• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.5 Faktor Predisposisi ECC

2.5.6 Peran Ibu

Ibu memiliki peran penting dalam membiasakan anak mereka untuk mengubah kepribadian yang dibutuhkan untuk kebersihan dan kesehatan rongga mulut yang baik.1 Ibu yang dirinya sendiri tidak mampu menjaga kesehatan gigi dan mulut tentu tidak akan mampu mengubah kepribadian anaknya. Beberapa penelitian telah memfokuskan pentingnya hubungan tingkah laku kesehatan mulut ibu dengan kondisi gigi anak mereka. Penelitian oleh Sasahara et al. pada 1998 mengenai hubungan kondisi gingiva ibu (sebagai ukuran dari tingkah laku kesehatan mulut) dengan pengalaman karies anak, menyimpulkan bahwa kondisi gingiva ibu memiliki hubungan terhadap prevalensi dan keparahan karies anaknya.21

Anak usia 3-6 tahun sudah dapat menyikat gigi sendiri namun masih perlu pengawasan dari orangtua. Anak di bawah usia 5 tahun tidak dapat menjaga kebersihan mulutnya secara benar dan efektif, maka orangtua harus melakukan penyikatan gigi anak setidaknya sampai anak berusia 6 tahun. Kemudian orangtua mengawasi prosedur ini secara terus menerus.22 Horowitz et al. telah melakukan penelitian pada anak usia sekolah tentang pentingnya pengawasan dalam proses penyikatan gigi, di mana hasil yang didapat menunjukkan bahwa skor dmfs lebih rendah pada anak yang diawasi saat menyikat gigi.1 Tsamtsouris, White, dan Clark juga melakukan penelitian yang serupa pada anak di bawah usia sekolah, pemeriksaan dilakukan dua kali pada anak yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat diawasi dan diberi instruksi cara menyikat gigi, anak memiliki skor plak yang lebih rendah dibanding ketika tidak diawasi dan tidak diberi instruksi.1

2.6 Pencegahan

Tindakan pencegahan adalah bagian yang penting dari perawatan karies. Tindakan pencegahan terdiri atas:6,17

1. Pemberian Fluor

Fluor memiliki kemampuan meningkatkan ketahanan enamel terhadap demineralisasi serta meningkatkan remineralisasi, selain itu fluor juga menurunkan produksi asam di dalam plak. Fluor di dalam makanan memiliki pengaruh pra erupsi terhadap ketahanan gigi terhadap karies di masa depan.

Pemberian fluor dapat dilakukan sendiri dengan cara menyikat gigi menggunakan pasta gigi berfluor. Orangtua seharusnya mulai menyikat gigi anak dengan pasta gigi berfluor sejak erupsi gigi pertama kali, sekitar usia 6 bulan.17 Untuk anak-anak yang dianggap berisiko rendah terkena karies, pasta gigi yang digunakan dapat mengandung 450-600 ppm fluor, konsentrasi fluor yang lebih rendah kurang diyakini manfaatnya. Untuk anak yang diduga berisiko tinggi, tidak dipengaruhi oleh usia, pasta gigi dengan konsentrasi fluor lebih tinggi juga boleh digunakan. Bila menggunakan pasta gigi dengan fluor yang lebih tinggi, orangtua perlu diberitahu untuk menggunakan sedikit saja pasta kurang lebih sebesar kacang kecil dan untuk mengawasi kegiatan menyikat gigi, agar jangan sampai pasta gigi tertelan, dan anak-anak meludah sebisa mungkin setelah menyikat.17

Pemberian sediaan fluor baik dalam bentuk tetesan atau tablet dimaksudkan untuk anak-anak yang berisiko tinggi karies dan anak-anak yang bila terkena penyakit gigi akan mengakibatkan gangguan serius terhadap kesehatan umum. Pemberian suplemen hanya memiliki efek maksimal bila diberikan dalam jangka lama dan secara teratur. Bila di dalam kandungan air terdapat fluor lebih dari 0,7 ppm, maka tidak perlu diberikan suplemen.17

Perlu diperhatikan bahwa dosis fluor 1 mg/kg berat badan sudah cukup untuk menghasilkan gejala keracunan dan dosis 5 mg/kg berpotensi fatal. Gejala-gejala keracunan seperti mual, muntah, hipersalivasi, sakit perut, dan diare.17

2. Pengendalian Plak

Plak sebagai etiologi karies perlu disingkirkan dari rongga mulut untuk mencegah terjadinya proses karies. Tindakan penyingkiran plak dapat dilakukan dengan menyikat gigi. Frekuensi menyikat gigi sangat mempengaruhi timbulnya karies, bahwa pada anak yang rajin menyikat gigi akan mempunyai risiko terkena karies lebih rendah dibandingkan anak yang jarang atau tidak pernah menyikat gigi.23

Pada anak usia 3-6 tahun, dental floss sudah dapat digunakan oleh anak. Jika daerah kontak interproksimal terlalu rapat maka ibu yang harus melakukannya. Daerah yang paling memerlukan penggunaan dental floss adalah daerah kontak posterior.1

3. Fisur Silen

Fisur silen digunakan pada molar desidui di mana satu atau lebih molar desidui telah terkena karies oklusal.6,17 Silen memiliki fungsi kariostatik di mana silen menghalangi pitdan fisursecara fisik. Hal ini mencegah kolonisasi baru bakteri di pit dan fisur serta mencegah penetrasi karbohidrat bagi bakteri yang tersisa di dalamnya, sehingga tidak memungkinkan bakteri memproduksi asam dalam konsentrasi kariogenik.1

4. Modifikasi Diet

Orangtua perlu dijelaskan penyebab terjadinya karies dan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Hindari minuman dengan kandungan gula dan keasaman yang tinggi, contohnya minuman bersoda. Menghentikan kebiasaan minum dari botol di malam hari, mengencerkan jus atau susu di dalam botol dalam jangka waktu beberapa minggu hingga botol akhirnya hanya berisi air. Tidak ada makanan atau minuman boleh diberikan 1 jam sebelum waktu tidur, selama waktu tidur hanya boleh minum air.6,17

5. Dental Health Education

Christensen, Peterson, dan Bhambal pada tahun 2003, dan Sheahan pada tahun 2000 merekomendasikan pendekatan yang terbaik untuk promosi kesehatan adalah untuk mengembangkan pendekatan populasi. Salah satu contoh adalah kampanye kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk kebutuhan kesehatan mulut

anak-anak, Breakers for Bottle. Keluarga didorong untuk membawa botol susu mereka dan menukarnya dengan yang baru untuk mengurangi bakteri yang terdapat pada botol karena cara memelihara kebersihan yang buruk. Sebuah kampanye kesehatan yang sama, Healthy Smiles adalah program pencegahan karies botol bayi yang multidisiplin dan merupakan lengan dasar dari AAPD, yang menyediakan uang hibah untuk proyek-proyek yang meningkatkan kesehatan gigi. 24

Untuk mengurangi risiko pengembangan ECC, AAPD mendorong tindakan pencegahan baik secara profesional maupun di rumah yang meliputi:8,25

a. Mengurangi tingkat S. mutans orangtua/saudara untuk mengurangi penularan bakteri kariogenik.

b. Meminimalkan tindakan berbagi peralatan makan untuk mengurangi penularan bakteri kariogenik melalui saliva.

c. Menerapkan langkah-langkah kebersihan mulut segera setelah erupsi gigi desidui pertama. Menyikat gigi harus dilakukan untuk anak-anak oleh orangtua dua kali sehari, menggunakan sikat gigi lembut yang ukurannya sesuai dengan usia. Pada anak-anak dianggap berisiko karies sedang atau tinggi di bawah usia 2 tahun, olesan pasta gigi berfluor harus digunakan. Dalam semua anak-anak usia 2 sampai 5 tahun, jumlah yang harus digunakan adalah seukuran kacang.

d. Melakukan kunjungan kesehatan mulut dalam waktu 6 bulan setelah erupsi gigi pertama dan tidak lebih dari usia 12 bulan untuk melakukan penilaian risiko karies dan menyediakan pendidikan orangtua termasuk bimbingan antisipasi untuk pencegahan penyakit mulut.

e. Menghindari konsumsi frekuensi tinggi cairan dan/atau makanan padat yang mengandung gula, secara khusus:

• Minuman yang mengandung gula (misalnya, jus, minuman ringan, teh manis, susu dengan tambahan gula) dalam botol bayi atau “sippy cup” harus dihindari. Bila memberi jus, harus menggunakan cangkir.

• Bayi tidak boleh ditidurkan dengan botol yang diisi dengan susu atau cairan yang mengandung gula.

• Menyusui harus dihindari setelah gigi desidui pertama mulai erupsi pada usia 6 bulan dan setelah makanan karbohidrat lainnya diperkenalkan. • Orangtua harus didorong untuk mengajar anak minum dari cangkir ketika

mereka mendekati ulang tahun pertama mereka. Bayi harus disapih dari botol antara usia 12 sampai 14 bulan.

f. Bekerja dengan penyedia layanan medis untuk memastikan semua bayi dan balita memiliki akses ke pemeriksaan gigi, konseling, dan prosedur pencegahan.

Dokumen terkait