• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA ialah :

Dalam dokumen PERATURAN ORGANISASI XTC INDONESIA (Halaman 86-93)

BAB XV HAK SUARA

Pasal 4 Peran Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA ialah :

Pasal 4 Peran Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA ialah :

1. Melakukan rekruitmen pengusaha untuk menjadi anggota XTC INDONESIA. 2. Melakukan kaderisasi terhadap anggota.

3. Melakukan pembinaan dan pemberdayaan terhadap anggota.

BAB IV KEANGGOTAAN

Pasal 5

1. Anggota Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA adalah anggota XTC INDONESIA. 2. Prosedur penerimaan anggota Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA mengacu

pada ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga XTC INDONESIA. 3. Setiap anggota Lembaga Pengusaha dinyatakan sah sebagai anggota biasa apabila

sudah memiliki Kartu Tanda Anggota XTC INDONESIA yang diterbitkan oleh DPP XTC INDONESIA.

4. Anggota Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA mempunyai Kartu Tanda Anggota Khusus, yang diterbitkan oleh Pengurus Lembaga Pengusaha sesuai tingkatan Dewan Pimpinan.

BAB V

LAMBANG DAN ATRIBUT Pasal 6

1. Lambang dan Atribut Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Organisasi XTC INDONESIA tentang Lambang dan Atribut.

2. Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA memiliki alat-alat kelengkapan administrasi seperti kop surat, stempel, dan lain-lain.

BAB VI

TATA HUBUNGAN Pasal 7

1. Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA adalah organ yang tak terpisahkan dari Dewan Pimpinan XTC INDONESIA sesuai tingkatannya.

2. Tata Hubungan Antar Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA secara vertikal bersifat Koordinatif dan Konsultatif.

BAB VII

SUSUNAN, KOMPOSISI KEPENGURUSAN DAN MASA BAKTI Pasal 8

Susunan Kepengurusan

Susunan Kepengurusan Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA : 1. Tingkat Pusat disebut Pengurus Pusat

2. Tingkat Provinsi disebut Pengurus Daerah

3. Tingkat Kabupaten/Kota disebut Pengurus Cabang

Pasal 9 Komposisi Kepengurusan

1. Komposisi kepengurusan Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA di semua tingkat Dewan Pimpinan terdiri dari :

a. 1 (satu) orang Ketua b. 2 (dua) orang Wakil Ketua c. 1 (satu) orang Sekretaris d. 2 (dua) orang Wakil Sekretaris e. 1 (satu) orang Bendahara f. 2 (dua) orang Wakil Bendahara

g. Ketua dan Anggota Bidang (sesuai kebutuhan) 2. Bidang-bidang terdiri dari :

a. Organisasi dan Keanggotaan b. Hubungan Antar Lembaga c. Keuangan dan Perbankan d. Pertambangan dan Energi e. Pendidikan

f. Ketenagakerjaan

g. Perdagangan dan Industri h. Properti

i. Jasa

j. Perikanan dan Kelautan k. Pertanian dan Perkebunan l. Transportasi

Pasal 10 Masa bakti

Masa bakti kepengurusan Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA di semua tingkat Dewan Pimpinan XTC INDONESIA adalah 3 (tiga) tahun.

BAB VIII

PEMBENTUKAN KEPENGURUSAN Pasal 11

1. Pembentukan kepengurusan Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA untuk pertama kali di masing-masing tingkatan adalah :

a. Tingkat Cabang dibentuk oleh DPC XTC INDONESIA setelah mendapat rekomendasi/persetujuan Lembaga Pengusaha Tingkat Daerah/Provinsi. b. Tingkat Daerah dibentuk oleh DPD XTC INDONESIA setelah mendapat

rekomendasi/persetujuan Lembaga Pengusaha Tingkat Pusat. c. Tingkat Pusat dibentuk oleh Dewan Pimpinan Pusat.

2. Kepengurusan Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA untuk periode selanjutnya dimasing-masing tingkatan dilakukan melalui mekanisme konferensi.

3. Pengesahan kepengurusan Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA untuk periode selanjutnya ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA setingkat di atasnya, bersama Ketua Dewan Pimpinan XTC INDONESIA, di atas kop surat Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA.

BAB IX

QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal 12

Quorum

1. Quorum konferensi dan rapat-rapat Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA dinyatakan sah apabila dihadiri oleh setengah ditambah 1 (satu) dari jumlah unsur peserta yang hadir, jika quorum tidak terpenuhi, rapat-rapat ditunda selama 2 (dua) kali 15 menit.

2. Apabila setelah ditunda selama 2 (dua) kali 15 (lima belas) menit, quorum belum juga terpenuhi maka rapat dapat dimulai / dilanjutkan.

Pasal 13

Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan dalam konferensi dan rapat-rapat Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA pada azasnya dilakukan secara musyawarah untuk mufakat, dan apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, pengambilan keputusan dilakukan dengan suara terbanyak.

BAB X

KONFERENSI DAN RAPAT-RAPAT Pasal 14

Konferensi dan Rapat-rapat Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA terdiri dari : 1. Konferensi

2. Rapat Kerja 3. Rapat Pleno

Pasal 15 Konferensi

Konferensi Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA terdiri dari : 1. Konferensi Pusat (Konferpus)

2. Konferensi Daerah (Konferda) 3. Konferensi Cabang (Konfercab)

Pasal 16

1. Konferensi Pusat (Konfernas) Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA dihadiri oleh unsur peserta :

a. Pengurus Pusat b. Pengurus Daerah c. Pengurus Cabang d. Dewan Pimpinan Pusat

e. Undangan lainnya yang ditentukan oleh penyelenggara

2. Konferensi Pusat (Konferpus) Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA memiliki wewenang :

a. Menetapkan laporan pertanggung jawaban. b. Menetapkan program kerja

c. Memilih Ketua Lembaga Pengusaha

d. Menetapkan kebijakan-kebijakan lembaga pengusaha dan rekomendasi, sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga XTC INDONESIA.

3. Rancangan jadwal acara, tata tertib dan materi bahasan serta kebutuhan lainnya dipersiapkan oleh Penyelenggara.

4. Jumlah peserta ditentukan oleh Penyelenggara.

Pasal 17

1. Konferensi Daerah (Konferda) Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA dihadiri oleh unsur peserta :

a. Pengurus Daerah b. Pengurus Cabang c. Pengurus Pusat

d. Dewan Pimpinan Daerah

e. Undangan lainnya yang ditentukan oleh penyelenggara

2. Konferensi Daerah (Konferda) Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA memiliki wewenang :

a. Menetapkan laporan pertanggung jawaban. b. Menetapkan program kerja

c. Memilih Ketua Lembaga Pengusaha

d. Menetapkan kebijakan-kebijakan dan rekomendasi sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga XTC INDONESIA.

3. Rancangan jadwal acara, tata tertib dan materi bahasan serta kebutuhan lainnya dipersiapkan oleh Penyelenggara.

4. Jumlah peserta ditentukan oleh Penyelenggara.

Pasal 18

1. Konferensi Cabang (Konfercab) Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA dihadiri oleh unsur peserta :

a. Pengurus Cabang b. Pengurus Daerah

c. Dewan Pimpinan Cabang d. Anggota Lembaga Pengusaha

e. Undangan lainnya yang ditentukan oleh penyelenggara

2. Konferensi Cabang (Konfercab) Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA memiliki wewenang :

a. Menetapkan penilaian terhadap laporan pertanggung jawaban. b. Menetapkan program kerja

c. Memilih dan menetapkan Ketua Lembaga Pengusaha

d. Menetapkan kebijakan-kebijakan dan rekomendasi sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga XTC INDONESIA.

3. Rancangan jadwal acara, tata tertib dan materi bahasan serta kebutuhan lainnya dipersiapkan oleh Penyelenggara.

4. Jumlah peserta ditentukan oleh Penyelenggara. Pasal 19 Rapat Kerja Rapat Kerja Lembaga Pengusaha terdiri dari : 1. Rapat Kerja Pusat

2. Rapat Kerja Daerah 3. Rapat Kerja Cabang

Pasal 20

1. Rapat Kerja Pusat Lembaga Pengusaha dihadiri oleh unsur peserta : a. Pengurus Pusat

b. Pengurus Daerah c. Dewan Pimpinan Pusat

d. Undangan lainnya yang ditentukan oleh penyelenggara 2. Rapat Kerja Pusat Lembaga Pengusaha memiliki wewenang :

a. Mengevaluasi dan menetapkan program kerja Lembaga Pengusaha untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

b. Menetapkan rekomendasi.

3. Rapat Kerja Pusat Lembaga Pengusaha dipimpin oleh Pengurus Pusat Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA.

4. Rancangan jadwal acara, tata tertib dan materi bahasan serta kebutuhan lainnya disiapkan oleh Penyelenggara.

5. Jumlah peserta ditentukan oleh Penyelenggara. Pasal 21

1. Rapat Kerja Daerah Lembaga Pengusaha dihadiri oleh unsur peserta : a. Pengurus Daerah

b. Pengurus Cabang

d. Pengurus Pusat

e. Undangan lainnya yang ditentukan oleh penyelenggara 2. Rapat Kerja Daerah Lembaga Pengusaha memiliki wewenang :

a. Mengevaluasi dan menetapkan program kerja Lembaga Pengusaha untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

b. Menetapkan rekomendasi.

3. Rapat Kerja Daerah Lembaga Pengusaha dipimpin oleh Pengurus Daerah Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA.

4. Rancangan jadwal acara, tata tertib dan materi bahasan serta kebutuhan lainnya dipersiapkan oleh Penyelenggara.

5. Jumlah peserta ditentukan oleh Penyelenggara. Pasal 22

1. Rapat Kerja Cabang Lembaga Pengusaha dihadiri oleh unsur peserta : a. Pengurus Cabang

b. Pengurus Daerah

c. Dewan Pimpinan Cabang

d. Undangan lainnya yang ditentukan oleh penyelenggara 2. Rapat Kerja Cabang Lembaga Pengusaha memiliki wewenang :

a. Mengevaluasi dan menetapkan program kerja Lembaga Pengusaha untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

b. Menetapkan rekomendasi.

3. Rapat Kerja Cabang Lembaga Pengusaha dipimpin oleh Pengurus Cabang Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA.

4. Rancangan jadwal acara, tata tertib dan materi bahasan serta kebutuhan lainnya dipersiapkan oleh Penyelenggara.

5. Jumlah peserta ditentukan oleh Penyelenggara. Pasal 23 Rapat Pleno

1. Rapat Pleno Lembaga Pengusaha di masing-masing tingkatan adalah rapat internal untuk menetapkan agenda Rapat Pleno yang dibahas.

2. Rapat Pleno dihadiri oleh seluruh pengurus kolektif Lembaga Pengusaha sesuai tingkatannya.

Pasal 24

Rapat Koordinasi / Konsultasi

Rapat Koordinasi / Konsultasi ialah Rapat Koordinasi / Konsultasi antar internal Lembaga Pengusaha secara vertikal dan/atau dengan Dewan Pimpinan sesuai tingkatannya dan/atau dengan pihak eksternal.

BAB XI KEUANGAN

Pasal 25

1. Keuangan Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA diperoleh dari : a. Iuran anggota

b. Usaha-usaha yang sah

c. Sumbangan yang tidak mengikat

2. Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA di dalam meng-operasionalkan profesinya wajib menyisihkan 5% (lima persen) dari jumlah pendapatannya kepada Dewan Pimpinan XTC INDONESIA sesuai tingkatannya.

3. Nilai pendapatan yang berjumlah 5% (lima persen) disetorkan ke Rekening Dewan Pimpinan XTC INDONESIA sesuai tingkatannya.

BAB XII KERJASAMA

Pasal 26

Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA dalam melaksanakan tugasnya dapat menjalin kerjasama dengan pihak lain, baik secara institusi maupun perorangan.

BAB XIII P E N U T U P

Pasal 27

1. Segala sesuatu yang diperlukan dan belum termaktub dalam Peraturan Organisasi ini akan diatur lebih lanjut dalam Pedoman Kerja yang dibuat oleh Pengurus Pusat Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA.

2. Apabila terdapat kekeliruan dalam Peraturan Organisasi ini, akan diperbaiki sebagaimana mestinya oleh Dewan Pimpinan Pusat XTC INDONESIA.

3. Dengan diberlakukannya Peraturan Organisasi ini, maka Peraturan Organisasi tentang Lembaga Pengusaha XTC INDONESIA yang pernah dikeluarkan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.

4. Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Bandung

Pada tanggal : 4 November 2019

DEWAN PIMPINAN PUSAT XTC INDONESIA

Donny Akbar Ketua Umum

Hendra Ferdiana Sekretaris Umum

PERATURAN ORGANISASI XTC INDONESIA

Nomor : 011/PO/DPP/XTC/I/XII/2019 Tentang

KOMPONEN INTI HANKAM XTC INDONESIA

Dalam dokumen PERATURAN ORGANISASI XTC INDONESIA (Halaman 86-93)

Dokumen terkait