• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Temuan Penelitian

Penelitian ini difokuskan pada peran TVRI Jawa Tengah dalam dakwah Islam. Setelah melakukan penelitian dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi berikut hasil wawancara dan observasi yang telah didapatkan:

1. Program-program acara dakwah Islam TVRI Jawa Tengah

Suatu lembaga penyiaran tidak lepas dari program acara andalan-andalanya yang menayangkan berbagai acara baik musik, berita, talkshow dan acara yang bernuansa religi. TVRI Jawa Tengah memiliki program-program acara Islami dengan judul dan materi yang berbeda-beda. Berikut hasil wawancara dengan beberapa narasumber tentang apa saja program-program acara dakwah Islam di TVRI Jawa Tengah?

Di TVRI sini untuk acara banyak, ya kalau acara yang umum banyak, misal ada yang dipegang pak N A itu ada Bina Bahasa, Al-Kalam. Kalau Al-Kalam itu masuk Religi. Sama acara yang

56

Islami itu paling banyak ketika bulan ramadhan. Ada satu namanya Jalan-Jalan Islami yang pembuatannya satu bulan sekali sama ditayangin dari TVRI Nasional”. (Wawancara B.L, 28 Agustus 2018, pukul 10:30)

Dalam acara program dakwah Islam di TVRI Jawa Tengah lebih banyak program acara yang tayang ketika bulan Ramadhan.

Ya sebenarnya program yang berbasis Islami di TVRI sini banyak mas. Apalagi pas bulan Ramadhan, yang biasanya acara kosong atau cuma siaran-siaran tunda tapi pas bulan Ramadhan kita ganti dengan acara yang Islami mas. Itu ada acara Gema Ramadhan, Gema takbir, Nada dan Dakwah, Lentera Islam, Renungan Ramadhan, Hikmah Pagi, Pengajian Al-Qur’an dan Mimbar Islam. Ada banyak mas”. (Wawancara,

NA, 24 Agustus 2017)

Program acara di LPP TVRI Jawa Tengah sangat banyak. Dalam program acara Islami dakwah memiliki tujuan dan materi yang sama yaitu sama dalam menyebarkan agama Islam. Tetapi, acara dakwah Islam di TVRI Jawa Tengah lebih terkenal atau populer yaitu program acara yang sering tayang seminggu sekali daripada program acara yang tayang satu bulan sekali atau dua bulan sekali.

Ya sini banyak mas acara-acara dakwah Islam, ya yang saya tahu JJI, Al-Kalam, Ngaji bareng. Kalau Al kalam kan tayang satu minggu sekali jadi ya acara ini lebih populer di TVRI Jawa Tengah, sama Ngaji Bareng itu juga terkenal. Kalau JJI saya tau kan karena saya juga ikut menggarap acara ini mas”.(Wawancara, Z.Z, 28 Agustus 2018)

TVRI Jawa Tengah memiliki program acara yang begitu banyak dengan berbagai judul acara yang berbeda. Tetapi, meskipun berbeda judul dan tema semua acara di TVRI Jawa Tengah tujuannya sama yaitu sama untuk

57

menghibur khalayak. Seperti acara dakwah di TVRI Jawa Tengah yang dikemas dengan berbeda-beda gaya kemasan akan tetapi tujuannya sama yaitu menyiarkan dakwah Islam. Perbedaan judul dan juga dalam mengkemas acara bisa membuat daya tarik bagi penonton itu sendiri. Ketika penonton lebih suka menonton acara langsung atau live dan lebih suka dengan cara tanya jawab, pasti akan lebih memilih menonton acara yang santai dengan diskusi-diskusi seperti acara Ngaji Bareng dan juga Al-Kalam. Tapi ketika penonton lebih suka dengan sejarah-sejarah perkembangan Islam di Jawa Tengah pasti akan lebih tertarik melihat tayangan seperti Jalan-Jalan Islam. Acara dakwah Islam di TVRI Jawa Tengah Tidak hanya acara Jalan-Jalan, Al-Kalam, Ngaji Bareng Mas Rifqi tetapi ada juga seperti pendopo Qalbu dan acara yang sering tayang pada bulan ramadhan yaitu Gema Ramadhan, Gema takbir, Nada dan Dakwah, Lentera Islam, Renungan Ramadhan, Hikmah Pagi, Pengajian Al-Qur’an

dan Mimbar Islam.

2. Peran program acara Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah dalam dakwah Islam

TVRI jawa Tengah memiliki banyak program acara yang sifatnya religi. Jalan-Jalan Islami merupakan program religi yang memiliki peran dalam dakwah Islam khususnya dalam mengupas sejarah-sejarah perkembangan Islam. Akan tetapi program acara Jalan-Jalan Islami

58

memiliki peran yang utama antara lain dalam memberikan informasi serta pembelajaran kepada khalayak mengenai sejarah perkembangan agama Islam di Indonesia. Dengan adanya program Jalan-Jalan Islami di TVRI dapat mempengaruhi khalayak dalam meningkatkan motivasi untuk belajar ataupun mengetahui bagaimana di suatu tempat memiliki sejarah peradaban Islam seperti pada program Jalan-Jalan Islami episode “Masjid

Gede Sendang Harjo di Kadilangu Demak” yang mengupas akan sejarah

Masjid tersebut dan juga perkembangan Islam di wilayah Demak. Berikut hasil wawancara peneliti dengan beberapa narasumber di TVRI Jawa Tengah tentang bagaimana peran program acara Jalan-Jalan Islami dalam dakwah Islam?

Acara-acara agama di TVRI Jawa Tengah itu banyak, tidak harus dan tidak hanya edukasi tetapi hiburan, meskipun semua misinya agama ya, termasuk qasidahan, ngaji bareng Pak Rifqi, JJI, Al-Kalam, itukan hanya judul-judul saja. Sebenarnyakan kalau kita tarik garis lurusnya intinya itu ukhuwah Islamiyah nya kan dan juga memiliki peran yang utama antara lain dalam memberikan informasi serta pembelajaran kepada khalayak mengenai sejarah perkembangan agama Islam di Indonesia.. (Wawancara P.S, 28 Agustus 2018 pukul 15.05 WIB)

Untuk program-program acara yang ada di TVRI Jawa Tengah tentang dakwah Islam maupuan yang lain semua intinya sama, yaitu memberi hiburan kepada masyarakat dengan contoh yang baik dengan tayang-tayang Islami yang bermanfaat bagi semua orang yang menonton. Karena TVRI merupakan lembaga penyiaran yang dapat dicontoh oleh lembaga

59

lain. Akan tetapi, program dakwah Islam di TVRI Jawa Tengah lebih di unggulkan dari pada program yang lain. Sehingga LPP TVRI Jawa Tengah dimudahkan perannya dalam dakwah Islam.

Sebenarnya materi program-program Islam di TVRI lebih

mendominasi . sebagai seorang progamer ini tidak adil, tapi untuk seornag agamis sangat setuju. Karena presentase program acara agama Islam di TVRI itu lebih banyak. Bahkan program di TVRI itu macem-macem, ada musik religi. Bahkan hampir setiap seminggu sekali pasti ada. Bahkan agama yang lain untuk musik bisa dua minggu sekali. Rata-rata dua minggu sekali. Bahkan kita untuk musik religi saja seminggu bisa sekali belum juga Acara-acara ngaji bareng dan Jalan-Jalan Islami. sebenarnya hanya nama dan judulnya yang beda tetapi formatnya sama. Sama-sama dalam dakwah islam. Cuman, ketika untuk masyarakat feedbacknya baik tetapi untuk kaum-kaum pinggiran. seperti orang-orang kudus, demak, jepara itu akan senang dengan acara seperti itu. Namun untuk wilayah tengah itu kita tidak tau, karena TVRI tidak ada survey khalayak. . (Wawancara P.S, 28 Agustus 2018 pukul 15.05 WIB)

Acara Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah memiliki peran penting dalam dakwah Islam. Semua acara di TVRI Jawa Tengah memiliki peran yang sama. Tetapi yang membedakan adalah tujuan dan materi yang diambil.

Semua acara di TVRI Jawa Tengah memiliki peran. Tetapi yang

membedakan dari semua adalah tujuannya dan kepada siapa acara itu ditunjukan. Yang jelas kepada penonton kan? Tapi kalau untuk acara Islam seperti Jalan-Jalan Islami itu yang pasti kepada umat Islam. Acara itu kan juga di tayangkan jam 04.00 subuh. Kalau orang biasa mungkin memilih tidur dari pada lihat acara jam segitu. Beda dengan orang yang rajin sama pengen tahun perkembangan Islam khususnya di Jawa Tengah. (Wawancara, Z.Z, 24 Agustus 2017)

60

Dakwah itu sendiri tidak hanya dengan tayangan yang menayangkan seorang Da’i ceramah di depan khalayak. Tetapi, dakwah juga dikemas

secara menarik baik berupa penyajian, materi, dan cara pengambilan agar suatu tayangan itu menarik. Jalan-Jalan Islami merupakan program teasure yang dikemas dengan pengambilan gambar yang baik. Agar suatu tayangan itu tidak bosan dilihat para khalayak.

Ya kan kamu sendiri pernah ikut syutting bagaimana saya mengarahkan teman-teman yang lain dalam mencari angle biar kesannya enak dilihat ataupun meminimilisir pengambilan-pengambilan gambar yang tidak perlu. Ya angle yang bagus gunanya simple sih, agar nyaman dilihat dan juga kita kan punya kepuasan batin dalam pembuatannya. Kita enak lihatnya, yang nonton juga enak lihatnya. Kalau dihubungkan dengan peran dakwah nya acara Jalan-Jalan Islami ya intinya pengambilan gambar yang bagus perlu agar khalayak itu juga mudah mencerna acara tersebut”. (Wawancara P.S, 28 Agustus 2018 pukul 15.30

WIB)

Peran dalam program acara Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah dengan program lain yang berisifat religi memiliki peran yang utama antara lain dalam memberikan informasi serta pembelajaran kepada khalayak mengenai sejarah perkembangan agama Islam di Indonesia.

3. Faktor pendukung dan penghambat program Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah

Program acara Jalan-Jalan Islami merupakan program yang disiarkan di TVRI Nasional secara off air, yaitu siaran yang tidak langsung. Dalam berjalannya suatu acara di TVRI yang sifatnya live

61

ataupun delay setiap tim kerja ataupun karyawan siap untuk mengerjakan apa yang sudah ditugaskan. Berikut hasil wawancara peneliti dengan narasumber tentang faktor pedukung dan penghambat program Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah;

Untuk faktor pendukung sebenarnya di TVRI Jawa Tengah ini misalnya dari kami pihak tim pekerja ataupun karyawan ada acara tidak masalah. Toh berarti kita ada kegiatan ada aktifitas, kalau ada kegiatan dan aktifitas sekecil apapun nominal itu nafas.

Ya seperti saya sedang duduk seperti ini tidak dapat uang makan”.

(Wawancara P.S, 28 Agustus 2018 pukul 15.30 WIB)

Ketika survei dalam mencari data untuk program acara Jalan-Jalan Islami di TVRI Jawa Tengah. seperti hal nya ketika tema yang di ambil merupakan sejarah perkembangan Islam di suatu daerah, maka pasti akan melibatkan masyarakat sekitar dan juga tokoh agama terkait tema yang di ambil. Dengan adanya masyarkat ataupun tokoh agama bisa menjadikan lancar nya proses dalam pembuatan program Jalan-Jalan Islami.

kita survei kaya pas di demak yang kita ngupas sejarah masjid itu kalau kita sendiri kan nggk mungkin. Jadi ya kita survey ke masyarakat dan tokoh agama disitu, mereka kan yang lebih tau tempat itu. Ya ini salah satu agar lancar dalam proses

pengerjaannya acara Jalan-Jalan Islami. Kalau untuk

kelancarannya yang lain ya mungkin makan-makan, hehehe. (Wawancara, Z.Z, 24 Agustus 2017)

Dalam faktor pendukung program Jalan-Jalan Islami tak lepas dengan yang namanya evaluasi. Evaluasi pada program ini dilakukan setiap ada rapat dalam pembahasan tema maupuan ketika sudah selesai produksi. Sebuah produksi tidak akan berjalan baik ketika disiarkan jika tidak ada

62

evaluasi dari semua tim Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah, karena setiap produksi ataupun acara pasti memiliki kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangan yang terjadi pada waktu proeses pembuatan acara tersebut.

“Untuk evaluasi di program acara Jalan-Jalan Islami pasti ada. Karena itu ya merupakan faktor pendukung. Sebelum kita survey aja kita evaluasi. Evaluasi buat persiapan, perlengkapan apa saja. Setiap selesai proses dalam produksi pas kita lakukan evaluasi. Kalau enggak dilakukan evaluasi sama aja kita kerja gamblang, kita tidak tahu kesalahan dan kekurang kita dalam berkontribusi di suatu acara tersebut kan?ya makannya kita wajib melakukan evaluasi”. (Wawancara P.S, 28 Agustus 2018 pukul 15.30 WIB)

Sedangkan dalam penghambat program acara Jalan-Jalan Islami di TVRI Jawa Tengah lebih banyak dari Internal sendiri. Seperti halnya dalam proses pembuatan program Jalan-Jalan Islami dari tim yang telah dibentuk untuk membuat acara ini, akan tetapi orang-orang yang berada di tim mempunyai kepentingan pribadi sendiri sehingga hal ini membuat tidak maksimalnya dalam pembuatan acara Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah.

“Menurut saya penghambat itu palah datang dari internal kami

sebenarnya, bukan dari pihak luar. Penghambat disini konotasinya bukan sesuatu yang negatif. Tapi istilahnya begini, ada namanya program ini dibutuhkan masyarakat. Tetapi internal kami ada namanya kepentingan-kepentingan. sebenarnya kalau kita berbicara program untuk universal itu salah, tetapi kalau hanya untuk sekelumit atau sekelompok itu tidak masalah. Misalnya begini, saya membuat acara program khusus program acara Islami itu saya misalnya. Ada teman saya yang buat lagi, akhirnya kita kaya bersaing. Itu hanya judul saja yang geser. Kebetulan pimpinan kami tidak melihat dari sisi itu yang penting

63

ada acara. Ada acara apalagi acara-acara gema lancar-lancar aja. Padahal kadang-kadang pihak luarpun ketika yang mengisi, loh kok sama bapak ini begini, sama pak ini bengini.ini bagian dari hambatan juga sih. Kalau pemahaman secara hambatannya seperti itu. Kalau dari masyarakatnya sendiri sih tidak ada ya memang untuk kondisi seperti ini acara-acara religi itu penting. Karena di swasta sudah di geber dengan acara-acara hiburan. Maaf ya?yang notabenenya dari sisi ideologi sudah sedikit menyimpang, mereka hanya kulit. Misalnya kaya gini, kalau di swasta ada ini momentnya Maulud Nabi, seolah penyanyi lagu lagu, pakaian-pakaian norak-norak dan sebagainya. Ya itu kalau kita mengkritisi itu kan sebenarnya menurut saya pelecehan. Tapikan, setiap orang sudut pandangnya berbeda-beda. Tapi kalau di TVRI tidak boleh begitu karena kita memang bener-bener dari intruksi direktur pun kita TV yang aman untuk anak dan

keluarga”. (Wawancara P.S, 28 Agustus 2018 pukul 15.30 WIB) Suatu program acara tidak akan lepas dengan sebuah dana. Karena setiap apa yang dibutuhkan pasti akan mengeluarkan dana. Program Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah merupakan salah satu program yang harus menggunakan dana dalam pembuatan acara tersebut. baik dana untuk akomodasi, konsumsi dan lain-lain. Dalam hal ini seberapa dana yang ada tanpa di manajemen dengan baik akan menimbulkan masalah dalam pembuatan program acara.

Ya mau maju gimana kalau cara manajemen setiap program acara kaya gitu. Ya sebenarnya dari atas sudah di anggar. Tapikan ketika di lapangan kita tidak tahu apa yang kita butuhkan lagi. Kami aja mau survey pakai uang pribadi, seharusnya seperti itu udah di manajemen sama yang diatas, ya mau gimana lagi? Produser harus kaya gini, hehehe. Kalau nggak gini ntar gak jalan

acara saya, palah dimarahian atasan. (Wawancara, Z.Z, 7

64

Ketika dalam pembuatan program acara khususnya Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah masih memikirkan diri sendri daripada tim. Dan ini akan menjadi hambatan bagi bagi tim. Karena yang memikirkan diri sendiri itu hanya membutuhkan uang tapi bukan karya tujuannya itu akan menjadi masalah.

Nah kalau kita berbicara kualitas itu gak bisa kesana. Karena secara kualitas orang TVRI itu sama, karena bedanya orang-orang TVRI sama TV Swasta tempat kami itu setiap karyawan wajib belajar. Dan semua ilmunya sama tapi bagaimana kita mengaplikasikan di masyarakt. Nah ini yang beda, ketika kita mengaplikasikan di masyarakat ini muncul namanya ada kepentingan, kebutuhan. Kalau sudah berbicara masalah

kebutuhan idelisme akan hilang. “Aku butuh duit ek”. Penting ada

acara dibayar, itu kebutuhan. Tapi beda kalau kepentingan kita berkarya apapun dilakukan”. (Wawancara P.S, 28 Agustus 2018 pukul 15.30 WIB)

C. Pembahasan

1. Program-program acara dakwah Islam di LPP TVRI Jawa Tengah

Suatu lembaga penyiaran tidak akan lepas dengan program-program andalannya. Karena dengan program-program andalan itu suatu lembaga penyiaran memiliki identitas. Penyiaran program acara Islami menjadi identitas khusus di setiap lembaga penyiaran. Tanpa adanya program Islami lembaga tersebut tidak punya identitas. Jadi setiap program di lembaga Penyiaran harus mempunyai program yang dapat menjadikan identitas bahwa program itu adalah milik suatu lembaga penyiaran tersebut. akan tetapi suatu program acara di suatu lembaga tidak lepas

65

dengan perannya. Program acara Jalan-Jalan Islami merupakan program acara yang sifatnya religi dengan menyuguhkan tayangan berbasis Islami. LPP TVRI Jawa Tengah juga mempunyai program-program yang sifatnya religi Islami. Disini peneliti menuliskan ada beberapa program acara Islami di TVRI Jawa Tengah antara lain Al-Kalam, Jalan-Jalan Islami, Ngaji Bareng Mas Rifqi dan ada acara dakwah yang tayang ketika bulan ramadhan antara lain, acara Gema Ramadhan, Gema takbir, Nada dan Dakwah, Lentera Islam, Renungan Ramadhan, Hikmah Pagi, Pengajian Al-Qur’an dan Mimbar Islam.

2. Peran program acara Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah dalam dakwah Islam

Suatu program acara pasti memiliki peran yaitu peran dalam menghibur khalayak. LPP TVRI Jawa tengah juga mempunyai peran yaitu dalam program acara dakwah Islam, akan tetapi peran dari program tersebut sama. Yaitu Program acara Jalan-Jalan Islami merupakan program dalam dakwah Islam yang memiliki peran penting dalam menyiarkan bagaimana perkembangan agama Islam di Jawa Tengah.

Dalam menemukan peran acara Jalan-Jalan Islami peneliti melakukan wawancara kepada beberapa tim produksi acara Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah. Program acara Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah mempunyai program yang sama seperti program dakwah Islam

66

lainnya, sama dalam memberikan hiburan kepada masyarakat. Akan tetapi yang membedakan adalah bagaimana pengemasan program acara tersebut. karena program Jalan-Jalan Islami merupakan program yang jenisnya feature .

Program acara Jalan-Jalan Islami ataupun program Islami lainnya yang ada di TVRI Jawa Tengah memiliki peran yang sangat penting terhadap masyarakat. Karena program seperti ini sangat dibutuhkan pada zaman sekarang. Ketika dakwah melalui media, seperti LPP TVRI Jawa Tengah yang menayangkan program Islami dan masyarakat menonton kemudian masyarakat langsung mencerna dan paham apa yang di tayangkan LPP TVRI Jawa Tengah.

Hal ini yang di maksud dengan feedback atau timbal balik antara program acara dakwah di TVRI Jawa Tengah dengan masyarakat yang menonton. Hal ini sama dengan teori Hypodermic Needle (Jarum suntik) atau teori peluru (bullet theory) yang dipaparkan oleh peneliti . Alasannya, isi senapan (dalam hal ini diibaratkan pesan) langsung mengenai sasaran tanpa perantara. Artinya, pesan yang dikirimkan akan langsung mengenai sasarannya yakni penerima pesan, seperti peluru yang langsung mengenai sasaran.

3. Faktor pendukung dan penghambat program Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah

67

Dalam proses produksi atau pra-produksi suatu program acara pasti memiliki faktor pendukung dan penghambat. Program acara Jalan-Jalan Islami memiliki faktor pendukung dalam lancarmya proses produksi. Faktor pendukung dalam lancarnya proses produksi program Jalan-Jalan Islami lebih banyak dari eksternal. Maksud dari faktor eksternal adalah ketika melakukan survei ataupun proses produksi di suatu tempat bersejarah dan itu membutuhkan narasumber yang benar-benar mengetahui tempat itu, maka tim produksi otomatis ketika survei akan mencari narasumber yang benar-benar tau.

Ketika mencari narasumber, tim produksi mungkin tidak akan langsung menemukannya. Akan tetapi, masyarakat sekitar biasanya membantu untuk menemukan rumah si narasumber. Hal ini sangat membantu dalam lancarnya survei ataupun produksi program Jalan-Jalan Islami. Masyarakat tidak hanya membantu dalam menemukan narasumber, tetapi biasanya masyarakat sekitar juga akan membantu dalam hal konsumsi. Hal ini juga dapat membantu lancarnya survei ataupun produksi dan juga budget atau uang konsumsi dari lembaga bisa lebih hemat dan dapat digunakan untuk keperluan lain dalam tim produksi Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah.

Untuk faktor pendukung dari internal yang peneliti dapat yaitu evaluasi. Evaluasi disini bisa dikatakan dalam faktor pendukung lancarnya

68

survei ataupun pasca produksi adalah ketika proses dalam pembuatan acara Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah menemukan kendala ataupun masalah kemudian untuk menyelesaikan diadakan evaluasi bersama tim produksi Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah.

Sedangkan faktor penghambat program acara Jalan-Jalan Islami disini peneliti mendapatkan data dari narasumber bahwa faktor penghambat sebenarnya dari Internal sendiri. Penghambat dari internal yang peneliti maksud adalah ketika tim produksi melakukan proses produksi program Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah banyak anggota tim yang memikirkan urusan pribadi dari pada tugas yang diberikan oleh lembaga, sehingga membuat hasil produksi program Jalan-Jalan Islami kurang maksimal. Hal ini yang dapat menjadi penghambat dalam proses produksi program Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah.

faktor penghambat yang lain yang peneliti ketahui dari beberapa narasumber adalah kurangnya manajemen keuangan dari lembaga penyiaran publik TVRI Jawa Tengah. Kurang baiknya manajeman keuangan di TVRI Jawa Tengah manjadikan penghambat dalam proses survey ataupun produksi program Jalan-Jalan Islami.

Dan itu lah beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam program acara Jalan-Jalan Islami. Sehingga dapat kita ketahui bagaimana

69

menangani hambatan-hambatan dalam membuat program acara baik program acara yang sifatnya dakwah ataupun talkshow.

70 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan selesainya pembahasan, tentan Peran LPP TVRI Jawa Tengah

Dokumen terkait