• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS AGAMA ISLAM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FAKULTAS AGAMA ISLAM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

AGAMA ISLAM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH AL-MUBARAK TONRORITA

KECAMATANBIRINGBULU KABUPATEN GOWA

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu persyarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama

Islam Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh :

NUR WAHYUNI 105191106916

FAKULTAS AGAMA ISLAM

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1442/2021

(2)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu persyarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama

Islam Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh :

NUR WAHYUNI 105191106916

FAKULTAS AGAMA ISLAM

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1442/2021

ii

(3)
(4)
(5)
(6)

Nama : Nur Wahyuni Nim : 105191106916

Jurusan : Pendidikan Agama Islam Fakultas : Agama Islam

Kelas : C

Dengan ini menyatakan hal sebagai berikut :

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan Skripsi, Penulis menyusun sendiri Skripsi ini (tidak dibuatkan oleh siapapun) 2. Penulis tidak melakukan penjiplakan dalam menyusun Skripsi ini.

3. Apabila Penulis melanggar pada butir 1, 2 dan 3 maka bersedia untuk menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Demikian perjanjian ini Penulis buat dengan penuh kesadaran.

17 Rmadhaan 1442 H Makassar, ---

29 April 22021 M

Penulis

vi

(7)

Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa . Skripsi Di bimbing oleh Hj sumiati dan St. Muthahharah

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui kemampuan komunikasi guru PAI di Madrasah Aliyah al-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa, 2) Untuk mengetahui motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah al-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa . 3) Untuk mengetahui hubungan komunikasi guru terhadap motivasi belar siswa di Madrasah Aliyah Al-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitaif, oleh karena itu teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan angket. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan hubungan komunikasi guru PAI dengan motivasi belajar siswa, maka penulis menggunakan rumus sederhana product moment dengan jumlah sampel 38 responden

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat hasil yang menunjukkan bahwa Komunikasi guru PAI di Madrasah Aliyah Al-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa, memiliki nilai tertinggi sebesar 56 dan nilai terendah 35 dengan skor rata-rata 53. Berdasarkan pengkategorian ini skor rata-rata 53 tergolong kategori cukup baik. Begitu juga dengan motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah al-Mubarak Tonrorita kecamatan biringbulu kabupaten Gowa tergolong dalam kategori cukup baik dengan nilai tertinggi 59 dan nilai terendah 40 dan nilai rata-rata 51,07. Melalui uji korelasi yang dilakukan diperoleh koefisiensi korelasi 0,392, bila dikonfirmasikan pada tabel interprestasi nilai r maka harga r tersebut tergolong dalam kategori sedang, artinya motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah al- Mubarak dapat ditentukan oleh komunikasi guru, baik dari segi kejelasan dalam menyampaikan materi ajar, gaya bahasa, perhatian guru. Selain itu, besarnya nilai t hitung 2,850 terhadap t table 1,688, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara komunikasi guru dengan motivasi belajar siswa Madrasah Aliyah Al-Mubarak Tonrorita kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa.

Kata Kunci : Kemampuan komunikasi Guru. Motivasi Belajar Siswa

vii

(8)

taufiq dan hidayah-Nya sehinga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik, meskipun jauh dari kesempurnaan .kesempurnaan hanya milik-Nya sehingga penulis khilaf dan salah hanya milik penulis sebagai hamba-nya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah mengangkat derajat manusia dari zaman yang hina menuju zaman yang mulia dengan dengan tradisi berpendidikan serta berperadaban.

Penulis menyadari banyak hal yang menjadi kendala dalam penelitian ini, mulai dari hal intern, seperti penulis yang memiliki motivasi yang kadang tinggi kadang rendah, sampai kepada hal yang bersifat ekstern, seperti kesibukan penulis, keterbatasan dana dan lain-lainnya.

Namun hal itu semua tidak membuat penulis surut dalam menyelesaikannya, ini semua berkat bantuan dan doa dari berbagai pihak. Maka sewajarnya penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada:

1. Kedua orang tua tercinta, Jamaluddin dan nur yani yang senantiasa mencurahkan cinta dan kasihnya yang tak terhingga, menjadi kekuatan dalam setiap langkah kehidupan penulis, memberikan semangat, motivasi, dukungan, doa dan restunya kepada penulis.

viii

(9)

Makassar, yang telah berjuang melakukan revolusi Kampus Biru.

3. Dr. Amirah Mawardi, S. Ag., M. Si Dekan Fakultas Agama Islam 4. Nurhidayah M., S.Pd.I,. M.Pd.I sebagai Ketua Prodi Pendidikan

Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.

5. Segenap Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, beserta para staf yang telah membina serta berbagi ilmu kepada penulis.

6. Dr. Hj. Sumiati, MA. pembimbing I, dan St. Muthahharah, S. pd.I.

pembimbing II yang telah dengan sabarnya membimbing sampai selesai skripsi ini.

7. Ismail, S. sos selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah al-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa yang telah memberikan izin penelitian sehingga penulis merasa sangat terbantu penyelesaian skripsi ini.

8. Bapak/Ibu guru Madrasah Aliyah al-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa

9. Peserta didik Madrasah Aliyah Al-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten gowa

10. Uacapan terimakasih juga disampaikan kepada sahabat penulis yang selalu menemani dan memberikan motivasi dan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini..

ix

(10)

sebutkan satu persatu yang turut andil, sumbang saran, dan kritik, baik secara materi maupun moril sejak penulis aktif dalam perkuliahan hingga penulisan dan penyelesaian skripsi ini.

Semoga Allah SWT, memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semuanya. Penulis senatiasa mengharapkan krtikan dan saran dari berbagai pihak yang sifatnya membangun. Mudah-mudahan skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri pribadi penulis. Aamiin ya rabbal aalamiin.

Makassar, 20 April 2021 Penulis

Nur wahyuni 105191106916

x

(11)

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

PENGESAHAAN SKRIPSI ... iv

BERITA ACARA MUNAQSYAH ... v

SURAT PERSYARATAN KEASLIAN SKRIPSI ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 9

BAB II TINJAUAN TEORITIS ... 10

A. Komunikasi Guru ... 10

1. Kemampuan komunikasi ... 10

2. Tujuan komunikasi ... 11

3. Komunikasi Pendidikan Agama Islam ... 14

4. Perana Guru Pendidikan Agama Islam ... 18

B. Motivasi Belajar ... 21 xi

(12)

2. Jenis dan bentuk motivasi ... 24

3. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa ... 25

4. Hubungan komunikais Guru dengan motivasi belajar siswa ... 27

C. Kerangka Pikir ... 30

D. Hipotesis Penelitian ... 33

BAB III METODE PENELITIAN ... 34

A. Jenis Penelitian ... 34

B. Lokasi dan Objek Penelitian ... 34

C. Variabel Penelitian ... 34

D. Definisi Operasional Variabel ... 35

E. Populasi dan Sampel ... 35

F. Instrumen Penelitian... 37

G. Teknik Pengumpulan Data ... 38

H. Teknik Analisis Data ... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45

A. Gambaran Umummadrasah Aliyah al-mubarak tonrorita ... 45

1. Sejarah berdirinyamadrasah Aliyah al-mubarak tonrorita ... 45

2. Visi, Misi ... 46

3. Identitas Sekolah ... 46

4. Keadaan Guru... 47

5. Keadaan peserta didik ... 48

xii

(13)

B. Deskripsi Hasil Penelitian Kemampuan Berkomunikasi

Guru dengan Motivasi Belajar Siswa ... 50

1. Komunikais guru ... 50

2. Motivasi belajar siswa ... 54

C. Analisis kemapuan Komunikasi Guru dengan Motivasi Belajar Siswa ... 57

D. Pembahasan ... 58

BAB VPENUTUP ... 62

A. Kesimpulan ... 62

B. Saran ... 63

DAFTAR PUSTAKA ... 64 RIWAYAT HIDUP

LAMPIRAN

xiii

(14)

Tabel. 3.1. Keadaan Populasi ... 36

Tabel. 3.2. Kisi-kisi Instrument Komunikasi Guru ... 39

Tabel. 3.3. Kisi-kisi Instrument Motivasi Belajar ... 40

Tabel. 3.4. Interpretasi Nilai “r” ... 43

Tabel. 4.1. Keadaan Guru ... 48

Tabel. 4.2. Keadaan Peserta Didik ... 49

Tabel. 4.3. kegiatan ekstrakulikuler ... 49

Tabel. 4.4. Sarana dan Prasarana ... 49

Tabel. 4.5. Skor data Empirik Komunikasi Guru ... 51

Tabel. 4.6. Distribusi Komunikasi Guru ... 52

Tabel. 4.7. Data Distribusi Frekuensi Komunikasi Guru ... 53

Tabel. 4.8. Skor data Empirik Motivasi Belajar ... 54

Tabel. 4.9. Distribusi Motivasi Belajar Siswa ... 55

Tabel. 4.10. Data Distribusi Frekuensi Komunikasi Guru ... 56

xiv

(15)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain didalam kehidupan untuk saling memahami dan berkomunikasi sebagai sarana utamanya. Komunikasi sebagai alat yang paling efektif dalam melakukan hubungan dengan orang lain. Komunikasi menurut Rogers dan D. Lawrence Kincaid yang di kutip oleh Hafied Cangara, adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam1

Hampir seluruh kegiatan manusia selalu bersentuhan dengan komunikasi, begitu juga halnya dengan dunia pendidikan. Proses pendidikan tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya komunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi antara Guru bidang studi yaitu bidang studi Pendidikan Agama Islam dengan Kepala sekolah, sesama guru bidang studi Pendidikan Agama Islammaupun dengan siswa, guna meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Komunikasi sebagai suatu interaksi yang memiliki peran penting dalam pendidikan, khususnya komunikasi antara Guru bidang studi PAI dengan Siswa Sebagian siswa menganggap bahwa pelajaran PAI itu membosankan. sebagian mereka beranggapan bahwa pelajaran PAI itu membosankan apalagi mereka yang

1 Roger dan D. Lawrence Kincaid dalam Hafied Cangara, (2002), Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada, hal. 19

1

(16)

sedang pubertas masih labil untuk menilai mana yang baik dan sebaliknya.

Padahal pelajaran PAI adalah pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari. Hal ini akan mengakibatkan kepada siswa yang akan sulit dalam memahami materi pelajaran yang dipelajarinya. Kurangnya minat belajar siswa dalam pelajaran PAI akan menimbulkan motivasi belajar siswa juga berkurang.

Guru Pendidikan Agama Islam adalah seseorang guru yang mengajar dan mendidik Agama Islam dengan membimbing, menuntun, memberi tauladan dan membantu mengantarkan anak didiknya ke arah kedewasaan jasmani dan rohani.

Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan agaa yang hendak dicapai yaitu membimbing anak agar menjadi seorang muslim yang sejati, beriman, tuguh, beramal shaleh dan berakhlak mulia, serta berguna bagi masyarakat, agama dan Negara.2 Tugas dan peran guru Agama tidaklah terbatas dalam masyarakat, bahkanguruagama pada hakikatnya merupakan komponen strategis memiliki peran penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa. Pendidikan Islam adalah membina dan memupuk akhlakul karimah. sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

اَوَنا : نلسو هيلع الله ىلص الله لوسر لاق : لاق هنع الله يضر ةري ره يبا نع ْقَا َخْلا َم ِر اَكَه َنِوت ِل ْتثُعب

Artinya :

Dari Abu Hurairah Radliyallahu 'Anhu (semoga Allah meridlainya) ia berkata, bahwa Rasulallah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah bersabda:

"Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak (manusia).3

2 Zuhairini, (1994), Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, hal.45

3 Wahid, R, 2017”Peranan dan fungsi Pendidikan Agama Islam” diaskes dari tips serabaserbi Islam 2017 https://tipsserbaserbi.blogspot..html senin 13 juli 20 20:00

(17)

Menurut Mc. Donald yang di kutip oleh Oemar Hamalik bahwa motivasi itu adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dalam timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. 4 Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa motivasi merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang dalam melakukan suatu kegiatan, demikian juga dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar siswa juga membutuhkan adanya motivasi, karena motivasi dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Apabila motivasi belajar siswa tepat, maka ia akan memperoleh hasil belajar yang optimal dan sebaliknya.

Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsusr yang mendukung. Dengan kata lain bahwa motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Menurut Hamzah B indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan menarik dalam belajar.5 Oleh karena itu, motivasi sebagai proses batin atau proses psikologis yang terjadi pada diri seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan), dan faktor internal yang melekat pada setiap orang (pembawaan).

4 Mc. Donald dalam Oemar Hamalik, (1992), Psikologi Belajar Mengajar, Bandung:

Sinar Baru, hal.173

5 Hamzah B, (2011), Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis Bidang Pendidikaan, Jakarta: Bumi Aksara, hal. 23.

(18)

Dalam hal ini komunikasi sangatlah penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Seperti yang terkandung dalam Firman Allah Swt dalam Al-Qur’an surah Ash-Shaffat ayat 102

ش ج ا را ٌ ْشُظِا ف كُح بْر أ يِِّ أ ِيا ّ ٍْوا يِف ي س أ يِِِّإ هي ُّب ا ي نا ق يْعهسوا ُه ع ٌ غ ى ب اهٍ ى ف ُش ٌْؤُج ا ٌ ْه عْفا ِث ب أ ا ي نا ق ي

ُيِشِباهصوا ٌُِ ُ هاللَّ ءا ش َِإ يُِِذِج ح س

﴿

ٕٔٓ

﴾ Terjemahnya :

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamasama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" 6.

Arti dari ayat ini menjelaskan tentang pendapat Sudarwan Danim yang mengemukakan komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan berita atau informasi dari seseorang ke orang lain.7

Guru Agama Islam harus menanamkan dalam diri siswa bahwa jika menuntut berbagai ilmu pengetahuan maka Allah Swt akan mempermudah dirinya keluar dari berbagai masalah dalam kehidupannya, ini salah satu cara memotivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Sebagai seorang pendidik, guru senantiasa dituntut untuk mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang akan berdampak positif dalam pencapaian prestasi hasil belajar secara optimal

6 Kementrian Agama RI, Al-Quran Tajwid Dan Terjemahan (Bandung, Diponegoro.2006)QS Qur’an surah Ash-Shaffat:37 Ayat 102 hal :359

7 Sudarwan Danim, (2004), Motivasi Kepemimpinan & Efektivitas Kelompok, Jakarta:

Rineka Cipta, hal. 167.

(19)

Guru harus dapat mengajar dengan tepat, efektif dan efisien untuk membantu meningkatkan kegiatan belajar serta memotivasi siswa untuk belajar dengan baik8 Meskipun dalam proses pembelajaran dewasa ini peran siswa juga sangat dominan, tetapi guru tetap saja menjadi penentu suksesnya suatu pembelajaran.

Bahkan, sering kali guru dijadikan salah satu personal yang bertanggung jawab terhadap pembelajaran.

Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Dalam pembelajaran, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik dengan berbagai macam latar belakang, sikap dan potensi yang kesemuanya itu berpengaruh terhadap kebiasaan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Misalnya masih ada peserta didik kurang berminat untuk belajar terutama pada mata pelajaran yang kurang disukainya, dan guru yang menurut mereka sulit atau menyulitkan. Untuk. Hal ini dikarenakan motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan belajar dengan sungguh-sungguh.

Kemampuan mengajar guru merupakan masalah yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, sehingga kemampuan mengajar guru yang baik menunjukkan suatu keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Guru dalam hal ini merupakan salah satu faktor yang paling menentukan berhasilnya suatu proses belajar mengajar . Makin besar usaha guru dalam menciptakan kondisi pengajaran itu, maka makin tinggi pula hasil atau produk dari suatu pengajaran tersebut,

8 Ismail, SM , (2008), Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM : Pembelajaran Aktif, Inovasi, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, Semarang : Rasail Media Group, hal. 25.

(20)

sebab gurumempunyai pengaruh yang dominan terhadap kualitas pengajaran pendidikan.9

Guru harus dapat mengembangkan motivasi dalam setiap kegiatan interaksi dengan siswanya. Hal ini sekaligus dalam rangka menerjemahkan siapa guru secara profesional dan siapa siswa secara proporsional. Dengan ini guru perlu menyadari dirinya sebagai pemikul tanggungjawab untuk membawa anak didik kepada tingkat keberhasilannya.10

Dalam proses pelaksanaan belajar mengajar seorang guru harus bisa memotivasi anak didiknya agar tertarik dengan pelajaran yang diajarkan. Oleh karena itu guru harus memberikan motivasi kepada siswa untuk keluar dari kesulitan belajar, dengan salah satunya adalah bagaimana cara guru dalam berkomunikasi dengan siswa supaya siswa bersemangat dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan adanya komunikasi yang baik pada siswa diharapkan mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa pada pelajaran Agama Islam. Mengacu dari masalah yang di tentukan, penulis berinisiatif untuk melakukan penelitian Kuantitatif Dengan judul Hubungan Kemampuan

BerKomunikasi Guru PAI Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Al-Mubarak Tonrorita Kecamatan BiringBulu Kabupaten Gowa

9 Proyek Pembina Perguruan Tinggi Agama/IAIN, (1981), Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Direktorat Pembina Perguruan Tinggi Agama Islam, hal. 111.

10 Sardiman. A. M, (1986), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: CV.

Rajawali, hal. 73.

(21)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, penulis merumuskan masalah yang akan diteliti yang jelas dan sistematis agar tujuannya dapat dicapai yang diharapkan , maka dapat dirumuskan dengan identifikasi masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kemampuan komunikasi guru PAI di Madrasah Aliyah AL-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa?

2. Bagaimana motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah AL-mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten gowa?

3. Bagaimana hubungan kemampuan berkomunikasi guru PAI Terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah AL-mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa?

C. Tujuan penelitian

Melalui penelitian ini diharapkan adanya manfaat yang dapat dipetik utamanya dipiak yang berkaitan denan penelitian ini:

1. Untuk mengetahui kemampuan komunikasi guru PAI terhadap siswa dalam pembelajaran siswa Madrasah Aliyah AL-Mubarak Tonrorita kec.Biring Bulu, kab. Gowa

2. Untuk mengetahui motivasi belajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah AL-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa

(22)

3. Untuk mengetahui hubungan komunikasi guru PAI terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah AL-mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa

D. Manfaat Penelitian

Adapun mafaat penelitian yaitu:

1. Manfaat Teoritis: Dapat mengetahui keberhasilan hubungan kemampuan berkomunikasi guru PAI degan motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah AL-Mubarak Tonrorita Kecamatn Biringbulu, Kabupaten Gowa

2. Manfaat Praktis: Sebagai bahan masukan untuk sekolah dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan untuk mengambil kebijakan dalam penerapan inovasi pembelajaran baik bidang studi PAI maupun pelajaran lain sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas guru. Dengan adanya komunikasi yang baik maka mampu mewujudkan siswa yang cerdas dan berprestasi.

(23)

BAB II

TINJAUAN TEORITIS A. Komunikasi Guru

1. Kemampuan Berkomunikasi

Komunikasi meliputi usaha untuk menciptakan suatu pesan. Memberikan diri kita sebagai tempat yakni dihati dan diotak orang lain untuk menerima pesan.

a) Pengertian Komunikasi

Manusia sebagai makhlik sosial secara kodrat senangtiasa melakukan komunikasi, hal ini merupakan kosekuensi dengan hubungan sosial. Istilah komunikasi sendiri berasal dari bahasa latin communicates” yang artinya berbagi atau menjadi milik bersama. Dengan demikian komunikasi adalah salah satu proses pertukaran informasi di antara individu melalui system lambang lambang, tanda tanda atau tingkah laku.11 Dalam webster‟s New Collegiate Dictionary dikatakan

“Communication is a process by which information isex-change between individuals throught a common system of sybol ,signs, or behavior (komunikasi adalah proses pertukaran informasi antar individual melalui sistem, simbol,, tanda atau tingkah laku yang umum)”

Pendapat lain dari, CarlHovland, menjelaskan bahwa komunikasi adalah proses dimana seorang insan (komunikator )menyampaikan rangsangan (biasanya berupa lambang dalam bentuk- kata-kata) untukmengubahprilakuinsanlainnya12

11 Rochajat Harun Elvinaro Ardianto, (2020), komunikasi pembangunan perubahan social, Jakarta Rajawali pers, hal 20

12 Kustadisuhandang, retorika strrategi teknik dan taktik pidato,hal.14.

9

(24)

b) Fungsi Komunikasi

Fungsi komunikasi menurut Goran Hedebroyang dikutip oleh Hafied Cangara adalah sebagai berikut

a) Menciptakan iklimperubahan denganmemperkenalkan nilai nilai baru untuk mengubah sikap dan prilakukearah modernisasi.

b) Mengerjakanketerampilan baru

c) Berperan sebagai pelipat ganda ilmu pengetahuan

d) Menciptakan efisiensi tenaga dan biaya terhadap mobilitas seseorang e) Meningkatkan aspirasi seseorang

f) Menumbuhkan partisipasi dalam pengambilan keputusan terhadap halhal Yang menyangkut kepentingan oranglain

g) Membantu orang menemukan nilai baru dan keharmonisan dari suatu situasi tertentu.

h) Meningkatkan aktivitas politik seseorang

i) Mengubah struktur kekuasaan dalam masyarakat Menjadi sarana untuk membantu pelaksanaan program-program pembangunan13

2. Tujuan Komunikasi

Agar dapat dimengerti oleh komunikan maka komunikator perlu menjelaskan pesan utama dengan sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin dangan cara cara seperti berikut :

a) Agar dapat memehami orang lain , pada saat melakukan komunikasi, antara Individu, salah satu dari individu tersebut harus mendengarkan apa yang dibicarakan orang lain.

b) Mendengar kan orang lain untuk melakukan sesuatu.komunikasi ini mampu Membangun persamaan persepsi dengan orang kemudian menggerakkannya Sesuai keinginan kita14

4Mujami,Qamar(2007)Manajemen Pendidikan Islam, Malang: Erlanga ,hal 256 diaskes www.satujam.com.pengertian komunikasi , minggu 12 juli 2020 pukul 21.50

13 Rogerdan D.Lawrnce Kincaid dalam Hafied Cangara,(2002), Pengantar Ilmu Komunikasi, JakartaPT. Raja Grafindo Persada,hal.65

(25)

Tujuan dari komunikasi ini adalah untuk memberikan balikan, memberikan Saran dan mengajukan pertanyaan. Komunikasi ini mempunyai efek pada Penyempurnaan moral dan sikap,tipepesan adalah integrasi dan pembaharuan.

dikatakan,komunikasi pada tingkat ini merupakan saran atau mekanisme umpan balik(feedback) dari komunikator kepada komunikan.

a) Menurut Mujamil Qomarada delapan prinsip yang perlu dilakukan agar Komunikasi bisa dikerjakan dengan efektif,yaitu:

b) Berfikir dan berbicara dengan jelas

c) Ada sesuatu yang penting untuk disampaikan d) Ada tujuan yang jelas

e) Penguasaan terhadap masalah

f) Pemahaman proses komunikasi dan penerapannya dengan konsisten

g) Mendapat empati dari komunikasi

h) Selalu menjaga kontak mata,suara yang tidak terlalu keras atau lemah

i) Serta menghindari ucapan pengganggu.

Komunikasi harus direncanakan (apa pesan yang ingin di komunikasikan,siapa Komunikan yang ingin dituju,buatlah sekenario yang jelas,dan hendak mempersiapkan Diri agar menguasai masalah). 15

15 Mujamil Qomar,(2007),Manajemen Pendidikan Islam,Malang: Erlangga,hal.256.

(26)

Jadi,komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat Kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikannya. Jelasnya,jika Seseorang mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya,maka Komunikasi berlangsung,sebaliknya jika ia tidak mengerti,maka komunikasi tidak berlangsung. Dengan kata lain perkataan,hubungan antara orang-orang itu tidak komunikatif. Komunikasi dapat merubah tingkah laku,merubah polapikir, atau sikap oranglain. Untuk dapat membangun kebersamaan mencapai ide yang sama demi satutujuan yang sama.16

Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan aspirasi Dimanapun manusia berada tidak akan terlepas dari komunikasi, pendidikan tidak akan berjalan lancar tanpa adanya komunikasi. Komunikasi merupakan salah satu Fungsi kehidupan manusia. Fungsi komunikasi dalam kehidupan menyangkut banyak aspek. Melalui komunikasi seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak fikiran nya atau perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik secara langsung ataupun tidak langsung. Melalui komunikasi seseorang juga dapat membuat dirinyaUntuk tidak terasing atau terisolasi dari lingkungan disekitarnya.17

Dalam proses komunikasi,tentunya ada kompenen-komponen yang harus ada Setiap terjadinya komunikasi tersebut diantaranya yaitu:

a) Pihak yang berkomunikasi, yakni pengirim dan penerima informasi yang dikomunikasikan. Pihak yang terlibat dalam

16 Nasrul Syakur Chaniago, (2011), Manajemen Organisasi, Bandung: Cipta pustaka Media Perintis,hal.89.

17 Pawit M Yusuf, (2009) ,Ilmu Informasi Komunikasi danKepustakaan, Jakarta: Bumi aksara:hal 30

(27)

komunikasi itu tentunya ada dua orang atau dua kelompok orang, yaitu pengirim (sender).

b) informasi, dan yang menerima (receiver) informasi. Informasi yang dikomunikasikan yang disampaikan tentunya berupa suatu ide, gagasan, keterangan, atau pesan.

c) Alat yang digunakan dalam komunikasi itu,biasanya berupa lambang, tanda-tanda, seperti rambu-rambu lalu lintas, gambar atau penunjuk, dan dapat juga Berupa gerak gerik anggota badan.18

Selain komponen diatas ada juga seperangkat alat yang digunakan sebagai lambang-lambang dalam proses komunikasi yaitu:

a) Bahasa,baiklisandantulisan b) Gambarataulukisan

c) Gerak-gerak d) Sikap

e) Isyarat-isyarat19

3. komunikasi Pendidikan Agama Islam a) Pengertian Agama Islam

Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber

18 Abdul Chaer, Leone Agustia, (2001) ,Sosiolinguistik Suatu Pengantar, Jakarta: Rineka Cipta, hal. 23

19 Syukur Kholil,(1994), Ilmu Komunikasi (Suatu Pengantar),Medan: IAINSU, hal.15

(28)

utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggun aan pengalaman. Seperti yang tertulis dalam Surah Al-Mujadalah 58: ayat 11

ا ي ا هُّي أ ُيِزهوا اىُّ ٌآ ا رِإ هيِق ًُْم و اىُحهس ف ج ِسِوا ج ٍْوايِف

اىُح سْفا ف ِح سْف ي ُهاللَّ

ًُْم و ا رِإ و ۖ هيِق اوُزُشِْا اوُزُشِْا ف ِع فْش ي

ُهاللَّ

ُيِزهوا اىُّ ٌآ ًُْمٌِّْ

ُيِزهوا و اىُجوُأ ًْىِعْوا تا ج س د ُهاللَّ و ۖ

ا ٍِب َىُى ٍْع ج شيِب خ Terjemahnya:

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:

"Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:

"Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orangorang yang beriman di antaramu dan orang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”20.

Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran Islam , terampil melakukan atau mempraktekkan ajaran Islam, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari Dari berbagai literatur terdapat berbagi macam pengertian pendidikan Agama Islam menurut beberapa ahli

Athiyah Al-Abrasy,menyatakan bahwa:

pendidikan Agma Islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesiaonal dalam bekerja dan manis tutur sapanya.21

20 Kementrian Agama RI, Al-Quran Tajwid Dan Terjemahan (Bandung, Diponegoro.2006)QS. Mujadillah, 58: 11 hal 434

21 Sudirman, peranan pendidikan bagi kehidupan manusia, 2014 jakarta. diaskes https://www.gurupendidikan.com, senin 13 juli 2020 pukul 13.00

22

Hamka, Ilmu Pendidikan Agama Islam 2012 Yogyakarta. di askes di https://dalam slam.com. Senin 13 juli 20 13.10

(29)

Menurut penejlasan di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa, Pendidikan agama islam adalah pendidikan yamg merupakan pondasi dalam semua pelajaran yang diterima, karna apapun mata pelajarannya dan apapun tingkatannya kita harus iringkan dangan pelajaran agama islam agar ilmu yang kita dapatkan tidak keluar dari ajaran agama.

Ahmad D. Marimba memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.22

Berdasarkan penjelasan di atas peneliti dapat menyimpulkan, Pendidikan agama islam, adalah kepribadian bagi setiap muslim dengan mempelajari agama islam kita dapat membina akhlak, dengan akhlak yang kita peroleh dari pelajaran agama islam bisa membantu menuju pelajaran-pelajaran lainnya dengan akhlak yang baik.

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa Pendidikan Agama Islam adalah upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam, keterampilan mempraktekkannya, dan meningkatkan pengamalan ajaran Islam itu dalam kehidupan sehari-hari.

b ) Tujuan Pendidikan Agama Islam

Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat (lihat S. Al-Dzariat:56; dan . ali Imran: 102).

(30)

Surah Az-Zariyat 51: Ayat 56

ا ٌ و ُثْق ى خ هُِجْوٱ سِِ ْلْٱ و هلِّإ َِوُذُبْع يِو . Terjemahannya :

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.23

Surah Ali Imran 3:102

ِهِجا قُج هق ح هاللَّ اىُقهجا اىُّ ٌآ ُيِزهوا ا هُّي أ ا ي َى ٍُِى ْس ٌُ ًُْحِْ أ و هلِّإ هُُجىٍُ ج لّ و

Terjemahannya :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”24

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa tujuan utama Pendidikan Agama Islam adalah keberagamaan, yaitu menjadi seorang Muslim dengan intensitas keberagamaan yang penuh kesungguhan dan didasari oleh keimanan yang kuat.

Adapun pendapat lain dari para ahli tentang tujuan dari pendiidikan agama islam adalah :

Menurut al abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan islam menjadi 1. Pembinaan akhlak.

2. menyiapkan anak didik untuk hidup dudunia dan akhirat.

3. Penguasaan ilmu.

4. Keterampilan bekerja dalam masyrakat.25

23 Kementrian Agama RI, Al-Quran Tajwid Dan Terjemahan (Bandung, Diponegoro.2006)QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56 hal 417

24 Kementrian Agama RI, Al-Quran Tajwid Dan Terjemahan (Bandung, Diponegoro.2006)QS Ali Imran . 3: Ayat 102 hal :50

25 Wahid, R, ”Peranan dan fungsi Pendidikan Agama Islam” 2017, diaskes dari tips serabaserbi Islam https://tipsserbaserbi.blogspot..html senin 13 juli 20 20:00

(31)

Upaya untuk mewujudkan sosok manusia seperti yang tertuang dalam definisi pendidikan di atas tidaklah terwujud secara tiba-tiba. Upaya itu harus melalui proses pendidikan dan kehidupan, khususnya pendidikan agama dan kehidupan beragama. Proses itu berlangsung seumur hidup, di lingkungan keluarga , sekolah dan lingkungan masyarakat. Salah satu masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan agama Islam saat ini, adalah bagaimana cara penyampaian materi pelajaran agama tersebut kepada peserta didik sehingga memperoleh hasil semaksimal mungkin.

Selain dari kekhususan sifat dan tujuan materi pelajaran yang dapat membedakan dalam penggunaan metode, juga faktor tingkat usia, tingkat kemampuan berpikir, jenisl embaga pendidikan, perbedaan pribadi serta kemampuan guru , dan sarana atau fasilitas yang berbeda baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini semua sangat mempengaruhi guru dalam memilih metode yang tepat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

4. Peran Guru Pendidikan Agama Islam

Upaya guru atau usaha guru dalam dunia pendidikan sangat berperan penting dalam meningatkan kualitas sumber daya manusia. Aktivitas guru yang dilakukan dalam rangka membimbing, mendidik, mengajar, dan melakukan transfer knowladge dalam proses belajar mengajar harus dilakukan oleh seorang guru yang memiliki usaha tinggi yang disertai dengan kemampuan keprofesionalan.26

26 Zakiah Drajat, (2004), Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, jakarta: Bumi Aksara, hal. 266

(32)

Dalam emberikan pengetahuan kepada anak didik adalah suatu hal yang mudah tetapi untuk membentuk jiwa dan watak anak didik itulah yang sukar, sebab anak didik yang dihadapi adalah makhluk hidup yang memiliki watak dan potensi yang perlu di pengaruhi oleh sejumlah norma hidup sesuai dengan ideologi, falsafah dan bahkan Agama. Pendidikan tidak dilakukan semata-mata dengan perkataan tetapi dengan sikap, tingkah laku dan perbuatan.27

Dengan demikian guru mempunyai peran yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, seorang guru harus melakukan usaha-usaha yang bisa meningkatkan prestasi belajar dan disiplin belajar siswa, dan sebaliknya ada seorang guru yang melakukan kesalahan- kesalahan dalam menjalankan tgas dan fungsinya sehingga berakibat pada tingkat rendahnya prestasi belajar dan disiplin belajar siswa.

Adapun usaha-usaha yang dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut: 28 a. Mendidik

Guru adalah seorang pendidik, dalam usaha mendidik seorang guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Berkaitan dengan tanggung jwab maka seorang guru harus mengetahui, serta mamahami nilai, norma moral, dan sosial serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan moral tersebut. Guru jua harus bertanggung jawab erhadap segala tindakannya dalam pembelajaran di sekolah, dan dalam kehidupan masyarakat.

27 Ibid hal 267

28 E Mulyasa, (2008), Menjadi Guru Profesional Menciptakan pembelajaran kreatif dan Menyenangkan, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, hal.37

(33)

Berkenaan dengan wibawa, guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral dan itelektual dalam pribadinya.

Sedangkan disiplin, guru harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara konsisten, atas kesadaran profesional, karena mereka bertugas untuk mendisiplinkann para peserta didik di sekolah, terutama dalam pembelajaran.29

b. Mengajar

Adapun sejak adanya kehidupan sejak itu pula guru telah melaksanakan pembelajaran, dan memmang hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawabnya yang pertama dan utama. Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membenntuk kompetensi, dan memahami materi standar yang dipelajari.30

c. Membimbing

Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, kreatifitas, moral, dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk perjalanan, serta menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.31

29 Ibid

30 Ibid. hal 38

31 Ibid

(34)

Dengan demikian sebagai pembimbing, guru perlu memiliki pemahaman yang seksama tentang para siswanya, memahami segala potensi dan kelemahannya, masalah dan kesulitan-kesulitannya dengan segala latar belakangnya. Agar tercapai kondisi seperti itu, guru perlu banyak mendekati para siswa, membina hubungan yang lebih dekat dan akrab, melakukan pengamatan dari dekat serta mengadakan dialog-dialog langsung.

B. Motivasi Belajar siswa 1. Motivasi Belajar

a) Defenisi Motivasi Belajar

Motivasi berasal dari kata“motif“. Diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu .Motif dapat dikatakan sebagai daya Penggerak dari dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu,terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat mendesak.32

Sumardi Suryabrata dalam buku psikologi pendidikan mengatakan bahwa:

Motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individuu ntuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai suatau tujuan.Jadi motivas ibukanlah hal yang dapat disimpulkan adanya karena sesuatu yang dapat kita saksikan Tiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang itu didorong oleh sesuatu kekuatan dari dalam diri orang itu,kekuatan pendorong inilah yang disebut motivasi.33

b) Fungsi Motivasi Dalam Belajar

Dalam belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Hasil belajar akan menjadi optimal, jika ada motivasi. Sehubung dengan hal tersebut, ada tiga fungsi

32 Sardiman, (2011), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers, hal 73

33 Ibid. hal 70

(35)

Motivasi yaitu sebagai beriku :

1) Mendorong manusia untuk berbuat,dalam hal inimotivasi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.Allah SWT berfirman dalam QS.Al-baqarah: 2 Ayat 148 Yaitu:

هَِا ِۗ اًعْيٍِ ج ُ َّٰاللَّ ًُُمِب ِتْأ ي اْىُِْىُم ج ا ٌ ُْي ا ِِۗت َٰشْي خْوا اىُقِب حْسا ف ا هْيِّو ىٌُ ىُه ة هْجِّو ٍّهُمِو و شْيِذ ق ءْي ش ِّهُل ًَٰى ل َّٰاللَّ

Terjemahnya :

Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada.

pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.34

2) Menentukan arah perbuatan,yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.

3) Menyelesaikan perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisishkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Pendapat lain mengatakan bahwa fungsi dari motivasi dalam Proses Belajar Mengajar adalah:

1) Menyediakan kondisi yang optimal bagi terjadinya belajar.

2) Menguatkan semangat belajarsiswa.

3) Menimbulkan atau menggugah minat siswa agar mau belajar.

4) Mengikatperhatiansiswaagarmaudanmenemukansertamemilih jalan

34 Kementrian Agama RI, Al-Quran Tajwid Dan Terjemahan (Bandung, Diponegoro.

2006 ) QS Al baqarah 2 : Ayat 102 13

(36)

5) Tingkah laku yang sesua iuntuk mencapai tujuan belajar maupun tujuan hidup jangkapanjang.35

c) Unsur-Unsur yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Motivasi belajar bukanlah sesuatu yang siap jadi ,tetapi diperoleh dan dibentuk oleh lingkungan. Beberapa hal yang mempengaruhi motivasi belajara dalah sebagai berikut:

1) Cita-cita atau aspirasi 2) Kemampuan siswa 3) Kondisi siswa

4) Kondisi lingkungan siswa

5) Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran 6) Upaya guru dalam membelajarkan siswa.36

Selain beberapa unsure diatas,ada unsur lain yang dapat mempengaruhi atau Meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu keberadaan orang tua.Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka,Karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan.

d) Prinsip-Prinsip Motivasi Dalam Belajar Sebagaimana Diungkapkan Olehk Ennethh

Howwer sebagaimana dikutip oleh A.Tabrani Rusyandkka dalah sebagai berikut:

1) Pujian lebih efektif dari pada hukuman

35 Sardiman, A.M, Op. cit, hal.24.

36 Conny R. Semiawan,(2009),Penerapan Pembelajaran Pada Anak, Jakarta: Indeks, hal.79.

(37)

2) Semua peserta didik mempunyai kebutuhan-kebutuhan psikologis (yang bersifat dasar) tertentu yang harus mendapat kepuasan.

3) .Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif dari pada motivasi yang di paksakan

4) Terhadap jawaban yang serasi perlu dilakukan usaha pemantapan 5) Motivasi itu mudah menjalar atau tersebar kepada orang lain

6) Pemahaman yang jelas terhadap tujuan-tujuan akan merangsang motivasi

7) Tugas-tugas yang dibebankan oleh diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besa runtuk mengerjakan dari pada tugas-tugas itu di paksakan olehguru.

8) Pujian-pujian yang datangnya dari luar (eksternal reward)kadang- kadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsang minat yang sebenarnya

9) Teknik dan prosedu rmengajar yang bermacam-macam efektif untuk memelihara minat peserta didik.

10) Motivasi yang kuat erat hubungan nya dengan kreatifitas peserta didik37.

2. Jenis Dan Bentuk Motivasi a) Jenis Motivasi

Jenis Motivasi Belajar Terdiri Dari Dua Bagian Yaitu:

1) Motivasi Intrinsik

Menurut Syaiful Bahri yang dimaksud dengan“motivasi intrinsik adalah motif motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar,Karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu”.38 Contoh konkret,seorang siswa itu melakukan belajar, karena betul-betul ingin mendapat pengetahuan,nilai atau ketrampilan agar dapat berubah tingkah lakunya secara konstruktif, tidak ada tujuanyanglain-lain.

37 KennethH. Howwer dalam A.Tabrani Rusyan, dkk,(1994),Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, Bandug: Remaja Rosdakarya, hal.126.

38 Syaifu lBahr iDjamarah, (2005), Psikologi Belajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, hal. 115.

(38)

2) Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik merupakan motivasi yang terjadi karena adanya pengaruh dari luar siswa, misalnya belajar berenang karena adanya tuntutan harusbisa berenang,bermain game online karena pengaruh pergaulan agar tidak dianggap ketinggalan zaman,dansebaginya.

b). Bentuk-Bentuk Motivasi Belajar Bentuk-Bentuk Motivasi Belajar Di Sekolah 1) Memberi angka

2) Hadiah

3) Saingan/kompetisi 4) Ego-involvement 5) Memberiulangan 6) Mengetahuihasil 7) Pujian

8) Hukuman.39

3. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Motivasi sangat erat hubungannya dengan kebutuhan,sebab memang motivas muncul karena kebutuhan.Seseorang akan terdorong untuk bertindak manakala dalam dirinya ada kebutuhan. Adanya motivasi yang tinggi pada seorang siswa untuk belajar dapat terlihat dari ketekunannya serta tidak mudah putus asa untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan meskipun dihadang berbagai kesulitan ,karena mereka yakin bahwa setiap kesulitan atau ujian yang

39 Mamiq Gaza, (2012), Bijak Menghukum Siswa, Yogyakarta:Ar-Ruzz Media, hal.28

(39)

dihadapi tidak akan melebih idari kemampuan yang dimilikinya .Seperti dalam ayatAl-Qur‟an SuratAl-Baqarah 2 ayat 286 :

ُفِّى مُي لّ

ّْيِسهِ َِْا ٓا ِْزِخا ؤُج لّ ا ّهب س ِۗ ْث ب س حْلا ا ٌ ا هْي ى ل و ْث ب س ل ا ٌ ا ه و ِۗ ا ه عْسُو هلِّا اًسْف ِ ُ َّٰاللَّ

لّ و ا ّهب س ا ِْأ طْخ ا ْو ا ٓا

لّ و ا ّهب س ا ِّىْب ق ٌُِْ ُْيِزهوا ً ى ل ٗه حْى ٍ ح ا ٍ ل اًشْصِا ٓا ّْي ى ل ْهٍِْح ج ِۗا ّ و ْشِفْْا و ِۗاهّ ل ُفْلا و هِب ا ّ و ة قا َ لّ ا ٌ ا ّْىٍِّ حُج

ُْيِشِف َٰمْوا ِيْى قْوا ً ى ل ا ِْشُصِْا ف ا ّىَٰوْى ٌ ثِْ ا ِۗ ا ٍّْ حْسا و Terjemahnya :

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”40

Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa guru dituntut untuk kreatif Dalam memberikan pengajaran kepada siswa dan memberikan arahan mengenai cara untuk meningkatkan motivasi siswa, yakni sebagai berikut:

1) Optimalisasi penerapan prinsip belajar.

2) Optimalisasi unsure dinamis belajar danpembelajaran.

3) Optimalisasi pemanfaatan pengalaman dan kemampuan siswa.

4) Pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar 41

Dalam memberikan motivasi kepada siswa,seharusnya guru mengetahui konsep-konsep atau teori-teori yang selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam

40Kementrian Agama RI, Al-Quran Tajwid Dan Terjemahan (Bandung, Diponegoro.2006)QS Al baqarah 2 : Ayat 286 hal: 38

41DimyatidanMudjiono,(2010),BelajardanPembelajaran,Jakarta:PTRinekaCipta,hal.101- 106.

(40)

memberikan motivasi bagi siswa.Penerapan teori motivasi belajar sebagai berikut:

1) Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan 2) Guru memberikan hadiah dan hukuman kepada siswa

3) Gurumenciptakan level aspirasi berupa performasi yang mendorong kelevel berikutnya.

4) Guru melakukan kompetisi dan kerja sama pada siswa 5) Guru menggunakan hasil belajar sebagai umpan balik 6) Guru melakukan pujian kepada peserta didik

7) Guru mengusahakan selalu ada yang baru ketika melakukan pembelajaran dikelas

8) Guru menyiapkan tujuan yang jelas

9) Guru dalam mengajar tidak menggunakan prosedur yang menekan 10) Guru menggunakan contoh-contoh hidup sebagai model-model yang

menarik bagi siswa

Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh guru seperti dikemukakan tersebut sekadar contoh pendekatan yang mungkin cocok dilakukan oleh pendidik dalam kegiatan belajar mengajar disekolah.

4) Hubungan Komunikasi Guru Dengan Motivasi Belajar

Pada dasarnya pendidikan pada suatu instansi pendidikan berlangsung secara terencana didalam kelas yang dikomunikasikan secara tatap muka langsung oleh guru juga murid. Secara tatap muka langsung dilaksanakan karena kelompok terlalu kecil. Meskipun komunikasi antara pengajar dan siswa dalam

(41)

ruang kelas itu termasuk Komunikasi antar personal, namun terjadi komunikasi dua arah atau dialog dimana Guru sebagai komunikator dan siswa sebagai komunikan.

Apabila siswa responsive berarti memiliki motivasi dalam dirinya untuk menerima pelajaran yang disampaikan guru atau dengan adanya komunikasi ini timbul motivasi Dalam dirinya. Kejadian seperti ini terjadi apabila sang guru mampu untuk menarik perhatian siswa dengan segenap kemampuannya.

Proses ini akan menumbuhkan Motivasi bagi siswa yang belum memiliki dan menambah motivasi belajar bagi siswa Yang telah memiliki Apabila jumlah siswa yang dihadapi guru terbatas yaitu berkisar antara tiga sampai delapan orang atau kelompok kecil, perseorangan ,maupun kelompok.

Maka hakikat pengajaran adalah:

1) terjadinya hubungan personal antra guru dengan siswa dan juga siswa dengan siswa.

2) siswa belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing- masing.

3) siswa mendapat bantuan dari guru sesuai kebutuhannya.

4) siswa dilibatkan dalam perencanaan kegitan belajar mengajar Sementara peranan guru dalam pengajaran ini berfungsi sebagai bentuk

1) organisator kegiatan belajar mengajar 2) sumber informasi bagi siswa

3) motivator bagi siswa untuk belajar

4) menyediakan materi dan kesempatan belajar bagi siswa

(42)

5) pembimbing materi kegiatan belajar siswa 6) peserta kegiatan belajar mengajar42

Dalam hal mengoptimalisasi peranan guru dalam kegiatan pembelajaran ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa,diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Menjelaskan tujuan belajar kepada murid 2) Memberikan hadiah

3) Mengadakan saingan/kompetisi 4) Memberikan puji

5) Memberikan hukuman

6) Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar 7) Membentuk kebiasaan yang baik

8) Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok

9) Menggunakan metode yang bervariasi

10) Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pengajar kelompok kecil dan peseorangan maka guru lebih memberikan Perhatian terhadap siswa sehingga terjadi hubungan yang akrab antara guru dan siswa, maupun antara siswa dengan siswa. Adakalanya lebih mudah belajar karena harus Mengajar temannya sendiri, dalam hal ini mengajar dalam kelompok kecil dapat Memenuhi kebutuhan tersebut .Pengajaran ini

42Sardiman,(2011), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers, hal : 82

(43)

memungkinkan siswa belajar lebih aktif, Memberikan rasa tanggung jawab yang besar,berkembangnya daya kreatif dan sifat Kepemimpinan pada siswa dan dapat memenuhi kebutuhan secaraoptimal.

C. Kerangka Pikir

Komunikasi adalah proses pertukaran informasi dari satu pihak ke pihak yang lain, baik secara isyarat, lisan maupun tulisan guna untuk menyampaikan pesan. Dalam proses belajar mengajar, tenaga pendidik yang dalam hal ini adalah guru memiliki peranan yang paling penting dalam mengatur arus komunikasi dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Kecapakan guru dalam menyampaikan pesan kepada peserta didik akan berpengaruh kepada respons yang diberikan peserta didik. Semakin baik seorang guru menyampaikan pesan tentunya akan semakin sigap siswa dalam merespons apa yang disampaikan oleh guru tersebut.

Sebaliknya, ketika guru kurang cakap dalam menyampaikan komunikasi kepada anak didiknya maka akan berpengaruh juga kepada respons yang dibeikan oleh peserta didik kepada gurunya. Pada akhirnya, kecapakan guru dalam berkomunikasi akan menentukan tinggi rendahnya motivasi peserta didik dalam belajar. Oleh sebab itu, komunikasi guru berhubungan dengan motivasi belajar siswa.

Motivasi belajar adalah dorongan yang ada pada seseorang untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar sangat penting peranannya bagi siswa dalam usaha mencapai prestasi belajar yang tinggi. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi, cenderung menunjukkan semangat dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran, mereka biasanya kelihatan lebih menaruh

(44)

perhatian bersungguhsungguh dalam belajar dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan lebih tekun, bersemangat, lebih tahan dan memiliki ambisi yang lebih tinggi dalam mencapai prestasi belajar yang lebih baik, dibandingkan dengan siswa yang kurang atau tidak memiliki motivasi belajar.. Walaupun terdapat banyak faktor lain yang berhubungan motivasi belajar seperti faktor sarana pendidikan, media, metode mengajar, lingkungan dan lain-lain. Namun, dalam hal ini yang dianggap sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar adalah komunikasi guru.Secara sederhana kerangka piker dapat digambarkan pada bagan berikut ini:

(45)

Bagan Kerangka Pikir

1. Hubungan komunikasi 2. Motivasi belajar

Hubungan komunikasi Motivasi belajar Siswa

1. Kemampuan berkomunikasi 2. Tujuan komunikasi 3. Pendidikan agama

islam

1. Pengertian motivasi 2. Jenisa dan bentuk

motivasi

3. Upaya guru dalam meningkatj\kan

motivasi belajar siswa

Hubungan Kemampuan Berkomunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Dengan Motivasi Belajar siswa Di Madrasah Aliyah Tonrorita kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa

(46)

C. Hipotesis

Berdasarkan pada landasan teori dan kerangka pikir di atas, maka selanjutya dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : “Apakah terdapat hubungan signifikan antara guru PAI dengan motivasi belajar siswa Madarasah Aliyah Al Mubarak Tonrorita Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa

Ho : Tidak terdapat hubungan signifikan antara komunikasi guru PAI dengan motivasi belajar siswa Madarasah Aliyah Al Mubarak Tonrorita Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa

Ha : Terdapat hubungan signifikan antara komunikasi guru PAI dengan motivasi belajar siswa Madarasah Aliyah Al Mubarak Tonrorita Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa

(47)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kuantitatif, metode penelitian kuantitatif itu berkenaan dengan angka atau numerical.Penelitian kuantitatif pada umunya mendasarkan kerjanya pada keyakinan bahwa fakta dan perasaan dapat dipisahkan, dan bidang kajiannya adalah suatu realitas tunggal yang terbentuk dari fakta yang dapat ditemukan.43 Menurut Suharsimi, metode penelitian kuantitatif yaitu suatu proses penelitian untuk menemukan pengetahaun yang menggunakan data berupa angka sebagai alat untuk menemukan keterangan apa yang ingin diketahui. Data penelitian ini terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistic melalui aplikasi SPSS.

B. Lokasi dan objek penelitian

Adapun lokasi penelitian ini dilaksanakan di suatu Sekolah yang berada di Kabupaten Gowa, dan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah siswa di sekolah

Madrasah Aliyah AL-Mubarak Tonrorita Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa.

C. Variabel Penelitian

Dalam penelitian yang berjudul hubungan kemampuan berkomunikasi guru PAI dengan motivasi belajar siswa.yang menjadi variable dalam penelitian ini adalah :

43 Punaji Setyosari, Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan, (Jakarta:

Prenadamedia Group), hal . 46

33

(48)

1. kemampuan berkomunikasi guru PAI adalah Variabel Indenpenden atau simbol (X) yang mempengaruhi

2. Motivasi belajar siswa adalah Variabel Denpenden atau simbol (Y) yang dipengaruhi

D. Defenisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini ada dua variabel yang harus didefenisiskan secara operasional yaitu:

1. Komunikasi guru yang peneliti maksudkan adalah cara-cara yang dilakukan guru PAI pada bidang studi fiqih dalam menyampaikan materi pelajaran ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.

2. Motivasi belajar yang peneliti maksudkan adalah hal-hal yang menjadi pendorong atau penggerak baik yang datangnya dari dalam diri siswa (motivasi intrinsic) maupun yang datangnya dari luar diri siswa ( motivasi ekstrinsik) yang dapat menggerakkan siswa untuk belajar Pendidikan Agama Islam ,

E. Populasi Dan Sampel 1. Populasi

Menurut sugiyono mengemukakan bahwa :

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.44

44 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan¸ (Bandung: Alfabeta, 2017), hal.117

(49)

Menurut Arikunto mengemukakan bahwa: Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dijelaskan bahwa populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek yang menjadi fokus penelitian dengan memerhatikan beberapa karektreristik yang sesuai dengan penelitian yang sedang dilakukan.

Table 3.1 Keadaan Popolasi

No Kelas Laki laki Perempuan Jumlah

1 X 31 26 57

2 XI 35 39 74

3 XII 40 25 65

JUMLAH 106 90 196

Sumber : Madrasah Aliyah AL-Mubarak Tonrorita Kec.Biring Bulu, Kab. Gowa 2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.45 Sampel dalam pandangan Suharsimi Arikunto sebagai bagian dari populasi yang diteliti, dan menyatakan pula bahwa :

Apabila populasi penelitian berjumlah kurang dari 100 maka sampel yang diambil adalah semuanya, namun apabila populasi penelitian berjumlah lebih dari 100 maka sampel dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.46

45 Arikunto, S. prosedur penelitian suatu praktik , (Jakarta : Rineka Cipta, 2010) hal 36

46 Ibid hal. 134

(50)

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil 20% untuk dijadikan sampel,yaitu 38 siswa. Dalam mengambil sampel, peneliti menggunakan sampel Random(Random Sampling), yaitu pemgambilan sampel secara acak. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan mencampur subjek- subjek didalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Dengan demikian, maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel.47

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data yang harus betul-betul direncanakan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan data empiris sebagaimana adanya sebab penelitian akan berhasil apabila banyak menggunakan instrumen agar data tersebut dapat menjawab pertanyaan, penelitian dan menguji hipotesis, maka penulis menggunakan beberapa instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman angket, pedoman wawancara, dan catatan dokumen.

1. Pedoman Observasi

Observasi merupakan teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung48. Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan

47 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka cipta, 2006). hal , 177.

48 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung; PT. Remaja Rosdakarya, 2010), hal . 220.

Gambar

Table 3.1   Keadaan Popolasi
Tabel 3.4. Interprestasi Nilai “r”
Gambar 4.1 Grafik Histogram DistribusiFrekuensiKomunikasi Guru
Gambar 1 : Madrasah Aliyah Al-mubarak Tonrorita
+3

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil wawancara dengan ketiga konselor atau guru bimbingan dan konseling di sekolah/madrasah ini, diperoleh beberapa informasi atau data penting yang dapat digunakan

Pembelajaran Learning Cycle 7E berbasis inkuiri merupakan pembelajaran matematika yang menggunakan tahap-tahap model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan berdasarkan pada

[r]

Pada penelitian sejenis terdahulu yang mengandung kekerasan dilakukan oleh “Muhammad Ihsan” dengan tujuan untuk mengetahui bentuk kekerasan dan prosentase kekerasan yang

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan

menjelaskan falsafah dan paradigma keperawatan meliputi konsep manusia,konsep sehat sakit,konsep keperawatan dan

 Mengingati ilmu, pengetahuan atau maklumat  Menyimpan data dan fakta.

Hal ini ditinjau dari ciri-ciri guru yang profesional yang meliputi: (1) mampu menunjukan sikap dan pengetahuan yang berkualitas dalam menjalankan tugas-tugas