• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Marketing Public Relations di PT Batik Danarhadi Surakarta

HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Permasalahan Penelitian

1. Peran Marketing Public Relations di PT Batik Danarhadi Surakarta

Marketing Public Relations dalam melaksanakan peranannya dalam pemasaran di PT. Batik Danarhadi Surakarta memiliki peran yang penting karena dapat mempengaruhi tumbuh kembang perusahaan yang bersangkutan. Dalam pelaksanaan segala kegiatan pemasaran, Marketing Public Relations tidak bekerja sendirian karena di PT. Batik Danarhadi Marketing Public Relations berada di bawah pengawasan secara langsung oleh bagian Penjualan (sales & marketing). Dan kegiatan Marketing Public Relations yang ada dilaksanakan secara terkoordinir dari Marketing Public Relations pusat yang ada di Solo, dan diikuti oleh Marketing Public Relations di cabang-cabang perusahaan PT. Batik Danarhadi lainnya.

a) Peran Marketing Public Relations di PT. Batik Danarhadi Surakarta antara lain:

1) Membangun citra perusahaan

Marketing Public Relations dapat menyusun cerita menarik (story board) atas produk, jasa, organisasi, atau gagasan cemerlang sehingga konsumen atau sasaran menjadi tertarik. Di sinilah Marketing Public Relations memiliki peran besar dalam menciptakan dan membangun hal tersebut. Hal ini seperti yang di ungkapkan oleh informan I pada wawancara tanggal 11 Juni 2009, sebagai berikut:

“Memang salah satu peran kami adalah memberikan suatu kesan yang baik di mata masyarakat. Dengan salah satu cara adalah memberikan kualitas akan produk yang kami hasilkan, dan dari kegiatan tersebut tentu saja akan memberikan image tersendiri bahwa Batik Danarhadi adalah batik yang memiliki kualitas yang baik. Dan kami terus berupaya menjaga image yang sudah ada dengan terus melakukan publikasi di media cetak maupun elektronik. Tujuan yang ada adalah terus mengingatkan masyarakat akan brand Batik Danarhadi”.

Sedangkan dalam wawancara dengan informan V pada wawancara tanggal 12 Juni 2009, mengungkapkan sebagai berikut:

“Saya sudah lama menjadi pelanggan di sini karena saya sudah mengenal merk Danarhadi sudah dari dulu, dan menurut saya walaupun Danarhadi memiliki harga yang lebih tinggi di bandingkan dengan batik yang lain, namun saya mendapatkan produk yang memiliki merk dan kualitas yang terjamin. Jadi saya sudah merasa cocok dengan Batik Danarhadi”.

Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa Marketing Public Relations Batik Danarhadi berupaya membangun citra perusahaan dengan terus melakukan kegiatan pengiklanan produk yang sudah di lakukan sejak awal dan kini sudah terbentuk image dari hasil publikasi yang di lakukan.

Salah satu bukti dalam membangun citra perusahaan akan produk Batik Danarhadi yang berkualitas adalah dengan adanya kunjungan dari Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di House of Danar Hadi yang berada di Jl. Slamet Riyadi no.205 beberapa waktu lalu.

2) Membangun kredibilitas (kepercayaan)

Upaya Marketing Public Relations adalah bagaimana membangun suatu kepercayaan melalui teknik publikasi bekerja sama dengan pihak media atau pers yang terus-menerus. Dan di PT. Batik Danarhadi telah menjalin kerjasama yang baik di bidang publikasi di media cetak maupun di media elektronik. Hal ini seperti yang di ungkapkan oleh informan II pada wawancara tanggal 12 Juni 2009, sebagai berikut:

“Kami sudah berkecimpung di dunia bisnis ini sudah cukup lama mbak, jadi dalam pembangunan suatu kepercayaan dari masyarakat internal dan eksternal tentu saja di bantu oleh media-media yang ada. Seperti surat kabar, majalah, radio, dan televisi, juga iklan di Billboard. Dan dalam proses ini kami terus menjalin kerjasama yang baik. Contohnya dengan TATV, kami menjadi sponsor untuk pakaian yang digunakan oleh Presenter Berita, ataupun waktu kita menjadi sponsor di Solo Batik Fashion beberapa waktu lalu, media pers di Solo melakukan peliputan dan mengangkat nama Batik Danar Hadi sebagai salah satu sponsornya. Dari hal-hal seperti itulah kami menjalin kerjasama yang baik dengan media atau pers”.

Sedangkan dalam wawancara dengan informan III pada wawancara tanggal 17 Juni 2009, mengungkapkan sebagai berikut:

“Kalau dengan media dan pers yang ada, alhamdulillah hubungan pihak Danarhadi tidak mengalami hambatan, kami selalu mengadakan upaya untuk menjalin kerjasama yang baik dan menguntungkan kedua belah pihak, jadi bila kami membutuhkan bantuan maka pers akan bersedia membantu. Contohnya dengan Solopos, bila kami akan mengadakan event Fashion misalnya, kami akan menghubungi pihak Solopos untuk meminta di lakukan peliputan kegiatan. Keuntungannya kami dapat melakukan publikasi gratis dan Solopos mendapatkan berita”.

Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa Marketing Public Relations PT. Batik Danarhadi dalam segala aktivitasnya terus berupaya menjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara pihak Danarhadi dengan pers yang bersangkutan.

Salah satu bukti dari kerjasama baik yang terjalin antara pihak Batik Danarhadi dengan media pers adalah pemberian penghargaan kepada PT.

Batik Danarhadi dari pihak Solopos sebanyak 2 kali pada tahun 2004 dan 2009 atas keikut sertaannya menjadi sponsor untuk “Solo Best Brand Index” yang merupakan sebuah agenda survey pasar tahunan serta pemberian penghargaan terhadap komoditi terbaik di Solo.

3) Membantu wiraniaga dan penyalur dalam meningkatkan penjualan

Marketing Public Relations dapat membantu program kerja wiraniaga dan antisiasme penyalur, yaitu dengan mempublikasikan tentang suatu produk atau jasa yang akan diluncurkan sebelum dipasarkan. Hal ini juga di laksanakan oleh Marketing Public Relations dari PT. Batik Danarhadi. Hal ini seperti yang di ungkapkan oleh informan I pada wawancara tanggal 11 Juni 2009, sebagai berikut:

“Iya mbak, sebelum kami me-launching (meluncurkan) produk, sebelumnya kami pasti melakukan suatu pengenalan produk, baik dengan pemasangan iklan/press release di media maupun dengan melakukan kegiatan fashion show. Jadi untuk para wiraniaga dan penyalur produk kami tentu saja kan membantu mereka dalam mengenal produk yang mereka jual”.

Sedangkan dalam wawancara dengan informan III pada wawancara tanggal 17 Juni 2009, mengungkapkan sebagai berikut:

“Kalau untuk produk baru kami selalu melakukan launching produk untuk memperkenalkan produk tersebut ke pelanggan/konsumen /masyarakat umum, sehingga produk yang kami luncurkan akan mampu mendapat tempat di hati para pelanggan/konsumen/masyarakat umum yang melihatnya. Dan hal ini juga akan membantu kerja wiraniaga dan penyalur produk yang kami miliki dalam meningkatkan penjualan”.

Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa Marketing Public Relations PT. Batik Danarhadi memiliki aktivitas yang berupa release produk di media, launching produk, fashion show, dll. Berfungsi untuk membantu program kerja dari wiraniaga dan penyalur guna mewujudkan target penjualan yang di tentukan. Salah satu kegiatan dari Marketing Public Relations adalah fashion show yang menampilkan rancangan-rancangan dari perancang yang sudah ternama, salah satunya adalah perancang Danny Wirawan yang di percaya untuk merancang design

produk batik Danarhadi. Kemudian kegiatan yang lain adalah memberikan diskon kepada pemegang kartu kredit Danamon dan BII sebesar 10%-15% saat melakukan transaksi pembelian produk Batik Danarhadi

4) Menekan anggaran promosi

Dalam pelaksanaan kegiatan publikasinya pihak PT. Batik Danarhadi tidak selalu menggunakan media cetak maupun elektronik. Keuntungan lain dengan memanfaatkan kekuatan marketing public relations dalam penyampaian pesan suatu produk atau jasa lewat publikasi positif dan biayanya lebih murah di bandingkan jika berpromosi melalui iklan komersial tv atau media cetak. Hal tersebut dikemukakan oleh informan II pada wawancara tanggal 12 Juni 2009, sebagai berikut:

“Untuk publikasi yang kami lakukan di luar publikasi iklan komersil dan mampu menekan anggaran promosi adalah dengan mengikuti/menjadi sponsor dalam event-event yang ada. Misalnya untuk Solo Batik Festival kemarin, tanpa kami mengeluarkan biaya untuk berpromosi dan hanya dengan membantu mensponsori pakaian yang di gunakan untuk fashion tersebut, kami sudah mendapatkan publikasi yang baik untuk masyarakat di Solo dan sekitarnya yang menyaksikan”.

Hal senada juga disampaikan oleh informan III pada wawancara tanggal 17 Juni 2009, sebagai berikut:

“Kalo publikasi yang mampu menekan anggaran biasanya kami melakukan saat melaksanakan fashion dengan menyediakan leaflet, memasang x-banner di area fashion, dll. Jadi dengan sendirinya para pengunjung akan mengetahui dan mengingat brand Batik Danarhadi tanpa kami melakukan promosi dengan harga yang tinggi. Kami juga menyediakan brosur-brosur dari produk yang kami hasilkan yang tersedia di showroom-showroom Batik Danarhadi. Salah satu kegiatan promosi kami yang ringan dalam dana namun memiliki daya tarik yang tinggi, yaitu adanya House Of Danarhadi yang berupa museum batik, tempat pembuatan batik tulis, showroom, dan tempat untuk belajar membatik. House Of Danarhadi di buka untuk umum, dengan biaya Rp. 15.000,- untuk pelajar/mahasiswa dan Rp. 25.000,- untuk masyarakat umum. Di sini akan dapat di lihat proses pembuatan batik tulis dan dapat berjalan- jalan mengunjungi museum batik yang dimiliki Batik Danarhadi”.

Berdasarkan hasil wawancara di atas disimpulkan bahwa kegiatan yang di lakukan Marketing Public Relations PT. Batik Danarhadi dalam

menekan anggaran promosi adalah dengan menjadi sponsor dalam events yang ada,menyediakan leaflet, memasang x-banner, menyediakan brosur- brosur dari produk Batik Danarhadi dan juga dengan adanya House Of Danarhadi di Jalan Slamet Riyadi 205.

5) Menjembatani konsumen yang tidak suka iklan

Dikarenakan selera dan keinginan dari konsumen yang berbeda-beda dan tidak semua konsumen senang melihat iklan, maka untuk mengatasi orang yang tidak senang iklan tersebut, Marketing Public Relations akan menggantikannya melalui publikasi, pembuatan press release, artikel atau features tentang story board mengenai produk atau jasa yang akan di pasarkan sehingga semua informasi atau pengenalan tentang produk yang diluncurkan akan sampai ke konsumen secara optimalisasi, efektif, dan efisien dalam menggunakan dana promosi. Seperti diungkapkan oleh Informan I pada wawancara tanggal 11 Juni 2009, sebagai berikut :

“Seperti yang saya ungkapkan tadi mbak, bahwa selain menghemat biaya promosi, kami juga mengantisipasi dari konsumen-konsumen yang memang tidak membutuhkan iklan dalam pelaksanaan pembelian. Contohnya untuk suatu instansi perusahaan yang menginginkan pemesanan dalam jumlah banyak, kami akam melakukan promosi lebih detail dan langsung mengenai ragam produk yang kami miliki dan kami tawarkan. Dan dalam pembelian dengan jumlah besar akan ada perbedaan harga yang diberikan”.

Hal yang hampir sama juga disampaikan oleh informan III pada wawancara tanggal 17 Juni 2009, sebagai berikut:

“Untuk konsumen yang tidak suka iklan, biasanya pelanggan tersebut akan datang langsung ke showroom yang kami miliki dan bertanya tentang produk-produk yang ada dan kami juga menyediakan buku panduan maupun leaflet untuk produk yang kami hasilkan”.

Berdasarkan uraian di atas, dapat di simpulkan bahwa Marketing Public Relations PT. Batik Danarhadi telah menyiapkan upaya berupa penyediaan buku panduan, leaflet, maupun pelayanan secara personal kepada para pelanggan yang tidak menyukai iklan media cetak maupun media elektronik.

b) Aktivitas Marketing Public Relations PT. Batik Danarhadi Surakarta 1) Peluncuran dan publikasi produk.

Dalam dunia usaha yang penuh persaingan, salah satu cara yang di lakukan oleh Marketing Public Relations adalah dengan terus berupaya mempublikasikan produk yang di hasilkan agar dapat di kenal dan mampu membentuk image yang baik untuk perusahaan.

Hal tersebut seperti yang di ungkapkan oleh informan II pada tanggal 12 Juni 2009, sebagai berikut:

“Salah satu kegiatan dari Marketing Public Relations perusahaan kami adalah peluncuran dan publikasi produk. Hal ini minimal kami laksanakan setidak-tidaknya 3 bulan sekali dan dapat terus bertambah sesuai dengan event-event yang ada. Untuk kegiatan launching dan publikasi produk biasanya kami mengundang para pelanggan kami dan juga media pers untuk melakukan peliputan”.

Hal yang senada juga di sampaikan oleh informan IV pada tanggal 18 Juni 2009, sebagai berikut:

“Iya mbak launching (peluncuran) dan publikasi produk memang aktivitas utama kami, karena salah satu peranan kami di sini adalah membangun suatu kepercayaan dari para konsumen dan dalam upaya tersebut kami terus melakukan publikasi, baik di media cetak maupun elektronik yang berfungsi untuk mengingatkan masyarakat akan brand Batik Danarhadi”.

Dari hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa aktivitas Marketing Public Relations salah satunya adalah dengan launching produk dengan mengadakan fashion show maupun dengan melakukan release ke media cetak dan elektronik.

2) Iklan layanan masyarakat

Iklan layanan masyarakat tentu berguna untuk menimbulkan image di masyarakat bahwa Batik Danarhadi peduli dengan keadaan sosial yang ada di lingkungannya. Salah satunya adalah dengan memberikan ucapan selamat atas suatu event, contohnya: Batik Danarhadi memasang ucapan Selamat

Hari Raya Idul Fitri pada saat lebaran tanpa berupaya berpromosi mengenai produknya.

Namun di akui oleh pihak Danarhadi bahwa Batik Danarhadi belum aktif dalam pemberian iklan layanan masyarakat. Hal ini seperti yang di ungkapkan oleh Informan I pada wawancara tanggal 11 Juni 2009, sebagai berikut:

“Untuk iklan layanan masyarakat, kami memang belum berpartisipasi aktif karena kegiatan social masyarakat tersebut sudah ada bagian tersendiri yang menangani dan dari pihak pimpinan dalam melaksanakan kegiatan social tersebuttidak menampilkan embel-embel PT. Batik Danarhadi, jadi kegiatan social yang di laksanakan murni tanpa mengaharapkan apapun. Contohnya adalah kegiatan pembagian zakat, penyantunan yayasan, dll”.

3) Special events: promotion & publications programs

Dalam mendukung aktivitas dari bagian penjualan, aktivitas yang di lakukan dari Marketing Public Relations adalah dengan melakukan kegiatan promosi produk dan publikasi produk yang di hasilkan. Hal ini seperti yang di ungkapkan oleh informan III pada wawancara tanggal 17 Juni 2009, sebagai berikut:

“Kegiatan utama kami memang untuk mempromosikan produk yang di hasilkan oleh Batik Danarhadi, baik dengan media cetak dan elektronik, maupun dengan pelaksanaan kegiatan rutin kami maupun special events, contohnya kami menjadi salah satu sponsor tetap dalam pelaksanaan events Pemilihan Putra-Putri Solo”.

Hal yang senada di sampaikan oleh Informan IV pada wawancara tanggal 18 Juni 2009, sebagai berikut:

“Kegiatan promosi kami merupakan kegiatan utama dari Marketing Public Relations, dan pelaksanaannya dengan di bantu oleh berbagai media cetak dan elektronik yang ada dan yang sudah kami jalin kerjasama yang baik. Selain itu kami juga melaksanakan kegiatan khusus dalam pelaksanaan promosi seperti menjadi sponsor untuk Solo Batik Festival beberapa waktu yang lalu”.

Dari hasil wawancara di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa Marketing Public Relations juga melaksanakan promosi dengan mengikuti event-event khusus.

c) Media yang digunakan untuk Pelaksanaan Pemasaran oleh Marketing Public Relations PT. Batik Danarhadi Surakarta

Dalam melaksanakan berbagai peran serta aktivitasnya Marketing Public Relations menggunakan beberapa media untuk mendukung kelancaran kerjanya. Di samping untuk mempermudah pekerjaan, kerjasama ini juga sebagai alat untuk memberikan gambaran tentang PT. Batik Danarhadi kepada instansi-instansi relasi serta sejauh mana keprofesionalan Marketing Public Relations dalam bekerja. Beberapa media yang di gunakan Marketing Public Relations dalam melaksanakan aktivitasnya dan perannya di PT. Batik Danarhadi melalui media cetak, media elektronik .

Hal tersebut seperti yang di ungkapkan oleh informan I pada tanggal 11 Juni 2009 sebagai berikut:

“Media yang di gunakan sebagai sarana promosi di sini banyak seperti lewat surat kabat Solopos, majalah, brosur, leaflet, spanduk, baliho, press release, dll. Lalu untuk media elektronik, meliputi radio Solopos FM dan Metta FM, untuk televisi lokal kita dengan TATV dan internet untuk publikasi secara untuk luar negeri. Dan kami sejauh ini belum mengalami kendala yang berarti”.

Hal senada juga di uraikan oleh informan III pada wawancara tanggal 17 Juni 2009 sebagai berikut:

“Kebetulan untuk media yang di gunakan kami tidak memiliki kendala yang cukup berarti karena kami telah menjalin kerjasama yang lama dan dalam jangkauan yang lebih luas kami juga menggunakan surat kabar nasional seperti Kompas dan Televisi-televisi swasta Nasional yang ada”. Berdasarkan uraian di atas, dapat di simpulkan bahwa Marketing Public Relations PT. Batik Danarhadi menggunakan berbagai media mulai dari media cetak hingga media elektronik, dan jaringan dan hubungan yang luas tidak terbatas pada media lokal saja namun juga nasional bahkan internasional.

b)Hambatan Yang Dihadapi Marketing Public Relations Dalam Pelaksanaan Pemasaran di PT. Batik Danarhadi Surakarta.

Terdapat 2(dua) macam kendala yang dihadapi oleh PT. Batik Danarhadi Surakarta dalam pelaksanaan pemasaran, yaitu hambatan ke dalam (intern) dan hambatan keluar (ekstern).

a. Hambatan ke dalam (intern)

Yaitu hambatan yang berasal dari dalam perusahaan. Hambatan intern yang dihadapi oleh PT. Batik Danarhadi Surakarta adalah:

1) Faktor Sumber Daya Manusia

Hambatan yang berhubungan dengan Sumber Daya Manusia ini terletak pada kurang optimalnya kualitas Sumber Daya Manusia yang ada dalam melaksanakan kegitan promosi kepada masyarakat serta minimnya kemampuan dalam penguasaan design visual. Sedangkan kunci utama keberhasilan dalam bidang usaha terletak pada bagaimana bentuk promosi/iklan yang dilaksanakan. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh informan I, pada wawancara tangggal 11 Juni 2009, sebagai berikut:

“Kalau secara pembagian tugas sudah terkoordinir dengan baik namun masih ada kekurangan dalam kemampuan dari Sumber Daya Manusia dalam menggunakan computer untuk design visual, sehingga tugas perancangan secara visual hanya di serahkan pada satu orang saja dan sebenarnya juga memiliki tanggung jawab di tugas yang lain. Dapat dikatakan kami juga kekurangan anggota yang khusus menanggani design visual”.

Hal yang lain juga di ungkapkan oleh informan II, pada wawancara tanggal 12 Juni, sebagai berikut:

“Hambatan yang ada juga kadang-kadang karena kurangnya kesiapan dari bagian tertentu, contohnya saat akan launching produk tertentu dari bahan A, namun karena bahan A belum siap maka terjadi penundaan launching produk”.

Berdasarkan wawancara di atas di ketahui bahwa salah satu hambatan yang ada adalah kurangnya kemampuan penggunaan komputer dan kesiapan dari faktor Sumber Daya Manusia yang ada.

2) Faktor Budgeting

Pada pembiayaan/ pendanaan untuk kegiatan pemasaran khususnya promosi memang mendapatkan perhatian dan dana tersendiri dari perusahaan. Namun tetap saja tidak dapat dipungkiri keterbatasan pendanaan yang ada akan berpengaruh pada kegiatan pemasaran yang dilaksanakan.

Hal tersebut seperti dikatakan oleh informan III , pada wawancara tanggal 17 Juni 2009, sebagai berikut:

“Hambatan yang lain adalah masalah dana, terkadang saat kami memiliki ide tentang kegiatan tertentu dari pihak pimpinan menolak dan meminta penundaan kegiatan dengan alasan penghematan dana”.

Hal yang hampir serupa juga diungkapkan oleh informan IV, pada wawancara tanggal 18 Juni 2009, sebagai berikut:

“Iya mbak, kadang-kadang alasannnya adalah karena promosi yang dilakukan hanya akan membuang-buang uang saja, padahal memang kegiatannya seperti itu, karena tugas kita adalah menggunakan media yang ada untuk menciptakan dan membentuk image brand agar dapat di ingat oleh masyarakat”.

Dari uraian di atas, Public Relations Batik Danarhadi mempunyai hambatan dan keterbatasan budget dalam merealisasikan program dan kegiatan yang akan di lakukan.

b. Hambatan ekstern (keluar)

Yaitu hambatan yang berasal dari luar perusahaan. Hambatan ekstern yang dihadapi oleh PT. Batik Danarhadi Surakarta, meliputi:

1) Faktor persaingan harga (Price war)

Berada dalam bidang usaha apapun tidak akan terlepas dari suatu persaingan dimana kepuasan pelanggan menjadi faktor utama. Saat ini

industri batik tanah air sedang mengalami perkembangan yang pesat dan usaha ini semakin menjamur di kalangan masyarakat. Hal tersebut juga terlihat dari semakin banyaknya penawaran yang di berikan oleh perusahaan batik selain PT. Batik Danarhadi. Mulai dari harga yang murah hingga motif dan design yang lebih beragam.

Hasil wawancara dengan informan II, pada tanggal 12 Juni 2009, sebagai berikut:

“Sekarang di Indonesia, terutama di Solo sedang booming batik, karena itu banyak perusahaan batik baru yang bermunculan dan memberikan penawaran harga yang lebih rendah”.

Hal tersebut juga disampaikan oleh informan IV, pada wawancara tanggal 18 Juni 2009, sebagai berikut:

“Dulu batik memang tidak digunakan oleh semua orang, tetapi sekarang penggunaan batik tidak lagi di batasi dan dapat digunakan oleh semua golongan masyarakat dan usia, apalagi tahun kemarin batik booming, jadi banyak pesaing yang menurunkan harga maupun memberikan kelebihan yang lainnya untuk mendapatkan target penjualan atau bahkan melebihi target penjualan biasanya”.

Berdasarkan data di atas di ketahui bahwa hambatan dari persaingan harga dengan perusahaan batik lain adalah yang cukup berarti dalam pelaksanaan peran Public Relations PT. Batik Danarhadi dalam rangka menarik minat pelanggan lebih banyak sekaligus meningkatkan penjualan yang ada.

2) Faktor kebutuhan Pelanggan yang berbeda-beda

Semua pelanggan memiliki tujuan dan kebutuhan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Faktor kebutuhan yang beragam inilah yang senantiasa berusaha untuk di penuhi oleh PT. Batik Danarhadi, dengan cara meningkatkan mutu pelayanan dan produk yang dihasilkan serta menunjukkan kepada para pelanggan bahwa PT. Batik Danarhadi akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan mereka sehingga para pelanggan dapat merasa puas.

Hal tersebut seperti yang diuraikan oleh informan I, pada wawancara tanggal 11 Juni 2009, yaitu: