• Tidak ada hasil yang ditemukan

A.3. Buku Panduan

3.7. Peran Pemangku Kepentingan Utama

a. Kepala Sekolah

Kepala sekolah bertanggung jawab untuk kepemimpinan di sekolah. Peran kepemimpinan sekolah dapat dibagikan di antara staf dalam sekolah termasuk dengan wakil kepala sekolah yang terlatih. Kepala sekolah

melengkapi Catatan Evaluasi Diri (CED), dan meminta pengawas melengkapi bagian yang harus diisinya pada CED tersebut. Kepala sekolah harus menggunakan catatan data hasil/patokan (Lampiran C dan D) ketika melengkapi CED dan harus mengemukakan ringkasannya pada pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat. Berikut adalah format indikatif yang berisi apa saja yang akan dilaporkan kepala sekolah kepada masyarakat saat pertemuan dengan masyarakat:

Kategori Hasil /Outcome

Kemampuan membaca per kelas Kemampuan menulis per kelas Kemampuan berhitung per kelas

Angka mengulang (tahun sebelumnya dan tahun berjalan) Angka putus sekolah (tahun sebelumnya dan tahun berjalan) Tingkat kehadiran (tahun sebelumnya dan tahun berjalan) Ketidakhadiran guru (tahun sebelumnya dan tahun berjalan) Bidang-bidang yang butuh perbaikan/peningkatan.

Hasil uji kemampuan membaca 3 sampel siswa dari masing-masing Kelas 2, 4 & 5

Berapa hasil yang sesuai patokan? Berapa yang berada di bawah patokan? Hasil mana yang paling signifikan? Apakah terdapat pola yang tidak diperkirakan?

Lingkungan Belajar Mengajar

Mengajar yang efektif Berapa banyak indikator yang sesuai patokan? Berapa yang berada di bawah patokan? Indikator mana yang paling signifikan?

Bidang-bidang yang butuh perbaikan/peningkatan

Lama waktu belajar Berapa banyak indikator yang sesuai patokan? Berapa yang berada di bawah patokan? Indikator mana yang paling signifikan?

Keterlibatan orang tua Berapa banyak indikator yang sesuai patokan? Berapa yang berada di bawah patokan? Bangunan & fasilitas Berapa banyak indikator yang sesuai patokan? Berapa yang berada di bawah patokan?

Indikator mana yang paling signifikan?

Kepemimpinan Dinas dan Sekolah

Ketersediaan pelatihan

Berapa banyak indikator yang sesuai patokan? Berapa yang berada di bawah patokan?

Monitoring belajar mengajar oleh kepala sekolah dan pihak lain

Berapa banyak indikator yang sesuai patokan? Berapa yang berada di bawah patokan?

Kepemimpinan efektif Berapa banyak indikator yang sesuai patokan? Berapa yang berada di bawah patokan? Dampak dari kegiatan yang dilakukan kepala sekolah dan tim sekolah terhadap berjalan dengan baiknya sekolah dan terhadap hasil belajar siswa pada tahun sebelumnya.

Bidang-bidang perbaikan: Hasil/

Outcome

Menentukan sasaran yang realistis untuk dicapai untuk meningkatkan hasil siswa, menggunakan persentase, jadwal dan bidang tanggung jawab.

Kategori Hasil /Outcome Bidang-bidang perbaikan: ‘Lingkungan Belajar Mengajar’, dan ‘Kepemimpinan Dinas dan Sekolah’

Memprioritaskan indikator-indikator yang belum mencapai patokan dan menetapkan prioritas yang realistis untuk dicapai untuk peningkatan/perbaikan ‘Lingkungan Belajar Mengajar’ dan ‘Kepemimpinan Dinas dan Sekolah’

Kesepakatan tentang sasaran hasil

Prioritas aksi yang disetujui

‘Lingkungan Belajar Mengajar’: 1.

2. 3.

‘Kepemimpinan Dinas dan Sekolah’: 1.

2. 3.

Salinan format laporan kepala sekolah harus tersedia bagi sekolah, Dinas, dan pimpinan desa.

Kepala sekolah perlu memfasilitasi kunjungan Tim Orang Tua, pengawas, dan tim Layanan Sekolah Terpencil. Kepala sekolah harus memastikan bahwa Tim Guru dapat menyelesaikan evaluasinya.

Dinas harus menyediakan materi-materi untuk evaluasi kepada sekolah. Untuk ujian hasil pembelajaran yang dilakukan secara acak, bahan ujian yang disediakan harus dipastikan tidak diketahui evaluator atau sekolah sebelum dilaksanakan.

Salah satu aspek yang paling penting dari peran kepala sekolah adalah penyusunan sasaran-sasaran yang realistis untuk dicapai sekolah, menggunakan bukti yang dikumpulkan dari catatan evaluasi diri. Setelah tahun pertama, sasaran-sasaran tersebut akan digunakan untuk meminta pertanggungjawaban sekolah. Kerangka evaluasi ini memberikan peluang untuk dilakukannya refleksi diri yang mendukung perbaikan. Bagian akhir dari catatan evaluasi diri mengharuskan kepala sekolah untuk mempertimbangkan dampaknya sebagai kepala sekolah terhadap sekolah. Semua indikator diuji silang oleh pemangku kepentingan berbeda dan bagian tersebut membutuhkan refleksi diri kritis yang mendalam.

Ketika sasaran sekolah telah disepakati oleh sekolah, masyarakat, dan Dinas, sasaran-sasaran tersebut dapat dipajang di dinding luar sekolah sehingga masyarakat dapat mengetahuinya. CED akan menjadi dasar untuk penyusunan rencana kerja tahunan sekolah.

b. Tim Guru

Dibentuk sebuah Tim Guru yang terdiri dari sejumlah kecil guru, yang mewakili guru baru dan guru berpengalaman, laki-laki dan perempuan. Menggunakan patokan dalam Lampiran D, Tim Guru akan mengisi catatan evaluasi diri berikut:

• Aspek-aspek mengajar yang efektif

• Lama waktu belajar

• Ketersediaan pelatihan

Monitoring belajar mengajar oleh kepala sekolah dan pihak lain

• Kepemimpinan efektif

Bagian CED untuk diisi Tim Guru ditandai dengan ‘ ⊕ ’. Tim Guru juga dapat mengisi yang lain jika dirasa perlu. Tim Guru perlu mengisi format evaluasinya sebelum pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat dan akan memberikan umpan balik tentang temuan-temuannya dalam pertemuan tersebut, seperti tercantum dalam agenda pada Lampiran H. Pada akhir pertemuan, Tim Guru harus menyerahkan CED-nya kepada pengawas yang akan menyimpannya sebagai bagian dari bukti yang akan dilaporkan ke Dinas. Tim Guru tidak boleh meninggalkan jam mengajar untuk mengisi CED. Pengisian harus dilakukan pada waktu yang tidak mengganggu jam belajar siswa.

c. Tim Orang Tua

Masyarakat perlu memilih sebuah tim kecil orang tua yang anaknya sedang bersekolah di sekolah yang dievaluasi (tetapi bukan orang tua siswa Kelas 3). Sebagian besar anggota tim sebaiknya para ibu. Tim ini akan melakukan sejumlah kegiatan untuk menguji silang bukti yang ditampilkan sekolah. Keanggotaan dalam Tim Orang Tua dapat dirotasi per tahun sehingga banyak orang tua yang berkesempatan untuk berkontribusi terhadap evaluasi sekolah melalui proses ini. Fungsi Tim Orang Tua adalah sebagai berikut.

1. Tim akan melakukan pengujian kemampuan membaca dan berhitung sederhana untuk tiga siswa Kelas 3 yang dipilih secara acak. Dinas menetapkan ujian sesuai dengan standar kurikulum dan menyediakan bahan tersebut kepada sekolah, bersama dengan format pelaporannya. Panduan pelaksanaan pengujian ini dapat dilihat pada Lampiran E. Hasil-hasil pengujian kemampuan membaca dan berhitung terhadap tiga siswa yang dipilih secara acak akan dicatat pada ‘Lembar Catatan Evaluasi Sekolah untuk Tim Orang Tua’ (lihat Lampiran E).

2. Tim Orang Tua akan melakukan wawancara. Orang tua akan memilih enam siswa dari Kelas 3 untuk diajak berbincang. Sebuah wawancara terstruktur telah disusun untuk membantu perbincangan tersebut (lihat ‘Wawancara Terstruktur Tim Orang Tua dengan siswa Kelas 3’ pada Lampiran F). Tim Orang Tua akan mencatat jawaban siswa sebagai kelompok, bukan pribadi, pada lembar catatan.

Kegiatan ini hanya berlangsung 20 sampai 30 menit. Dokumen wawancara yang telah diisi akan diserahkan kepada pengawas pada akhir pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat.

3. Tim Orang Tua akan mengisi jawaban terhadap sejumlah pertanyaan tentang kepemimpinan sekolah dan tentang bangunan dan fasilitas pada CED. Lembar catatan orang tua akan diberikan kepada pengawas pada akhir pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat.

Pada pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat, Tim Orang Tua akan menyajikan ringkasan evaluasinya (lihat Agenda, Lampiran H)

d. Pengawas

Pengawas memiliki sejumlah peranan dalam kerangka evaluasi ini.

Peranan pertama adalah sebagai berikut:

Mengumpulkan informasi tentang ketrampilan membaca, menulis, dan berhitung siswa dengan memberikan ujian singkat. Data ini digunakan untuk menguji silang hasil/outcome sekolah. Pengawas mengadakan kunjungan ke sekolah dan menguji kemampuan membaca tiga siswa yang dipilih secara acak dari masing-masing Kelas 2, 4 dan 5. Pengawas melakukan ujian berhitung, yang akan dicatat dalam ‘Lembar Catatan Hasil Pengawas’ (Lampiran J). Hasilnya harus dimasukkan ke dalam salinan CED kepala sekolah.

Dalam kunjungan rutin ke sekolah:

Memeriksa informasi tentang hasil/outcome sekolah, termasuk angka mengulang, angka putus sekolah, kehadiran dan ketidakhadiran guru serta membahas hasilnya dengan kepala sekolah dan guru.

• Memeriksa data kelas dan membahasnya dengan kepala sekolah terkait apakah sekolah menggunakan data kelas untuk melihat kemajuan siswa dan apakah data ini digunakan untuk menilai keadaan sekolah.

Temuan pengawas akan dimasukkan ke dalam bagian yang telah ditentukan dalam CED. Pengawas memegang salinan ‘Lembar Catatan Hasil/Outcome Pengawas’ sebagai bagian dari bukti yang akan diserahkan kepada Dinas.

Peran pengawas yang kedua adalah menyelenggarakan pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat dan menunjuk pimpinan pertemuan. Terkait dengan pertemuan tersebut, pengawas harus:

• memastikan bahwa semua pihak mengetahui tentang pertemuan tersebut, sehingga setiap pihak dapat melengkapi pengumpulan buktinya, dan semua pihak mengetahui apa yang dibutuhkan dari mereka serta akan menghadiri kegiatan.

• mencatat risalah pertemuan untuk memastikan bahwa semua aspek yang penting dicatat. ‘Catatan Pertemuan Evaluasi Sekolah Bersama Masyarakat’ (Lampiran L) merupakan pedoman yang perlu diperhatikan.

• memastikan bahwa semua yang hadir sepakat dengan catatan dibuat. Sasaran kemajuan siswa dan sasaran yang terkait dengan ‘Lingkungan Belajar Mengajar’ dan ‘Kepemimpinan Dinas dan Sekolah’ patut dicatat, dan kelompok pemangku kepentingan utama harus menandatangani dokumen catatan pertemuan.

• mengumpulkan salinan cetak bukti dari semua sumber dan menyediakan bentuk agregasinya kepada sekolah dan Dinas.

Peran pengawas yang ketiga adalah memberikan pemahaman yang jelas kepada Dinas tentang keadaan sekolah. Di samping tanggung jawab pengawasan rutin, saat kunjungan ke sekolah, pengawas secara kolektif akan melaporkan tentang semua pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat pada pertemuan persiapan perencanaan pendidikan yang diselenggarakan oleh Koordinator Pengawas.

e. Siswa

Siswa dari sekolah perlu menghadiri pertemuan tersebut, kalau bisa. Mereka adalah bagian dari pemangku kepentingan utama dan sumbangannya sangat penting. Jika diminta, mereka dapat berbicara saat pertemuan atau meminta orang tua berbicara atas nama mereka.

f. Masyarakat Luas

Masyarakat sekolah yang lebih luas mengadakan Pertemuan Evaluasi Sekolah bersama Masyarakat, termasuk pimpinan desa. Agenda untuk pertemuan ini disajikan pada Lampiran H. Pengawas akan menunjuk pimpinan pertemuan tersebut, dan mengatur kegiatan. Seluruh masyarakat diundang untuk hadir dalam pertemuan tersebut.

Pada pertemuan tersebut, kepala sekolah akan menyajikan ringkasan lisan CED yang diisinya. Ia juga akan menyajikan hasil/outcome siswa, yang dicatat pada halaman pertama CED, dan akan meringkas tentang efektivitas mengajar dengan melihat berapa banyak aspek yang sesuai dengan patokan dan berapa yang tidak memenuhi patokan. Ia juga menyajikan aspek-aspek yang masuk dalam ‘Lingkungan Belajar Mengajar’ dan ‘Kepemimpinan Dinas dan Sekolah’ seperti yang terdapat dalam CED. Kepala sekolah akan menjelaskan tentang prioritas sekolah untuk perbaikan dan mengusulkan sasaran perbaikan/peningkatan mutu yang realistis untuk dicapai. Pada setiap tahap, kelompok pemangku kepentingan berbeda akan menyajikan bukti yang mereka dapatkan sehingga menjadi uji silang bagi bukti yang disajikan sekolah.

g. Dinas

Tanggung jawab Dinas ditentukan oleh SPM dan disajikan pada Lampiran 2 pada bab 2 di atas. Perwakilan Dinas, yaitu pengawas, memiliki peran yang jelas dalam pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat,

yaitu mengumpulkan dan memberikan informasi kepada Dinas tentang keadaan sekolah yang telah diuji silang oleh berbagai pemangku kepentingan. Merupakan tanggung jawab Dinas untuk memastikan bahwa sekolah tersebut memiliki dukungan eksternal yang dibutuhkan serta sumber daya yang diperlukan untuk membantunya mencapai sasaran yang telah ditetapkan; dan mengadakan pertemuan pleno sebelum perencanaan kabupaten di mana para pengawas menyediakan laporan evaluasi seluruh sekolah seperti dicatat dalam CED yang ditandatangani masyarakat.

Dokumen terkait