Meet sebagai pembelajaran tatap muka secara jarak jauh. Adapun Menurut Rusman (yang dikutip dari Faizin (2020: 34) dalam proses pembelajaran terdapat beberapa kelebihan dari penggunaan aplikasi Google Meet, sebagai berikut:
1) Suasana terasa di kelas, sebab aplikasi ini akan terlihat secara langsung (live) wajah dari guru dan teman kita yang sedang hadir di kelas atau group kelas.
2) Ketika presentasi dapat mendukung fitur presentasi, bahan materi bisa disiarkan secara langsung kepada partisipan. Dan partisipan dan pemateri bisa mencoret-coret tampilan presentasi tersebut, sehingga akan membantu dalam menjelaskan dan memahami sebuah materi.
3) Google Meet dapat menampung kapasitas ruang yang besar dalam suatu forum live video.
4) Kualitas video jernih dan suara yang lebih jelas, sehingga dapat berkomunikasi dengan baik.
5) Ketika live video pada suatu forum di dalam fitur on/off, bisa mengatur untuk menampilkan atau mematikan video dan audio. Ketika kita tidak membutuhkan wajah atau pun suara, kita dapat mematikannya. Hal tersebut tidak akan mengganggu dan dapat menjaga private dalam forum.
6) Akses gratis dengan fitur yang memadai.
Kekurangan yang terdapat pada aplikasi Google Meet, antara lain:
1) Tidak tersedia tampilannya menggunakan Bahasa Inggris jadi sedikit menyulitkan bagi pengguna yang terbiasa dengan Bahasa Indonesia.
2) Ketika melakukan pertemuan daring (online) dengan live video, secara otomatis akan mengalami pemborosan data.
3) Kualitas video bergantung pada masing-masing jaringan internet penggunanya. Jika semakin kencang, makan akan semakin bagus kualitasnya.
4) Untuk ukuran file dari aplikasi android Google Meet ini sekitar 28 MB. Hal ini bersifat relatif, karena kapasitas memory handphone setiap pengguna berbeda-beda.
5) Privasi pribadi akan diketahui oleh banyak orang dikarenakan apalbila menggunakan sebuah aplikasi maka akan dimintai data pribadi kita sehingga, hal tersebut secara otomatis akan membuka privasi kita.
Dari uraian di atas, tentu ada upaya maupun hambatan yang akan dilalui baik pendidik maupun siswa. Kegiatan belajar-mengajar dengan metode online mempertimbangkan resiko yang masih dilakukan sampai sekarang dengan kondisi yang mengharuskan berbagai kegiatan agar dilakukan dari rumah, termasuk sekolah dan bekerja dari rumah.
Keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah anak mengakui bahwa terdapat hal positif yang dapat dipetik pada pembelajaran di masa pandemi Covid- 19. Siswa yang telah didampingi orang tua memiliki kemampuan baru dari berbagai variasi tugas yang diberikan sekolah termasuk dengan menggunakan aplikasi Google Meet. Bukan hanya kemampuan siswa yang meningkat, orang tua yang ikut terlibat membantu mengawasi proses pembelajaran yang selama ini tidak dilakukan ketika siswa sekolah tatap muka dan pengenalan digital yang lebih
dini merupakan dampak yang orang tua rasakan. Adapun kekurangan dari tanggapan orang tua yang membawa dampak kekhawatiran justru mempengaruhi pembelajaran memperoleh pendidikan siswa jadi kurang maksimal, karena siswa melakukan proses pembelajaran yang didampingi orang tua dengan berbagai macam keluhan yang disampaikan orang tua mengarahkan anaknya, namun mengingat terhadap pada situasi sekarang lebih baik daripada akan belajar tatap muka yang masih dalam ruang lingkup bahaya Covid-19.
6. Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Di dalam kegiatan belajar motivasi merupakan faktor yang sangat penting, motivasi memberi dorongan yang menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan.
a. Pengertian Motivasi Belajar
Menurut Syaiful Bahri dalam bukunya yang dikutip oleh Faizin (2020:35) menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan proses yang diciptakan untuk kepentingan siswa agar mereka semangat belajar dan senang.
Guru diharuskan untuk kreatif dalam memanfaatkan pembelajaran dari semua potensi kelas yang ada. Pada setiap guru menginginkan hal demikian, akan tetapi tidak semua akan terkabul sesuai harapan dikarenakan beberapa faktor yang timbul berdasarkan sarana yang tersedia, salah satu faktor yang menjadi penyebabnya adalah masalah motivasi.
Istilah motivasi dapat diartikan sebagai motif, kebutuhan, dorongan dan insting. Jadi motivasi adalah suatu konstruksi terhadap terjadinya tingkah laku seseorang yang dapat mendorong dirinya untuk melakukan sebuah usaha. Jika seseorang mengetahui sebuah perilaku orang lain seperti yang dilakukan, maka orang tersebut orang tersebut dapat dikatakan sebagai motivasi atau perilaku yang termotivasi.
Beberapa ahli memberikan pengertian motivasi, dengan mengaitkannya dengan “Needs atau wants, motive dan baru kemudian motivasi”. Arti kata Needs adalah potensi instrinstik yang sifatnya internal, motif berarti mengarahkan/menggerakkan tingkah laku seseorang dan motivasi berarti proses interaksi antara harapan dan kenyataan masa yang akan terjadi baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Dalam KBBI bahwa motivasi merupakan usaha yang menyebabkan seseorang atau dengan sekelompok orang bergerak untuk melakukan sesuatu yang dikehendakinya, dikarenakan untuk mencapai tujuannya masing-masing.
Menurut Purwanto (2010:64) tertulis dalam Psikologi Pendidikan bahwa telah memberikan penjelasan tentang motivasi yang merupakan segala sesuatu yang mendorong seseorang yang hendak melakukan sesuatu. Sehingga, timbul rangkuman dari pendapat para ahli di atas bahwa motivasi merupakan suatu perubahan yang terdapat pada diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan adanya tujuan untuk melakukan sesuatu.
Hubungan antara motivasi dan belajar dapat dikatakan sangat erat, apabila tidak ada motivasi belajar dalam diri siswa, maka akan menimbulkan rasa
malas untuk belajar baik dalam mengikuti proses belajar mengajar maupun mengerjakan tugas-tugas individu dari guru. Seseorang yang mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar maka akan timbul minat yang besar dalam mengerjakan tugas, membangun sikap dan kebiasaan belajar yang sehat melalui penyusunan jadwal belajar dan melaksanakannya dengan tekun.
b. Fungsi Motivasi
Menurut Widodo (2013:83) dalam bukunya mengemukakan bahwa motivasi dapat mendorong terjadinya perlakuan sehingga mengubah pola pikir serta perilaku. Seseorang jika tinggi tingkat usahanya maka akan giat untuk melakukan suatu usaha, tampak gigih, dan tidak mau menyerah dalam memecahkan sebuah masalah. Sebaliknya, seseorang yang motivasinya berada pada tingkat yang rendah, terlihat sering menunda kesempatan, mudah putus asa, dan perhatiannya tidak fokus pada tujuan.
Motivasi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam belajar siswa, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. Dalam hal ini, siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan tekun dalam belajar dan terus belajar secara tanpa mengenal putus asa serta dapat meminimalisir hal-hal yang dapat mengganggu proses belajarnya.
Dari pendapat di atas sangat jelas bahwa motivasi merupakan motor penggerak seseorang dalam melakukan suatu tindakan dan motivasi sangat penting dalam proses belajar-mengajar, karena motivasi dapat mendorong siswa untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu yang berhubungan dengan kegiatan belajar-mengajar, motivasi yang tinggi akan berdampak pada tingginya semangat
seseorang dalam belajar, sehingga tujuan dalam proses pembelajaran dapat dicapai. Diperlukan suatu upaya yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses belajar dan mengajar, sehingga siswa yang bersangkutan belajar secara optimal.
B. Kerangka Pikir
Penggunaan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang dikhususkan pembelajaran muatan Bahasa Indonesia. Dari kondisi awal, guru belum memanfaatkan penggunaan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) dalam proses pembelajaran pada muatan Bahasa Indonesia dan siswa masih melaksanakan aktivitas lain yang diarahkan guru.
Adapun langkah-langkah dalam penggunaan aplikasi Google Meet, yaitu guru menyediakan menyediakan room-meet untuk melakukan proses pembelajaran terkhususnya dalam muatan Bahasa Indonesia. Kemudian, mengarahkan siswa untuk masuk room-meet untuk melakukan proses pembelajaran berlangsung yang dikhususkan untuk muatan Bahasa Indonesia, baik pada saat proses Menyimak, Berbicara, Mendengarkan dan Menulis sebagai indikator ketercapaian keikutsertaan dalam tindakan motivasi belajar siswa melakukan proses pembelajaran. Sehingga, terdapat temuan yang akan diketahui bahwa penggunaan aplikasi Google Meet dapat meningkatkan motivasi belajar siswa terkhusus mata pelajaran Bahasa Indonesia atau tidak.
Berikut kerangka pikir yang ditunjukkan dalam bentuk bagan:
Gambar 2.2 Bagan Kerangka Pikir Guru
Tindakan Motivasi Belajar Penggunaan Aplikasi Google Meet pada Muatan
Bahasa Indonesia
Belum menggunakan aplikasi Google Meet
Siswa
Perlakuan/respon siswa memasuki room (menyimak, berbicara, menulis mendengarkan) Masih melakukan aktivitas arahan guru
Perlakuan guru menyediakan room- meet (Google Meet) serta bahan ajar (PPT,
Video Pembelajaran)
Kondisi Awal
Temuan
C. Hipotesis Penelitian
Jawaban sementara dalam penelitian ini, difokuskan sebagai berikut:
H0: Penggunaan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) pada muatan Bahasa Indonesia di Era Covid-19 kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep tidak dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
H1: Penggunaan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) pada muatan Bahasa Indonesia di Era Covid-19 kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Menurut Kenmis dan Mc.Taggart (Arikunto, 2012:16) Penelitian tindakan kelas sederhana adalah cara seseorang atau kelompok mengatur suatu keadaan sehingga mereka dapat belajar dari pengalaman mereka dan membuat pengalaman mereka dapat diakses oleh orang lain. PTK sederhana sebagai jenis penelitian yang digunakan dengan mencermati setiap subjek terpilih yang dapat mewakilkan secara keseluruhan pada kriteria yang akan diamati untuk diambil sebagai pemberian serta penerimaan pada perlakuan sebuah tindakan dalam proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas.
B. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
2. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 26 Mangkaca yang berjumlah 5 murid, yang terdiri dari 1 laki-laki dan 4 perempuan.
28
C. Faktor yang akan Diselidiki 1. Faktor Proses
Factor proses memuat interaksi antara individu dengan individu yang dilakukan peneliti bersama siswa sebagai subjek penelitian agar kegiatan belajar dan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan.
2. Faktor Hasil
Dalam proses pengamatan berlangsung, terlihat bahwa siswa termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran ditinjau dari keadaan mental/aktivitas siswa dan respon siswa dalam keikutsertaannya mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia.
D. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian sebagai perencanaan secara bersiklus yang terdiri atas 2 siklus, sebagai berikut:
1. Siklus I-Pertama
a. Ttahap Perencanaan
Tahap perencanan pada penelitian siklus pertama, peneliti mengidentifikasi masalah dan menetapkan alternatif pemecahan masalah yaitu:
1) Mengkaji kurikulum kelas V yang sedang berlangsung.
2) Membuat perencanaan belajar muatan Bahasa Indonesia ranah WFH (Work From Home) sebelum dengan penggunaan aplikasi Google Meet.
3) Menyusun RPP dengan menentukan pokok bahasan (Menyimak, Berbicara, Mendengarkan, dan Menulis)
4) Menyiapkan sumber belajar dari rumah yang dilakukan sebelum memanfaatkan penggunaan aplikasi Google Meet.
5) Membuat lembar observasi (pengamatan) untuk melihat bagaimana respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan tanpa adanya pemanfataan dalam menggunakan aplikasi Google Meet.
b. Tahap Pelaksanaa Tindakan
Dalam tahap pelaksanaa dengan tindakan, pemberian materi berpedoman pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang peneliti buat sebelumnya, sehingga pelaksanaan tindakan peneliti sebagai berikut:
1) Melakukan pelaksanaan proses kegiatan yang memuat komponen pembelajaran seperti kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran, dan kegiatan akhir pembelajaran dengan belajar dari rumah.
2) Mengumpulkan data keikutsertaan awal-akhir proses pembelajaran siswa dengan berbagai respon yang didapatkan dari siswa.
c. Observasi (Pengamatan)
1) Melakukan pengamatan dari awal hingga akhir.
2) Mengumpulkan data siswa dalam keikutsertaan terhadap proses pembelajaran untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa sebelum menggunakan aplikasi Google Meet.
d. Refleksi
1) Dilakukannya tindakan observasi meliputi observasi motivasi belajar siswa.
2) Melakukan perbaikan pelaksanaan tindakan berdasarkan hasil observasi, untuk dipergunakan untuk perencanaan siklus kedua.
3) observasi tindakan pelaksanaan pertama.
2. Siklus II-Kedua
Pada prosedur penelitian siklus kedua, dilakukan prosedur penelitian yang tidak jauh beda dengan siklus pertama, peneliti hanya melakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. Berdasarkan hasil observasi siklus I, maka akan diketahui bahwa motivasi belajar melalui keaktifan peneliti dan keaktifan subjek. Sama dengan halnya siklus pertama, untuk siklus kedua diawali dengan menyusun perencanaan perbaikan yang akan dimanfaatkan penggunaan aplikasi Google Meet dalam pelaksanaan kegiatan pada siklus kedua. Guru selaku observer dalam pelaksanaan siklus kedua ini, peneliti melakukan refleksi dengan menganalisis hasil observasi siklus I serta merancang ulang untuk skenario pembelajaran pada siklus II dengan menggunakan aplikasi Google Meet.
Pada tahap siklus II ini, peneliti melakukan pembuatan rrencana perbaikan proses kegiatan pembelajaran dan lembar observasi (pengamatan) untuk melihat bagaimana respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan adanya pemanfataan dengan menggunakan aplikasi Google Meet. Ketika kegiatan pembelajaran siklus II selesai, maka peneliti akan mengambil data dengan melakukan wawancara untuk mengumpulkan respon-respon siswa terhadap proses pembelajaran setelah penggunaan aplikasi Google Meet.
Hasil yang didapatkan pada siklus II ini, diharapkan dapat menjadi lebih baik dari siklus sebelumnya terkhususnya dalam peningkatan motivasi belajar siswa terhadap penggunaan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) pada muatan Bahasa Indonesia di era Covid-19.
Adapun gambaran pada siklus PTK Sederhana, di bawah ini:
Gambar 3.1 Siklus PTK Sederhana Kemnmis dan Mc.Taggart (Arrikunto, 2012:20)
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi (Pengamatan)
Instrumen tahap observasi perlu dilakukan karena adanya data-data pendukung penelitian dengan mengambil gambar proses kegiatan pembelajaran atas bukti keikutsertaan siswa bersama guru dan peneliti selaku observer yang berperan penting dalam melakukan aksi penelitian. Lembar yang memuat instrumen koesioner/observasi (pengamatan) dengan tes obyektif benar-salah atau
True-False Test, bertujuan untuk diperoleh data bagaimana proses kegiatan pembelajaran melalui pengamatan langsung yang dilakukan observer baik sebelum maupun sesudah pemanfaatan dengan menggunakan aplikasi Google Meet.
2. Angket
Angket merupakan alat bantu yang digunakan untuk mengetahui bagaimana hubungan timbal balik siswa dalam proses pembelajaran sebelum dan sesudah pemanfaatan dalam menggunakan aplikasi Google Meet pada muatan Bahasa Indonesia.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini, sebagai berikut:
1. Observasi/Pengamatan
Observasi adalah kegiatan untuk mengambil data atau mengetahui seberapa jauh efek pengamatan dalam tindakan yang tepat akan mencapai sasaran.
Pengambilan hasil data digunakan untuk memperoleh data yang dapat memperlihatkan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi Google Meet.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode partisipasi yang menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan yang dilakukan peneliti.
2. Angket/Kuesioner
Angket merupakan alat bantu yang dipergunakan untuk memperoleh suatu usaha bagaimana tingkat taraf keberhasilan respon siswa saat melakukan proses pembelajaran berlangsung, ada pula angket yang akan diisi masing-masing subjek adalah dengan mencentang (Check-list) angket/kuesioner untuk siklus I maupun siklus II dengan skala likert.
3. Wawancara
Wawancara adalah suatu cara untuk mendapatkan berbagai argumen dengan cara pengajuan sejumlah pertanyaan secara lisan agar dapat memperoleh data siswa pada kegiatan belajar-mengajar dengan menggunakan Google Meet.
Pada subjek penelitian yang dilakukan dengan wawancara bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa yang dialami pada saat sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi Google Meet dan penyebab keikutsertaan belajar yang dialami siswa saat menggunakan aplikasi Google Meet pada saat proses pembelajaran, terkhususnya pada muatan Bahasa Indonesia.
G. Teknis Analisis Data
Pada teknik analisis data, akan diperoleh setelah dalam rangka penelitian kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif. Agar diketahui perolehan aktivitas siswa, respon siwa, dan hasil wwancara siswa telah dijabarkan sebagai berikut:
1. Aktivitas Siswa
Pada Aktivitas siswa, untuk mengetahui bagaimana peningkatan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi Google Meet
dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, peneliti melakukan pengamatan yang akan memperoleh taraf keaktifan siswa.
NΡ = x 100%
Keterangan:
NP = Nilai Persentasi
R = Skor mentah perolehan berdasarkan pengamatan SM = Skor maks
Tabel 3.2 Kriteria Taraf Keaktifan Siswa
Persentase Kriteria
75 – 100% Sangat Tinggi
50 – 74,99% Tinggi
25 – 49,99% Sedang
0 – 24,99% Rendah
Yonny, dkk (2010: 175-176)
2. Respon Siswa
Untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap proses pembelajaran sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi Google Meet yang telah dilaksanakan, peneliti memberikan angket pada taraf keberhasilan respon siswa.
NΡ = x 100%
Keterangan:
NP = Nilai Persentasi
R = Skor mentah perolehan siswa SM = Skor maks
Tabel 3.3 Kriteria Taraf Keberhasilan Respon Siswa
Persentase Kriteria
86 – 100% sangat tinggi
76 – 85% tinggi
60 – 75% cukup tinggi
55 – 59% kurang tinggi
0 – 54% sangat kurang
Purwanto (2010:103)
3. Wawancara
Wawancara dilakukan untuk mengetahui masalah belajar yang dialami masing-masing subjek dalam menggunakan aplikasi Google Meet dan penyebab keikutsertaan belajar yang dialami siswa saat menggunakan aplikasi Google Meet pada saat proses pembelajaran, terkhususnya pada muatan Bahasa Indonesia dan hasil yang diperoleh dari wawancara akan dianalisis secara deskriptif kualitatif.
H. Indikator Keberhasilan
Pemanfaatan aplikasi Google Meet sebagai WFH (Work From Home) dapat dikatakan berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDN 26 Mangkaca apabila nilai perolehan skor rata-rata setiap subjek yang berdasarkan perolehan dari pengamatan akhir siklus kedua telah meningkat daripada pengamatan akhir siklus pertama. Selain itu, akan terlihat perolehan siswa bahwa dikatakannya telah meningkat nilai taraf keaktifan dan keberhasilan respon siswa dalam proses pembelajaran.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
PTK sederhana atau penelitian tindakan sederhana dilakukan di kelas V SDN 26 Mangkaca Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep terhadap 5 subjek penelitian. Hasil dari penelitian ini dianalisis secara kualitatif yang dikelompokkan menjadi dua bagian, yakni hasil siklus pertama dan siklus kedua.
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada masing-masing siklusnya meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, dan refleksi yang dideskripsikan bagaimana pelaksanaan penelitian tindakan kelas sederhana pada muatan Bahasa Indonesia dengan menggunakan Google Meet sebagai Work From Home di Era Covid-19.
1. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus 1
Deksripsi penelitian siklus pertama dilakukan analisis deskriptif untuk mengetahui bagaiamana hasil penelitian pada kedua siklus penelitian.
a. Tahap Perencanaan
Pada penelitian siklus I ini, kegiatan yang dilakukan untuk tahap perencanaan sebagai berikut:
1) Menelaah kurikulum sebagai pedoman untuk membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
2) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran pada muatan Bahasa Indonesia kelas V SDN 26 Mangkaca.
37
3) Menyiapkan wacana atau materi muatan Bahasa Indonesia diselingi dengan pemahaman proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Google Meet.
4) Menyiapkan bahan ajar seperti RPP, Modul, Video pembelajaran/PPT yang diperlukan dalam pembelajaran sebelum tanpa menggunakan aplikasi Google Meet.
5) Membuat lembar pengamatan (observasi) untuk memperoleh data bagaimana situasi pembelajaran agar nilai taraf keaktifan siswa diketahui dan melampirkan absensi sebagai ketersediaan yang umum untuk melakukan proses kegiatan siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan dilakukan pada Kamis, 15 Juli 2021 kegiatan dimulai dengan memberi salam, lalu perkenalan diri, serta penyampaian tujuan pembelajaran dan pemberian materi yang akan diajarkan. Proses pelaksanaan dilaksanakan secara online (daring) atau belajar dari rumah namun, dengan tanpa menggunakan aplikasi Google Meet; pada pertemuan ini dilakukan dengan pemberian proses pembelajaran melalui komunikasi lewat chatting-group, tidak lupa untuk selalu tetap menjaga diri dan mematuhi protokol kesehatan yang telah berlaku. Pembelajaran yang memuat materi Bahasa Indonesia pada pelaksanaan tindakan ini adalah dengan komponen menentukan ide pokok setiap paragraf kemudian dapat mengembangkannya menjadi sebuah paragraf secara runtut dan menyebutkan maksud, fungsi dan cara menentukan ide pokok dengan percaya
diri. Di akhir pembelajaran, diselingi dengan pemahaman mengenai aplikasi Google Meet yang akan digunakan untuk proses pembelajaran yang akan datang.
Pada pertemuan kedua dilaksanakan pada Jumat, 16 Juli 2021 kegiatan pelaksanaan tindakan dimulai dengan memberi salam, lalu perkenalan diri, serta penyampaian tujuan pembelajaran dan pemberian materi yang akan diajarkan.
Proses pelaksanaan dilaksanakan secara online (daring) atau belajar dari rumah namun, dengan tanpa menggunakan aplikasi Google Meet; pada pertemuan ini dilakukan dengan pemberian proses pembelajaran melalui komunikasi lewat chatting-group, tidak lupa untuk selalu menjaga diri dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah berlaku. Pembelajaran yang memuat materi Bahasa Indonesia pada pelaksanaan tindakan ini adalah dengan komponen menyusun dan merangkai sebuah cerita kemudian mengolah informasi menjadi sebuah cerita. Di akhir pembelajaran, diselingi dengan pemahaman mengenai cara menggunakan aplikasi Google Meet pada proses pembelajaran yang akan digunakan.
Pertemuan ketiga pada Sabtu, 17 Juli 2021. Seperti di hari-hari sebelumnya, kegiatan dimulai dengan memberi salam, lalu perkenalan diri, serta penyampaian tujuan pembelajaran dan pemberian materi yang akan diajarkan.
Proses pelaksanaan dilaksanakan secara online (daring) atau belajar dari rumah namun, dengan tanpa menggunakan aplikasi Google Meet; pada pertemuan ini dilakukan dengan pemberian proses pembelajaran melalui komunikasi lewat chatting-group, tidak lupa juga untuk menjaga dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah berlaku. Pembelajaran yang memuat materi Bahasa Indonesia pada pelaksanaan tindakan ini adalah dengan komponen menentukan
ide pokok pada teks yang diberikan. Di akhir proses pembelajaran, lembar observasi diberikan kepada observer yang telah mengamati pada siklus I dan diselingi dengan pemahaman mengenai cara menggunakan aplikasi Google Meet yang digunakan untuk proses pembelajaran pada siklus II.
c. Tahap Pengamatan Tindakan (Observasi)
Observasi penelitian dilakukan pada setiap pelaksanaan tindakan, dan diberikan lembar observasi kepada observer yang dilakukan pada hari akhir setiap siklus. Hasil untuk siklus pertama telah memuat taraf keaktifan siswa yang diambil data dari lembar observasi yang dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh perubahan keaktifan pada perlakuan siswa sebelum dilakukannya dengan menggunakan aplikasi Google Meet pada muatan Bahasa Indonesia. Berikut data pada taraf keaktifan siswa siklus I dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 4.1 Hasil Observasi Siklus I Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Muatan Bahasa Indonesia Sebelum Menggunakan Aplikasi Google Meet
No. Nama Siswa L/P Presentase Kriteria
1. Alfian Fadil L 40% Sedang
2. Kaila Khorima Arif P 30% Sedang
3. Basra Rahmadani P 40% Sedang
4. Naura Nazhifah Firman P 50% Tinggi
5. Nurainun Juliani P 30% Sedang
Pada tabel 4.1 hasil observasi pada siklus I diperoleh nilai taraf keaktifan siswa, Alfian Fadil dan Basra Rahmadani masing-masing sebesar 40% berada
pada kriteria sedang. Sama halnya dengan Kaila Khorima Arif dan Nurainun Juliani, masing-masing memperoleh nilai taraf keaktifan 30% berkriteria sedang.
Berbeda dengan Naura Nazhifah Firman, mencapai nilai taraf keaktifan sebesar 50% berkriteria tinggi.
d. Tahap Refleksi
Tahap refleksi tujuannya melakukan pengevaluasian hasil tindakan penelitian siklus pertama. Perolehan kriteria dipergunakan sebagai acuan untuk memperbaiki penyusunan rencana tindakan siklus berikutnya. Hasil observasi dari masalah yang telah muncul selama pelaksanaan proses pembelajaran siklus I, taraf keaktifan siswa dari pertemuan awal sebelum menggunakan aplikasi Google Meet siswa belum mengemukakan pendapat, ide, maupun gagasan dan mengalami kejenuhan saat proses pembelajaran berlangsung, serta dari beberapa siswa juga masih belum mengetahui bagaimana cara menggunakan media aplikasi Google Meet.
2. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus II
Analisis deskriptif penelitian siklus II mengetahui hasil penelitian pada masing-masing siklus.
a. Tahap Perencanaan
Berdasarkan tahap refleksi yang telah dilaksanakan pada siklus pertama, telah diketahui bahwa belum adanya perolehan peningkatan motivasi belajar siswa pada muatan Bahasa Indonesia yang belum dikatakan secara maksimal telah ditunjukkan oleh beberapa siswa yang mengalami kejenuhan dalam beajar tanpa menggunakan aplikasi Google Meet.