Pengecer merupakan salah satu saluran pemasaran susu sapi yang ada di Kecamatan Getasan. Pengecer susu sapi membeli susu sapi langsung dari peternak dan menjualnya langsung kepada konsumen susu sapi.
“Pengecer dapat didefinisikan sebagai seorang pedagang
yang kegiatan pokoknya melakukan penjualan secara
langsung kepada konsumen.”61
60
D. Saladin, op. cit., hal. 24. 61
87
Sebagian besar pengecer susu sapi dari Kecamatan Getasan menjual susu sapi di wilayah Kota Salatiga yang berdekatan dengan Kecamatan Getasan. Pengecer susu sapi mempunyai tujuan untuk memperoleh pendapatan dalam menjalankan usahanya. Sebagai salah satu saluran pemasaran yang ikut mengalirkan susu sapi dari peternak sebagai produsen kepada konsumen, pengecer susu sapi mempunyai peran dalam pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan.
Pengecer susu sapi melakukan beberapa kegiatan yang berkontribusi dalam pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya pengujian mutu susu sapi, pembayaran atas susu sapi yang dibeli dari peternak, menjual susu sapi serta memberikan pelayanan kepada penduduk yang menjual susu sapi kepadanya dalam berbagai macam bentuk pelayanan. Kontribusi-kontribusi yang diberikan pengecer susu sapi ini menunjukkan adanya peranan mereka dalam pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan. Peranan pengecer susu sapi ini dapat dilihat dari fungsi-fungsi yang mereka jalankan sebagai suatu saluran pemasaran :
“Fungsi saluran pemasaran diantaranya adalah fungsi informasi, fungsi promosi, fungsi negosiasi, fungsi pemesanan, fungsi pembiayaan, fungsi pengambilan risiko, fungsi kepemilikan fisik, fungsi pembayaran dan fungsi kepemilikan.”62
Pengecer susu sapi hanya mampu menyerap kurang dari 3% susu sapi yang diproduksi oleh peternak di Kecamatan Getasan. Sedikitnya jumlah ini tidak mengurangi makna dari peran pengecer dalam pemasaran susu sapi hasil produksi
62
88
peternak sapi perah Kecamatan Getasan. Walaupun pengecer hanya mampu memasarkan tidak lebih dari 3% susu sapi, namun mereka mampu meningkatkan nilai susu sapi. Meningkatnya nilai susu sapi ini dapat dilihat dari tingginya harga susu sapi eceran. Pengecer susu sapi mampu menjual susu sapi dengan harga yang tinggi. Hal ini membuat mereka memperoleh keuntungan yang lebih besar daripada pengumpul susu sapi untuk setiap liter susu. Selisih harga beli dengan harga jual yang dibentuk oleh pengecer susu sapi lebih tinggi daripada selisih harga yang dibentuk oleh pengumpul susu sapi. Hal ini membuktikan bahwa pengecer mampu memberikan kontribusi bagi pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan.
Sebelum membeli susu sapi dari peternak, pengecer susu sapi juga melakukan pengujian mutu terhadap susu sapi yang akan mereka beli dari peternak sama seperti yang dilakukan oleh pengumpul susu sapi. Perbedaan terletak pada standar mutu yang ditetapkan keduanya. Standar mutu susu sapi yang ditetapkan oleh pengecer susu sapi relatif lebih rendah dibanding dengan standar mutu yang ditetapkan oleh pengumpul susu sapi. Pengujian mutu oleh pengecer susu sapi hanya menitikberatkan pada hal-hal yang mudah untuk diuji saja. Pengujian dilakukan dengan mengukur parameter-perameter tertentu yang dirasa oleh pengecer mempengaruhi konsumen untuk membeli atau tidak membeli susu segar yang mereka akan jual. Standar mutu yang ditetapkan oleh pengecer susu sapi umumnya mencakup warna susu, aroma susu, rasa susu, kebersihan, kemurnian dan berat jenis susu sapi. Jumlah parameter ini relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah parameter yang digunakan oleh pengumpul
89
susu sapi dalam menguji mutu susu sapi. Perbedaan ini disebabkan karena pengecer tidak dituntut untuk menyediakan susu dengan mutu tertentu oleh pembeli yang dalam hal ini adalah konsumen susu segar. Konsumen susu segar hanya menuntut beberapa hal yang relatif sederhana kepada pengecer susu sapi. Kebanyakan dari mereka hanya menuntut untuk dapat memperoleh susu sapi yang bersih dan murni. Oleh karena itu pengecer susu sapi dapat lebih mudah menentukan standar mutu susu sapi dan pelaksanaan pengujian mutu susu sapi.
Pengujian mutu susu sapi ini menunjukkan adanya beberapa maksud dari pengecer susu sapi. Pengecer susu sapi ingin mempermudah penjualan susu sapi dari peternak, dengan demikian kemungkinan susu sapi untuk dibuang semakin kecil. Jika hal tesebut dapat diwujudkan, maka peternak dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar karena risiko dari tidak lakunya susu sapi yang disebabkan oleh mutu susu sapi yang tidak mencapai standar mutu susu sapi yang diterapkan akan menjadi semakin kecil. Keuntungan juga dapat diperbesar oleh peternak yang menjual susu sapi kepada pengecer susu sapi karena pengecer susu sapi menerapkan harga beli yang relatif lebih tinggi dibanding harga yang diterapkan oleh pengumpul susu sapi.
Kemampuan pengecer susu sapi untuk membeli susu sapi dari peternak dengan harga yang lebih tinggi juga tidak lepas dari tidak dituntutnya mereka dengan standar mutu susu sapi dari pembeli susu mereka. Harga yang ditetapkan oleh pengecer susu sapi dapat lebih tinggi dari harga yang diterapkan oleh pengumpul susu sapi karena pengecer dapat memperoleh selisih harga jual dengan harga beli yang lebih besar. Oleh karena itu, pengecer mempunyai kemampuan
90
yang lebih besar untuk meningkatkan harga susu sapi dibanding pengumpul susu sapi. Lebih tingginya harga yang diterapkan oleh pengecer dibanding pengumpul susu sapi juga menguntungkan peternak.
Harga yang diterapkan oleh pengecer menjadi salah satu perhatian pengumpul susu sapi dalam menentukan harga. Pengecer susu sapi dianggap sebagai kompetitor atau pesaing dari pengumpul susu sapi dalam membeli susu sapi dari peternak. Oleh karena itu, pengumpul susu sapi juga memperhitungkan harga yang ditetapkan oleh pengecer susu sapi supaya mereka tetap dapat bersaing. Harga beli yang lebih tinggi dari pengecer dibanding dari pengumpul dapat membuat peternak yang mempunyai susu sapi yang bermutu tinggi berkeinginan menjual susu sapinya kepada pengecer. Hal ini akan membuat pengumpul juga akan memikirkan strategi supaya mereka tidak kalah bersaing dengan pengecer, salah satunya dengan startegi harga. Harga beli yang ditetapkan pengecer yang relatif lebih tinggi dibanding dengan pengumpul ini menjadi salah satu keunggulan pengecer susu sapi dilihat dari kacamata peternak. Namun, pengecer mempunyai kendala dalam hal kapasitas susu sapi yang diperdagangkan. Kapasitas susu sapi yang mampu diperjualbelikan oleh pengecer susu sapi jauh lebih kecil dibanding dengan kapasitas susu sapi yang diperjualbelikan oleh pengumpul susu sapi.
Pengecer susu sapi tidak mampu menjual susu sapi secara eceran dalam jumlah yang besar. Jumlah susu sapi yang diperjualbelikan oleh pengecer dalam satu hari tidak lebih dari seratus lima puluh liter sehingga susu sapi produksi peternak Kecamatan Getasan hanya mampu diserap kurang dari 3% saja. Hal ini
91
disebabkan karena pengecer susu sapi di Kecamatan Getasan baru menggunakan sepeda motor dalam menjual susu sapi. Mereka juga baru berani menjual susu sapi ke wilayah-wilayah yang dekat dengan luas wilayah yang tidak luas pula. Ketidakberanian pengecer susu sapi dalam memperluas wilayah penjualan mereka disebabkan karena mereka tidak mempunyai sarana dan prasarana yang menunjang perluasan pasar tersebut. Tidak memilikinya peralatan pengelolaan susu sapi juga membuat pengecer tidak menaikkan jumlah susu sapi yang mereka perdagangkan karena mereka memandang risiko rusak susu sapi dan kerugian juga akan semakin besar apabila jumlah susu sapi yang besar tidak diimbangi dengan fasilitas pengelolaan susu sapi yang baik seperti mesin pendingin. Di samping itu, masih ada pula alasan-alasan lain seperti kesibukan diluar menjadi pengecer dan pekerjaan lain selepas menjual susu sapi. Hal inilah yang membuat kapasitas susu sapi yang mereka jual tidak besar.
Ada beberapa hal lain yang diberikan pengecer susu sapi kepada peternak sapi perah. Pelayanan-pelayanan dalam berbagai bentuk juga merupakan kontribusi dari pengecer susu sapi bagi pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan. Pelayanan-pelayanan tersebut berbentuk penyediaan jasa simpan pinjam dan layanan-layanan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan susu sapi dalam jumlah yang relatif besar walaupun tidak rutin. Pelayanan pesan antar juga diberikan oleh pengecer susu sapi kepada konsumen susu sapi.
Uraian tersebut di atas menunjukkan bahwa pengecer susu sapi mempunyai beberapa peranan dalam pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan. Pengecer susu sapi mempunyai kontribusi dalam meningkatkan pendapatan
92
peternak sapi perah melalui pembayaran atas susu sapi yang mereka beli dari peternak sapi perah. Peternak dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar apabila mereka menjual susu sapi yang mereka produksi kepada pengecer susu sapi dibanding dengan menjual kepada pengumpul susu sapi. Peternak sapi perah dapat menghemat biaya yang mereka keluarkan untuk memproduksi susu sapi yang bermutu tinggi karena pengecer menerapkan standar mutu susu sapi yang lebih rendah dibanding standar mutu yang diterapkan pengumpul susu sapi. Harga beli yang dipatok pengecer pun lebih tinggi.
Peranan lain yang dimainkan oleh pengecer susu sapi adalah sebagai saluran pemasaran yang meningkatkan harga susu sapi terbesar. Ini berarti mereka mampu meningkatkan nilai tambah susu sapi.
“Nilai tambah dalam artian produksi diartikan sebagai
nilai yang muncul dari pengurangan nilai penjualan produk dikurangi dengan nilai masukan utama dan nilai barang tersebut ketika masih menjadi barang setengah jadi. Nilai tambah jika dikaji dari artian perdagangan dapat diartikan sebagai hasil pengurangan nilai penjualan dikurangi dengan nilai pembelian suatu
barang.”63
Hal ini dapat dilihat dari selisih harga beli yang ditetapkan oleh pengecer dalam membeli susu dari peternak dengan harga jual yang ditetapkan dalam menjual susu sapi kepada konsumen susu segar. Selisih harga jual dan harga beli yang diperoleh oleh pengecer relatif lebih besar dibanding dengan selisih yang diperoleh pengumpul susu sapi dalam memperjualbelikan susu sapi. Perbedaan selisih harga jual dan beli ini disebabkan pula oleh perbedaan panjang saluran pemasaran. Saluran pemasaran pengecer susu sapi lebih pendek dibanding dengan
63
93
saluran pemasaran pengumpul susu sapi. Pengecer susu sapi menjadi satu-satunya saluran pemasaran susu sapi diantara peternak dengan konsumen. Sementara itu, saluran pemasaran yang melibatkan pengumpul susu sapi melibatkan tidak hanya satu pengumpul susu sapi, tetapi melibatkan beberapa pengumpul susu sapi sebelum masuk ke perusahaan pengolah susu sapi. Hal ini membuat pola saluran yang dibentuk oleh pengecer lebih pendek dibanding dengan pola yang dibentuk oleh para pengumpul susu sapi di Kecamatan Getasan.