A.3. Buku Panduan
3.9. Sasaran Perbaikan yang Realistis
Kepala sekolah juga akan menentukan sasaran-sasaran untuk dicapai sekolah pada tahun berikutnya kepada masyarakat. Sasaran-sasaran dimaksud harus disepakati bersama dalam pertemuan dengan masyarakat.
Evaluasi kepala sekolah terhadap hasil/outcomes sekolah bertujuan menemukan bidang-bidang yang butuh perbaikan. Untuk menerjemahkan bidang perbaikan menjadi sasaran yang realistis untuk dicapai, perlu analisis mendalam, yaitu:
• Mengapa pencapaian siswa tidak lebih baik daripada yang sekarang? Apa saja alasan utama rendahnya pencapaian/kemajuan belajar siswa?
• Bagaimana hasil/outcome ditingkatkan? Apa saja aspek dalam ‘Lingkungan Belajar Mengajar’ dan ‘Kepemimpinan Dinas dan Sekolah’ yang gagal memenuhi patokan dan bagaimana aspek-aspek ini dikembangkan agar kemajuan siswa bisa lebih baik? Tindakan perbaikan apa yang dapat dilakukan dalam jangka pendek? Apa yang harus diubah di sekolah agar siswa dapat belajar lebih baik besok atau minggu depan? Tindakan jangka panjang apa yang dapat diambil untuk mengatasi halangan-halangan belajar siswa?
• Sumber daya apa saja yang diperlukan agar terjadi perubahan? Apakah sekolah dapat melakukan re-alokasi sumber daya agar kemajuan belajar siswa lebih baik? Dukungan eksternal apa saja yang dibutuhkan agar sekolah dapat memberikan peluang belajar yang lebih baik bagi siswa?
• Berapa lama waktu yang diperlukan untuk perbaikan? Bagaimana jadwal yang realistis untuk perbaikan supaya ada dampak bagi hasil/outcome siswa?
• Apakah kita dapat melakukannya? Apakah pimpinan dan staf memiliki semangat dan tekad untuk melakukan perubahan? Apakah ada motivasi dan kesediaan untuk mengadakan perubahan?
CED akan membantu menemukan jawaban terhadap sebagian dari hal tersebut dengan menunjuk pada indikator-indikator dalam ‘Lingkungan Belajar Mengajar’ maupun ‘Kepemimpinan Dinas dan Sekolah’ yang belum mencapai patokan. Sasaran harus dapat dicapai, namun menantang. Kegagalan untuk mencapai sasaran akan memperparah masalah, karena kemungkinan besar akan menurunkan semangat staf dan siswa.
Lampiran Buku Panduan
Lampiran A: Instrumen - Instrumen dan Dokumentasi Evaluasi
Sekolah Untuk Pembelajaran
Kesebelas lampiran dari A sampai L adalah instrumen-instrumen yang telah dikembangkan untuk ‘kerangka evaluasi sekolah untuk pembelajaran’ yang diusulkan. Contoh ujian Literasi dan Berhitung tidak disertakan karena akan dikembangkan oleh Dinas Kabupaten.
Daftar dokumen untuk kerangka evaluasi sekolah:
Tempat Judul
Lampiran A Instrumen dan Dokumen untuk melengkapi peran para pemangku kepentingan
Lampiran B Catatan Evaluasi Diri
Lampiran C Format Patokan Hasil/Outcome
Lampiran D Kepemimpinan Dinas dan Sekolah & Lingkungan Belajar Mengajar: Kategori-kategori efektivitas dan patokan-patokannya
Lampiran E Lembar Catatan Evaluasi Lingkungan Belajar Mengajar untuk Tim Orang Tua
Lampiran F Wawancara Terstruktur Orang Tua dengan Siswa Kelas 3
Lampiran G Lembar Catatan Hasil/Outcome untuk Pengawas
Lampiran H Agenda pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat
Dokumentasi yang diperlukan para pemangku kepentingan untuk melengkapi perannya. Tabel-tabel berikut merupakan pedoman tentang instrumen yang paling relevan untuk setiap kelompok pemangku kepentingan.
1. Bahan untuk Kepala Sekolah
Lokasi Judul
Bab 2 Kerangka evaluasi sekolah
Bab 3 Buku Panduan
Bab 3.2 Kode Etik
Lampiran A Instrumen dan Dokumen untuk melengkapi peran para pemangku kepentingan
Lampiran B Catatan Evaluasi Diri
Lampiran C Format Patokan Hasil/Outcome
Lampiran D Kepemimpinan Dinas dan Sekolah & Lingkungan Belajar Mengajar: Kategori-kategori efektivitas dan patokan-patokannya
Lampiran E Lembar Catatan Evaluasi Lingkungan Belajar Mengajar untuk Tim Orang Tua
Lampiran F Wawancara Terstruktur Orang Tua dengan Siswa Kelas 3
Lampiran G Lembar Catatan Hasil/Outcome untuk Pengawas
Lampiran H Agenda pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat
Lampiran I Catatan pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat
2. Bahan untuk Tim Guru
Lokasi Judul
Bab 3 Buku Pegangan
Bab 3.2 Kode Etik
Lampiran B Catatan Evaluasi Diri
Lampiran D Kepemimpinan Dinas dan Sekolah & Lingkungan Belajar Mengajar: Kategori-kategori efektivitas dan patokan-patokannya
3. Bahan untuk Pengawas
Lokasi Judul
Bab 2 Kerangka Evaluasi Sekolah
Bab 3 Buku Pegangan
Bab 3.2 Kode Etik
Lampiran B Catatan Evaluasi Diri untuk Sekolah
Lampiran C Format Patokan Hasil/Outcome
Lampiran D Kepemimpinan Dinas dan Sekolah & Lingkungan Belajar Mengajar: Kategori-kategori efektivitas dan patokan-patokannya
Lampiran E Lembar Catatan Evaluasi Lingkungan Belajar Mengajar untuk Tim Orang Tua
Lampiran G Lembar Catatan Hasil/Outcome untuk Pengawas
Lampiran H Agenda pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat
Lampiran I Catatan pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat
4. Bahan untuk Pertemuan dengan Masyarakat
Lokasi Judul
Lampiran H Agenda pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat
5. Bahan untuk Tim Orang Tua
Lokasi Judul
Bab 3 Buku Pegangan
Bab 3.2 Kode Etik
Lampiran E Lembar Catatan Evaluasi Lingkungan Belajar Mengajar untuk Tim Orang Tua
Lampiran F Wawancara Terstruktur Orang Tua dengan Siswa Kelas 3
Lampiran B: Contoh Catatan Evaluasi Diri
Catatan evaluasi diri: Nama Sekolah ...
Catatan evaluasi diri: diisi oleh kepala sekolah/tim guru (coret yang tidak perlu) ……….……….. terakhir diisi tanggal ……….
Bagian yang diisi oleh Tim Guru ditandai dengan ⊕⊕⊕⊕ Hasil/Outcome
Kapan (tanggal) Bapak/Ibu mengumpulkan data? Dari mana sumber informasinya? Apakah ada hasil yang tidak Bapak/Ibu perkirakan sebelumnya? Apakah ada perbedaan yang tidak diperkirakan antar kelas atau antar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung? Lingkari kelas dan kemampuan yang berada di bawah patokan dengan menggunakan ‘Patokan Hasil’ (Lampiran C)
Kelas Membaca Menulis Numeracy
1 2 3 4 5 6
Hasil/Outcome Lain Angka mengulang per kelas Angka putus sekolah per kelas Kehadiran tahun sebelumnya Kehadiran saat ini Diisi untuk tahun sebelumnya.
Namun untuk angka kehadiran sertakan angka kehadiran tahun berjalan.
1
2
Lingkari kelas-kelas yang hasil/outcome-nya berada di bawah patokan berdasarkan ‘Patokan Hasil’ (Lampiran C).
4 5 6
Hasil/Outcome: Apa yang perlu ditingkatkan/diperbaiki? Berapa kelas yang berada di bawah patokan? Apa yang akan Bapak/Ibu lakukan?
Kapan Bapak/Ibu akan melakukannya?
Bagaimana Bapak/Ibu tahu bahwa sudah ada perbaikan? Tulis pada Kelas Apa yang akan dilakukan
1 2 3 4 5 6
Angka ketidakhadiran guru
Tahun lalu
Semester berjalan/ Semester 1
: Apa yang perlu ditingkatkan/diperbaiki? Berapa kelas yang berada di bawah patokan?
Bagaimana Bapak/Ibu tahu bahwa sudah ada perbaikan? Tulis pada kolom-kolom di bawah ini.
Kapan melakukan Bagaimana mengetahui adanya perbaikan
Kelas 1 2 3 4
Bagaimana mengetahui adanya perbaikan
Pengawas:
Pengawas - uji silang hasil/outcome, tiap tahun sebelum pertemuan dengan masyarakat
3 siswa dipilih secara acak masing-masing dari kelas 2, 4 dan 5
Siswa acak Nilai Membaca Nilai Menulis Nilai Berhitung
Tanggal pengujian Kelas 2 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 2 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 2 Kelas 4 Grade 5
1
2 3
Hasil/Outcome lain yang diuji silang dengan dokumentasi sekolah Kelas 1 2 3 4 5 6
Angka Mengulang Angka Putus Sekolah Kehadiran Siswa Ketidakhadiran Guru
Apakah kepala sekolah menganalisis catatan kemajuan siswa untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan sekolah?
Silahkan tambahkan keterangan di bagian ini, jika dipandang perlu:
Tanda tangan dan tanggal ………..pengawas sekolah
Apakah kepala sekolah menganalisis catatan kemajuan siswa untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan sekolah?
Silahkan tambahkan keterangan di bagian ini, jika dipandang perlu:
………..pengawas sekolah
Lingkungan Belajar Mengajar: Bila perlu, gunakan lembar observasi pelajaran
1. Mengajar yang efektif Indikator Beri nilai berdasarkan Parameter pada
Buku Pegangan Lampiran D
(Perhitungkan keadaan setiap kelas untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap setiap indikator.
Catat Kelas yang menonjol sendiri serta mengapa menonjol pada kolom sebelah kiri kelas tersebut.)
Sesuai Parameter Di Bawah Parameter
1.1 Guru mengetahui cara mengajar literasi dan berhitung
dengan cara:
Mengembangkan minat baca siswa dengan bercerita dan membaca cerita dalam bahasa daerah/ibu dan Bahasa Indonesia
Menunjukkan kepada siswa bagaimana memegang pensil dengan tangan kanan atau kiri dan membiarkan mereka menggambar pola atau benda dan menulis huruf.
Mengajar bagaimana bunyi menjadi kata dan membiarkan mereka melihat bagaimana bunyi ditulis menjadi kata.
Mengajar makna/arti kata yang mereka baca dan menunjukkan cara menuliskannya.
Mengajarkan kata secara keseluruhan serta bunyinya dan menunjukkan cara menuliskannya.
Supervisi terhadap siswa yang meminjam buku dari perpustakaan per minggu, membaca serta mengembalikannya.
Menggunakan waktu 15 menit per hari bagi siswa untuk melihat/membaca buku dan secara berurutan menceritakan tentang bukunya.
Mengembangkan minat siswa untuk menulis, melalui membaca. Mengembangkan kemampuan siswa menulis dengan cara menghubungkan pembacaan sebuah kata dengan penulisan sebuah kalimat, kemudian menuliskan kalimat-kalimat serta cerita sendiri. Mengembangkan kemampuan siswa menulis untuk orang lain dan secara aktif mendorong mereka untuk lebih banyak membaca.
1.2 ⊕ Bahan kurikulum dan petunjuk yang dapat dipahami oleh siswa yang memiliki kemampuan belajar berbeda;
1.3 ⊕ Penilaian kelas yang sering dan bersifat diagnostik/klinis
1.4 ⊕ Iklim lingkungan kelas yang positif (termasuk motivasi bagi siswa, dukungan bagi siswa yang kesulitan, petunjuk yang jelas serta pelajaran yang terencana dengan baik)
Mengupayakan agar siswa mengenal angka, menghitung, mengenal kaitan antar angka serta tabel perkalian.
Mengajar siswa untuk berhitung; penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, dan memastikan bahwa siswa dapat menggunakan angka di luar kelas.
Pelajaran disusun sedemikian rupa sehingga tugas cocok untuk setiap siswa, dan tugas tidak terlalu sulit atau pun tidak terlalu mudah.
Bahan kurikulum dan petunjuk yang dapat dipahami oleh Ketika menyusun silabus serta bahan, guru memastikan bahwa tugas-tugas disusun secara berurutan dengan tiga tingkat kesulitan dan menunjukkan kemajuan. Semua siswa dapat memahami bahan kurikulum. Tidak ada kelompok siswa, misalnya kelompok anak laki-laki atau anak perempuan yang tertinggal.
Memastikan bahwa Bahasa ibu digunakan di kelas-kelas rendah untuk memperjelas dan meningkatkan pemahaman
Mengajukan pertanyaan kepada setiap siswa, di setiap pelajaran, untuk mengetahui pemahaman siswa, kemudian berikan mereka tugas yang lebih mudah atau lebih sulit, tergantung kebutuhan. Pertanyaan tidak hanya yang terkait dengan isi, tetapi juga pertanyaan yang mendorong pemikiran yang lebih mendalam.
Guru menyimpan catatan setiap ujian kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, per dua minggu, dan menggunakannya untuk menyusun tugas di masa depan. Guru menggunakan data tersebut untuk menilai tentang kemajuan siswa dan menentukan strategi mana yang efektif serta yang kurang efektif.
Iklim lingkungan kelas yang positif (termasuk motivasi bagi siswa, dukungan bagi siswa yang kesulitan, petunjuk yang jelas
Guru memastikan bahwa suara siswa lebih banyak terdengar dari suara orang dewasa, terdapat banyak tanya jawab, diskusi, serta menyanyi. Guru mengetahui apa yang mereka ingin siswa pelajari di setiap kelas. Orang dewasa memiliki hubungan positif dan saling menghormati dengan siswa, mendorong mereka belajar dan mencari cara menolong siswa jika mereka tidak paham.
Saat berbicara dengan siswa lain dan dengan guru, siswa memiliki rasa hormat.
Guru menjaga kerapian ruang kelas serta memiliki alat peraga pada tembok/dinding yang dapat digunakan untuk mengajar.
Guru dan orang dewasa lain menjadi teladan yang baik; bekerja keras, tidak merokok, membuang ludah sembarangan di depan siswa.
1.5 ⊕ Ukuran kelas yang tepat untuk belajar Setiap kelas memiliki satu guru untuk 32 siswa atau kurang.
2. ⊕ Lama waktu belajar Indikator Beri nilai berdasarkan Parameter pada Buku Pegangan Lampiran D
(Perhitungkan keadaan setiap kelas untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap setiap indikator.
Catat Kelas yang menonjol sendiri serta mengapa menonjol pada kolom sebelah kiri kelas tersebut)
Sesuai Parameter Di Bawah Parameter 2.1 ⊕ Kehadiran guru di kelas Setiap hari ada guru yang mengasuh kelas sepanjang jam pelajaran.
Guru masuk tepat waktu dan ada catatan ketidakhadiran guru. 2.2 ⊕ Kehadiran siswa di kelas Siswa hadir setiap hari, kecuali terlalu sakit.
2.3 ⊕ Panjang tahun ajaran Sekolah terbuka setiap hari sepanjang tahun ajaran (34 minggu).
2.4 ⊕ Tahun ajaran dan hari sekolah yang mulai tepat waktu Tahun ajaran dan hari sekolah harus dimulai tepat waktu. 2.5 ⊕ Supervisi terhadap kelas yang gurunya absen Jika guru tidak hadir, maka guru lain mengambil alih kelas
3. Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran anak Indikator Beri nilai berdasarkan Parameter pada
Buku Pegangan Lampiran D
(Perhitungkan keadaan setiap kelas untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap setiap indikator.
Catat Kelas yang menonjol sendiri serta mengapa menonjol pada kolom sebelah kiri kelas tersebut)
Sesuai Parameter Di Bawah Parameter 3.1 Interaksi guru dan orang tua terkait kemajuan belajar anak
dan bagaimana orang tua membantu.
Para guru bertemu dengan orang tua pada awal semester untuk menjelaskan apa yang akan dipelajari dan menunjukkan kepada orang tua bagaimana orang tua dapat membantu anak belajar di rumah.
3.2 Dukungan orang tua untuk membaca dan mengerjakan pekerjaan rumah.
3.3 Sekolah melaporkan kepada orang tua tentang kemajuan anak per semester.
4. Bangunan dan fasilitas dalam keadaan baik
(Perhitungkan keadaan setiap kelas untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap setiap indikator.
Catat Kelas yang menonjol sendiri serta mengapa menonjol pada kolom sebelah kiri kelas tersebut)
4.1 Listrik
4.2 Air
4.3 Toilet yang berfungsi dan bersih untuk laki-laki dan perempuan
4.4 Ruang kelas yang kondusif (cahaya dan ventilasi baik, tidak ada risiko kerusakan struktur)
4.5 Meja dan kursi belajar 4.6 Papan tulis yang baik 4.7 Lemari penyimpanan
3.2 Dukungan orang tua untuk membaca dan mengerjakan Siswa memiliki buku PR dan hasil pekerjaannya diperiksa oleh orang tua atau oleh saudara kandung.
Sekolah melaporkan kepada orang tua tentang kemajuan Sekolah menyediakan laporan kemajuan anak dalam membaca, menulis, pemahaman, dan berhitung kepada orang tua setiap semester. Laporan tersebut mengemukakan kesulitan yang dialami siswa dan bagaimana cara terbaik orang tua membantu.
Indikator
Perhitungkan keadaan setiap kelas untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap setiap indikator. onjol pada kolom sebelah kiri kelas tersebut)
Sekolah memiliki aliran listrik dan dapat memanfaatkannya jika diperlukan.
Tersedia air bagi siswa maupun orang dewasa.
laki dan Tersedia toilet bagi laki-laki dan perempuan yang berfungsi dan bersih. 4.4 Ruang kelas yang kondusif (cahaya dan ventilasi baik, tidak Ruang kelas cukup penerangan, cukup ventilasi dan memiliki struktur
yang baik.
Terdapat cukup meja dan kursi yang terpelihara dengan baik bagi setiap siswa.
Tulisan di papan tulis terlihat jelas dan mudah dibaca Terdapat lemari penyimpanan berfungsi dan rapi.
Beri nilai berdasarkan Parameter pada Buku Pegangan Lampiran D Sesuai Parameter Di Bawah
Kepemimpinan Dinas dan Sekolah
5. ⊕ Ketersediaan pelatihan Indikator Beri nilai berdasarkan Parameter pada Buku Pegangan Lampiran D
(Perhitungkan keadaan setiap kelas untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap setiap indikator.
Catat Kelas yang menonjol sendiri serta mengapa menonjol pada kolom sebelah kiri kelas tersebut)
Sesuai Parameter Di Bawah Parameter 5.1 ⊕ Guru mendapat pelatihan pengembangan profesi, termasuk pembinaan berbasis
sekolah
Para guru diikutsertakan dalam berbagai kegiatan pembelajaran agar menjadi guru yang lebih baik. Para guru bertanggung jawab mengembangkan praktik masing-masing. Setelah menghadiri kegiatan pengembangan profesi, para guru menerapkan pembelajarannya untuk meningkatkan kemajuan belajar siswa.
5.2 ⊕ Kepala sekolah terlatih untuk memberi dukungan pada guru Kepala sekolah terlatih dan guru dapat mengemukakan contoh terbaru tentang dukungan efektif yang kepala sekolah berikan.
6. ⊕ Monitoring oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang
terlatih, serta oleh pihak lain.
Indikator Beri nilai berdasarkan Parameter pada
Buku Pegangan Lampiran D
(Perhitungkan keadaan setiap kelas untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap setiap indikator.
Catat Kelas yang menonjol sendiri serta mengapa menonjol pada kolom sebelah kiri kelas tersebut)
Sesuai Parameter Di Bawah Parameter 6.1 ⊕ Monitoring oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang terlatih Wakil kepala sekolah terlatih mengunjungi kelas
setiap hari untuk memeriksa apakah pelajaran berlangsung di kelas.
Para guru bertemu setiap minggu dengan kepala sekolah untuk meninjau kegiatan di minggu berjalan, berbagi praktik-praktik baik, membahas masalah yang ditemui, serta menyepakati tindak lanjut yang diperlukan.
6.2 ⊕ Monitoring oleh pengawas Kepala sekolah berdiskusi dengan pengawas tentang pemantauan dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan pengawas dalam kunjungan rutin
6.3 ⊕ Monitoring oleh tim yang menangani sekolah di daerah terpencil
7. ⊕ Kepemimpinan sekolah yang efektif
(Perhitungkan keadaan setiap kelas untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap setiap indikator.
Catat Kelas yang menonjol sendiri serta mengapa menonjol pada kolom sebelah kiri kelas tersebut) 7.1 ⊕ Kepala sekolah dan wakil yang terlatih memiliki harapan yang tinggi, namun realistis, dan mengembangkan kultur yang berpusat pada kegiatan belajar
staf/guru dan siswa dapat berkembang
7.2 ⊕ Kepala sekolah membangun hubungan baik dengan masyarakat desa sehingga mereka dapat mendukung sekolah, termasuk dalam hal kegiatan ekstrakurikuler
7.3 ⊕ Kepala sekolah dan wakil yang terlatih berefleksi tentang praktik yang dilakukan, serta mengevaluasi keberhasilan serta alasan bagi keberhasilan tersebut dan juga apa yang butuh perbaikan, dan bagaimana perbaikan dapat dilakukan dengan cepat
7.4 ⊕ Kepala sekolah dan wakil yang terlatih memusatkan perhatian secara berkelanjutan dan efektif untuk peningkatan hasil/ outcome siswa
mereka.
Monitoring oleh tim yang menangani sekolah di daerah terpencil Tim layanan sekolah di daerah terpencil mengunjungi dan memoderasi penilaian pembelajaran siswa
Indikator
Perhitungkan keadaan setiap kelas untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap setiap indikator. Catat Kelas yang menonjol sendiri serta mengapa menonjol pada kolom sebelah kiri kelas tersebut)
dan wakil yang terlatih memiliki harapan yang tinggi, namun realistis, dan mengembangkan kultur yang berpusat pada kegiatan belajar - di mana
Pimpinan berbagi visi dan harapan yang tinggi dengan semua pemangku kepentingan, serta mendorong kultur yang fokus pada pembelajaran siswa
Kepala sekolah membangun hubungan baik dengan masyarakat desa sehingga mereka dapat mendukung sekolah, termasuk dalam hal kegiatan ekstrakurikuler
Pimpinan bekerja keras untuk membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat setempat serta orang tua sehingga memberi manfaat berbagai bagi sekolah, misalnya dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.
Kepala sekolah dan wakil yang terlatih berefleksi tentang praktik yang dilakukan, serta mengevaluasi keberhasilan serta alasan bagi keberhasilan tersebut dan juga apa yang butuh perbaikan, dan bagaimana perbaikan dapat dilakukan dengan cepat
Pimpinan memonitor dan mengevaluasi secara mendalam kekuatan serta kelemahan dalam sekolah. Pimpinan mengisi catatan evaluasi diri dan mengemukakan ringkasannya dalam pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat. Kepala dan wakil kepala sekolah terlatih dapat memberikan contoh terbaru tentang dukungan efektif yang mereka berikan kepada guru.
Kepala sekolah dan wakil yang terlatih memusatkan perhatian secara siswa
Pimpinan memantau kemajuan secara berkelanjutan, terkait hasil, dan membandingnya dengan sasaran yang telah ditetapkan serta memprakarsai strategi intervensi apabila kemajuan individu, atau kelas, atau sekolah tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hasil dimaksud adalah:
Beri nilai berdasarkan Parameter pada Buku Pegangan Lampiran D Sesuai Parameter Di Bawah
data kemajuan literasi dan berhitung, angka mengulang, angka putus sekolah serta angka kehadiran. Pimpinan menganalisis data untuk memastikan bahwa tidak ada kelompok siswa, misalnya anak laki-laki atau anak perempuan, atau siswa dari keluarga miskin dan berada, yang tertinggal dalam kelas atau pelajaran apa pun.
Sebagai bagian dari refleksi profesional Bapak/Ibu, renungkan:
Dampak baik apa yang telah dihasilkan oleh hal-hal yang Bapak/Ibu lakukan terhadap sekolah dan terhadap hasil/outcome siswa? Coba angkat contoh-contoh konkrit.
Lampiran C: Catatan Parameter Hasil/Outcome
Angka parameter perlu disepakati dan ditentukan oleh Dinas
Membaca per Kelas
(1-6)
Sesuai parameter Di bawah parameter
1 > X% memenuhi kompetensi kelas > X % di bawah kompetensi kelas
Menulis per Kelas
(1-6)
Sesuai parameter Di bawah parameter
2 > X% memenuhi kompetensi kelas > X % di bawah kompetensi kelas
Berhitung per
Kelas Sesuai parameter Di bawah parameter
3 > X % memenuhi kompetensi kelas > X % di bawah kompetensi kelas
Angka mengulang
per Kelas (1-6)
Sesuai parameter
(% siswa laki-laki dan perempuan yang mengulang tidak berbeda jauh)
Di bawah parameter
(% siswa laki-laki dan perempuan yang mengulang tidak berbeda jauh)
4 < X% > X % Angka putus sekolah per Kelas (1-6) Sesuai parameter
(% angka putus sekolah siswa laki-laki dan perempuan tak berbeda jauh)
Di bawah parameter
(% angka putus sekolah siswa laki-laki dan perempuan tak berbeda jauh)
5 X% X %
Kehadiran tahun lalu
Sesuai parameter
(% kehadiran siswa laki-laki dan perempuan tidak berbeda jauh)
Di Bawah parameter
(% ketidakhadiran siswa laki-laki dan perempuan tidak berbeda jauh)
Lampiran D: Parameter Kategori - kategori Efektivitas
1. Lingkungan Belajar Mengajar
Kategori Efektivitas
Indikator
– digunakan oleh semua pemangku kepentingan
Sesuai Parameter Di Bawah Parameter
Lingkungan Belajar Mengajar
1 Mengajar yang efektif
1.1 Guru yang paham cara mengajar literasi dan berhitung Para guru: 1.1 Guru yang paham cara mengajar literasi dan berhitung 1.1.1 Mengembangkan minat
siswa untuk membaca dengan cara membaca cerita dalam bahasa daerah/ibu atau Bahasa Indonesia. 1.1.2 Menunjukkan kepada siswa
bagaimana memegang pensil dengan tangan kanan atau kiri dan membiarkan mereka menggambar pola atau benda, dan menulis huruf.
1.1.3 Mengajar bagaimana bunyi
menjadi kata dan
membiarkan mereka melihat bagaimana bunyi ditulis menjadi kata.
1.1.4 Mengajar makna/arti kata