HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Peran Penyuluh Pertanian Lapangan
Desa Lubuk Bayas merupakan desa terluas di Provinsi Sumatera Utara yang menerapkan padi organik yang terletak di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Luas lahan untuk usahatani padi organik adalah seluas 21 Ha. Desa Lubuk Bayas merupakan desa binaan BITRA Indonesia.
Begitu juga dengan Desa Karang Anyar, walaupun produksi padi organik desa ini masih sedikit namun sudah disertifikasi. Luas lahan untuk usahatani padi organik seluas 5 Ha. Perkembangan luaas lahan padi organik di desa ini tergolong lambat, untuk itu sangat diperlukan peran penyuluh pertanian lapangan untuk mengembangkan usahatani padi organik mereka.
Berdasarkan hasil estimasi, maka peran penyuluh pertanian lapangan di Desa Lubuk Bayas dan Karang Anyar dapat dilihat sebagai berikut.
Tabel 10. Peran Penyuluh terhadap Pengembangan Usahatani Padi Organik di Desa Lubuk Bayas dan Karang Anyar
Indefendent Sample t Test Means Std Deviasi Std Error Mean t df Sig.(2-tailed) Desa Lubuk Bayas 193 5,41 0.939 28,544 23 0,000 Desa Karang Anyar 750 5 0,000 Sumber : Lampiran 2
Dari hasil uji independent sample t test dapat disimplkan bahwa nilai signifikan/P – Value < 0,05 yaitu 0,000 ; maka Ho ditolak ini berarti (ada perbedaan yang
nyata peran penyuluh pertanian lapangan terhadap pengembangan usahatani padi organik di Desa Lubuk Bayas dan Desa karang Anyar).
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut terlihat bahwa t hitung = – 28,544 > t tabel dengan df = 23 maka dapat kita simpulkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara peran penyuluh pertanian lapangan terhadap pengembangan usahatani padi organik di Desa Lubuk Bayas dan Desa Karang Anyar.
Secara rinci perbedaan peran tersebut dapat dilihat sebagai berikut. 5.1.1 Peran Penyuluh Sebagai Pembimbing Petani
Kehadiran penyuluh pertanian pada saat pertemuan atau musyawarah yang diadakan oleh petani Organik di Desa Lubuk Bayas dan Karang Anyar diharapkan aktif mendampingi dan memberikan pengarahan kepada pengurus dan anggota kelompok tani. Pengurus kelompok tani mengkonfirmasi penyuluh pertanian lapangan sebelum mengadakan pertemuan untuk memastikan kehadiran penyuluh pertanian lapangan pada saat mengadakan pertemuan atau musyawarah. Pertemuan ini dilakukan untuk memadu atau mendampingi kelompok tani dalam kegiatan-kegiatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Pendampingan Penyuluh Sebagai Pembimbing Petani
No. Kegiatan Desa Lubuk Bayas Desa Karang Anyar 1. Mendampingi Pembuatan
RUK,RDK,RDKK
5 5
2. Menumbuhkan Kelompok Tani dari aspek kualitas dan kuantitas
5 5
3. Meningkatkan kelas
Kelompok Tani dari aspek kualitas dan kuantitas
5 5
Total 15 15
Sumber : lampiran 1
Dari tabel 11 terlihat bahwa masing-masing penyuluh di Desa Lubuk Bayas dan Desa Karang Anyar melakukan pendampingan kepada petani atau kelompok tani untuk melakukan kegiatan, hal ini terlihat dalam skor bahwasannya penyuluh melaksanakan semua tugasnya. Seperti Mendampingi Pembuatan RUK,RDK,RDKK, menumbuhkan kelompok tani dari aspek kualitas dan kuantitas seperti Desa Lubuk Bayas memiliki 6 Kelompok Tani dan 1 Gapoktan sedangkan Desa Karang Anyar memiliki 9 Kelompok Tani dan 1 Gapoktan. 5.1.2 Peran Penyuluh Sebagai Organisator dan Dinamisator
Penyuluh pertanian lapangan menyusun program penyuluhan pertanian di tingkat desa bersama dengan kelompok tani di masing-masing desa. setiap satu tahun sekali, yang bertujuan ada keterbukaan antara penyuluh dan aparat desa mengenai program-program pertanian di Desa Lubuk Bayas maupun Desa Karang Anyar. Dengan sepengetahuan kepala desa sebagai pelindung dan penanggung jawab di desa tersebut terhadap kegiatan bidang pertanian. penyuluh pertanian mengadakan pertemuan untuk menyampaikan hasil rencana programa penyuluhan pertanian bersama gapoktan, kelompok tani, dan aparat baik Desa Karang Anyar maupun
Desa Lubuk Bayas. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan penyuluhan di lapangan yang dilakukan PPL dengan kegiatan masing – masing kelompok tani, gapoktan dan instansi yang terkait dengan kegiatan penyuluhan tersebut. Dari pertemuan ini diharapkan dapat dicapai kesepakatan antara kelompok-kelompok tani, gapoktan dan PPL tentang program penyuluhan, sehingga program penyuluhan tersebut dapat menampung kebutuhan kelompok tani, gapoktan, dan petani serta program penyuluhan dapat diterapkan dilapangan. Dari hasil penelitian maka peran penyuluh pada desa Lubuk Bayas dan Desa Karang Anyar dapat di lihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai Organisator dan Dinamisator
No. Kegiatan Desa Lubuk
Bayas
Desa Karang Anyar 1. Penyusunan Programa Penyuluhan
Pertanian Desa
5 5
2. Membuat data potensi wilayah dan agro ekosistem
5 5
3. Membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTPP)
5 5
4. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan pertanian
2 5
Total 17 20
Sumber : Lampiran 1
Dari Tabel 12 dapat dilihat peran penyuluh di Desa Karang Anyar lebih dominan dibandingkan di Desa Lubuk Bayas. Bahwasannya Penyuluh di desa Karang Anyar lebih Aktif dalam peranannya sebagai Organisator dan dinamisator dibandingkan Desa Lubuk Bayas. Seperti halnya pada pembuatan laporan pelaksanaan penyuluhan pertanian di Desa Lubuk Bayas mendapat skor 2 42
hal ini dikarenakan Desa Lubuk Bayas hanya membuat laporan pelaksanaan penyuluhan pertanian setiap bulan dan setiap tahun.
5.1.3 Peran Penyuluh Sebagai Teknisi
Penyuluh pertanian lapangan dengan perannya sebagai teknisi, dimana penyuluh menyampaikan materi-materi sesuai dengan kebutuhan petani baik itu di Desa Lubuk Bayas maupun Desa Karang Anyar. Berdasarkan hasil penelitian peran penyuluh masing-masing desa dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Peran penyuluh Sebagai Teknisi
No. Kegiatan Desa Lubuk
Bayas
Desa Karang Anyar 1. Melaksanakan penyebaran materi
penyuluhan sesuai kebutuhan petani
1 5
2. Melaksanaakan penerapan metode penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk kunjungan/tatap muka (perorangan/kelompok/massal)(dalam satu tahun terakhir)
1 5
3. Melaksanakan penerapan metode penyuluhan pertanian dalam bentuk demonstrasi (dalam satu tahun terakhir)
1 5
4. Melaksanakan penerapan metode penyuluhan pertanian dalam bentuk temu-temu (temu-temu lapang, temu-temu wicara, temu-temu teknis, dll)(dalam satu tahun terakhir)
1 0
5. Melaksanakan penerapan metode penyuluhan pertanian dalam bentuk kursus (dalam satu tahun terakhir)
1 1
6. Meningkatkan Produksi Komoditi Unggulandi WKPP dibandingkan Produksi Sebelumnya
5 3
7. Melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian
3 5
Total 13 24
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh di Desa Lubuk Bayas dalam melakukan Perannya Penyuluh sebagai Teknisi mendapatkan skor 13 dibandingkan dengan Desa Karang Anyar yang mendapat skor 24, dengan demikian berarti penyuluh di Desa Karang Anyar lebih aktif dalam melakukan perannya sebagai teknisi kepada petani organik. Seperti halnya melakukan penyebaran materi-materi sesuai kebutuhan petani melalui temu-temu dan pelatihan. Pada saat Melaksanakan penerapan metode penyuluhan pertanian dalam bentuk temu-temu (temu lapang, temu wicara, temu teknis, dll)(dalam satu tahun terakhir) kurang dari 12 kali begitu juga dengan Desa Karang Anyar.
5.1.4 Peran Penyuluh Sebagai Media Penghubung antara Lembaga Penelitian dengan Petani
Penyuluh pertanian membantu kelompok tani mencari informasi-informasi mengenai pihak-pihak yang bersedia menjalin kerjasama dengan kelompok-kelompok tani yang sebelumnya diberikan pengarahan dan bimbingan mengenai pembuatan proposal, untuk mendapatkan bantuan dari instansi-instansi terkait. selanjutnya penyuluh akan menjembatani hubungan kerjasama tersebut agar dapat saling menguntungkan kedua belah pihak antara kelompok tani dan pelaku agribisnis. Untuk melihat skor masing-masing Desa dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Peran Penyuluh Sebagai Jembatan Penghubung antara Lembaga Penelitian dengan Petani
No. Kegiatan Desa Lubuk
Bayas
Desa Karang Anyar
1. Meningkatkan peningkatan kapasitas petani terhadap akses informasi dalam mengembangkan usahatani
3 5
2. Menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan ekonomi petani dari aspek jumlah dan kualitas
3 1
Total 6 6
Sumber : Lampiran 1
Dari Tabel 14 terlihat bahwa skor masing-masing desa memiliki skor yang sama yaitu skor 6 namun dapat dilihat peran penyuluh pertanian lapangan pada saat peningkatan kapasitas petani terhadap akses informasi dalam mengembangkan usahatani di Desa Karang Anyar lebih tinggi skornya peningkatan informasi tersebut diantaranya pembuatan proposal untuk memperoleh bantuan dari instansi terkait, informasi tentang cara tanam serta membangun jejaring kerja antar petani, ini berarti penyuluh di Desa karang Anyar dalam melakukan peningkatan kapasitas petani dalam akses informasi lebih aktif dibandingkan penyuluh di Desa Lubuk Bayas. Namun dalam mengembangkan kelembagaan ekonomi petani dari aspek jumlah dan kualitas penyuluh pertanian lapangan Desa Lubuk Bayas lebih aktif daripada Penyuluh pertanian lapangan di Desa Karang Anyar. Kelembagaan-kelembagaan tersebut seperti BUMP (Badan Usaha Milik Perrseorangan) dan badan usaha yang berbentuk koperasi tani, seperti tempat penjualan beras organik yang sudah dipercayai oleh dinas terkait.
5.2 Dampak Peran Penyuluh Pertanian Lapangan terhadap Pengembangan