• Tidak ada hasil yang ditemukan

A.2. Model yang Diusulkan

2.8. Ringkasan

Sebagai ringkasan, model yang diusulkan

• Didasarkan pada tujuh karakteristik efektivitas.

• Menyertakan penilaian kemampuan siswa dalam membaca, menulis dan berhitung.

• Didukung oleh pedoman/petunjuk, patokan dan instrumen yang dapat disesuaikan dengan konteks di Sumba oleh para guru.

• Menentukan bidang-bidang tangg

• Melibatkan semua anggota masyarakat yang lebih luas. • Menggunakan serangkaian uji silang dan perbandingan.

• Tidak bertele-tele serta tidak birokratis. Pencatatan dapat dilakukan secara manual atau elektronik, sehingga sekolah terpencil tidak semakin tertinggal.

• Memberi masukan bagi sistem pengelolaan kinerja.

• Bersifat membangun dan memiliki mekanisme yang jelas untuk meminta pertanggung sekolah dan Dinas.

• Dirancang untuk memungkinkan perbaikan berangsur per tahun • Didasari SPM dan SNP.

• Mendorong inklusivitas dalam masyarakat sekolah

odel dengan Sistem Evaluasi yang

Model yang diusulkan mendukung sistem nasional, seperti ditunjukkan dalam diagram di bawah ini. Model sekolah-sekolah di Sumba untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam belajar mengajar. Diagram tersebut menunjukkan bahwa sebagian dari model ini masuk dalam lingkaran akreditasi, sedangkan sebagiannya berada di luar lingkaran tersebut. Model ini memungkinkan

pun sekolah dapat memberikan hasil yang baik.

Hubungan Model yang Diusulkan dengan EDS dan Akreditasi

Sebagai ringkasan, model yang diusulkan:

tujuh karakteristik efektivitas.

Menyertakan penilaian kemampuan siswa dalam membaca, menulis dan berhitung.

Didukung oleh pedoman/petunjuk, patokan dan instrumen yang dapat disesuaikan dengan konteks di Sumba oleh para guru.

bidang tanggung jawab pimpinan sekolah dan guru. Melibatkan semua anggota masyarakat yang lebih luas.

Menggunakan serangkaian uji silang dan perbandingan.

tele serta tidak birokratis. Pencatatan dapat dilakukan secara manual atau elektronik, kolah terpencil tidak semakin tertinggal.

Memberi masukan bagi sistem pengelolaan kinerja.

Bersifat membangun dan memiliki mekanisme yang jelas untuk meminta pertanggung

Dirancang untuk memungkinkan perbaikan berangsur per tahun menuju akreditasi sekolah

Mendorong inklusivitas dalam masyarakat sekolah.

valuasi yang Sudah Ada

Model yang diusulkan mendukung sistem nasional, seperti ditunjukkan dalam diagram di bawah ini. Model sekolah di Sumba untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam belajar mengajar. Diagram tersebut menunjukkan bahwa sebagian dari model ini masuk dalam lingkaran akreditasi, sedangkan sebagiannya berada di luar lingkaran tersebut. Model ini memungkinkan sekolah menunjukkan

kreditasi

Menyertakan penilaian kemampuan siswa dalam membaca, menulis dan berhitung.

Didukung oleh pedoman/petunjuk, patokan dan instrumen yang dapat disesuaikan dengan

tele serta tidak birokratis. Pencatatan dapat dilakukan secara manual atau elektronik,

Bersifat membangun dan memiliki mekanisme yang jelas untuk meminta pertanggung-jawaban

• Menyediakan gambaran yang menyeluruh bagi Kabupaten tentang tingkat pembelajaran siswa di sekolah.

Lampiran 1 Model yang Diusulkan:

Kategori-kategori Efektivitas yang Didasari Analisis Situasi di

Sumba

1 Mengajar yang efektif

1.1 Guru yang paham cara mengajar literasi dan berhitung

1.2 Bahan kurikulum dan petunjuk yang dapat dipahami siswa yang memiliki tingkat kemampuan belajar bervariasi; pemahaman terhadap bahasa pengantar

1.3 Penilaian kelas yang sering dan bersifat diagnostik/klinis

1.4 Iklim ruang kelas yang positif (termasuk dorongan supaya siswa aktif, dukungan bagi siswa yang kesulitan, petunjuk yang jelas serta pelajaran yang terencana dengan baik)

1.5 Ukuran kelas yang tepat untuk belajar 2 Lama waktu belajar

2.1 Kehadiran guru di kelas 2.2 Kehadiran siswa di kelas 2.3 Panjang tahun ajaran

2.4 Tahun ajaran dan hari sekolah yang mulai tepat waktu 2.5 Supervisi terhadap kelas yang gurunya absen

3 Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran anak

3.1 Interaksi guru dan orang tua terkait kemajuan belajar anak dan bagaimana membantu mempersiapkan anak bersekolah

3.2 Dukungan orang tua untuk membaca dan mengerjakan pekerjaan rumah 3.3 Laporan sekolah kepada orang tua tentang kemajuan anak per semester

4 Bangunan dan fasilitas dalam keadaan baik

4.1 Listrik 4.2 Air

4.3 Toilet yang berfungsi dan bersih untuk laki-laki dan perempuan

4.4 Ruang kelas yang kondusif (cahaya, ventilasi baik, tidak ada resiko kerusakan struktur) 4.5 Meja dan kursi belajar

4.6 Papan tulis yang bersih 4.7 Lemari penyimpanan

5 Ketersediaan Pelatihan

5.1 Pelatihan pengembangan profesi guru, termasuk pembinaan berbasis sekolah menyangkut strategi mengajar efektif

5.2 Kepala sekolah terlatih untuk memberi dukungan pada guru

6 Monitoring belajar mengajar oleh Kepala Sekolah dan pihak lain

6.1 Monitoring oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang terlatih 6.2 Monitoring oleh pengawas

6.3 Monitoring oleh tim yang menangani sekolah di daerah terpencil (untuk sekolah terpencil)

7 Kepemimpinan sekolah yang efektif

7.1 Kepala sekolah dan wakil yang terlatih memiliki harapan yang tinggi namun realistis dan mengembangkan kultur yang berpusat pada belajar di mana staf/guru dan siswa berkembang

7.2 Kepala sekolah membangun hubungan baik dengan masyarakat desa sehingga mereka dapat mendukung sekolah, termasuk dalam hal kegiatan ekstrakurikuler

7.3

Kepala sekolah dan wakil yang terlatih berefleksi tentang praktik yang dilakukan, serta mengevaluasi keberhasilan serta alasan bagi keberhasilan tersebut dan juga apa yang butuh perbaikan, bagaimana perbaikan dapat dilakukan dengan cepat

7.4 Kepala sekolah dan wakil yang terlatih memusatkan perhatian secara berkelanjutan dan efektif untuk peningkatan hasil belajar siswa

Lampiran 2 Model yang Diusulkan:

Kategori-kategori Efektivitas dan Tanggung Jawab

Kepemimpinan

Kategori efektivitas Tanggung jawab pimpinan sekolah Tanggung jawab Dinas: Semua Sekolah

1 Mengajar yang efektif

1.1 Guru yang paham cara mengajar literasi dan berhitung

Kepala sekolah & wakil kepala memonitor & mengevaluasi mutu mengajar menggunakan tingkat kompetensi dan patokan dasar dalam Lampiran D, misanya dengan cara: memastikan bahwa kegiatan yang teridentifikasi untuk kategori efektivitas dilakukan rutin setiap minggu; siswa membaca selama 15 menit per hari; memeriksa perencanaan guru demi memastikan bahan kurikulum dapat dipahami semua siswa, tugas direncanakan untuk tiga kemampuan berbeda dan sering dilakukan penilaian yang menginformasikan guru tentang tindak lanjut yang diperlukan tiap siswa.

Pimpinan memastikan bahwa para guru mencatat kemajuan siswa per dua minggu terkait kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Pimpinan memastikan bahwa para guru kelas awal memahami dan berbicara bahasa ibu siswa.

Dinas harus memenuhi akuntabilitas SPM-nya untuk pengembangan kurikulum, yaitu:

• Mengembangkan kurikulum literasi dan berhitung TK dan kelas-kelas awal yang terintegrasi dan mendapat alokasi sumber daya yang memadai termasuk patokan prestasi per kelas. • Memastikan bahwa

pengembangan kurikulum oleh daerah mempertimbangkan tentang bahasa pengantar 1.2 Bahan kurikulum dan

petunjuk yang dapat dipahami siswa yang memiliki beragam tingkat kemampuan belajar; pemahaman terhadap bahasa pengantar

1.3 Penilaian kelas yang sering dan bersifat diagnostik/klinis

Mengembangkan sistem monitoring

berdasarkan fasilitasi monitoring desa oleh pengawas, yang menyediakan informasi kepada Dinas Pendidikan tentang:

persentase siswa yang sesuai patokan membaca kelas per semester

penerapan hasil pelatihan pengembangan profesi di kelas oleh guru (observasi kelas) kepatuhan pada kalender

mengajar sekolah

tingkat ketidakhadiran siswa tingkat ketidakhadiran guru tingkat ketidakhadiran kepala

sekolah

Kerja sama desa dan sekolah (termasuk PAUD terintegrasi) serta program dukungan belajar pasca jam sekolah

1.4 Iklim ruang kelas yang positif (termasuk dorongan supaya siswa aktif, dukungan bagi siswa yang kesulitan, petunjuk yang jelas serta pelajaran yang terencana dengan baik)

Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah terlatih mengunjungi kelas secara rutin untuk mengevaluasi mutu lingkungan belajar, seperti ditetapkan peraturan yang ada1 dan patokan Pedoman ini (Lampiran D). termasuk bagaimana alat peraga digunakan untuk mendukung belajar siswa, seberapa aktif siswa terlibat dalam pembelajaran, apakah semua staf menjadi teladan untuk kehidupan, serta hubungan saling menghormati.

1 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 41 Tentang 2007 tentang Standar Proses. Lihat www.bsnp-indonesia.org/?page_id=61

1.5 Ukuran kelas yang tepat untuk belajar

Pimpinan memantau ukuran kelas dan melaporkan ke Dinas Pendidikan

Kebijakan ketenagaan kabupaten, termasuk:

Distribusi guru yang merata melalui pemetaan sekolah Spesifikasi mutu untuk tenaga

guru daerah

Penggajian yang memadai di setiap tingkatan

Distribusi yang merata terhadap kesempatan pengembangan profesi guru dan kepala sekolah. Pelatihan ketrampilan komputer bagi guru dan kepala sekolah agar tidak menghambat akses terhadap pelatihan pengembangan profesi Pemantauan kinerja

2 Lama waktu belajar Pimpinan memastikan bahwa:

2.1 Kehadiran guru di kelas Setiap hari ada guru yang mengasuh kelas sepanjang jam pelajaran. Persyaratan jam mengajar untuk Kelas 1-2 adalah 18 jam/minggu, Kelas 3 adalah 24 jam/minggu dan Kelas 4-6 adalah 27 jam/minggu. 2.2 Kehadiran siswa di kelas Siswa secara aktif didorong untuk

hadir di kelas dan siswa yang sakit

dibantu untuk mengejar

ketertinggalan.

2.3 Panjang tahun ajaran Sekolah terbuka setiap hari sepanjang tahun ajaran (34 minggu) 2.4 Tahun ajaran dan hari

sekolah yang mulai tepat waktu

Tahun pelajaran dimulai sesuai kalender dan kegiatan harian dimulai tepat waktu.

2.5 Supervisi terhadap kelas yang gurunya absen

Kalau seorang guru tidak hadir, kelasnya diasuh oleh guru lain.

3 Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran siswa

Pimpinan harus memastikan bahwa:

3.1 Interaksi guru dan orang tua terkait kemajuan belajar anak dan bagaimana membantu mempersiapkan anak bersekolah.

Ada pertemuan antara orang tua dan guru, orang tua mengetahui apa yang akan diajarkan serta bagaimana membantu anaknya di rumah.

Mengembangkan sebuah sistem yang kuat untuk memastikan bahwa suara masyarakat didengar dan memicu tindak lanjut.

3.2 Dukungan orang tua untuk membaca dan mengerjakan pekerjaan rumah

Siswa memiliki buku pekerjaan rumahnya dan buku tersebut digunakan secara efektif oleh orang tua atau saudara/i siswa untuk mendukung kemajuan belajar. 3.3 Sekolah melaporkan

kepada orang tua tentang kemajuan anak per semester.

Sekolah menyediakan laporan kemajuan anak dalam membaca, menulis, pemahaman, dan berhitung untuk orang tua setiap semester. Laporan tersebut mengemukakan kesulitan yang dialami siswa dan bagaimana cara terbaik orang tua membantu.

4 Bangunan dan fasilitas dalam keadaan baik.

Pimpinan memastikan bahwa:

4.1 Listrik Mengembangkan sistem monitoring

berdasarkan fasilitasi monitoring desa oleh pengawas, yang menginformasikan Dinas Pendidikan tentang kondisi

4.2 Air Air minum, air untuk cuci tangan dan

toilet tersedia untuk siswa dan orang dewasa.

4.3 Toilet yang berfungsi dan bersih untuk laki-laki dan perempuan.

Toilet bersih dan berfungsi, baik toilet untuk laki-laki maupun untuk perempuan.

bangunan sekolah, lapangan, toilet, listrik, dan air.

4.4 Ruang kelas yang kondusif (cahaya, ventilasi baik, tidak ada resiko kerusakan struktur).

Ruang kelas cukup penerangan, cukup ventilasi dan memiliki struktur yang baik.

4.5 Meja dan kursi belajar Tersedia satu meja dan satu kursi bersandaran untuk setiap siswa 4.6 Papan tulis yang baik Tulisan di papan tulis terlihat jelas

dan mudah dibaca

4.7 Lemari penyimpanan Lemari penyimpanan berfungsi dan rapi

5 Ketersediaan Pelatihan Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah terlatih memastikan bahwa: 5.1 Tersedia pelatihan pengembangan profesi guru, termasuk pembinaan berbasis sekolah menyangkut strategi mengajar efektif.

Para guru dilibatkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran agar menjadi guru yang lebih baik. Mereka bertanggung jawab terhadap pengembangan diri. Setelah mengikuti kegiatan pengembangan profesi, para guru berbagi pembelajarannya dengan kepala sekolah, KKG dan guru lain dan menerapkan apa yang dipelajarinya untuk peningkatan kemajuan belajar siswa.

Pengembangan sistem KKG yang termonitor, terstruktur dan yang mendapat alokasi sumber daya yang memadai, yang mengutamakan pengetahuan dan keterampilan mengajar literasi dan berhitung.

Memastikan keprofesionalan semua komponen ketenagaan guru.

5.2 Kepala sekolah terlatih

untuk memberi

dukungan pada guru.

Kepala sekolah memanfaatkan pelatihan yang diterima untuk meningkatkan keterampilannya dan menggunakan hasil pembelajaran selama pelatihan untuk mendukung para guru secara efektif.

Mengembangkan kerangka yang terpantau dan mendapat alokasi sumber daya yang memadai yang memberi peluang bagi kepala sekolah mengambil manfaat dari pelatihan yang tersedia.

6 Monitoring oleh kepala sekolah dan pihak lain.

6.1 Monitoring oleh kepala

sekolah dan wakil kepala sekolah yang terlatih.

Kepala Sekolah/wakil yang terlatih mengunjungi ruang kelas setiap hari untuk memastikan bahwa terjadi pembelajaran di kelas dan mereka memimpin pertemuan dengan para guru untuk mengulas pembelajaran

selama seminggu dan

mengidentifikasi langkah pengembangan yang perlu dilakukan.

Mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi yang mengidentifikasi efektivitas kepemimpinan sekolah dan didasari pada fasilitasi pemantauan desa oleh pengawas.

6.2 Monitoring oleh pengawas.

Pengawas melakukan pemantauan dan evaluasi seksama terhadap belajar mengajar di ruang kelas

selama kunjungan rutinnya ke sekolah. Pengawas memberikan umpan balik kepada masing-masing guru dan memberikan ringkasannya kepada kepala sekolah.

Pengawas memastikan bahwa praktik-praktik baik di sekolah dibagikan saat KKG.

Sekali setahun sebelum pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat, pengawas menguji secara acak kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tiga siswa yang diambil secara acak masing-masing dari Kelas 2, 4, dan 5. 6.3 Monitoring oleh tim yang

menangani sekolah di daerah terpencil.

Ketika tim yang menangani sekolah di daerah terpencil berkunjung untuk melakukan pemeriksaan silang standar sekolah. Hal ini dapat dilakukan melalui observasi ruang kelas dan pengujian terhadap siswa yang diambil secara acak.

Mengembangkan sistem evaluasi sekolah terpencil bagi tim yang menangani sekolah terpencil, untuk mengidentifikasi efektivitas kepemimpinan sekolah.

7 Kepemimpinan sekolah yang efektif.

7.1 Kepala sekolah dan wakil yang terlatih memiliki harapan yang tinggi namun realistis dan mengembangkan kultur yang berpusat pada belajar di mana staf/guru dan siswa berkembang.

Pimpinan berbagi visi dan harapan yang tinggi dengan semua pemangku kepentingan, serta mendorong kultur yang fokus pada pembelajaran siswa.

Mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi yang mengidentifikasi efektivitas kepemimpinan sekolah, berdasarkan fasilitasi monitoring desa oleh pengawas. Apabila perlu, hal ini dapat diuji silang oleh tim sekolah terpencil.

7.2 Kepala sekolah

membangun hubungan baik dengan masyarakat desa sehingga mereka dapat mendukung sekolah, termasuk dalam

hal kegiatan

ekstrakurikuler.

Pimpinan rajin membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat setempat serta orang tua sehingga memberi berbagai manfaat bagi sekolah, misalnya dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.

7.3 Kepala sekolah dan wakil yang terlatih berefleksi tentang praktik yang dilakukan, serta mengevaluasi

keberhasilan serta alasan bagi keberhasilan tersebut dan juga apa yang butuh perbaikan, bagaimana perbaikan dapat dilakukan dengan cepat.

Pimpinan memonitor dan

mengevaluasi secara mendalam kekuatan serta kelemahan dalam sekolah. Pimpinan mengevaluasi efektivitas pelatihan pengembangan profesi demi memastikan bahwa pelatihan-pelatihan tersebut

membawa perbaikan yang

diharapkan dalam pembelajaran di kelas. Pimpinan melakukan penyesuaian apabila perlu. Pimpinan mengisi catatan evaluasi diri dan

mengemukakan ringkasannya pada pertemuan evaluasi sekolah bersama masyarakat.

7.4 Kepala sekolah dan wakil

yang terlatih

memusatkan perhatian secara berkelanjutan dan

efektif untuk

peningkatan hasil belajar siswa.

Pimpinan memantau kemajuan secara berkelanjutan, terkait hasil, dan membandingkannya dengan sasaran yang telah ditetapkan serta memprakarsai strategi intervensi apabila kemajuan individu, atau kelas, atau sekolah tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hasil dimaksud adalah: data kemajuan literasi dan berhitung, angka mengulang, angka putus sekolah serta angka kehadiran.

Lampiran 3 Model yang Diusulkan:

Kategori Efektivitas dan Tanggung Jawab Guru

Kategori efektivitas Tanggung jawab guru– ringkasan

1 Mengajar yang efektif Guru bertanggung jawab untuk:

1.1 Guru yang paham cara mengajar literasi dan berhitung

Melakukan semua kegiatan yang diwajibkan kurikulum di Sumba dan EDS. Setiap siswa harus membaca sekurang-kurangnya selama 15 menit sehari. Di kelas awal, membaca difasilitasi, sedangkan di kelas atas membaca harus bersifat independen.

Memastikan bahwa pembelajaran SEMUA siswa di kelas maju. Strukturisasi terhadap pelaksanaan kurikulum menghasilkan tugas untuk SEMUA siswa, terlepas dari kebutuhannya, sehingga SEMUA siswa dapat memiliki pengalaman keberhasilan. Penilaian harus teratur dilakukan sehingga setiap hari guru mengetahui apa yang efektif dan apa yang tidak efektif, serta siswa mana yang maju serta memiliki pemahaman dan mana yang tidak. Refleksi guru harus menjadi bahan pertimbangan perencanaan ke depan dan dibagikan dengan guru lain. Guru harus memperhatikan apakah berbagai golongan siswa, seperti siswa laki-laki dan siswa perempuan memiliki kemajuan yang tidak berbeda jauh.

1.2 Bahan kurikulum dan petunjuk yang dapat dipahami siswa dengan beragam kemampuan belajar; pemahaman terhadap bahasa pengantar

1.3 Penilaian kelas yang sering dan bersifat diagnostik/klinis

1.4 Iklim ruang kelas yang positif (termasuk dorongan supaya siswa aktif, dukungan bagi siswa yang kesulitan, petunjuk yang jelas serta pelajaran yang terencana dengan baik)

Memastikan bahwa lingkungan ruang kelas: • memberi motivasi dan ramah

• kondusif untuk belajar sehingga semua siswa dapat belajar dengan baik

dan di kelas:

• digunakan alat peraga untuk membantu belajar • siswa mengetahui apa yang diharapkan dari mereka

dan apa yang akan mereka pelajari

Memastikan bahwa ada hubungan saling menghormati dan orang dewasa menjadi teladan

1.5 Ukuran kelas yang tepat untuk belajar

2 Lama waktu belajar

2.1 Kehadiran guru di kelas Hadir dan mengajar di kelas tiap hari sekolah, kecuali sakit 2.2 Kehadiran siswa di kelas Mendorong siswa hadir dan mendukung pembelajaran bagi

siswa yang tidak hadir demi mengejar ketertinggalan.

Memastikan bahwa kegiatan di kelas menarik sehingga banyak siswa yang bersedia datang ke sekolah untuk belajar.

2.3 Panjang tahun ajaran

tepat waktu

2.5 Supervisi terhadap kelas yang gurunya absen Saling mengasuh kelas jika ada guru yang tidak hadir. Ini adalah bagian dari tanggung jawab guru untuk memastikan bahwa semua siswa belajar.

3 Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran anak

Mengembangkan hubungan positif dengan orang tua untuk mendukung pembelajaran siswa.

3.1 Interaksi guru dan orang tua terkait kemajuan belajar anak dan bagaimana membantu mempersiapkan anak bersekolah

Melakukan pertemuan yang rutin dengan orang tua sehingga mereka mengetahui apa yang akan diajarkan dan bagaimana mereka membantu anak belajar di rumah.

3.2 Dukungan orang tua untuk membaca dan mengerjakan pekerjaan rumah

Memastikan bahwa siswa menggunakan buku PR-nya (kalau ada PR) dan bahwa buku PR digunakan secara efektif oleh orang tua atau kakak untuk mendukung kemajuan belajar anak. 3.3 Laporan sekolah kepada orang tua tentang

kemajuan anak per semester

Berkontribusi terhadap laporan kepada orang tua setiap semester dengan mengidentifikasi kemajuan siswa dalam membaca, menulis, dan berhitung, menggunakan data kemajuan siswa per dua minggu serta melaporkan setiap kesulitan yang dialami siswa dan bagaimana orang tua dapat membantu siswa.

4 Bangunan dan fasilitas dalam keadaan baik

4.1 Listrik 4.2 Air

4.3 Toilet yang berfungsi dan bersih untuk laki-laki dan perempuan

Memastikan bahwa toilet bersih.

4.4 Ruang kelas yang kondusif (cahaya baik, ventilasi baik, tidak ada risiko kerusakan struktur)

4.5 Meja dan kursi belajar Melaporkan apabila kursi atau meja rusak atau kurang.

4.6 Papan tulis yang baik Memastikan bahwa tulisan di papan tulis jelas dan dapat dibaca, bahkan dari bagian belakang kelas.

4.7 Lemari penyimpanan Memastikan bahwa lemari penyimpanan berfungsi dan rapi

5 Ketersediaan Pelatihan

5.1 Tersedia pelatihan pengembangan profesi guru, termasuk pembinaan berbasis sekolah menyangkut strategi mengajar efektif.

Mengembangkan profesionalisme guru dan meningkatkan mutu mengajarnya.

Melakukan refleksi tentang praktik di ruang kelas dan mengembangkan cara mengeliminasi halangan untuk belajar.

Menghadiri dan berpartisipasi dalam KKG dan menerapkan apa yang dipelajari di KKG ketika mengajar di kelas.

5.2 Kepala sekolah terlatih untuk memberi dukungan pada guru.

6 Monitoring oleh kepala sekolah dan pihak lain.

6.1 Monitoring oleh kepala sekolah dan wakil

kepala sekolah yang terlatih.

Menghadiri pertemuan dengan kepala sekolah untuk mereview/meninjau pembelajaran dalam seminggu serta menentukan pengembangan atau perbaikan yang perlu dilakukan.

6.2 Monitoring oleh pengawas.

6.3 Monitoring oleh tim yang menangani sekolah

di daerah terpencil.

7 Kepemimpinan sekolah yang efektif.

7.1 Kepala sekolah dan wakil yang terlatih memiliki harapan yang tinggi namun realistis dan mengembangkan budaya yang berpusat pada pembelajaran di mana staf/guru dan siswa berkembang.

Memastikan mereka mengadopsi visi sekolah dan memiliki harapan yang tinggi terhadap pembelajaran siswa

7.2 Kepala sekolah membangun hubungan baik dengan masyarakat desa sehingga mereka dapat mendukung sekolah, termasuk dalam hal kegiatan ekstrakurikuler.

Memastikan bahwa mereka membangun hubungan yang baik dengan orang tua

7.3 Kepala sekolah dan wakil yang terlatih berefleksi tentang praktik yang dilakukan, serta mengevaluasi keberhasilan serta alasan bagi keberhasilan tersebut dan juga apa yang butuh perbaikan, bagaimana perbaikan dapat dilakukan dengan cepat.

7.4 Kepala sekolah dan wakil yang terlatih memusatkan perhatian secara berkelanjutan dan efektif untuk peningkatan hasil belajar siswa.

Menyediakan data hasil/outcome kepada pimpinan senior. Data tersebut dikumpulkan selama satu semester. Data harus termasuk data kemajuan literasi dan berhitung. Pimpinan sekolah perlu diberi tahu tentang setiap masalah terkait kehadiran siswa.

Dokumen terkait