• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV UPAYA DAN STRATEGI OUTSOURCING PT. DUTAGRIYA

B. Peran Perusahaan Outsourcing Dalam Memenuhi

Ada beberapa peran yang mesti dijalankan oleh perusahaan penyedia tenaga kerja (vendor outsourcing) dan perusahaan pemakai (user) dalam kerjasama penyediaan tenaga kerja dari luar suatu perusahaan . Hal ini perlu diperhatikan bidang-bidang yang diperlukan. Ada yang berperan sebagai administrative expert, consultant, competency expert, culture builder dan system

procedure expert. Berikut adalah penjelasan rinci tentang masing-masin peran

tersebut:6

1. Administrative Expert

Tugas administrative expert adalah menyediakan pelayanan yang terbaik melalui sistem yang efektif, tepat waktu dan akurat dalam setiap proses termasuk pembayaran karyawan, pencatatan jumlah karyawan yag masuk dan keluar, jumlah karyawan yang dipergunakan dan lain – lain.

2. Consultant

Perusahaan vendor juga berlaku sebagai konsultan dalam hal tenaga kerja. Jadi vendor tidak boleh selalu menurut apa kemauan pengguna hanya karena dibayar oleh pengguna. Sebagai konsultan vendor justru harus memberikan saran kepada pengguna supaya hal – hal yang akan dilakukan menjadi baik. Misalnya perusahaan pengguna menginginkan karyawan

6

outsource bekerja lebih dari delapan jam tapi tidak perlu membayar

overtime/ kelebihan.

3. Competency expert

Untuk mengetahui kompetensi tenaga kerja yang diperlukan oleh oleh pengguna, vendor harus membicarakan hal tersebut dengan perusahaan pengguna sebab perusahaan penggunalah yang mengetahui kriteria pekerjaan yang dibutuhkan. Jika tidak ada pembicaraan yang baik antara vendor dan perusahaan pengguna maka akan timbul permasalahan kesalahpahaman. Misalnya untuk pekerjaan di call center, vendor telah mencari orang yang dinamis, tidak mudah stress dan komunikasi bagus.

4. Culture Builder

Vendor harus mengetahui kultur dari perusahaan pengguna. Misalnya

perusahaan PMA memerlukan orang yang kritis, dinamis namun orang seperti itu mungkin tidak cocok dengan budaya perusahaan BUMN karena bisa dianggap sombong dan arogan.

5. System Procedure Expert

Dalam hal ini vendor memberikan rincian – rincian, hal – hal yang akan dimasukkan dalam perjanjian sehingga perselisihan dikemudian hari bisa dihindari. Banyak hal yang perlu dicantumkan dalam service agreement yang memerlukan pembahasan rinci misalnya jenis pekerjaan yang harus dilakukan, pembayaran uang makan, lembur dan lain – lain.

Dalam tahap perkembangan dini institusi-institusi syariah saat ini, perusahaan umumnya memfokuskan perencanaan usahanya pada unsur penunjang pengembangan bisnis syariah yang sangat agresif, baik dari sisi funding maupun

lending. Untuk merealisir rencana itu sangat diperlukan sumber daya insani yang

jumlahnya dan kualitasnya memadai, siap pakai namun handal.

Namun keterbatasan sumber daya internal terutama pada posisi-posisi yang memerlukan kompetensi frontliner untuk ditempatkan di kantor pusat atau pun kantor cabang yang membuka pelayanan syariah, mendesak perusahaan untuk membentuk Contingency Staffing Program, melalui Outsourcing Company. Merekrut banyak tenaga yang handal akan menimbulkan banyak kebutuhan akan bantuan teknis yang tidak sedikit memakan biaya, baik dari sisi proses rekrutmen, assessment, pelatihan, pengelolaan kinerja, penyediaan dan administrasi penggajiannya, namun belum tentu hasil yang dicapai sesuai dengan harapannya

Kini, kesemua proses pengelolaan SDM Syariah yang disebutkan diatas tidak perlu lagi dipikul dan menjadi beban dan tanggungjawab perusahaan sendiri, karena ini semua dapat dilaksanakan pada perusahaan outsourcing syariah yakni pada PT Dutagriya Sarana melalui divisi syariah perusahaan tersebut yakni karim business consulting.

Reputasi PT Dutagriya Sarana melalui divisi Karim Bussiness Consulting telah terkenal keunggulannya antara lain :

1) Memiliki reputasi internasional sebagai konsultan lembaga keuangan syariah terbesar di Indonesia.

2) Memiliki hubungan bisnis yang intens dengan sebagian besar Bank Syariah maupun Unit Usaha Syariah di Indonesia

3) Memiliki kredensial dan komitmen dalam mengembangkan pelatihan dan pembelajaran di bidang perekonomian syariah di Indonesia dan juga mancanegara

4) Telah memiliki pengalaman dibidang outsourcing tenaga kerja di lembaga keuangan dan perusahaan besar

5) Memiliki human resource expertise dan didukung oleh tenaga-tenaga konsultan HRD

Divisi syariah tersebut telah terbentuk sejak penghujung tahun 2005 sebagai perusahaan jasa outsourcing khusus syariah yang kini siap melayani:

a. Semua institusi dan lembaga yang bergerak di sektor syariah, dibidang pemenuhan kebutuhan akan penempatan dan pendidikan SDM berbasis syariah

b. Para talenta pencari kerja dan angkatan kerja produktif yang akan maupun tengah merintis karir di sektor syariah

1. Keunikan Divisi Syariah Karim Bussines Consulting

Sebagai perusahaan HR Outsourcing yang berfokus pada sektor syariah mempunyai konsultan-konsultan yang memiliki kredibilitas dibidang penempatan dan pelatihan pegawai berkualifikasi syariah dengan melaksanakan fungsi sebagai berikut :

a. Sharia Recruiter : menggunakan metode test dan seleksi yang sesuai

dengan kebutuhan kompetensi syaria. Yaitu metode penseleksian yang digunakan untuk menseleksi calon karyawan yang berbasiz syariah.

b. Sharia Assessor : menggunakan metode assessment dan penilaian yang

berdasarkan kompetensi syariah. Yaitu penilaian yang didasarkan pada ketentuan-ketentuan terhadap konsep ilmu yang berbasiz syariah.

c. Sharia Trainer : menggunakan cara melatih dan mendidik calon pegawai

dan pegawai yang dilandasi disiplin ilmu syariah. Yaitu pelatihan pada pengembangan calon karyawan untuk lebih mengerti cara praktik kerja secara syariah.

d. Sharia Advisor : bertindak sebagai motivator, counsellor dan mentor bagi

pengembangan kinerja dan karir pegawai-pegawai di jalur syariah7. Yaitu membimbing para calon karyawan atau tenaga kerja syariah agar tidak lepas dari konsep perinsip ilmu syariah.

Proses seleksi dan perekrutan dan pembinaan SDM syariah dapat dipercayakan kepada pihak outsourcing agent yang dipandang kompeten dalam merekrut, mencetak dan membina kader-kader pegawai untuk LKS. Dengan sistem kontrak yang didasarkan atas peraturan perundangan,

LKS (Lembaga Keuangan Syariah) tidak perlu khawatir mengikatkan diri dengan pegawai permanen yang kurang berkualitas, karena pada setiap saat pada masa kontraknya perusahaan dapat memperoleh penggantian seandainya kinerja dan perilakunya tidak sesuai. Perilaku sangatlah krusial terutama pada pegawai-pegawai di garda depan (frontline).

Ketidak handalan mereka akan langsung berdampak kepada tingkat pelayanan dan kepuasan pelanggan. Sebaliknya, apabila dalam kurun waktu kontrak ternyata pegawai yang bersangkutan ternyata berprestasi dan berkinerja baik, LKS dapat dengan mudah mengkonversi status pegawai Outsouricng menjadi pegawai tetap sehingga proses penempatan dan pengangkatan pegawai berjalan mulus dikarenakan pegawai yang dipermanenkan adalah mereka-mereka yang sudah terbukti mampu menjalankan pekerjaannya dan sudah dapat menyesuaikan diri dengan budaya dan etos kerja syariah.

C. Analisis Peran Perusahaan Outsourcing Dalam Memenuhi kebutuhan SDM

Dokumen terkait