• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Guru Pendidikan Agama Islam

D. Manfaat Penelitian

4. Peran Guru Pendidikan Agama Islam

Upaya guru atau usaha guru dalam dunia pendidikan sangat berperan penting dalam meningatkan kualitas sumber daya manusia. Aktivitas guru yang dilakukan dalam rangka membimbing, mendidik, mengajar, dan melakukan transfer knowladge dalam proses belajar mengajar harus dilakukan oleh seorang guru yang memiliki usaha tinggi yang disertai dengan kemampuan keprofesionalan.26

26 Zakiah Drajat, (2004), Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, jakarta: Bumi Aksara, hal. 266

Dalam emberikan pengetahuan kepada anak didik adalah suatu hal yang mudah tetapi untuk membentuk jiwa dan watak anak didik itulah yang sukar, sebab anak didik yang dihadapi adalah makhluk hidup yang memiliki watak dan potensi yang perlu di pengaruhi oleh sejumlah norma hidup sesuai dengan ideologi, falsafah dan bahkan Agama. Pendidikan tidak dilakukan semata-mata dengan perkataan tetapi dengan sikap, tingkah laku dan perbuatan.27

Dengan demikian guru mempunyai peran yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, seorang guru harus melakukan usaha-usaha yang bisa meningkatkan prestasi belajar dan disiplin belajar siswa, dan sebaliknya ada seorang guru yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam menjalankan tgas dan fungsinya sehingga berakibat pada tingkat rendahnya prestasi belajar dan disiplin belajar siswa.

Adapun usaha-usaha yang dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut: 28 a. Mendidik

Guru adalah seorang pendidik, dalam usaha mendidik seorang guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Berkaitan dengan tanggung jwab maka seorang guru harus mengetahui, serta mamahami nilai, norma moral, dan sosial serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan moral tersebut. Guru jua harus bertanggung jawab erhadap segala tindakannya dalam pembelajaran di sekolah, dan dalam kehidupan masyarakat.

27 Ibid hal 267

28 E Mulyasa, (2008), Menjadi Guru Profesional Menciptakan pembelajaran kreatif dan Menyenangkan, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, hal.37

Berkenaan dengan wibawa, guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral dan itelektual dalam pribadinya.

Sedangkan disiplin, guru harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara konsisten, atas kesadaran profesional, karena mereka bertugas untuk mendisiplinkann para peserta didik di sekolah, terutama dalam pembelajaran.29

b. Mengajar

Adapun sejak adanya kehidupan sejak itu pula guru telah melaksanakan pembelajaran, dan memmang hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawabnya yang pertama dan utama. Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membenntuk kompetensi, dan memahami materi standar yang dipelajari.30

c. Membimbing

Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, kreatifitas, moral, dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk perjalanan, serta menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.31

29 Ibid

30 Ibid. hal 38

31 Ibid

Dengan demikian sebagai pembimbing, guru perlu memiliki pemahaman yang seksama tentang para siswanya, memahami segala potensi dan kelemahannya, masalah dan kesulitan-kesulitannya dengan segala latar belakangnya. Agar tercapai kondisi seperti itu, guru perlu banyak mendekati para siswa, membina hubungan yang lebih dekat dan akrab, melakukan pengamatan dari dekat serta mengadakan dialog-dialog langsung.

B. Motivasi Belajar siswa 1. Motivasi Belajar

a) Defenisi Motivasi Belajar

Motivasi berasal dari kata“motif“. Diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu .Motif dapat dikatakan sebagai daya Penggerak dari dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu,terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat mendesak.32

Sumardi Suryabrata dalam buku psikologi pendidikan mengatakan bahwa:

Motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individuu ntuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai suatau tujuan.Jadi motivas ibukanlah hal yang dapat disimpulkan adanya karena sesuatu yang dapat kita saksikan Tiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang itu didorong oleh sesuatu kekuatan dari dalam diri orang itu,kekuatan pendorong inilah yang disebut motivasi.33

b) Fungsi Motivasi Dalam Belajar

Dalam belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Hasil belajar akan menjadi optimal, jika ada motivasi. Sehubung dengan hal tersebut, ada tiga fungsi

32 Sardiman, (2011), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers, hal 73

33 Ibid. hal 70

Motivasi yaitu sebagai beriku :

1) Mendorong manusia untuk berbuat,dalam hal inimotivasi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.Allah SWT berfirman dalam QS.Al-baqarah: 2 Ayat 148 Yaitu:

هَِا ِۗ اًعْيٍِ ج ُ َّٰاللَّ ًُُمِب ِتْأ ي اْىُِْىُم ج ا ٌ ُْي ا ِِۗت َٰشْي خْوا اىُقِب حْسا ف ا هْيِّو ىٌُ ىُه ة هْجِّو ٍّهُمِو و شْيِذ ق ءْي ش ِّهُل ًَٰى ل َّٰاللَّ

Terjemahnya :

Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada.

pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.34

2) Menentukan arah perbuatan,yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.

3) Menyelesaikan perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisishkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Pendapat lain mengatakan bahwa fungsi dari motivasi dalam Proses Belajar Mengajar adalah:

1) Menyediakan kondisi yang optimal bagi terjadinya belajar.

2) Menguatkan semangat belajarsiswa.

3) Menimbulkan atau menggugah minat siswa agar mau belajar.

4) Mengikatperhatiansiswaagarmaudanmenemukansertamemilih jalan

34 Kementrian Agama RI, Al-Quran Tajwid Dan Terjemahan (Bandung, Diponegoro.

2006 ) QS Al baqarah 2 : Ayat 102 13

5) Tingkah laku yang sesua iuntuk mencapai tujuan belajar maupun tujuan hidup jangkapanjang.35

c) Unsur-Unsur yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Motivasi belajar bukanlah sesuatu yang siap jadi ,tetapi diperoleh dan dibentuk oleh lingkungan. Beberapa hal yang mempengaruhi motivasi belajara dalah sebagai berikut:

1) Cita-cita atau aspirasi 2) Kemampuan siswa 3) Kondisi siswa

4) Kondisi lingkungan siswa

5) Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran 6) Upaya guru dalam membelajarkan siswa.36

Selain beberapa unsure diatas,ada unsur lain yang dapat mempengaruhi atau Meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu keberadaan orang tua.Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka,Karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan.

d) Prinsip-Prinsip Motivasi Dalam Belajar Sebagaimana Diungkapkan Olehk Ennethh

Howwer sebagaimana dikutip oleh A.Tabrani Rusyandkka dalah sebagai berikut:

1) Pujian lebih efektif dari pada hukuman

35 Sardiman, A.M, Op. cit, hal.24.

36 Conny R. Semiawan,(2009),Penerapan Pembelajaran Pada Anak, Jakarta: Indeks, hal.79.

2) Semua peserta didik mempunyai kebutuhan-kebutuhan psikologis (yang bersifat dasar) tertentu yang harus mendapat kepuasan.

3) .Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif dari pada motivasi yang di paksakan

4) Terhadap jawaban yang serasi perlu dilakukan usaha pemantapan

Dokumen terkait