• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

A. Peran Guru Pendidikan Agama Islam

2. Peran-peran Guru Pendidikan Agama Islam





























Artinya:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang

munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (QS. Ali „Imran: 3:104)

2. Peran – peran Guru Pendidikan Agama Islam

Peran utama dari seorang guru Pendidikan Agama Islam disekolah adalah mendidik. Mendidik itu dilakukan dalam bentuk mengajar, sebagian dalam bentuk memberikan dorongan, memuji, menghukum, memberikan contoh, membiasakan dan lain-lain (Ahmad ,1992:78)

Dikutip dari bukunya Kompri yang berjudul Motivasi Pembelajaran

Perspektif Guru dan Siswa (2015: 45) bahwa “di sebuah sekolah guru memiliki peranan yang sangat penting untuk mewujudkan sebuah tujuannya, diantaranya peranan tersebut yaitu, guru sebagai pendidik, pengelola,

19

perencana pembelajaran, administrator, sumber pembelajaran, motivator, fasilitator, pembimbing, infirmator, mediator, dan sebagai kolaborator.

a. Guru sebagai pendidik

Guru sebagai pendidik merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas pengawasan

dan pembinaan serta tugas-tugas yang berkaitan dengan

mendisipllinkan siswa. Agar siswa dapat disiplin terhadap peraturan-peraturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.

b. Guru sebagai pengelola atau Learning Manager.

Guru sebagai pengelola kelas yaitu guru harus dapat Menciptakan kondisi belajar dikelas yang optimal.

c. Guru sebagai perencana pembelajaran.

Perencanaan mengajar merupakan suatu perencanaan pemikiran yang dibuat oleh guru secara sistematis. Berupa prinsip-prinsip mengajar yang akan diterapkan dalam pengajaran dikelas. Olehs sebab itu, guru harus berfikir dalam perencanaan pengajaran secara saksama dalam meningkatkan pembelajaran bagi siswanya dan memperbaiki kualitas pengajarannya.

d. Guru sebagai administrator

Guru sebagai administrator yaitu seorang guru harus pela mengerti dan melaksanakan urutan tata usaha terutama yang berhubungan dengan administrasi pendidikan.

20

e. Guru sebagai sumber

Guru sebagai sumber belajar dan sumber keagamaan yakni dimana guru dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh siswa, baik berupa pengetahuan, keterangan maupun sikap.

f. Guru sebagai motivator

Guru sebagai motivator yakni memberikan dorongan dan semangat agar siswa mau dan giat belajar.

g. Guru sebagai fasilitator

Guru sebagai fasilitator yakni menyediakan situasi dan kondisi yang dibutuhkan individu yang belajar.

h. Guru sebagai pembimbing

Guru sebagai pembimbing, yakni memberikan bimbingan terhadap siswa dalam interaksi belajar mengajar agar siswa tersebut mampu belajar dengan lancar, dan berhasil secara efektif dan efisien.

i. Guru sebagai informator

Kinerja guru berkaitan dengan tugasnya yaitu membantu guru pembimbing atau konselor dalam memasyarakatkan layanan Bimbingan dan Konseling kepada siswa pada umumnya. Guru sebagai informatory yaitu memberikan informasi tentang layanan Bimbingan dan Konseling, tujuan, fungsi dan manfaatnya bagi siswa.

j. Guru sebagai mediator

Guru sebagai mediator, yakni seorang guru diminta untuk melakukan kegiatan identifikasi siswa yang memerlukan bimbingan dan

21

pengalihtanganan siswa yang memerlukan Bimbingan dan Konseling kepada guru pembimbing atau konselor sekolah.

k. Guru sebagai kolabolator

Guru dapat berperan sebagai kolaborator konselor di sekolah dalam penyelenggaraan berbagai jenis layanan orientasi informasi, layanan pembelajaran atau dalam pelaksanaan kegiatan pendukung seperti konferensi kasus, himpunan data dan kegiatan linnya yang relevan.

Untuk menjalankan perannya guru Pendidikan Agama Islam harus memiliki sifat- sifat yang baik. Menurut Abdurrahman Al-Nahlawy yang dikutip dari bukunya Muhaimin bahwa sifat-sifat guru muslim adalah sebagai berikut:

a) Hendaknya tingkah laku dan pola piker guru bersifat Rabbani.

b) Ikhlas, yakni bermaksud mendapaltkan keridoan Allah, mencapai dan menegakkan kebenaran.

c) Sabar dalam mengajarkan berbagai ilmu kepada peserta didik.

d) Jujur dalam apa yang diserukannya

e) Senantiasa membekali diri dengan ilmu dan bersedia mengkaji dan mengembangkannya.

f) Mampu menggunakan berbagai metode mengajar secara bervariasi,

menguasainya dengan baik, mampu menentukan dan memilih metode mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran dan situasi belajar mengajar.

22

g) Mampu mengelola peserta didik, tegas dalam bertindak, dan

meletakkan segala masalah secara proporsional.

h) Mempelajari kehidupan psikis peserta didik selaras dengan masa perkembangannya.

i) Tanggap terhadap berbagai kondisi dan perkembangan dunia yang mempengarui jiwa, keyakinan dan pola pikir peserta didik, memahami problem kehidupan modern dan bagaimana cara islam mengatasi dan menghadapinya.

j) Bersikap adil diantara peserta didik (Muhaimin,2001:96)

Menurut Djumhur dan Moh. Surya yang dikutip Kompri (2015), peranan guru PAI dalam program layanan Bimbingan dan Konseling yaitu sebagai berikut:

1) Guru sebagai tokoh kunci bimbingan karena gurulah yang selalu berada dalam hubungan yang erat dengan siswanya.

2) Guru harus dapat memahami siswa sebagai individu. Layanan

bimbingan ini tidak akan berhasil apabila guru tidak dapat mengenal individu siswanya.

3) Guru melakukan perbaikan tingkah laku siswa dengan cara memahami

individu siswanya yang dilengkai dengan mengenal sebab-sebab mengapa siswa bertingkah laku tertentu, hal itu dapat mempengaruhi interpretasi dan alternatif perbaikan yang akan dilakukan oleh guru.

23

4) Guru melakukan pertemuan “dari hati ke hati” dengan siswa. Hal ini dilakukan ketika sekolah sebelum dilakukan, waktu istirahat atau setelah sekolah usai.

5) Guru mengadakan pertemuan dengan wali murid. Dengan tujuan agar guru lebih dapat memahami diri siswa dan latar belakang keluarganya sehingga ditemukan adanya saling pengertian dan kerja sama yang baik antara kedua belah pihak, sehingga sangat membantu kelancaran bimbingan (Kompri, 2015: 43)

Selain melaksanakan peranannya sebagai pendidik guru Pendidikan Agama Islam juga harus bisa melaksankan tugasnya dengan sebaik mungkin dan melaksanakan administrasi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kompri (2015: 37) menyatakan bahwa guru juga melaksakakan administrasi dengan mempersiapkan antara lain:

a. Membuat program pengajaran atau rencana kegiatan per semester dan tahunan.

b. Membuat satuan pelajaran atau persiapan mengajar. c. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

d. Melaksanakan kegiatan penilaian per semester dan tahunan. e. Mengisi daftar nilai siswa.

f. Melaksanakan analisis hasil evaluasi belajar.

g. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.

h. Melaksanakan kegiatan membimbing guru dalam kegiatan proses

24

i. Membuat alat pelajaran atau alat peraga. j. Menciptakan karya seni.

k. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.

l. Melaksanakan kegiatan tertentu di sekolah.

m. Mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi

tanggung jawabnya.

n. Membuat lembar kerja siswa, dan membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa

o. Meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran, dan mengatur kebersihan ruang kelas (Kompri, 2015: 37)

Dokumen terkait